Penulis: Sorban Santri

  • Peringatan Harlah PSNU Ranting Plososari Kab. Mojokerto

    Peringatan Harlah PSNU Ranting Plososari Kab. Mojokerto

    wp.sorbansantri.com- Peringatan ulang tahun PAGAR NUSA di dusun rejosari RT 03 RW 02 Ranting Plososari tgl 6 Januari 2021. Sudah mecapai usia satu tahun sejak dibukanya PSNU di dusun Rejosari Plososari pada awal Januari 2020 setahun yang lalu.

    Peringatan ini berlangsung mulai pukul 20.00 – 22.30.wib dengan rangkaian acara pembukaan, qiroatul Qur’an,sambutan, pembacaan manaqib, mauidhzoh Hasanah di akhiri dengan pembacaan doa.

    Acara yang diselenggarakan oleh PSNU Ranting Plososari dusun rejosari ini mendatangkan dewan pendekar dari Jombang dan Pacet diantaranya adalah Gus Anwar Gus Muhtar dan kang Dedi dan juga diikuti oleh utusan utusan santri PSNU dari sebagian ranting dekat Plososari.

    Acara peringatan HAUL ini bertujuan untuk mensosialisasikan peran Pagar Nusa dalam membangun SDM melalui seni pencak silat PSNU agar generasi bangsa di tingkat ranting tidak mudah terpengaruh dengan paham ekstrim kiri dan ekstrim kanan yang pada akhir akhir ini makin tumbuh bercokol di kalangan masyarakat pedesaan bahkan sampai kota, dan Untuk mengantisipasi masuknya ideologi Wahabi yang berdampak pada kehidupan sosial masyarakat yang kental dengan ajaran Aswaja An Nahdliyah dari buyut sampai saat ini.

    “Satu satunya banom NU yang bisa masuk dan mewarnai semua banom banom NU adalah Pagar Nusa, demikian juga pada acara ini pagar Nusa mendatangkan jama’ah thoriqoh mu’tabaroh Annahdhiyah untuk membacakan manaqib sayyidi syaikh Ahmad bin Muhammad attijani RA.

    hal ini sebagai bentuk ngalab barokah dari manaqib tersebut dan juga sebagai bentuk interaksi sosial antara santri Pagar Nusa dan warga sekitar yang mayoritas pengamal thoriqoh Attijaniah” Demikian tutur Gus Anwar dalam mauidhzohnya.

    di Akhir mauidhzohnya Gus Anwar mengimbau agar santri Pagar Nusa benar benar manjaga amanah yang di wariskan oleh wali songo, Hadrotussyaikh, dan KH Abdullah Maksum Jauhari agar benar benar di akui sebagai santrinya beliau beliau.

    PSNU RANTING PLOSOSARI#

    PAGAR NUSA#

    PAGAR NU DAN BANGSA#

    SANTRI PSNU PLOSOSARI#

     

  • 3 JENIS MANUSIA DALAM MENUNTUT ILMU – BIDAYATUL HIDAYAH

    3 JENIS MANUSIA DALAM MENUNTUT ILMU – BIDAYATUL HIDAYAH

    Ngaji, InfokomBanserNU-

    بسم الله الرحمن الرحيم

    (1) Seseorang yang menuntut ilmu guna dijadikan bekal untuk akhirat dimana ia hanya ingin mengharap rida Allah
    dan negeri akhirat. Ini termasuk kelompok yang beruntung;

    (2) Seseorang yang menuntut ilmu guna dimanfaatkan dalam kehidupannya di dunia sehingga ia bisa memperoleh
    kemuliaan, kedudukan, dan harta. Ia tahu dan sadar bahwa keadaannya lemah dan niatnya hina. Orang ini termasuk ke dalam kelompok yang berisiko. Jika ajalnya tiba sebelum sempat bertobat, yang dikhawatirkan adalah penghabisan yang buruk (su’ ul-khatimah ) dan keadaannya menjadi berbahaya. Tapi jika ia sempat bertobat sebelum ajal tiba, lalu berilmu dan beramal serta menutupi kekurangan yang ada, maka ia termasuk orang yang beruntung pula. Sebab, orang yang bertobat dari dosanya seperti orang yang tak berdosa;

    (3) Seseorang yang terperdaya oleh setan. Ia pergunakan ilmunya sebagai sarana untuk memperbanyak harta, serta
    untuk berbangga dengan kedudukannya dan menyombongkan diri dengan besarnya jumlah pengikut. Ilmunya menjadi tumpuan untuk meraih sasaran duniawi. Bersamaan dengan itu, ia masih mengira bahwa dirinya mempunyai posisi khusus disisi Allah karena ciri-ciri, pakaian, dan kepandaian berbicaranya yang seperti ulama, padahal ia begitu tamak kepada dunia lahir dan batin.

