
Tag: sorbansantri
-

Kita Lebih Keren Daripada Malaikat, Itu Mahsyur!
wp.sorbansantri.com – Nabi pernah bersabda, “Nanti pada zaman akhir itu orang-orangnya pada top-top. Bahkan aku rindu dengan umatku yang ada di akhir zaman.”Perkataan dari Nabi SAW tersebut pun mengundang tanya dari para sahabat. Para sahabat bertanya, “Bukankah itu adalah malaikat..?”Nabi menjawab, “Malaikat beriman itu wajar, sebab dia berada disamping Allah, kalau tidak beriman sangat keterlaluan.”“Kalau begitu para Nabi..?”Lalu Nabi pun menjawab, “Kalau Nabi sangat wajar kalau beriman, sebab mereka dapat wahyu dan pernah melihat Malaikat Jibril.”Dan para sahabat pun bertanya kembali yang ketiga kalinya kepada Nabi.“Kalau begitu para sahabat..?”Nabi pun kembali menjawab, “Kalian beriman itu karena saya yang mendidik.”“Lalu yang Anda maksud siapa..?”, tanya SahabatGus Baha’ menjelaskan bahwa Nabi begitu bangga dengan umat akhir zaman. Nabi Muhammad SAW mengatakan kepada para sahabat, “Umatku yang hidup di akhir zaman. Dia itu orang yang tidak pernah melihatku, tapi tetap beriman denganku. Tidak pernah melihat surga tapi meminta surga. Tidak pernah melihat neraka tapi ternyata takut dengannya.”Ternyata satu hal saja yang membuat umat akhir zaman menjadi lebih hebat dari para malaikat dan Nabi itu adalah mempunyai kepercayaan pada Nabi SAW yang tidak se-zaman dengan mereka.“Jadi, hanya modal percaya/yakin saja. Jadi, itu malah keren sebab hanya modal percaya atau yakin saja. Ngono lho khin…” pungkas Gus Baha’اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ والنَّاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩(pengajian gus baha’) -

Pegawai SPBU kenakan BANSER di hari Pahlawan 10 November 2020
wp.sorbansantri.com – Ada yang unik dihari pahlawan kemarin, disebuah SPBU di kota Kendal terlihat sesosok pegawai SPBU cantik yang mengenakan baju BANSER. Sembari dengan senyum ramah melayani para pembeli SPBU, tanpa canggung ia merasa percaya diri dan gagah mengenakan baju kebanggaan Banser itu .Dalam rangka memperingati hari pahlawan SPBU Jambe Arum yang berada di kecamatan Patebon Kendal ini mewajibkan karyawannya untuk memakai atribut pahlawan. Nelisa (22th) pegawai SPBU cantik asal Pekalongan ini lebih memilih memakai seragam kebanggaan Banser, ia menuturkan , hal ini ia lakukan karena ia bangga terhadap Banser yang dari dulu hingga sekarang tetap konsisten menjaga negeri ini.“saya nge-fans dengan Banser dan saya bangga dengan Banser” tuturnya sembari melayani para pembeli bahan bakar di tempat kerjanya.Tak dapat dipungkiri hal ini membuat para pembeli tertarik dan banyak yang mengajak Selfi denganya.Doc.pers (Mahfud.eS) -

