Penulis: Sorban Santri

  • Sikap Rasulullah Menghadapi Pemimpin Kaum Munafik

    Sikap Rasulullah Menghadapi Pemimpin Kaum Munafik

    InfokomBanserNU- Abdullah bin Ubay bin Salul dikenal sebagai gembong kaum munafik. Dia begitu dengki dan membeci Nabi Muhammad karena menganggapnya sebagai penghalang dirinya untuk menjadi penguasa Madinah. Iya, semula Abdullah bin Ubay direncanakan akan diangkat sebagai tokoh dan penguasa Madinah karena menjadi salah satu tokoh yang berhasil meredam ketegangan antara kabilah Aus dan Khazraj.

    Namun setelah Nabi Muhammad datang ke Madinah, pengaruh Abdullah bin Salul menjadi pudar. Hingga akhirnya Nabi-lah yang menjadi pemimpin Kota Madinah. Karena itulah, Abdullah bin Ubay menaruh kebencian dan kedengkian terhadap Nabi Muhammad

    Abdullah bin Ubay kemudian masuk Islam, sebagaimana kabilah Aus dan kabilah Khazraj lainnya, setelah Nabi Muhammad tiba di Madinah. Namun, dia hanya berpura-pura menjadi pengikut Nabi Muhammad. Sejatinya, dia memendam kebencian dan permusuhan terhadap Nabi. Tidak seperti umumnya musuh Nabi, seperti keterangan dalam buku Para Penentang Muhammad saw. (Misran dan Armansyah, 2018), Abdullah bin Ubay memusuhi Nabi Muhammad dengan cara-cara halus dan konspiratif. Ia kerap kali menghasut, memfitnah, dan mengadu domba antara satu sahabat dengan yang lainnya –bahkan dengan Nabi Muhammad sendiri.

    Diantara bukti kemunafikan Abdullah bin Ubay adalah melakukan propaganda dan mengajak mundur 300 pasukan diri dari pasukan Nabi Muhammad saat Perang Uhud, menyebarkan fitnah keji bahwa Sayyidah Aisyah telah melakukan serong dengan Shafwan (hadits al-ifki), berkonspirasi untuk membunuh Nabi Muhammad dalam Perang Dzatu Riqa, memerintahkan budaknya untuk melacurkan diri, dan lainnya.

    Kisah Abdullah bin Ubay berbeda dengan anak-anaknya. Mereka semua masuk Islam dan menjadi sahabat Nabi Muhammad yang setia. Hubab atau Abdullah adalah salah satu anak Abdullah bin Ubay yang paling menonjol. Ia ikut dalam Perang Badar, Uhud, dan lainnya.

    Suatu ketika Hubab atau Abdullah sangat kesal dengan kemunafikan bapaknya, Abdullah bin Ubay. Sehingga Hubab atau Abdullah meminta izin Rasulullah untuk memenggal kepala bapaknya itu. Namun, Rasulullah melarangnya dan menyuruh Hubab atau Abdullah untuk tetap berbuat baik kepada bapaknya.

    “Kalau engkau bermaksud membunuhnya, maka perintahkanlah aku yang melakukannya, nanti kuantar kepalanya kepadamu,” kata Hubab atau Abdullah.

    “Tidak, kita akan tetap bergaul baik dengannya selama dia masih hidup bersama kita,” jawab Nabi Muhammad.

    Dalam kesempatan lain, merujuk buku Membaca Sirah Nabi Muhammad Dalam Sorotan Al-Qur’an dan Hadis-hadis Shahih (M Quraish Shihab, 2018), Abdullah bin Ubay menyebarkan propagranda dan api kebencian terhadap kaum Muhajir di hadapan kelompoknya. Kata Abdullah bin Ubay, kaum Muhajir telah membenci penduduk Madinah dan banyak dari mereka yang bermukim di Kota Madinah.

    “Demi Allah, kita dengan mereka tidak lain kecuali seperti ungkapan, ‘Engkau menggemukkan anjingmu, lalu dia menerkammu.’ Demi Allah, kalau kita kembali ke Madinah, pastilah orang-orang mulia akan mengusir orang-orang hina,” kata Abdullah bin Salul kepada kelompoknya.

    Perkataan Abdullah bin Ubay itu didengar Zaid bin Arqam. Zaid kemudian menyampaikan informasi itu kepada pamannya, dan pamannya melanjutkannya kepada Nabi Muhammad. Mendengar hal itu, Sayyidina Umar bin Khattab yang saat itu bersama Nabi Muhammad meminta izin agar diperbolehkan membunuh Abdullah bin Ubay. Nabi menolak permintaan Sayyidina Umar tersebut.

    “Bagaimana kalau orang berkata ‘Muhammad membunuh sahabatnya?’ Tidak,” kata Nabi Muhammad menjawab permintaan Sayyidina Umar.

