Tag: sorbansantri

  • LAILATUL IJTIMA’ MWCNU JETIS DI MASJID AL IHKLAS POHSENGIR BENDUNG JETIS

    LAILATUL IJTIMA’ MWCNU JETIS DI MASJID AL IHKLAS POHSENGIR BENDUNG JETIS

    Jetis, wp.sorbansantri.com — Lailatul Ijtima’ merupakan kegiatan Warga Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan di semua jenjang kepengurusan NU. Pun demikian dengan kepengurusan Majlis Wakil Cabang (MWC) NU kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto.

    Bertempat di Masjid Al-Ihlas Dsn Pohsengir Ds Bendung, Kegaitan Lailatul Itima’ pada malam hari ini (Senin, 15 November 2021) berjalan khidmad dan lancar.

    Rangkaian acara tersusun padat namun rapih. diawali dengan pembacaan Rotibul hadad, berlanjut dengan sholat-sholat sunnah, pembacaan istighotsah, Mahalul Qiyam, Sambutan sambutan, dan ditutup dengan Mauidzotul Hasanah.

    Dalam sambutannya, Abah Usail selaku Ketua MWC NU kecamatan Jetis menyampaikan himbauan agar para jamaah baik NU struktural maupun NU kultural agar tidak mudah terprovokasi oleh golongan yang ingin merong-rong NU.

    “Semua amaliyah yang kita lakukan mempunyai sanat yang jelas. Tak ada yang melenceng. baik itu tahlil, ziarah kubur, istighotsah, dan semua bisa kita runtutkan hingga ke Kanjeng Nabi Muhammad SAW”

    Tutur Ketua MWC yang biasa dipanggil Abah Sail.

    Sedangkan dalam Mauidzhotul Hasanah yang disampaikan oleh KH Falaqul Alam (Gus Falaq), beliau menekankan kepada semua jamaah yang hadir untuk tetap bertawakkal dan menyerahkan semua masalah yang dirasa tidak mampu untuk diemban, dikembalikan kepada Allah.

    Semua jamaah yang hadir khidmad menyimak wawasan keilmuan baru yang disampaikan oleh Gus Falaq hingga akhir acara dengan penuh kekhusu’an. (Any sorban)

  • SATKORYON BANSER JETIS AMANKAN LAILATUL IJTIMA’ MWCNU JETIS SESUAI PROKES

    SATKORYON BANSER JETIS AMANKAN LAILATUL IJTIMA’ MWCNU JETIS SESUAI PROKES

     

    Sorbansantri.com — Majlis Wakil Cabang Nahdlotul ulama’ Kecamatan Jetis menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ untuk yang kedua kalinya. Setelah sebelumnya Kegiatan Lailatul Ijtima’ (LI) diadakan di dusun Gedangan Jolotundo, hari ini (Senin, 15 November 2021) kegiatan diadakan di Masjid Al-Ihlas Dusun Pohsengir Desa Bendung Kecamatan Jetis Mojokerto.

    Meskipun sore tadi hujan mengguyur lumayan lebat, tak menyurutkan antusias para jamaah dari berbagai desa sekecamatan Jetis. Terpantau sedikitnya tiga ratusan jamaah berdatangan secara berkala menghadiri kegiatan rutin yang diakan MWC NU tiap bulan ini.

    Sahabat-sahabat Banser dari Satkoryon Jetis menjadi garda terdepan pengamanan kegiatan agar berjalan lancar tanpa halangan. Bekerja sama dengan jajaran Polsek dan Koramil Jetis, rekan-rekan Banser menjaga dan mengatur jamaah agar tetap khusu’ mengikuti jalannya acara namun tetap mematuhi protokol kesehatan secara ketat.

    Kasatkoryon Banser Kecamatan Jetis Muhammad Isa, menyampaikan telah menerjunkan anggotanya di beberapa titik untuk menjaga kegiatan agar berjalan lancar dengan tetap menerapkan prokes.

    “Karena masih dalam suasana pandemi, pengamanan di fokuskan pada usaha mendisiplinkan jamaah agar menerapkan prokes sesuai anjuran pemerintah. Tadi beberapa anggota saya terjunkan di beberapa titik untuk mengurai jamaah agar tidak menimbulkan kerumunan. Tadi juga anggota membagikan masker kepada semua jamaah yang hadir. Jadi saya memastikan kegiatan malam ini berjalan dengan tetap menerapkan prokes yang ketat.”

