Tag: viral

  • Kedatangan 4 Bule Wanita Pakai Rok Mini, Pondok Pesantren dikira Hotel!

    Kedatangan 4 Bule Wanita Pakai Rok Mini, Pondok Pesantren dikira Hotel!

    wp.sorbansantri.com – Sebuah kejadian unik dan mengejutkan terjadi di Pondok Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, pada Sabtu, 18 Mei 2024. Empat bule wanita dengan mengenakan rok mini secara tidak sengaja masuk ke pondok pesantren tersebut, mengira bahwa tempat itu adalah sebuah hotel. Insiden ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan segera menjadi viral di media sosial setelah santri yang berjaga merekam video kedatangan mereka.

    Kyai Nasih Aschal, pengasuh Pondok Pesantren Syaikhona Kholil, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat terkejut dengan kedatangan para turis tersebut. “Saya meminta semua orang, dimulai dengan pemerintah Israel, tetapi juga pemerintah Eropa tertentu, untuk tidak mengintimidasi para hakim, tidak mengancam mereka,” katanya.

    Dalam video yang beredar, salah satu wanita bule terlihat mengenakan rok mini dan topi, mengira bangunan pondok pesantren sebagai hotel. Kyai Nasih menjelaskan bahwa para turis tersebut tampak kebingungan dan keliru dengan tujuan mereka. Setelah komunikasi yang cukup panjang dan sulit karena perbedaan bahasa, akhirnya para bule tersebut memahami bahwa mereka salah tempat.

    “Benne (bukan) hotel, bukan hotel, mau ke mana? Biar saya antar,” tanya seorang santri.

    “The hotel is there (hotelnya di sana)?” tanya seorang bule perempuan sambil menunjuk ke arah utara.

    Kyai Nasih menyambut kehadiran para turis dengan sikap yang bijak dan menganggapnya sebagai pengalaman baru. Dia juga menjelaskan bahwa di kawasan Bangkalan memang jarang sekali ada turis yang berkunjung, apalagi mengetahui keberadaan ponpes tersebut. Menurutnya, para bule tersebut sedang mencari hotel namun karena melihat bangunan tinggi di area itu, mereka langsung menganggap bangunan tersebut adalah hotel.

    Kejadian ini menjadi fenomena menarik dan jarang terjadi, mengingatkan pentingnya menjaga dan menjelaskan identitas pondok pesantren kepada pengunjung dari luar. Pondok pesantren adalah tempat yang didedikasikan untuk kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam, bukan penginapan atau hotel.

    Kyai Nasih berpendapat bahwa kejadian ini juga membuka peluang untuk menjadikan pondok pesantren sebagai destinasi religi bagi masyarakat, termasuk wisatawan dari luar negeri. Hal ini akan membantu memperkenalkan pondok pesantren dan tradisi lokal kepada lebih banyak orang.

    Kejadian ini memberikan pelajaran penting bagi masyarakat umum agar lebih memahami perbedaan antara pondok pesantren dan hotel. Keberadaan bule wanita yang nyasar ke pondok pesantren ini mengundang perhatian publik dan menjadi viral di media sosial. Ini juga menekankan pentingnya kesadaran bersama untuk saling menghormati dan memahami perbedaan budaya serta tradisi masyarakat setempat, guna mencegah kesalahpahaman dan insiden yang tidak diinginkan. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk lebih memahami dan menghargai keberagaman. (AI Sorban)

    @beritasorban Empat bule wanita dengan rok mini tanpa sengaja memasuki Pondok Pesantren Syaikhona Kholil di Bangkalan, Madura, mengira tempat tersebut adalah hotel. Kejadian ini terjadi Sabtu malam dan menjadi viral di media sosial. Kyai Nasih Aschal, pengasuh ponpes, menyambut mereka dengan bijak meski ada kesalahpahaman. Para santri berhasil menjelaskan bahwa pondok tersebut bukan hotel. Insiden ini menarik perhatian publik dan menjadi pelajaran penting tentang pentingnya pemahaman budaya dan identitas tempat. #BuleNyasar #PonpesBangkalan #KyaiNasihAschal #ViralMadura #BudayaIndonesia #fypp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Pejabat Kemenhub yang Injak Al-Qur’an Demi Yakini Sang Istri!