    Abdullah bin Ubay kemudian datang menghadap Nabi Muhammad, setelah mendengar bahwa Nabi mengetahui ucapannya itu. Ia mengelak telah mengucapkan hal demikian. Di hadapan Nabi, Abdullah bin Ubay bahkan bersumpah bahwa dirinya tidak pernah mengucapkan hal itu. Ia berdalih, Zaid lah yang salah dengar ucapannya.

    Tidak lama setelah kejadian itu, Nabi Muhammad menerima wahyu Al-Qur’an Surat al-Munafiqun ayat 8-10. Dengan turunnya ayat ini, maka Allah membenarkan kabar yang disampaikan Zaid bin Arqam dan menunjukkan kemunafikan Abdullah bin Ubay.

    (red.abi)

  • HARUSKAH NEGARA MEMULANGKAN ISIS ?

    HARUSKAH NEGARA MEMULANGKAN ISIS ?

    InfokomBanserNU- Pasca jatuhnya ISIS di Suriah, gelombang pengungsi semakin banyak yang memasuki wilayah sekitar Suriah, seperti Turki. Perlahan keluarga yang dulunya hidup dalam naungan khilafah ISIS mencari tempat perlindungan baru.

    Tak terkecuali warga negara Indonesia yang sempat berdatangan ke Suriah dengan dalih jihad. Berdasarkan data ICSR sejak kejayaan hingga kejatuhan ISIS, mengungkapkan dari total 700-an sampai 800-an WNI simpatisan ISIS di Suriah, sekitar 113 orang adalah perempuan dan 100 orang adalah anak-anak.

    Dari angka itu, sekitar 54 perempuan dan 60 anak terdeteksi telah kembali ke Indonesia. Total yang kembali pulang ke Indonesia (returnee) antara 183 hingga 300 orang. Hampir di setiap kamp pengungsian, terdapat warga negara Indoensia, seperti wilayah pengungsian al-Hol. Di sana, sebanyak 50 WNI mengungsi menunggu nasib yang belum jelas.

    Namun keberadaan para WNI di ISIS tidak jarang membuat mereka menyesal. Ternyata system khilafah tidak seindah jualannya. Kata syair lagu dangdut, “Surga yang engkau Janjikan, Neraka yang kau berikan”.
    Betapa tidak, hidup di wilayah perang tidak ada enaknya. Tiap hari yang terdengar hanya desingan peluru dan bom. Hidup pun tidak menentu, apakah hari ini nyawa melayang atau masih bertahan.

    Makanya, penyesalan WNI yang ada di Suriah tidak terbendung lagi. Pilihan satu satunya mereka saat ini adalah bagaimana bisa kembali ke Indonesia. Tapi nampaknya Pemerintah Indoensia tidak semudah itu akan mengembalikan dan menerima eks kombatan ISIS beserta keluarga.

    Beragam suara penolakan dari masyarakat tanah air. Bagi yang menolak, kombatan ISIS yang balik ke Indonesia akan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.
    Tidak ada jaminan mereka akan menyebarkan faham khilafah ISIS yang akan membahayakan masyarakat Indonesia. Katanya, Mereka telah memilih untuk hengkang dari NKRI artinya sudah siap untuk melepas warga negaranya dan bergabung ke ISIS sebagai system hidupnya.
    Kelompok afiliasi ISIS di Indonesia saja sudah cukup meresahkan, apatah lagi jika kombatan tersebut kembali.

    Sementara Pemerintah sendiri masih pikir-pikir untuk memulangkan mereka. Kendati ada semacam lampu hijau dari para pengambil kebijakan. Kepala BNPT, Suhardi Alius berpendapat bahwa tidak ada salahnya memberikan kesempatan kedua kepada anak-anak simpatisan ISIS yang ingin kembali ke Indonesia.

    Demikian juga Mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menyatakan bahwa negara siap mengembalikan mereka asal berjanji untuk setia pada Pancasila dan NKRI. Salah satu alasan atau pembenaran negara dalam menerima kembali WNI yang terlunta-lunta di Suriah adalah adanya pergeseran pola pikir dari mereka. Pengalaman derita yang telah mereka dapatkan selama di Suriah cukup menjadi pembelajaran untuk sadar bahwa hidup di Indonesia sangat damai dan nyaman.

    Namun apa pun itu, kita berharap agar Pemerintah Indoensia cermat dalam mengambil keputusan. Sebab dua hal yang harus dipastikan oleh negara jika memutuskan untuk memulangkan WNI dari Suriah.
    Pertama, bagaimana memastikan ideology mereka untuk bisa kembali ke pangkuan Pancasila dan NKRI.
    Kedua, memberikan skema penerimaan dari masyarakat. Sebab, masyarakat tentu akan sulit menerima mereka. Stigma sebagai teroris akan selalu melekat.
    Yang kasihan adalah keluarga para kombatan, anak dan istri mereka yang masih punya masa depan dan cita-cita.