    Kegiatan malam ini berjalan lancar berkat kerjasama berbagai elemen dan komponen baik dari pemerintahan, Banom NU, dan juga semua masyarakat. Semoga kegiatan semacam ini dapat dilakukan secara rutin dan istiqomah dengan tanpa melanggar aturan pemerintah yang sudah di tetapkan. (Any sorban)

  • LAZISNU  SEMARAKAN LAILATUL IJTIMA’  MWCNU JETIS MOJOKERTO

    LAZISNU SEMARAKAN LAILATUL IJTIMA’ MWCNU JETIS MOJOKERTO

     

    Sorbansantri.com — LAZISNU MWCNU Jetis ikut menyemarakan kegiatan lailatul ijtima’ MWCNU Jetis dengan menyantuni yatim piatu dan dhuafa sejumlah 25 yatim piatu dhuafa dari desa Bendung berupa uang saku dan sembako.

    Acara di laksanakan pada hari senin (15/11/2021) di masjid AL IHKLAS dusun Posengir desa Bendung Jetis mojokerto, santunan di lakukan ba’da sholat magrib yang di hadiri dari pengurus LAZISNU serta pengurus Ranting NU desa Bendung serta beberapa takmir masjid AL IHKLAS.

    Ustadz MAHMUD BUKHORI S.Ag selaku ketua LAZISNU menginformasikan santunan kali ini selain menyemarakan kegiatan Lailatul Ijtima’ juga sekaligus memperkenalkan kepada warga desa bendung tentang keberadaan LAZISNU di Jetis sudah berjalan, oleh karena itu beliau berahap warga Nahdiyin desa bendung bila mau berzakat, berinfaq, bershodaqoh silahkan menghubungi pengurus LAZISNU .

    Apabila donasi yang di terima oleh LAZISNU Jetis semakin banyak insyaalloh akan lebih membawa kemanfaatan dan penuh berkah untuk kita semuanya  kata beliau kepada team sorban.

    Sekertaris LAZISNU MWCNU Jetis H. ALIM SODIKIN menginformasikan bahwa setiap bulan LAZISNU MWCNU Jetis menyantuni yatim piatu dan dhuafa ke desa desa yang ada di kecamatan Jetis bahkan dalam satu bulan bisa melaksanakan santunan dua kali.

    Beliau juga menyampaikan dan minta doa restunya supaya kedepan LAZISNU MWCNU Jetis lebih maju, lebih baik dalam menyebar kemanfaatan kepada warga yang membutuhian. ( Dikin sorban)

  • PRA KONFERANCAB IPNU-IPPNU KECAMATAN NGORO GELAR FESBAN SE KABUPATEN MOJOKERTO

    PRA KONFERANCAB IPNU-IPPNU KECAMATAN NGORO GELAR FESBAN SE KABUPATEN MOJOKERTO

    Ngoro, wp.sorbansantri.com – Jelang konferancab IPNU-IPPNU PAC NGORO mengadakan Gebyar Festifal Banjari pada sabtu (13-11) yang bertempat di halaman gedung terpadu MWCNU kecamatan ngoro, acara konferancab yang rencananya akan di gelar pada tanggal 28 November mendatang.

    Para peserta yang didominasi oleh kalangan pelajar yang ada di kabupaten mojokerto, mereka rata rata sangat antusias dan bersemangat untuk mengikuti acara fesban ini karena mereka sudah merasakan rindu dan kangen akan bersholawat bersama sama semenjak adanya pembatasan pemberlakuan PPKM yang di berlakukan oleh pemerintah kemarin, akan tetapi penerapan protokol kesehatan pun tetap di berlakukan kepada setiap peserta, walau suasana yang mendung di selimuti rintik rintik hujan tak menyurutkan niat mereka untuk bersholawat.

    Menurut rekan Ahmad Novian Ardiansyah yang selaku ketua pelaksana mengatakan bahwasanya acara fesban ini kita selenggarakan dengan maksud dan tujuan untuk mencetak generasi pecinta sholawat kususnya di PAC NGORO ini yang baru saja terbentuk jadi sangat penting sekali dalam taraf pengkaderan, tujuan yang selanjudnya ialah ini kegiatan dalam rangka pra acara konferancab untuk meregenerasi kepemimpinan kedepannya supaya lebih maju lagi.

    Mengenai jumlah peserta masih kata fian sapaan akrabnya beliau mengatakan ada 20 peserta yang ikut dalam acara ini terdiri dari para pelajar se kabupaten mojokerto, ketua pelaksana berharap mudah mudahan kedepannya para generasi muda agar bisa ikut bergabung di organisasi IPNU-IPPNU terutama di kecamatan ngoro ini, mari kita bersama sama melangkah untuk mengembangkan bakat kususnya di bidang sholawat al banjari, tandasnya.