    Orang dari kelompok ketiga di atas termasuk golongan yang binasa, dungu, dan tertipu. Ia tak bisa diharapkan bertobat karena ia tetap beranggapan dirinya termasuk orang baik. Ia lalai dari firman Allah Swt. yang berbunyi, “Wahai orang orang yang beriman. Mengapa kalian mengatakan apa-apa yang tak kalian lakukan?!” (Q.S. ash-Shaff: 2). Ia termasuk mereka yang disebutkan Rasul saw., “Ada yang paling aku khawatirkan dari kalian ketimbang Dajjal. ” Beliau kemudian ditanya, “Apa itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Ulama su’ (buruk).” Sebab, Dajal memang bertujuan menyesatkan, sedangkan ulama ini, walaupun lidah dan ucapannya memalingkan manusia dari dunia, tapi amal perbuatan dan keadaannya mengajak manusia ke sana.

    Padahal, realita lebih berbekas dibandingkan ucapan. Tabiat manusia lebih terpengaruh oleh apa yang dilihat ketimbang mengikuti apa yang diucap. Kerusakan yang ditimbulkan oleh perbuatannya lebih banyak daripada perbaikan yang di sebabkan oleh ucapannya. Karena, biasanya orang bodoh mencintai dunia setelah melihat si alim cinta pada dunia. Ilmu pengetahuan yang dimilikinya, menjadi faktor yang menyebabkan para hamba Allah berani bermaksiat pada-Nya. Nafsunya yang bodoh tertipu, tapi masih memberi angan-angan dan harapan padanya. Bahkan, ia mengajaknya untuk mempersembahkan sesuatu untuk Allah dengan ilmunya. Nafsu tersebut membuatnya beranggapan bahwa ia lebih baik dibandingkan hamba Allah yang lain.

    Maka dari itu, jadilah engkau termasuk golongan yang pertama. Waspadalah agar tidak menjadi golongan kedua
    karena betapa banyak orang yang menunda-nunda, ternyata ajalnya tiba sebelum bertaubat sehingga akhirnya rugi dan kecewa. Lebih dari itu, waspadalah! Jangan sampai engkau menjadi golongan ketiga karena engkau betul-betul akan binasa, tak mungkin selamat dan bahagia.

    Apabila engkau bertanya, “Apa permulaan dari hidayah tersebut sehingga aku bisa menguji diriku dengannya?” Maka ketahuilah bahwa hidayah bermula dari ketakwaan lahiriah dan berakhir dengan ketakwaan batiniah. Tak ada balasan kecuali dengan takwa dan tak ada hidayah kecuali bagi orang-orang bertakwa. Takwa adalah ungkapan yang mengandung makna melaksanakan perintah Allah Swt. dan menghindarkan larangan-larangan-Nya. Masing-masing ada dua bagian. Di sini aku akan menunjukkan kepadamu secara ringkas aspek lahiriah dari takwa dalam dua bagian tersebut secara bersamaan. Aku masukkan bagian ketiga agar tulisan menjadi lengkap dan cukup. Allah tempat meminta pertolongan.

    IMAM AL GHAZALI RH | BIDAYATUL HIDAYAH

  • PEMBAGIAN THOHAROH ATAU BERSUCI

    PEMBAGIAN THOHAROH ATAU BERSUCI

    ngaji, InfokomBanserNU- THOHAROH Secara Bahasa THOHAROH berma’na bebersih, sedangkan secara istilah memiliki banyak arti salah satunya adalah pekerjaan yang bisa menjadikan bolehnya untuk sholat.

    Sedangkan jika TH0HAROH (Tho’ dibaca dhommah) berarti sisa air yang digunakan bersuci seperti di Teko, dll bukan seperti di sumur.

    Thoharoh sendiri dibagi menjadi 2

    1. Wajib contoh : bersuci dari hadats, dll. Thoharoh yang wajib juga dibagi a. Membersihkan badan dan b.Membersihkan hati
    2. Sunnah contoh : memperbarui wudhu’

    Source : Al-Iqna’ dan Tausyeh.(mjbr)

  • Kisah Abah Guru Ketika Tsanawiyah

    Kisah Abah Guru Ketika Tsanawiyah

    wp.sorbansantri.com – Abah Guru Sekumpul masih muda bersama Guru Semman Mulia Sedikit mengambil berkah kisah Abah Guru Waktu Abah Guru sekolah di Darussalam kelas satu tsanawiyah, beliau termasuk murid yang jenius, bukan pandai lagi, kalau ulangan selalu dapat nilai “jayyid jiddan” artinya nilai tertinggi. Namun paman beliau Guru Semman Mulia, ingin keponakannya benar-benar ‘alim.