    KESIMPULAN

    1. ISIS adalah pecahan dari kelompok al-Qaeda, yang jauh lebih ekstrim dan sadis dalam melakukan  pembunuhan dari kelompok al-Qaeda lainnya.
    2. Mereka lebih tepat untuk disebut sebagai Khawarij kontemporer yang harus dicegah dan diantipasi perkembangannya.
    3. ISIS adalah kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam baik secara doktrin maupun prilaku.
    4. Segala sikap dan prilaku mereka tidak boleh disandarkan kepada Islam, apalagi dikatakan sebagai ajaran Islam.
    5. Setiap muslim hendaknya melakukan kewaspadaan diri dan keluarga mereka dari pengaruh doktrin dan gerakan ISIS. Wallahu mustaan

    (SANTRI NU INDONESIA)

    #GMNUCyberTeam

  • SOEKARNO DIMATA ALI KHAMEINI

    SOEKARNO DIMATA ALI KHAMEINI

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com
    – Dalam buku “Book Art of Humanism Religius Iran”, Tokoh negara Iran, Ali Khamenei ( Sayyid ‘Alî Hossaynî Khâmene’î) yang pernah menjabat presiden Iran dua periode 1981-1989 dan menjabat sebagai pemimpin tertinggi Republik Islam Iran menggantikan Ayatullah Khomeini sejak tahun 1989, bercerita tentang sebuah pengalaman beliau ketika berada dalam tahanan (Rezim Syah Pahlevi) ketika masa perjuangan revousi Iran.
    Ali Khamanei dipenjarakan dalam satu sel bersama seorang komunis dari partai Baats (atau sekarang disebut sosialis loyalis). Ali Khamenei datang mendekati tahanan tersebut, lalu mengucapkan salam tapi tahanan tersebut enggan berbicara pada Ali Khamenei dan tidak membalas salamnya.
    Tanpa mengacuhkan sikap tak acuh dari lawan bicaranya, Ali Khamenei bertanya;
    “Apa anda seorang komunis dari partai revolusi Baats?”
    Orang tersebut tetap diam. Mengetahui bahwa lawan bicaranya adalah seorang anggota Partai Baats yang berhaluan sosialis-komunis, Ali Khamenei mengungkapkan sebuah pertanyaan lagi,
    “Apakah anda mengenal Soekarno bapak revolusi kemerdekaan Indonesia, yang memiliki falsafah Pancasila?”
    Mendengar nama Soekarno yang disebut, orang tersebut akhirnya menjawab,
    ”Ya saya kenal dengan beliau. Ada beberapa buku beliau yang saya miliki ketika saya di Rusia dan saya pernah ketemu beliau di Rusia.”
    *“Siapa Soekarno itu dimata anda?”*
    Orang tersebut pun menjawab, bahwa Soekarno adalah bapak pertama yang menciptakan negara humanis sosialis, tanpa dasar agama sebagai pilar, tanpa liberalis sebagai acuan kata.
    *“Anda salah,* ujar Ali Khamenei,
    “Bahwa Soekarno memang betul bapak humanisme sosialis, tapi Soekarno bukanlah seorang komunis dan negara beliau tidak berdasarkan agama, tapi negara beliau berdasarkan Ketuhanan dimana semua manusia wajib berTuhan sebagai “Dasar Kebangsaan”. Tanpa dasar Ketuhanan itu manusia bagaikan robot yang tidak bisa hidup dengan merdeka.”
    Ali Khamene’i melanjutkan;
    “Saya memiliki buku Pancasila dari seorang Indonesia yang berziarah ke Iran dan belajar serta berdagang di sana. Walau kami bertahun -tahun menerjemahkannya, tapi kami tetap semangat untuk menjadikan Iran sebagai negara “Humanisme” agama, dimana semua agama saling membangun negara Iran tanpa ada perseteruan di sana.”
    Orang tersebut diam sejenak, tanpa ia sadari ia mengeluarkan air matanya & berkata kepada Ali Khamenei,
    “kelak kalau saya keluar dari penjara saya akan datang kerumah anda dan meminjam buku-buku Soekarno itu, karena sangat penting jika Iran dijadikan negara yang berdasarkan humanisme agama di mana semua manusia dari berbagai golongan Iran saling membangun negaranya.”
    Siapakah ia yang diajak bicara oleh Ali Khamanei itu…..???
    Beliau adalah “Abolhasan Bani Sadr” presiden pertama di Iran pasca revolusi dan beliau adalah salah seorang inisiator yang membentuk negara Iran sebagai “negara humanisme agama”, dimana Iran pasca revolusi semua agama dan tradisi menjadi satu saling bahu-membahu membangun negaranya dibawah naungan sistem politik “wilayatul faqih”.
    Iran setelah 34 tahun pasca revolusi, belum pernah terjadi gesekan antar agama, baik agama Zoroaster, Yahudi, Nasrani, Baha’i maupun Islam Sunni dan Syi’ah.
    Bahkan dalam konstitusi Iran, agama-agama minoritas tersebut mendapatkan jatah gratis perwakilan di parlemen Iran. Semua agama, semua golongan diberikan kesempatan dan ruang untuk sama-sama membangun Negara Iran yang berbasis humanisme agama.
    Sebagai bangsa Indonesia yang memiliki Soekarno sebagai “Founding Father” Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan falsafah “Pancasila sebagai dasar negara kita” harus berbangga.
    Ternyata nun di sana di belahan dunia Barat Asia, di tanah Persia. Tokoh-tokoh yang menjadi bagian penting dari revolusi Islam Iran ternyata menjadikan Soekarno dan Pancasila sebagai salah satu “inspirasi perjuangan” dan konsep negara yang akan mereka bangun nantinya.
    Ini fakta sakti nya konsep Pancasila dan menjadikan Indonesia yang humanis.  (Ansor Restu)
  • NU, GP ANSOR DAN BANSER, CANGGU-JETIS BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM DAN KAUM DHUAFA