    Hal senada yang di sampaikan oleh ketua IPNU PAC NGORO rekan Mohamad Ainur Rohim yang kami temui di lokasi fesban, beliau mengatakan bahwasanya sangat mendukung dan mensuport sekali acara fesban ini karena selain bisa menjalin silaturrahmi antar pelajar se kabupaten mojokerto juga bisa mencetak generasi pecinta aholawat terutama di lingkungan pelajar kususnya yang ada di kecamatan ngoro ini.

    Rekan Ainur juga berpesan kepada para peserta yang mengikuti acara fesban ini, beliau berpesan agar kita jangan di niati menjadi sang juara atau pemenang akan tetapi mari kita niati untuk berhidmad melantunkan sholawat kepada baginda nabi muhammad agar kelak kita mendapatkan syafa’at beliau kelak di ahirat imbuhnya.

    Semoga generasi mendatang agar bisa menjadi generasi yang gemar bersholawat baik di lingkungan masyarakat maupun di lingkungan pendidikan formal. (Hasan-Ngoro)

  • Menyikapi Munculnya Perbedaan Afiliasi Ideologi Web Islam di Indonesia

    Menyikapi Munculnya Perbedaan Afiliasi Ideologi Web Islam di Indonesia

    SORBANSANTRI.COM
    Atlas Aswaja An-Nahdliyyah (832)

    Ponorogo, wp.sorbansantri.com – Pergeseran ruang publik Muslim dari offline ke virtual tak bisa dihindari. Ruang ini digunakan oleh para pegiat website untuk menyebarkan pemikiran keagamaan dan politik di dunia maya sesuai dengan corak ideologi mereka. Hal ini tak pelak memicu perbedaan afiliasi ideologi di beberapa website keislaman di Indonesia.
    Inilah yang menjadi fokus penelitian Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan pada Kementerian Agama (Balitbang Diklat Kemenag) tahun 2020 oleh M. Mujibbudin dan M. Fakhru Riza dalam sebuah penelitian berjudul Kontestasi Ideologi Web Keislaman Populer di Indonesia: Antara Moderatisme, Salafisme, dan Islamisme.
    Peneliti menyebut bahwa diskursus keagamaan (Islam) yang selama ini telah jamak dijumpai di ruang publik fisik telah melibatkan banyak ormas Islam di Indonesia. Diskursus tersebut kemudian beralih ke internet mengingat bahwa internet merupakan media baru yang bisa mewujud menjadi ruang publik.
    “Ruang ini digunakan oleh para pegiat website untuk menyebarkan pemikiran keagamaan dan politik di dunia maya sesuai dengan corak ideologinya. Ada banyak website Muslim yang bermunculan dan masing-masing memiliki ideologi dan corak keberislaman sendiri,” tulis peneliti.
    Peneliti juga menyebut bahwa ruang publik baru muslim yang berupa media baru memiliki karakteristik yang sama yaitu bersifat egaliter dan menjadi ruang diskursif untuk mendiskusikan persoalan Islam.
    “Masing-masing media baru memberikan warna sendiri-sendiri tergantung ideologinya. Apabila setiap kelompok umat Islam mengkontestasikan setiap ideologinya dalam media baru maka akan terbentuk sebuah ruang diskursif,” tulis peneliti.
    Hal ini bisa terjadi mengingat terdapat beragam pendapat dan sekte dalam Islam itu sendiri, sehingga antar kelompok bisa saling merebut otoritas agama dalam media baru.
    Lantas bagaimana cara menyikapi fenomena ini? Ada beberapa rekomendasi dari penelitian ini kepada pegiat website, pemerintah, dan peneliti selanjutnya.
    Pertama, untuk pegiat website. Perlu mendorong untuk selalu memberikan informasi dan konten yang konstruktif baik secara politik maupun keagamaan kepada umat Islam khususnya, dan umumnya kepada warga negara Indonesia.
    Kedua, untuk pemerintah atau negara, harus mau menjaga netralitasnya dan tidak mengontrol lebih ruang publik terutama di internet.
    Ketiga, untuk para peneliti diharapkan bisa mengkaji dan menganalisis dengan melibatkan lebih banyak website Islam, sehingga akan didapatkan sebuah gambaran yang lebih komprehensif.(Media Ansor Babadan) 
  • Apel pembukaan PKL (Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan) PC GP ANSOR Kabupaten Mojokerto 2021

