Penulis: Sorban Santri

  • Warga Nahdliyin dalam membela NU

    Warga Nahdliyin dalam membela NU

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Ada banyak cara kaum Nahdliyin dalam membela NU. Ada yang masuk dalam struktural atau kepengurusan tingkat pusat hingga ranting, Badan Otonom (Banom) hingga NU akar rumput atau NU kultural.

    Usia kaum Nahdliyin yang beragam beserta kapasitas intelektualnya juga mempengaruhi ekpresi ke-NU-annya. Warga NU yang sudah sepuh, sudah lama berkiprah di NU atau intelektualitasnya teruji, membela NU dengan cara yang dewasa. Membuka ruang dialog, kajian-kajian Aswaja,diskusi hingga debat santun.

    Berbeda dengan kaum muda NU yang mungkin warga baru atau pengetahuannya masih standar, membela NU sesuai dengan seleranya dan sesukanya. Yang penting menang. Hajar sana-sini tak peduli apakah sikapnya sudah sesuai dengan metode dakwah NU atau belum. Pokoknya yang penting hajar.

    Tentu tidak semua kaum muda NU yang demikian. Kaum muda NU yang paham tentang metode dakwah NU, santri NU yang sudah belajar akhlak dan adab, matang dalam pemikiran tentu akan membawakan NU sesuai dengan ketinggian ilmunya. NU itu mulia maka berupaya menjunjung tinggi kemuliaan NU dan tidak akan merusak citra NU dengan sikap yang buruk.

    Ketidaksinkronan antara semangat yang meletup-letup dengan pengetahuan inilah yang ternyata membawa dampak buruk bagi marwah dan kehormatan NU. NU yang selama ini dipandang sebagai ormas besar yang toleran, humoris, santuy bahkan dikenal sebagai rumah besar bagi kebhinnekaaan harus menanggung risiko dan stigma negatif.

    Saya berprasangka baik bahwa apapun yang dilakukan oleh kaum Nahdliyin, baik kaum tua maupun kaum muda, pengurus struktural maupun kultural semuanya adalah cinta NU. Semuanya mengekspresikan kecintaan pada NU meskipun dengan cita rasa yang berbeda. Dengan style yang beraneka. Tidak berharap pamrih dan nama besar. Sebagai manusia biasa tentu punya batas dan kapasitas kemampuan yang berbeda-beda. Jika ada yang kurang dari warga Nahdliyin maka yang salah bukan NU-nya karena NU tidak ada masalah.

    Dengan beragamnya karakter, pengetahuan dan latar belakang warganya, mau tidak mau NU harus siap menampung itu semua. Kaum sepuh maupun muda, alim maupun awam, ada didalam tubuh NU. NU sebagai ormas besar bahkan diusianya jelang satu abad, harus legowo menghimpun segala karakter manusia dengan tetap berpijak pada jati dirinya. Moderat, mewujudkan Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

    NU itu kekal dalam arti ormas yang hidup disetiap zaman. Eksis dimasa Soekarno, Tertatih-tatih dimasa Soeharto dan kini beberapa kader NU ada dipemerintahan Jokowi. Setia mengawal pemerintahan tak pernah khianat pada NKRI. NU sudah ada sebelum kita ada, NU ada saat kita ada dan NU akan tetap ada saat kita nanti tiada. NU akan hidup sampai hari kiamat.

    Dengan kenyataan itu, kita harus siap menerima berbagai macam watak orang NU. Kaum sepuh dan alim ulama harus tetap sabar membimbing umat, mengayomi umat dengan kesederhanaan dan welas asih. Jika kaum sepuh dan alim ulama meninggalkan umat lantas siapa yang akan membimbing umat kedepan.

    Kaum sepuh, ulama dan pengurus struktural harus siap sabar dengan sikap kaum muda yang kadang agak keras, terlalu agresif dalam membela NU. (Sinkqy Cah Bali)

  • Ustadz Maaher Meninggal Dunia di Rutan Mabes Polri

    Ustadz Maaher Meninggal Dunia di Rutan Mabes Polri

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Soni Ernata atau Ustadz Maaher meninggal dunia di Rutan Mabes Polri. Dia meninggal pada pukul 19.00 WIB tadi.

    “Betul, beliau meninggal sekira jam 7 malam di Rutan Mabes Polri,” ujar kuasa hukum Ustaz Maaher Djudju Purwantoro saat dihubungi, Senin (8/2/2021).

    Jenazah Ustaz Maaher langsung dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pada pukul 20.00 WIB.

    “Dan sekitar jam 8 dibawa ke RS Polri. Ba’da Isya. Dan saya saat ini menuju RS Polri Kramat Jati,” terangnya.

