Tag: wahabi
-

Memberi Susu Formula Menjadikan Ibunya Disiksa Di Neraka?
JAWABAN FATWA NYLENEH WAHABIOleh: K.Makruf KhozinTerlihat sekali yang menulis di gambar ini adalah kelompok tekstualis, mengambil hadis berdasarkan pemahaman sendiri dan tidak merujuk kepada para ulama ahli hadis.Untuk menjawab mereka saya kutip fatwa ulama mereka dari Arab Saudi yang dipimpin oleh Syekh Bin Baz dalam Majmu’ Fatawa Lajnah Daimah 21/19:ﻫﻞ ﺟﺎﺋﺰ ﺃﻥ ﺗﺮﺿﻊ اﻷﻡ ﻃﻔﻠﻬﺎ ﻣﻦ ﺣﻠﻴﺐ اﻟﻨﻴﺪﻭ ﺃﻭ ﺃﻱ ﺣﻠﻴﺐ ﻣﺜﻠﻪ ﺇﺫا ﻛﺎﻥ ﺣﻠﻴﺐ اﻷﻡ ﻏﻴﺮ ﻛﺎﻓﻲ ﻟﺘﻐﺬﻳﺔ اﻟﻄﻔﻞ؟Pertanyaan: Bolehkah seorang ibu memberikan susu (Nedo / formula) atau lainnya jika ASI tidak mencukupi kebutuhan makanan anaknya?ﺟ: ﻻ ﻣﺎﻧﻊ ﻣﻦ ﺇﺭﺿﺎﻉ اﻷﻡ ﻟﻄﻔﻠﻬﺎ ﻣﻦ اﻟﺤﻠﻴﺐ اﻟﺼﻨﺎﻋﻲJawab: Tidak ada larangan bagi seorang ibu untuk menyusukan bayi dari susu buatan.Di halaman lainnya (21/7) beliau fatwakan tidak haram menggunakan susu formula jika memenuhi 2 syarat:” الواجب على المرأة أن تحافظ على إرضاع أولادها وأسباب صحتهم ، وليس لها الاكتفاء بالحليب المستورد أو غيره إلا برضى زوجها بعد التشاور في ذلك ، وعدم وجود ضرر على الأولاد ” انتهى “Kewajiban seorang ibu untuk menjaga memberi ASI kepada anaknya dan kesehatannya. Seorang ibu tidak boleh mencukupkan dengan susu impor (formula) kecuali (1) mendapat izin dari suaminya setelah bermusyawarah, dan (2) tidak membahayakan kepada anaknya”Seorang ibu yang tidak menyusui anaknya namun diberi ASI kepada wanita lain berdasarkan firman Allah yang artinya:“…. Kemudian jika mereka menyusukan (anak-anak)mu untukmu maka berikanlah kepada mereka upahnya, dan musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik; dan jika kamu menemui kesulitan maka perempuan lain boleh menyusukan (anak itu) untuknya.” (Ath-Thalaq 6)Kalau sekiranya seorang ibu tidak memberi ASI akan disiksa di akhirat, tentu tidak akan ada pilihan dari Allah untuk boleh disusukan kepada wanita lain.Jadi yang dimaksud dalam hadis yang terdapat dalam meme ini adalah seorang ibu yang tidak mau memberi ASI kepada anaknya sehingga anaknya kelaparan di malam hari, sampai terjadi madlarrat bagi anak tersebut. Maka ibu semacam ini yang mendapat ancaman di akhirat kelak. Bukan ibu yang membuatkan susu formula.Tambahan: Saya tetap menganjurkan seorang ibu memberikan ASI eksklusif untuk anaknya maksimal sampai 2 tahun. Setelah itu untuk yang besar.( Para Musuh NU terlalu sering menyerang amaliah warga NU dengan dalil ala mereka! Agar faham dan bisa membungkam wahabi harus baca buku ini! Buku Dalil-Dalil Praktis Amaliyah Nahdliyah atau amalan warga NU – Terjemah Kitab Al-Moqthatofat Li Ahlil Bidayah (Ayat dan Hadits Seputar Amaliyah Warga NU) buku yang menjelaskan tentang amaliah warga NU beserta dalilnya, mulai dari ziarah kubur, tahlilan, shalawatan dan lain sebagainya.Penulis: KH. Marzuqi MustamarPenerjemah: K Ma’ruf Khozin -

Perbedaan antara Salafi dan Wahabi
wp.sorbansantri.com – Mungkin sebagian orang masih bingung dengan istilah Salafi-Wahabi, dan apakah perbedaan dari keduanya. Untuk menjawab pertanyaan itu, marilah kita lihat penjelasan dari Allamah Habib Hasan Assegaf dalam kitab Salafi Wahabi. Beliau berkata:
لا يقولون وهابية لأن هذا لقب صار مستشنعا
“Tidak dikatakan kepada Salafi masa ini dengan sebutan Wahabi, karena julukan Wahabi ini telah menjadi stiqma negatif”. (Salafi Wahabi, Allamah Hasan Assegaf, Hal 20)
Menurut penuturan Habib Hasan Assegaf as-Syafi’ie nama Wahabi telah menjadi stiqma negatif, sehingga untuk melancarkan misi dakwahnya mereka (para gembong Wahabi) membutuhkan baju baru, dan baju baru mereka itu bernama Salafi. Masih dalam kitab yang sama beliau berkata:
الحقيقة أنه لا فرق بين السلفية و الوهابية فهما وجهان لعملة واحدة، فهم يعتقدون بنفس المعتقدات و الأفكار
“Pada kenyataanya, tidak ada perbedaan antara Salafi dan Wahabi, karena keduanya (Salafi & Wahabi) memiliki misi satu misi, mereka pula memiliki keyakinan dan pemikiran yang sama”. (Salafi Wahabi, Hal 19)
Dari penuturan di atas dapat diambil kesimpulan.
-Salafi yang muncul di-era ini adalah Wahabi itu sendiri. Mereka menggunakan nama Salafi, untuk berkelit dan menyembunyikan identitas dari publik, dikarenakan stiqma negatif yang telah menempel pada istilah ini.
-Salafi dan Wahabi adalah dua wajah, yang memiliki keyakinan dan pemikiran satu, bukan dua golongan yang berbeda”.
Inilah daftar ustadz-ustadz Salafi Wahabi di Indonesia yang perlu diwaspadai, mereka memakai label ustadz-ustadz Sunnah untuk menipu kalangan awam.