    Apel pembukaan PKL (Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan) PC GP ANSOR Kabupaten Mojokerto 2021

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – 11 Nopember 2021. Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan ( PKL ) PC. GP. Ansor Kabupaten Mojokerto difungsikan untuk mempersiapkan kader berkualitas yang nantinya dipersiapkan untuk melanjutkan perjuangan organisasi.
    “tanpa kaderisasi rasanya sangat sulit dibayangkan sebuah organisasi dapat bergerak dan melakukan tugas-tugas keorganisasiannya dengan baik dan dinamis“. kata Gus Ali Mohammad Nasih ( Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto)

    Kegiatan yang diadakan di SMP Teknologi Informasi Al Hidayah, Kutorejo, Kabupaten Mojokerto ini diikuti oleh 42 peserta yang telah lolos seleksi serta pilihan dari perwakilan seluruh PAC Ansor.

    SORBANSANTRI.COM
    Penyematan Tanda Peserta PKL PC Ansor Kab. Mojokerto 2021

    Untuk itu Ketua panitia PKL PC GP Ansor 2021 sahabat Ahnu Afandi, sangat optimis akan sukses dan tercapainya maksud dan tujuan pengkaderan ini.

    Melalui koordinasi yang baik antara panitia, pemateri dan peserta, diharapkan semua agenda kegiatan yang dilakukan selama 4 hari mulai tanggal 11-14 Nopember 2021, bisa dilaksanakan dengan maksimal. Pelaksaan PKL ini sudah dipersiapkan beberapa bulan sebelum kegiatan dan merupakan agenda yang wajib dilaksanakan oleh PC GP Ansor setiap 1 kali masa kepemimpinan.

    Ada yang special pada pelaksanaan PKL ditahun 2021 ini, yaitu ikutnya H. Muhammad Albarra, L.C., M. Hum (Gus Bara) Wakil Bupati kabupaten Mojokerto periode 2021-2025.

    Dan kebetulan di Tanggal 11 Nopember adalah Hari Ulang Tahun beliau sehingga menambah semarak acara pada waktu apel pembukaan PKL PC GP Ansor Kab. Mojokerto 2021.(abi sorban)

  • UNDANG ULAMA TIMUR TENGAH : IKA SMA N 1 PULOKULON BERSAMA KELUARGA BESAR SMA N 1 PULOKULON ADAKAN PENGAJIAN AKBAR

    UNDANG ULAMA TIMUR TENGAH : IKA SMA N 1 PULOKULON BERSAMA KELUARGA BESAR SMA N 1 PULOKULON ADAKAN PENGAJIAN AKBAR

    wp.sorbansantri.com – Selasa, 9 November 2021 Keluarga Besar SMA N 1 Pulokulon menggandeng yang terdiri dari IKA Alumni SMA N 1 Pulokulon, OSIS, ROHIS dan segenap organsiasi sekolah mengadakan Pengajian Akbar dan Santunan Anak Yatim dalam rangka peringatan MAULID NABI MUHAMMAD SAW, HARI SANTRI NASIONAL dan HARI PAHLAWAN NASIONAL, acara yang dilakukan secara virtual ini dihadiri 1200 peserta dari unsur Nahdlatul Ulama, Keluarga Besar SMA N 1 Pulokulon dan Alumni SMA N 1 Pulokulon baik yang ada didalam negeri maupun sedang melanjutkan pendidikan serta bekerja di luar negeri melalui Zoom dan Youtube SMA N 1 Pulokulon. Acara ini juga mengundang beberapa instansi baik sesama SMA, maupun unsur ilmuan atau dosen di Perguruan Tinggi negeri maupun swasta di Jawa Tengah.

    Pengajian Akbar yang diinisiasi oleh IKA Alumni SMA N 1 Pulokulon ini dimulai dengan Pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW oleh Rebana Nurul Iman SMA N 1 Pulokulon bersama Ansor NU Pulokulon, dilanjutkan dengan Dzikir Tahlil dan menyanyikan lagu Ya Alal Wathon yang dipimpin oleh Ust. Ahmad Basyir Lutfi yang merupakan Ketua GP Ansor NU Pulokulon, Grobogan. Acara selanjutnya adalah pembacaan Al Qur’an dengan Qiro’ah Sab’ah oleh Sdri. Puput Asta Dina Lestari ( siswi kelas XII MIPA 1 SMA N 1 Pulokulon ).

