Tag: sorbansantri

  • KASIH SAYANG MBAH MAIMUN KEPADA SANTRI

    KASIH SAYANG MBAH MAIMUN KEPADA SANTRI

    InfokomBanserNU-
    Suatu hari – seperti yang dikisahkan Gus Muhammad Pekalongan – seorang santri akan diboyong pengurus keamanan karena berbagai kasus pelanggaran. Ketika akan diantar pengurus keamanan sam bhn bpai jalan raya untuk dicarikan bis, Santri itu lari menuju ke ndalem Yai Maimoen,
    Ia menangis dan tersungkur sesenggukan dibawah kaki beliau.

    Yai dawuh: “enten nopo”? (Ada apa ?) Kang santri itu menjawab: “kulo bade diboyong pengurus, tapi kulo taseh pengen mondok yai”(saya mau diboyong pengurus, tapi saya masih pengen mondok yai)

    Kemudian yai manggil pengurus keamanannya lantas kemudian dawuh: ” santri iki ora usah diboyong yo, mergo cah enom seng gelem ngaji saiki longko…” (santri ini jangan di boyong ya.. Karena jaman sekarang sedikit pemuda yang mau ngaji )

    Beliau lalu menoleh kepada santri itu dan berkata : ” tapi sampean kudu janji…ojo nakal maneh”..(tapi kamu harus janji.. Jangan nakal lagi )

    Gus Rojih Ubab – cucu Mbah Yai – pernah berkata : ” Mbah kung iku nek ono santri nakal, ngongkon digedekno husnudzone, Husnudzon Cah iku bakal taubat lan dadi apik suatu saat, Lan didongakno ben cepet mari nakale.. ” (mbah itu kalo ada santri nakal, menyuruh kita untuk menguatkan husnudzon, husnudzon bahwa kelak ia akan taubat dan menjadi orang baik. Dan didoakan semoga cepat selesai nakalnya)

    Sampai sekarang Saya ingat betul totalitas beliau dalam mengajar dan mendidik para santri, beliau – yang meski selelah apapun, pulang dari perjalanan sejauh apapun dan dalam usia yang sangat sepuh seperti itu – selalu meluangkan waktunya untuk mengajar santri-santrinya, tidak jarang – karena saking capeknya – beliau tertidur beberapa detik ditengah-tengah membacakan kitab untuk kami. Di bulan Ramadhan beliau bahkan bisa berjam-jam duduk tanpa henti untuk membacakan kitab, semua waktu beliau seakan-akan hanya beliau dedikasikan untuk ilmu dan para penuntutnya.. Saya juga masih ingat dawuh beliau di malam itu, waktu itu beliau baru saja pulang dari kunjungannya ke Uzbekistan. ” Ora usah mikir engko dadi opo.. Tapi Ngajio sing sergep, sinau sing sergep” (Gus Ismail)

  • MEMAKAN BUAH / BIJI PALA HUKUMNYA BOLEH APA TIDAK?

    MEMAKAN BUAH / BIJI PALA HUKUMNYA BOLEH APA TIDAK?

    HUKUM BUAH / BIJI PALA

    Pertanyaan :
    Gus, beberapa waktu yang lalu kami dikagetkan dengan keterangan beberapa ustadz yang mengatakan haramnya mengonsumsi buah dan biji Pala yang umumnya dijadikan bumbu dalam masakan sop, gulai, dan lain sebagainya. Katanya, keduanya memabukkan. Benarkah PALA itu HARAM?
    [bunda² majelis youtube]

    Jawaban :

    Kebanyakan ahli fikih seperti Ibnu Hajar al-Haitami, Ibnu al-‘Imad, Ibnu Daqiq al-‘Id, dan para ahli fikih yang lain dari kalangan madzhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali berpendapat bahwa hukum mengonsumsi biji pala adalah haram. Sebab, ia berefek narkotik seperti opium dan bahan-bahan lain sejenis. Zat yang ditengarai membawa efek narkotik adalah myristicin. Menurut penelitian, jika seseorang diberi myristicin sebanyak 400 mg atau setara dengan 1,5 biji pala, ia akan mulai berhalusinasi dan merasakan efek narkotik. Jika sudah berefek demikian, tidak ada yang meragukan keharamannya.

    Adapun jika biji pala digunakan sebagai bumbu penyedap bukan dikonsumsi langsung, Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili berkata, “Tidak terlarang menggunakan sedikit pala sebagai bumbu penyedap baik pada makanan, kue, dan sejenisnya. Namun, menjadi terlarang (haram) bila banyak jumlahnya.”