The Moments : Muktamar NU di Surabaya 1971
wp.sorbansantri.com – Ditulis sejumlah literatur bahwa di tahun 1971 KH Abdul Wahab Hasbullah mengalami masa kritis di usia 83 tahun. Saat itu kondisi Mbah Wahab sudah sangat lemah. Seakan sudah tinggal menunggu waktu segera menghadap keharibaan Illahi Rabbi, dan hal ini juga disampaikan oleh para ulama sepuh kepada pihak keluarga.Walau demikian, beliau yang kala itu masih tercatat sebagai Rais Aam PBNU mampu melampui masa kritisnya dan malaikat Izrailpun urung menunaikan tugas. Seakan telah meminta ajalnya ditunda sampai menyelesaikan Laporan Pertanggungan Jawab (LPJ) sebagai Rais Aam PBNU pada muktamar yang akan dilaksanakan 3 bulan kemudian.KH Bisri Syansuri kala itu datang menjenguk.“Kiai, engkau jangan wafat dulu,” kurang lebih begitu ungkapan Kiai Bisri kepada Mbah Wahab.“Kiai masih punya utang,”Mendengar perkataan Kiai Bisri, sontak Mbah Wahab tersadar dari kondisi kritisnya dan menjawab: “Utang apa?” sergahnya.“Engkau masih belum LPJ,” jawab Kiai Bisri.Tanggal 20-25 Desember 1971, Muktamar NU diselenggarakan di Surabaya. LPJ pun telah dipertanggungjawabkan. Utang Mbah Wahab lunas dibayar kontan. Meski pada muktamar tersebut, Mbah Wahab kembali dipercaya menjabat Rais Aam, hakikatnya beliau telah menuntaskan perjuangannya di NU.Selang 4 hari pasca muktamar selesai, tanggal 29 Desember 1971 KH Abdul Wahab Chasbullah wafat. Kepergiannya merupakan duka mendalam tidak hanya bagi Nahdliyin atau warga Nahdlatul Ulama, juga bangsa Indonesia. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un. (abi sorban) -

PAC GP Ansor Kemalang Salurkan Donasi ke Korban Erupsi Gunung Semeru
Klaten, wp.sorbansantri.com – PAC GP Ansor Kemalang Kabupaten Klaten salurkan bantuan erupsi Semeru 35 juta. Bantuan ini dari jajaran anggota Ansor dan masyarakat sekitar Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten.Kesadaran berdonasi pada korban erupsi Semeru cukup tinggi di Kecamatan Kemalang, hal ini disebabkan masyarakat menyadari saat mereka mengalami kesusahan akibat erupsi Gunung Merapi.“Uluran tangan dan bantuan dari donatur sangat berharga dalam setiap situasi bencana. Apa yang dirasakan oleh saudara-saudara kita di Lumajang saat ini seperti apa yang telah kita rasakan saat erupsi Merapi pada 2010 lalu,” ujar ketua Ketua PAC GP Ansor Kemalang, Faishal Budi saat Apel Akbar Banser Kemalang, di Klaten, Selasa (14/12/2021).Faishal juga menyatakan sebagai anggota Ansor Banser memiliki peran penting dalam tiga pilar, yaitu himayatul din, himayatul daulah dan himayatul ummah. Artinya sebagai insan harus berjuang menjaga agama, menjaga negara dari upaya menciderai kesepakatan bernegara dan menjaga kemaslahatan bersama terlebih saat ada masyarakat membutuhkan bantuan maka Banser harus merespon dengan cepat. “Salah satunya memberikan bantuan tenaga atau dalam bentuk lain untuk meringankan beban yang sedang ditimpa kesusahan,” katanya. (Ansor Klaten) -

Raker II PW GP Ansor Jatim Bahas Ekosistem Digital hingga Pemerataan Ekonomi Ummat