    Dan dikelas beliau mengajar itu ada pengajarnya yang ahli ilmu. Guru Semman meminta wali kelasnya supaya keponakannya jangan dinaikkan kelas supaya bisa belajar setahun lagi dengan pengajarnya yang ‘alim itu.

    Lalu Abah Guru dipanggil oleh Guru Seman selaku guru senior, dan menanyakan kepada Abah Guru dengan berbagai pertanyaan agama, dan Abah Guru bisa menjawabnya.

    Setelah Semua pertanyaan itu habis ditanyakan, akhirnya guru seman bertanya ” Zaini, berapa jumlah bulu ketiak ikam???” (Wahai Zaini, berapakah jumlah bulu ketiakmu?), maka Abah Guru pun tidak dapat menjawabnya.. Kemudian kata Guru Semman, “han kada ‘alim ikam kada bisa menjawab, mun kada naik kelas jangan salahkan aku lah” (kalau tidak bisa menjawab berarti kamu belum ‘alim, jangan salahkan saya kalau kamu tidak naik kelas).

    Akhirnya memang Abah Guru tidak naik kelas atas permintaan pamannya sendiri dengan tujuan yang mulia.. Dan Guru Semman sendiri sudah tau bahwa Abah Guru nanti akan menjadi orang besar, maka beliau di tarbiyah supaya jangan diri merasa ‘alim, padahal nilai-nilai Abah Guru selalu yang tertinggi.

    (KALAM PARA ULAMA’)

  • Semangat 2 sahabat ikuti Diklatsar Banser Ngoro di Akhir Tahun 2020, patut diacungi jempol

    Semangat 2 sahabat ikuti Diklatsar Banser Ngoro di Akhir Tahun 2020, patut diacungi jempol

    wp.sorbansantri.com- Ada yang lain dalam Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Angkatan 4 di PAC Ngoro Kabupaten Mojokerto pada penghujung Tahun 2020. Yang dilaksanakan pada hari Jum’at – Sabtu – Minggu Tanggal 25,26,27 Desember.

    Ini adalah DIKLAT pertama dalan kepemimpinan sahabat Moh. Saufi S.kom sebagai ketua PAC GP Ansor Kecamatan Ngoro (2020-2023) menggantikan Sahabat Ahmad Surotin,yang diikuti oleh 125 calon anggota Banser.

    Yang paling menarik dan Luar biasa dalam Diklatsar ini adalah dengan adanya 2 sahabat yang kurang Fisiknya yaitu sahabat Mattino (yang harus memakai tongkat karena habis kecelakaan) dan sahabat Dwi Purnomo (memakai tongkat karena cacat bawaan waktu dia lahir). Semangat juang dan mengabdi pada NU serta NKRI inilah yang membuat bangga serta haru pada anggota yang lain,panitia,tim instruktur bahkan masyarakat serta tokoh di sekitar.

    Moh. Saufi S.kom (ketua PAC) dalam sambutannya menyampaikan “Ini adalah semangat juang dan dedikasi luar biasa untuk Agama Islam dan NKRI yg diberikan oleh sahabat Mattino dan Dwi Purnomo dalam Diklatsar ini” lalu dia melanjutkan sambutannya ” jadi…. Sahabat sahabat Yang lain jangan sampai kalah sama sahabat Mattino dan Dwi Purnomo dalam mempertahankan keutuhan NU dan NKRI”. //Choirul biro Infokom

  • PAC GP ANSOR CANDI SIDOARJO ZIAROH WALI SONGO JATIM

    PAC GP ANSOR CANDI SIDOARJO ZIAROH WALI SONGO JATIM

    Sorbansantri.com – PAC GP ANSOR CANDI SIDOARJO pada hari Minggu (03/02/2021) melakukan Ziaroh ke makam wali songo Jawa timur atau yang lebih populer dengan sebutan Ziaroh wali limo, di ikuti oleh perwakilan tiap tiap ranting GP ANSOR sekecamatan Candi dengan harapan bisa menjalin silaturahim antar ranting.

    Ketua PAC Gus M ANAS FAHRUDIN saat di wawancarai oleh redaksi wp.sorbansantri.com , di serambi masjid makam syech MAULANA ISHAQ Lamongan menginformasikan bahwa Ziaroh kali ini adalah salah satu agenda praraker yang ke_2 dengan harapan selain bisa menjalin silaturahim antar ranting juga GP ANSOR bisa berperan aktif untuk menjaga dan melestarikan tradisi Aswaja.