    Djudju mengungkapkan Ustaz Maaher meninggal karena sakit. Seminggu lalu almarhum baru saja kembali ke rutan dari RS Polri untuk mendapat perawatan.

    “Meninggal kan di berita-berita banyak sakitnya beliau dan kami mohon dibantarkan. Dan beliau seminggu yang lalu baru pulang dari RS Polri habis perawatan. Dan 3 hari lalu sudah dialihkan dilimpahkan ke kejaksaan dan Kamis saya sudah kirim surat atas nama kuasa saya mintakan yang bersangkutan melihat kondisi sakit untuk kembali dirawat,” tandasnya.

    Ustadz Maaher ditahan di Rutan Bareskrim Polri setelah menjadi tersangka kasus ujaran kebencian di media sosial. Dia ditangkap pada 4 Desember 2020 lalu.

    Di dalam tahanan, Ustadz Maaher sempat mengeluhkan sakit. Dia kemudian dibantarkan ke RS Polri. (sumber)

  • Jenazah ABK Kapal China Asal Banyumas Tiba di Indonesia

    Jenazah ABK Kapal China Asal Banyumas Tiba di Indonesia

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    – Jenazah Anak Buah Kapal (ABK) asal Banyumas, Dzul Faqih pada Kamis (4/2/2021) sekira pukul 11.30 WIB tiba di rumah duka di Desa Karang Kemiri, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.
    Suasana seketika itu pecah dengan derai air mata yang tak bisa dibendung oleh keluarga almarhum Dzul Faqih dan tetangga.
    Setelah dikabarkan meninggal pada hari Kamis (9/4/2020), jenazah Dzul Faqih sempat tidak jelas keberadaan dan kapan dipulangkan ke tanah air.

    “Memang agak sulit karena terkendala adanya pandemi dan sempat adanya lockdown jadi tidak bisa kemana-mana.
    Akhirnya kita saling kontak dengan agensi dan BNP2MI,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Banyumas, Joko Wiyono kepada Tribunbanyumas. Minggu (7/2/2021).

    Dzul Faqih adalah anak dari pasangan Rudi Hermawan dan Sri Lestari yang bekerja sebagai Anak Buah Kapal FV Ming Xiang No.878 yang berbendera China dengan nomor Paspor C3702084 melalui agensi PT. Agung Semilir Bahari, Pemalang.
    Almarhum bekerja sebagai ABK sejak Juli 2019, dan dikabarkan meninggal karena kecelakaan kerja pada 9 April 2020. Karena keadaan yang belum memungkinkan dipulangkan akibat pandemi Covid-19, membuat keluarga merasa khawatir dan cemas terkait keberadaan jenazah di kapal tersebut.

    Dzul Faqih adalah kader Ansor-Banser Kabupaten Banyumas, dan telah mengikuti jenjang kaderisasi Diklatsar Banser yang diadakan di Desa Tumiyang, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas pada 2019.
    Pihak keluarga didampingi pengurus PAC GP Ansor dan Satkoryon Banser meminta PC GP Ansor Kabupaten Banyumas melalui LBH Ansor untuk melakukan advokasi atas kejadian kecelakaan kerja tersebut dan meminta untuk dilakukan upaya pemulangan jenazah.

    LBH Ansor yang ditugaskan oleh Ketua PC GP Ansor Banyumas sekaligus ditunjuk sebagai kuasa hukum pihak keluarga melalui Ketua LBH Ansor menugaskan secara langsung kepada sahabat Febrian Rosa Pratama, S.H. untuk melakukan advokasi secara tuntas.

    Pengumpulan berkas serta data-data yang dibutuhkan dilakukan, melakukan klarifikasi dan penggalian informasi langsung ke Kantor PT. Agung Semilir Bahari di Pemalang dilakukan secara cepat sambil melakukan upaya-upaya lainnya.

    Setelah semua data dan informasi terkumpul, LBH Ansor melakukan Press realese melalui PC GP Ansor Banyumas pada awal Januari 2021 dan melakukan upaya hukum dengan jalan meminta ketegasan kepada PT. Agung Semilir Bahari dan pihak Kementrian Luar Negeri di Jakarta.
    Sebelum melakukan pertemuan dengan pihak kemenlu, LBH Ansor, berkomunikasi dengan Pimpinan Pusat GP Ansor di Kantor Jl. Kramat Raya Jakarta.

    Setelah 9 bulan sejak kabar meninggalnya almarhum Dzul Faqih dan setelah melakukan berbagai upaya, kabar kejelasan kepulangan jenazah almarhum didapatkan dari pihak Kemenlu RI.
    Kemenlu menerangkan bahwa almarhum akan diterbangkan dari bandara Shanghai International pada Rabu, 3 Februari 2021.

