Penulis: Sorban Santri

  • NGAJI AHADAN LDNU MWCNU PACET

    NGAJI AHADAN LDNU MWCNU PACET

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM
    Ahad, 12 Januari 2020 telah dilaksanakan Pengajian Rutin oleh LDNU PCNU Kabupaten Mojokerto bekerjasama dengan LDNU MWCNU Kecamatan Pacet. Pengajian yang bertempat di Masjid Al Ikhlas Desa Petak Kecamatan Pacet ini dihadiri kurang lebih 2000 jamaah dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama, Pengurus LDNU tiap-tiap Kecamatan, Pengurus MWCNU Pacet, Bapak Camat Pacet, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor dan IPNU-IPPNU dan jamaah rutin dari berbagai Kecamatan di wilayah Kabupaten Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Sebelum acara dimulai dibuka dengan Khotmil Qur’an oleh PAC JQH (Jam’iyyatul Qurra wal Huffaz) Kecamatan Pacet dan Pembacaan Sholawat Nabi oleh PAC ISHARI Kecamatan Pacet.

    SORBANSANTRI.COM

    Kesuksesan itu tidak luput dari koordinasi yang baik antara pengurus NU dan masyarakat khususnya warga Desa Petak sebagai tuan rumah.
    Pengurus MWCNU Pacet dan LDNU-nya jauh-jauh hari telah mempersiapkan dan berkoordinasi dengan Banom-banom, Takmir Masjid dan pihak keamanan.

    Mengingat masjid Al Ikhlas lokasinya tepat ditepi jalan raya utama Mojosari – Pacet Maka tidaklah heran kalau urusan keamanan Lalu lintas dibackup oleh Satkoryon Banser Kecamatan Pacet dan juga dibantu Linmas setempat, pastinya tak luput dari pantauan Polsek Pacet.

    SORBANSANTRI.COM

  • Dianggap Resahkan Warga, Tastafi Aceh: Plt Gubernur Larang Wahabi Gelar Pengajian

    Dianggap Resahkan Warga, Tastafi Aceh: Plt Gubernur Larang Wahabi Gelar Pengajian

    SORBANSANTRI.COM

    Surat Edaran Pelaksana Tugas Gubernur Aceh, nomor 450/21770 tanggal 13 Desember 2019 sasarannya kepada paham import yang dikenal dengan istilah Wahabi. Hal itu diungkapkan Ketua Pengajian Tasawuf, Tauhid dan Fikih atau Tastafi Banda Aceh, Tgk H Umar Rafsanjani, Lc.
    Rafsanjani mengatakan, selama ini paham tersebut sangat meresahkan masyarakat Aceh, jadi SE tersebut bukan kepada mazhab yang mu’tabar.

    “Artinya jangan salah penapsiran dalam memahami surat edaran dimaksud,” ujarnya, dikutip dari Hairan Aceh, Selasa, 31 Desember 2019.

    Pihaknya menilai, pemicu utama pro dan kontra perkara ini adalah karena multi tafsir.

    “Sebab sasaran larangan yang ditujukan kepada siapa dan kelompok mana, perlu diketahui larangan pengajian itu ada pengecualian, tidak termasuk kepada mazhab yang mu’tabar, semisal Hanafi, Maliki dan Hambali, larangan tersebut kusus kepada paham Wahabi,” terangnya.

    “Kita bisa lihat dan dengar dari berita bahwa kajian wahabi di usir di mana-mana, mulai dari Banda Aceh sampai ke daerah kabupaten kota. Bermacam kasus dan alasan sehingga kajian wahabi itu susah diterima oleh manyoritas masyarakat Aceh,” sambungnya.
    Maka dari itu, kata Rafsanjani, bukan mazhab mu’tabar seperti Hanafi, Maliki dan Hanbali yang dimaksud dalam Surat Edaran Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

    “Buktinya tidak ada kasus antar empat mazhab ini selain dengan paham wahhabi, karena mereka sering dan suka membid’ah dan menyalahkan selain dari kelompoknya sendiri,” ujar Rafsanjani.

    “Nah, beranjak dari situlah maka Plt. Gubernur Aceh mengeluarkan surat edaran yang bunyinya lebih spesifik seperti itu agar lebih tepat sasaran dan sesuai dengan qanun Aceh yang sudah tertulis,” jelasnya.