    Acara berikutnya adalah Sambutan Ketua Panitia oleh Bapak Nur Sodiqin, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa Pada dasarnya panitia menginginkan kegiatan ini secara luring ( langsung ) akan tetapi karena situasi pandemi yang ada didaerah Pulokulon, maka kali ini belum bisa dilaksanakan secara langsung. Kemudian dilanjutkan sambutan Ketua Umum IKA Alumni SMA N 1 Pulokulon yaitu  KH. R. AM. Mustain Nasoha, S.H., M.H., MA. Dalam sambutannya dia mengatakan, “ Saya harap acara seperti ini mampu menjadi refleksi semangat kita meneruskan pahlawan membela bangsa, memperjuangkan syariat Nabi Muhammad SAW dan menghargai jasa para pendahulu terutama perjuangan santri di Indonesia. Meneladani semangat Hadratus Syaikh Hasyim Asyari dan para penjuang adalah wajib bagi kita semua.”

    Pemuda yang akrab dipanggil Gus Mustain ini mengapresiasi dan merasa bangga, bahwa SMA N 1 Pulokulon telah mampu mengembangkan kajian Al-Quran dan Tafsir bahwa Qiro’ah Sab’ah.

    “Mungkin, ini SMA Negeri pertama di Indonesia yang memiliki kajian Al-Quran dengan 7 Qiro’ah ini. Tingkatkan bacaan dan kuwalitas kalian” Pungkasnya.

    Acara berikutnya adalah Sambutan Pembina Rohis SMA N 1 Pulokulon, beliau mengapresiasi atas terlaksananya acara ini. Beliau berharap semoga acara seperti ini istiqomah dilaksanakan setiap tahunnya. Dan berharap kerjasama dari masyarakat dan umat islam didalam menyebarkan nilai-nilai islam baik didalam sekolah maupun dimasyarakat yang ada di Grobogan.

    Sambutan terakhir adalah dari Kepala SMA N 1 Pulokulon sekaligus membuka acara. Kepala sekolah dengan segudang prestasi di Kabupaten Grobogan ini, mengharapkan agar para generasi muda terbiasa dengan literasi dalam berargumentasi, memiliki semangat belajar tinggi dan berusaha mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Pedulu kepada kaum lemah dan santunan anak yatim sebagaimana kegiatan ini hendaknya menjadi budaya baik bagi kita semua.

    Acara puncak adalah Pengajian Akbar oleh 2 Ulama 

    Prof. Dr. Syekh Mahir Hasan Al Munajid, beliau adalah Guru Besar Fiqih – Usul Fiqih yang berasal dari Universitas Kaftaro, Damaskus, Suriyah, Pemilik Sanad Qiroah Asyaroh. Bertindak sebagai penerjemah bahasa adalah KH. R. AM. Mustain Nasoha, S.H., M.H., MA. beliau memberikan 5 nasehat utama :

    1. Pastikan seluruh anak bangsa di Indonesia menjadi pecinta ilmu dan ulama. Dengan sering-sering membaca sejarah Nabi Muhammad SAW
    2. Jadilah manusia yang senantiasa mencintai makhluk lain sebagaimana mencintai dirinya sendiri
    3. Tidak ada yang patut paling kita teladani akhlak dan kita ikuti uswahnya dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara lebih baik daripada Nabi Muhammad SAW
    4. Jadilah manusia yang ada digarda terdepan membela tanah airnya. Karena itulah perintah Allah dan Nabi Muhammad SAW. Jangan percaya dengan golongan yang mengatasnamakan islam tapi dia tidak mencintai negara.
    5. Biasakan bermusyawarah dalam setiap mengambil keputusan, merasa benar sendiri adalah sebab utama hancurnya bangsa dan negara

    Pembicara Kedua adalah Kyai Kholilurrahman, S.Ip, M.Ap Al Hafidz, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum Al Faqih dan Ulama Muda NU Kabupaten Grobogan ini menyampaikan 4 nasehat pentingnya :

    1. Jadilah orang yang selalu detail dalam belajar, jangan sekali-kali membaca Al-Qur’an dan AL Hadist kemudian dipahami sendiri, hal ini sangat berbahaya dan dilarang oleh Nabi Muhammad SAW, Belajarnya Nahwu, Sorof, Siroh, Fiqih secara mendalam agar benar dalam berislam
    2. Hormati guru, karena dengan menghormari guru akan menjadikan sebab ilmu diberi manfaat dan barokah oleh Allah
    3. Jauhkan diri kita dari maksiat, sebab utama adanya banyak musibah dan bala’ adalah banyaknya kemaksiatan yang ada dimuka bumi ini.
    4. Perbanyak membaca solawat apapun, karena itu kunci kita menjadi ahli surga, boleh solawat Fatih, Solawat Munjiyat, Solawat Nariyah dan lain sebagainya

    Acara ditutup dengan doa oleh beliau Kyai Kholilurrahman, S.Ip, M.Ap Al Hafidz, ada harapan besar dari beliau semoga acara seperti ini senantiasa berlanjut.(Bagus Purwo Negoro, SM.)