    Untuk daging buah pala yang umumnya dibuat manisan, kandungan myristicin-nya lebih sedikit lagi. Untuk mendapatkan 400 mg myristicin seseorang harus mengonsumsi 2 hingga 6 kg manisan buah pala. Kiranya, tidak ada yang sanggup memakannya dalam satu waktu. Sebelum terkena efek narkotik, seseorang akan kekenyangan terlebih dahulu.

    Perlu dicatat bahwa myristicin juga ditemukan pada sayur-sayuran dan bumbu dapur seperti wortel, seledri, adas, dan ketumbar. Namun, karena kadarnya yang sedikit, tidak ada ulama yang mengharamkannya. Bisa dimengerti kan para bundaku..😊

    Untuk lebih gamblangnya begini bunda:
    Para ulama merumuskan Kaidah Fiqhiyyah yang menyebutkan:

    الأصل في الأشياء الاباحة الا ما دلّ الدليل على تحريمه

    “Al-ashlu fi al-asy-ya’i al-ibaahah, illaa maa dalla daliilu ‘alaa tahriimihi” (Segala sesuatu pada dasarnya adalah mubah atau boleh, kecuali ada dalil yang mengharamkannya).

    Kalau ada dalil nash yang shahih (valid) dan sharih (tegas) dari Allah sebagai Asy-Syari’ (yang berwenang membuat hukum itu sendiri), juga adanya penjelasan dari Rasulullah Saw. dalam haditsnya, barulah hukumnya bisa berubah menjadi terlarang, makruh, atau bahkan haram.

    Dari sini, maka dapat dipahami, makanan yang haram itu hanya sedikit, sebagaimana yang disebutkan secara spesifik di Al-Quran dan Al-Hadits. Sedangkan selebihnya, yang halal itu sangat banyak, termasuk buah pala. Selanjutnya, secara nash syariah, hukum tentang larangan memakan buah pala ini tidak ada di dalam Al-Quran maupun Al-Hadits.

    Lebih lanjut lagi, semua makanan dan minuman yang halal apabila dikonsumsi secara berlebihan lalu bisa memabukkan, atau dengan menyalah-gunakannya lalu menimbulkan bahaya, maka tindakan berlebihan atau penyalahgunaan itulah yang membuatnya menjadi haram.

    Begitu juga dalam hal buah pala. Apabila seseorang mengonsumsinya secara berlebihan, sehingga menimbulkan bahaya seperti menjadi mabuk, maka keharamannya itu berlaku karena tindakan berlebihan sehingga menyebabkan mabuk itu saja. Atau kalau ada yang menyalahgunakan penggunaannya, maka tindakan penyalahgunaan buah pala itu yang terlarang.

    Tapi selama ini, agaknya saya belum pernah mendengar orang di Indonesia yang mengonsumsi buah pala atau manisan pala secara wajar, lalu menjadi mabuk. Jadi, sejatinya buah pala secara umum tidak memabukkan, dan dengan demikian tidak haram.

    Kalaupun ada yang mengonsumsinya lalu menjadi mabuk, maka itu bersifat kasuistik, secara individual mungkin karena alergi atau sebab yang lainnya. Dalam hal ini, ada Kaidah Fiqhiyyah yang menyebutkan :

    الحكم يدور مع علته وجودا وعدما

    “Al-Hukmu yaduuru ma’a ‘illatihi wujuudan wa ‘adaman”. Artinya, “Hukum itu berkisar pada ‘illatnya, ada atau tiadanya”.

    Artinya, apabila ‘illat-nya memabukkan atau membahayakan diri seseorang yang mengonsumsinya, hal itu menjadi haram bagi dirinya. Sebaliknya, kalau tidak memabukkan atau tidak membahayakan bagi orang lain, hal itu menjadi tidak haram atau diperbolehkan bagi dirinya.

    Sebagai contoh perbandingan atau analogi lagi, buah durian itu sejatinya halal. Kami belum mendapat info yang shahih bahwa ada ulama yang mengharamkan durian karena bisa membuat orang menjadi mabuk.

    Kalaupun ada yang mengonsumsinya lalu mabuk, maka itu bersifat kasuistis, mungkin karena alergi, mengidap penyakit yang membuatnya pantang mengonsumsi durian, atau sebab yang lainnya. Maka terlarangnya mengonsumsi durian itu hanya berlaku khusus bagi orang tersebut, dan tidak berlaku secara umum. Jelas kan?