    Guna menyikapi hal itu, Pimpinan Dayah Mini Aceh ini meminta supaya tokoh dan masyarakat Aceh termasuk Ombudsman dan kader Muhammadiyah harus lebih bijak dalam menanggapi surat edaran Plt. Gubernur Aceh.

    “Sebab Surat Edaran tersebut bertujuan untuk kebaikan masa depan aqidah dan paham rakyat Aceh yang sudah dianut dari abad ke abad sebelum dan sesudah kemerdekaan Indonesia yang kita cintai ini,” pungkasnya.

    (SUMBER)

  • LAGI LAGI GESTREK NGORO BIKIN KEJUTAN YANG SEPESIAL

    LAGI LAGI GESTREK NGORO BIKIN KEJUTAN YANG SEPESIAL

    wp.sorbansantri.com – selasa 11 januari 2021 komunitas trel gestrek ngoro yg di pandegani oleh GUS HAFID atau yg akrap di panggil GAPERO, mlm ini mengadakan rutitan pengajian bulanan dg membacakan istighosah, tahlil & rotibul haddad yg bertempat di rmh gus ghufron purwojati, rutinan ini berpindah2 di tiap bulannya ada jadwal giliran ke rmh2 setiap anggota grestrek ngoro.

    Menurut gus hafid selaku ketua mengatakan mlm ini adalah mlm sepesial & sangat istimewah bg komunitas yg di pimpinnya krn mlm ini bs mewujudkan impian dr anggota BANSER yg bernama BUDY yg mengalami cacat fisik dr kecil untuk memiliki kendaraan sepeda motor roda 3 agar bs mengikuti dlm kegiatan2 kebanseran yg ada di kecamatan ngoro, budy adalah alumni DIKLATSAR BANSER angkatan IV thn 2020 kmrn yg di adakan oleh SATKORYON BANSER NGORO dlm naungan GP ANSOR PAC NGORO kmrn lusa, budy jg termasuk anggota banser yg gigih, semangatnya luar biasa walau mengalami cacat fisik tdk menghalangi semangatnya dlm bertugas baik pengepaman swakarsa atau di dlm organisasi kebanseran.

    Menurut budy ia selalu berdoa agar bs memiliki kendaraan sendiri biar tdk merepotkan teman2nya di kala beetugas, tp sukur alhamdulillah mlm ini doanya di terkabulkan oleh allah swt krn impiannya terwujud bs memiliki apa yg di idam2kan selama ini, budy sempat menangis terharu krn tdk di sangka2 impiannya bs terwujud, matanya sambil berkaca2 seraya mengucapkan banyak terima kasih kpd komunitas trel gestrek ngoro yg telah membantu mewujudkan impiannya, smg kendaraannya bs bermanfaat dlm setiap langkah2nya.

     

    Di lanjud oleh gus nur rohmad atau gus daokeh selaku kordinator lapangan ia menuturkan pemberian kendaraan ini bertujuan agar sahabat budy bs merasa senang krn selama ini mrk terenyuh setelah membaca postingan doa & harapan dr sahabat budy yg mengidam2kan pingin punyak sepeda motor, (dlm postingannya yg berjudul (ya allah kulo pengen sepeda roda 3 ben kulo saget silaturrahmi ten konco2 setiap saat lan saget aktif nderek tugas kebanseran) ahirnya gus daokeh berkordinasi bersama2 anggotanya untuk segera mewujudkan impian sahabatnya yg sama2 alumni DIKLATSAR BANSER kmrn dg cara patungan.

    Penyerahan kendaraan di laksanankan setelah pengajian rutinan selesai dan di saksikan oleh jajaran pengurus PAC GP ANSOR ngoro & juga anggota banser lainnya semua ikut merasakan kebahagiaan yg sangat mengharukan sempat ada yg meneteskan air mata krn terharu tak kuasa melihat sahabat budy bs tersenyum simpuh naik sepeda barunnya, spontan di sambut dg lantunan lagu2 sholawat tuk mengiringi serah terima sepeda tersebut. (Hasan-sorbansantri)

  • KONFERANCAB GP Ansor Pacet Usung Mewayu Hayuning Buwono

    KONFERANCAB GP Ansor Pacet Usung Mewayu Hayuning Buwono

    wp.sorbansantri.com – Konferensi Anak Cabang (KONFERANCAB) Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Pacet usai digelar di Gedung Graha NU Pacet Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, tidak semata menjadi momentum kulturalis.

