Tag: sorbansantri

  • Selamat hari Jumat

    Selamat hari Jumat

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com- Mari tingkatkan terus manfaat umur kita untuk bisa membantu orang lain. Minimal tidak memberatkan pekerjaan orang lain. InsyaAllah dibalas oleh Allah dengan kebaikan yang tidak terduga. Senyum itu ibadah, marah itu mudah. Tapi, sabar itu lebih indah.”*

    Selamat menunaikan ibadah Shalat Jum’at

    Sesuai Waktu Daerah Masing – Masing…

    Pada hari Jum’at, Allah mensyari’atkan untuk shalat Jum’at,

    Hukum shalat Jum’at adalah wajib dengan dasar Al Qur’an firman Allah,Surat Al Jum’ah ayat 9.

    • يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ مِن يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرُُ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

    “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (Al Jum’ah:9)(Red)

  • Upgrading Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Kab. Semarang

    Upgrading Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Kab. Semarang

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Rabu, 2 Desember 2020 Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Kab. Semarang menyelenggarakan acara Upgrading Pengurus Pimpinan Cabang GP Ansor Kab. Semarang.
    Acara ini dihadiri oleh Pimpinan Pusat GP Ansor & Pimpinan Cabang GP Ansor Kab. Semarang.
    Sebagai Organisasi Kader, Gerakan Pemuda Ansor terus mempersiapkan anggota-anggotanya melalui program Kaderisasi secara massif, terpola dan terukur.
    Ada 3 hal yg di sampaikan:
    1. Konsolidasi internal
    2. Tidak mengomentari sesuatu yang belum di pahami
    3. Satu komando sama Pimpinan
    Demikian disampaikan sahabat Gus Mujiburrahman, (Ketua Pimpinan Pusat GP Ansor Korwil Jateng, DIY)
    Acara ini menggunakan protokol kesehatan. (abi sorban)
  • Penghinaan pada kiai Terjadi lagi di sosial media facebook

    Penghinaan pada kiai Terjadi lagi di sosial media facebook

    Infokom Banser NU– Kembali lagi penyalahgunaan sosial terjadi. kali ini akun Facebook atas nama Suda Wirat (kilongso) https://www.facebook.com/masprabowo.mas telah melakukan penghinaan terhadap Gus Muwafiq ULAMA NU PAKAR SEJARAH “BIOGRAFI KYAI MUDA JAWA TENGAH” .

    Facebook atasnama Suda Wirat memposting gambar tentang Gus Muwafiq dengan kata-kata kotor, penuh dengan umpatan. https://www.facebook.com/photo.php?fbid=743829212780287&set=a.100869350409613&type=3&theater

    Kali ini sahabat Infokom Banser NU Mojokerto akan segera mengambil tindakan sesuai proses Hukum yang berkaitan dengan Undang-undang ITE yaitu perbuatan yang dilarang dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik ialah dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Infokom Ansor Banser Mr

  • Seorang ibu tua menceritakan pengalamannya

    Seorang ibu tua menceritakan pengalamannya

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com- Aku memiliki tiga orang oanak laki-laki semuanya sudah menikah. Suatu kali aku menziarahi anakku yang pertama. Tujuanku pada waktu itu ingin menginap di rumahnya bersama keluarganya.

    Di pagi hari aku meminta kepada istrinya air untuk berwudhu’. Lalu aku bewudhu’ kemudian shalat. Air lebih wudhu’ku aku tumpahkan keatas kasur tempat tidurku semalam.
    Ketika ia datang mengantarkan sarapan pagi, aku berkata kepadanya, “Ananda, beginilah kondisi kalo sudah tua. Semalam aku ngompol diatas kasur.

    Dengan spontan ia emosi dan marah. Aku mendengar kalimat kasar, pedas dan jelek meluncur tanpa rem dari mulutnya. Kemudian ia memerintahkanku untuk mencuci dan mengeringkannya kembali. Ia juga mengancamku agar tidak melakukan itu lagi.

