Tag: sorbansantri

  • Peringatan Hari Santri Nasional, MWCNU gedeg Gelar khotmil Qur’an serentak

    Peringatan Hari Santri Nasional, MWCNU gedeg Gelar khotmil Qur’an serentak

     

    Sorbansantri.com – mwcnu gedeg menggelar khotmil qur’an peringatan hari santri nasional 2021 di setiap musholla, dan masjid yang ada di wilayah gedeg, jum’at pagi (22/10)

    Di dalam surat edaran MWCNU gedeg mengajak semua pihak untuk menggelar Khotmil qur’an di masing – masing musholla, masjid, pondok, Tpq, madin, majelis ta’lim yang dilaksanakan oleh PRNU, PARNU sesuai intruksi dari PCNU kab Mojokerto mengaji (khotmil qur’an).

    MWCNU gedeg H sholikhan mengatakan, momentum peringatan HSN ini merupakan pelajaran sekaligus dalam rangka memperingati resolusi jihad pendiri Nahdlatul Ulama ( NU ) . Kegiatan ini sebagai sarana untuk mengaplikasikan Al Qur’an dalam bacaan tafsir, tajwid, makna setiap ayat, dan amalan dalam kehidupan sehari-hari, serta dengan adanya khotmil Qur’an agar masyarakat nahdliyin bersatu, kompak sehingga NU di kecamatan gedeg lebih baik dan sebagai percontohan dari MWCNU yang lain.

    “kami berharap, momen peringatan HSN di gelar rutin setiap tahun, dan semoga dengan di kumandangkan ayat-ayat suci al Qur’an tersebut dapat menambah keberkahan di kecamatan gedeg. (Rifin sorban)

  • Kirab panji bendera NU tiba di Gedeg Mojokerto

    Kirab panji bendera NU tiba di Gedeg Mojokerto

     

    Sorbansantri.com — Kirab bendera merah putih dan panji-panji Nahdlatul Ulama (NU) Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Mojokerto, yang dilaksanakan hari Rabu, (06/11).

    Berawal dari ujung Utara Mojokerto yaitu Kecamatan Dawarblandong dan akan berakhir di Kantor PC NU Mojokerto.

    Setelah Perjalanan secara estafet dawarblandong, kemlagi, jetis, sekitar pukul 15.20 WIB rombongan Kirab bendera merah putih dan panji-panji NU dari PAC ANSOR Jetis telah sampai di PAC GP Ansor Gedeg. Sesampainya di lokasi Kantor MWCNU Kecamatan Gedeg dilaksanakan upacara penyambutan, yang dihadiri seluruh organisasi yang di bawah naungan NU di Kecamatan Gedeg.

    Upacara tersebut diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, yalalwathon, mars ansor, mars Banser, Serah Terima bendera Panji – panji NU sekaligus tanda tangan. Selanjutnya sambutan-sambutan.

    Sambutan pertama dari Ketua PAC GP Ansor Gedeg, Kuswanto menyebutkan, Kirab yang di laksanakan oleh PC GP Ansor Kab mojokerto, semoga di wilayah gedeg mengetahui bahwasannya Kirab panji NU ini adalah sakral bukan seperti konvoi pada umumnya karena membawa simbol simbol warisan para kyai dan ulama pendiri NU

    Kemudian dari Ketua MWCNU Gedeg, H Moh sholikhan. Ia menuturkan, MWCNU gedeg sangat mendukung kegiatan ini, sangat mengapresiasi, sangat kami dukung dalam melancarkan kegiatan kirab.

    Sehingga kegiatan mulai dari awal sampai akhir dapat berjalan lancar sesuai yang direncanakan.

    Kita berdoa bersama agar sahabat sahabat yang tergabung dalam kirab panji panji NU, Senantiasa diberikan kekuatan dan semangat yang berkobar untuk menegakkan negara Kesatuan Republik indonesia. Dan perlu kita ketahui bahwa rangkaian kegiatan ini untuk menyongsong pra konfercab gp ansor kab mojokerto, yang bertepatan hari santri nasional dan hari Pahlawan. Kemudian dilanjutkan ditutup dengan Do’a dan sholawat.