    NU, GP ANSOR DAN BANSER, CANGGU-JETIS BERBAGI BERSAMA ANAK YATIM DAN KAUM DHUAFA

    Cyberaswaja.online|Jetis. Pengkaderan dan  Regenerasi ditindak lanjuti GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat (Majlis Dzikir dan Sholawat) MDS tingkat ranting yang dilaksanakan di Masjid Al Muttaqin Perum Canggu Permai pada Rabu Malam berjalan dengan hikmat , meriah dan sukses yang di hadiri oleh kurang lebih 200 (dua ratus) jamaah termasuk 4 group banjari dari Canggu. 5/02/2020.

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Rutin Bulanan Majelis Dzikir dan Sholawat

    Pelaksanaan Kegiatan MDS kali ini juga untuk menunjukkan bahwa masjid Al Muttaqin masjidnya warga NU bukan yang selama ini di tengarai banyak pihak bahwa masjid Al Muttaqin tempat paham paham tertentu yang tidak sesuai dengan Pancasila .

    kita harus memagari/membentengi anak anak kita generasi muda dari paham paham yang radikal. Dan menjadikan Masjid Al Muttaqin sebagai tempat atau basisnya paham ahlisunnah wal jamaah. Ucapnya Alim selaku ketua RW 04 ini.

    Kegiatan rutinan ini disambut baik dan didukung oleh Tamir masjid, “pentingnya ajaran ahlussunnah wal jamaah khususnya ajaran Mbah Hasim dan siap menjadikan masjid Al Muttaqin menjadi sentral siar Islam Aswaja”. Ucapnya Ketua Tamir Masjid Al-Muttaqin .

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO: GP Ansor Ranting Canggu Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat

    Rutinan yang dilaksanakan Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor mengembangkan ke gerenasi selanjutnya, agar amaliyah-amaliyah NU tetap terjaga dan diamalkan.

    “Kita bertekad terus memperjuangkan serta memperkenalkan Amaliyah NU kepada Generasi Muda baik di wilayah Canggu dan juga Perumahan Permai Canggu melalui kegiatan GP ANSOR”. Tegas Gus Darto selaku Ketua Ranting GP Ansor Canggu.

     

    Kegiatan Rutinan GP ANSOR melalui lembaga Majlis Dzikir dan Solawat ini, tidak hanya pembacaan sholawat, namun dilaksankan Program dengan memberikan Santunan Kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa, pada kesempataan kali ini, diberikan 17 (tujuh belas) anak Yatim Piatu serta 9 (sembilan) Kaum Dhuafa dengan bentuk pembagian  sembako.

    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    FOTO : GP Ansor Ranting Canggu Santuni Anak Yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto: Ketua Ranting NU Santuni Anak Yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto; Ta’mir Masjid Al-Muttaqin berbagi bersama anak yatim
    GP Ansor Ranting Canggu dengan melaksanakan Program Rutin Bulanan yaitu Majelis Dzikir dan Sholawat
    Foto; Rijalul Ansor Canggu berbagi bersama anak yatim 

    Bersholawat dan saling berbagi bersama ini kepada Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa mendapatkan dukungan oleh ketua Ranting NU Canggu, kegiatan rutin bulanan GP ANSOR ini melalui Lembaga Majlis Dzikir Dan Sholawat mari kita laksanakan, sebagai Wujud menjaga amaliyah NU serta berdo’a demi kedamaian NKRI.

    “kita selaku bapaknya Ansor, mendukung penuh kegiatan ini, ada santunan anak yatim dan kaum dhuafa ini, kita tanamkan kepada generasi selanjutnya agar tetap dipertahankan melalui program GP ANSOR ini, insya Allah pada kegiatan selanjutnya kita tambah dengan menambah wawasan Aqidah Ahlussunnah wal Jamaah yang diisi oleh kyai”. Ucapnya Abah Alim, selaku Ketua Ranting NU Canggu.