    Terakhir, agar lebih mantab lagi :
    Sebagian Madzhab Hanafi dan Syafi’i ada yang mengatakan boleh asalkan sedikit. Pala dalam campuran bumbu tergolong sedikit dan tidak sampai memabukkan atau membahayakan. Berikut pendapat para ulama:

    ﻭﻧﻘﻞ ﺃﻥ ﺟﻮﺯﺓ اﻟﻄﻴﺐ ﺗﺤﺮﻡ ﻟﻜﻦ ﺩﻭﻥ ﺣﺮﻣﺔ اﻟﺤﺸﻴﺸﺔ … ﺃﻣﺎ اﻟﻘﻠﻴﻞ ﻣﻨﻬﺎ ﻭﻣﻦ ﻛﻞ ﻣﺴﻜﺮ ﻣﺎ ﻋﺪا اﻟﺨﻤﺮ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻓﺘﻌﺎﻃﻴﻪ ﻻ ﻳﺤﺮﻡ ﻋﻨﺪ اﻹﻣﺎﻡ

    “Disebutkan bahwa pala hukumnya haram. Namun keharamannya dibawah keharaman ganja. Mengambil sedikit dari pala dan hal yang memabukkan, selain khamr (minuman keras) dan lainnya, maka menggunakannya tidak haram menurut Imam (Hanafi)” (Hasy Thahthawi 1/665)

    Dari madzhab Syafi’i ada seorang Imam yang diberi julukan Syafi’i Shaghir (Syafi’i Junior) dan beliau menjawab dengan fatwanya:

    (ﺳﺌﻞ) ﻋﻦ ﺃﻛﻞ ﺟﻮﺯ اﻟﻄﻴﺐ ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻭ ﻻ؟ (ﻓﺄﺟﺎﺏ) ﻧﻌﻢ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻗﻠﻴﻼ، ﻭﻳﺤﺮﻡ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻛﺜﻴﺮا.

    Ar-Ramli ditanya tentang memakan pala boleh atau tidak? Beliau menjawab: “Ya, boleh bila sedikit. Dan haram jika sampai banyak” (Fatawa Ar-Ramli 4/71)

    Kesimpulan, halal atau haramnya buah / biji pala itu dikembalikan kepada diri masing² pengguna / konsumen. Jika mengkonsumsi / penggunaanya tidak berbahaya ya monggo saja.. Tapi jika terjadi bahaya ya jangan dong..

    Sama halnya dengan poligami, kalau maslahat ya silahkan, tapi jika tambah runyam ya jangan. Hallaahhh… Hihii..

    Sudah ya bund, semoga bisa difahami & bermanfaat. Wallohu a’lam.

    (Bagus Muhammad Miftahul Mujib)

  • Evakuasi Sarang Lebah Vespa di Desa Warugunung oleh Relawan LPBI-NU bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto

    Evakuasi Sarang Lebah Vespa di Desa Warugunung oleh Relawan LPBI-NU bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto

    InfokomBanserNU- Sabtu, 11 Januari 2020 Pukul : 23.00 WIB. Relawan LPBI-NU bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto, Evakuasi Sarang Lebah di Dusun Wonokerto Desa Warugunung Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Berdasar informasi dari warga setempat tentang adanya sarang lebah yang diduga jenis tawon vespa ( nama lokalnya Tawon Ndas ). Keberadaan lebah tersebut dinilai meresahkan warga sekitar.

    Dengan menggunakan alat tradisional, Relawan LPBI-NU Kab. Mojokerto bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto melakukan evakuasi sarang lebah. Alhamdulillah proses evakuasi tersebut berjalan lancar dan tidak ada KERUGIAN Jiwa Material. KONDISI MUTAKHIR Sarang lebah sudah berhasil dievakuasi dengan PETUGAS DI LAPANGAN 

    1. LPBI-NU Kabupaten Mojokerto.
    2. Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Mojokerto.
    3. Warga setempat.

    Aslinya, tawon ini punya habitat di hutan dataran rendah. Namun hutan makin berkurang karena pembangunan oleh manusia. Akibatnya tawon Vespa membuat sarang di atap rumah-rumah dan hidup terlalu dekat dengan manusia. Risiko disengat pun menjadi meningkat. Karena hewan sosial, tawon Vespa juga bisa menyerang berkelompok.

    “Sarangnya banyak di bangunan permukiman. Penyebabnya, habitat aslinya hutan dataran rendah terus berkurang karena pembangunan. Kemampuan bertahan dengan berbagai jenis makanan memungkinkan tawon Vespa bisa memiliki habitat baru membuat sarang di bangunan-bangunan,” kata warga. 

    Sengatan tawon Vespa menimbulkan bengkak. Jika terjadi sengatan dalam jumlah banyak akan menimbulkan anafilaksis, organ bisa rusak dalam hitungan hari. Racun tawon vespa itu racunnya bisa mematikan jika tidak cepat ditangani dengan metode yang tepat. Yang fatal adalah jika menyerang limpa dan ginjal.