    Acara ini juga dihadiri oleh MWCNU, Muslimat, GP Ansor, Banser, Rijalul Ansor, Fatayat, Pagar Nusa, IPNU, IPPNU dan banom banom nya

    Arifin infokom gedeg

  • Pelantikan PAC FATAYAT Gedeg di acara diba’ kubro

    Pelantikan PAC FATAYAT Gedeg di acara diba’ kubro

     

    Sorbansantri.com — Diba’ Kubro merupakan acara rutinan yang biasa diselenggarakan oleh warga Nahdlatul Ulama sebagai bentuk nyata menjaga tradisi amaliyah Nahdliyin. Hal tersebut tercermin pada diri Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) yang menyelenggarakan Diba’ Kubro sekaligus Pelantikan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Gedeg pada hari Minggu (7/11). Kegiatan ini berlokasi di Yayasan Muslimat Nahdlatul Ulama Al Ikhlas Desa Kemantren Gedeg Mojokerto.

    Dihadiri oleh perwakilan dari setiap PAC Fatayat NU yang ada di Kab. Mojokerto sehingga acara berlangsung khidmat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua PCNU Kab. Mojokerto KH adhim alawy, Ketua PC Fatayat Kab. Mojokerto Nur Syamsiyah, SH. I, serta Ketua MWCNU Gedeg H Sholikhan.

    Dalam sesi sambutan di Pembukaan acara, Ketua PAC Fatayat NU Gedeg menyampaikan terimakasih kepada semua elemen yang membantu dalam usaha menyelenggarakan acara ini.
    “Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh Jamiyyah Fatayat NU yang telah hadir di acara ini. Serta tak lupa kami ucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung demi terselenggaranya acara ini.” Tutur Irkhatus Sholikhah.

    Bukan hanya itu saja, beliau juga berharap dengan adanya kegiatan ini komunikasi serta kerjasama antar anggota Fatayat bisa terjalin dengan baik.
    “Semoga dengan diselenggarakannya acara ini bisa menjadi momen bagi Fatayat NU khususnya di Gedeg untuk membangun kerjasama dan komunikasi yang lebih baik lagi agar terwujud Fatayat NU Gedeg yang berkembang ke arah Progresif” lanjutnya dalam sambutan yang ia sampaikan.

    Menyambung pernyataan tersebut, Ketua PC Fatayat Kab. Mojokerto, Nur Syamsiyah SH.I mengapresiasi pengurus dan panitia yang telah mempersiapkan acara ini sehingga dapat terselenggara dengan baik
    “Apresiasi sebesar-besarnya kepada pengurus dan panitia yang telah mempersiapkan acara ini. Meskipun dalam cuaca yang terik dan menyengat seperti ini kegiatan ini masih berjalan dengan sangat baik” tuturnya
    Beliau juga menyampaikan kabar gembira kepada seluruh Sahabat Fatayat NU yang hadir dengan adanya bantuan 1000 seragam.
    “Kami dari PC Fatayat Mojokerto mendapat bantuan 1000 seragam yang akan dialokasikan kepada sahabat sahabat Fatayat di seluruh Mojokerto. Semoga dengan adanya bantuan dan berita bagus ini menjadi pemicu semangat sahabat sahabat sekalian dalam menjalankan program Fatayat NU kedepannya” imbuhnya pada pesan terakhir dalam sambutannya.

    Selanjutnya mauidhoh Hasanah sekaligus di tutup dengan do’a yang di pimpin langsung oleh KH. adhim Alwy selaku ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Mojokerto (rifin sorban)

