InfokomBanserNU- Ada seorang Ustadz Modern (UM) yang gerah melihat amalan warga kampung yang dipimpin seorang Kyai Kampung (KK)
Akhirnya Ustadz Modern mendatangi Kyai Kampung. Setelah ucapkan salam, maka terjadilah dialog:
UM: Sudahlah Kyai tinggalkan kitab-kitab kuning (turats) itu, karena itu hanya karangan ulama kok. Kembali saja kepada al-Quran dan Hadits ”
Mendapat pertanyaan, Kyai Kampung tak langsung mereaksi. Sang KK mendengarkan dengan penuh perhatian dan tak langsung menanggapi.
Malah KK itu menyuruh anaknya mengambil termos berisi kopi dan gelas. Kemudian mempersilahkan minum.
Tamu itupun menuangkan kopi ke dalam gelas.
Lalu KK bertanya dengan santainya: “Kok tidak langsung diminum dari termos saja. Mengapa dituang ke gelas dulu?”
Kemudian UM menjawab: ” Ya… ini agar lebih mudah minumnya too kyai..!
Akhirnya KK memberi penjelasan: ” Itulah jawabannya, mengapa kami tidak langsung mengambil dari al-Quran dan Hadits. Kami menggunakan kitab-kitab kuning yang mu’tabar, ibarat gelasnya, karena kami mengetahui bahwa kitab-kitab mu’tabarah itupun diambil dari al-Quran dan Hadits, ibarat termosnya, sehingga kami yang awam ini lebih mudah mengamalkan wahyu, sebagaimana apa yang engkau lakukan saat minum kopi dengan menggunakan gelas, agar lebih mudah minum kopinya, bukankah begitu ???”
Terimakasih Abah Anom
(red.Abi)
Penulis: Sorban Santri
-

TINGKAT PEMAHAMAN USTADZ MODERN DAN KYAI KAMPUNG
-

GESTREK Bersama Ansor – Banser Ngoro
Sorbansantri.com – Komunitas Trel Gestrek Ngoro yg di pandegani oleh GUS HAFID atau yang akrap di panggil GAPERO , pada Selasa malam tanggal 11 Januari 2021 mengadakan rutinan pengajian bulanan dengan membacakan istighosah, tahlil & rotibul haddad yg bertempat di rumah Gus Ghufron Purwojati, rutinan ini berpindah2 di tiap bulannya ada jadwal giliran ke rmh2 setiap anggota grestrek ngoro.
Menurut gus hafid selaku ketua.Malam itu sangat istimewah bagi komunitas GESTREK karena bisa mewujudkan impian sahabat Budy (anggota BANSER yang mengalami cacat fisik dari kecil) untuk memiliki kendaraan sepeda motor roda 3 agar bisa mengikuti dalam kegiatan ke-Banseran yg ada di kecamatan Ngoro.
Sahabat Budy menerima bantuan sepeda motor roda 3

Ndan budi dan ndan hasan Sahabat Budy adalah alumni DIKLATSAR BANSER angkatan IV tahun 2020 (25-26-27 Desember) yang di adakan oleh Satkoyon Banser Ngoro yang memiliki semangat luar biasa dalam mengikuti pelatihan Diklatsar meskipun banyak kekurangan fisik pada dirinya.
Sahabat Budy saat mengikuti DIKLATSAR angkatan IV


Dalam pnyerahan kendaraan langsung diberikan oleh Gus Hafid dan di saksikan oleh Ketua PAC GP ANSOR Ngoro ( Moh. Saufi S.Kom) beserta Jajaran Ansor Banser PAC Ngoro. (Hasan-Irul Sorban)
-