MALANG, wp.sorbansantri.com – Rapat kerja (Raker) II Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur yang digelar Selasa (14/12) di Kebun Teh Wonosari, Lawang, Kabupaten Malang, bisa dibilang ‘bertabur bintang’. Bagaimana tidak, dalam acara yang dihadiri pimpinan Pengurus Cabang (PC) dari semua daerah di Jawa Timur itu, dihadiri banyak tokoh penting.
Hadir secara online Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga anggota kehormatan banser Erick Thohir. Selain itu, hadir secara offline Direktur SDM PTPN Holding Seger Budiharjo
Direktur PTPN 10 Tuhu Bangun, Direktur PTPN 12 Siwi Peni,
Direktur PT Sinergi Gula Nusantara Aris Toharisman, Kepala Bapeda Jatim Yasin,
Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementrian Koordinator Maritim dan Investasi Septian Haryo Septo,Ketua PW Ansor Jatim Gus H Syafiq Syauqi dalam sambutannya mengatakan, dalam rapat kerja kedua yang sempat beberapakali ditunda karena pandemi, pihaknya mengambil tema ‘Spirit Baru Ansor Jatim dalam Menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama.”Tema ini kita ambil sebagai sikap dan langkah gerak kita, menisbahkan diri kita sebagai kader masa depan Nahdlatul Ulama. Kita juga berkewajiban untuk mempersiapkan diri sejak dini terhadap tantangan jam’iyah NU ke depan,” kata Syafiq Syauqi dalam sambutannya.
Dia menambahkan, dengan kondisi kader yang semakin bertambah dan berkembang, Ansor Jatim tidak boleh menjadi organisasi yang arogan.”Namun, semakin menjadi tantangan buat kita ketika dihadapkan pada pertarungan digital. Kita seperti kedodoran melawan segelinir orang atau kelompok yang massa-nya kecil, tapi mampu mempengaruhi mindset karena menguasai area cyber. Inilah yang disebut cyber war. Dengan demikian, ekosistem digital harus kita bangun,” imbuhnya.
Karena inilah, Syafiq berharap para kader Ansor bisa semakin aktif dalam menguasai opini media di dunia digital.”Karena siapa yang menguasai opini media cyber hari ini, maka dialah pemenangnya,” imbuhnya.
Pria yang merupakan keturunan pendiri Ansor KH Wahab Chasbullah, Jombang ini menambahkan, tantangan terberat Ansor saat ini adalah mampu tidaknya organisasi ini mengkonversi kebesaran jumlah anggota, menjadi kekuatan dalam kemandirian ekonomi.”Ini menjadi tantangan kita, karena siapa yang menguasai basis ekonomi, maka dia yang akan menguasai dunia, pemerataan ekonomi juga menjadi tugas kita,” jelasnya. Karena inilah, dalam berbagai kesempatan, Syafiq sering mengundang elemen-elemen dari BUMN untuk memberi wawasan kepada para kader Ansor Jawa Timur.
Syafiq juga berharap dalam rapat kerja kedua ini, para pimpinan cabang bisa bisa bersinergi dengan program-program yang dimiliki.”Apalagi dalam penataan organisasi ini, kita berada dalam posisi yang semakin dinamis,” pungkasnya. (zulham sorban)
-

Ayo Sarungan ! Mengenal Sarung Budaya Warga NU di Indonesia Khususnya Santri

wp.sorbansantri.com – Asal muasal penyebutan kata sarung sebenarnya merupakan serapan dari bahasa arab yaitu syar’i, yang memiliki arti sesuatu yang harus diikuti umat Islam, termasuk dalam hal berpakaian. Kata syar’i kemudian memiliki masdar syar’un. Karena masyarakat Indonesia saat itu sulit untuk menyebut serapan ‘n’ maka disebutlah sarung.
Sarung pada awal kemunculannya diperkenalkan oleh orang-orang Islam yang berdagang di Indonesia, yakni para saudagar Arab dan Gujarat India. Selain melakukan perdagangan, mereka juga menyebarkan agama Islam di Nusantara, ini terjadi sekitar abad ke-14 Masehi. Sehingga dalam perkembangannya, sarung di Indonesia identik dengan kebudayaan Islam.
Di beberapa catatan tertulis, asal mula sarung berasal dari Yaman. Sebuah kain yang awalnya dipakai oleh suku Badui yang tinggal di sana.
Masyarakat Yaman menyebutnya sebagai futah. Pada saat itu futah merupakan kain putih yang dicelupkan ke pewarna yang berwarna hitam. Adanya perdagangan yang membuat eksistensi sarung semakin meluas. Karena pada saat itu industri tekstil adalah komoditas raksasa dalam perdagangan era Islam.
Standar kualitas tekstil dalam perdagangan masyarakat muslim di semenanjung Arab sangat tinggi. Sehingga industri tekstil di era Islam sangat berpengaruh besar terhadap bangsa barat. Sarung telah menjadi pakaian tradisional masyarakat Yaman saat itu. Bahkan sekarang sarung masih menjadi salah satu oleh-oleh tradisional khas Yaman.
Sarung juga menunjukkan eksistensinya saat zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia. Pada zaman penjajahan Belanda, sarung identik dengan simbol perlawanan terhadap budaya barat yang dibawa oleh para penjajah. Kaum santri adalah orang-orang yang paling konsisten dalam mengenakan sarung. Sedangkan kaum nasionalis abangan hampir meninggalkan sarung dan beralih ke budaya barat dengan mengenakan celana panjang.
Itulah sejarah singkat mengenai awal mula kemunculan sarung di Indonesia bahkan eksistensinya saat zaman perjuangan kemerdekaan Indonesia. Terlepas dari itu semua, sarung adalah salah satu item yang telah melekat pada masyarakat Indonesia dan menjadi identitas diri seorang santri. (W S R sorban)
-