    SORBANSANTRI.COM
    Rumah Tawon Vespa

    “Apabila dua organ itu sudah kena racun, tidak akan berfungsi dengan baik menyaring racun dalam tubuh. Akibatnya, daya tahan tubuh lemah dan, jika racun yang masuk dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan kematian korbannya. Jika disengat, segera periksakan diri ke puskesmas, RS, atau dokter terdekat untuk memastikan tidak berbahaya,” kata dokter.

    Untuk pencegahan dan antisipasi, warga harus membersihkan sampah di sekitar pemukiman mereka, jika tidak akan menjadi sumber makanan dan perkembangbiakan tawon Vespa. Tawon Vespa bisa hidup dengan makan serangga dan bangkai di sampah warga. 

    (red. kasiyanto-infokombansernu)

  • Konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Kutorejo

    Konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Kutorejo

    wp.sorbansantri.com  – Alhamdulillah telah dilaksanakan konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokertoh Pada hari Sabtu tanggal 9 Januari 2021 pukul 19.00-selesai di P.P Roudlotul Qur’an sambilawang,sawoK,Kutorejo – Mojokerto

    Dalam konferensi pemilihan Ketua PAC tersebut muncul nama Sahabat Ahmad Syaifudin M.Pd.i (Gus UDIN) sebagai ketua PAC terpilih (petiode 2021-2023) untuk menggantikan sahabat Sholikhudin S.Pd.i

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam sambutanya Gus Udin mengatakan “Akan meneruskan program-program PAC yang belum terlaksana,serta akan membawa kinerja Ansor lebih baik kedepannya”

    Konferensi terebut selain dihadiri oleh Gus Ali Moh.Nasih sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto,juga dari lembaga lembaga NU lainnya seperti Fatayat,Muslimat,IPNU-IPPNU dan lain-lain.

    Harapan dalam Konferensi tersebut adalah menghasilkan Ketua Terpilih yang lebih baik serta bisa mencetak generasi Ansor yang Militan dan berdedikasi tinggi untuk NU dan NKRI. (IRUL – Sorban)

  • PERINGATAN HARLAH PAGAR NUSA GASMI DI PANDANARUM

    PERINGATAN HARLAH PAGAR NUSA GASMI DI PANDANARUM

    wp.sorbansantri.com – Di dusun Pandan Desa Padanarum kec Pacet tepatnya senin tgl 11 Januari 2021 pukul pukul 20.00 – 22.00 wib. Merupakan hari yang istimewa dan penuh dengan nilai nilai sejarah berdirinya Pagar Nusa dan Gasmi di pandan. Karena tanggal dan bulan tersebut mempunyai kesamaan bulan dengan berdiri Pagar Nusa dan Gasmi di Lirboyo,pusat berdirinya Pagar Nusa dan Gasmi.

    Pagar nusa berdiri pada tgl 3 Januari 1986. Dan Gasmi berdiri pada tgl 11 Januari 1966 di Lirboyo. Tanggal dan bulan berdirinya pagar Nusa di pandan terinspirasi dari awal mula berdirinya Pagar Nusa di Lirboyo.

     

    Sangat relevan dengan zaman sekarang,memperingati HARLAH PSNU dapat membuat para santri Pagar Nusa makin mengerti siapa diri mereka dan gimana tanggung jawab mereka dalam berbangsa dan bernegara serta gimana seorang santri harus tetap menjaga nilai nilai luhur kepagarnusaan dan tradisi keNUan. 

     

    Harapan terbesar bagi peringatan ini adalah jangan sampai kita mudah melupakan sejarah atau sering disebut Jasmerah jangan melupakan sejarah,Agar santri santri pagar Nusa selalu mendapat barokah dari para pendiri PSNU. (rosyid sorban)

     

  • KISAH GUS DUR DI PANGGIL SUNAN GUNUNG JATI ( CIREBON ) DI SURUH MAMPIR

    KISAH GUS DUR DI PANGGIL SUNAN GUNUNG JATI ( CIREBON ) DI SURUH MAMPIR

    Sorbansantri.com- ” jika ada cerita MU’JIZAT dan KAROMAH DAHULUKAN IMAN baru AKAL nanti akal akan mengikuti iman ”
    ( Abah HABIB MUHAMMAD LUTHFI )

    Sesungguhnya para kekasih Allah tidaklah mati, mereka hanya meninggalkan wujud fisik yang fana, tetapi jiwa mereka abadi.