    Aku tahan kemarahanku, aku bersihkan tempat tidur itu dan aku keringkan kembali.Hari selanjutnya aku pergi ke rumah anakku yang kedua. Disana aku juga melakukan hal yang sama.
    Meledak marah istrinya dan ia memperlakukan ku seperti yang dilakukan oleh istri anakku yang pertama. Bahkan ia melaporkanku kepada suaminya. Anakku diam saja, tidak memarahi istrinya dan tidak membelaku, ibunya.

    Setelah itu aku memutuskan untuk meninggalkan mereka dan selanjutnya aku pergi ke rumah anak bungsuku.
    Di rumah itu aku juga melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan di rumah dua orang saudaranya.
    Ketika istrinya datang mengantarkan sarapan pagi aku beri tahu dia bahwa aku semalam ngompol diatas tempat tidur.

    Sambil tersenyum ramah ia berkata, “Tidak apa-apa, ibu. Ini keadaan orang sudah tua. Dulu berapa sering kami ngompol di pangkuan ibu ketika kami masih kecil”.
    Kemudian ia bersihkan tempat tidur itu, ia keringkan dan ia beri wewangian.
    Siang harinya aku berkata kepadanya, “Aku punya seorang teman. Ia minta dibelikan perhiasan emas kepadaku, tapi aku tidak tahu ukurannya seberapa. Orangnya persis sebesarmu ini. Tolong berikan kepadaku ukuran tanganmu”.
    Setelah mendapatkan ukuran yang ia inginkan ibu tua itu pergi ke pasar membeli perhiasan emas yang banyak karena ia punya harta melimpah.

    Kemudian ia undang seluruh anak dan menantunya untuk datang ke rumahnya. Ia keluarkan seluruh perhiasan yang sudah ia beli lalu ia ceritakan perihal sebenarnya bahwa ia sengaja menumpahkan air diatas tempat tidur. Tidak ada ia ngompol waktu tidur.

    Ia panggil istri anaknya yang paling kecil, lalu ia pasangkan perhiasan itu kepadanya. Ia berkata, “Inilah anakku tempat aku bersandar nanti ketika aku sudah semakin tua. Aku akan menghabiskan sisa-sisa umurku bersamanya”.

    Hampir saja dua orang istri anaknya yang pertama dan kedua pingsan menahan malu dan sesal.
    Selanjutnya ibu itu berkata kepada anak-anaknya, “Seperti inilah nanti perlakuan anak-anak kalian kepada kalian ketika kalian sudah tua. Bersiap-siaplah untuk menyesal pada hari itu sebagaimana rasa kecewaku atas letihnya aku mengasuh kalian waktu kecil.

    Kecuali adik kalian ini. “Ia akan hidup bahagia dan akan menemui Tuhannya dalam keadaan gembira. Kalian berdua tidak mendaptkan hal seperti ini dari istri-istri kalian karena kalian tidak mendidik mereka tentang harga seorang ibu”.

    رب اغفر لي ولوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا

    Ya Allah karuniakanlah surga tanpa hisab kepada kedua orang tua kami (Aamiin ya’Robbal Alamiin)