Workshop Sekaligus Konsolidasi Media-Cyber PC GP Ansor se Jawa Tengah
Jateng, wp.sorbansantri.com – Kegiatan diawali dengan ziarah bersama sebelum acara dimulai. Pembukaan dihadiri Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Tengah yang juga Kasatkorwil Banser Jawa Tengah H Muchtar Ma’mun mewakili Ketua PW GP Ansor Jateng, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jateng H Mustain Ahmad, Ketua Takmir Masjid Agung Demak KH Abdullah Syifa’, Pengurus PCNU Demak KH Yatin, MWCNU Demak Kota.Dilanjutkan sejumlah materi yang disampaikan oleh narasumber. Pada malam harinya, di sela workshop juga dilaksanakan Podcast dengan narasumber Kasatkorwil Banser Jateng, mengulas mengenai ‘Pergerakan Banser di Sektor Digital’ yang akan segera tayang di Chanel YouTube ANSOR JATENG.Yang membuat istimewa, workshop ini digelar di kompleks Masjid yang didirikan para Walisongo. Ketua Takmir Masjid Agung Demak KH Abdullah Syifa’ menyebut, pada zaman dahulu area masjid juga digunakan untuk bermusyawarah urusan sosial kemasyarakatan, tata negara, sekaligus pengajian. Maka bisa jadi, yang diduduki oleh peserta workshop kali ini pada zaman dahulu menjadi tempat duduk para Wali.
Selain itu, tempat digelarnya workshop juga berjarak sekitar 15 meter dari makam para Sultan Demak, pejuang Islam, yang merupakan peletak pondasi peradaban Islam di Nusantara. Tentunya, terselip harapan adanya transfer energi pada para kader GP Ansor se Jateng yang terlibat dalam kegiatan ini.Sabtu pagi, dikejutkan kehadiran Sahabat Ketua PP GP Ansor yang juga Ketua GP Ansor Korwil Jateng-DIY, Mujiburrohman. Setelah berziarah, Gus Mujib langsung memberikan motivasi dan arahan berisi pesan penting untuk dapat diaplikasikan seluruh kader di Jawa Tengah.Gus Mujib sangat mengapresiasi adanya kegiatan konsolidasi koordinator Media-Cyber se provinsi yang merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia ini. Ia berharap kedepan, perlu segera adanya sinergi sekaligus kolaborasi intensif antara “Pasukan Udara” dengan “Pasukan Darat” untuk bergerak di sektor digital.Rangkain acara dilanjutkan konsolidasi sekaligus evaluasi Media-Cyber PC se Jateng. Terdapat sejumlah catatan penting untuk penataan manajemen ke depan agar upaya maksimalisasi konten rahmah dan koordinasi lintas bidang dapat berjalan dengan baik dan Super Duper.Penutupan dihadiri Sekretaris PW GP Ansor Jateng Dr KH Fahsin M Faal serta Kasatkorcab Banser Demak Teguh Ali Irfan mewakili unsur Pimpinan Cabang.Koordinasor Media-Cyber PC GP Ansor Banyumas, Ahmad Mufid menyampaikan, agenda kegiatan ini sangat bermanfaat.“Kegiatan yang sangat bermanfaat, banyak ilmu yang didapat. Serta bisa lebih meningkatkan kerjasama Tim Media sesama pengurus cabang,” ungkapnya.Menurutnya, peran kader GP Ansor sebagai generasi muda sangat penting untuk membuat konten Islam yang Rahmah. Menyebarkan konten positif di dunia maya.Koordinator Media-Cyber PC GP Ansor Grobogan, Ali Geyer menyampaikan, di Grobogan baru saja ada regenerasi kepengurusan. Maka adanya konsolidasi ini adalah momentum penting untuk mendapatkan ilmu baru berkaitan dengan manajemen.“Workshop media sangat membantu bagi kami para pemula yang ingin berkhidmah melalui sosial media, dengan ilmu yang diberikan akan sangat membantu dalam syiar perjuangan di daerah kami,” ungkapnya.Sementara itu, jajaran perwakilan panitia sekaligus pengelola Media PW GP Ansor Jateng, Wijayanto mengungkapkan, pada agenda konsolidasi ini banyak input yang diperoleh. Semisal, Media PC meminta sering digelarnya agenda konsolidasi se Jateng, sering digelarnya workshop untuk peningkatan kompetensi, dan diharap sering adanya arahan hingga instruksi dari PW terkait pergerakan sector digital.“Kami mendapat input banyak dari agenda ini. Hasil evaluasi, mayoritas kompetensi sahabat-sahabat di Cabang sudah baik, namun memang butuh bimbingan,” ungkapnya.Adapun, Workshop dan Konsolidasi ini dihadiri 31 Ketua /Koordinator Media-Cyber PC GP Ansor se Jateng (atau yang mewakili). Hanya 4 PC yang tidak mengirimkan delegasi dari 35 PC GP Ansor se Jawa Tengah.Pihaknya juga mengapresiasi PC GP Ansor Demak yang dengan baik mendukung terselenggaranya kegiatan ini. (Media PW GP Ansor Jateng) -