    Al Qur’an dalam surat Ali Imron ayat ke 169 menegaskan “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” Kisah tentang “kehidupan” para wali yang sudah meninggal ini bisa diantaranya dialami oleh Gus Dur yang sering berkomunikasi dengan sejumlah wali yang telah lama meninggal, diantaranya dengan Sunan Gunung Jati.

    Mantan sekretaris jenderal PBNU H Arifin Junaidi mengisahkan, suatu ketika, ia dherekke Gus Dur ke Cirebon untuk bertemu dengan KH Fuad Hasyim, pengasuh pesantren Buntet. Usai pertemuan yang berlangsung sampai larut malam tersebut, mereka bergerak menuju Pekalongan untuk mengunjungi Habib Lutfi bin Yahya.

    Di tengah perjalanan, tepatnya di daerah Losari, sekitar pukul 1 malam. Gus Dur meminta sopirnya untuk kembali lagi, menuju ke makam Sunan Gunung Jati yang berada di kompleks Astana Gunung Sembung Cirebon. “Saya baru saja dipanggil Sunan Gunung Jati” kata Gus Dur menjelaskan alasannya kembali ke Cirebon.

    Anggota rombongan yang lain semuanya terdiam saja, tanpa komentar. Dan perjalanan pun berlanjut sampai di kompleks makam. Herannya, ditengah malam buta tersebut, para juru kunci yang ada semuanya berkumpul, lengkap, menyambut kedatangan Gus Dur tersebut dengan memakai seragam kebesarannya yang biasa dipakai ketika menerima tamu istimewa, seolah-olah sudah ada yang memberi tahu, padahal waktu itu belum ada HP sebagai alat komunikasi yang canggih.

    Mereka pun langsung menuju pemakaman. Sebagaimana tradisi Nahdliyin, ketika berziarah, mereka pun memanjatkan dzikir dan tahlil serta mendoakan Sunan Gunung Jati yang telah berjasa menyebarkan Islam di Jawa Barat.

    Usai tahlil, Gus Dur tertunduk dan diam saja. Ia lalu keluar dari ruangan tempat dzikir menuju halaman. Arifin masih penasaran kok para juru kunci sudah pada siap menerima kunjungan Gus Dur, padahal sebelumnya tidak ada rencana berziarah. Ia lalu bertanya kepada seseorang tentang kejadian ini.

    “Kok sudah pada siap dan siapa yang memberi tahu?”

    Dijawabnya, semua juru kunci dibangunkan malam-malam itu juga oleh koordinatornya, dan disuruh bersiap oleh Kanjeng Sunan dengan pesan

    “Cucuku mau datang ke sini.”

    Ia pun hanya bisa manggut-manggut keheranan akan fenomena luar biasa ini. Setelah dirasa cukup ziarahnya, mereka pun kembali melanjutkan perjalanan ke Pekalongan sebagaimana rencana semula.

    Karena masih penasaran, ia lalu bertanya kepada Gus Dur, kapan dipanggil oleh Sunan Gunung Jati. “Ya tadi, waktu perjalanan baru dipanggil, disuruh mampir. Ke Cirebon kok ngak mampir.” Gus Dur juga menjelaskan, waktu dirinya terdiam seusai tahlil, ia sedang berdialog dengan Sunan Gunung Jati, membincangkan berbagai masalah yang dihadapi oleh umat.

    Sumber : NU ONLINE

    Marilah kita selalu Istiqomah banyak membaca SHOLAWAT kepada RASULALLAH ﷺ , kalau bisa jangan kurang dari 1.000 di setiap harinya
    ” SHOLLALAHU ALA’ MUHAMMAD ” atau yang lainnya

    ALLAHUMMA berkat RASULALLAH ﷺ , berkat SHOLAWAT kepada RASULALLAH ﷺ, berkat para wali-waliyullah, berkat para ulama’-ulama’ILLAH, berkat guru-guru kami yaAllah. Mudah-mudahan kita semua, bapak ibu kami, keluarga kami, saudar2 kami, tetangga kami, dan orang-orang yang cinta kepada KANJENG NABI MUHAMMAD ﷺ cinta kepada para AULIYA’ dan para ULAMA’ cinta kepada kami ya Allah.

    Semoga kita semua mendapat ampunan segala dosa dan kesalahan lahir batin seumur hidup, di beri kesehatan lahir batin, panjang umur berkah umur, banyak rejeki barokah rejeki, barokah keturunan, tambah ilmu barokah ilmu dunia akhirat, mendapat rahmat yang luas, selamat dunia akhirat, mati beriman sempurna, segala hajat qobul, mendapat SYAFAAT RASULALLAH ﷺ,
    terkumpul dalam surga bighoiri hisab.
    Aamin Aamin…Ya Rabbal A’lamiin…..

    اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد في اﻷولين واﻷخرين وفي الملآء اﻷعلى الى يوم الدين

  • ISN Informasi Seputar Ngoro PEDULI_DHUAFA’

    ISN Informasi Seputar Ngoro PEDULI_DHUAFA’

    Sorbansantri.com –  Alhamdulillah pada hari  minggu tgl 10-1-2021 kita dari tim relawan ISN (Informasi Seputar Ngoro) menyalurkan bantuan paket sembako (beras 5kg,minyak goreng 2lt,1 doz mie instan) serta uang tunai Rp.300.000 yang diberikan oleh ketua ISN Hasan Bisri kepada Bapak Tumiran dari dusun Glatik RT 02 RW 05 dan  Bapak Sabar dari dusun Krikilan Watesnegoro kec.Ngoro Mojokerto juga di dampingi ketudengan yang di sampaikan ketua RT setempat “Saya menyambut dengan sukacita & berharap agar ISN bisa menjadi ladang motifasi buat komunitas lain untuk saling berbagi kepada para dhuafa’ se-kec Ngoro” , pak RT jg mendoakan agar PROGRAM ISN bisa istiqomah ila yaumil qiyamah serta bisa bermanfaat kepada masyarakat Ngoro khususnya dan warga lain umumnya,    Teriring doa Jazakumullah khoiron katsiro kepada para donatur tetap ISN yang senantiasa selalu mensuport program program kami sehingga bisa terlaksana sampai saat ini, semoga para donatur di beri kelancaran dalam usahanya dan selalu di beri kesehatan , Amiin…  Hasan-Choirul Biro Infokoma RT masing masing.

     

    Dalam program ISN_PEDULI_DHUAFA’ kali ini bertujuan agar bisa membahagiakan juga membantu meringankan beban hidup mereka, apalagi di masa pandemi saat ini mereka sangat membutuhkan sekali bekal untuk bertahan hidup sehari hari,apalagi mereka termasuk orang yang tidak mampu dalam segi materi,karena keterbatasan fisik mereka tidak bisa bekerja keras untuk mencari nafkah,kadang juga masih bisa bekerja secara serabutan,

    Alhamdulillah mereka merasa senang serta mengucapkan banyak terima kasih kepada kita semua (ISN) senada dengan yang di sampaikan ketua RT setempat “Saya menyambut dengan sukacita & berharap agar ISN bisa menjadi ladang motifasi buat komunitas lain untuk saling berbagi kepada para dhuafa’ se-kec Ngoro” , pak RT jg mendoakan agar PROGRAM ISN bisa istiqomah ila yaumil qiyamah serta bisa bermanfaat kepada masyarakat Ngoro khususnya dan warga lain umumnya,

    Teriring doa Jazakumullah khoiron katsiro kepada para donatur tetap ISN yang senantiasa selalu mensuport program program kami sehingga bisa terlaksana sampai saat ini, semoga para donatur di beri kelancaran dalam usahanya dan selalu di beri kesehatan , Amiin… (Hasan-Choirul Biro Infokom)

  • Basada Kab. Mojokerto Giat Baksos dibencana banjir

    Basada Kab. Mojokerto Giat Baksos dibencana banjir

    wp.sorbansantri.com – Satsus basada PC Mojokerto mengadakan bakti sosial didaerah yg kena dampak banjir di dusun bekucuk ds tempuran kec sooko kab Mojokerto banyak relawan disana dr BNPB, DAMKAR dan lain2 disitu juga ada dapur umum juga.

    Antusiasme masyarakat sangat banyak hingga penerapis nya hampir ngak bisa minum dan ngemil…. Yg paling banyak yg dialami pasien adalah sakit linu kram gringingen boyok sakit dan msh banyak lagi dan dlm penangannya dgn cara terapi listrik.

    Pijat, totok syaraf becam dan dgn ridho ALLAH ada juga dgn rukiyah lan doa masyarakat setelah diterapi adan perubahan dan sembuh alhamdulillah berkat doa2 dr muazis2 NU dan pendiri NU terutama mbah HASYM ASHARI, WAHAB HASBULLAH dan masih banyak lagi karena sebelum kita menangani kita berdoa kepada beliau beliau dalam baksos tersebut juga dihadiri oleh sahabat Reno dan bunda Erma dr kab gresik yg tulus dan ikhlas utk membantu giat tersebut dan kasatkoryon nya pun ikut menyambangi digiat baksos yg diadakan pd tgl 10 januari 2021 yang dimulai dr pagi sampai jam 15 : 00 wib.. (pryanto sorban)

  • KYAI CAP CATUT KUDUS, PENYELAMAT AJARAN SUNAN KUDUS

    KYAI CAP CATUT KUDUS, PENYELAMAT AJARAN SUNAN KUDUS

    InfokomBanserNU- NAMANYA dikenal dengan sebutan Syaikh Rodhi. Yah, sosok pendatang baru itu tiba-tiba dapat gelar syaikh. Tidak ada yang mengetahui asal-usulnya. Tiba-tiba saja datang ke daerah Kudus kulon sekitaran Menara Kudus di zaman Nusantara bergerak.