-

Fakta Mengejutkan Tentang Tahlilan yang Dianggap Haram Oleh Salafi Wahabi
SORBAN Infokom | Dari sejak kemunculannya di bumi Nusantara Indonesia, Salafi-Wahabi paling demen mengumbar vonis atas haramnya (bid’ah) tahlilan. Mungkin mereka tidak menyadari bahwa tindakannya itu terlalu berlebihan yang bisa berakibat merusak Islam. Bagaimana tidak, bukankah itu berarti Salafi-Wahabi dan pengikut-pengikutnya mengharamkan yang halal atas tahlilan? Bahkan saking rusaknya pemahaman mereka terhadap Islam, mereka tak segan-segan pamer slogan batil: “Pelacur Lebih Mulia daripada Orang-orang Bertahlil (tahlilan). “

7 hari wafatnya KH. Abdulah Faqih Pengasuh Pondok Pesantren Langitan dirangkai dengan susunan acara Khotmil Quran bilghoib serta Pembacaan surat yasin dan surat Al Muluk dan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil Bahkan demi memperkuat vonis Salafi-Wahabi atas haramnya tahlilan, mereka dengan gegabah membayar seorang Ustadz dari Pulau Bali untuk membuat klaim bahwa tahlilan adalah tradisi Hindu. Hanya orang-orang bodoh yang bisa dikibuli oleh trik-trik dan rekayasa kebohongan Salafi-Wahabi. Cara membantah klaim tersebut cukup kita ajukan pertanyaan kepada para pemeluk agama Hindu: “Sejak Kapan di agama Hindu Ada Tradisi Tahlilan?”. Pastilah mereka para pemeluk agama Hindu akan bengong karena tidak kenal apa itu tahlilan. (abi-infokom)
-

AS-SAWAADUL A’DHOM “MAYORITAS UMMAT ISLAM YANG TERBANYAK”
wp.sorbansantri.com – Perhatikanlah kata Baginda Nabi Muhammad SAW ini tentang umat mayoritas…Baginda Rosulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam sudah memberikan pedoman bagi kita agar mengikuti As-Sawaad Al-A’dhom (jama’ah kaum muslimin mayoritas yang terbanyak), karena kesepakatan mereka (As-Sawaad Al-A’dhom) mendekati ijma’, sehingga kemungkinan keliru sangatlah kecil.حدثنا العباس بن عثمان الدمشقي. حدثنا الوليد بن مسلم . حدثنا معاذ بن رفاعة السلامي . حدثني أبو خلف الأعمى قال سمعت أنس بن مالك يقول سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم : يقول إن أمتي لا تجتمع على ضلالة . فإذا رأيتم اختلافا فعليكم بالسواد الأعظم“Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas (As-Sawad Al A’dhom).”(HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at-Thobroni, al-Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al-Hafidz As-Suyuthi dalam Jamiush Shoghir, ini adalah hadits Shohih)al-Imam As-Suyuthi rohimahullaah menafsirkan kata As-Sawadul A’dhom sebagai sekelompok (jama’ah) manusia yang terbanyak, yang bersatu dalam satu titian manhaj yang lurus.(Lihat: Syarah Sunan Ibnu Majah: 1/283). Menurut al-Hafidz al-Muhaddits Imam Suyuthi, As-Sawad Al-A’dhom merupakan mayoritas umat Islam yang terbanyak.Hadits diatas juga senada dengan Hadits yang masyhur dan shohih berikut ini…اختلفت اليهود على إحدى وسبعين فرقة سبعين من النار وواحدة في الجنة واختلفت النصارى على اثنتين وسبعين فرقة إحدى وسبعون فرقة في النار وواحدة في الجنة وتختلف هذه الأمة على ثلاث وسبعين فرقة اثنتان وسبعون في النار وواحدة في الجنة فقلنا : انعتهم لنا قال : السواد الأعظم“Umat Yahudi terpecah menjadi 71 firqoh, 70 firqoh dineraka dan 1 firqoh disyurga. Umat Nashoro terpecah menjadi 72 firqoh , 71 firqoh dineraka dan 1 firqoh disyurga. Umat ini (ISLAM) akan terpecah menjadi 73 firqoh, 72 firqoh dineraka dan 1 firqoh disyurga.”Kami (para sahabat) bertanya, “Tunjukkan sifatnya untuk kami.” Beliau menjawab, “As-Sawad Al-A’dhom.”(mayoritas)Diriwayatkan oleh Ath-Thobroni dalam Al-Kabir juz 8 hal. 273 nomor 8.051.Al-Haitsami berkata… “Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan At-Tirmidzi secara ringkas. Juga diriwayatkan oleh Ath-Thobroni dan rijalnya yang tsiqoh.” (Majma’ Az-Zawaid juz 6 hal. 350 nomor 10.436)Begitu juga senada dengan Hadits shohih berikut ini…لا يجمع الله أمر أمتى على ضلالة أبدا اتبعوا السواد الأعظم يد الله على الجماعة من شذ شذ فى النار“ALLAH SWT tidak akan membiarkan ummatku dalam kesesatan selamanya. Ikutilah As-Sawad Al-A’dhom. Tangan (rahmah dan perlindungan) ALLAH bersama jama’ah. Barangsiapa menyendiri/menyempal, ia akan menyendiri/menyempal didalam neraka.”Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Ibnu Abbas juz 1 hal. 202 nomor 398 dan dari Ibnu Umar juz 1 hal. 199 nomor 391 (Jami’ul Ahadits: 17.515)Selanjutnya perhatikan juga Hadits shohih berikut ini…قال أبو أمامة الباهلي : عليكم بالسواد الأعظمرواه عبد الله بن أحمد والبزار والطبراني ورجالهما ثقاتAbu Umamah Al-Bahili berkata, “Hendaknya kalian bersama As-Sawad Al-A’dhom. (golongan mayoritas umat Islam yang terbanyak)”. Diriwayatkan oleh Abdullah bin Ahmad dan Al-Bazzar dan Ath-Thobroni, rijal mereka berdua tsiqoh. (Lihat Majma’uz Zawaid nomor 9.097).Wahai diri yang masih merasa MINORITAS…Masihkah kalian meragukan Sabda Baginda Nabi Muhammad SAW diatas tadi bahwa kaum MAYORITAS lah yang dibangga-banggakan oleh beliau.. Bahwa kaum MINORITAS lah yang sangat-sangat harus dijauhi karena sudah menyempal+menyimpang kesesatannya walo mereka harus dibungkus AGAMA dengan label cantik berupa KEMBALI PADA ALQUR’AN+SUNNAH, semua itu hanya menipu ummat yang awam dan bodoh.Jangan membodoh-bodohi ummat yang sudah bodoh.ياأيها الإخوان الأعزاء….أما إن لنا اخوة من دون أهل السنة والجماعة من الوهابية والشيعة وغيرهما على ضلالتهم ومضلتهم فيجب علينا أدعياءلهم فعسى الله تعالى أن يكون أن يهديهم إلى الصراط المستقيم صراط الذين أنعم عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضالين. لأنهم لايحتاجون أدلة من أيات القرأن والأحاديث إلا الهداية منه تعالىWahai Saudara-Saudariku ASWAJA yang mulia…Kita punya saudara-saudari diluar AHLUS SUNNAH WALJAMA’AH (ASWAJA) seperti W@H@BI dan $YI@H DLL yang sesat-menyesatkan… Kita harus mendoakan mereka semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan sebuah HIDAYAH pada mereka pada jalan yang lurus, jalan yang telah ALLAH SWT berikan KENIKMATAN pada mereka, bukan jalan orang-orang yang dibenci juga bukan orang-orang yang sesat.Karena sejatinya mereka tidak butuh pada segudang dalil-dalil ALQUR’AN+HADITS kecuali hanyalah sebuah HIDAYAH dari ALLAH SWT.Oleh: Srikandi AswajaFihris Nanalush Shafa -