    Saat wawancara masih berlangsung jamaah berkumpul di sebelah utara makam lebih tepatnya di tempat peristirahatan nampak beberapa pemuda membagikan nasi kotak dengan tersenyum Gus ANAS berkata dengan logat jawa” biasa mas arek arek ansor yo ngene iki, bontot dewe ben tambah akur tur radi ngirit ” kalau di artikan ‘ sudah kebiasaan ANSOR seperti ini, bawa bekal sendiri biar tambah rukun dan agak hemat”

    Beliau juga memberitahukan bahwa rombongan yang berjumlah 55 jamaah ini di kawal oleh 5 BANSER yang di pimpin langsung oleh kasatkoryon, insyaALLOH nanti juga akan di sempatkan masuk ke tempat wisata baru yaitu pantai kelapa sebelum menuju ke makam sunan bonang. (Dikin sorban)

  • Tim Bagana Tabanan Bali Berhasil Temukan Anak yang Tenggelam

    Tim Bagana Tabanan Bali Berhasil Temukan Anak yang Tenggelam

    Bali, InfokomBanserNU- Bersama Tim SAR dan Aparat setempat, Tim Banser Tanggap Bencana (Bagana) Satkorcab Tabanan turut membantu mencari Dhimas, Siswa MTs Al-AMin Tabanan yang diketahui tenggelam di sungai Tanggulan Kamis (2/1) pukul 01.00 Wita. Tidak mudah untuk mencari anak tersebut, mengingat sungai Tanggulan terkenal berpalung berbahaya, dan berarus deras. Namun dengan doa dan ikhtiar bersama, Sahabat Musthofa dibantu sahabat Bagana lainya yaitu Sahabat Roni, Ridwan, Rendra dan Fauzi, berhasil menemukan anak tersebut pada pukul 17.15 Wita.

    “Alhamdulillah berkat doa bersama dan ikhtiar, yang menemukan jenazah Almarhum Dhimas (Siswa MTs Al-Amin) adalah seorang anggota BANSER BAGANA SATKORCAB TABANAN bernama Musthofa, Seorang penyelam yang TIDAK menggunakan alat selam. SALUT…” Kata Amron Sudarmanto, Kasi Bimas Islam Kemenag Kab.Tabanan sekaligus Penasehat PW Ansor Bali melalui Whatsapp group Ansor Bali.

    SORBANSANTRI.COM
    Proses evakuasi korban oleh tim SAR setelah sebelumnya jenazah diangkat oleh Tim Bagana

    Aksi dari sahabat Musthofa dan sahabat-sahabat Bagana tersebut, mendapatkan apresiasi yang besar dari masyarakat, ketua PW Ansor Bali, Yunus Naim turut menyampaikan ucapan terimakasih dan berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan agar diberikan ketabahan.

    “Alhamdulillah sudah ditemukan. Semoga keluarganya tabah dalam menghadapinya (cobaan ini). Terima kasih kepada sahabat-sahabat Ansor Banser yang tanggap dan peduli lingkungan.” ujar H. Yunus Naim.

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Musthafa bersama ketua PW Ansor Bali dan tim Banser PW Bali

    Menurut Kasetma Banser Provinsi Bali, Nanang Setiabudi, Sahabat Musthofa memang sudah biasa mencari ikan di sungai arus deras. Beliau juga seorang Banser yang militan dan istrinya merupakan seorang Denwatser yang lulus diklatsar Karangasem Bali.

    “Sahabat Musthofa anggota Banser Satkoryon Kediri Tabanan memang suka mancing di Sungai Arus Deras. Istrinya juga seorang Denwatser yang lulus diklatsar Karangasem,” tandasnya.

    Dengan keberanian sahabat Musthofa dan Tim Bagana Tabanan, yang mempertaruhkan nyawanya di sungai arus deras demi mencari anak yang tenggelam semoga menjadi motivasi dan ghiroh bagi kita semua untuk membantu sesama. (ansor bali)

  • Kader NU se-Kab. Mojokerto Gelar Tiryaqul Mujarrob Secara Akbar 

    Kader NU se-Kab. Mojokerto Gelar Tiryaqul Mujarrob Secara Akbar 

    wp.sorbansantri.com- Minggu, 03 Januari 2021, Semua kader NU se Kab. Mojokerto mulai dari Kiai, Ulama’, ansor,banser, fatayat, muslimat, IPNU IPPNU, dan lembaga-lembaga dibawah naungan NU melakukan pembacaan kitab Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorrob. Acara Besar ini dimulai dari pukul 19.00 wib – selesai di Pondok Pesantren Jolotundo (mbah kyai Mansyur) trawas.