    Yang seharusnya diaplikasikan ialah “menjadikan pelbagai bentuk kegiatan dan gerakan Ansor menjadi harmonis” (Mujib). Penegasan ini disampaikan Demisioner Ketua PAC GP Ansor Pacet sebagai dalih empiris kegiatan organisasi, Selasa (12/1).

    Untuk yang ke-IV kalinya KONFERANCAB ini digelar di gedung Graha NU Pacet Kabupaten Mojokerto.
    Acara seremoni dihadiri oleh seluruh BANOM NU Pacet. Turut hadir Ansor PAC Ngoro dan Gondang untuk mendukung saudara se-Kabupaten Mojokerto. Sedang dari elemen Pimpinan Cabang (PC) Kabupaten Mojokerto dihadiri oleh Ketua Umum dan Sekretaris Umumnya, Gus Ali dan Komandan Yunus.

    Nuril Huda sebagai Ketua Pelaksana sekaligus Ketua PAC Terpilih masa periode 2021-2023 menyampaikan dalam sambutannya bahwa “KONFERANCAB ke-4 ini bagaikan sholat, jika sahabat-sahabat sholatnya baik, maka lakunya juga akan baik, sehingga kedepan akan memayu hayuning buwono, atau laku menuju keselamatan dan kebahagiaan hidup untuk memperindah dunia” tutur Huda.

    KONFERANCAB IV GP Ansor Pacet yang dihadiri 20 Pimpinan Ranting (PR) merupakan sebuah ladang dimana sahabat-sahabat dapat melanjutkan jenjang Kaderisasi. “Ini adalah murni suara dari ranting, kemudian ini adalah pesta untuk kader”, ujar Mujib.

    Sebelumnya Mujibur Rohman, atau akrab dipanggil Ndan Mujib ini pernah menjabat selama 2 (dua) periode, dari tahun 2015 sampai 2020. Maksudnya ia pernah menjabat 3 tahun ditambah 2 tahun menjadi Ketua PAC GP Ansor. Mengingat dalam Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT) tidak membenarkan adanya jabatan lebih dari dua periode, maka dengan inilah alasan afirmasi Mujib menjadikan sistem kaderisasi formal masih berlaku.

    Sepekan sebelum pelaksaan konferensi ramai terdengar isu kader-kader Ansor yang akan maju sebagai bakal calon Ketua PAC GP Ansor Pacet masa khidmah 2021-2023. Semua adalah dari pengurus di PAC GP Ansor Pacet. Adapun nama yang diusung oleh ranting adalah Bahrul Ulum dengan nomor urut 01, Nuril Huda nomor urut 02, dan Sulis nomor 03.

    Sempat terjadi polemik saat pemilihan, karna bakal calon memperoleh nominal yang sama, sehingga mengharuskan mengharuskan vooting ulang. Sebelum akhirnya Nuril Huda diterima secara regional menjadi Ketua terpilih.
    Kegiatan ditutup oleh Sekretaris Umum PC GP Ansor Mojokerto, Komandan Yunus.

    “Karena kita sudah memiliki kader yang sekian banyak, kader yang sudah ada ini diharapkan dapat berkembang biak di ranting, sehingga nanti akan memperkuat kaderisasi kita dikemudian hari” imbuh Huda. (Kontrib. : Rizkillah)

  • PERTEMUAN INFOKOM BANSER NU DENGAN KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO

    PERTEMUAN INFOKOM BANSER NU DENGAN KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO

    Infokom Banser NU- 

    Pertemuan saat ini itu penting..
    Komunikasi itu penting…
    apa lagi yang kita komunikasikan adalah hal hal yang positif maka hasilnya akan positif juga maka, jangan sepelekan undangan rapat sekecil apapun. Karena dari rapat itu kita bisa berkomunikasi dengan baik. Jangan sampai kita memendam unek unek tanpa dikomunikasikan supaya tidak ada keburukan ditubuh NU terutama di tubuh pemuda NU. Mari berinovasi, berkreasi, karena… Allah sudah memberi kita kebebasan berfikir dan berkarya. Itu yang dikatakan ” KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO, GUS ALI MOHAMAD NASIH ” pada pertemuan infokom Banser Mojokerto yang diadakan Minggu, 12 Januari 2020.

