Tag: viral

  • NU, GP ANSOR DAN BANSER, CANGGU-JETIS BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM DAN KAUM DHUAFA

    NU, GP ANSOR DAN BANSER, CANGGU-JETIS BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM DAN KAUM DHUAFA

    Cyberaswaja.online|Jetis. Pengkaderan dan  Regenerasi ditindak lanjuti GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat (Majlis Dzikir dan Sholawat) MDS tingkat ranting yang dilaksanakan di Masjid Al Muttaqin Perum Canggu Permai pada Rabu Malam berjalan dengan hikmat , meriah dan sukses yang di hadiri oleh kurang lebih 200 (dua ratus) jamaah termasuk 4 group banjari dari Canggu. 5/02/2020.

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Rutin Bulanan Majelis Dzikir dan Sholawat

    Pelaksanaan Kegiatan MDS kali ini juga untuk menunjukkan bahwa masjid Al Muttaqin masjidnya warga NU bukan yang selama ini di tengarai banyak pihak bahwa masjid Al Muttaqin tempat paham paham tertentu yang tidak sesuai dengan Pancasila .

    kita harus memagari/membentengi anak anak kita generasi muda dari paham paham yang radikal. Dan menjadikan Masjid Al Muttaqin sebagai tempat atau basisnya paham ahlisunnah wal jamaah. Ucapnya Alim selaku ketua RW 04 ini.

    Kegiatan rutinan ini disambut baik dan didukung oleh Tamir masjid, “pentingnya ajaran ahlussunnah wal jamaah khususnya ajaran Mbah Hasim dan siap menjadikan masjid Al Muttaqin menjadi sentral siar Islam Aswaja”. Ucapnya Ketua Tamir Masjid Al-Muttaqin .

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat

    Rutinan yang dilaksanakan Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor mengembangkan ke gerenasi selanjutnya, agar amaliyah-amaliyah NU tetap terjaga dan diamalkan.

    “Kita bertekad terus memperjuangkan serta memperkenalkan Amaliyah NU kepada Generasi Muda baik di wilayah Canggu dan juga Perumahan Permai Canggu melalui kegiatan GP ANSOR”. Tegas Gus Darto selaku Ketua Ranting GP Ansor Canggu.

     

    Kegiatan Rutinan GP ANSOR melalui lembaga Majlis Dzikir dan Solawat ini, tidak hanya pembacaan sholawat, namun dilaksankan Program dengan memberikan Santunan Kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa, pada kesempataan kali ini, diberikan 17 (tujuh belas) anak Yatim Piatu serta 9 (sembilan) Kaum Dhuafa dengan bentuk pembagian  sembako.

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO : GP Ansor Ranting Canggu Santuni Anak Yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto: Ketua Ranting NU Santuni Anak Yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto; Ta’mir Masjid Al-Muttaqin berbagi bersama anak yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto; Rijalul Ansor Canggu berbagi bersama anak yatim 

    Bersholawat dan saling berbagi bersama ini kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa mendapatkan dukungan oleh ketua Ranting NU Canggu, kegiatan rutin bulanan GP ANSOR ini melalui Lembaga Majlis Dzikir Dan Sholawat mari kita laksanakan, sebagai Wujud menjaga amaliyah NU serta berdo’a demi kedamaian NKRI.

    “kita selaku bapaknya Ansor, mendukung penuh kegiatan ini, ada santunan anak yatim dan kaum dhuafa ini, kita tanamkan kepada generasi selanjutnya agar tetap dipertahankan melalui program GP ANSOR ini, insya Allah pada kegiatan selanjutnya kita tambah dengan menambah wawasan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah yang diisi oleh kyai”. Ucapnya Abah Alim, selaku Ketua Ranting NU Canggu.

    Rutinan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor ini, juga berjalan tertib dan aman dengan kawalan dan keamanan BANSER Canggu dalam pelaksanaan tugasnya, sebagai Garda Terdepan ketika dilapangan. (wg/Infokom).

    nb: mohon maaf apabila ada penulisan nama dan gelar.