  • CIRI UTAMA KADER NU: Tidak Kenal Musim, Tidak Bergantung SK

    CIRI UTAMA KADER NU: Tidak Kenal Musim, Tidak Bergantung SK

    Jateng, wp.sorbansantri.com – Orang NU yang punya kapasitas mengurus NU sebaiknya jadi pengurus NU. Menjadi pengurus di pusat , di wilayah , di cabang, MWC atau di ranting. Bisa di NU nya di lembaga atau banom NU. NU punya banyak lembaga dan Banom. Artinya banyak ruang pengabdian. InsyaAllah berkah. Hadlratus Syeikh KH Hasyim Asy’ari dawuh:
    “Siapa yang mau ngurus NU saya anggap jadi santriku. Siapa yang jadi santriku, saya doakan husnul khatimah sekeluarganya.”
    Pengurus NU itu yang benar-benar ngurus NU, bukan sekadar numpang nama. Dulu di masa orang-orang tua, termasuk orang tua saya, ngurus NU itu ya bikin undangan sendiri, diantarkan sendiri (pakai sepeda jengki), nyiapin ‘ubo rampe’ sendiri kalau ada kegiatan. Juga menginisiasi pengajian, ngontel, tanpa harapan bisyarah. Paling banter pulang dibawain berkat. Era sekarang organisasi sudah lebih maju, tetapi polanya hampir sama.
    NU itu organisasi (jam’iyah), bukan sekadar komunitas (jama’ah). Tugas pengurus itu men-jam’iyah-kan jama’ah. Ber-NU itu bukan sekadar beribadah cara NU, tetapi juga berpikir dan bergerak cara NU. Yang beribadah cara NU bukan hanya NU. Banyak organisasi lain yang ubudiyah-nya sama dengan NU, tetapi bukan NU.
    Men-jamiyah-kan jama’ah NU artinya menyatukan amaliah, fikrah, dan harakah dalam satu tarikan nafas. Dan itu hanya bisa melalui kaderisasi. Ada lima jenis kaderisasi di lingkungan NU: kaderisasi struktural (MKNU), kaderisasi penggerak (PKPNU), kaderisasi calon syuriah (PPWK), kaderisasi fungsional, dan kaderisasi profesional. Sebelum ada jenjang kaderisasi resmi ini, kaderisasi telah dilakukan oleh banom-banom NU dengan banyak nama. Intinya kaderisasi.
    Cara berpikir kader adalah cara berpikir jam’iyah, bukan sekadar jama’ah. Cara berpikir jam’iyah itu terprogram, terstruktur, institusional, sistematis. Ini jadi basis harakah. Semua pengurus NU dan banomnya harus mengikuti kaderisasi. Ini berlaku efektif tiga tahun sejak diputuskan di Muktamar ke-33 di Jombang 2015. Artinya, sejak tahun lalu (2018), hanya kader yang boleh menjadi pengurus NU, lembaga, dan banomnya. Sebelumnya, pengurus NU boleh diisi oleh ‘orang NU’, bukan kader NU.
    Sekarang PR NU masih banyak. Banyak orang merasa ber-kultur NU, tetapi tidak pernah mengikuti kaderisasi di lingkungan NU. Belum pernah ikut kaderisasi atau ikut kaderisasinya di tempat lain. NU-nya sekadar amaliah.
    Biasanya yang begini sulit diajak ber-fikrah dan ber-harakah NU. NU-nya fakultatif. Pas butuh mengaku NU.
    Selebihnya, tidak ikut NU. Jumlahnya lumayan banyak. Mereka sibuk mengaku dan minta rekom NU untuk suatu urusan. Setelah urusan selesai, tidak mau urus NU. Ada juga yang bahkan ikut ‘nimpukin’ pengurus NU ketika NU-nya kesandung masalah. Sedikitnya netral. Inilah penyakitnya orang NU: mengaku NU ketika mau menjabat dan diaku-aku NU ketika sedang menjabat. Umumnya mereka tidak punya loyalitas terhadap organisasi dan pimpinan. Loyalnya terhadap kepentingan.
    Kalau kader mestinya lain. Ada atau tidak ada jabatan loyal kepada organisasi dan pimpinan. Bukan NU kambuhan atau musiman. Mau jadi pengurus yang mengurus, bukan malah jadi urusan. NU tidak butuh orang yang mengaku-aku NU atau diaku-aku NU. NU butuh kader. Dalam kondisi apa pun tetap kader, loyal kepada organisasi dan pimpinan.
    Ber-jam’iyah adalah menjadikan semua orang NU sebagai kader NU. Ini yang sedang intensif dilakukan. Saya berharap, dalam seabad usia NU di tahun 2026, paling tidak separo orang NU sudah jadi kader NU, yang siap mengurus NU dalam kondisi lapang dan sempit, tidak kenal musim, tidak bergantung SK. (Soleh M. Khalid Saerozy)
  • Berkah Sholawat Hutang Minggat