    Banyak sejarah tutur menyebut Syaikh Rodhi adalah misionaris wahabi yang saat itu sedang di puncak jihad menyebarkan dakwah “bid’ahnya” di daerah yang dari dulu dikenal sebagai wilayah santri; Kudus kulon.

    KH. Sya’roni Ahmadi menyebut Syaikh Rodhi hidup sezaman dengan Surkati, tokoh yang difigurkan dalam Jamiyyatul Khoir. Dulunya, Jamiyyatul Khoir dipenuhi dengan tokoh-tokoh ahlussunnah waljama’ah keturunan Arab dan Yaman (khususnya). Tapi sejak Surkati bisa masuk mempengaruhi organisasi Islam pertama tersebut (berdiri 1901), paham yang disebarluaskan menjadi semakin bercorak wahabi.

    Di zaman Surkati inilah Jamiyyatul Khoir ditambah akonim menjadi Jam’iyytul Khoir wal Irsyad dan peranakan Arab yang mendirikannya mufaraqah membuat jamiyyah sendiri bernama Rabithah Alawiyyin.

    Kiai Sya’roni Ahmadi menyebut Surkati dan Syaikh Rodhi adalah utusan misionaris wahabi. Sementara utusan lainnya ada yang dikirim ke luar Jawa, untuk memecah belah umat Islam waktu itu, yang sedang bergerak melawan Belanda.

    Di sekitar Menara Kudus abad 19 awal itu (tahun tepatnya belum diketahui sumber saya), Syaikh Rodhi bermukim dan menyebarkan ajaran-ajaran bid’ah untuk kalangan kelompok santri menara. Misalnya, dia mendakwahkan ajaran baru yang mengharamkan ziarah kubur Sunan Kudus, tahlilan serta berjanjenan. Semua itu sudah berlaku ratusan tahun di Kudus.

    Banyak kiai dan warga di sekitar Kudus yang tidak setuju atas kehadiran tokoh tiba-tiba yang menyebarkan ajaran yak nah beh itu. Ujaran dan ceramahnya sangat meresahkan warga.

    Diceritakan, Syaikh Rodhi ini pernah mengikat dirinya sendiri dengan rantai di masjid Menara Kudus. Bukan karena stres dan gila, tapi sebagai ungkapan dia tidak mau berpindah dari lokasi sekitar Menara karena diusir warga.

    Tanda buruk kehadiran Syaikh Rodhi ini nampak dari kisah tutur yang menyebut adanya anjing misterius yang tiba-tiba muncul di tengah masjid depan menara kecil yang sekarang lokasinya ada di dalam masjid. Anjing itu adalah isyarah adanya manusia hina yang dikirim tuannya untuk menjaga akidah kotor, senajis hukum anjing dalam fiqih.

    Meski “dakwah” nya ditolak oleh warga yang mayoritas santri, Syaikh Rodhi selalu berusaha dengan berbagai cara agar diterima. Sayangnya, pendapatnya yang dangkal mudah dipatahkan hanya oleh santri, belum sekelas kiai.

    Dia merasa mendapatkan kesempatan bisa menguasai Masjid Menara peninggalan Sunan Kudus saat para kiai dan tokoh ulama di sekitar menara dipenjara oleh Belanda di zaman geger pecinan tahun 1918 M. Syaikh Rodhi pun menyebar pengumuman tantang debat dengan siapa saja dengan jaminan jika kalah harus mengikuti ajaran bid’ahnya.

    Syaikh Rodhi tidak mengetahui kalau Kudus kulon adalah markas para santri, yang sudah dibangun Sunan Kudus sejak masih hidup. Ia mengira bila kiai Kudus banyak dipenjara artinya tidak akan ada lagi orang alim yang bisa melawannya. Dia tidak mengetahui peta bahwa Kudus kulon itu banyak orang alim yang kealimannya tidak nampak karena kalah dengan pamor mahabbah dan haibah Sunan Kudus.