  • Hukum Sedekah Laut (Larung Sesaji) dan Sedekah Bumi (Sedekah Desa)

    Hukum Sedekah Laut (Larung Sesaji) dan Sedekah Bumi (Sedekah Desa)

    Cyberaswaja.online|Pada tanggal 1 Suro (1 Muharram), sering kita dijumpai tradisi Larung Sesaji di laut oleh penduduk pesisir yang berprofesi sebagai nelayan.

    Di sisi lain, sebagian besar masyarakat pedesaan mengadakan acara Sedekah Bumi setelah panen raya.

    Apakah tradisi-tradisi tersebut merupakan kesyirikan?

    Sebagai santri, kita harus ingat ungkapan ulama kita:

    وقد قِيل -بحق- إنه إذا حُمل القول على تسعة وتسعين باباً تحتمل الكفر، وباب واحد يحتمل الإيمان وجب أن نحمِله على الإيمان

    “Jika ada 99 perkataan yang sudah mengarah kepada kekufuran dan masih ada 1 peluang untuk diarahkan kepada iman, maka wajib mengarahkannya kepada iman.”

    Mengapa? Karena, hari ini mengislamkan satu orang saja sulit, apalagi satu kampung? Aneh jika yang sudah muslim tiba-tiba dihukumi auto syirik dan kafir semua. Padahal masih ada celah untuk meluruskan agar dalam menjalankan tradisi, mereka tidak tergelincir ke dalam kekufuran.

    Sekarang mari kita kaji dua hal dalam Larung Sesaji yang sering dihukumi syirik oleh kaum Takfiri.

    1. Penyembelihan Hewan

    Dalam Al Qur’an sudah dijelaskan ketika menyembelih membaca BISMILLAH maka sembelihannya HALAL. Bukan untuk menghormati penunggu laut, Nyi Roro Kidul atau hal selain Allah.

    Imam Ibnu Hajar al-Haitami, salah satu ulama ahli tarjih dalam mazhab Syafi’i mengatakan:

    ﻭﻣﻦ ﺫﺑﺢ ﺗﻘﺮﺑﺎ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﺪﻓﻊ ﺷﺮ اﻟﺠﻦ ﻋﻨﻪ ﻟﻢ ﻳﺤﺮﻡ، ﺃﻭ ﺑﻘﺼﺪﻫﻢ ﺣﺮﻡ

    “Barang siapa menyembelih hewan untuk mendekatkan diri kepada Allah agar terhindar dari gangguan jin, maka tidak haram (boleh). Atau menyembelih dengan tujuan kepada jin maka haram (Tuhfatul Muhtaj 9/326)

    Ketika ditanya, para nelayan menjawab bahwa acara Larung Sesaji ini adalah untuk meminta kepada Allah

    Sedejah bumi
    Dok.Sedekah bumi

     agar diberikan keselamatan selama melaut dan berlimpahnya rejeki tangkapan ikan

    1. Kepala Sapi/Kerbau Dilarung ke Laut

    2. Menaruh makanan di pematang sawah (Sedekah Bumi)

    Apa nomer 2 dan 3 ini tidak termasuk perbuatan mubazir?

    Habibuna Luthfi bin Yahya mengarahkan agar kepala sapi atau kerbau yang dilarung di laut tersebut diniatkan untuk memberi makan terhadap ikan-ikan di laut.

    Apa mendapatkan pahala? Tentu saja dapat pahala.

    Kata Nabi, jika diniati sedekah/ memberikan makanan kepada makhluk hidup akan dapat pahala.