    Rutinan Majlis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor ini, juga berjalan tertib dan aman dengan kawalan dan keamanan BANSER Canggu dalam pelaksanaan tugasnya, sebagai Garda Terdepan ketika dilapangan. (wg/Infokom).

    nb: mohon maaf apabila ada penulisan nama dan gelar.

  • Mencetak kaderisasi yang militan PAC IPNU IPPNU KEC NGORO mengadakan MAKESTA

    Mencetak kaderisasi yang militan PAC IPNU IPPNU KEC NGORO mengadakan MAKESTA

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com pada hari sabtu tepat pukul 15.00 sore (6-2-2021) pac ipnu ippnu Kec. Ngoro Kab. Mojokerto mengadakan acara MAKESTA (Masa kesetiaan Anggota) yang bertempat di Gedung Yayasan Pondok Pesantren Sabilillah Watusari Wotanmas Jedong Kec. Ngoro Kab. mojokerto.

    Acara pembukaan ini dihadiri oleh para delegasi perwakilan dari pimpinan ranting ipnu – ippnu se kecamatan Ngoro juga delegasi perwakilan dari santri pondok pesantren dan siswa madrasah aliyah, tampak hadir juga para tamu undangan dari Rois Syuriah mwc nu kecamatan Ngoro KH. Marzuki Nur dan juga Kyai Soleh selaku dewan Pembina mwc nu Kecamatan Ngoro, ketua Pac Gp Ansor Kec. Ngoro sahabat saufi, S.Kom juga beserta jajaran pengurus Pon-pes Sabilillah dan para tamu undangan lainnya.

    Menurut ketua pac ipnu Kecamatan Ngoro
    rekan Ainurrofiq dalam sambutannya mengatakan bahwa sebenarnya acara ini sudah diagendakan sejak lama tapi berhubung ada pandemi covid 19 semua kegiatan ditiadakan oleh pemerintah pusat sehingga acara makesta ini sempat tertunda Beberapa bulan, akan tetapi alhamdulillah untuk kali ini acara bisa dilaksanakan tapi dengan jumlah peserta yang dibatasi kisaran antara 25-30 orang saja dan harus mengikuti sesuai protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah, masih menurut Ainur beliau berpesan kepada para peserta agar dalam mengikuti acara ini bisa semaksimal mungkin dan secara sungguh-sungguh sampai selesai agar ilmu yang disampaikan oleh setiap para pemateri bisa merasuk di dalam hati, dan ketika berjuang di masyarakat sudah mempunyai bekal ilmu yang diperoleh selama mengikuti makesta ini.
    Hal Senada disampaikan oleh ketua pac ippnu Ngoro rekanita Fauzia Intan mengatakan dengan diadakannya acara makesta ini bertujuan agar para rekan dan rekanita sebelum bergabung di organisasi bisa mengetahui tentang dasar-dasar apa saja yang harus dipelajari di organisasi ke ipnu-ippnu an dan bisa tertanam jiwa loyalitas yang penuh sebelum berjuang di masyarakat, pada kali ini acara MAKESTA bertemakan cinta Agama dan Negeri, artinya bagi para anggota selain diwajibkan cinta kepada agama juga wajib mencintai negeri tercinta ini sesuai amanat bangsa NKRI Harga Mati, rencana acara ini diselenggarakan selama 2 hari dari tanggal 6 sampai 7 Januari 2021, materi yang akan diberikan kepada para peserta meliputi ke ipnu-ippnu, ke Aswaja an, Amaliah NU, ke organisasian, kepemimpinan dan lain-lain.

    harapan dari para panitia agar para peserta setelah mengikuti acara ini tidak berhenti sampai di sini saja tetapi mereka harus tetap belajar di jenjang-jenjang selanjutnya juga harus melaksanakan kegiatan di ranting masing-masing.

    semoga acara pada hari ini bisa berjalan dengan lancar dan mendapat ilmu yang bermanfaat, tetap belajar berjuang dan bertaqwa. (Hasan_sorban)

  • BANJIR DI DUSUN TEMPURAN DAN BEKUCUK

    BANJIR DI DUSUN TEMPURAN DAN BEKUCUK

    InfokomBanserNU- Pagi hari cuaca mendung dan sebagian berkabut, Banser tanggap bencana berkoordinasi
    dengan ketua Tagana untuk mendirikan Dapur umum untuk memasak nasi bungus ± 1200 bungkus dan membantu evakuasi warga terdampak dilokasi banjir diwilayah Kec. Sooko Kab. Mojokerto. Banjir Luapan Sungai Avour Watudakon terjadi di 2 Dusun yaitu Dusun. Tempuran dan Dusun Bekucuk. Banjir ini terjadi hari Minggu, 02 Februari 2020 dini hari tepat pada pukul  06.00 WIB.