    Beliau menyayangkan kegiatan banser jarang termuat media dan diketahui masyarakat luas. misalnya jika ada kegiatan-kegiatan pengajian atau acara yang diadakan NU, itu yang terexpost Acaranya, alangkah baiknya jika berita kegiatan tersebut ada nama peranan banser disitu. Jadi pentingnya Infokom sebagai ujung tombak informasi untuk disebarkan dimasyarakat.

    Gus Ali Mohamad Nasih juga menyinggung Perlengkapan masing-masing biro itu harus tersedia peralatan sbg sarana kegiatan seperti HT buat komunikasi, Ambulance untuk Banser Tanggap Bencana ( BAGANA ), dan lain-lain.

    SORBANSANTRI.COM
    KETUA PC GP ANSOR KABUPATEN MOJOKERTO, GUS ALI MOHAMAD NASIH

    Ada empat (4) point penting dari pertemuan yang diadakan di Pondok Pesantren Al Istiqomah Mojo karang Dlanggu Mojokerto.

    1. Pentingnya Komunikasi itu memecah kebuntuan masalah.
    2. Inovasi. Masing-masing biro itu harus melakukan inovasi, misal ambulans. Helm buat BALANTAS, meskipun itu tidak ada PO dalam kebanseran.
    3. Kreativitas, misal perlengkapan tas khusus buat pengobatan. misal penulisan berita terutama judul dalam berita.
    4. Satu Komando. disesegerakan ada pertemuan rapat kasatkoryon kabiro Kasatkorcab untuk mengkoordinasikan jadwal dan tugas. Dan rapinya dalam organisasi menuju Satu Komando..

    Acara tersebut dihadiri oleh Perwakilan Biro dan Satsus Banser Mojokerto. Tampak hadir juga KASATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO H. MOH YUNUS DAN MOH. SHOCIB WAKIL KEPALA SATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO. Beliau juga menginstruksikan Jika ada undangan atau kegiatan bersamaan antara PC dan PAC, yang harus didahulukan adalah kegiatan PC dan ijin ke KASATKORYON kalau ada kegiatan di PC. beliau yakin bahwa yang hadir disini adalah militan dan siap membantu Diklatsus di Mojokerto yang InsyaAlloh dilaksanakan Tanggal 9 10 11 12 april 2020 . Dan pertemuan masing-masing BIRO ingin dilaksanakan Minimal 1 bulan sekali untuk membahas kegiatan dan dilaporkan ke Infokom Banser Mojokerto.

  • DIKLATSUS BAGANA & BALANTAS SATKORCAB BANSER PONOROGO

    DIKLATSUS BAGANA & BALANTAS SATKORCAB BANSER PONOROGO

    SORBANSANTRI.COM

    SATKORCAB BANSER PONOROGO menyelenggarakan DIKLATSUS BAGANA DAN BALANTAS. Kegiatan ini dilaksanakan di Telaga Ngebel mulai tanggal 10 sampai 12 Januari 2020.

    Peserta Diklat berasal dari Satkorcab Ponorogo, Mojokerto, Lamongan, Gresik, Madiun, Trenggalek, Tulungagung, Jombang, Sampang Madura.

    Kegiatan DIKLATSUS ini dibuka oleh KASATKORWIL BANSER JAWA TIMUR “GUS IRSYAD YUSUF” yang juga menjabat sebagai Bupati Pasuruan Jatim.

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam sambutannya, Gus Irsyad mengapresiasi kegiatan ini. Seperti diketahui, Diklat ini khusus melatih BANSER TANGGAP BENCANA (BAGANA) DAN BANSER LALU LINTAS (BALANTAS).

    “Kita sambut baik kegiatan ini. Karena manfaat kegiatan ini yang sangat luar biasa. Hari-hari ini banyak sekali bencana yang menimpa menghampiri kita. Oleh karenanya kita perlu mempersiapkan kader-kader yang tanggap bencana” ungkap Gus Irsyad dalam sambutannya.