  • Banser yg Bertemu KH. Hasyim Asy’ari

    Banser yg Bertemu KH. Hasyim Asy’ari

    SORBANSANTRI.COM
    Sumber : Muhammad aun
    Dirosatul Ula di Sulang – Rembang
    Sabtu, 16/02/2019
    wp.sorbansantri.com- Pada suatu ketika diadakannya Diklatsar Banser di suatu daerah luar Jawa
    Ada ratusan yg mengikuti kegiatan Diklatsar yg di laksanakan oleh GP Ansor yg selalu di awali di hari Jumat setelah sholat Jumatan sampai pembaiatan di Ahad malam.
    Namun yg menarik disini adalah ada salah satu calon peserta Diklatsar tsb yg datangnya telat yaitu pada sabtu paginya dia naik sepedah motor butut miliknya, dia berangkat dari rumah pada hari Jumat setelah jumatan karena jarak dari rumah kelokasi Diklatsar sangat jauh harus melintasi hutan belantara yg luas dan perjalanan yg panjang
    Waktu sudah sore setelah melaksanakan sholat ashar sebelum perjalanan memasuki hutan. Diapun melanjutkan perjalanannya dgn sepedah motor bututnya, Ditengah2 hutan belantara sepedah motornya masuk tergelincir di selokan pinggir jalan.
    Dia seorang diri tidak bisa mengangkat sepedah motornya yg masuk selokan tadi. Akhirnya diapun menunggu pengguna jalan yg lewat. Sampai fajar tiba dia menunggu orang yg lewat melintasi jalanan tersebut untuk dimintai tolong membantu mengangkat sepedah motornya.
    Namun yg aneh tiba2 ada seorang laki2 sepuh berjalan kaki dgn tongkat ditangannya datang menghampirinya
    Laki2 sepuh tadi bertanya :
    Kakek : Kamu mau pergi kemana Nak?
    Pemuda : Saya mau pergi mengikuti kegiatan Diklatsar Kek…
    Kakek : Diklatsar itu apa?
    Pemuda : Diklatsar itu pelatihan prajurit NU kek…
    Kakek : Sepedah kamu kenapa?
    Pemuda : Terperosok ke selokan kek…
    Kakek : Baik saya bantu
    Tiba2 kakek tersebut membantu mengangkat dan menarik sepedah motor pemuda itu dan akhirnya sepedah motornya sudah berada dijalanan. Lalu Kakek itu berpesan :
    Kakek : Nak, silahkan lanjutkan perjalananmu menjadi Banser NU. Dengan begitu kamu akan menjadi Santri para Ulama’ pendiri NU. Jadilah Santri yg patuh dan taat pada kyai2mu
    Pemuda : Insyallah Kek, Terima kasih sudah dibantu
    Setelah kejadian fajar itu, sampailah pemuda itu ditempat Diklatsar Banser. Dia mengikuti disetiap semua Materi yg di berikan oleh para Instruktur dan Senior2nya
    Tibalah materi Rihlah (Silaturrohmi ke rumah Kyai daerah tsb), Pemuda itu dan ratusan peserta lainnya masuk ke dalam Rumah sang kyai
    Pemuda itu melihat Photo berukuran besar di dinding ruang tamu sang kyai itu. Dia bertanya kepada salah satu Instruktur.
    Pemuda : Wajah laki2 sepuh di photo itu siapa?
    Instruktur : Dia adalah KH. Hasyim Asy’ari pendiri Jam’iyyah Nahdlotul Ulama’ (NU)
    Pemuda : Masyallah…!!!
    Seketika pemuda itu bercucuran meneteskan air mata karena Haru, Bangga dan Heran
    Pemuda : Masyallah, Laki2 sepuh itulah yg menolong saya ketika Sepedah motor saya tergelincir di selokan jalanan tengah hutan belantara saat perjalanan saya mengikuti Diklatsar ini
    Instruktur : Masyallah, benarkah
    Pemuda : Benar, ternyata beliau adalah Mbah Hasyim yg menolong saya Masyaallah
    Instruktur : Alhamdulillah, kamu ternyata salah satu dari kami yg mendapatkan Karomah Beliau
    Akhirnya pemuda tersebut semakin mantab dalam mengikuti Diklatsar dan menjadi Banser yg tangguh militansinya
    Semoga kita semua tetap tangguh untuk menjadi Santri NU dan kian MANTAB menjadi BANSER .
    Kepada Beliau para Pendiri dan Ulama’ NU Alfatihah … Aamiin
  • Aqidah, Syariah, Fikih dan Akhlah/Tasawuf. dalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan

    Aqidah, Syariah, Fikih dan Akhlah/Tasawuf. dalah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Jika dakwah terlalu mengedepankan Aqidah dengan mengabaikan yang lain maka kecenderungan bagi da’i tersebut adalah mengafir-kafirkan. Jika Fikihnya yang terlalu menonjol maka akan menyesat-sesatkan. Jika terlalu dominan pada Tasawuf akan memiliki kecenderungan pembiaran sambil mengira akan ada perubahan.
    Maka yang tepat adalah keseimbangan 3 hal tersebut. Jika ada penyimpangan dari umat maka akan dibimbing dengan kesantunan, kasih sayang, etika dan sebagainya.
    Kita lihat saat Allah memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk mendatangi Fir’aun -Raja yang mengaku Tuhan-, maka Allah berfirman:
    ‎فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ
    “Maka berbicaralah kamu berdua kepada Fir’aun dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (Ţāhā: 44).
    Imam Al-Qurthubi menyelaraskan dengan keadaan kita saat ini dalam berdakwah:
    ‎ﻓﺎﻟﻘﺎﺋﻞ ﻟﻴﺲ ﺑﺄﻓﻀﻞ ﻣﻦ ﻣﻮﺳﻰ ﻭﻫﺎﺭﻭﻥ، ﻭاﻟﻔﺎﺟﺮ ﻟﻴﺲ ﺑﺄﺧﺒﺚ ﻣﻦ ﻓﺮﻋﻮﻥ، ﻭﻗﺪ ﺃﻣﺮﻫﻤﺎ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﺑﺎﻟﻠﻴﻦ ﻣﻌﻪ.
    Kita tidak lebih mulia dari pada Nabi Musa dan Nabi Harun. Orang yang kita dakwahi tidak lebih buruk dari pada Fir’aun, padahal Allah memerintahkan kepada kedua Nabi tersebut untuk berkata lembut kepada Fir’aun.
    ‎ﻭﻗﺎﻝ ﻃﻠﺤﺔ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ: ﻗﻠﺖ ﻟﻌﻄﺎء ﺇﻧﻚ ﺭﺟﻞ ﻳﺠﺘﻤﻊ ﻋﻨﺪﻙ ﻧﺎﺱ ﺫﻭﻭ ﺃﻫﻮاء ﻣﺨﺘﻠﻔﺔ، ﻭﺃﻧﺎ ﺭﺟﻞ ﻓﻲ ﺣﺪﺓ ﻓﺄﻗﻮﻝ ﻟﻬﻢ ﺑﻌﺾ اﻟﻘﻮﻝ اﻟﻐﻠﻴﻆ، ﻓﻘﺎﻝ: ﻻ ﺗﻔﻌﻞ! ﻳﻘﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ:” ﻭﻗﻮﻟﻮا ﻟﻠﻨﺎﺱ ﺣﺴﻨﺎ”. ﻓﺪﺧﻞ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ اﻵﻳﺔ اﻟﻴﻬﻮﺩ ﻭاﻟﻨﺼﺎﺭﻯ ﻓﻜﻴﻒ ﺑﺎﻟﺤﻨﻴﻔﻲ
    Talhah bin Umar berkata kepada Atha’: “Kamu dikelilingi banyak orang yang berbeda keinginan. Sementara saya orang yang tegas. Saya berkata kepada mereka dengan kata-kata yang kasar”. Atha’ berkata: “Jangan lakukan itu! Allah berfirman: “Ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia” (Al-Baqarah 83). Dalam ayat ini diperintah berkata yang baik kepada Yahudi dan Nasrani, apalagi sesama Muslim (Tafsir al-Qurtubi 2/16)
  • Banser akan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD

    Banser akan Jaga Rumah Ibunda Mahfud MD

     

    SORBANSANTRI.COM

    Pamekasan, NU Online Jatim

    wp.sorbansantri.com- Media sosial kembali digegerkan dengan beredarnya video sekelompok massa yang menggeruduk kediaman ibunda Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Jl Dirgahayu, Kelurahan Bugih, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, Selasa siang (01/12/2020).

    Dalam video berdurasi 28 detik tersebut, nampak massa yang berbusana muslim berteriak memanggil nama Mahfud MD.Nampak juga di antara mereka ada yang mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya. Sedangkan narasi suara dalam video yang beredar, terdengar “Rumahnya Mahfud MD yang di Madura Pamekasan, dikepung Massa”.

    Massa aksi yang mengatasnamakan Umat Islam Pamekasan itu telah mempersekusi rumah nenek tua berusia hampir 100 tahun, Siti Khotijah. Persekusi itu dilakukan pasca aksi massa menyatakan sikap tidak terima di Mapolres Pamekasan. Mereka mengaku tidak terima atas diperiksanya Rizieq Sihab oleh Polda Metro Jaya.