    Berkah Sholawat Hutang Minggat

    wp.sorbansantri.com – Nama KH Abdullah Faqih, tak lagi asing bagi masyarakat Indonesia. Semasa hidupnya, tokoh kelahiran Widang, Tuban pada 2 Mei 1932 ini dikenal sebagai panutan dan rujukan para ulama dan umara di nusantara.
    Putra dari Kiai KH Rofi’i Zahid dan Nyai Khodijah ini, mengembangkan Pesantren Langitan dan berhasil mencetak kader-kader ulama andal yang mumpuni di bidang agama.
    Di mata santrinya, Mbah Faqih, begitu akrab disapa, adalah sosok yang alim, wara’, dan mempunyai intuisi batin yang sangat kuat. Kedekatannya dengan para santri yang pernah belajar dan berinteraksi langsung dengan almarhum meninggalkan kesan mendalam.
    Salah satunya, kesan yang membekas hingga kini dalam ingatan Pengasuh Pondok pesantren Al-Falahiyyah Mlangi Yogyakarta, KH Rifki Agus Maksum. Kiai Rifki menceritakan kisahnya sambil menangis tersedu-sedu.
    Santr Mbah Faqih ini menangis karena teringat pengalamannya saat sowan kepada gurunya tersebut.
    Saat itu, kiai yang akrab dipanggil Gus Rifki ini mengalami masalah besar karena usaha ternak bebeknya bangkrut dan terlilit utang ke bank.
    Akhirnya, Gus Rifki sowan kepada Mbah Faqih untuk meminta petunjuk.
    “Waktu itu saya bangkrut. Terus saya sowan sama kiai, terus saya belum bicara apa-apa beliau sudah tahu kalau saya bangkrut,” ucapnya.
    Kemudian, Gus Rifki diberikan ijazah dua amalan shalawat oleh Mbah Faqih, yaitu bacaaan,
    Shalllahu ‘ala Muhahamad dan shallahu alaika ya Muhammad.
    Mbah Faqih menyuruhnya membaca dua shalawat itu setiap malam.
    “Baru 30 hari, masya Allah saya langsung dapat uang waktu itu 2005, saya dapat Rp 200 juta sehingga utang saya lunas. semua selesai,” katanya.
    Saat itu Mbah Faqih juga mengatakan kepada Gus Rifki bahwa jika mengamalkan shalawat tersebut secara istiqamah Gus Rifki akan berangkat naik haji. Perkataan Kiai Fakih itupun menjadi kenyataan.
    “Dan benar, pada 2005 saya dapat inayah, dan pada 2007 alhamdulillah saya haji. Jadi beliau makrifat betul, saya tahu betul itu,”. (pesantren online)
  • Adankan Diklat Cyber oleh PC Ansor Ponorogo, PAC ANSOR Babadan respon cepat dengan mengirimkan ucapan selamat sekaligus delegasi peserta

    Adankan Diklat Cyber oleh PC Ansor Ponorogo, PAC ANSOR Babadan respon cepat dengan mengirimkan ucapan selamat sekaligus delegasi peserta