    Pejabat Kemenhub yang Injak Al-Qur’an Demi Yakini Sang Istri!

    wp.sorbansantri.com – Pejabat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bernama Asep Kosasih dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penistaan agama. Laporan ini berdasarkan sebuah video viral yang menampilkan Asep sedang melakukan sumpah di depan istrinya sambil menginjak Al-Quran. Dalam video tersebut, Asep berinisiatif untuk bersumpah dengan Al-Quran guna meyakinkan istrinya bahwa dia tidak berselingkuh. Namun, tiba-tiba Asep justru menginjak Al-Quran setelah mengucapkan sumpah. Kasus ini tengah ditangani oleh Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

    Asep Kosasih, seorang pejabat senior di Kementerian Perhubungan, telah menjadi pusat kontroversi dan dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penistaan agama. Tuduhan ini muncul setelah sebuah video yang menunjukkan Asep menginjak Al-Qur’an untuk meyakinkan istrinya, Vany Kosasih, bahwa dirinya tidak berselingkuh menjadi viral di media sosial. Laporan resmi mengenai insiden ini diajukan oleh Vany pada 15 Mei 2024, setelah video tersebut menyebar luas.

    Berdasarkan penjelasan Vany, peristiwa tersebut terjadi pada Agustus 2023. Pada saat itu, Vany mencurigai bahwa suaminya berselingkuh, dan untuk meyakinkannya, Asep mengambil langkah yang kontroversial dengan bersumpah sambil menginjak Al-Qur’an. Vany, yang merasa sangat terpukul dan hatinya hancur, memutuskan untuk merekam kejadian tersebut sebagai bukti. Pengacara Vany, Sunan Kalijaga, menyatakan bahwa tindakan ekstrem ini dilakukan Asep untuk membuktikan bahwa dia tidak terlibat dalam hubungan di luar nikah. Polda Metro Jaya telah menerima laporan tersebut dan kini sedang dalam proses penyelidikan intensif. Kombes Pol Ade Ary dari Polda Metro Jaya mengkonfirmasi bahwa laporan tersebut masih dalam tahap pendalaman, di mana penyidik sedang mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi serta alat bukti lainnya yang relevan dengan kasus ini.

    Kasus ini telah menarik perhatian luas dari masyarakat dan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak pihak mengecam tindakan Asep sebagai bentuk penistaan agama yang sangat serius. Pihak kepolisian menyatakan komitmen mereka untuk menyelidiki kasus ini secara mendalam dan seksama guna memastikan keadilan ditegakkan bagi semua pihak yang terlibat.

    Harapannya, penyelidikan yang dilakukan akan memberikan kejelasan dan keadilan yang diperlukan, mengingat penistaan agama adalah isu yang sangat sensitif di Indonesia. Pihak berwenang terus bekerja keras mengumpulkan semua bukti yang diperlukan untuk mengambil langkah hukum yang sesuai dan memastikan bahwa kasus ini ditangani dengan benar dan adil. (AI Sorban)

  • Raih 1000 Klik dalam Sebulan Setelah 2 Tahun Non-Aktif

    Raih 1000 Klik dalam Sebulan Setelah 2 Tahun Non-Aktif

    wp.sorbansantri.com , Mojokerto – Setelah dua tahun non-aktif, situs berita Sorbansantri.com kembali diluncurkan pada 14 April 2024 dan berhasil meraih 1000 klik hanya dalam waktu satu bulan. Prestasi ini menjadi viral dan membawa kebanggaan tersendiri bagi redaksi Sorban Santri, menunjukkan bahwa semangat dan dedikasi tim redaksi tidak pernah pudar.

    Abi Tsani, SEO Sorban Santri, menyatakan bahwa pencapaian ini memberikan dorongan besar bagi tim untuk terus berinovasi dan berkontribusi di dunia digital. “Kami sangat bangga dengan pencapaian ini, ini adalah hasil kerja keras dan komitmen seluruh tim untuk menyajikan konten berkualitas yang relevan bagi pembaca,” ujarnya.