    Jika tidak ada halangan sampai di rumah duka pada Kamis, 4 Februari 2021.
    Almarhum di salatkan di Masjid Jami’ Desa Karangkemiri sebelum diberangkatkan di tempat peristirahatan terakhirnya.

    Almarhum Dzul Faqih adalah Pahlawan nyata bagi keluarga dan negara. GP Ansor- Banser bangga memiliki kader seperti dia yang bekerja di luar negeri dengan niatan baik untuk membantu perekonomian keluarga.
    Tugas LBH Ansor Banyumas belumlah selesai, karena masih harus melakukan advokasi terkait kewajiban PT. Agung Semilir Bahari berupa asuransi pekerja.

    Setelah momen dimakamkannya Dzul Faqih, PC GP Ansor Banyumas mengucapkan Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu berupaya penuh terkait pemulangan jenazah.
    Terutama Pimpinan Pusat GP Ansor, pihak Kemenlu RI, BP2MI, pihak PT. Agung Semilir Bahari sebagai agensi penyalur Dzul Faqih. (Ansor Banyumas)

  • Gus Dur dan Ilmu Kasyafnya yang Tinggi

    Gus Dur dan Ilmu Kasyafnya yang Tinggi

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Istilah ilmu kasyaf itu sangat familiar bagi masyarakat santri pengamal dan pengkaji ilmu tasawuf.
    Kasyaf/mukasyafah secara gampang bisa diartikan dengan tersingkapnya tabir yang menutupi hal-hal ghaib pada seseorang karena tingginya derajat spiritualitasnya sehingga orang tersebut bisa melihat hal-hal ghaib yang bagi orang pada umumnya tidak tampak/tertutupi.

    Nah, suatu ketika Gus Dur berangkat haji dengan “bolo-bolo plek” nya alias teman-teman akrabnya.
    Ada Abah saya (Abah Amanulloh Tambakberas), ada Kyai Mu’adz dan Kyai Nukman Tohir Kajen Pati, ada H. Masnuh Waru Sidoarjo, dan beberapa orang lainnya. Keberangkatan haji rombongan ini sangat istimewa karena membawa misi khusus dari sesepuh sesepuh NU untuk wiridan menjelang muktamar.
    Di tengah-tengah suasana wukuf di padang Arafah, tiba-tiba Gus Dur mengajak H. Masnuh untuk keluar dari tenda dan menggelar sajadah di samping tenda.

    Mereka berdua berdzikir dan berdoa di luar tenda tanpa atap yang menghalangi panasnya matahari di Arafah.
    Tiba-tiba Gus Dur berbisik kepada H. Masnuh : “Ji, lihat ke langit ya. Kalau langitnya terbelah segera beritahu saya dan kita langsung berdoa. Sampeyan baca doa Sapu Jagat saja sampai langit itu menutup kembali.”
    Setelah beberapa saat menunggu, tiba-tiba H. Masnuh tergopoh-gopoh dan bilang ke Gus Dur.
    “Gus.. Gus.. Langitnya sudah membelah.”
    Dan Gus Dur segera merapal doa-doa.

    Begitu juga H. Masnuh membaca doa yang diperintah Gus Dur untuk membacanya, sampai langit tertutup kembali.
    Setelah langit menutup kembali, Gus Dur segera mengajak H. Masnuh untuk kembali masuk tenda.
    Gus Dur bilang: “Ji, ayo kembali dan kita tidur saja di dalam tenda”.
    Kemudian H. Masnuh menjawab : “Lho Gus, Ini waktu wukuf masih lama. Kenapa kok tidur?” “Gak papa, biarkan mereka terus berdzikir dan berdoa. Saya mau tidur saja. Karena langit sudah tutup”, jawab Gus Dur sambil terkekeh khas beliau.

    Itulah tanda kasyafnya Gus Dur, hamba Allah istimewa yang diberi kemampuan melihat tanda-tanda alam yang tidak bisa dilihat oleh manusia biasa. Dan pada tahun 2015, setelah 20 tahun lebih peristiwa itu terjadi, air mata H. Masnuh masih saja menetes deras ketika menceritakan hal itu pada saya. Beliau masih hidup dan cerita ini bisa dicrosscek ke beliau.
    Ila hadlroti ruhi Gus Dur, Al Fatihah…

    (Penulis: Gus Wafiyul Ahdi, Tambakberas Jombang)

  • Muhammadiyah dan NU Cabang Nasrani

    Muhammadiyah dan NU Cabang Nasrani

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Tokoh-tokoh Muhammadiyah sering bercanda dengan istilah “Krismuha”, karena sebagian dari Lembaga Pendidikan Muhammadiyah yang berada di daerah Papua, NTT, ternyata sebagian murid-muridnya adalah orang Kristen. Tidak aneh, jika ada sebagian dari pengurusnya ternyata beragama Nasrani. Yang jelas, murid-murid sekolah yang dibangun Muhammadiyah bukan beragama Islam. Wajar jika ada yang berkata “Muhammadiyah Cabang Kristen” atau yang lebih keren dengan istilah “Krismuha”.

