Penulis: Sorban Santri

  • Pelantikan Pengurus Baru, Wujud Sukses Pengkaderan

    Pelantikan Pengurus Baru, Wujud Sukses Pengkaderan

    SORBANSANTRI.COM

    Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto kembali melakukan pelantikan Pengurus Ranting. Kali ini melantik Pengurus Pimpinan Ranting Desa Ketemasdungus, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto Masa Khidmat 2019-2021 (Sesuai SK tertanggal 25 Desember 2019). Pelantikan tersebut dilaksanakan bersama dengan kegiatan Lailatul Ijtima’ tingkat Ranting NU Desa Ketemasdungus pada Senin malam (20/01), di Musholla Al-Ihsan Dusun Sangkan Desa Ketemasdungus.

    Jumlah Anggota GP Ansor Ranting Desa Ketemasdungus yang dilantik sekitar 40 anggota yang terdiri dari 15 Pengurus Harian dan yang selebihnya 25 merupakan Anggota. Menurut sahabat Suyanto selaku Ketua Ranting periode sebelumya (purna tugas), dengan jumlah tersebut tentunya ini merupakan sejarah baru bagi Ranting GP Ansor Desa Ketemasdungus dan sebagai bentuk kebangkitan pemuda Desa Ketemasdungus.

    Selanjutnya, sahabat Sobirin selaku Ketua PAC GP Ansor Puri dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud tanggung Jawab dan amanat organisasi untuk terus melakukan pengkaderan sebagai upaya penguatan NU di masa sekarang pun di masa yang akan datang. Ia juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak baik dari jajaran pemerintah desa, tokoh agama maupun tokoh masyarakat yang telah mendukung kegiatan pemuda. Ucapan terimakasih juga ditujukan kepada Pengurus yang lama karena adanya pelantikan pengurus yang baru ini tidak lain adalah wujud dari keberhasilan pengurus sebelumnya.
    Disela-sela ramah-tamah, Bapak Jupri selaku Ketua Ranting NU berpesan semoga perjuangan GP Ansor Ranting Ketemasdungus khususnya dan PAC GP Ansor Puri pada umumnya semakin maju dan mampu bersinergi serta istiqomah.

    Di akhir kegiatan sebelum dibacakan do’a, Ketua Ta’mir Musholla, H. Jawawi, beliau menhaturkan kebanggaan yang luar biasa karena tidak menyangka yang hadir di acara lailatul ijtima’ kali ini jauh dari biasanya, membludak. Oleh karena itu beliau menyampaikan permohonan maaf bila ada kekurangan. beliau juga turut memberikan semangat kepada pemuda Ansor dan berpesan agar bapak ibu yang hadir di acara yang dianggap selaku orang tua agar terus mendukung kegiatan para pemuda Ansor.
    Turut hadir pula pada kegiatan ini Ibu Dwi Siti Kholiyah selaku Ketua Muslimat NU Desa Ketemasdungus yang juga merupakan Kepala Desa Ketemasdungus yang baru saja terpilih pada Pilkades serentak 23 Oktober 2019 lalu. Hadir pula tokoh agama dan tokoh-tokoh masyarakat.

    (Red. Fahrul Irwan Alif)

     

  • KADER ANSOR BANSER DIHARAPKAN FAHAM SIYASAH

    KADER ANSOR BANSER DIHARAPKAN FAHAM SIYASAH

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    – Sejak 2013 UAS merupakan kader HTI yang sampai saat ini belum kami temukan bukti otentik bahwa dia telah “Tobat”, bahkan dalam beberapa jejak digital dia pernah mengajak jama’ahnya untuk berbaiat kepada khilafah
    Kita boleh saja terkagum dengan sowannya UAS kepada para kyai sepuh jawa timur, kita juga boleh terpana dengan beredarnya foto selfi uas dengan kyai-kyai jawa timur.
    Tapi ingat! Buaya tetaplah buaya, dan ular tetaplah ular
    Jangan dikira senyumnya kader HTI sebagai pertanda i’tikad baik, tapi harus waspada itu bagian dari “Manis di bibir lain di hati”, bisa saja UAS dijadikan umpan untuk menghipnotis warga NU dengan sowan kepada para kyai Jawa Timur.
    Namun diakar rumput bawah kader HTI lainnya disuruh bergerilya menebarkan ideologinya sebagaimana kami temukan beredarnya buletin milik pengasong khilafah di masjid jami’ bangil pasuruan
    Sekali lagi tetap WASPADA! (GMNU)
  • LAZISNU MWCNU JETIS RUTIN MENYANTUNI YATIM PIATU DAN DHUAFA

    LAZISNU MWCNU JETIS RUTIN MENYANTUNI YATIM PIATU DAN DHUAFA

    Sorbansantri.com — NU CARE LAZISNU MWCNU JETIS teros bergerak menebar kemanfaatan kepada masyarakat, hari ini jum’at (26/02/2021) menyantuni 25 yatim piatu di TPQ AL FURQON desa kupang kecamatan jetis kabupaten mojokerto berupa uang dan sembako serta snack.

    Acara di mulai jam 16:00wib, dengan awali pembukaan, sambutan pengurus ranting NU KUPANG, pengurus LAZISNU MWCNU JETIS di sambung pembagian bantuan dengan di iringi pembacaan sholawat nabi, setelah semua anak yatim piatu menerima bantuan di tutup dengan doa di lanjutkan makan bersama, nampak kegembiraan yang terpancar dari wajah para pengurus yang menyaksikan anak anak yatim piatu yang ceria saat menikmati hidangan yang di sajikan

    SORBANSANTRI.COM
    Bersama sama menikmati hidangan

    Bapak YANTO selaku ketua ranting NU dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada pengurus atas kepeduliannya terhadap anak anak yatim piatu yang ada di desa kupang dan memohon maaf bila ada sesuatu yang tidak berkenan di hati para jamaah semua

    SORBANSANTRI.COM
    Bapak YANTO ketua ranting NU
    Bersama bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag

    Dalam sambutannya bapak MAHMUD BUKHORI S.Ag selaku ketua LAZISNU MWCNU JETIS menyampaikan bantuan yang di berikan mudah mudahan bisa sedikit meringankan beban ekonomi bunda yatim, beliau juga meminta doa kepada seluruh yang hadir mudah mudahan LAZISNU MWCNU JETIS teros bisa menebar kemanfaatan serta seluruh pengurus dan donatur di berikan kesehatan, di lapangkan rezekinya oleh ALLOH SWT.

    Kh. SHOLIKHIN selaku rois syuriah MWCNU JETIS sebelum memimpin doa beliau memberikan semangat kepada yatim piatu bahwa nabi MUHAMMAD SAW juga yatim piatu, tapi beliau adalah manusia tersukses dan termulia maka dari itu di harapkan anak anak nanti tetap semangat belajar dan mengaji supaya bisa menjadi sukses dan mulia. (Dikin sorban)

  • Pembukaan SUSBANPIM Angkatan V di Pasuruan Jawa Timur

    Pembukaan SUSBANPIM Angkatan V di Pasuruan Jawa Timur

    Infokom Banser NU- Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) Angkatan ke V yang diselenggarakan di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan resmi dibuka pada Senin (24/02).

    Acara kaderisasi tertinggi dalam hirarki pengkaderan di Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) itu dibuka dengan acara Apel kebangsaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Koordinasi Nasional (SATKORNAS) Banser H. Alfa Isnaeni. Sedangkan Sebagai Komandan upacara adalah Irsyad Yusuf selaku Kasatkorwil Banser Jawa Timur.

    Dalam Arahannya Alfa Isnaini menegaskan bahwa SUSBANPIM sebagai tingat tertinggi kaderisasi Banser adalah mencetak pimpinan Banser yang siap mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dari rongrongan musuh ideologi bangsa.

    “Sebanyak 175 Peserta Susbanpim angkatan V adalah kader terbaik Banser yang hadir dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh, Sulawesi hingga Papua. Ini adalah Kekuatan Banser karena Kadernya yang tersebar ke seluruh pelosok tanah air” tegas Alfa di hadapan Ratusan Peserta Apel.

    Apel kebangsaan yang diikuti oleh ratusan kader Banser yang termasuk didalamnya terdiri dari Kesatuan Khusus Banser seperti Banser Husada (BASADA), Banser Tanggap Bencana (BAGANA) dan Banser Penanggulangan Kebakaran (BALAKAR) Berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

    Hadir dalam Apel Kebangsaan adalah Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan Kepala Staf Kepresidenan Jendral (Purn.) Moeldoko serta Jajaran Muspimda Jawa Timur.

    Acara Susbanpim kemudian dibuka secara langsung oleh Sekjen PP GP Ansor Abdurrahman Adung. Dalam sambutannya yang mewakili Ketua Umum PP GP Ansor menyampaikan tentang perjuangan panjang Kader Ansor Banser dalam Menjaga Ulama dan NKRI.

    “Kader Ansor Banser tidak boleh lelah dalam mencintai Pancasila, Merah putih dan NKRI. Kalau ada yang menginjaknya maka mereka adalah musuh besar kader Ansor Banser. Maka Susbanpim siap mencetak kader yang tidak kenal lelah tulus ikhlas menjaga NKRI” Tegas Adung dalam Orasinya.

    Abdurrahman Adung kemudian meminta kesediaan Ketua Umum PP GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas Untuk memberikan Pidatonya kepada Peserta Apel.

    Ketua umum PP GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas yang sedianya memberikan mandat penuh kepada Sekretaris Jenderal PP GP Ansor akhirnya Turun ke tengah Lapangan menyampaikan Orasi singkatnya.

    Ketua Umum GP Ansor menyebutkan bahwa siapapun mereka yang menginjak harga diri para muassis Nahdlatul Ulama maka mereka akan berhadapan keras dengan Kader Ansor Banser.

    “Sekali lagi saya tegaskan bahwa Kader Ansor Banser Bersambung sanad Perjuangan dengan Para Muassis Nahdlatul Ulama. Maka menjaga marwah para muassis NU yang juga pendiri Negara ini adalah kewajiban ideologis bagi seluruh Kader Ansor Banser” Jelas Yaqut.

    Acara kemudian berlanjut dengan penyerahan secara simbolis Bibit tanaman dari PW GP Ansor Jawa Timur kepada Pengurus Cabang dan Jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah Jawa Timur.

    Kemudian dilanjutkan dengan Serah Terima Mobil Satuan Khusus Banser Jawa Timur yaitu Mobil BALAKAR dan BASADA dari PT. HM. Ssmpoerna kepada STAPA Center untuk kemudian diserahkan kepada Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi dan Kasatkorwil Banser Jatim Irsyad Yusuf.

    Acara kemudian ditutup dengan rangkaian aksi kanuragan Banser dan Banserwati yang dengan sigap perkasa berhasil mematahkan besi baja dan beton dengan tangan kosong.

    Yang menarik aksi kesaktian khas Pendekar Nahdliyin itu ditutup oleh Atraksi dari Kasatkorwil Banser Jatim Irsyad Yusuf. Komandan Banser Jawa Timur yang juga Bupati Pasuruan itu berhasil memukau peserta dan tamu undangan dengan berhasil mematahkan besi baja dan Beton dengan pukulan tangan kosongnya.

    (GP Ansor Kota Surabaya)

  • Rangkaian Kegiatan Harlah IPNU ke-66 dan IPPNU ke-65 PAC IPNU IPPNU Pacet adakan Khotmil Qur’an

    Rangkaian Kegiatan Harlah IPNU ke-66 dan IPPNU ke-65 PAC IPNU IPPNU Pacet adakan Khotmil Qur’an

    Pengurus Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an dalam rangka Harlah IPNU ke-66 dan IPPNU ke-65, Senin (24/02/2020).

    Kegiatan khotmil Qur’an diselenggarakan di Graha MWC NU ini merupakan tindak lanjut dari intruksi PC IPNU IPPNU Kabupaten Mojokerto untuk mengadakan Khotmil Qur’an yang diselenggarakan serentak di seluruh PAC dan PKPT se-Kabupaten Mojokerto. dan kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian kegiatan harlah IPNU ke 66 dan IPPNU ke 65 yang di selenggarakan oleh PAC IPNU IPPNU Kecamatan Pacet.

    SORBANSANTRI.COM
    suasana khotmil Qur’an

    “Kegiatan ini memang berbeda dari kegiatan biasanya, kegiatan Khotmil Qur’an ini kami kemas secara sederhana, tetapi kami yakin bahwa kegiatan yang sederhana ini lebih efektif dan lebih bermanfaat bagi Anggota PAC IPNU IPPNU Pacet” tutur Halimatus Sya’diyah ketua PAC IPPNU Kecamatan Pacet.

    Halimah sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan hari lahir IPNU IPPNU ke 66 dan 65 yang puncaknya akan kami laksanakan kegiatan Do’a Bersama dan Ngaji Ke-NU-an yang akan diikuti oleh seluruh anggota IPNU IPPNU se-Kecamatan Pacet.

    Ketua PAC IPNU Kecamatan Pacet Yus Sahril Shobirin menambahkan “Selain untuk memperingati harlah IPNU IPPNU, kegiatan khotmil Qur’an ini adalah untuk mengingatkan kembali kepada kita, bahwa sebagai Kader NU kita harus senantiasa melestarikan dan menjaga amaliyah – amaliyah NU yang ada seperti kegiatan khotmil Qur’an ini, walaupun terlihat sederhana tetapi akan lebih bermanfaat untuk kita”. (YSS-Red)

  • ANSOR BANSER LUAR BIASA KATA GIBRAN_RAKABUMING

    ANSOR BANSER LUAR BIASA KATA GIBRAN_RAKABUMING

    InfokomBanserNU_ Post dalam Twiter  @gibran_rakabuming Anak Presiden Joko Widodo.

    Jelas sebuah kebanggan saya diangkat jadi anggota kehormatan Banser Surakarta. Tapi, status itu menuntut tanggung jawab yang besar dan berat, karena ada kesejarahan jamaah dan jam’iyyah NU sebagai salah satu unsur penting pendiri dan penjaga kelangsungan NKRI.

    Peristiwa penting itu terjadi tadi malam, pada acara penutupan Diklatsar Banser-Ansor, Minggu kemaren di Jalan Wanda Maramis, Nusukan, Banjarsari.

    Saya, seperti juga Banser yang lain harus bisa menjadi sahabat siapa saja yang menyintai Indonesia, dengan menjaga jarak yang sama dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang jenis kelamin, etnis, agama, kesukuan dan sebagainya.

    Saya rasa, sahabat-sahabat Banser dan Nahdliyyin sudah jauh lebih lama mengamalkan ajaran-ajaran para kiai dan pendiri NU.Mari galang terus persaudaraan, menjadi benteng bangsa dan negara dari unsur-unsur radikal yang berpandangan sempit demi kelangsungan peradaban manusia yang adil dan setara.

    Semoga kita semua menjadi manusia yang bermanfaat, menjalankan perintah Allah untuk menjadi pribadi-pribadi yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.Jelas sebuah kebanggan saya diangkat jadi anggota kehormatan Banser Surakarta. Tapi, status itu menuntut tanggung jawab yang besar dan berat, karena ada kesejarahan jamaah dan jam’iyyah NU sebagai salah satu unsur penting pendiri dan penjaga kelangsungan NKRI.

    Peristiwa penting itu terjadi tadi malam, pada acara penutupan Diklatsar Banser-Ansor, Minggu kemaren di Jalan Wanda Maramis, Nusukan, Banjarsari.

    Saya, seperti juga Banser yang lain harus bisa menjadi sahabat siapa saja yang menyintai Indonesia, dengan menjaga jarak yang sama dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang jenis kelamin, etnis, agama, kesukuan dan sebagainya.

    Saya rasa, sahabat-sahabat Banser dan Nahdliyyin sudah jauh lebih lama mengamalkan ajaran-ajaran para kiai dan pendiri NU.

    Mari galang terus persaudaraan, menjadi benteng bangsa dan negara dari unsur-unsur radikal yang berpandangan sempit demi kelangsungan peradaban manusia yang adil dan setara.

    Semoga kita semua menjadi manusia yang bermanfaat, menjalankan perintah Allah untuk menjadi pribadi-pribadi yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

    (red_abi)

  • “MENITIPKAN SHOLAWAT LEWAT TUMBUH KEMBANG PEPOHONAN”

    “MENITIPKAN SHOLAWAT LEWAT TUMBUH KEMBANG PEPOHONAN”

    SORBANSANTRI.COM

    Tanam pohon dan bersholawat,,
    Iya mungkin sekilas agak bersebarangan, tapi menurut kami tidak.

    Penulis berfikir bahwa ini adalah hal yang selaras, dari segi amaliah nya. Teringat tentang kisah ketika Nabi melewati sebuah makam, Nabi Muhammad berhenti, kemudian berdo’a dan menaburkan bunga yang masih segar, lalu Nabi Berkata, “bahwa do’a ku akan terus tercurah selagi bunga-bunga ini masih segar dan belum mengering”.

    Lalu kita kembali ke kegiatan di atas dengan mengacu pada kisah ini, apakah salah ketika kita menanam pohon dengan bersholawat dengan harapan agar sholawat kita tetap tercurah selama apa yang kita tanam tumbuh dan membesar?

    Lalu di lihat dari sisi yang lain, menjaga kelestarian alam adalah tugas kita semua, karena di akui atau tidak kita bisa hidup juga berkat rahmat Alloh lewat pepohonan. Jadi tidak ada yg bersebarangan dengan kegiatan ini.

    Semoga ISHARI NU tetap tumbuh dan berkembang layaknya pepohonan yang mendistribusikan rahmat Alloh untuk kelangsungan.

  • GUS BAHA MENERANGKAN CIRI-CIRI AHLI SUNNAH ZAMAN AKHIR

    GUS BAHA MENERANGKAN CIRI-CIRI AHLI SUNNAH ZAMAN AKHIR

    InfokomBanserNU- Dalam pengajiannya gus Baha’ ( KH. Ahmad Bahauddin bin K.H. Noer Salim) menerangkan tentang ciri Ahlussunnah Wal Jamaah di zaman akhir.

    Ciri Ahli Sunnah di zaman akhir itu, dalam aqidah
    – Menganut Abu Hasan Al-Asyaari dan
    – Menganut Imam Abu Mansur Al Maturidi.

    Dalam fiqih mengikuti salah satu mazhab 4 yaitu:
    – Imam Abu Hanifah,
    – Imam Malik,
    – Imam Syafii atau
    – Imam Ahmad bin Hambal.

    Dan dalam tasawuf mengikuti salah satu mazhab antara
    – Abbul Qosim Al-Juanidi atau
    – Imam Ghozali.
    .
    .
    Mengapa menjadi definisi begitu?
    Karena, dulu firqoh di arab banyak yang menentang,
    “Itu pengertian apa?”
    Nabi tidak pernah menjelaskan begitu,
    Kalian jangan terjebak dengan ucapan mereka, bahwa nabi tidak pernah mengeluarkan definisi tentang ciri Ahlussunnah Wal Jamaah seperti itu,
    Ya tentu nabi tidak akan mengatakan seperti itu, karena di zaman nabi belum ada imam Ghozali, belum ada Abbul Qosim Al Junaidi.
    Tapi kita percaya dengan definisi seperti itu. Mengapa?
    Karena kita percaya bahwa Aswaja itu, orang yang seperti di katakan Nabi:

    _“Maa ana alaihil yauma wa ashabi.”
    “Yaitu orang yang mengikuti perilaku saya dan mengikuti para sahabat saya.”

    Itu teks yang disampaikan Nabi,
    Lalu kenapa kita harus menyebut nama imam-imam kita dan sanad kita?
    Karena kalau kita tidak menyebut sanad,
    akan muncul pertanyaan,
    “Kamu ko bisa tahu sahabat melakukan itu kata siapa?”
    Jawabnya “Kata guru saya.”
    Kita kan tidak bisa langsung mengatakan “kata Nabi.”
    Kata Nabi itu yang meriwayatkan siapa?

    Contoh Imam Bukhori,
    Imam Bukhori itu siapa?
    Beliau itu muridnya Imam Syafii,
    Karena Imam Bukhori itu periodenya setelah Imam Syafii,
    Saya hafal sanadnya Imam Bukhori sampai ke Rasulullah.
    Dan saya ( gus Baha ) punya sanad sampai Imam Bukhori.

    Misalkan kalian ditanya, “kamu tahu Amerika?”
    Terus kamu jawab “Tahu.”
    “Ko bisa tahu Amerika?
    Dan kamu jawab “lihat di TV.”
    Televisi saja kamu jadikan sanad ko Imam Syafii tidak jadi sanad.

    Misalkan lagi,
    “Kamu ko tahu kalau ketua DPR tersangka?”
    “Kata TV”.
    Sanadmu dari mana?
    “Kan dari TV.”
    Dan misal kamu bilang “Tahu sendiri” itu tidak mungkin,
    kan tidak mungkin kamu tahu sendiri ketika ada sidang di KPK.

    Contoh lagi, misalkan kamu ditanya suatu hal, terus kamu jawab “Nabi itu berkata gini, jadi tak perlu ulama, harus ke Nabi saja langsung”
    Lha kamu ko tahu kalau nabi bilang seperti itu kata siapa?.
    Apa kamu mau jawab lewat mimpi?
    Akhirnya mau tidak mau kamu harus menyebutkan guru.

    Makanya ada tradisi menyebut sanad, atau disebut juga menyebut ulama,
    Tapi orang-orang sekarang juga kadang bodoh,
    Ada orang yang bilang gak usah lewat ulama, yang penting langsung ke Nabi,
    Ulama bisa salah, kalau Nabi kan tidak bisa salah,
    Lha kamu itu ko bisa bilang kalau Nabi tidak bisa salah kata siapa?
    Jawabmu pasti “kata ulama atau kata guru.”
    Padahal katanya tidak percaya ulama?

    Makanya kalau bodoh jangan kebangetan,
    Apalagi sudah bodoh ngajak-ngajak lagi,
    Dan saya juga heran dengan orang model seperti itu,
    Bodoh kok bisa seperti itu sanadnya gimana?.

    Itulah mengapa, masyhur di dalam ilmu thariqah dan ilmu hakikat pepatah yang bilang begini
    “Laula Murobbi Lamaa arofnaa Robbi,
    wa laulal ulama lamaa arofnal ambiya”

    “Andaikan tidak ada yang mendidikku,sanad,
    tentu aku tidak tahu Tuhanku itu siapa,
    Dan andaikan tidak ada ulama,
    tentu kita tidak tahu para Nabi”.

    Kita mengetahui Tuhan karena ada yang mengajari,
    Kamu tidak mungkin bisa mengetahui Tuhan secara langsung.!
    Tapi diajari guru, bahwa Allah itu wujud, qidam baqa’ dst.
    Anehnya kadang dikenalkan oleh gurunya, terus lama-lama sombong, malah mbantah gurunya,
    Tapi itu sekedar sombong saja, hakikatnya tetap saja mengetahui Allah itu lewat guru.

    Misalnya lagi kamu tahu Nabi lewat saya,
    Saya ( gus Baha ) itu muridnya Kyai Maimoen,
    Kyai Maimoen muridnya Kyai Zubair,
    Kyai Zubair muridnya Kyai Faqih Maskumambang,
    Kyai Faqih muridnya Kyai Mahfudh Tremas,
    Kyai Mahfudh itu murid Sayyid Abu Bakar Satos yang mengarang kitab I’anatut Tholibin,
    Beliau muridnya Sayyid Zaini Dahlan,
    Muridnya Syekh Ustman Addimyati terus sampai

    (red.abi)

  • MAKAR….!! DI BALIK AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

    MAKAR….!! DI BALIK AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

    Oleh Ayik Heriansyah

    Sorbansantri.com – Amar ma’ruf nahi munkar suatu metode untuk menjaga kehidupan sosial politik agar tetap sesuai, selaras dan serasi dengan ajaran Islam. Amar ma’ruf nahi munkar bagian dari ajaran Islam. Siapa yang melaksanakannya mendapat ganjaran dari Allah swt. Oleh karena itu, agar diterima Allah swt amar ma’ruf nahi munkar harus benar dan baik sejak dari niat, tata cara sampai tujuan yang ingin dicapai.

    Kata Habib Umar al-Hafidz “Dalam berdakwah lakukan dengan cara yang baik dan lemah lembut. Begitu pula dalam memberantas atau mencegah kemunkaran, nahi munkar juga mesti dilakukan dengan cara yang ma’ruf pula. Bukan dengan cara yang munkar. Bukan dengan caci maki, dusta, khianat yang dengan cara tersebut berarti anda juga melakukan kemunkaran yang lain.” https://www.nu.or.id/post/read/111454/habib-umar–amar-ma-ruf-nahi-munkar–lakukan-dengan-cara-ma-ruf-.

    Sebelum melakukan amar ma’ruf nahi munkar, seseorang harus meluruskan dan membersihkan niatnya dari segala sesuatu selain Allah swt, maksudnya, seseorang harus berniat melakukan amar ma’ruf nahi munkar semata-mata karena perintah Allah swt, bukan yang lain.

    Puncak dari amar ma’ruf nahi munkar adalah ditujukan kepada penguasa. Nabi Ibrahim as dan Nabi Musa as contoh terbaik dalam hal ini. Kedua Nabi as ini mendapat perintah dari Allah swt untuk mendatangi penguasa saat itu, Namrudz dan Fir’aun guna menyampaikan nasehat agar kembali kepada Allah swt.

    Kedua Nabi as ini melakukannya dengan cara-cara yang baik. Bukan ingin mencela, mencaci maki, menghina, menurunkan kehormatan dan wibawa serta bukan pula mau menjatuhkan kekuasaan Namrudz dan Fir’aun. Mereka tidak diperintahkan untuk merebut kekuasaan Namrudz dan Fir’aun.

    Amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Musa as murni semata-mata karena perintah Allah swt. Tidak tersimpan motif makar di baliknya. Mereka Nabi Allah suri tauladan bagi para negarawan sejati. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar tanpa ambisi menjadi penguasa.

    Seorang negawaran sejati tidak mesti jadi penguasa. Bisa datang dari berbagai kalangan masyarakat. Mereka peduli terhadap kondisi negaranya, cermin dari suasana hatinya yang penuh kasih sayang berkat limpahan anugerah kasih sayang Allah swt.

    Negarawan sejati dadanya lapang. Penuh harap akan rahmat Allah swt. Bagaimanapun terpuruknya negara, mereka tidak putus asa berusaha bangkit bersama. Dada mereka tidak sempit, jauh dari kebencian kepada penguasa. Karena mereka sadar, hanya Allah swt tempat bersandar, bukan amal mereka.

    Syaikh Ibnu ‘Athaillah mengawali hikmahnya di dalam kitab al-Hikam dengan untaian kalimat yang indah

    مِنْ عَلاَ مَةِ اْلاِعْـتِــمَادِ عَلَى الْعَمَلِ، نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُـودِ الزَّ لــَـلِ

    “Di antara tanda-tanda bersandar kepada amal adalah berkurangnya rasa harap ketika terjadi kesalahan.”

    Negarawan sejati tidak pernah melepas akad bai’at taat kepada pemimpin yang mereka pilih dan angkat. Mereka memilih tetap bersabar sampai Allah swt menurunkan pertolongannya.

    Sebab, keluar dari ketaatan kepada pemerintah (menjadi khawarij), menuntut pemakzulan Presiden (makar) dan bertindak anarki (bughat), di antara bentuk-bentuk putus asa dari rahmat Allah swt. Walaupun dibungkus dengan istilah amar ma’ruf nahi munkar. Anwar-sorbar

  • Pengobatan Bekam “Gratis” oleh PAC GP ANSOR Jetis

    Pengobatan Bekam “Gratis” oleh PAC GP ANSOR Jetis

    Infokom PAC Jetis : Selain mahir di bidang sholawatan , PAC GP Ansor jetis mengembangkan kiprah dan manfaat ilmunya di tengah tengah masyarakat terutama jam’iyah Annahdliyah . Yaitu dengan menggelar acara bakti sosial berupa pengobatan secara gratis dengan tehnik BEKAM

    Abah Alim melakukan Bekam pada pasien

    SORBANSANTRI.COM

    Bertempat di masjid Al Amin dusun Pecuk desa Ngabar kec Jetis kab Mojokerto,Pada hari Senin tanggal 24/02/2020 pukul 14-00wib-16.00wib.Bekerjasama dengan MWC NU kec Jetis yang kebetulan bersamaan dengan acara majlis Lailatul Ijtima’. Tidak hanya warga sekitar tapi juga di ikuti oleh peserta dari luar desa Ngabar ..

    Antusiasme masyarakat tentang pengobatan alternatif Bekam

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Terapis bekam yang di Komandani oleh Rijalul Ansor (RA) Ranting Canggu ini juga di hadiri terapis dari pengurus Ansor daerah lain termasuk ada yang dari Kab.Sidoarjo .. Banyak peserta terapi pengobatan bekam yang merasakan beda badannya sebelum dan sesudah, “badan jadi lebih fresh dan nyaman setelah di bekam” kata salah satu pasien Bekam termasuk yang merasakan hal tersebut adalah peserta yang berasal dari desa Canggu .

    Karena Sebelum jam 14:00 wib banyak warga yang sudah hadir maka baksos kami mulai agak awal dan alhamdulillah yang semula kami jadwal sampai jam 16:00 tapi kami tunda sampai jam 17:00 wib harapan panitia mudah mudahan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan lebih banyak lagi yang akan menggunakan tehnik bekam ini untuk menjaga kesehatan nya ….

    Kordinator acara ini mengatakan “bahwa tehnik bekam ini sangat banyak sekali manfaatnya,diantaranya bisa membersihkan darah kotor yang ada di dalam tubuh sehingga peredaran darah menjadi lancar , juga bisa menurunkan kolesterol dan tekanan darah”..

    • Jika anda ingin sehat ala Rasulullah tidak ada salahnya untuk mencoba tehnik kesehatan Bekam ini

    PAC GP Ansor Jetis

    #By.Abah Alim/Irul infokom