    SORBANSANTRI.COM

    Pembukaan ini dihadiri oleh Ketua BPBD PONOROGO, Ketua PCNU, Ketua PC MUSLIMAT NU, Jajaran FORPIMKA Ngebel, Ketua PC GP ANSOR Madiun dan beberapa Ketua PAC GP ANSOR se Ponorogo.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

  • KASIH SAYANG MBAH MAIMUN KEPADA SANTRI

    KASIH SAYANG MBAH MAIMUN KEPADA SANTRI

    InfokomBanserNU-
    Suatu hari – seperti yang dikisahkan Gus Muhammad Pekalongan – seorang santri akan diboyong pengurus keamanan karena berbagai kasus pelanggaran. Ketika akan diantar pengurus keamanan sam bhn bpai jalan raya untuk dicarikan bis, Santri itu lari menuju ke ndalem Yai Maimoen,
    Ia menangis dan tersungkur sesenggukan dibawah kaki beliau.

    Yai dawuh: “enten nopo”? (Ada apa ?) Kang santri itu menjawab: “kulo bade diboyong pengurus, tapi kulo taseh pengen mondok yai”(saya mau diboyong pengurus, tapi saya masih pengen mondok yai)

    Kemudian yai manggil pengurus keamanannya lantas kemudian dawuh: ” santri iki ora usah diboyong yo, mergo cah enom seng gelem ngaji saiki longko…” (santri ini jangan di boyong ya.. Karena jaman sekarang sedikit pemuda yang mau ngaji )

    Beliau lalu menoleh kepada santri itu dan berkata : ” tapi sampean kudu janji…ojo nakal maneh”..(tapi kamu harus janji.. Jangan nakal lagi )

    Gus Rojih Ubab – cucu Mbah Yai – pernah berkata : ” Mbah kung iku nek ono santri nakal, ngongkon digedekno husnudzone, Husnudzon Cah iku bakal taubat lan dadi apik suatu saat, Lan didongakno ben cepet mari nakale.. ” (mbah itu kalo ada santri nakal, menyuruh kita untuk menguatkan husnudzon, husnudzon bahwa kelak ia akan taubat dan menjadi orang baik. Dan didoakan semoga cepat selesai nakalnya)

    Sampai sekarang Saya ingat betul totalitas beliau dalam mengajar dan mendidik para santri, beliau – yang meski selelah apapun, pulang dari perjalanan sejauh apapun dan dalam usia yang sangat sepuh seperti itu – selalu meluangkan waktunya untuk mengajar santri-santrinya, tidak jarang – karena saking capeknya – beliau tertidur beberapa detik ditengah-tengah membacakan kitab untuk kami. Di bulan Ramadhan beliau bahkan bisa berjam-jam duduk tanpa henti untuk membacakan kitab, semua waktu beliau seakan-akan hanya beliau dedikasikan untuk ilmu dan para penuntutnya.. Saya juga masih ingat dawuh beliau di malam itu, waktu itu beliau baru saja pulang dari kunjungannya ke Uzbekistan. ” Ora usah mikir engko dadi opo.. Tapi Ngajio sing sergep, sinau sing sergep” (Gus Ismail)

  • MEMAKAN BUAH / BIJI PALA HUKUMNYA BOLEH APA TIDAK?

    MEMAKAN BUAH / BIJI PALA HUKUMNYA BOLEH APA TIDAK?

    HUKUM BUAH / BIJI PALA

    Pertanyaan :
    Gus, beberapa waktu yang lalu kami dikagetkan dengan keterangan beberapa ustadz yang mengatakan haramnya mengonsumsi buah dan biji Pala yang umumnya dijadikan bumbu dalam masakan sop, gulai, dan lain sebagainya. Katanya, keduanya memabukkan. Benarkah PALA itu HARAM?
    [bunda² majelis youtube]

    Jawaban :

    Kebanyakan ahli fikih seperti Ibnu Hajar al-Haitami, Ibnu al-‘Imad, Ibnu Daqiq al-‘Id, dan para ahli fikih yang lain dari kalangan madzhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali berpendapat bahwa hukum mengonsumsi biji pala adalah haram. Sebab, ia berefek narkotik seperti opium dan bahan-bahan lain sejenis. Zat yang ditengarai membawa efek narkotik adalah myristicin. Menurut penelitian, jika seseorang diberi myristicin sebanyak 400 mg atau setara dengan 1,5 biji pala, ia akan mulai berhalusinasi dan merasakan efek narkotik. Jika sudah berefek demikian, tidak ada yang meragukan keharamannya.