    Tidak mungkin organisasi yang berbasis Al Quran dan hadits bisa berkembang dengan baik di Papua dan NTT, kecuali harus merangkul masyarakat yang beragama lain. Di dalam sekolah yang didirikan Muhammadiyah, telah disediakan guru khusus yang beragama Katolik atau Kristen, yang disesuaikan dengan kebutuhan agama masyarakat setempat.

    Profesor Munir Mulkan, Begawan Pendidikan Muhammadiyah justru membagi Muhammadiyah dengan empat bagian, (1) Muhammadiyah Purifikasi, atau yang sering saya sebut dengan “Muhammadiyah Garis Lurus”. (1) Muhammadiyah Kultural Tradisional (3) MUNA (Muhammadiyah Nahdhatul Ulama) (4) Muhammadiyah Marhaenisme, dengan kata lain Muhammadiyah abangan. Dan yang terakhir adalah Krismuha (Kristen Muhammadiyah).

    Tokoh Muhammadiyah Abdul Mu’ti menggambarkan bahwa Muhammadiyah ikut serta membangun toleransi antar umat beragama di Indonesia, khususnya terhadap masyarakat yang minoritas Islam di daerah Papua, NTT, Manada. Di mana daerah-daerah tersebut mayoritas beragama Kristen baik Katolik maupun Protestan dalam pendidikan yang berada di naungan organisasi Muhammadiyah.

    Istilah dan ijtihad tokoh Muhammadiyah dengan menggunakan istilah “Krismuha”, sudah membumi. Muhammadiyah yang lantang menyuarakan Al Quran dan Sunnah tidak banyak protes dengan istilah ini, bahkan tidak keberatan menyediakan guru-guru agama Kristen dan Katolik di sekolah-sekolah di Papua, NTT. Padahal, menurut pemahaman Islam Garis Lurus, menyediakan guru agama katolik atau Kristen bisa dikategorikan membantu menyebarkan agama, bahkan bisa dikatakan sebagai bentuk pengakuan terhadap agama Kristen atau Katolik.

    Namun karena Muhammadiyah tidak terlalu seksi, walaupun Krismuha (Kristen Muhammadiyah) sudah terwujud, dan membumi, namun tidak terlalu menarik untuk dikecam dan dikomentari. Sebaliknya, ketika NU membuat candaan “NU Cabang Nasrani” sangat menghebohkan. Lebih menarik lagi, yang paling banyak komentar itu rata-rata bukan NU. Bahkan, secara personal pengikut Muhammadiyah ikut-ikutan menyesatkan “NU”. Ini menjadi bukti, bahwa NU itu memang paling seksi.

    Sejak dulu, NU sangat keren dan mengasyikkan. Banyak ulama dan yang dekat dengan para pemabuk, penjudi, kemudian ada yang nyinyir “Kyai kok berteman dengan penjudi dan pembakuk”. Sebenarnya, Kyai NU bukan sekedar berteman, tetapi pertemanan itu bertujuan mengajak mereka kembali ke jalan Allah SWT. Hanya dengan bertemanan, seorang kyai itu bisa memahami suasana hati masyarakat yang tercebur dalam maksiat, sehingga dengan mudah mengajak kembali.

    Ada juga yang sinis terhadap kyai NU, ada yang berkata dengan lantang “Kyai kok dekat dengan pejabat”. Sambil menggunakan dalil-dalil. Kyai NU, sudah kenyang dengan dalil-dalil, mereka ahli usul fikih, sehingga dengan cara masuk di pemerintahan, seorang kyai bisa memberikan kontribusi kepada negara Indonesia. Seperti, KH Wahid Hasyim, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Abdurrahman Wahid, mereka benar-benar memberikan kontribusi paling besar terhadap Indonesia.

    Kendati demikian, tokoh-tokoh NU tetap menerima kritik karena itu akan menambah khazanah, dan juga tetap membangun silaturahmi dengan tokoh-tokoh yang demen mengkritik. Dalam tubuh NU, banyak kyai yang sering bercanda ria, ada juga yang sangat serius. Sehingga akhirnya muncul kelompok-kelompok anekdot yang sangat gemesin, seperti NU Garis Lurus, NU Garis Lucu, NU Garis Diagonal, Liberal. Namun, mereka bukanlah bagian dari organisasi NU, melainkan serpihan-serpihan masyarakat NU yang tetap ingin diakui menjadi NU.