Menteri Agama Malaysia: Tak ada Tempat bagi Islam Salafi di Kuala Lumpur
-

Menteri Agama Malaysia Mujahid Yusof Rawa
Menteri urusan Agama Malaysia, Mujahid Yusof Rawa saat merespon statemen Zakir Naik, pemimpin Salafi India yang berdomisili di Malaysia mengungkapkan, Islam yang disebarkan Zakir Naik tidak mendapat tempat di negara ini.
IRNA Selasa (25/9) melaporkan, Mujahid Yusof Rawa dalam sebuah seminar dengan tema Islam dan Kedalanya di Masyarakat Multietnis mengkritik pidato Zakir Naik terkait pelecehan terhadap seluruh agama.
Seraya mengisyaratkan sejumlah statemen Zakir Naik, Rawa menjelaskan, tidak boleh melecehkan dan menghina agama lain baik itu di pidato maupun statemen. Yang seharusnya menurut Rawa adalah dakwa Islam harus dilakukan dengan metode yang moderat dan seimbang.

Zakir Naik Menteri Agama Malaysia menilai rahasia kesuksesan dakwah Islam di masa lalu adalah tidak menyerang agaman lain. Ia menjelaskan, Islam agama kasih sayang dan tidak ada tempat pelecehan kepada agama lain di Islam.
Naik diusir dari India tahun 2016 karena didakwa menyebarkan ideologi Salafi dan Wahabi. Ia juga didakwa melakukan pidato propagandis yang berujung pada serangan teror di Dhaka tahun 2016. Insiden teror tersebut menewaskan 22 orang. (MF)
-
-