    Tantangan Syaikh Rodhi direspon oleh seorang alim yang tidak ikut dipenjara Belanda karena dianggap bukan sebagai tokoh penting. Namanya Kiai Hamid, yang oleh Kiai Sya’roni Ahmadi disebut dengan gelar populer Kiai Hamid Cap Catut.

    Kiai Hamid siap debat dengan Syaikh Rodhi dengan satu syarat: yang kalah harus keluar dari Kudus dan tidak boleh kembali selamanya.
    Syarat itu dipenuhi. Perdebatan ini ada yang menyebut terjadi di Masjid Menara Kudus, yang disaksikan oleh banyak orang.

    Kalah dalil, Syaikh Rodhi akhirnya harus keluar dari Kudus dan pergi entah kemana karena memang tidak diketahui asalnya. Kudus pun akhirnya terselamatkan dari pengaruh wahabi yang mengharamkan amaliyah ahlussunnah wal jama’ah, hingga sekarang.

    Untuk mengenang peristiwa penting tersebut, Kiai Hambali atau Kiai Kamal (Kamal adalah nama ubahan setelah dipenjara Belanda, mukim di Damaran, belakang makam Sunan Kudus), mendokumentasikan dalam kalimat bahasa Arab,

    ماتت البدعة بقيام حجة لأهل السنية

    Artinya:

    “Bid’ah sudah mati (seiring) ditegakkannya hujjah untuk ahli sunnah”.

    Bila dijabarkan, ajaran bid’ah yang pernah disebar pertama oleh Syaih Rodhi di sekitar Menara Kudus sudah mati sejak dia kalah debat penuh dalil dengan Kiai Hamid Cap Catut yang membuktikan kebenaran ajaran ahlussunnah wal jama’ah.
    Kalimat tersebut terukir di dalam Masjid Menara Kudus.

    Dalam manuskrip yang ada, tertera angka 1344. Kiai Kamal menyusun kalimat dokumentatif tersebut bukan hanya sebagai ungkapan penuh makna, tapi juga sangkakala yang menunjuk tahun kelahiran Nahdlatul Oelama (NO) 1926 yang bertepatan dengan 1344 H. Demikian sebagaimana dituturkan oleh M. Abdullah Al Badri.

    Artinya, kelahiran NU pada tahun 1344 H adalah penanda “matinya” ajaran wahabi berkembang menjadi ideologi agama yang akan terus ditolak oleh NU, terbukti hingga sekarang.

    Semoga, seluruh jama’ah MWC NU Sungai Gelam mendapatkan limpahan berkah, bikaromati Mbah Kyai Hamid Cap Catut, Kanjeng Sunan Kudus, ugi sedoyo para Wali ing Nusantara.

    #JayalahNU
    Alfatihah..

    (Bagus Muhammad Miftahul Mujib)

  • TANBIH atau Wasiat Dari Mbah Sholeh

    TANBIH atau Wasiat Dari Mbah Sholeh

    InfokomBanserNU- “ojo mbok kiro uwong – uwong sing ngurusi NU iku dudu wong pilihan, iso ugo leluhure, mbah – mbahe jaman dhisik iku ya tokoh, Pejuang Islam”.

    “Jangan kamu kira orang-orang yang melestarikan (memperjuangkan) NU itu bukan orang pilihan, bisa juga para leluhurnya, kakek moyangnya jaman dulu itu ya tokoh, pejuang Islam.”

    Sekelumit dawuh itu membuat pikiranku berkecamuk gundah. Andai kalimat pesan beliau itu diambil mafhum mukholafahnya (hukum kebalikan), maka dapat disimpulkan begini :

    Jangan dikira orang-orang yang merusak (memusuhi) NU itu orang sembarangan, bisa juga para leluhurnya, kakek moyangnya jaman dulu itu ya pentolan, musuh Islam. Astaghfirulloh… Huusshhh.. Mbok ya jangan su’udzon to bro..

    Intinya begono bri.. Eh, begini bro..
    NU itu organisasi Islam yang didirikan oleh para Wali atas petunjuk dari Sang Maha Suci, semata² berniat melanjutkan estafet dakwah Sang Nabi yang santun, luwes, lentur dan rahmatan lil ‘alamin. Pola yang diterapkan NU itu ya pola yang telah diwariskan Sang Nabi, tidak memaksa dengan kekerasan.. Tapi meluluhkan hati melalui akhlak mulia dan ketulusan. Sampai sini faham kan?

    Kalau ada yang ngajakin jihad islam, bela agama, bela nabi dll tapi caranya kaku, hobi menghujat, suka tebar fitnah dan hoax, perilakunya tidak mencerminkan akhlaq Nabi, sedikit² bid’ah.. sedikit² haram.. maka jauhi… tinggalkan sejauh jauhnya…