KITA AMBIL HIKMAHNYA DARI KISAH SUMUR USMAN
wp.sorbansantri.com – Di Madinah, tidak terlalu jauh dari Masjid Nabawi, ada sebuah properti sebidang tanah dengan sumur yang tidak pernah kering sepanjang tahun. Sumur itu dikenal dengan nama: Sumur Ruma (The Well of Ruma) karena dimiliki seorang Yahudi bernama Ruma.
Sang Yahudi menjual air kepada penduduk Madinah dan setiap hari orang antri untuk membeli airnya. Diwaktu-waktu tertentu sang Yahudi menaikkan seenaknya harga airnya dan rakyat Medinah pun terpaksa harus tetap membelinya. Karena hanya sumur inilah yang tidak pernah kering.
Melihat kenyataan ini, Rasulullah berkata: “Kalau ada yang bisa membeli sumur ini, balasannya adalah Surga”.
Seorang Sahabat Nabi bernama Usman bin Affan mendekati sang Yahudi. Usman menawarkan untuk membeli sumurnya. Tentu saja Ruma sang Yahudi menolak. Ini adalah bisnisnya dan ia mendapat banyak uang dari bisnisnya.
Tetapi Usman bukan hanya pebisnis sukses yang kaya raya, tetapi ia juga negosiator ulung. Ia bilang kepada Ruma: “Aku akan membeli setengah dari sumurmu dengan harga yang pantas, jadi kita bergantian menjual air, hari ini kamu, besok saya”.
Melalui negosiasi yang sangat ketat, akhirnya sang Yahudi mau menjual sumurnya senilai 1 juta Dirham dan memberikan hak pemasaran 50% kepada Usman bin Affan.
Apa yang terjadi setelahnya membuat sang Yahudi merasa keki.
Ternyata Usman menggratiskan air tersebut kepada semua penduduk Madinah. Pendudukpun mengambil air sepuas puasnya sehingga hari keesokannya mereka tidak perlu lagi membeli air dari Ruma sang Yahudi.
Merasa kalah, sang Yahudi akhirnya menyerah, ia meminta sang Usman untuk membeli semua kepemilikan sumur dan tanahnya.Tentu saja Usman tidak harus membayar lagi seharga yang telah disepakati sebelumnya.
Sampai sekarang di Madinah, sumur tersebut dikenal dengan nama “Sumur Usman”,atau The Well of Usman.” Tanah luas sekitar sumur tersebut menjadi sebuah kebun kurma yang diberi air dari sumur Usman. Kebun kurma tersebut dikelola oleh badan wakaf pemerintah Saudi sampai hari ini. Kurmanya dieksport ke berbagai negara didunia, hasilnya diberikan untuk yatim piatu dan pendidikan.
Sebagian dikembangkan menjadi hotel dan proyek proyek lainnya, sebagian lagi dimasukkan kembali kepada sebuah rekening tertua didunia atas nama Usman bin Affan.
Hasil kelolaan kebun kurma dan grupnya yang disaat ini menghasilkan 50 juta Riyal pertahun. (Atau setara 200 Milyar pertahun).Sang Yahudi tidak akan penah menang. Kenapa? Karena visinya terlalu dangkal. Ia hanya hidup untuk masa kini, masa ia ada di dunia. Sedangkan visi dari Usman Bin Affan adalah jauh kedepan. Ia berkorban untuk menolong manusia lain yang membutuhkan dan ia menatap sebuah visi besar yang bernama:
“Shadaqatun Jariyah, sedekah berkelanjutan”. Sebuah shadaqah yang tidak pernah berhenti, bahkan pada saat manusia sudah mati.
Inilah cara memajukan Islam secara cerdas dan barokah dunia akherat.
Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari).
(ansor kebumen) -

Mazhab Saya Adalah Mazhab Rasulullah, Bukan 4 Mazhab
wp.sorbansantri.com – Kalimat ini sering kita dengar dari orang-orang yang tidak mengerti Mazhab dan bisa meracuni pemikiran orang lain tentang Mazhab, seolah Mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali bukanlah Mazhab yang sama seperti Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.Ayat seputar hukum Islam ada sekitar 500 ayat dalam Al-Qur’an. Jumlah hadis sahih menurut Imam al-Bukhari sebanyak 100.000 hadis. Karena ini hari Jumat kita pelajari 2 hadis berikut:ﻭﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺳﻌﻴﺪ – ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻗﺎﻝ: «ﻏﺴﻞ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻭاﺟﺐ ﻋﻠﻰ ﻛﻞ ﻣﺤﺘﻠﻢ». ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﺴﺒﻌﺔDari Abu Sa’id Al Khudri Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Mandi Jumat adalah WAJIB bagi setiap orang yang dewasa” (HR Sab’ah)ﻭﻋﻦ ﺳﻤﺮﺓ – ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ – ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻣﻦ ﺗﻮﺿﺄ ﻳﻮﻡ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﻓﺒﻬﺎ ﻭﻧﻌﻤﺖ, ﻭﻣﻦ اﻏﺘﺴﻞ ﻓﺎﻟﻐﺴﻞ ﺃﻓﻀﻞ». ﺭﻭاﻩ اﻟﺨﻤﺴﺔ, ﻭﺣﺴﻨﻪ اﻟﺘﺮﻣﺬﻱDari Samurah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa wudhu’ di hari Jumat maka sudah baik. Barangsiapa yang mandi maka mandi lebih utama” (HR Al-Khamsah dan dinilai Hasan oleh At-Tirmidzi)Soal mandi Jumat, hadis pertama mengatakan wajib, dan hadis kedua mengatakan sunah. Manakah yang tepat hukum mandi Jumat dalam Mazhab Nabi?Contoh lain, dalam Al-Quran jual beli adalah halal. Dalam penjelasan banyak hadis, jual beli terdiri dari benda yang bisa diserahterimakan. Saat ini ada jual beli yang tidak terlihat dan serah terima kadang menunggu trouble selesai, yaitu jual beli pulsa, jual beli kuota internet dan sebagainya. Bagaimana menurut ‘Mazhab Nabi’ menjawab masalah ini? Kalau jawab ‘boleh’, kapan Nabi pernah jual beli barang yang tidak terlihat? Subhanallah, jangan pernah menurunkan posisi derajat Rasulullah ke tingkat ijtihad khilafiyah. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam adalah sumber hukum Islam setelah Al-Qur’an. (kh. Ma’ruf Khozin) -