Menurut Qonun Asasi NU, Wahabi Adalah Ahli Bid’ah
InfokomBanserNU- Ahli Bid ’ah Dalam Qonun Asasi NU. NU dengan tegas menempatkan dirinya pada posisi “jalan kebenaran”. Hal ini dapat anda lihat di dalam Qonun Asasi NU sebagai berikut:
Sementara itu segolongan orang yang terjun ke dalam lautan fitnah; memilih bid’ah dan bukan sunnah-sunnah Rasul dan kebanyakan orang mukmin yang benar hanya terpaku. Maka para ahli bid’ah itu seenaknya memutar balikkan kebenaran , memunkarkan makruf dan memakrufkan kemunkaran.
Mereka mengajak kepada kitab Allah, padahal sedikitpun mereka tidak bertolak dari sana.Mereka tidak berhenti sampai disitu, malahan mereka mendirikan perkumpulan pada perilaku mereka tersebut. Maka kesesatan semakin jauh. Orang-orang yang malang pada memasuki perkumpulan itu. Demikian penggalan kalimat dalam Qonun Asasi NU.
Namun siapakah atau golongan manakah yang dimaksud sebagai ahli Bid’ah dalam Qonun Asasi NU tersebut? Mari kita merujuk pada salah satu kitab pedoman Ahlussunnah wal Jama’ah yang dikarang langsung oleh KH. Hasyim Asy’ari sendiri dalam kitabnya Kitab Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Hal 9:
ﺯﻋﻤﻮﻥ ﺃﻧﻬﻢ ﻗﺎﺋﻤﻮﻥ ﺑﺎﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ
ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ، ﺣﺎﺻﻮﻥ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻭﺍﺟﺘﻨﺎﺏ
ﺍﻟﺒﺪﻉ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ ﻳﺸﻬﺪ ﺇﻧﻬﻢ ﻟﻜﺎﺫﺑﻮﻥMenganggap dirinya (salafi wahabi) melaksanakan amar makruf nahi munkar, merecoki masyarakat dengan mengajak untuk mengikuti ajaran-ajaran syariat dan menjauhi kebid’ahan. Padahal Allah maha mengetahui,
bahwa mereka berbohong. (Risalah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Hal 9ﻭ ﻣﻨﻬﻢ ﻓﺮﻗﺔ ﻳﺘﺒﻌﻮﻥ ﺭﺃﻱ ﻣﺤﻤﺪ ﻋﺒﺪﻩ ﻭ ﺭﺷﻴﺪ ﺭﺿﺎ
، ﻭﻳﺄﺧﺬﻭﻥ ﻣﻦ ﺑﺪﻋﺔ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻮﻫﺎﺏ ﺍﻟﻨﺠﺪﻱ
، ﻭﺃﺣﻤﺪ ﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻭﺗﻼﻣﺬﻳﻪ ﺍﺑﻦ ﺍﻟﻘﻴﻢ ﺍﻟﺠﻮﺯﻱ ﻭ
ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻬﺎﺩﻱDi antara mereka (sekte yang muncul pada kisaran tahun 1330 H.), terdapat juga kelompok yang mengikuti pemikiran Muhammad Abduh dan Rasyid Ridha. Melaksanakan kebid’ahan Muhammad bin Abdul Wahhab al-najdy, Ahmad bin Taimiyah serta murid-murid Ibnul Qoyyim al-jauzy dan Abdul hadi
ﻓﺤﺮﻣﻮﺍ ﻣﺎ ﺃﺟﻤﻊ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﻋﻠﻰ ﻧﺪﺑﻪ ، ﻭﻫﻮ
ﺍﻟﺴﻔﺮ ﻟﺰﻳﺎﺭﺓ ﻗﺒﺮ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ
ﻭﺳﻠﻢ ، ﻭﺧﺎﻟﻔﻮﻫﻢ ﻓﻴﻤﺎ ﺫﻛﺮ ﻭﻏﻴﺮﻩMereka mengaharamkan hal-hal yang telah disepakati oleh orang-orang Islam sebagai sebuah kesunnahan, seperti bepergian untuk menziarahi makam Rasulullah SAW serta berselisih dalam kesepakatan-kesepakatan lainnya.
ﻗﺎﻝ ﺍﺑﻦ ﺗﻴﻤﻴﺔ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻳﻪ : ﻭﺇﺫﺍ ﻻ ﺍﻋﺘﻘﺎﺩ ﺃﻧﻬﺎ ﺃﻱ
ﺯﻳﺎﺭﺓ ﻗﺒﺮ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻃﺎﻫﺔ ، ﻛﺎﻥ
ﺫﻟﻚ ﻣﺤﺮﻣﺎ ﺑﻐﺠﻤﺎﻉ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ، ﻓﺼﺎﺭ ﺍﻟﺘﺤﺮﻳﻢ ﻣﻦ
ﺍﻷﻣﺮ ﺍﻟﻤﻘﻄﻮﻉ ﺑﻪBahkan Ibnu Taimiyah menyatakan dalam Majmu’ Fataawa-nya, “……………… dengan demikian, karena berkeyakinan (yakni mengunjungi makam Rasulullah sebagai sebuah bentuk ketaatan), mereka telah jatuh pada keharaman yang telah disepakati oleh umat Muslim. Karenanya, keharaman adalah sesuatu yang mestinya ditinggalkan……………..”
ﻗﺎﻝ ﺍﻟﻌﻼﻣﺔ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﺨﻴﺖ ﺍﻟﺤﻨﻔﻲ ﺍﻟﻤﻄﻴﻌﻲ
ﻓﻲ ﺭﺳﺎﻟﺘﻪ ﺍﻟﻤﺴﻤﺎﺓ ﺗﻄﻬﻴﺮ ﺍﻟﻔﺆﺍﺩ ﻣﻦ ﺩﻧﺲ
ﺍﻹﻋﺘﻘﺎﺩ : ﻭﻫﺬﺍ ﺍﻟﻔﺮﻳﻖ ﻗﺪ ﺍﺑﺘﻠﻰ ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻮﻥ ﺑﻜﺜﻴﺮ
ﻣﻨﻬﻢ ﺳﻠﻔﺎ ﻭﺧﻠﻔﺎ ، ﻓﻜﺎﻧﻮﺍ ﻭﺻﻤﺔ ﻭﺛﻠﻤﺔ ﻓﻲ
ﺍﻟﻤﺴﻠﻤﻴﻦ ﻭﻋﻀﻮﺍ ﻓﺎﺳﺪﺍAl-Allamah Syeikh Muhammad Bakhit al-Hanafi Al-Muth’i menyatakan dalam kitabnya, Tathirul Fuad min danasil I’tiqood (Pembersihan hati dari Kotoran Keyakinan) bahwa, “kelompok ini sungguh menjadi cobaan berat bagi umat Muslim, baik salaf maupun kholaf. Mereka adalah duri “dalam daging/musuh dalam selimut” yang hanya merusak keutuhan Islam.
ﻳﺠﺐ ﻗﻄﻌﻪ ﺣﺘﻰ ﻻ ﻳﻌﺪﻯ ﺍﻟﺒﺎﻗﻲ ، ﻓﻬﻮ ﻛﺎﻟﻤﺠﺬﻭﻡ
ﻳﺠﺐ ﺍﻟﻔﺮﺍﺭ ﻣﻨﻬﻢ ، ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻓﺮﻳﻖ ﻳﻠﻌﺒﻮﻥ ﺑﺪﻳﻨﻬﻢ
ﻳﺬﻣﻮﻥ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺳﻠﻔﺎ ﻭﺧﻠﻔﺎMaka wajib menanggalkan/menjauhi (penyebaran) ajaran mereka agar yang lain tidak tertular. Mereka laksana penyandang Lepra yang mesti dijauhi. Mereka adalah kelompok yang mempermainkan agama mereka. Hanya bisa menghina para ulama, baik salaf maupun kholaf.
ﻭﻳﻘﻮﻟﻮﻥ : ﺇﻧﻬﻢ ﻏﻴﺮ ﻣﻌﺼﻮﻣﻴﻦ ﻓﻼ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺗﻘﻠﻴﺪﻫﻢ
، ﻻ ﻓﺮﻕ ﻓﻲ ﺫﻟﻚ ﺑﻴﻦ ﺍﻷﺣﻴﺎﺀ ﻭﺍﻷﻣﻮﺍﺕ ﻳﻄﻌﻨﻮﻥ
ﻋﻠﻴﻬﻢ ﻭﻳﻠﻘﻮﻥ ﺍﻟﺸﺒﻬﺎﺕ ، ﻭﻳﺬﺭﻭﻧﻬﺎ ﻓﻲ ﻋﻴﻮﻥ
ﺑﺼﺎﺋﺮ ﺍﻟﻀﻌﻔﺎﺀ ، ﻟﺘﻌﻤﻰ ﺃﺑﺼﺎﺭﻫﻢ ﻋﻦ ﻋﻴﻮﺏ ﻫﺆﻻﺀMereka menyatakan, “para ulama bukanlah orang-orang yang terbebas dari dosa, maka tidaklah layak mengikuti mereka, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.” Mereka menyebarkan (pandangan/asumsi) ini pada orang-orang bodoh agar tidak dapat mendeteksi kebodohan mereka.
ﻭﻳﻘﺼﺪﻭﻥ ﺑﺬﻟﻚ ﺇﻟﻘﺎﺀ ﺍﻟﻌﺪﺍﻭﺓ ﻭﺍﻟﺒﻐﻀﺎﺀ ، ﺑﺨﻠﻮﻟﻬﻢ
ﺍﻟﺠﻮ ﻭ ﻳﺴﻌﻮﻥ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺽ ﻓﺴﺎﺩﺍ ، ﻳﻘﻮﻟﻮﻥ ﻋﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻜﺬﺏ ﻭﻫﻢ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ، ﻳﺰﻋﻤﻮﻥ ﺃﻧﻬﻢ ﻗﺎﺋﻤﻮﻥ
ﺑﺎﻷﻣﺮ ﺑﺎﻟﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﺍﻟﻨﻬﻲ ﻋﻦ ﺍﻟﻤﻨﻜﺮ ، ﺣﺎﺻﻮﻥ
ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻋﻠﻰ ﺍﺗﺒﺎﻉ ﺍﻟﺸﺮﻉ ﻭﺍﺟﺘﻨﺎﺏ ﺍﻟﺒﺪﻉ ، ﻭﺍﻟﻠﻪ
ﻳﺸﻬﺪ ﺇﻧﻬﻢ ﻟﻜﺎﺫﺑﻮﻥMaksud dari propaganda ini adalah munculnya permusuhan dan kericuhan. Dengan penguasaan atas jaringan teknologi mereka merusak tatanan masyarakat. Mereka menyebarkan kebohongan mengenai Allah, padahal mereka menyadari kebohongan tersebut. Menganggap dirinya melaksanakan amar makruf nahi munkar, merecoki masyarakat dengan mengajak untuk mengikuti ajaran-ajaran syariat dan menjauhi kebid’ahan. Padahal Allah maha mengetahui, bahwa mereka berbohong.
Nah demikianlah bahwa yang dimaksud Ahli Bid’ah dalam Qonun Asasi NU tersebut sudah jelas, yaitu sebuah ajaran Pada abad ke XII Masehi faham Ibnu Taimiyah yang disebarkan dalam bentuk pratek oleh Muhamad bin abdul
wahab yang terkenal dengan sebutan WAHABI [1176-1257 M.] di najd dengan mendapat bantuan iparnya yaitu Raja Muhamad bin su’ud raja ke II yang menurunkan dinasti Su’udiyah di saudi arabiyah.Sebagaimana diketahui ayah Muhamad yang bernama Syeikh Abdul wahab adalah seorang ulama yang sholeh dari golongan ahlus sunnah wal jamaah. Begitu pula saudaranya Syeikh Sulaiman Al Qurdi dan Syeikh Muhamad Khayat Assundi dua ulama besar di madinah Pernah mengatakan “ALLAH AKAN MENYESATKAN ANAK INI SERTA ORANG YANG MENGIKUTI FAHAMNYA”.
Di Mesir ajaran Ibnu Taimiyah ini disebar luaskan oleh Syeikh Muhammad Abduh [1849-1905 M] dan murid ABDUH yang bernama Muhamad Rasyid Ridlo. (red.abi)
-