  • Dituduh Kafir 2 Sisi, Moderasi Islam Melalui Literasi Kitab Kuning

    Dituduh Kafir 2 Sisi, Moderasi Islam Melalui Literasi Kitab Kuning

    Oleh : KH. Ma’ruf Khozin

    wp.sorbansantri.com – Agak grogi juga berbicara di depan para pengasuh dan pengajar Madrasah Diniyah Formal (bertempat di STAI Al Fitrah, Kedinding Surabaya). Sebab intensitas memegang kitab lebih banyak beliau-beliau. Tapi karena saya sudah terbiasa baca perdebatan soal amalan-amalan yang dituduh syirik dan kafir jadinya malah bisa share pengalaman saja.

    Sesuai tema yang diamanatkan kepada saya ternyata cara memahami Islam dengan metode bermazhab dalam literasi kitab kuning sangat moderat. Sebab dari kitab-kitab bermazhab inilah kita mampu menjawab tuduhan kafir dan syirik kepada kita.

    Dua tema yang selalu menghunus tuduhan kafir. Pertama soal Amaliah seperti Tabarruk, Tawassul dan berdoa di kuburan.

    Padahal andaikan ini sebuah dosa menuduh kafir saja tidak boleh berdasarkan hadis berikut yang diperkuat banyak riwayat dari Sahabat:

    ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ” «ﻛﻔﻮا ﻋﻦ ﺃﻫﻞ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ، ﻻ ﺗﻜﻔﺮﻭﻫﻢ ﺑﺬﻧﺐ، ﻓﻤﻦ ﻛﻔﺮ ﺃﻫﻞ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﻓﻬﻮ ﺇﻟﻰ اﻟﻜﻔﺮ ﺃﻗﺮﺏ» “. ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ
    Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Jagalah dirimu terhadap orang yang membaca kalimat Tauhid, jangan kafirkan mereka karena sebuah dosa. Barangsiapa yang mengkafirkan orang yang membaca kalimat Tauhid maka dia sendiri yang lebih dekat dengan kekufuran” (HR Thabrani)

    Kedua soal sistem negara yang dianggap Thaghut, sistem kafir dan sebagainya. Kita sampaikan riwayat hadis berikut:

    قال رَسُول اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم « يَأْتِى فِى آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الأَسْنَانِ ، سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ ، يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ ، يَمْرُقُونَ مِنَ الإِسْلاَمِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، لاَ يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ

    Rasulullah Saw bersabda: “Akan datang di akhir zaman suatu kaum yang usianya masih muda-muda, bodoh-bodoh, mereka berkata dengan sebaik-baik firman Allah, mereka lepas dari Islam seperti panah lepas dari busurnya, dan iman mereka tidak melewati tenggorokannya” (HR al-Bukhari)

    Dari hadis ini dikomentari oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar:

    قَوْله ( يَقُولُونَ مِنْ قَوْل خَيْر الْبَرِيَّة ) أَيْ مِنْ الْقُرْآن … وَكَانَ أَوَّل كَلِمَة خَرَجُوا بِهَا قَوْلهمْ : لَا حَكَم إِلَّا اللَّه ، وَانْتَزَعُوهَا مِنْ الْقُرْآن وَحَمَلُوهَا عَلَى غَيْر مَحْمَلهَا .

    “Maksud Sabda Nabi Saw: ‘mereka berkata dengan sebaik-baik firman Allah’, yakni al-Quran. Dan kalimat pertama yang mereka ucapkan adalah ‘Tidak ada pembuat hukum kecuali Allah’. Mereka mengambilnya dari al-Quran dan meletakkannya tidak pada tempatnya” (Fath al-Bari 10/412)

    Sayangnya (masukan saja) para guru Diniyah hanya membuka kitab yang menjadi tugas mengajarnya saja. Andaikan ditambah dengan tema kitab lain akan semakin dahsyat.( abi sorban )