    Adapun jika biji pala digunakan sebagai bumbu penyedap bukan dikonsumsi langsung, Prof. Dr. Wahbah az-Zuhaili berkata, “Tidak terlarang menggunakan sedikit pala sebagai bumbu penyedap baik pada makanan, kue, dan sejenisnya. Namun, menjadi terlarang (haram) bila banyak jumlahnya.”

    Untuk daging buah pala yang umumnya dibuat manisan, kandungan myristicin-nya lebih sedikit lagi. Untuk mendapatkan 400 mg myristicin seseorang harus mengonsumsi 2 hingga 6 kg manisan buah pala. Kiranya, tidak ada yang sanggup memakannya dalam satu waktu. Sebelum terkena efek narkotik, seseorang akan kekenyangan terlebih dahulu.

    Perlu dicatat bahwa myristicin juga ditemukan pada sayur-sayuran dan bumbu dapur seperti wortel, seledri, adas, dan ketumbar. Namun, karena kadarnya yang sedikit, tidak ada ulama yang mengharamkannya. Bisa dimengerti kan para bundaku..😊

    Untuk lebih gamblangnya begini bunda:
    Para ulama merumuskan Kaidah Fiqhiyyah yang menyebutkan:

    الأصل في الأشياء الاباحة الا ما دلّ الدليل على تحريمه

    “Al-ashlu fi al-asy-ya’i al-ibaahah, illaa maa dalla daliilu ‘alaa tahriimihi” (Segala sesuatu pada dasarnya adalah mubah atau boleh, kecuali ada dalil yang mengharamkannya).

    Kalau ada dalil nash yang shahih (valid) dan sharih (tegas) dari Allah sebagai Asy-Syari’ (yang berwenang membuat hukum itu sendiri), juga adanya penjelasan dari Rasulullah Saw. dalam haditsnya, barulah hukumnya bisa berubah menjadi terlarang, makruh, atau bahkan haram.

    Dari sini, maka dapat dipahami, makanan yang haram itu hanya sedikit, sebagaimana yang disebutkan secara spesifik di Al-Quran dan Al-Hadits. Sedangkan selebihnya, yang halal itu sangat banyak, termasuk buah pala. Selanjutnya, secara nash syariah, hukum tentang larangan memakan buah pala ini tidak ada di dalam Al-Quran maupun Al-Hadits.

    Lebih lanjut lagi, semua makanan dan minuman yang halal apabila dikonsumsi secara berlebihan lalu bisa memabukkan, atau dengan menyalah-gunakannya lalu menimbulkan bahaya, maka tindakan berlebihan atau penyalahgunaan itulah yang membuatnya menjadi haram.

    Begitu juga dalam hal buah pala. Apabila seseorang mengonsumsinya secara berlebihan, sehingga menimbulkan bahaya seperti menjadi mabuk, maka keharamannya itu berlaku karena tindakan berlebihan sehingga menyebabkan mabuk itu saja. Atau kalau ada yang menyalahgunakan penggunaannya, maka tindakan penyalahgunaan buah pala itu yang terlarang.

    Tapi selama ini, agaknya saya belum pernah mendengar orang di Indonesia yang mengonsumsi buah pala atau manisan pala secara wajar, lalu menjadi mabuk. Jadi, sejatinya buah pala secara umum tidak memabukkan, dan dengan demikian tidak haram.

    Kalaupun ada yang mengonsumsinya lalu menjadi mabuk, maka itu bersifat kasuistik, secara individual mungkin karena alergi atau sebab yang lainnya. Dalam hal ini, ada Kaidah Fiqhiyyah yang menyebutkan :

    الحكم يدور مع علته وجودا وعدما

    “Al-Hukmu yaduuru ma’a ‘illatihi wujuudan wa ‘adaman”. Artinya, “Hukum itu berkisar pada ‘illatnya, ada atau tiadanya”.