    Ponorogo, wp.sorbansantri.com – Masuknya digitalisasi di seluruh aspek kehidupan, sudah menandakan era 5.0 sudah sangat melekat di kehidupan sekarang ini. Peran media sebagai alat komunikasi menjadi suatu hal yang sangat penting bagi masyarakat untuk beradaptasi dan mempelajarinya.
    Selain sebagai sarana hiburan, media sosial menjadi sarana paling efektif untuk menyebarkan informasi yang sangat berpengaruh bagi kehidupan masyarakat.
    Melihat tantangan dan kebutuhan di atas, Ansor Ponorogo mengadakan Diklat Cyber pada hari sabtu 7 November 2021 di Sekolah PGRI 2 Ponorogo dengan tujuan untuk menyiapkan kader-kader PAC se-Ponorogo untuk berperan aktif di dunia maya.
    Ansor babadan, sebagai salah satu PAC di Ponorogo merespon cepat dengan mengirimkan 4 delegasi kader untuk mengikuti Diklat Cyber tersebut, yaitu Munif dan Arif di kelas Fotografi, Robi di kelas Desain, dan Aji di kelas medsos dan Jurnalistik.
    Ketua PAC GP Ansor Babadan, Latif Nahrawi menyampaikan “Selamat atas terselenggaranya Diklat cyber yang di adakan oleh PC GP Ansor Ponorogo, diklat cyber ini menjadi penting karena dalam hal publikasi kegiatan NU terutama di Babadan perlu di tingkatkan lagi. selain itu, kader Ansor babadan juga harus memiliki kapasitas yang baik dalam dunia cyber”.
    Erik Kurniawan selaku Penasehat INFOKOM menambahkan “Untuk mengawal NU di dunia maya dibutuhkan sebuah tim yang solid, padu, dan kompeten. Infokom Babadan sendiri, pada dasarnya masih kekurangan beberapa SDM untuk menempati pos-pos tertentu. Mendelegasikan peserta diklat, selain untuk upgrade kemampuan dan jaringan, juga upaya penyegaran dan menambah sumber daya millenial yang berfikir progresif.” Ungkapnya kepada Tim medsos dan Jurnalistik PAC Ansor babadan.
    Dapat kita ketahui kegiatan Diklat Cyber diikuti okeh 73 peserta dari seluruh PAC Ansor di Ponorogo, PAC Ansor Babadan salah satunya.
    “Semoga dengan mengikuti kegiatan ini, kedepannya saya mampu berkontribusi lebih untuk mengembangkan Infokom yang ada di Ansor babadan” ungkap Munif selaku perwakilan delegasi peserta dari Ansor Babadan. (Media Ansor Babatan)
  • MELALUI PELATIHAN KEPEMIMPINAN DASAR, KADER ANSOR PACET ADALAH ANSOR KUAT 

    MELALUI PELATIHAN KEPEMIMPINAN DASAR, KADER ANSOR PACET ADALAH ANSOR KUAT 

    Pacet, wp.sorbansantri.com – Ketua MWCNU Pacet Mojokerto merasa bangga dan terharu dengan suksesnya pkd ansor 2021 kec. Pacet Mojokerto. Beliau berharap untuk kedepannya kader-kader hasil Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) Ansor bisa istiqomah mengawal NU menjadi lebih baik. 

    Kegiatan akhir PKD diawali dengan pembaiatan kader yang dipimpin oleh demisioner ketua PAC 2015-2021 sahabat MUJIBUR ROHMAN dan dilanjut dengan Apel penutupan PKD 2021 yang pimpin oleh Kasatkoryon Banser Pacet sahabat Bahrul ulum. Turut hadir juga ketua MWCNU kec. Pacet Kab. Mojokerto Ustadz Agus Santoso beserta jajarannya sehingga semangat kader dalam ber-Ansor semakin tegap untuk langkah kedepan.

    Sebagai acara puncak PKD GP Ansor 2021 Pacet Mojokerto, panitia memberikan piagam dan tropi 3 peserta terbaik yang diperoleh dari perwakilan Bendunganjati, Pacet dan Warugunung. Dan masih ada tugas lagi bagi peserta PKD yaitu 3 kali RTL. Mudah-mudahan kader yang dihasilkan bisa menambah wawasan dan semakin kuat dalam gerakan di organisasi Ansor… Aamin ya Robbal’alamiin. (abi sorban)

     

  • PKD PACET 2021 BERHARAP TEMUKAN KADER NGEYEL

    PKD PACET 2021 BERHARAP TEMUKAN KADER NGEYEL

    Pacet, wp.sorbansantri.com – Sudah 2 kali PAC GP Ansor Pacet Mojokerto melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dari Tahun 2015 – 2021. Dan sudah tidak diragukan lagi  pemuda Ansor dari lereng gunung Welirang ini selalu memberikan nuansa istimewa dalam setiap kegiatan. Hal ini tidak luput dari slogan ” Gerakan 1 Komando dan 1 Komandan ” serta selalu tampil cantik dan terorganisir untuk semua hal dalam berorganisasi.