    Persiapan sudah dilakukan 2 Minggu sebelum pelaksanaan kegiatan oleh pengurus LSS ( Laskar Semut Sulaiman) untuk acara pembacaan Tiryaqul Mujarob skala Kabupaten. Dalam acara tersebut diawali dari pembacaan Sholawat Nabi, Yasin, Tahlil dilanjut dengan acara inti pembacaan kitab Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorrob, Mahalul Qiyam, Tausiyah dan Doa.

    Pembacaan Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorob yang diadakan secara masal se-kab. Mojokerto ini bertujuan sebagai ajang silaturrakhim antar kader NU serta penguatan ideologi yang dirasa sangat penting untuk semua kader yang ada di bawah naungan NU. Apalagi waktu dimulainya rutinitas pembacaan Tiryaqul Mujarrob ini bersamaan dengan masa menjelang PILKADA serentak 2020 kemarin, tentunya masih banyak kader-kader NU yang menganggap bahwa rutinitas tiryaq ini adalah Timses salah satu calon dalam pilkada kemarin.

    Dan harapan besar bagi kiai Mansyur sendiri adalah sebagai gerakan untuk menasionalkan kitab Tiryaqul Mujarrob bil Waliyil Muqorrob ini yang dikarang oleh syeikh Mahmud Mukhtar dari cirebon (penulis tarjamah jurumiyah). Agar diamalkan secara jama’ah oleh semua kader di berbagai daerah yang ada di Jama’ah Annnahdliyah. (abi sorban)

  • WASIAT KH. FUAD HASYIM BUNTET

    WASIAT KH. FUAD HASYIM BUNTET

    Seminggu sebelum KH. Fuad Hasyim Buntet Cirebon wafat, beliau berwasiat kepada putra-putri dan murid-muridnya: “Jangan sekali-kali kalian meninggalkan NU dan jangan sekali-kali kalian keluar dari NU. Jika kalian memaksa keluar dari NU, maka Bapak tidak ridha dunia akhirat.”

    SORBANSANTRI.COM

    Foto dalam kenangan, ki-ka: KH. Luthfi (Mudir JATMAN), KH. Endin Fakhrudin Masthuro (Wakil Rais Aam PBNU), KH. Muhaimin Gunardo (PP Parakan Temanggung), KH. Fuad Hasyim (PP Buntet Cirebon), Habib Luthfi Bin Yahya (Pekalongan) dan Prof. KH. Tolhah Hasan (Malang).

    Sumber: LapakNU

  • YAYASAN KOPI GLADAK BERSAMA UPZIS MWCNU JETIS MOJOKERTO MENYANTUNI YATIM PIATU

    YAYASAN KOPI GLADAK BERSAMA UPZIS MWCNU JETIS MOJOKERTO MENYANTUNI YATIM PIATU

    Sorbansantri.com – Yayasan KOPI GLADAK bersama UPZIS MWCNU JETIS menyantuni yatim piatu dan fakir miskin di desa ngabar Jetis Mojokerto pada hari Jum’at jam 16:00wib(25/12/2020) berupa sembako dan amplob berisi uang dengan harapan terjalin hubungan yang baik antara KOPI GLADAK dan UPZIS MWCNU JETIS yang sama sama menginginkan memberi kemanfaatan kepada yatim piatu dan fakir miskin

    Acara di kemas secara sederhana setelah pengurus dari kedua belah pihak dan anak yatim piatu serta fakir miskin berkumpul acara di mulai dan bersamaan dengan melantunkan sholawat pembagian sembako dan uang di bagikan.

    Pengurus UPZIS MWCNU JETIS ustadz MAHMUD BUKHORI mengatakan “santunan yatim piatu dan fakir miskin kami lakukan setiap bulan keliling di tiap desa sekecamatan Jetis dan bulan ini kami bekerja sama dengan KOPI GLADAK sebagai salah satu yayasan yang juga sering melakukan kegiatan yang sama”

    Dari pengurus KOPI GLADAK Gus SUPANGAT saat di wawancarai team sorban santri menyatakan sangat senang karena dari yatim piatu non panti serta fakir miskin yang biasa di santuni oleh KOPI GLADAK bulan ini mendapatkan bantuan lebih banyak dari biasanya, beliau juga mengharapkan bantuan yang di berikan meskipun tidak begitu seberapa bisa meringankan beban mereka.(Dikin sorban)