    Artinya, apabila ‘illat-nya memabukkan atau membahayakan diri seseorang yang mengonsumsinya, hal itu menjadi haram bagi dirinya. Sebaliknya, kalau tidak memabukkan atau tidak membahayakan bagi orang lain, hal itu menjadi tidak haram atau diperbolehkan bagi dirinya.

    Sebagai contoh perbandingan atau analogi lagi, buah durian itu sejatinya halal. Kami belum mendapat info yang shahih bahwa ada ulama yang mengharamkan durian karena bisa membuat orang menjadi mabuk.

    Kalaupun ada yang mengonsumsinya lalu mabuk, maka itu bersifat kasuistis, mungkin karena alergi, mengidap penyakit yang membuatnya pantang mengonsumsi durian, atau sebab yang lainnya. Maka terlarangnya mengonsumsi durian itu hanya berlaku khusus bagi orang tersebut, dan tidak berlaku secara umum. Jelas kan?

    Terakhir, agar lebih mantab lagi :
    Sebagian Madzhab Hanafi dan Syafi’i ada yang mengatakan boleh asalkan sedikit. Pala dalam campuran bumbu tergolong sedikit dan tidak sampai memabukkan atau membahayakan. Berikut pendapat para ulama:

    ﻭﻧﻘﻞ ﺃﻥ ﺟﻮﺯﺓ اﻟﻄﻴﺐ ﺗﺤﺮﻡ ﻟﻜﻦ ﺩﻭﻥ ﺣﺮﻣﺔ اﻟﺤﺸﻴﺸﺔ … ﺃﻣﺎ اﻟﻘﻠﻴﻞ ﻣﻨﻬﺎ ﻭﻣﻦ ﻛﻞ ﻣﺴﻜﺮ ﻣﺎ ﻋﺪا اﻟﺨﻤﺮ ﻭﻧﺤﻮﻩ ﻓﺘﻌﺎﻃﻴﻪ ﻻ ﻳﺤﺮﻡ ﻋﻨﺪ اﻹﻣﺎﻡ

    “Disebutkan bahwa pala hukumnya haram. Namun keharamannya dibawah keharaman ganja. Mengambil sedikit dari pala dan hal yang memabukkan, selain khamr (minuman keras) dan lainnya, maka menggunakannya tidak haram menurut Imam (Hanafi)” (Hasy Thahthawi 1/665)

    Dari madzhab Syafi’i ada seorang Imam yang diberi julukan Syafi’i Shaghir (Syafi’i Junior) dan beliau menjawab dengan fatwanya:

    (ﺳﺌﻞ) ﻋﻦ ﺃﻛﻞ ﺟﻮﺯ اﻟﻄﻴﺐ ﻫﻞ ﻳﺠﻮﺯ ﺃﻭ ﻻ؟ (ﻓﺄﺟﺎﺏ) ﻧﻌﻢ ﻳﺠﻮﺯ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻗﻠﻴﻼ، ﻭﻳﺤﺮﻡ ﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻛﺜﻴﺮا.

    Ar-Ramli ditanya tentang memakan pala boleh atau tidak? Beliau menjawab: “Ya, boleh bila sedikit. Dan haram jika sampai banyak” (Fatawa Ar-Ramli 4/71)

    Kesimpulan, halal atau haramnya buah / biji pala itu dikembalikan kepada diri masing² pengguna / konsumen. Jika mengkonsumsi / penggunaanya tidak berbahaya ya monggo saja.. Tapi jika terjadi bahaya ya jangan dong..

    Sama halnya dengan poligami, kalau maslahat ya silahkan, tapi jika tambah runyam ya jangan. Hallaahhh… Hihii..

    Sudah ya bund, semoga bisa difahami & bermanfaat. Wallohu a’lam.

    (Bagus Muhammad Miftahul Mujib)

  • Evakuasi Sarang Lebah Vespa di Desa Warugunung oleh Relawan LPBI-NU bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto

    Evakuasi Sarang Lebah Vespa di Desa Warugunung oleh Relawan LPBI-NU bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto

    InfokomBanserNU- Sabtu, 11 Januari 2020 Pukul : 23.00 WIB. Relawan LPBI-NU bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto, Evakuasi Sarang Lebah di Dusun Wonokerto Desa Warugunung Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto. Berdasar informasi dari warga setempat tentang adanya sarang lebah yang diduga jenis tawon vespa ( nama lokalnya Tawon Ndas ). Keberadaan lebah tersebut dinilai meresahkan warga sekitar.