    Meski aksi tidak berlangsung lama, ratusan massa yang mengendarai kendaraan bak terbuka dan kendaraan pribadi seperti dilansir kompas.com tersebut sangat disayangkan oleh Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pamekasan, Syafiuddin.

    Syafiuddin mengaku kecewa dan sangat menyayangkan tindakan yang mengatasnamakan umat islam Pamekasan tersebut. Kekecawaan tersebut karena Ibunda Mahfud MD sudah sangat sepuh.

    “Orang tua Pak Mahfud sudah sepuh dan tidak tau apa-apa, seharusnya kita welas asih dan menghargai beliau,” ungkapnya.

    Pria yang biasa dipanggil Syafi’ ini menganggap massa aksi tidak tahu etika dan tidak punya rasa kemanusiaan sebagai orang yang mengaku umat islam.

    Lebih lanjut, Syafi’ akan segera menggerakkan Satkorcab Banser Pamekasan untuk menjaga rumah ibunda Menkopolhukam tersebut. “Kami warga NU sangat menghargai kontribusi beliau terhadap bangsa, negara, Islam, NU dan madura, untuk itu Banser akan menjaga kediaman Ibunda Pak Mahfud,” ujarnya.

    Syafi’ juga mengatakan, aksi demonstrasi sah dilakukan oleh warga Indonesia dan dilindungi undang-undang. Namun, ketika obyek yang dituju adalah yang tidak ada sangkut-pautnya, maka itu tindakan yang tidak etis bahkan tidak manusiawi. “Demi kemanusiaan dan kebangsaan, Banser akan berjaga di rumah ibunda Pak Mahfud,” pungkasnya.

    Sementara itu, Jamaluddin, Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Pamekasan seperti yang dilansir dari website pcnu pamekasan, menyatakan kesiapannya melakukan pengamanan di kediaman orang tua Mahfud MD. “Karena itu instruksi pimpinan, dan juga sebagai bentuk solidaritas, serta keprihatinan kami, maka kami siap mengerahkan pasukan Banser untuk berjaga di sana,” ucap Jamal, sapaan akrabnya.

  • Nama Gus Dur Diabadikan oleh Al-Azhar Kairo Mesir

    Nama Gus Dur Diabadikan oleh Al-Azhar Kairo Mesir

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Presiden RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), lahir di Jawa tahun 1360 H./1941, berasal dari keluarga yang taat beragama dan menjaga tradisi keislaman, setelah menyempurnakan pendidikan awalnya di Indonesia, pernah kuliah di Universitas al-Azhar, lalu kuliah lagi di Irak, kemudian ke Canada, amat mahir berbahasa Inggris dan Arab (bahkan lancar berbahasa Perancis), telah menjadi pribadi yang religius dan menjadi tokoh masyarakat terkemuka di Indonesia. Beliau dihormati oleh berjuta-juta rakyat Indonesia, menjadi pemimpin gerakan NU, sebuah organisasi sosial Islam terbesar di Indonesia.
    Saat saya baca Kitab Jamharatu A’lam al-Azhar al-Syarif yang terdiri dari 10 jilid tebal, saya menemukan nama dan riwayat amat singkat dari KH. Abdurrahman Wahid pada jilid 9 kitab tersebut. Namanya dicantumkan bersama dengan ratusan nama ulama besar (bukan “imam besar” ) alumni Universitas al-Azhar yang berasal dari seluruh dunia.
    Gus Dur jelas orang hebat dan amat berpengaruh, dan saya tidak pernah percaya jika ada “imam besar” Islam di Indonesia menghinanya sebagai orang yang buta mata buta hati. (Ahmad Ishomuddin)
  • Lafadz dan bacaan Adzan Arab, latin, artinya

    Lafadz dan bacaan Adzan Arab, latin, artinya

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com- Adzan merupakan panggilan bagi umat muslim sebagai penanda waktunya untuk menunaikan kewajiban salat fardu. adzan dikumandangkan oleh seorang muadzin setiap salat lima waktu.