    Kita lihat dalam hadis sahih ketika ada sahabat nabi yang mengambil air untuk anjing yang kehausan, kemudian Nabi mengabarkan bahwa Allah SWT telah mengampuni dosa orang tersebut karena perbuatannya kepada anjing.
    Mendengar itu para sahabat bertanya:

    <

    p style=”text-align: right;”>ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﺇِﻥَّ ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ اﻟﺒَﻬَﺎﺋِﻢِ ﺃَﺟْﺮًا؟

    “Wahai Rasulullah apakah kami dapat pahala memberi makan binatang?”

    ﻗَﺎﻝَ: «ﻓِﻲ ﻛﻞ ﻛﺒﺪ ﺭَﻃْﺒَﺔٍ ﺃَﺟْﺮٌ»

    Nabi bersabda: “Pemberian makan untuk setiap perut makhluk hidup ada pahalanya.” (HR Bukhari)

    Tugas para da’i seperti Rijalul Ansor adalah meluruskan dengan bijak terhadap hal-hal yang kurang sesuai dengan ajaran Islam.
    Bukan lantas mengkafirkan keseluruhan umat karena tradisi yang dilakukannya, seperti yang sering dituduhkan oleh golongan Takfiri.

    Penulis : Ki Narto (Rijalul Ansor Kab.Mojokerto)

    Editor : WG-Infokom

  • PERINGATI HARLAH NU 94 BANSER GELAR BAKSOS di MAKAM Rois Syuriah Pertama PC NU

    PERINGATI HARLAH NU 94 BANSER GELAR BAKSOS di MAKAM Rois Syuriah Pertama PC NU

    Cyberaswaja.online|Gedeg. Memperingati HARLAH NU ke-94 BANSER GELAR BAKSOS di MAKAM Rois Syuriah Pertama PC NU – Sesuai namanya, BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) pasukan elit Nahdlatul Ulama (NU) ini dididik untuk siap siaga dalam kondisi dan situasi apapun.

    BANSER BAKSOS HARLA NU 94
    FOTO: Kepala Banser bersama jajarannya di Makam Rois Syuriah Pertama PC NU Kab.Mojokerto.

    Satuan Koordinasi Cabang (SATKORCAB) Banser kabupaten Mojokerto. Pada hari Jumat mereka menggelar Bhakti Sosial di kawasan makam panjang Desa Losari kecamatan Gedeg Mojokerto. Sejak pagi, ratusan anggota BANSER tersebut nampak semangat membersihkan area makam KH. Zainal Alim (Rois Syuriyah pertama PCNU kabupaten Mojokerto). 31/1/2020. 
    FOTO: KEPALA BANSER BERSAMA JAJARANYA MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM
    FOTO: Banser membersihkan Makam KH. ZAINAL ALIM, Rois Syuriah Pertama PC NU Kab.Mojokerto

    Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kabupaten Mojokerto, Ali Mohammad Nasih memang telah mengintruksikan kepada KASATKORCAB agar selain kegiatan pam keamanan, apel kebangsaan dan ngaji organisasi, BANSER juga bergerak aktif kegiatan social kemasyarakatan seperti ini. Terlebih ini adalah makam Kyai NU.
    “Kegiatan bersih makam ini dilakukan untuk menyambut HARLAH NU ke-94 dan sebagai bentuk bhakti santri pada Kyainya” Ungkap KASATKORCAB BANSER Mojokerto H. Moh. Yunus. 
    FOTO: KEPALA BANSER BERSAMA JAJARANYA MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM
    FOTO: Baksos BANSER di MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM

    “BANSER itu juga santri. Jadi harus khurmat Kyai, lah. Apalagi ini kan HARLAH NU,” Tambah Abah Yunus, sapaan akrabnya, Jumat (31/1/2020).

    Kegiatan sosial ini dilaksanakan guna menumbuhkan serta menguatkan rasa kebersamaan dan kegotong-royongan khususnya sesama anggota BANSER, umumnya kepada masyarakat.