Banser Banyumas Gendong Lansia sampai Rumah Usai Divaksin

Banyumas, wp.sorbansantri.com – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) seringkali ditemui di berbagai kegiatan untuk memastikan kegiatan tersebut aman dan berjalan dengan lancar. Seperti halnya Vaksinasi di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, sejumlah anggota Banser ikut menyukseskan kegiatan tersebut dengan ikut serta menjaga ketertiban peserta vaksinasi, Kamis (9/12/2021).
Yang menjadi perhatian kala itu aksi kemanusiaan salah seorang anggota Banser yang menggendong peserta vaksinasi dari kalangan lansia. Peserta tersebut harus digendong sampai rumahnya lantaran tidak kuat berjalan. Aksi ini sempat viral menjadi topik pembicaraan khalayak di media sosial.
Diketahui, anggota Banser tersebut atas nama Sukron Ma’mun. Awalnya ia melihat salah seorang peserta vaksinasi lansia tidak jauh dari posisinya ia berada. Peserta lansia tersebut susah berjalan karena faktor usainya yang memang terlihat sudah cukup sepuh. Karenanya, ia spontan menggendongnya. Peserta ini sudah selesai divaksin. “Masih banyak sahabat Ansor-Banser lain yang di lokasi, cuma kebetulan saya yang paling dekat, secara spontan saya langsung menggendong bapak lansia itu,” ungkap Sukron.
Salah seorang perangkat Desa Sudimara, Samsi berterimakasih atas peran dan kontribusinya Ansor dan Banser Sudimara yang selalu membantu kegiatan dan program pemerintahan Desa Sudimara Kader Ansor setempat, Nahnu Puji Leksana mengapresiasi dan bangga atas aksi kemanusiaan yang dilakukan Banser, Sukron Ma’mun.
Menurutnya, Banser terjun langsung karena lokasi kegiatan vaksinasi Covid-19 saat itu berada di dekat jalan raya, banyak lalu lalang kendaraan dan tak sedikit masyarakat yang kesulitan menyeberang. “Kami sengaja menginisiasi melibatkan diri dalam kegiatan ini untuk membantu dan mengamankan kelancaran jalannya vaksinasi,” ujar Nahnu.
Ia mengatakan, keberadaan Ansor dan Banser di Desa Sudimara sangat bermanfaat. Kontribusinya cukup besar dalam membantu masyarakat. “Sekali lagi kami mengucapkan beribu terima kasih,” ucapnya. (Yanuareza sorban).
-