WAHABI KUASAI PEMERINTAHAN INDONESIA DAN BUBARKAN NU
InfokomBanserNU-
Saat Ini Media Sosial Salah Satu Tempat Paling Efektif Menyebarkan Paham Yang Cukup Mudah,Murah & Efisien.
Jika Para Pemuda NU Ingin Membuat Satu Acara Pengajian Memerlukan Proses Panjang, Mulai Dari Membentuk Panitia, Mencari Dana, Mencari Event Organizer, Membangun Panggung, Menyebarkan Pamflet Atau Undangan Belum Tentu Ramai Dan Memberikan Sebuah Paham Pada Masyarakat Di Zaman Sekarang Yang Super Sibuk, Tapi Jika Para Nahdliyin Membentuk Komunitas, Untuk Membuat Chanel Dan Jaringan Dakwah Khususnya di Dunia Digital, Medsos Dan YouTube Dan Lainnya, Masyarakat Yang Mungkin Awalnya Tidak Terlalu Paham NU, Kapan Waktu Akan Mengerti Sebuah Pemahaman ISLAM Yang Moderat, Sejuk Dan Penuh Rahmat Yang NU Bawa.
NU Harus Menjadi Pelopor Persaudaraan, Penggerak Perdamaian, Untuk Semua Golongan, Jangan Sampai Kelompok-kelompok Yang Tidak Jelas Menyuarakan Suara Umat Islam Indonesia, Menyebarkan Paham Yang Menimbulkan Kegaduhan, Perpecahan Dan Kehancuran.
Maka Dari Itu. Saat Ini Sudah Saatnya Para Pemuda NU, Menyuarakan Islam Yang Ramah, Sejuk Dan Moderat Ala Aswaja An-Nahdliyah.
Perlu Di Catat Perekrutan Calon-calon lSlS itu 75-80% Melalui Media Sosial.Dan Itu Kesalahan Kita Semua Yang Selama Ini Diam Dan Membiarkan Orang-orang Yang Dangkal Pemahamannya Tentang Islam Tapi Berani Menyuarakan Islam.
Channel-channel Hijrah Mereka Dengan Ratusan Ribu Hingga Jutaan Folowernya Siap Menjelma Menjadi Agen Kampanye Politik Dadakan Demi Ambisi Khilafah Palsunya, Siapa Yang Tidak Sejalan Dengan Mereka Akan Di Fitnah Habis-habisan, Dengan Propaganda Anti Islam & Isu-isu Yang Untuk Menjatuhkan & Membunuh Karakter Lawan Politiknya.
Militansi Mereka Sangat Solid. Sangat Terstruktur Di Bidang Media, Satu Artikel Hanya Butuh Waktu Satu Dua Jam Untuk Viral & Menyebar Di Seluruh Beranda Medsos,
Seperti Fanspage Tere Liye, Yang Menjadi Agen Kampanye Dadakan Padahal Tema Fanspagenya Adalah Kata-kata Motivasi, Hijrah, Saya Pernah Mencoba Diskusi Dengan Tere Liye, Agar Tidak Terlibat Di Panggung Politik Menggunakan Fanspagenya, Hanya Saja Dia Menghindar Dan Memilih Memblokir Saya, Padahal Saya Cukup Dekat & Mengenal Dia Dari Awal Perjuangan Di Komunitas Hijrah & Komunitas Penulis.
sumber
• Haddi VJB
Eks Pengurus Komunitas Hijrah
Yang Kini Berkhidmah Bersama NUNahdliyin Online
-