    Gus Mahbub, Dewan Penasehat Sorban Santri, menegaskan pentingnya santri untuk melek perkembangan sosial di masyarakat, terutama dalam media sosial. “Santri harus melek pada perkembangan sosial di masyarakat, terutama dalam sosial media. Prestasi ini menunjukkan bahwa Sorbansantri.com mampu bangkit dan beradaptasi dengan perubahan zaman setelah dua tahun non-aktif,” kata Gus Mahbub.

    Sorbansantri.com hadir kembali dengan semangat baru untuk menyajikan berita seputar kehidupan santri dan masyarakat luas, khususnya di Kabupaten Mojokerto. Dengan pencapaian ini, Sorbansantri.com semakin termotivasi untuk terus menyajikan konten yang bermanfaat dan menginspirasi.

    Keberhasilan ini juga merupakan bentuk apresiasi dari para pembaca yang setia mendukung dan mengunjungi Sorbansantri.com. Tim redaksi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas konten dan memperluas jangkauan agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan manfaat dari informasi yang disajikan.

    Dengan semangat baru dan dukungan dari para pembaca, Sorbansantri.com siap untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi dunia digital, khususnya dalam bidang pemberitaan yang informatif dan mendidik. (AI Sorban)

    https://youtube.com/shorts/OvMLfL3DDC0?si=gcBzVuoDO4ej8ZhD
  • Persekusi Terhadap Mahasiswa Beribadah di Tangerang, Netizen Geram

    Persekusi Terhadap Mahasiswa Beribadah di Tangerang, Netizen Geram

    wp.sorbansantri.com – Sebuah video yang menampilkan aksi pelarangan ibadah dan kekerasan terhadap sejumlah mahasiswa di kawasan Babakan, Cisauk, Tangerang, telah menyita perhatian publik di platform media sosial. Dalam rekaman viral tersebut, suasana ricuh dan suara teriakan ketakutan dari para mahasiswa terdengar jelas saat sejumlah warga menggeruduk tempat kost mereka.

    Video yang diunggah oleh beberapa akun media sosial, termasuk akun Permadi Arya, menampilkan suasana mencekam di kawasan tersebut ketika sejumlah warga diduga melakukan aksi kekerasan dan melarang para mahasiswa untuk melaksanakan ibadah di dalam kos-kosan mereka.

    https://www.instagram.com/reel/C6m9PeNStSN/?utm_source=ig_embed&utm_campaign=loading

    Permadi Arya dalam narasi video yang diunggahnya menyebutkan bahwa ada mahasiswa yang mengalami luka akibat bacokan dalam insiden tersebut. Para korban berasal dari Universitas Pamulang (Unpam).

    Lebih lanjut, Permadi Arya juga menyebutkan bahwa insiden ini berawal dari provokasi oleh oknum RT setempat yang bernama Diding. “Mahasiswa/siswi katolik univ. Pamulang Viktor dipukuli, dibacok cuma karena mereka BERDOA, berawal dari RT bernama Diding yang memprovokasi warga,” tulis Permadi seperti dikutip pada Senin (6/5).

    Peristiwa persekusi terhadap mahasiswa ini diketahui terjadi pada Minggu, 5 Mei 2024, seperti yang diunggah oleh akun @infotangerangkota.

    Menyikapi kasus ini, Kasatreskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Alvino, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan penyelidikan terkait dugaan tindak pidana tersebut. “(Kasus) perkara dugaan tindak pidana sedang kami tindak lanjuti dan saat ini dalam proses penyelidikan,” ungkapnya kepada awak media.