    Adapun berbagai tempat yang telah terendam banjir diwilayah tersebut yaitu:
    Di Wilayah Dusun.Tempuran:

    • Di Jalan Dusun Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 50 cm
    • Halaman Balai Desa Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 40 – 50 cm
    • Fasum 1 gereja tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 40 cm
    • Fasum Sdn Tempuran tergenang air dengan ketinggian ± 30 – 40 cm
    • Dan dibeberapa rumah terdampak genangan air dengan ketinggian ± 20 – 40 cm 63KK(209 jiwa)

    Di Wilayah Dusun. Bekucuk:

    • Di Jalan Dusun Bekucuk tergenang air dengan ketinggian ± 50 – 55 cm
    • Dan di beberapa rumah terdampak genangan air dengan ketinggian ± 35 – 50 cm 4KK (1822 jiwa)

    Di Area Persawahan/Lahan:

    Dusun Tempuran
    -Lahan Padi 11 Ha
    -Lahan Tebu 20 Ha

    Dusun Bekucuk
    -Lahan Padi 40 Ha
    -Lahan Tebu 5 Ha

    Selanjutnya Banser tanggap bencana melakukan distribusi nasi bungkus kepada warga terdampak banjir bersama TAGANA dan Karang Taruna setempat.

    (RED.ABI)

  • MENGENAL SOSOK KH. SHOLAHUDIN WAHID ATAU GUS SHOLAH

    MENGENAL SOSOK KH. SHOLAHUDIN WAHID ATAU GUS SHOLAH

    InfokomBanserNU- Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, KH Sholahudin Wahid wafat, Minggu (2/2/2020) malam. Almarhum sebelumnya dirawat di di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

    Gus Sholah merupakan putra ketiga dari 6 bersaudara pasangan KH. Wahid Hasyim dengan Sholichah. Beliau merupakan adik kandung mantan Presiden KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Seperti abahnya (ayahnya), Gus Sholah semasa hidup merupakan ulama’, aktivis, politikus dan tokoh Hak Asasi Manusia.

    Dihimpun dari berbagai sumber, masa sekolah dasar Gus Sholah ditempuh di Sulawesi. Selanjutnya jenjang sekolah menengah pertama ditempuh di SMP I Cikini. Jenjang berikutnya ditempuh di SMA Budi Utomo. Selepas pendidikan tingkat atas, ia melanjutkan pendidikannya ke Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan arsitektur.

    Gus Sholah semasa hidup juga dikenal sebagai pengusaha. Terutama terlibat bidang konstruksi sebagaimana jurusan semasa kuliah. Aktivitas itu mengantarnya aktif di berbagai asosiasi seputar dunia konstruksi.

    Beberapa jabatan pernah diembannya seperti Ketua DPD Ikatan Konsultan Indonesia/Inkindo DKI (1989-1990), Sekretaris Jenderal DPP Inkindo (1991-1994), dsb.

    Sebagai intelektual tulisan Gus Sholah banyak ditemui di berbagai media massa nasional. Tulisannya kerap menyorotasi berbagai persoalan umat dan bangsa.

    Adapun di Nahdlatul Ulama, Gus Sholah sebagai salah satu ketua PBNU periode 1999-2004. Perjalanan KH Sholahudin Wahid, sosok yang lahir Jum’at 11 September 1942 di Jombang, berakhir setelah berpulang ke Pencipta, Minggu (2/2/2020) malam. Almarhum sebelumnya dirawat di di Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

    Kabar duka tersebut disampaikan puteranya yakni Ipang Wahid. Seperti yang dikutip dari akun twiternya. “Gus Sholah baru saja wafat, pada pukul 20:55. Mohon dimaafkan seluruh kesalahan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu…”

    (red.abi)

  • Hukum Sedekah Laut (Larung Sesaji) dan Sedekah Bumi (Sedekah Desa)

    Hukum Sedekah Laut (Larung Sesaji) dan Sedekah Bumi (Sedekah Desa)

    Cyberaswaja.online|Pada tanggal 1 Suro (1 Muharram), sering kita dijumpai tradisi Larung Sesaji di laut oleh penduduk pesisir yang berprofesi sebagai nelayan.

    Di sisi lain, sebagian besar masyarakat pedesaan mengadakan acara Sedekah Bumi setelah panen raya.

    Apakah tradisi-tradisi tersebut merupakan kesyirikan?

    Sebagai santri, kita harus ingat ungkapan ulama kita:

    وقد قِيل -بحق- إنه إذا حُمل القول على تسعة وتسعين باباً تحتمل الكفر، وباب واحد يحتمل الإيمان وجب أن نحمِله على الإيمان

    “Jika ada 99 perkataan yang sudah mengarah kepada kekufuran dan masih ada 1 peluang untuk diarahkan kepada iman, maka wajib mengarahkannya kepada iman.”