    Dengan menggunakan alat tradisional, Relawan LPBI-NU Kab. Mojokerto bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kab. Mojokerto melakukan evakuasi sarang lebah. Alhamdulillah proses evakuasi tersebut berjalan lancar dan tidak ada KERUGIAN Jiwa Material. KONDISI MUTAKHIR Sarang lebah sudah berhasil dievakuasi dengan PETUGAS DI LAPANGAN 

    1. LPBI-NU Kabupaten Mojokerto.
    2. Banser Tanggap Bencana (Bagana) Kabupaten Mojokerto.
    3. Warga setempat.

    Aslinya, tawon ini punya habitat di hutan dataran rendah. Namun hutan makin berkurang karena pembangunan oleh manusia. Akibatnya tawon Vespa membuat sarang di atap rumah-rumah dan hidup terlalu dekat dengan manusia. Risiko disengat pun menjadi meningkat. Karena hewan sosial, tawon Vespa juga bisa menyerang berkelompok.

    “Sarangnya banyak di bangunan permukiman. Penyebabnya, habitat aslinya hutan dataran rendah terus berkurang karena pembangunan. Kemampuan bertahan dengan berbagai jenis makanan memungkinkan tawon Vespa bisa memiliki habitat baru membuat sarang di bangunan-bangunan,” kata warga. 

    Sengatan tawon Vespa menimbulkan bengkak. Jika terjadi sengatan dalam jumlah banyak akan menimbulkan anafilaksis, organ bisa rusak dalam hitungan hari. Racun tawon vespa itu racunnya bisa mematikan jika tidak cepat ditangani dengan metode yang tepat. Yang fatal adalah jika menyerang limpa dan ginjal.

    SORBANSANTRI.COM
    Rumah Tawon Vespa

    “Apabila dua organ itu sudah kena racun, tidak akan berfungsi dengan baik menyaring racun dalam tubuh. Akibatnya, daya tahan tubuh lemah dan, jika racun yang masuk dalam jumlah banyak, bisa menyebabkan kematian korbannya. Jika disengat, segera periksakan diri ke puskesmas, RS, atau dokter terdekat untuk memastikan tidak berbahaya,” kata dokter.

    Untuk pencegahan dan antisipasi, warga harus membersihkan sampah di sekitar pemukiman mereka, jika tidak akan menjadi sumber makanan dan perkembangbiakan tawon Vespa. Tawon Vespa bisa hidup dengan makan serangga dan bangkai di sampah warga. 

    (red. kasiyanto-infokombansernu)

  • Konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Kutorejo

    Konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Kutorejo

    wp.sorbansantri.com  – Alhamdulillah telah dilaksanakan konferensi PAC GP Ansor Kecamatan Kutorejo Kabupaten Mojokertoh Pada hari Sabtu tanggal 9 Januari 2021 pukul 19.00-selesai di P.P Roudlotul Qur’an sambilawang,sawoK,Kutorejo – Mojokerto

    Dalam konferensi pemilihan Ketua PAC tersebut muncul nama Sahabat Ahmad Syaifudin M.Pd.i (Gus UDIN) sebagai ketua PAC terpilih (petiode 2021-2023) untuk menggantikan sahabat Sholikhudin S.Pd.i

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam sambutanya Gus Udin mengatakan “Akan meneruskan program-program PAC yang belum terlaksana,serta akan membawa kinerja Ansor lebih baik kedepannya”

    Konferensi terebut selain dihadiri oleh Gus Ali Moh.Nasih sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto,juga dari lembaga lembaga NU lainnya seperti Fatayat,Muslimat,IPNU-IPPNU dan lain-lain.

    Harapan dalam Konferensi tersebut adalah menghasilkan Ketua Terpilih yang lebih baik serta bisa mencetak generasi Ansor yang Militan dan berdedikasi tinggi untuk NU dan NKRI. (IRUL – Sorban)