    Peristiwa ini telah menimbulkan kecaman dari masyarakat luas di media sosial, dengan banyak netizen mengecam tindakan kekerasan tersebut dan menuntut agar pihak berwenang bertindak tegas dalam menangani kasus ini. Keamanan dan kebebasan beribadah adalah hak asasi yang harus dijamin bagi semua warga negara. (AI Sorban)

  • Dalam Bayang Judi Online: Kisah Mengerikan Pelaku Mutilasi di Ciamis

    Dalam Bayang Judi Online: Kisah Mengerikan Pelaku Mutilasi di Ciamis

    wp.sorbansantri.com – Kabar tentang kasus mutilasi yang viral di jagad maya melalui akun Twitter @Heraloebss mengejutkan publik dengan fakta baru terkait motif pelaku. Pada Jumat, 3 Mei 2024, terungkap bahwa pelaku tega melakukan tindakan mengerikan tersebut karena terjerat dalam dunia judi online.

    Pelaku, Tarsum (50 tahun), diketahui terlibat dalam hutang besar akibat perjudian online yang mencapai 150 juta rupiah. Kondisi ini membuatnya terjebak dalam tekanan finansial yang berat, terutama karena usahanya sebagai bandar sapi dan kambing sedang mengalami kebangkrutan.

    Menurut laporan, pelaku mengaku mendapat bisikan gaib untuk melakukan pesugihan dengan tujuan menjadi kaya raya, sebuah tindakan yang justru membawanya pada kejahatan dan tragedi. Hal ini menjadi peringatan serius tentang dampak buruk dari keterlibatan dalam praktik judi online yang tidak terkendali.

    Kejadian ini juga menggambarkan betapa pentingnya edukasi dan pengawasan terhadap perjudian online di masyarakat, serta perlunya dukungan sosial dan penanganan yang lebih serius terhadap masalah kecanduan judi yang dapat mengakibatkan dampak psikologis yang serius seperti depresi, kekerasan, dan tindakan kriminal lainnya.

    Ketika diamankan oleh aparat, pelaku menunjukkan tanda-tanda kegilaan dan melakukan perlawanan, mengakibatkan kelelahan bagi warga dan aparat yang terlibat dalam penangkapan. Kasus ini juga mempertegas perlunya kesadaran akan kesehatan mental dan pencegahan terhadap faktor-faktor pemicu kejahatan di masyarakat. (AI Sorban)

  • Gamer Lokal Dikeroyok karena Kesetiaan pada Hero Nana

    Gamer Lokal Dikeroyok karena Kesetiaan pada Hero Nana

    wp.sorbansantri.com – Seorang gamer lokal yang hanya ingin dikenal sebagai “Nana Master 69” telah menjadi sensasi internet setelah dikeroyok oleh teman-temannya karena hanya bisa memainkan Nana di Mobile Legends. Insiden yang menggelikan ini terjadi ketika teman-temannya kehilangan kesabaran setelah kekalahan beruntun dalam pertandingan.

    Menurut saksi mata, “Nana Master 69” tetap kukuh dengan pilihan hero-nya meskipun dihadapkan pada ancaman “dikeroyok”. “Saya tidak peduli,” katanya dengan berani, “Nana adalah cinta sejati saya, dan saya akan memainkannya sampai akhir zaman!”

    Teman-temannya, yang sudah muak dengan ‘Nana-only’ gameplay, memutuskan untuk mengambil tindakan. “Kami sudah memberi tahu dia, main hero lain atau kami akan main-main dengan kamu,” kata salah satu temannya sambil tertawa. “Dan kami menepati janji kami!”

    Kejadian itu dengan cepat menjadi viral di media sosial, dengan banyak netizen menunjukkan dukungan mereka kepada “Nana Master 69”. Hashtag #JusticeForNanaMaster dan #NanaOrNothing menjadi trending topic di Twitter.

    Dalam sebuah wawancara eksklusif, “Nana Master 69” mengatakan, “Saya mungkin tidak bisa memainkan hero lain, tapi setidaknya saya setia. Dan hey, setidaknya saya mendapatkan banyak ‘like’ di media sosial!”

    Mobile Legends sendiri belum memberikan komentar resmi, tetapi rumor mengatakan bahwa mereka mempertimbangkan untuk membuat skin eksklusif untuk Nana yang diberi nama “Nana Master”.(AI Sorban)

  • Gebrakan Luar Biasa: Sekolah Muhammadiyah Menyebar ke Luar Negeri, Warganet Kaget!