JAS HIJAU YANG HILANG DI ORDE BARU

wp.sorbansantri.com – TKR pertama, Yang nanti menjadi TNI. Dan komandan divisi pertama TKR itu bernama Kolonel KH. Sam’un, pengasuh pesantren di Banten. Komandan divisi ketiga masih Kyai, yakni kolonel KH. Arwiji Kartawinata (Tasikmalaya). Sampai tingkat resimen Kyai juga yang memimpin.Fakta, resimen 17 dipimpin oleh Letnan Kolonel KH. Iskandar Idris. Resimen 8 dipimpin Letnan Kolonel KH. Yunus Anis. Di batalyon pun banyak komandan Kyai. Komandan batalyon TKR Malang misalnya, dipimpin Mayor KH. Iskandar Sulaiman yang saat itu menjabat Rais Suriyah NU Kabupaten Malang. Ini dokumen arsip nasional, ada Sekretariat Negara dan TNI.Tapi semua data itu tidak ada di buku bacaan anak SD/SMP/SMA. Seolah tidak ada peran Kyai. KH. Hasyim Asy’ari yang ditetapkan pahlawan oleh Bung Karno pun tidak ditulis. Jadi jasa para Kyai dan santri memang dulu disingkirkan betul dari sejarah berdirinya Republik Indonesia ini.Waktu itu, Indonesia baru berdiri. Tidak ada duit untuk bayar tentara. Hanya para Kyai dengan santri-santri yang menjadi tentara dan mau berjuang sebagai militer tanpa bayaran. Hanya para Kyai, dengan tentara-tentara Hizbulloh yang mau korban nyawa tanpa dibayar. Sampai sekarang pun, NU masih punya tentara swasta namanya Banser, ya gak dibayar. WkwkwkTentara itu baru menerima bayaran pada tahun 1950. Selama perjuangan 45 sampai di tahun 50-an itu, tidak ada tentara yang dibayar negara.Kalau mau mikir, 10 November Surabaya adalah peristiwa paling aneh dalam sejarah. Kenapa? Kok bisa ada pertempuran besar yang terjadi setelah perang dunia selesai 15 Agustus.Sebelum pertempuran 10 November, ternyata ada perang 4 hari di Surabaya. Tanggal 26, 27, 28, 29 oktober 1945. Kok ‘ujug-ujug’ muncul perang 4 hari ceritanya gimana? Jawabnya: Karena sebelum tanggal 26 Oktober, Surabaya bergolak, setelah ada fatwa resolusi jihad PBNU pada tanggal 22 Oktober. Kini diperingati sbg Hari Santri.Tentara Inggris sendiri aslinya tidak pernah berfikir akan perang dan bertempur dg penduduk Surabaya. Perang sdh selesai kok, Begitu pikirnya. Tapi karena masarakat Surabaya terpengaruh fatwa dan resolusi jihad, mereka nyerang Inggris, yang waktu itu mendarat di Surabaya. Sejarah inilah yang selama ini ditutupi.Jika resolusi jihad ditutupi, orang yang membaca sekilas peristiwa 10 November akan menyebut tentara Inggris ‘ora waras’. Ngapain Ngebomi kota Surabaya tanpa sebab? Tapi kalau melihat rangkaian dari resolusi jihad, baru masuk akal; “Oya, mereka marah karena jenderal dan pasukannya dibunuh arek-arek Bonek Suroboyo”.Fatwa Jihad muncul karena Presiden Soekarno meminta fatwa kepada PBNU: apa yg harus dilakukan warga Negara Indonesia kalau diserang musuh mengingat Belanda ingin kembali menguasai. Bung Karno juga menyatakan bagaimana cara agar Negara Indonesia diakui dunia. Sejak diproklamasikan 17 Agustus, tidak ada satupun negara di dunia yang mau mengakui.Oleh dunia, Indonesia diberitakan sebagai Negara boneka bikinan Jepang. Bukan atas kehendak rakyat. Artinya, Indonesia disebut sebagai negara yang tidak dibela rakyat. Fatwa dan Resolusi Jihad lalu dimunculkan oleh PBNU. Gara-gara itu, Inggris yang mau datang 25 Oktober tidak diperbolehkan masuk Surabaya karena penduduk Surabaya sudah siap perang.Ternyata sore hari, Gubernur Jawa Timur mempersilakan. “Silahkan Inggris masuk tapi di tempat yang secukupnya saja”. Ditunjukkanlah beberapa lokasi, kemudian mereka masuk. Tanggal 26 Oktober, ternyata Inggris malah membangun banyak pos-pos pertahanan dengan karung-karung pasir yang ditumpuk & diisi senapan mesin.“Lho, ini apa maunya Inggris. Kan sudah tersiar kabar luas kalau Belanda akan kembali menguasai Indonesia dengan membonceng tentara Inggris”, begitu kata arek-arek. Pada 26 Oktober sore hari, pos pertahanan itu diserang massa. Penduduk Surabaya dari kampung-kampung keluar ‘nawur’ pasukan inggris. “Ayo ‘tawur..tawuran..’!”.Para pelaku mengatakan, itu bukan perang mas, tp tawuran. Kenapa? Gak ada komandanya, gak ada yg memimpin. “Pokoke wong krungu jihad.. jihad… Mbah hasyim.. Mbah hasyim…”. Berduyun-duyun, arek2 Suroboyo sudah keluar rumah semua dan langsung tawur sambil teriak ‘Allahu Akbar’ dan itu berlangsung 27 Oktober. Mereka bergerak karena seruan jihad Mbah Hasyim itu disiarkan lewat langgar-langgar, masjid-masjid, dan spiker-spiker. Pada 28 Oktober, tentara ikut arus arek2, ikut gelut dengan Inggris. Massa langsung dipimpin tentara. Dalam pertempuran 28 Oktober ini, 1000 lebih tentara Inggris mati dibunuh.Tapi tentara tidak mau mengakui, karena Indonesia meski sudah merdeka, belum ada yang mengakui. Itu jadi urusan besar tingkat dunia jika ada kabar tentara Indonesia yg bunuh Inggris. Tentara tidak mau ikut campur. Negara belum ada yang mengakui kok sudah klaim bunuh tentara Inggris. Itu semua ikhtiyar arek-arek Suroboyo kabeh.Pada 29 Oktober pertempuran itu masih terus terjadi. Inggris akhirnya mendatangkan presiden Soekarno dan wakil presiden Mohammad Hatta utk mendamaikan. Pada 30 Oktober ditandatanganilah kesepakatan damai tidak saling tembak-menembak. Yang tanda tangan Gubernur Jatim juga. Sudah damai, tapi massa kampung tidak mau damai.Pada 30 Oktober, akhirnya Brigadir Jenderal Mallaby digranat arek-arek Suroboyo. Mati mengenaskan di tangan pemuda Ansor. Ditembak, mobilnya digranat di Jembatan Merah. Sejarah kematian Mallaby ini tidak diakui oleh Inggris. Ada yang menyebut Mallaby mati dibunuh secara licik oleh Indonesia. Aneh, jenderal mati tp disembunyikan sebabnya karena malu.Inggris marah betul. Masa negara kolonial kalah. Mereka malu & bingung. Perang sudah selesai, tapi pasukan Inggris kok diserang, jenderalnya dibunuh. Apa ini maksudnya? “Kalau sampai tanggal 9 Nopember jam 6 sore pembunuh Mallaby tidak diserahkan, dan tanggal itu orang-orang surabaya masih yang memegang bedil, meriam dst. tidak menyerahkan senjata kepada tentara Inggris, maka tanggal 10 Nopember jam 6 pagi Surabaya akan dibombardir lewat darat, laut, dan udara,” begitu amuk jenderal tertinggi Inggris.Datanglah tujuh kapal perang langsung ke Pelabuhan Tanjung Perak. Meriam Inggris sudah diarahkan ke Surabaya. Diturunkan pula meriam Howidser yang khusus untuk menghancurkan bangunan. Satu skuadron pesawat tempur dan pesawat pengebom juga siap dipakai. Surabaya kala itu memang mau dibakar habis karena Inggris marah kepada pembunuh Mallaby.Pada 9 November jam setengah empat sore, Mbah Hasyim yang baru pulang usai Konferensi Masyumi di Jogja sebagai ketua, mendengar kabar arek-arek Suroboyo diancam Inggris. “Fardhu a’in bagi semua umat Islam yang berada dalam jarak 94 kilo dari Kota Surabaya untuk membela Kota Surabaya”. 94 kilo itu- jarak dibolehkannya solat qoshor.Wilayah Sidoarjo, Tulungagung, Trenggalek,Kediri, wilayah Mataraman, Mojokerto, Malang, Pasuruan, Jombang datang semua karena dalam jarak radius 94 kilo. Dari Kediri, Lirboyo ini datang dipimpin Kyai Mahrus. Seruan Mbah Hasyim langsung disambut luar biasa. Bahkan Cirebon yang lebih dari 500 kilo datang- ke Surabaya ikut seruan jihad PBNU.Anak-anak kecil bahkan orang-orang dari lintas agama juga ikut perang. Orang Konghucu, Kristen, dan Budha semua ikut jihad. Selain Mallaby, pertempuran di Surabaya menewaskan Brigadir jendral Loder Saimen. Luar biasa pengorbanan arek-arek Surabaya, para Kyai, dan santri. Tapi lihat, apa yg dilakukan pemerintah di kemudian hari kepada para Kyai ini? Dimanipulasi.(bedah buku “Fatwa dan Resolusi Jihad” di Pondok Lirboyo 3 November 2017.)(abi sorban)
-

PENAMPAKAN AWAN MERAH DAN KILAT MENGHEBOHKAN WARGA SEKITAR WELIRANG

wp.sorbansantri.com – Penampakan kilat dan kepulan asap berwarna merah di atas Gunung Welirang yang terjadi sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 WIB, Senin (13/12/2021) itu sempat menghebohkan warga, termasuk Kota Batu.Fenomena itu juga telah ramai jadi perbincangan di media sosial. Seperti yang diunggah akun Twitter @Kukuharipambud1. Akun ini menanyakan apakah Gunung Welirang sedang erupsi sembari membagikan video fenomena itu.
Postingan tersebut langsung ditanggapi BMKG Juanda dalam akunnya @infobmkgjuanda. Dalam postingannya, BMKG Juanda menyebut bahwa fenomena itu tidak ada hubungannya dengan status gerakan aktif Gunung Welirang yang sedang erupsi.
Sementara BPBD Kota Malang dalam akun Twitternya @bpbd_malangkota menjelaskan bahwa kepulan asap merah dan kilat itu merupakan kilat dari awan Comulonimbus (CB).
“Menurut penjelasan @BMKGkarangploso kilat tersebut adalah cuaca ekstrem yang berasal dari awan Cumulonimbus (CB), hal tersebut lumrah ketika siangnya terik, maka biasanya sore hari muncul awan CB. Coba googling awan CB penampakannya kurang lebih seperti itu,” tulis akun BPBD Kota Malang. (abi sorban)