    Ketika seorang muslim mendengarkan adzan maka disunahkan untuk menjawab adzan tersebut sebagaimana yang diucapkan oleh muazin, kecuali apabila muazin mengucapkan: “Hayya alash-shalah”, “Hayya alal-falah”, dan “Ashsalatu khairum minan-naum”.

    Di Indonesia sendiri hampir setiap tempat hanya berjarak beberapa kilometer sudah ada masjid atau mushola, bahkan adzan bisa dikumandangkan secara bersamaan.

    Ada hal yang menarik di Indonesia mengenai adzan, dimana, adzan adalah sebuah kumandang yang tidak akan pernah berhenti. Setiap daerah memiliki waktu adzan yang berbeda-beda. Sehingga suara ini akan terus berderu selama 24 jam tanpa henti.

    “Wa anum minallhi wa raslih ilan-nsi yaumal-ajjil-akbari annallha bar`um minal-musyrikna wa rasluh, fa in tubtum fa huwa khairul lakum, wa in tawallaitum fa’lam annakum gairu mu’jizillh, wa basysyirillana kafar bi’abin alm.”

    Artinya: “Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar bahwa sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.

    Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah.

    Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.”

    Berikut ini lafadz adzan:

    Arab:

    (٢x) اَللهُ اَكْبَرُ،اَللهُ اَكْبَرُ

    (٢x) أَشْهَدُ اَنْ لاَ إِلٰهَ إِلَّااللهُ

    (٢x) اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

    (٢x) حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ

    (٢x) حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

    (١x) اَللهُ اَكْبَرُ ،اَللهُ اَكْبَرُ

    (١x) لَا إِلَهَ إِلَّااللهُ

     

    Latin:

    Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)

    Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)

    Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)

    Hayya ‘alashshalaah (2x)

    Hayya ‘alalfalaah. (2x)

    Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)

    Laa ilaaha illallaah (1x)

    Artinya :

    Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    Aku menyaksikan bahwa tiada Tuhan selain Allah

    Aku menyaksikan bahwa nabi Muhammad itu adalah utusan Allah

    Marilah Sholat

    Marilah menuju kepada kejayaan

    Allah Maha Besar, Allah Maha Besar

    Tiada Tuhan selain Allah

    Kemudian, untuk lafadz adzan subuh ada kalimat yang ditambahkan, yakni

    Arab: اَلصَّلاَةُ خَيْرٌ مِنَ النَّوْمِ

    Latin: Ash-shalaatu khairum minan-nauum

    Artinya: Sholat itu lebih baik dari pada tidur

    dan dibaca 2x setelah lafadz Hayya ‘alalfalaah

    (abi sorban)

     

  • Tambah dan Ganti Bunyi Adzan Hayya Ala Al-Jihad?

    Tambah dan Ganti Bunyi Adzan Hayya Ala Al-Jihad?

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Kalimat Azan sudah pakem diajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Kalau pun ada Sahabat Bilal menambah Azan saat Subuh itupun karena Nabi masih hidup dan menyetujui.
    ﻳﻜﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻓﻲ اﻷﺫاﻥ ﺣﻲ ﻋﻠﻰ ﺧﻴﺮ اﻟﻌﻤﻞ
    Makruh mengucapkan dalam azan “Mari menuju pada amal terbaik”
    ﻗﺎﻝ اﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻟﻢ ﺗﺜﺒﺖ ﻫﺬﻩ اﻟﻠﻔﻈﺔ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻨﺤﻦ ﻧﻜﺮﻩ اﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻓﻲ اﻻﺫاﻥ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
    Al-Baihaqi berkata: “Tidak ada riwayat Sahih redaksi ini dari Nabi shalallahu alaihi wasallam. Kami tidak suka dengan tambahan dalam azan” (Al-Majmu’ 3/98)

    Di zaman Nabi sudah ada jihad, apa Nabi pernah memasukkan kata Jihad dalam Azan? Kalau mau Jihad mbok ya dibekali dengan ilmu dulu… (abi sorban).
    sumber KH. Mafruf Khozin