    Gebrakan Luar Biasa: Sekolah Muhammadiyah Menyebar ke Luar Negeri, Warganet Kaget!

    wp.sorbansantri.com – Sebuah unggahan warganet kaget baru mengetahui sekolah Muhammadiyah ada di luar negeri, viral dan mencuri perhatian warganet.

    Masyarakat Indonesia mungkin tidak asing dengan instansi pendidikan yang didirikan Muhammadiyah. Namun, kini warganet dikejutkan karena Muhammadiyah juga mendirikan sekolah di luar negeri.

    Seperti baru-baru ini, seorang warganet membagikan foto sekolah yang didirikan Muhammadiyah di Australia. Unggahan itu viral usai dibagikan akun media sosial X atau Twitter @mengerami pada Senin (15/4/2024).

    Dalam fotonya, tampak papan sekolah bertuliskan Muhammadiyah Australia College dengan moto “Accomplishment Through Faith and Knowledge” atau “Pencapaian Melalui Iman dan Pengetahuan”.

    Anakmu sekolah mana? Muhammadiyah aja sih. Muhammadiyah yang dimaksud:,” tulis pengunggah. Sekolah Muhammadiyah di luar negeri. Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Bambang Setiaji membenarkan bahwa Muhammadiyah mendirikan sekolah dan universitas di luar Indonesia.

    “Di luar negeri, Malaysia (ada) Universitas Muhammadiyah Malaysia. Lokasi di Kota Perlis. Di Narre Warren, Australia, Victoria State (ada) sekolah dasar,” ungkapnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/4/2024).

  • Miris! Gaji Guru Honorer Hanya 150 Ribu Per Bulan, Setimpalkah?

    Miris! Gaji Guru Honorer Hanya 150 Ribu Per Bulan, Setimpalkah?

    wp.sorbansantri.comGuru adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang membentuk masa depan generasi muda. Namun, di balik dedikasi mereka, terdapat kisah-kisah yang memprihatinkan. Salah satunya adalah gaji guru honorer yang hanya mencapai Rp150 ribu per bulan. Dalam artikel ini, kita akan menggali lebih dalam tentang situasi ini dan mengapa perubahan diperlukan.

    Guru Honorer: Pekerjaan yang Tidak Dihargai
    Guru honorer adalah mereka yang mengajar tanpa memiliki status pegawai negeri atau kontrak tetap. Mereka sering mengajar di sekolah-sekolah swasta atau daerah terpencil. Meskipun berperan penting dalam pendidikan, gaji mereka jauh dari layak.

    Kisah Dina Fatma: Gaji Rp150 Ribuan
    Sebuah video viral di media sosial menampilkan Dina Fatma, seorang guru honorer, membuka amplop berisi gaji pertamanya. Dengan wajah terkejut, dia menemukan hanya satu lembar uang Rp100 ribu dan satu lembar uang Rp50 ribu. Padahal, jam kerjanya adalah lima jam pelajaran per hari, dengan bayaran Rp30 ribu per jam. Jika dihitung, gajinya seharusnya Rp600 ribu per minggu. Namun, kenyataannya sangat berbeda.

    Minimnya Penghargaan untuk Jasa Guru Honorer
    Dina bukanlah satu-satunya guru honorer yang menghadapi situasi ini. Banyak dari mereka merasa tidak dihargai dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Gaji yang minim membuat mereka bertahan dengan susah payah.

    Tuntutan Perubahan
    Kita perlu mengubah paradigma tentang gaji guru honorer. Berikut beberapa langkah yang bisa diambil:
    Peningkatan Gaji: Pemerintah dan lembaga pendidikan harus meningkatkan gaji guru honorer agar sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab mereka.
    Perlindungan Hukum: Guru honorer perlu mendapatkan perlindungan hukum yang memastikan hak-hak mereka terpenuhi.
    Transparansi: Sekolah harus transparan mengenai sistem penggajian dan memastikan gaji sesuai dengan jam kerja yang sebenarnya.