ARAB SAUDI MENANGKAP ULAMA-ULAMA WAHABI
wp.sorbansantri.com – Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi demi langkah reformasi dan demokratisasi Arab Saudi. Muhammad bin Salman atau Pangeran Salman adalah orang yang berada di balik agenda tersebut.Terjadi lagi, pemerintah Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi. Kali ini ulama dan qori’ terkenal, Syeikh Abdullah Basfar ditangkap oleh pihak otoritas Arab Saudi. Beberapa kasus penangkapan ulama dilakukan oleh Arab Saudi dalam beberapa tahun terakhir ini.Syeikh Abdullah adalah seorang profesor di departemen Sharia dan Islamic Studies di King Abdul Aziz University di Jeddah. Ia juga merupakan mantan Sekretaris Jenderal Organisasi Kitab dan Sunnah Dunia. Sebelumnya, Arab Saudi dikabarkan sudah menahan Syekh Saud Al-Funaisan. Al-Funaisan sendiri adalah seorang profesor universitas dan mantan dekan fakultas Syariah di Universitas Al-Imam di Riyadh.Langkah Arab Saudi menangkap ulama-ulama Wahabi menguatkan asumsi terkait upaya pemerintah Arab Saudi untuk mengamankan dan mereformasi Arab Saudi atas inisiasi Muhammad bin Salman (MBS).Penangkapan Ulama dan Reformasi MBS.Beberapa kasus penangkapan ulama yang dilakukan oleh Arab Saudi menjadi semacam “pembersihan” pahak keagamaan. Kini MBS melakukan reformasi di dalam negaranya. Ia ingin mengubah citra Arab Saudi dengan paham moderasi Islam.Ulama-ulama yang ditangkap oleh pihak kerajaan dianggap melakukan tindakan dan ceramah-ceramahnya mengganggu stabilitas kerajaan. Oleh karena itu, pihak MBS dan para pendukungnya menindak mereka agar tidak mengganggu dan menjadi ancaman kepentingan internal kerajaan.MBS melakukan berbagai kebijakan penting dan kontroversial. Ia tengah mereformasi Arab Saudi. Kebijakan kontroversial yang dilakukannya, diantaranya yakni memperbolehkan perempuan untuk menyetir mobil, menonton sepak bola di lapangan, dan beberapa kebijakan yang mengarah pada reformasi birokrasi Arab Saudi.Bagi kaum muda dan perempuan Arab Saudi, MBS adalah sosok pembaruan di tubuh kerajaan Arab Saudi. Ia menjadi tumpuan mereka ditengah kungkungan kebijakan Arab Saudi yang rigid dan kaku.Tetapi, bagi kaum ulama Wahabi Arab Saudi, MBS telah melanggar pemahaman keagamaan Arab Saudi yang sudah tumbuh subur di negara “Penjaga Dua Kota Suci”. Kondisi ini membuat otoritas kerajaan harus melakukan tindakan tersebut.Moderasi Beragama Arab SaudiKebijakan MBS yang dinilai banyak pihak memiliki dua sisi yang berseberangan. Di salah satu sisi, kebijakan reformasi Arab Saudi memiliki dampak besar dan memberikan kebebasan bagi kaum muda Arab Saudi dan melonggarkan mereka untuk mengekspresikan apa yang mereka inginkan selama ini.Moderasi beragama menjadi kebijakan dan keputusan yang diinisiasi MBS. Hal ini dilakukan ditengah paham Wahabisme yang dianggap terlalu kaku dan tidak memberikan ruang bagi banyak kaum muda dan perempuan Arab Saudi.Kebijakan Arab Saudi lainnya yang berusaha menggemakan moderasi beragama yakni melakukan diskusi intens dengan salah satu organisasi massa Islam moderat di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU).Pihak Arab Saudi dan Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, telah melakukan diskusi terkait moderasi beragama tersebut. Diskusi ini juga menunjukkan bahwa Arab Saudi ingin melakukan reformasi keagamaan dengan menggemakan moderasi beragama. Sikap MBS melalui pelbagai kebijakan kontroversial di Arab Saudi dianggap sebagai tindakan “out of the box”. Ia juga tengah mempersiapkan menuju visi Arab Saudi 2030. (sumber harakah. id) -