Penjelasan Soal Hadits Nabi dan Bendera Khilafah HTI – ISIS
INFOKOM BANSER NU –
ISIS dan HTI sama-sama mengklaim bendera dan panji yg mereka miliki adalah sesuai dg Liwa dan rayah-nya Rasulullah. Benarkah? enggak! Kalau klaim mereka benar, kenapa bendera ISIS dan HTI berbeda design dan khat tulisan arabnya? Ayoooo
Secara umum hadits-hadits yg menjelaskan warna bendera Rasul dan isi tulisannya itu tidak berkualitas shahih. Riwayatnya pun berbeda-beda: ada yg bilang hitam saja, ada yg bilang putih saja, ada riwayat yg bilang hitam dan putih, malah ada yang bilang merah dan juga kuning. Riwayat lain bendera itu gak ada tulisan apa-apa. Jadi gak ada tulisan tauhidnya, cuma kosong saja. Riwayat lain bilang ada tulisan tauhidnya. Riwayat seputar ini banyak sekali, dan para ulama sudah memberikan penilaian. Secara umum tidak berkualitas sahih.
Dalam sejarah Islam juga kita temukan fakta yang berbeda lagi. Ada yg bilang Dinasti Umayyah pakai bendera hijau, Dinasti Abbasiyah pakai hitam, dan pernah juga berwarna putih. Apa mau bilang para Khalifah ini tidak mengikuti bendera Rasul? Ribet kan!
Jadi yang mana bendera khilafah? Yah tergantung anda mau merujuk ke Khilafah Umayyah atau Abbasiyah? Gak ada hal yang baku soal bendera ini. Coba saja buka kitab Ahkamus Sulthaniyah karya Imam Mawardi: apa ada pembahasan soal bendera negara Khilafah? Enggak ada! Kenapa yang gak ada terus mau diada-adakan seolah menjadi urusan syariat? Mau bilang Imam al-Mawardi gak paham soal ini? Nah, tambah ribet kan!
Konteks bendera dan panji dipakai Rasul itu sewaktu perang untuk membedakan pasukan Rasul dengan musuh. Bukan dipakai sebagai bendera negara. Jadi kalau ISIS dan HTI tiap saat mengibarkan liwa dan rayah, emangnya kalian mau perang terus? Kok kemana-mana mengibarkan bendera perang?
Kalau dianggap sebagai bendera negara khilafah, kita ini NKRI, sudah punya bendera merah putih. Masak ada negara dalam negara?! Ini namanya makar! Bahkan ada tokoh HTI yang mempertanyakan apa ada haditsnya bendera RI yang berwarna merah-putih? Nah kan, kelihatan makarnya, sudah mereka tidak mau menerima Pancasila dan UID 1945, sekarang mereka juga menolak bendera merah-putih. Jadi, yang syar’i itu bendera HTI, begitu maunya mereka, padahal urusan bendera ini bukan urusan syari’at.
Sekarang bagaimana status hadits soal bendera ini? Kita bahas singkat saja biar gak makin ribet membacanya.
Hadits riwayat Thabrani dan Abu Syeikh yg bilang bendera Rasul hitam dan panjinya putih itu dhaif. Mengapa demikian? Riwayat Thabrani ini dhaif karena ada rawi yg dianggap pembohong yaitu Ahmad bin Risydin. Bahkan kata Imam Dzahabi, dia pemalsu hadits.
Riwayat Abu Syeikh dari Abu Hurairah itu dhaif karena kata Imam Bukhari rawi yg namanya Muhammad bin Abi Humaid itu munkar.
Riwayat Abu Syeikh dari Ibn Abbas menurut Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Bari, sanadnya lemah sekali.
وجنح الترمذي إلى التفرقة فترجم بالألوية وأورد حديث جابر ” أن رسول الله صلى الله عليه وسلم دخل مكة ولواؤه أبيض ” ثم ترجم للرايات وأورد حديث البراء ” أن راية رسول الله صلى الله عليه وسلم كانت سوداء مربعة من نمرة ” وحديث ابن عباس ” كانت رايته سوداء ولواؤه أبيض ” أخرجه الترمذي وابن ماجه ، وأخرج الحديث أبو داود ، والنسائي أيضا ، ومثله لابن عدي من حديث أبي هريرة ، ولأبي يعلى من حديث بريدة ، وروى أبو داود من طريق سماك عن رجل من قومه عن آخر منهم ” رأيت راية رسول الله صلى الله عليه وسلم صفراء ” ويجمع بينها باختلاف الأوقات ، وروى أبو يعلى عن أنس رفعه ” أن الله أكرم أمتي بالألوية ” إسناده ضعيف ، ولأبي الشيخ من حديث ابن عباس ” كان مكتوبا على رايته : لا إله إلا الله محمد رسول الله ” وسنده واه
Kalau sudah Ibn Hajar yang komentar soal hadits, HTI dan ISIS mau ngeles apa lagi? Jangan marah sama saya, saya hanya mengutip pendapat Ibn Hajar yang otoritasnya dalam ilmu Hadits sangat diakui dalam dunia Islam. Kalau ada ulama yg menyatakan hadits Abu Syeikh ini sahih, ya silakan saja. Saya lebih percaya dengan Ibn Hajar daripada dengan ulama HTI.
Komentar Ibn Hajar di atas itu telak sekali. Semoga ini membuka mata para kader HTI, yang sudah dibubarkan pemerintah itu. Bendera HTI dan juga ISIS tidak memliki landasan yang kuat. Tidak ada perintah Rasulullah untuk kita mengangkat bendera semacam itu; tidak ada kesepakatan mengenai warnanya, dan apa ada tulisan atau kosong saja, dan tidak ada kesepakatan dalam praktek khilafah jaman dulu, serta para ahli Hadits seperti Ibn Hajar menganggap riwayatnya tidak sahih.
Katakanlah ada tulisannya, maka tulisan khat jaman Rasul dulu berbeda dengan di bendera ISIS dan HTI. Jaman Rasul, tulisan al-Qur’an belum ada titik, dan khatnya masih pra Islam yaitu khat kufi. Makanya meski mirip, bendera ISIS dan HTI itu beda khatnya. Kenapa ayo? Kan sama2 mengklaim bendera Islam? Itu karena tulisan khat-nya rekaan mereka saja. Gak ada contoh yg otentik dan sahih bendera Rasul itu seperti apa. Itu rekaan alias imajinasi orang-orang ISIS dan HTI berdasarkan hadits-hadits yg tidak sahih
Jadi jangan mau dibohongin yah sama bendera Islam-nya HTI dan ISIS.
Perkara ini bukan masuk kategori syari’ah yg harus ditaati. Gak usah ragu menurunkan bendera HTI dan ISIS. Itu bukan bendera Islam, bukan bendera Tauhid.
Tapi ada tulisan tauhidnya? Masak kita alergi dengan kalimat tauhid? Itu hanya akal-akalan mereka saja. Untuk mengujinya gampang saja, kenapa HTI gak mau mengangkat bendera ISIS dan kenapa orang ISIS tidak mau mengibarkan bendera HTI padahal sama-sama ada kalimat Tauhid-nya? Itu karena sifat sebuah bendera di masa modern ini sudah merupakan ciri khas perangkat dan simbol negara. Misalnya warga Indonesia tidak mau mengangkat bendera Belanda atau lainnya. Bukan karena benci dengan pilihan warna bendera mereka, tapi karena itu bukan bendera negara kita.
Bendera itu merupakan ciri khas sebuah negara. Apa HTI dan ISIS mau mengangkat bendera berisikan kalimat Tauhid yang khat dan layout-nya berbeda dengan ciri khas milik mereka? Atau angkat saja deh bendera Arab Saudi yang juga ada kalimat Tauhidnya. Gimana? Gak bakalan mau kan. Karena bendera sudah menjadi bagian dari gerakan mereka. Maka jelas bendera ISIS dan HTI bukan bendera Islam, bukan bendera Rasul, tapi bendera ISIS dan HTI.
Itu sebabnya Habib Luthfi bin Yahya dengan tegas meminta bendera HTI diturunkan dalam sebuah acara. Mursyid yang juga keturunan Rasulullah ini paham benar dengan sejarah dan status hadits soal bendera ini.
Saya ikut pendapatnya Imam Ibn Hajar dan ikut sikap Habib Luthfi.
Tabik,
-