    Kesimpulan
    Gaji guru honorer yang hanya Rp150 ribu per bulan adalah cermin ketidakadilan. Mari bersama-sama berjuang agar para pahlawan tanpa tanda jasa ini mendapatkan penghargaan yang setimpal. Semoga perubahan segera terjadi demi masa depan pendidikan di Indonesia. 🙏

    Ada beberapa cara kita bisa mendukung guru honorer secara langsung:

    1.     Donasi Langsung: Berkontribusi dengan memberikan donasi langsung kepada guru honorer. Ini bisa berupa uang tunai, sembako, atau kebutuhan lain yang mereka butuhkan.
    2.     Bantuan Pendidikan: Jika Anda memiliki keterampilan atau pengetahuan tertentu, Anda bisa membantu guru honorer dengan memberikan pelatihan atau bimbingan kepada mereka. Misalnya, mengajari mereka teknik pengajaran yang lebih efektif.
    3.     Aktivisme: Berpartisipasi dalam kampanye atau aksi yang memperjuangkan hak-hak guru honorer. Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, kita bisa mendorong perubahan kebijakan yang lebih baik.
    4.     Beli Karya Mereka: Jika guru honorer memiliki karya seni atau produk lain, belilah dari mereka. Ini bisa membantu meningkatkan pendapatan mereka.
    5.     Bergabung dengan Komunitas: Bergabung dengan komunitas yang peduli dengan pendidikan dan guru honorer. Bersama-sama, kita bisa mencari solusi dan memberikan dukungan.
    Ingatlah bahwa setiap tindakan kecil pun bisa berarti banyak bagi guru honorer. Mari bersama-sama berkontribusi untuk memperbaiki situasi mereka. 🙏 (red)

  • Kiai Enggak Dijaga, Gereja yang Dijaga

    Kiai Enggak Dijaga, Gereja yang Dijaga

    SORBANSANTRI.COM
    Kiai tampar anggota Banser (Foto: tangkapan layar Youtube NU Garis Lurus)

    JAKARTA, wp.sorbansantri.com– Video kiai kelahiran Madura, KH Syukron Ma’mun yang tampak menampar salah satu Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser) viral di media sosial (medsos).

    Dalam video itu, tampak tamparan kiai tersebut hanya untuk mengingatkan agar anggota Banser kembali kepada tugas utamanya untuk menjaga keamanan ulama atau kiai.

    Dalam video berdurasi 29 detik itu, tampak Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Rahman ini menyindir salah satu Banser yang diduga melakukan penjagaan di sebuah gereja. Kiai yang menggunakan baju serba putih ini meminta agar oknum anggota Banser itu kembali menjaga keamanan ulama.

    “Menjaga kiai mestinya kamu di rumah saya Banser ini. Tapi akhirnya Banser, kiainya enggak dijaga gereja yang dijaga,” kata Syukron dikutip dalam video berjudul ‘KH. Syukron Makmun Tampar Seorang Banser Agar Jangan Jaga Gereja,’ yang diunggah akun YouTube NU Garis Lurus, Sabtu (23/04/2022).

    Setelah itu, Kiai Syukron Makmun juga terlihat menampar seorang pemuda dan mengingatkan hal yang sama.

    “Akhirnya kiainya enggak dijaga gereja dijaga. Bagaimana benar kan saya ngomong? Lah iya suruh jaga kiai,” ujarnya.

    Video viral kiai menampar anggota Banser ini mengundang beragam reaksi warganet di medsos.

    “Kembalilah kejalan yang benar wahai saudara ku,jangan mau diperalat oleh pemimpin mu yang haus kekuasaan itu,”kata akun @Win**

    “Semoga dengan tamparan mbah kyai, Banser NU bisa kembali ke fungsinya semula menjaga para Ulama, menjaga agama Islam,”tulis akun @Sibawa***

    (sumber)

  • BANSER HUSADA BAKSOS PENGOBATAN KORBAN BANJIR

    BANSER HUSADA BAKSOS PENGOBATAN KORBAN BANJIR

    Cyberaswaja.online| Sooko. Dalam rangka meringankan para korban dampak banjir yang berlangsung pada awal bulan Februari 2020 lalu di salah satu Desa Kecamatan Sooko Kabupuaten Mojokerto, SATUAN KHUSUS BANSER HUSADA ( SATSUS HUSADA ) menggelar Bakti Sosial (Baksos).