Dianggap Resahkan Warga, Tastafi Aceh: Plt Gubernur Larang Wahabi Gelar Pengajian

Surat Edaran Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, nomor 450/21770 tanggal 13 Desember 2019 sasarannya kepada paham import yang dikenal dengan istilah Wahabi. Hal itu diungkapkan Ketua Pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fikih atau Tastafi Banda Aceh, Tgk H Umar Rafsanjani, Lc.
Rafsanjani mengatakan, selama ini paham tersebut sangat meresahkan masyarakat Aceh, jadi SE tersebut bukan kepada mazhab yang mu’tabar.“Artinya jangan salah penapsiran dalam memahami surat edaran dimaksud,” ujarnya, dikutip dari Hairan Aceh, Selasa, 31 Desember 2019.
Pihaknya menilai, pemicu utama pro dan kontra perkara ini adalah karena multi tafsir.
“Sebab sasaran larangan yang ditujukan kepada siapa dan kelompok mana, perlu diketahui larangan pengajian itu ada pengecualian, tidak termasuk kepada mazhab yang mu’tabar, semisal Hanafi, Maliki dan Hambali, larangan tersebut kusus kepada paham Wahabi,” terangnya.
“Kita bisa lihat dan dengar dari berita bahwa kajian wahabi di usir di mana-mana, mulai dari Banda Aceh sampai ke daerah kabupaten kota. Bermacam kasus dan alasan sehingga kajian wahabi itu susah diterima oleh manyoritas masyarakat Aceh,” sambungnya.
Maka dari itu, kata Rafsanjani, bukan mazhab mu’tabar seperti Hanafi, Maliki dan Hanbali yang dimaksud dalam Surat Edaran Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.“Buktinya tidak ada kasus antar empat mazhab ini selain dengan paham wahhabi, karena mereka sering dan suka membid’ah dan menyalahkan selain dari kelompoknya sendiri,” ujar Rafsanjani.
“Nah, beranjak dari situlah maka Plt. Gubernur Aceh mengeluarkan surat edaran yang bunyinya lebih spesifik seperti itu agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan qanun Aceh yang sudah tertulis,” jelasnya.
Guna menyikapi hal itu, Pimpinan Dayah Mini Aceh ini meminta supaya tokoh dan masyarakat Aceh termasuk Ombudsman dan kader Muhammadiyah harus lebih bijak dalam menanggapi surat edaran Plt. Gubernur Aceh.
“Sebab Surat Edaran tersebut bertujuan untuk kebaikan masa depan aqidah dan paham rakyat Aceh yang sudah dianut dari abad ke abad sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia yang kita cintai ini,” pungkasnya.
-