    “Banser jaman sekarang dituntut semangat dan kesadarannya. Selain ngalap barokah (mencari berkah) kegiatan seperti ini dilakukan juga untuk uri-uri tradisi NU. Orang NU sejak dulu kan suka gotong royong dan menjaga kebersamaan,” imbuhnya.

    FOTO: KEPALA BANSER BERSAMA JAJARANYA MAKAM ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM
    FOTO: BANSER Tabur Bunga di makam ROIS SYURIAH KH. ZAINAL ALIM

    Kegiatan Baksos di Makam ini dihadiri sekitar 110 personil BANSER dari perwakilan seluruh PAC (Pimpinan Anak Cabang) se-Kabupaten Mojokerto, yang turut serta dalam kegiatan ini. Rencananya kegiatan ini akan dijadikan agenda rutin tahunan dan akan disebar ke makam para Kyai NU di kawasan Mojokerto. (wg/infokom)

    Penulis: Ki Narto
    Editor : WG-Infokom
  • Hujan Bukan rintangan untuk ber-Dzikir dan ber-Sholawat

    Hujan Bukan rintangan untuk ber-Dzikir dan ber-Sholawat

    Cyberaswaja.online|Pungging. Sungguh semangat yang luar biasa kita acungkan 4 jempol kepada para jama’ah dan penggemar Dzikir dan Sholawat pada hari Sabtu malam pukul 20.30wib sampai selesai. Meskipun hujan terus melanda mulai dari sore tadi tapi tetap semangat dan pantang menyerah para Jama’ah untuk ber-Dzikir dan ber-Sholawat.(01/02/2020).

    Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor
    Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor

    Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor
    Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor

    Kegiatan Dzikir dan Sholawat ini di adakan oleh LMDS-RA GP.Ansor PAC Kec.Pungging bersama MBS (Majelis Bronto Sholawat) dihadiri oleh para Ulama’ dan Umaro’ diwilayah Kec.Pungging serta dihadiri jamaah sekitar 1.500 orang.

    Foto: Jamaah Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor
    Foto: Seni Sholawatan

    Kegiatan berlangsung aman dan kondusif, terlihat BANSER sebagai Garda Terdepan Bangsa ini, juga menjaga untuk memastikannya kegiatan berjalan dengan baik. (Irul/infokom)

  • Gus Latif Mengingatkan Tugas Berat Rijalul Ansor di Dirosah Kader Ula II

    Gus Latif Mengingatkan Tugas Berat Rijalul Ansor di Dirosah Kader Ula II

    Cyberaswaja.online|Ngoro — Pimpinan Pusat Rijalul Ansor (PP RA) Gus Abdul Latif nampak bahagia dan terharu dengan semangat para kyai muda NU dan Ustadz-ustadz Muda di Mojokerto.
    Saat memberikan sambutan pada penutupan Dirosah Kader Ula II (DKU-II) yang digelar Pengurus Anak Cabang Rijalul Ansor Kec. Ngoro Kab. Mojokerto tersebut beliau menyatakan syukur dan kekagumannya atas antusias ratusan peserta dari Jumat (24/1) siang hingga Ahad (26/1) sore ini. Beliau juga mengingatkan tugas berat Rijalul Ansor. 26/01/2020

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Kanan: PW Rijalul Ansor (Shbt.Anjab), Tengah (Gus Abdul latif), kiri Ketua RA PC (Gus Lutfi Hakim)

    Selain Gus Latif, hadir juga Ketua PW Rijalul Ansor Jatim dan jajaran pimpinan PC GP ANSOR dan MWC NU Kec. Ngoro berserta badan-badan otonom, termasuk pengasuh Pondok Pesantren Sabilillah, KH. Muallimin.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Pengurus RA Cabang dan Wilayah

    “Saya sangat terharu, kegiatan DKU ini diikuti ratusan kader Kyai Muda. Bahkan ada Peserta yang datang dari luar PC Mojokerto. Naik bus dari Lamongan kemari. Ada juga dari PC Gresik dan Sidoarjo. Menempuh berjam- jam perjalanan hanya untuk bisa mengikuti DKU-II ini. Sungguh semangat yang luar biasa untuk berkhidmad di Ansor. Apalagi kegiatan seperti ini tidak gratis. sahabat-sahabat harus membayar sendiri untuk bisa ikut Dirosah ini. Subhanallah, semoga ini menjadi bukti agar dipantaskan dan diakui menjadi santri Mbah Hasyim Asy’ari dan para Muassis NU,” kata Gus Latif memberikan sambutan pada hari Ahad (26/1/2020), disambut tepuk tangan para hadirin.

     

    Dihadapan ratusan peserta DKU-II Gus Latif juga mengatakan bahwa masa depan NU dan Indonesia ada di tangan kader-kader Ansor. Merekalah yang akan menjadi para pemimpin NU dan generasi masa depan.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Gus Abdul Latif Penutupan Dirosah Kader Ula II

    “Pengkaderan seperti ini sangat penting, karena akan membuka pikiran dan menambah wawasan generasi muda NU agar lebih fokus dalam pergerakan, menyebarkan ideologi Islam Nusantara yang rahmatan lil alamin demi membendung laju ideologi yang membahayakan NKRI.
    Ini tugas berat tapi harus kita lakukan demi meneruskan perjuangan para masyayikh” tambahnya.

    Gus Latif mengatakan, kader muda NU di semua lini harus bergerak demi menjaga warisan yang agung ini. Terlebih lagi Rijalul Ansor yang memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk membentengi aqidah warga NU dari rongrongan ideologi yang memecah belah negeri ini.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Pimpinan Pusat Rijalul Ansor
    Gus Abdul Latif

    ” NU dan Indonesia tidak bisa dipisahkan. Ini adalah warisan perjuangkan para muassis NU. Tanggung jawab kita untuk menjaganya. Di tangan ANSOR hal ini dipertaruhkan. Kita harus siap melawan segala bentuk gerakan yang membahayakan aqidah Aswaja An Nahdliyyah dan keutuhan NKRI”,pungkasnya.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Pengurus Rijalul Ansor Cabang Mojokerto

    Upacara penutupan DKU-II yang dilaksanakan di halaman Pondok Pesantren Sabilillah, Watusari Ngoro ini ditutup dengan doa dari para Kyai NU dilanjutkan dengan pembacaan baiat kader.
    Keharuan pun terasa saat dimulainya prosesi siraman sebagai tanda kelulusan kader.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Panitia Dirosah Beserta Pengurus MWCNU Ngoro dan Banser

    Banyak peserta yang tak mampu lagi membendung air matanya saat lantunan sholawat mengiringi proses hormat dan mencium bendera merah putih, bendera NU dan Ansor. Banyak tamu undangan mengalami hal yang sama. Seolah turut merasakan betapa beratnya ingin menjadi santri yang diakui oleh Mbah Hasyim Asy’ari.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: proses Penutupan Dirosah Kader ula

    Menjelang Maghrib prosesi baiat selesai dan acara ditutup dengan sungkeman kepada para Kyai. (Ki Narto/Ketua Panitia/Pengurus Rijalul Ansor Cabang)

  • ISTIMEWANYA DIROSAH KADER ULA KE-2

    ISTIMEWANYA DIROSAH KADER ULA KE-2

    Cyberaswaja.online|Ngoro. Pengkaderan LMDS Rijalul Ansor yang terkemas dalam agenda Dirosah Kader Ula yang dimulai tanggal 24 Januari 2020 hingga saat ini berjalan lancar.
    Kondisi peserta nampak sehat dan antusias ketika mengikuti materi yang diberikan oleh semua intruktur.
    Sejauh ini hanya ada 3 orang peserta yang terserang flu karena menyesuaikan dengan cuaca dingin Pondok Pesantren Sabilillah yang berada di kaki Gunung Penanggungan ini.

    ketua panitia bersama biro infokom, biro balantas, biro bagana
    Foto: kanan kepala Biro Infokom (Choirul) ketua panitia (putih: Ki Narto), bersama biro, biro balantas (biru) dan biro bagana (orange)

    Hampir seluruh peserta Dirosah mengatakan bahwa baru kali ini mendapatkan materi-materi istimewa terkait pengetahuan aswaja an Nahdliyyah, tujuan organisasi, dan langkah kongkrit Rijalul Ansor ke depan. Pengetahuan dan pengalaman baru yang dirasakan oleh peserta ini memang masuk akal. Karena para intruktur Dirosah ini diambilkan langsung dari intruktur Nasional dan wilayah yang tentu mempunyai segudang pengalaman dalam menyampaikan materi pengkaderan, Di antaranya KH. Ma’ruf Khozin (Ketua ASNUTER Jawa Timur), Gus Mahfudz Hamid (Ketua PP Rijalul Ansor), Moh. Nailur Rohman (Ketua PW Rijalul Ansor Jawa Timur) dan Gus Muwafi (Kader Ansor Jatim dan DPRD Kabupaten Pasuruan).

    PENGURUS RIJALUL ANSOR
    Foto; PENGURUS RIJALUL ANSOR Cabang Mojokerto Bersama Wilayah Jawatimur

    Selain itu, pembekalan rohani juga diisi langsung oleh jajaran Kyai sepuh tingkat Nasional dan wilayah.
    KH. Ali Mas’adi (Wakil JATMAN pusat) dan KH. Azizi Hasbullah (Dewan Pakar LBMNU Pusat).
    Sore ini (Ahad, 26 Januari 2020) proses penutupan sekaligus baiat kader akan dilaksanakan oleh Pengurus Rijalul Ansor PW Jawa Timur.

    Foto; Pengurus Rijalul Ansor Cabang
    Foto; Pengurus Ponpes Sabilillah bersama Pengurus Rijalul Ansor Cabang Mojokero pengurus Wilayah Jawa Timur

    Ke depan diharapkan seluruh alumni Dirosah Kader Ula II mampu menjadi kader Ansor yang tangguh dalam keilmuan dan pergerakan demi menjaga tegaknya akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah an Nahdliyyah dan menjadi pelopor dalam perdamaian dan peradaban dunia. (Ki NartoPanitia Dirosah Kader Ula II)

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

  • Tambah dan Ganti Bunyi Adzan Hayya Ala Al-Jihad?

    Tambah dan Ganti Bunyi Adzan Hayya Ala Al-Jihad?

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com- Kalimat Azan sudah pakem diajarkan oleh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Kalau pun ada Sahabat Bilal menambah Azan saat Subuh itupun karena Nabi masih hidup dan menyetujui.
    ﻳﻜﺮﻩ ﺃﻥ ﻳﻘﺎﻝ ﻓﻲ اﻷﺫاﻥ ﺣﻲ ﻋﻠﻰ ﺧﻴﺮ اﻟﻌﻤﻞ
    Makruh mengucapkan dalam azan “Mari menuju pada amal terbaik”
    ﻗﺎﻝ اﻟﺒﻴﻬﻘﻲ ﻟﻢ ﺗﺜﺒﺖ ﻫﺬﻩ اﻟﻠﻔﻈﺔ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻨﺤﻦ ﻧﻜﺮﻩ اﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻓﻲ اﻻﺫاﻥ ﻭاﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
    Al-Baihaqi berkata: “Tidak ada riwayat Sahih redaksi ini dari Nabi shalallahu alaihi wasallam. Kami tidak suka dengan tambahan dalam azan” (Al-Majmu’ 3/98)

    Di zaman Nabi sudah ada jihad, apa Nabi pernah memasukkan kata Jihad dalam Azan? Kalau mau Jihad mbok ya dibekali dengan ilmu dulu… (abi sorban).
    sumber KH. Mafruf Khozin