    Untuk peserta yang ikut dalam pengkaderan Ansor tahun 2021 ini sebanyak 73 orang yang berasal dari 18 Ranting di Kec. Pacet. Jumlah tersebut termasuk paling banyak dibanding PAC lain di Kab. Mojokerto yang kebetulan pelaksanaan PKD 2021 bersamaan dengan Kutorejo dan Pungging. Banyaknya peserta kali ini menjadi jawaban akan suksesnya turba dan giat rutin GBS ( Gerakan Bathiniah Spiritual ) yang rutin diadakan setiap ranting, sebagai sarana penjaringan kader. Sehingga dilakukan pergantian penjagaan 4 shift oleh Kepala Balantas ( Banser Lalu Lintas ) Satkoryon Pacet Sahabat Syafi’il Anam, yang saat itu hadir dengan 8 personal anak buahnya.

    Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang dilaksanakan di PP. AlFalah Pacet Mojokerto diawali dari apel pembukaan Pukul 13.30 wib sampai pukul 08.30 wib (11/7/2021). Semua peserta PKD masih semangat dan antusias mengikuti tiap-tiap materi kegiatan yang harus diikuti. ” rata-rata kelelahan dan sakit kepala ringan dialami Panitia dan Peserta dikarenakan kurang istirahat “ kata sahabat Ismaul Ma’arif, yang berperan sebagai BASADA ( Banser Husada ) dalam kegiatan PKD Ansor 2021 di kec. Pacet Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Abas Ketua Pelaksanaan PKD Ansor 2021 sedang memantau jalannya kegiatan

    Kegiatan kali ini adalah hasil raker GP Ansor dan merupakan pendidikan wajib di GP ANSOR. “Sedangkan persiapan untuk diadakannya PKD 2021 PAC GP Ansor kec. Pacet Mojokerto kali ini dimulai 25 Hari sebelum pelaksanaan dan diharapkan outputnya menciptakan kader yang ngeyel, bandel dalam berorganisasi serta bermanfaat di masing-masing ranting “ ungkap Sahabat Abbas yang saat ini menjadi Ketua Pelaksanaan PKD 2021 Ansor Pacet Mojokerto. (abi sorban).

  • KOLABORASI PAC GP ANSOR WRINGINANOM DAN MAJELIS AL KARIM BERDZIKIR, BERSHOLAWAT, SANTUNAN YATIM PIATU

    KOLABORASI PAC GP ANSOR WRINGINANOM DAN MAJELIS AL KARIM BERDZIKIR, BERSHOLAWAT, SANTUNAN YATIM PIATU

     

    Sorbansantri.com — Majelis Dzikir dan Dholawat Rijalul Ansor PAC GP ANSOR Wringinanom Gresik bersama Majelis Dzikir wa Taklim yaa Hayyu yaa Qoyyum al Karim mengadakan Dzikir dan Sholawat serta santunan yatim piatu pada hari sabtu (06/11/2021) di aula al Karim desa Lebani Soko wringinanom gresik.

    Acara di laksanakan ba’da sholat isya’ dengan di awali dengan pembacaan istigosah yang di pimpin oleh Gus ALIM KOPI GLADAK salah satu pengurus majelis al Karim, dilanjutkan lantunan sholawat oleh pengurus MDS RA PAC GP ANSOR Wringinanom dengan membagikan santunan kepada anak anak yatim piatu yang berjumlah 20 anak, sebelum doa dan mauidoh hasanah yang di sampaikan oleh KH. SHOLIKAN ada beberapa sambutan.

    Gus ALIM KOPI GLADAK selaku pengurus dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pengurus PAC GP ANSOR Wringinanom yang telah bersedia hadir dan berkolaborasi dengan majelis al Karim dalam kegiatan tersebut serta mempersilahkan kepada sahabat sahabat ANSOR bila menginginkan mengadakan acara di majelis al Karim serta memohon maaf bila ada penataan atau penghormatan yang kurang baik terhadap sahabat sahabat ANSOR.