KYAI CAP CATUT KUDUS, PENYELAMAT AJARAN SUNAN KUDUS
InfokomBanserNU- NAMANYA dikenal dengan sebutan Syaikh Rodhi. Yah, sosok pendatang baru itu tiba-tiba dapat gelar syaikh. Tidak ada yang mengetahui asal-usulnya. Tiba-tiba saja datang ke daerah Kudus kulon sekitaran Menara Kudus di zaman Nusantara bergerak.
Banyak sejarah tutur menyebut Syaikh Rodhi adalah misionaris wahabi yang saat itu sedang di puncak jihad menyebarkan dakwah “bid’ahnya” di daerah yang dari dulu dikenal sebagai wilayah santri; Kudus kulon.
KH. Sya’roni Ahmadi menyebut Syaikh Rodhi hidup sezaman dengan Surkati, tokoh yang difigurkan dalam Jamiyyatul Khoir. Dulunya, Jamiyyatul Khoir dipenuhi dengan tokoh-tokoh ahlussunnah waljama’ah keturunan Arab dan Yaman (khususnya). Tapi sejak Surkati bisa masuk mempengaruhi organisasi Islam pertama tersebut (berdiri 1901), paham yang disebarluaskan menjadi semakin bercorak wahabi.
Di zaman Surkati inilah Jamiyyatul Khoir ditambah akonim menjadi Jam’iyytul Khoir wal Irsyad dan peranakan Arab yang mendirikannya mufaraqah membuat jamiyyah sendiri bernama Rabithah Alawiyyin.
Kiai Sya’roni Ahmadi menyebut Surkati dan Syaikh Rodhi adalah utusan misionaris wahabi. Sementara utusan lainnya ada yang dikirim ke luar Jawa, untuk memecah belah umat Islam waktu itu, yang sedang bergerak melawan Belanda.
Di sekitar Menara Kudus abad 19 awal itu (tahun tepatnya belum diketahui sumber saya), Syaikh Rodhi bermukim dan menyebarkan ajaran-ajaran bid’ah untuk kalangan kelompok santri menara. Misalnya, dia mendakwahkan ajaran baru yang mengharamkan ziarah kubur Sunan Kudus, tahlilan serta berjanjenan. Semua itu sudah berlaku ratusan tahun di Kudus.
Banyak kiai dan warga di sekitar Kudus yang tidak setuju atas kehadiran tokoh tiba-tiba yang menyebarkan ajaran yak nah beh itu. Ujaran dan ceramahnya sangat meresahkan warga.
Diceritakan, Syaikh Rodhi ini pernah mengikat dirinya sendiri dengan rantai di masjid Menara Kudus. Bukan karena stres dan gila, tapi sebagai ungkapan dia tidak mau berpindah dari lokasi sekitar Menara karena diusir warga.
Tanda buruk kehadiran Syaikh Rodhi ini nampak dari kisah tutur yang menyebut adanya anjing misterius yang tiba-tiba muncul di tengah masjid depan menara kecil yang sekarang lokasinya ada di dalam masjid. Anjing itu adalah isyarah adanya manusia hina yang dikirim tuannya untuk menjaga akidah kotor, senajis hukum anjing dalam fiqih.
Meski “dakwah” nya ditolak oleh warga yang mayoritas santri, Syaikh Rodhi selalu berusaha dengan berbagai cara agar diterima. Sayangnya, pendapatnya yang dangkal mudah dipatahkan hanya oleh santri, belum sekelas kiai.
Dia merasa mendapatkan kesempatan bisa menguasai Masjid Menara peninggalan Sunan Kudus saat para kiai dan tokoh ulama di sekitar menara dipenjara oleh Belanda di zaman geger pecinan tahun 1918 M. Syaikh Rodhi pun menyebar pengumuman tantang debat dengan siapa saja dengan jaminan jika kalah harus mengikuti ajaran bid’ahnya.
Syaikh Rodhi tidak mengetahui kalau Kudus kulon adalah markas para santri, yang sudah dibangun Sunan Kudus sejak masih hidup. Ia mengira bila kiai Kudus banyak dipenjara artinya tidak akan ada lagi orang alim yang bisa melawannya. Dia tidak mengetahui peta bahwa Kudus kulon itu banyak orang alim yang kealimannya tidak nampak karena kalah dengan pamor mahabbah dan haibah Sunan Kudus.
Tantangan Syaikh Rodhi direspon oleh seorang alim yang tidak ikut dipenjara Belanda karena dianggap bukan sebagai tokoh penting. Namanya Kiai Hamid, yang oleh Kiai Sya’roni Ahmadi disebut dengan gelar populer Kiai Hamid Cap Catut.
Kiai Hamid siap debat dengan Syaikh Rodhi dengan satu syarat: yang kalah harus keluar dari Kudus dan tidak boleh kembali selamanya.
Syarat itu dipenuhi. Perdebatan ini ada yang menyebut terjadi di Masjid Menara Kudus, yang disaksikan oleh banyak orang.Kalah dalil, Syaikh Rodhi akhirnya harus keluar dari Kudus dan pergi entah kemana karena memang tidak diketahui asalnya. Kudus pun akhirnya terselamatkan dari pengaruh wahabi yang mengharamkan amaliyah ahlussunnah wal jama’ah, hingga sekarang.
Untuk mengenang peristiwa penting tersebut, Kiai Hambali atau Kiai Kamal (Kamal adalah nama ubahan setelah dipenjara Belanda, mukim di Damaran, belakang makam Sunan Kudus), mendokumentasikan dalam kalimat bahasa Arab,
ماتت البدعة بقيام حجة لأهل السنية
Artinya:
“Bid’ah sudah mati (seiring) ditegakkannya hujjah untuk ahli sunnah”.
Bila dijabarkan, ajaran bid’ah yang pernah disebar pertama oleh Syaih Rodhi di sekitar Menara Kudus sudah mati sejak dia kalah debat penuh dalil dengan Kiai Hamid Cap Catut yang membuktikan kebenaran ajaran ahlussunnah wal jama’ah.
Kalimat tersebut terukir di dalam Masjid Menara Kudus.Dalam manuskrip yang ada, tertera angka 1344. Kiai Kamal menyusun kalimat dokumentatif tersebut bukan hanya sebagai ungkapan penuh makna, tapi juga sangkakala yang menunjuk tahun kelahiran Nahdlatul Oelama (NO) 1926 yang bertepatan dengan 1344 H. Demikian sebagaimana dituturkan oleh M. Abdullah Al Badri.
Artinya, kelahiran NU pada tahun 1344 H adalah penanda “matinya” ajaran wahabi berkembang menjadi ideologi agama yang akan terus ditolak oleh NU, terbukti hingga sekarang.
Semoga, seluruh jama’ah MWC NU Sungai Gelam mendapatkan limpahan berkah, bikaromati Mbah Kyai Hamid Cap Catut, Kanjeng Sunan Kudus, ugi sedoyo para Wali ing Nusantara.
#JayalahNU
Alfatihah..