GURU MULIA AL MUSNID AL HABIB UMAR BIN HAFIDZ berkata:
wp.sorbansantri.com – Ada di kalangan manusia yang akan memasuki SYURGA secara mudah. Mereka ialah orang yang MENCINTAI ULAMA walaupun sebesar biji zarah.
Ada di kalangan manusia yang akan memasuki NERAKA secara mudah. Mereka ialah orang yang MEMBENCI ULAMA walaupun sebesar biji zarah.
“Orang yang selalu ke MASJID, apabila satu hari dia tidak datang karena sakit,maka para malaikat akan menziarahinya di rumah, apabila dia meninggal dunia,maka malaikat akan mengiringi jenazahnya”
” Masalah (sosial) yang menimpa manusia zaman ini. disebabkan tidak ada rasa cinta kepada Allah SWT, para Nabi dan Rasul dan orang-orang shaleh. Mereka lebih mencintai artis-artis,para pemain bola sepak dan orang-orang yang melalaikan”
“Kepada siapa kita tujukan rasa CINTA kita?”
“Allah akan bangkitkan kita diakhirat kelak bersama orang kita cintai didunia”
‘Walaupun kita tak pernah berjumpa dengan Rasullullah Saw, akhlak kita tak sehebat Rasulullah Saw, tapi ada perasaan cinta, kasih dan sayang kepada Rasulullah Saw, Insya Allah kita akan dibangkitkan dan dekat bersama-sama dengannya.(Rasulullah Saw)🤲🤲🤲
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد -

SEJAK KAPAN KAMU TAHU KALAU TIDAK ADA SHOLAT QOBLIYAH JUM’AT ?
Oleh: Gus Anwar Musyaddat
Mungkin lebih bijaknya klo disampaikan, bahwa ulama berbeda pendapat masalah Qobliyah Jumat…
مَا صَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانٍ مِنْ حَدِيْثِ عَبْدِاللهِ بْنِ الزُّبَيْرِ “مَا مِنْ صَلاَةٍ مَفْرُوْضَةٍ إِلاَّ وَبَيْنَ يَدَيْهَا رَكْعَتَانِ
Semua shalat fardlu itu pasti diikuti oleh shalat sunnat qabliyah dua rakaat. (HR.Ibnu Hibban yang telah dianggap shahih dari hadist Abdullah bin Zubair).
Hadist ini secara umum menerangkan adanya shalat sunnah qabliyah tanpa terkecuali shalat Jum’at.
Imam al Nawawi dalam kitab al Majmu’ Syarh al Muhadzdzab:
فَرْعٌ فِيْ سُنَّةِ الجُمْعَةِ بَعْدَهَا وَقَبْلَهَا. تُسَنُّ قَبْلَهَا وَبَعْدَهَا صَلاَةٌ وَأَقَلُّهَا رَكْعَتَانِ قَبْلَهَا وَرَكْعَتَانِ بَعْدَهَا. وَالأَكْمَلُ أَرْبَعٌ قَبْلَهَا وَأَرْبَعٌ بَعْدَهَا
(Cabang). Menerangkan tentang sunnah shalat Jum’at sebelumnya dan sesudahnya. Disunnahkan shalat sunnah sebelum dan sesudah shalat jum’at. Paling sedikit dua raka’at sebelum dan sesudah shalat jum’at. Namun yang paling sempurna adalah shalat sunnah empat raka’at sebelum dan sesudah shalat Jum’at. (Al Majmu’, Juz 4: 9)
Jadi Jangan hanya disampaikan pendapat yang sesuai dg pemahaman kelompoknya saja, sehingga jadi ga fair. Lebih-lebih hanya mencomot pendapat ibnu hajar, pas lg sesuai dengan kelompoknya. Pas lagi ga sesuai, ga dipake… 😊 contohnya Qunut Subuh… karena ga sesuai pendapat kelompoknya, ga di pake… 😁 Jadi sebaiknya sampaikan pendapat2 para ulama, supaya orang2 nanti bisa memilih sesuai keyakinannya. Wallahu A’lam
Follow IG HWMI :
https://www.instagram.com/hubbul_wathon_ -

BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY
Mlirip Jetis,InfokomBanserNU- Pada hari Sabtu, 11 Januari 2020 kegiatan sholawatan yang diadakan di Masjid Sabilul Huda bumi mlirip jetis mojokerto dengan tema BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY (SOLO), acara yang diadakan di Masjid Sabilul Huda Dsn Clangap Mlirip RowoJd Dsn Clangap Mlirip Jetis tersebut berlangsung hidmat dan semarak.
[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=Y2HXTt4Wudw[/embedyt]
Dengan pengamanan banser mojokerto dalam acara Sholawat tersebut sukses dilaksanakan dengan hadirnya warga dari berbagai penjuru Jawa Timur. Suasana malam minggu disaat itu jadi mempunyai warna tersendiri di Bumi Mlirip Jetis Mojokerto. Meriah dengan gema sholawat yang merdu yang merupakan Seni Islam dan harus dipertahankan.
BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT Warga sekitar juga berperan aktif sebelum diadakannya acara tersebut, mulai dari persiapan, pembuatan kue, tempat, dan lain-lain. Aktivitas warga dengan harapan suksesnya acara tersebut mulai terlihat sejak hari Rabu sebelum acara BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY di laksanakan.
Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar dan sukses semoga mendapat safaat NABI MUHAMMAD SAW dengan lantunan SHOLAWAT, kata, salah satu pengunjung acara BUMI MLIRIP BERSHOLAWAT BERSAMA HABIB MUHAMMAD SYARIF AL HABSY.
(mochamad nurul huda DTD Jatirejo ) -

STORY SEMANGAT BANSER TAMANSARI BERIKAN DUKUNGAN MORAL PADA KORBAN MUSIBAH KEBAKARAN
BANSER TAMANSARI, InfokomBanserNU- Di suasana pagi yang sejuk (Selasa,14/01/2020) mengiringi langkah kaki kami (ANSOR-BANSER TAMANSARI) untuk menuju ke sebuah lokasi yang pada hari Sabtu kemarin (11/01/2020) terjadi “musibah kebakaran rumah” salah seorang warga Tamansari Grumbul Gebangsari RT 03/05 Atas Nama Pemilik Rumah Bpk. Tasam. Alhamdulillah pagi tadi Ketua Ansor dan Wakasatkorkel Banser Tamansari serta beberapa sahabat Banser yang lainnya sudah bertemu dengan Bpk. Tasam,dan Beliau menyambut kita dengan baik.
BANSER TAMANSARI BANSER TAMANSARI Kunjungan kami tidak lain untuk memberikan semangat kepada shohibul Musibah agar tetap bersabar dan terus tawakal kepada Yang Maha Kuasa,karna musibah apapun yang terjadi itu semua sudah menjadi kehendak Alloh SWT. Dan kami juga memberikan sejumlah uang dari sahabat – sahabat Ansor-Banser yang mungkin tak seberapa,namun semoga bisa bermanfaat untuk keluarga Bpk. Tasam,itu semua karna kita ingin belajar untuk menjadi Organisasi yang peduli dan bermanfaat untuk seluruh Ummat,karna KITA INI SAMA, sama – sama Saudara di tanah Indonesia yang kita Cinta.
#NU
#Ansormajusatubarisan
#BanserBanyumas
#ACMBanyumas
#CBTCIKALPURBA(Ansor Banser Tamansari)
-

PEMBAIATAN DAN PEMBARETAN KADER BANSER.

Prosesi Pembaiatan dan Pembaretan peserta Diklatsar Banser Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan. Ahad, 12 Januari 2020, Sebagai kegiatan Kaderisasi Gerakan Pemuda Ansor Pacitan di awal tahun ini.
Ada moment menarik sekaligus mengharukan, peserta yang berstatus suami – istri Pembaretan secara simbolis oleh putra kecilnya sendiri. Sebagai wujud ikrar siap mengabdikan atas nama diri dan keluarganya untuk Ansor – Banser – NU dan NKRI.Dengan diiringi dawuh yang sangat mendalam dari pembina apel “Mugo-mugo klambi regetmu kui iso dadi saksi awakmu sesuk iso husnul khotimah”…
Aamiin.