    Gus MUHLASIN S.Pd.I selaku ketua PAC GP ANSOR Wringinanom dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pengurus al Karim dan jamaah terutama kepada Gus HABIBUL KARIM selaku pengasuh yang bersetia berkolaborasi dan ketempatan acara MDS serta mohon maaf bila ada hal yang kurang berkenan

    Beliau juga menyampaikan kegiatan MDS sekaligus santunan yatim piatu ini insyaalloh akan melekat terus di hati para sahabat sahabat ANSOR dan di usahakan akan berkelanjutan yang membawa berkah untuk semuanya, terkait akreditasi tiap ranting GP ANSOR sewringinanom ada beberapa ranting yang mendapat nilai A.

    ” alhamdulillah dari 16 ranting ada beberapa ranting yang mendapat nilai A mudah mudahan kedepan semua ranting dapat mencapai nilai A “ kata beliau di akhir sambutannya. (Dikin sorban)

  • Ratusan kader NU Jetis sambut kedatangan panji bendera NU di acara kirab hari santri

    Ratusan kader NU Jetis sambut kedatangan panji bendera NU di acara kirab hari santri

     

    Sorbansantri.com — Sekitar seratusan orang yang terdiri dari berbagai banom dan lembaga NU berkumpul di halaman MTs MA Darul Ulum Ngabar, Jumat 05 November 2021. Mereka berkumpul guna seremonial penyerahan panji pataka dan bendera yang diestafetkan dari kecamatan Kemlagi kepada Kecamatan Jetis.

    Kegiatan ini merupakan rangkaian acara yang masuk kedalam program Kirap bendera yang digagas oleh PC Ansor Kabupaten Mojokerto. Rencananya sebanyak 52 bendera yang terdiri dari bendera merah putih, lajnah, banom, dan lembaga NU akan diarak secara estafet dari kecatamatan satu ke kecamatan lain se kabupaten mojokerto.

    Serah terima yang dilangsungkan oleh kecamatan kemlagi kepada kecamatan jetis berjalan khidmat namun meriah. Antusias para peserta terlihat jelas ketika mengitu serah terima bendera tersebut. Seluruh banom dan lembaga hadir lengkap dengan menganakan seragam banom dan lembaganya masing-masing.

    Dalam sambutannya Abah Usail selaku Ketua MWC NU Kecamatan Jetis menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada segenap peserta yang hadir dengan penuh antusias menjadi pelaku sejarah akan kegiatan yang baru diadakan pertama kali di kabupaten mojokerto ini. Beliau juga berpesan untuk mengawal bendera-bendera itu sampai titik darah penghabisan sebagai wujud pengabdian dank e tawadhu’an kita kepada para kyai.

    Setali tiga uang, gus Ibnu selaku ketua Ansor PAC kecamatan jetis juga menyampaikan hal yang hamper serupa. “ Jihat yang dilakukan para pejuang di masa lalu adalah dengan mengangkat senjata memperjuangkan kemerdekaan, sekarang ketika kita melakukan syiar dengan melakukan kirab mengelilingi se antero kecamatan jetis, adalah perwujudan aksi nyata kita untuk berjihat mengisi kemerdekaan dengan hal positif yang bernilai kebaikan”

    Bendera yang sudah diterima tersebut selanjutnya diarak dengan berjalan kaki menuju gedung MWC NU Jetis untuk selanjutnya di istirahatkan selama semalam. Rencananya, besok sabtu 06 November 2021 kesemua bendera itu akan di arak berkeliling kecamatan jetis menggunakan kendaran bermotor dengan garis finishnya adalah gedung MWC NU Kecamatan Gedeg.

    Rangkaian kegiatan kirab bendera tersebut akan berakhir pada Hari minggu tanggal 21 November 2021 yang di tutup dengan apel akbar yang di ikuti oleh semua anggota ansor banser se kabupaten mojokerto. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian acara yang dilakukan oleh Kepengurusan PC Ansor Kabupaten Mojokerto sebagai penutup masa jabatan. (Any sorban)