    Mengapa? Karena, hari ini mengislamkan satu orang saja sulit, apalagi satu kampung? Aneh jika yang sudah muslim tiba-tiba dihukumi auto syirik dan kafir semua. Padahal masih ada celah untuk meluruskan agar dalam menjalankan tradisi, mereka tidak tergelincir ke dalam kekufuran.

    Sekarang mari kita kaji dua hal dalam Larung Sesaji yang sering dihukumi syirik oleh kaum Takfiri.

    1. Penyembelihan Hewan

    Dalam Al Qur’an sudah dijelaskan ketika menyembelih membaca BISMILLAH maka sembelihannya HALAL. Bukan untuk menghormati penunggu laut, Nyi Roro Kidul atau hal selain Allah.

    Imam Ibnu Hajar al-Haitami, salah satu ulama ahli tarjih dalam mazhab Syafi’i mengatakan:

    ﻭﻣﻦ ﺫﺑﺢ ﺗﻘﺮﺑﺎ ﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ ﻟﺪﻓﻊ ﺷﺮ اﻟﺠﻦ ﻋﻨﻪ ﻟﻢ ﻳﺤﺮﻡ، ﺃﻭ ﺑﻘﺼﺪﻫﻢ ﺣﺮﻡ

    “Barang siapa menyembelih hewan untuk mendekatkan diri kepada Allah agar terhindar dari gangguan jin, maka tidak haram (boleh). Atau menyembelih dengan tujuan kepada jin maka haram (Tuhfatul Muhtaj 9/326)

    Ketika ditanya, para nelayan menjawab bahwa acara Larung Sesaji ini adalah untuk meminta kepada Allah

    Sedejah bumi
    Dok.Sedekah bumi

     agar diberikan keselamatan selama melaut dan berlimpahnya rejeki tangkapan ikan

    1. Kepala Sapi/Kerbau Dilarung ke Laut

    2. Menaruh makanan di pematang sawah (Sedekah Bumi)

    Apa nomer 2 dan 3 ini tidak termasuk perbuatan mubazir?

    Habibuna Luthfi bin Yahya mengarahkan agar kepala sapi atau kerbau yang dilarung di laut tersebut diniatkan untuk memberi makan terhadap ikan-ikan di laut.

    Apa mendapatkan pahala? Tentu saja dapat pahala.

    Kata Nabi, jika diniati sedekah/ memberikan makanan kepada makhluk hidup akan dapat pahala.

    Kita lihat dalam hadis sahih ketika ada sahabat nabi yang mengambil air untuk anjing yang kehausan, kemudian Nabi mengabarkan bahwa Allah SWT telah mengampuni dosa orang tersebut karena perbuatannya kepada anjing.
    Mendengar itu para sahabat bertanya:

    <

    p style=”text-align: right;”>ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ، ﻭَﺇِﻥَّ ﻟَﻨَﺎ ﻓِﻲ اﻟﺒَﻬَﺎﺋِﻢِ ﺃَﺟْﺮًا؟

    “Wahai Rasulullah apakah kami dapat pahala memberi makan binatang?”

    ﻗَﺎﻝَ: «ﻓِﻲ ﻛﻞ ﻛﺒﺪ ﺭَﻃْﺒَﺔٍ ﺃَﺟْﺮٌ»

    Nabi bersabda: “Pemberian makan untuk setiap perut makhluk hidup ada pahalanya.” (HR Bukhari)

    Tugas para da’i seperti Rijalul Ansor adalah meluruskan dengan bijak terhadap hal-hal yang kurang sesuai dengan ajaran Islam.
    Bukan lantas mengkafirkan keseluruhan umat karena tradisi yang dilakukannya, seperti yang sering dituduhkan oleh golongan Takfiri.

    Penulis : Ki Narto (Rijalul Ansor Kab.Mojokerto)

    Editor : WG-Infokom

  • Gus Baha: Muhasabah Intropeksi Buat Kita orang NU

    Gus Baha: Muhasabah Intropeksi Buat Kita orang NU

    InfokomBanserNU- NU itu terlalu banyak pengajian umum. Tradisi ngaji (kitab) mulai hilang. Itu lampu merah. Orang kaya suka ulama. Suka kiai. Tapi maunya ngatur ulama, tidak mau diatur ulama. Saya ga mau ngaji yang ribet itu. Harus pasang panggung, sound system, yang penting bupati datang. Ribet. Mereka habis 50 juta, 100 juta tidak masalah. Tapi sesuai mau mereka, yang datang jamaahnya banyak. Coba, kalo nuruti maunya kiai, ulama, ngajinya menganalisa kitab, uangnya buat mencetak naskah, pasti tidak mau.