    Pada kesempatan baksos kali ini, SASTUS BASADA bersama Biro Satsus lainnya ditingkatan Satuan Kordinasi Cabang Barisan Ansor Serba Guna (SATKORCAB BANSER) Kabupaten Mojokerto, bergerak mendatangi Dusun Tempuran Desa Bekucuk, Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto untuk melaksanakan pengobatan Gratis. (11/02/2020).

    FOTO: Baksos Banser Husada korban banjir
    Foto: Kanan: Moch. Sokib Wakasatkorcab Banser bersama Banser Husada Kab.Mojokerto di Balai Desa Bekucuk-Sooko

    Kasatsus BASADA Kabupaten Mojokerto, mengatakan bahwa kegiatan ini sudah tugas kita semua menjadi Banser, kita laksanakan sesuai Instruksi Satu Komando dari Panglima tertinggi kita, yaitu ketua GP Ansor kabupaten Mojokerto, dan sebelumnya kita sudah koordinasi dengan pemerintahan setempat dan berkomunikasi dengan baik.

    “Pelaksanaan Baksos ini kita dilaksanakan pagi, mulai pukul 08:00-14:00 WIB, dan bertempat di Balai desa Bekucuk, dan sebelumnya kita sudah berkoordinasi dengan pemerintahan setempat, dan alhamdulillah kegiatan ini mendapatkan respon cukup baik sekali oleh warga yang terdampak banjir”. Ucapnya sahabat Sabarudin Selaku Kepala Satsus Basada.

    FOTO: Baksos Banser Husada korban banjir
    Foto: Baksos Pengobatan Banser Husada korban banjir peserta Emak-Emak Muslimat

    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir
    Foto: Baksos Pengobatan Banser Husada korban banjir

    Wakasatkorcab Banser Kabupaten Mojokerto mengatakan, bukan hanya Satsus BASADA saja yang telah terjun disini, sebelumnya sudah dilaksanakan oleh PC NU, beserta Banom-Banomnya diantaranya, BAGANA (Banser Tanggap Bencana), LBPI dan relawan-relawan lain untuk membantu evakuasi atas banjir yang terjadi.

    “Satsus Basada Baksos mengobati korban banjir, dan sebelumnya awal kejadian banjir, Banser Tanggap Bencana  (BAGANA) sudah terjun dahulu untuk membantu evakuasi bersama relawan-relawan yang lainnya”. Tegas Moch.Sokib selaku Wakasatkorcab Banser kab.Mojokerto.

    Bantuan Sosial berupa pengobatan diberikan BASADA, bermacam-macam, mulai dari pijat, tensi darah, bekam, terapi dan lain-lain, dan diberikan Gratis kepada warga yang sudah antri sejak pagi hari.

    “Pengobatan yang kita berikan diantaranya, tensi darah, pijat, bekam, terapi dan lain-lain, ini dilakukan oleh anggota Basada yang sudah mengikuti pelatihan-pelatihan sebelumnya, artinya mereka sudah punya skill dan kompetensi”. Tegas sahabat Basori Wakabiro Basada.

    FOTO: Baksos Banser Husada korban banjir
    Foto: Baksos Banser Husada Balai Desa Bekucuk

    baksos basada
    Foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    foto: Banser husada pengobatan kepada korban banjir
    Foto: Banser Husada Tensi Darah kepada korban banjir

    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir
      foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    baksos basada
    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    Foto: Banser Husada pengobatan kepada korban banjir

    Perlu diketahui, Bahwasannya Kaderisasi masing-masing Kecamatan se Kabupaten Mojokerto, alhamdulillah sudah terbentuk. Kehadiran Banser dalam kegiatan-kegiatan sosial agama, tampil dengan sesuai instruksi pimpinannya.

    Semoga banjir yang berada di wilayah Kabupaten Mojokerto ini cepat, surut dan masyarakat kembali melakukan rutinitas seperti biasanya. (wg/Infokom)

    nb: mohon maaf apabila salah tulis nama dan gelar dan tempat.