    Sampai kapanpun, organisasi NU yang didirikan oleh Mbah Hasyim Asy’ari akan tetap menggunakan teologi Asy’ari, dan Al-Syafii sebagai mazhabnya, dan tasawuf sebagai pandangan moralnya. Candaan “NU Cabang Nasrani”, tidak akan mampu mengubah akidah wong NU. Walaupun di kafir-kafirkan dan di syirikkan, NU tidak berubah, tetap akan tahlilan, manakiban, shalawatan, dan istighotsahan. Walaupun dikatakan anti Arab, NU tetap akan mempertahankan ngaji dengan menggunakan kitab-kitab bahasa Arab. Karena sanad ilmu kyai NU, mulai Al Quran dan tafsir, hadits, fikih, tasawuf nyambung (ittishol) hingga Rasulullah SAW. (Abdul Adzim Irsad)

  • Penipuan Mengatasnamakan Bantuan untuk Pesantren

    Penipuan Mengatasnamakan Bantuan untuk Pesantren

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com –
    Pringsewu, NU Online Seiring bergulirnya bantuan pemerintah ke pesantren untuk penanganan Covid-19, masih saja ada pihak-pihak yang tega melakukan penipuan pada pesantren atas nama bantuan tersebut. Modusnya pun terbilang baru dan cukup meyakinkan pihak pesantren. Praktik penipuan ini di antaranya terjadi di Kabupaten Pringsewu, Lampung dan mengakibatkan beberapa pesantren menjadi korban. Sekretaris Rabitah Ma’ahid Islamiyah (RMI) NU Kabupaten Pringsewu, Hizbullah Huda (Gus Hiz) mengatakan bahwa awalnya penipu menghubungi pihak pesantren dan mengaku dari pemerintah daerah. Kemudian penipu meminta nomor rekening resmi pesantren yang akan digunakan untuk mentransfer dana bantuan.
    Gus Hiz mensinyalir penipu meminta nomor rekening resmi atas nama pesantren karena biasanya rekening tersebut tidak menggunakan SMS ataupun Internet Banking. Sehingga tidak ada notifikasi (pemberitahuan) jika ada dana yang masuk ke rekening dan tidak bisa dicek langsung keadaan saldonya. “Selang waktu tak lama, penipu mengirimkan foto bukti/slip transfer palsu yang tertulis bahwa dana bantuan telah ditransfer ke nomor rekening pesantren. Jumlahnya bervariasi mulai dari 8 juta sampai 14 juta rupiah lebih,” katanya kepada NU Online, Ahad (7/2).
    Setelah itu, lanjut Gus Hiz, oknum penipu ini meminta pesantren untuk mentransfer dana dalam jumlah tertentu, dengan alasan untuk membantu anak yatim piatu. Dikarenakan pengurus pesantren tidak mengecek terlebih dahulu keadaan saldo terakhirnya, maka mereka pun tertipu dengan modus ini. “Penipu meminta dana berkisar 2,5 juta rupiah dari pesantren,” ungkapnya. Gus Hiz mengatakan bahwa pihaknya sudah mendapatkan laporan dari beberapa pesantren di Pringsewu yang dihubungi oknum penipu ini. Mengetahui hal ini, pihaknya dengan cepat melakukan koordinasi dan mengingatkan pengurus pesantren di daerahnya untuk waspada. “Kita sudah melakukan koordinasi dengan melaporkan kasus ini ke aparat hukum untuk ditindaklanjuti,” katanya. (Muhammad Faizin)
  • HUKUM SHOLAT FARDHU BERJAMA’AH

    HUKUM SHOLAT FARDHU BERJAMA’AH

    InfokomBanserNU- Hukum Shalat berjama’ah disyari’atkan/diturunkan di Madinah, pelaksanaan Shalat berjama’ah paling tidak dapat dilakukan sekurang-kurangnya oleh seorang imam dan seorang makmum.

    Urutan Tingkatan keutamaan shalat berjama’ah ada 7:

    1. Shalat Jum’at
    2. Shalat Subuh hari Jum’at
    3. Shalat Subuh selain hari Jum’at
    4. Shalat Isya’
    5. Shalat Ashar
    6. Shalat Dhuhur
    7. Shalat Maghrib

    Jama’ah Shalat dihukumi sunah muakkad (sangat ditekankan) pada shalat fardlu yang lima waktu dalam keadaan Ada’ (Tunai tidak Qodlo’) sebagaimana dikatakan dalam hadits muttafaq ‘alaih:
    صلاة الجماعة افضل من صلاة الفذ بسبع و عشرين درجة
    artinya: “Shalat jama’ah melebihi di atas shalat sendirian sejauh 27 derajat.”

    Kelebihan seperti yang disebutkan oleh hadits ini, menunjukkan adanya hukum “sunah” saja (bukan wajib)

    Walaupun demikian, Keterangan diatas akan menjadi berbeda apabila dengan disertai adanya tujuan syi’ar, terkait adanya tujuan ini, Imam An-Nawawy berkata: “yang lebih shahih, adalah bahwa berjama’ah shalat itu hukumnya Fardlu Kifayah bagi kaum laki-laki yang baligh, merdeka, serta bermukim, untuk shalat Ada’ (Tunai) saja, dan hukum Fardlu Kifayah ini dimaksudkan agar dapat menambah syi’ar islam ditempat mana saja shalat berjama’ah itu dilaksanakan, oleh karenanya bagi kaum laki-laki makruh meninggalkannya.”

    Pelaksanaan shalat fardlu 5 waktu secara berjamaah dengan hukum Fardlu Kifayah ini berbeda dengan jama’ah Shalat Jum’at, berjama’ah dalam shalat jum’at hukumnya adalah Fardlu ‘Ain.

    Berjama’ah shalat fardlu yang dikerjakan di Masjid bagi kaum laki-laki lebih utama dibandingkan di rumah.

    Hal ini juga bersesuaian dengan hadist yang menerangkan keunggulan pelaksanaan shalat secara berjama’ah bagi laki-laki lebih utama dibandingkan shalat sendirian di rumahnya, Nabi Muhammad SAW. Bersabda:
    صلاة الرجل مع الجماعة خير من الصلاة أربعين سنة في بيته منفردا
    Artinya: “Shalatnya seorang laki-laki secara berjama’ah adalah lebih utama daripada shalatnya sendirian dirumahnya selama empat puluh tahun”

    Adapun sedikit dari beberapa keutamaan shalat lima waktu yang dikerjakan secara berjama’ah seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW adalah sebagai berikut:

    1. Tidak akan ditimpa kemiskinan di dunia
    2. Allah ta’ala menghapus siksa kubur dari dirinya
    3. Akan diberi kitab catatan amalanya dari sebelah kanannya
    4. Akan melewati sirat (Titian diatas Neraka) laksana kilat yang menyambar
    5. Allah Ta’ala memasukkannya ke dalam syurga tanpa dihisab dan di azab.

    Demikian sekelumit pembahasan mengenai Shalat Jama’ah, semoga artikel ini bisa menjadi tambahan bekal pengetahuan kajian seputar ubudiyah kita, seterusnya marilah bersama-sama perbaiki shalat kita, giatkan shalat berjama’ah, ramaikan masjid dan musholla kita, kelak disamping shalat fardlu akan terjaga, dengan Ridlo-Nya kita akan meraih keutamaan shalat berjama’ah, Amin ya robbal alamin.

    #shalatberjama‘ah #keutamaanshalatberjama‘ah #keutamaanjama‘ah #jama‘ah #idaroh #imaroh #ri‘ayah #media #trending #ltmnu

    Referensi:
    Fathul Qorib Mujib
    Fathul Muin
    Durrotun Nasihin

    (red.abitsani)

  • Kisah Panglima yang Mati Gila Setelah Membunuh Ulama

    Kisah Panglima yang Mati Gila Setelah Membunuh Ulama

    InfokomBanserNU-  Hajjaj bin Yusuf adalah panglima perang paling kejam dari Bani Umayyah. Ia telah membunuh 120 ribu nyawa. Tetapi kali ini, ia ingin mengeksekusi seorang ulama besar tabi’in yang terkenal zuhud dan tak takut mati. Sa’id bin Jabir. Hajjaj tidak mau langsung membunuh Sa’id. Ia ingin merekayasa sebuah persidangan yang bisa membuktikan bahwa Sa’id bersalah dan karenanya harus dieksekusi. Sebelumnya, Sa’id bersama sejumlah ulama terlibat pemberontakan atas kezaliman Hajjaj.

    Pemberontakan itu kemudian dipatahkan Hajjaj dengan cara-caranya yang licik, lalu tokoh-tokohnya ditangkap.
    “Siapa namamu?” pertanyaan pertama terlontar dari mulut Hajjaj di depan persidangan hari itu.
    “Sa’id bin Jubair”
    “Tidak. Namamu adalah Syaqiy bin Kusair,” timpal Hajjaj bermaksud merendahkannya. Syaqiy bin Kusair artinya adalah orang celaka anak orang yang rusak. Maknanya adalah kebalikan dari Sa’id bin Jubair yang berarti orang bahagia putra orang yang membetulkan hal-hal rusak.
    “Ayahku tentu lebih tahu namaku daripada dirimu,” jawaban tenang Sa’id bin Jubair ini membuat kondisi Hajjaj terbalik. Bukannya merasa berhasil merendahkan, ia malah terasa disindir bodoh.
    “Kamu celaka, ayahmu juga celaka,” Hajjaj mulai gusar.
    “Hal yang belum terjadi tak mungkin engkau mengetahui. Sebab hanya Allah yang Maha Mengetahui,” jawab Sa’id bin Jubair. Lagi-lagi, Hajjaj semakin tersulut emosinya.
    “Kalau begitu, aku akan mengganti siksaan untukmu dengan api yang berkobar-kobar” ancamnya.
    “Seandainya aku percaya bahwa api itu milikmu, tentu aku tidak akan menyembah tuhan selainmu” serangan emosional kalimat demi kalimat terus dipatahkan Sa’id bin Jubair. Sebaliknya, Hajjaj semakin marah dan gusar. Ia mencari cara bagaimana agar Sa’id bisa dijebak dengan pertanyaan yang kontroversial.
    “Apa yang kau ketahui tentang Muhammad?” pertanyaan ini sebenarnya tidak pantas ditujukan kepada ulama tabi’in sekaliber Sa’id. Tetapi Sa’id tetap menjawabnya dengan tenang, sementara Hajjaj merencanakan pertanyaan berikutnya setelah pertanyaan ini terjawab.
    “Muhammad adalah Rasulullah, Nabi pembawa rahmat bagi seluruh alam”
    “Bagaimana pendapatmu tentang Ali, apakah ia masuk surga atau masuk neraka?” Hajjaj adalah panglima perang yang tunduk pada para khalifah Bani Marwan, bagian dari kekhilafahan Bani Umayyah. Di zaman itu, sosok Ali adalah fenomena tersendiri yang menjadi diskusi kontroversial bagi penguasa dan rakyatnya. Hajjaj berharap Sa’id terjebak dengan pertanyaan ini dan kemudian ia segera bisa dieksekusi. Namun, ia sangat marah dengan jawaban yang membuatnya kalah telak.
    “Jika engkau masuk surga, pasti engkau akan tahu siapa saja orang-orang yang masuk surga” jawab Sa’id, membuat darah Hajjaj makin mendidih.
    “Bagaimana pendapatmu tentang para khalifah?” Kini Hajjaj berharap Sa’id tidak bisa lari dari pertanyaan ini.
    “Aku tidak berwenang menilai mereka,” lagi-lagi jawaban Sa’id adalah jawaban yang diplomatis. Dan ini makin membuat Hajjaj geram sekaligus mati langkah. Tanya jawab di pengadilan itu terus berlangsung hingga beberapa lama. Hingga akhirnya, meskipun tidak ada kesimpulan tegas bahwa Sa’id bersalah, Hajjaj tetap mengeksekusinya.
    “Pilih cara pembunuhan apa yang kamu inginkan dariku?” pertanyaan pamungkas itu akhirnya keluar dari mulut Hajjaj.
    “Justru engkaulah yang harus memilih untuk dirimu sendiri wahai musuh Allah. Demi Allah, jika engkau hari ini membunuhku dengan suatu cara, aku akan membunuhmu dengan cara yang sama di akhirat nanti”
    Ulama yang mulia ini kemudian digiring ke tempat eksekusi. Di sana ia disembelih. Namun sebelum ia menghadap Allah, ia sempat berdoa: “Ya Allah, Jangan berikan kesempatan kepada Hajjaj untuk menghukum seorangpun setelah kematianku.”

    Doa itu menggetarkan langit. Langsung diijabah oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tak lama kemudian, Hajjaj dihantui ketakutan. Ia sering mengigau. Tidurnya tak bisa lelap. Seperti ada Sa’id yang mencengkeram tenggorokannya. Dan ketika ia terjaga, ia terngiang-ngiang nama Sa’id. Hajjaj sudah seperti orang gila. Hajjaj jadi sering berteriak-teriak: “Wahai orang-orang, ada apa dengan Sa’id bin Jubair? Mengapa setiap kali aku akan tidur, Sa’id mencengkeram tenggorokanku?”
    Akhirnya, lima belas hari setelah wafatnya Sa’id, Hajjaj pun meninggal. Meninggal dalam kondisi terhina. Meninggal seperti meninggalnya orang gila.

    *Disarikan dari buku Al Ulama’ fii Wajhit Tughyan (Bukan Ulama Biasa)

     karya *Prof. Dr. Muhammad Rajab Al Bayyumi

  • SATUKAN LANGKAH DAN PERSEPSI KERJA, PC LTMNU TEMANGGUNGGUNG ADAKAN RAPAT SOSIALISASI SINGKAT DENGAN PENGURUS MWC

    SATUKAN LANGKAH DAN PERSEPSI KERJA, PC LTMNU TEMANGGUNGGUNG ADAKAN RAPAT SOSIALISASI SINGKAT DENGAN PENGURUS MWC

    InfokomBanserNU- Ahad, 2 Februari 2020. Pengurus Cabang LTMNU Temanggung yang belum lama ini dilantik, mengadakan sosialisasi singkat program LTMNU Ke Beberapa Pengurus MWCNU Temanggung.

    Kali pertama MWC yang menerima Sosialisasi adalah Pengurus MWC Tretep dan MWC Jumo, yang dalam waktu dekat akan berlanjut ke beberapa pengurus MWC se-Kabupaten Temanggung.

    Beberapa pihak terkait yang hadir pada Pertemuan ini adalah dewan Syuriyah, Tanfidziyah, Pengurus LTMNU MWC dan sebagian Pengurus LTM Ranting.

    Di dalam pertemuan yang begitu antusias ini, Sembari ramah tamah, pada acara inti satu persatu perwakilan dari masing-masing Devisi pengurus Cabang LTMNU menyampaikan sosialisasi terkait tugas pokok dan fungsi masing- masing devisi dan beberapa program kegiatan masa hidmah 2019/2024. Harapanya Masing-Masing devisi pengurus MWC sampai Ranting akan bertambah tahu dan paham akan tugas dan fungsinya menjadi pengurus, mengingat tahun 2019 lalu adalah tahun purna hidmah periode 2015/2019 yang sekarang beralih ke-pengurus yang baru. setelah mengikuti sosialisasi ini, pengurus yang baru mempunyai persepsi dan langkah yang sama dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di lembaga LTMNU sehingga rencana program kegiatan periode 2019/2024 dapat berjalan dan terealisasi dengan baik.
    #riayah #idaroh #imaroh #media #pcltmnu #pltmnumwc

    (Team media PC Ltmnu Temanggung)

  • KEKUATAN MUNARMAN FPI-ISIS YANG TAK DIKETAHUI PUBLIK

    KEKUATAN MUNARMAN FPI-ISIS YANG TAK DIKETAHUI PUBLIK

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com –
    Jokowi sejak lama telah memetakan kekuatan FPI, pasca pembubaran HTI. Kakuatan FPI sejatinya bukan pada pion tukang obat Muhammad Rizieq Shihab (MRS) yang juga pendukung ISIS. Kekuatan organisasi teroris FPI ada pada Munarman, selain Sobri Lubis.
    Bagi Jokowi, untuk menghancurkan FPI, setelah HTI harus dilakukan structural changes di dalam tubuh organisasi penegak hukum: pemotongan generasi, setelah sukses masa Tito Karnavian. Kini ada pada Listyo Sigit Prabowo. Dan, dukungan masyarakat yang dipimpin Nikita Mirzani. Momentum yang disebut Now or never untuk menghancurkan FPI.
    Bahkan MRS dengan bukti aliran dana PPATK, dengan penggalangan dana dari luar negeri, untuk mendukung kegiatan kampanye penghancuran Indonesia, pendongkelan pemerintahan sah Jokowi-Ma’ruf. MRS dapat dipastikan akan menikmati dinginnya dinding penjara lebih lama.
    Proxy pendukung lainnya ada pada pentolan MUI seperti Tengku Zulkarnaen dan gerakan 212 dan HTI yang meski berbeda platform ideologi berbeda, namun bersatu melawan pemerintah. Ujungnya adalah men-suriahkan Indonesia. MUI selalu berada pada posisi mencari arah angina, termasuk ketika menjungkalkan Ahok.
    Sampai saat ini Jokowi paham betul Munarman tetap tidak bisa ditangkap. Pasalnya adalah Munarman bukan hanya pentolan organisasi teroris FPI. Dia adalah anggota proxy tertinggi ISIS di Indonesia yang terkait dengan organisasi teroris seperti JAD dan organisasi teroris Majelis Mujahidin Indonesia Timur. Kekuatan Munarman ini berakar lama. Sejak 2008.
    Sepak terjang paling kentara dimulai ketika Munarman jadi Panglima Komando Laskar Islam. Kerusuhan Cikeusik dan pentolan ormas radikal intoleran Forum Umat Islam ada dalam komando Munarman. Saking kuatnya Munarman, bahkan SBY pun dibuat tidak berkutik.
    Munarman mengancam akan menggulingkan SBY jika berani membubarkan FPI. SBY mencium kaki Munarman dan semakin membesarkan ormas teroris FPI sejak saat itu. Buktinya adalah transfer dana yang terekam Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam dan luar negeri makin besar sejak 2011 sampai dengan 2020. Kekuatan yang tak ada banding.

    (lebih…)