    Saya ingin kebesaran ulama itu kembali, yaitu bisa mengatur orang kaya. Bukan seperti sekarang, diatur orang kaya. Banyak yang datang minta pengajian umun, bawa alphard, saya jawab kalo mau ngaji datang ke sini saja. Kalo kiai diatur-atur, kan ribet. Bukan saya anti. Dan itu perlu. Tapi sudah over. Tapi tradisi ngaji yang sebenarnya, yang jadi standar NU, sudah mulai ditinggalkan. Ditambah, kiai yang kedonyan, cinta dunia. Klop. Yang kaya, tahunya memuliakan kiai dengan uang, kiainya juga senang. Musibah. Terutama di Jawa Timur.

    Saya keluar dari kantor PWNU Jawa Timur, langsung dikasih voucher umroh. Saya jawab, tidak, saya kiai Jawa Tengah. Makanya saat saya diundang di Tebu Ireng, Pondok Syaikhona Kholil, Termas … Saya mau asal, disediakan naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari, Mbah Kholil, Syaikh Mahfudz Termas. Ya, saya ngajinya kitab para pendiri pesantren itu. Bukan ngaji gus baha tapi ngaji Mbah Hasyim Asy’ari, dll.

    Ini kan musibah. Selama ini dzurriyah, para cucu tidak peduli dengan naskah pendiri. Padahal ada ahli filologi, pengumpul naskah. Naskah masyayikh kita ada di luar negeri, cucunya ga punya. Saya punya naskahnya Syaikh Mahfudz yang tidak ada di Termas. Saya dikasih Mbah Moen. Akhirnya, para cucu ngaji ke sini. Coba, Sirojut Tholibin di cetak di mana-mana, termasuk Yaman. Namun, kita tahu nasibnya di Jampes.

    Kiai-kiai NU itu sudah alim. Ngerti hukum secara tafsil, kok malah hobi bicara yang mujmal. Ini kan sudah mau pinter, di suruh goblok lagi. Anda itu ngaji, sampai buka kamus, meneliti tiap kata, harusnya ngajarnya seperti itu. Agar tetap alim. Ada kiai yang sehari manggung 3 kali. Padahal, pasti dia tidak paham problem dakwah di setiap tempat itu. Dia tidak tahu objeknya, tidak tahu obatnya. Pasti bicaranya standar, itu-itu saja, yang penting lucu dan menarik. Mana ada waktu untuk belajar lebih dalam?

    Akhirnya ada orang ceramah ditambahi musik macam-macam. Karena dia tidak alim. Tidak terkontrol, yang penting menarik. Akhirnya ya goblok beneran. Pondok NU juga ikut-ikutan tren. Bikin acara, ya pengajian umum. Yang datang banyak. Masak, pondok NU mengundang Abdus Shomad dan Adi Hidayat. Karena ikut tren tadi. Tidak tahu, keduanya itu kategorinya apa, detailnya mereka.

    Musibah lagi, warga NU membaca tulisan Gus Ulil, Nusron bahkan Abu Janda tapi tidak tahu naskahnya Mbah Hasyim Asy’ari. Saya hanya ingin, tradisi ilmiah di NU itu kembali. Kiai tidak boleh diatur orang kaya. Jika tidak, NU bisa habis (orang alimnya). Saya di NU ditugasi ini, bukan yang lain.

    Maka, saat saya di Lirboyo, saya bilang ‘Gus Kafa, saya lebih senang disambut 4 santri yang benar-benar niat ngaji, daripada banyak santri yang niatnya tidak jelas’. Kemudian, setiap kali saya ke Lirboyo, anak, mantu, cucu dikumpulkan dulu ngaji sama saya.

    Jika, kita 5 tahun saja memulai. NU akan hebat. Jika bukan anak kita yang jadi alim, cucu kita akan jadi ulama. Itulah NU. NU itu harusnya melahirkan kiai – allamah, bukan kiai-mubaligh seperti sekarang. Dan saya melihat sudah lampu merah. Padahal di zaman kakek saya, bahasa Arab itu seperti bahasa Jawa. Saya punya tulisannya Mbah Hasyim Asy’ari yang surat-suratan dengan kakek saya dengan bahasa Arab.

    Keilmuan, kealiman ini jangan habis. Dulu para pendiri, kakek kita, allamah, punya naskah. Jika kita terus begini, bisa habis. – ditulis secara bebas –

    KH. Bahauddin Nur Salim (Rois Syuriah PBNU)

  • BAGANA siap sedia membantu korban bencana

    BAGANA siap sedia membantu korban bencana

    Infokom NU Mojokerto. Pada tanggal 3 feb bersama relawan2 di wilayah Mojokerto,BAGANA Banser Kab.Mojokerto siap-sigap membantu pengamanan korban bencana banjir hingga mencapai 1 meter di sekitar wilayah Kec.Sooko,Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM

    Masyarakat yang terkena banjir merasa aman dan nyaman karna dibantu Banser BAGANA dan para relawan.dalam membantu mengevakuasi Banjir.

    SORBANSANTRI.COM

    By.infokom PAC Mojosari,Februari 4/2020

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM