Penulis: Sorban Santri

  • KEHEBATAN ULAMA NUSANTARA

    KEHEBATAN ULAMA NUSANTARA

    SORBANSANTRI.COM

    Sosok satu ini asli produk Nusantara. Meskipun secara nasab berjalur ke Hadhramaut Yaman. Namun beliau lahir di Indonesia, tepatnya Surabaya, bahkan ayahnya juga Indonesia yakni Sulawesi. Wafat tahun 1969, sejaman dengan para pendiri NU. Kakak kelas dari ulama kebanggaan Nusantara Syaikh Yasin al-Faddani. Diantara alasan inilah beliau Habib Salim Bin Jindan sangat mencintai Indonesia.

    Dibuktikan setiap kali menulis kitab setelah membubuhi al-Alawy al-Husaini di belakang namanya selalu mencantumkan al-Indonesia. Tidak kurang dari 400 ulama seluruh dunia yang menjadi gurunya. Hingga dirinya menjadi ulama pakar sejarah (muarrikh), hadits (muhaddits), nasab (munsib), sanad (musnid), dsb.

    Terhitung karya tulisnya sebanyak 133 buah kitab. Dimana satu contoh kitabnya saja yang berjudul asy-Syamikh disebut oleh Syaikh Abdul Halim Mahmud memiliki 28 jilid. Sedangkan yang masih tersisa ada di tangan sang cucu, Habib Ahmad bin Novel bin Salim Bin Jindan, hanya 4 jilid. Sedangkan satu jilidnya saja mencapai 1000-an halaman. Kitab yang memuat biografi para gurunya Habib Salim ini ditulis detail. Urut dari abjad alif, ba’, ta, dst. Dari 4 jilid itu saja baru sampai huruf kho’.

    Habib Ahmad Novel Jindan mengungkapkan bahwa jumlah manuskrip karya ulama Nusantara asal Hadhramaut (para sadah Alawiyyin) jauh lebih banyak dibanding negara asalnya. Dari segi suku (fam/marga) pun banyak yang di negara asalnya sudah punah namun di Nusantara masih ada, misalnya Khoneiman dan Bin Jindan. Bahkan ulama-ulama Nusantara itu hebat-hebat dan jauh lebih banyak dari ulama-ulama Timur Tengah. Tapi entah kenapa para ulama Nusantara jarang disebut oleh ulama-ulama Timur Tengah.

    Menurut Habib Ahmad Bin Jindan, sedikitnya ada dua alasan; karena jaraknya yang jauh di ujung dunia dan faktor bahasa yang berbeda. India masih banyak disebut karena jaraknya cukup dekat dengan Timur Tengah. Adapun ulama Nusantara yang menjadi rujukan ulama Timur Tengah semisal Syaikh Nawawi Banten, Syaikh Mahfudz Termas dan Syaikh Yasin Padang, pun dikarenakan mereka berhijrah dari Nusantara ke negara Arab.

    Alhasil, wallahu a’lam. Inilah bagian dari rahasia Allah yang belum terungkap. Apalagi besok tanggal 8-10 April akan berlangsung Konferensi Ulama Sufi Internasional terbesar di dunia. Acara yang diinisiasi oleh JATMAN NU dan Menhan ini membuktikan negara ini benar-benar negara yang dipenuhi keberkahan, gudangnya ulama, dan ummat Islam terbesar di dunia. Saya bangga menjadi Indonesia. Kita NU. Pancasila Jaya. NKRI Harga Mati!

    Tulisan ini saya resume dari sedikit cuplikan pembahasan dalam acara Islam Nusantara Center – INC di Perpusnas bersama Habib Ahmad Jindan, Syaikh Faishal an-Najjar dan TG. Ajengan KH. Ahmad Ginanjar Sya’ban.

    Silakan dishare, halal semua tanpa perlu ijin. Sampai jumpa di Pekalongan. (Ditulis oleh: Syaroni As-Samfuriy)

    Selengkapnya bisa disimak di video ini: https://youtu.be/XTx4OkP7Pgs

    Sumber: LapakNU

  • Kisah KH Abdullah Salam Memberi Jas Mahal Pada Tamu

    Kisah KH Abdullah Salam Memberi Jas Mahal Pada Tamu

    Infokom Ansor Banser NU- Mbah Dullah punya selera yang tinggi dalam berpakaian. Koleksi jam tangan Beliau didominasi merk Mido, waktu itu sekitar tahun 90-an, sudah ada yang berbandrol 9jt, ada yang 6jt.

    Almari pakaian Beliau dipenuhi sarung merk BHS dan belbagai macam jas. Beliau memang penyuka jas, dan Beliau juga mahir bikin jas, karena di waktu muda dulu, di sela mengabdi di Pesantren, Beliau juga berprofesi sebagai seorang penjahit pakaian, bahkan jas. Sampai sepuh, Beliau masih suka menjahit baju yang bakal beliau kenakan.

    Suatu hari, seorang santri diutus Mbah Dullah mencari kain wool untuk dibikin jas. Contoh kain tersebut dibawakan agar tidak keliru dalam membeli. Santri tersebut ngubek-ubek toko kain sekota Kudus, namun belum menemukan kain yang sesuai dengan contoh yang diberikan.

    Esok harinya, Kota Semarang yang dituju. Si santri muter-muter hampir ke seluruh toko kain dan mall se-Semarang. Alhamdulilah, di salah satu mall yang megah, kain yang sesuai dengan contoh yang dibawa si santri didapatkan. Harganya? Hampir 3 juta permeter. Total pembelian untuk ukuran jas yang dikehendaki, 5 juta lebih. Lalu kain tersebut dibawa oleh si santri ke penjahit jas yang terkenal, “Eka Karya” di jalan Kyai Saleh, Semarang, sesuai arahan Sang Kiai.

    Contoh jas sebagai ukuran dan kain wool-pun diserahkan pada sang penjahit. Sang penjahit berucap “Yo, Kang. Jas pesanan akan segera kami bikin, nanti kalau jas sudah jadi tidak usah diambil ke sini, akan kami antar sendiri ke Kajen sekalian sowan”.

    Sang penjahit yang asli Wedung, Demak, memang kenal dengan Mbah Dullah. Lalu si santri-pun pulang. Lewat satu minggu, Sang Penjahit sudah datang di Kajen, mencari si santri minta diantar untuk sowan. Sang penjahit kemudian diantar si santri sowan, dalam pisowanan tersebut, sudah ada tamu lain yang menunggu, yang juga hendak bertamu pada Mbah Dullah. Setelah bertemu dengan Mbah Dullah, sang penjahit menyerahkan jas pesanan, Mbah Dullah-pun mencoba memakai jas baru tersebut. Pas! Enak dipakai dan bagus sekali..

    Sang penjahit pun pamit permisi setelah makan, ongkos pembikinan jas digratiskan untuk tabarrukan. Lalu, tamu lain yang tadi bareng sowan nyeletuk, sekedar basa-basi, “Mbah, jas-e sae sanget”. Mbah Dullah menyahut, “Jenengan remen?”. “Nggih, sae sanget”. Mbah Dullah ngendikan, “nek Jenengan remen, monggo Jenengan betho mawon, kangge Jenengan”. Jas-pun kembali dimasukkan ke pembungkusnya, diserahkan pada Sang Tamu tadi.

    Sang Tamu yang awalnya jengah menerima, akhirnya tetap membawa jas tersebut karena setengah dipaksa. Si santri melongo, memendam rasa dongkol yang tiba-tiba menggunung memenuhi hatinya, teringat perjuangannya mendapatkan kain bahan jas itu. “Kenapa tidak diberikan ke saya saja, mbah?”, jeritnya dalam hati. Begitulah, Mbah Dullah!

    Makanya tidak heran jika waktu itu banyak Santri Ndalem yang bersarung BHS dan ber-arloji Mido, hadiah dari Sang Kiai. Teruntuk Mbah Dullah, alfatihah…

    cerita ini disarikan dari tutur Sang Santri, Kang Sunhadi!

    Oleh: Mujibur Rachman Ma’mun, Pengasuh Pesantren Al Hikmah Kajen, cucu Mbah Dullah Salam Kajen

    (Kalam Para Ulama)

  • Kisah Mbah Maksum Lasem dan Etnis Tionghoa

    Kisah Mbah Maksum Lasem dan Etnis Tionghoa

    Infokom Ansor Banser NU- Mbah Maksum Lasem dikenal sebagai kiai yang penuh karomah. Banyak kisah yang menegaskan Mbah Maksum sebagai kekasih Allah, salah satunya pernah ditemui Nabi Muhammad. Beliau mendirikan Pesantren Al-Hidayat Lasem setelah berhenti berdagang, karena mendapatkan petunjuk yang langsung ditemui Nabi Muhammad.

    Mbah Maksum bersahabat dekat dengan para kiai besar di Nusantara. Salah satunya adalah KH.M. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Chasbullah, dan lainnya. Makanya, tidak salah Mbah Maksum masuk sebagai salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Beliau sangat cinta dengan NU, dan mengajak santri-santrinya untuk berjuang di NU.

    Prinsip hidup Mbah Maksum itu moderat, persis dengan jalan perjuangan NU. Makanya, semua yang ada di sekitar Mbah Maksum begitu senang dengan kehadiran beliau. Salah satunya adalah warga Tionghoa, karena masyarakat Tionghoa banyak yang hidup di Lasem. Mbah Maksum tetap menjaga hubungan baik dengan mereka, tanpa diskriminasi.

    Ini dikisahkan oleh putri Mbah Maksum, yakni Ibu Nyai Azizah Maksum. Sebelum mendirikan pesantren, kisah Nyai Azizah, Mbah Maksum membangun tujuh masjid yang ada di Lasem. Mbah Maksum ngaji keliling di masyarakat, dari satu desa ke desa lain di Rembang dan Lasem. Mbak Maksum sangat akrab dengan masyarakat, termasuk dengan warga Tionghoa.

    Suatu hari, ada warga Tionghoa yang mengeluh. Ada apa? Ternyata buah mangga miliknya sering hilang karena diambil para santri. Tahu keluhan warga Tionghoa ini, Mbah Maksum segera menelusuri siapa santri yang melakukan itu. Ketika sudah diketahui, maka dipanggillah santri itu, juga warga Tionghoa.

    Santri yang mencuri mangga Tionghoa itu kemudian dihukum Mbah Maksum. Santri itu disuruh nungging, lalu dipukul bokongnya. Warga Tionghoa menyaksikan itu di depannya. Santri itu juga disuruh meminta maaf. Dengan itulah, Mbah Maksum mendidik santrinya, sekaligus menjaga hubungan harmonis dengan warga Tionghoa.

    (kalam para ulama’)

  • 5 RUKUN QOULI UCAPAN DALAM SHOLAT

    5 RUKUN QOULI UCAPAN DALAM SHOLAT

    Rukun sholat ada 3 kategori, yaitu rukun qolbi, qouli & fi’li. Yang mana jika ditinggalkan (baik sengaja maupun tidak sengaja) maka sholatnya menjadi tidak sah. Salah satu rukun yang sering kali ditinggalkan adalah Rukun Qouli (Ucapan).

    Yang mana bacaanya tidak boleh dibaca didalam hati, harus diucapkan minimal didengar oleh telinga sendiri. Jangan terlalu keras apalagi ketika sholat berjama’ah, karena dapat mengganggu jama’ah disebelahnya.
    .
    RUKUN QOULI ADA 5, yaitu :

    ⒈ TAKBIRATUL IHRAM
    ⒉ SURAH AL FATIHAH
    ⒊ TAHIYAT AKHIR
    ⒋ SHOLAWAT PADA TAHIYAT AKHIR
    ⒌ SALAM (SALAM PERTAMA)


    Adapun syarat-syaratnya masing -masing, diantaranya :

    ☞⒈ Takbiratul Ihram (mengucapkan “Allahu Akbar”)

    • Dilakukan pada waktu berdiri pada sholat (bagi orang yang sholat berdiri)
    • Menghadap kiblat
    • Harus memakai bahasa Arab
    • Harus menggunakan lafadz “Allah” (الله) dan kalimat “Akbar” ( أكْبَر)
    • Harus tertib antara lafadz “Allah” lalu lafadz “Akbar”
    • Memakai lafadz “Allah” (tidak boleh diganti dengan nama-nama dari Asmaul Husna), contoh ar-rohman, dll.
    • Harus benar dalam pengucapan lafadznya
      diantaranya :
      • Tidak memanjangkan suara “A” pada kalimat Allah (contoh : Aaallahu …)
      • Tidak memanjangkan suara “BA” pada kalimat Akbar (contoh : … Akbaaar)
      • Tidak mentasydidkan lafadz “akbar” (contoh : … akabbar)
      • Tidak menambah suara panjang pada kalimat “HU” (allahuuu ….)
      • Tidak menambah suara “WA” diantara kalimat Allahu dengan Akbar (Allahu wakbar)
      • Tidak menambah suara “WA” sebelum kalimat Allah (wallahu Akbar)
      • Tidak boleh berhenti antara dua kalimat (allahu akbar)
    • Tidak menyembunyikan satu huruf pun dari huruf-hurufnya
    • Harus terdengar bacaan takbirnya (minimal oleh telinga sendiri)
    • Waktu membaca takbiratul ihram setelah masuknya waktu sholat (jika belum, maka tidak sah)
    • Bagi yang berjama’ah, maka takbirnya makmum setelah takbirnya imam.
    • Berusaha menyamakan tatkala mengucapkan takbir dengan bersama mengucapkan niat dalam hati

    ☞ 2. Bacaan surat Al-Fatihah

    • Tertib
      yaitu membaca surat al-Fatihah sesuai urutan ayatnya
    • Muwalat
      yaitu membaca surat al-Fatihah dengan tanpa terputus
    • Memperhatikan makhroj huruf (tempat keluar huruf) serta tempat-tempat tasydid.
    • Tidak lama terputus antara ayat-ayat al-Fatihah ataupun terputus sebentar dengan niat memutuskan bacaan.
    • Membaca semua ayat al-Fatihah.
    • Basmalah termasuk ayat dari al-fatihah.
    • Tidak menggunakan lagu yang dapat merubah makna.
    • Membaca surat al-Fatihah dalam keaadaan berdiri (jika sholatnya dalam keadaan berdiri)
    • Mendengar surat al-Fatihah yang dibaca.
    • Tidak terhalang oleh dzikir yang lain.

    Apakah Makmum masih harus membaca Al Fatihah di belakang Imam pada saat Sholat Jahriyah (dikeraskan) ???
    • Dalam mazhab Syafi’i, Makmum masih berkewajiban membaca Alfatihah.
    Ada 2 cara melakukannya :
    1. cara pertama, mengikuti setiap imam selesai membaca 1 ayat
    2. Cara yang kedua, membaca Al fatihah setelah bacaan Al fatihah nya Imam selesai seluruhnya. Sehingga sebelum melanjutkan ke surah lainnya, Imam dianjurkan memberikan waktu sebentar bagi makmum untuk menyelesaikan al fatihahnya, dimaksudkan agar makmum bisa fokus dalam pembacaan surah berikutnya yang dibaca oleh imam.
    • Sedangkan Mazhab lainnya berpendapat Al fatihahnya makmum sudah ditanggung oleh Imam.

    ☞ 3. Tahiyat Akhir

    • Dalam duduk yang betul
    • mendengar bacaan yang dibaca
    • tertib
    • memlihara hurufnya
    • memelihara lafadznya
    • memelihara tasydidnya

    4. Sholawat pada tahiyat akhir

    • Memlihara hurufnya
    • memelihara tasydidnya
    • memlihara kalimatnya
    • mendengarkan bacaan yang dibaca
    • Tertib
    • Dalam duduk tahiyyat akhir
    • Minimal sholawat yang dibaca adalah “Allahumma sholli ala Muhammad”, dianjurkan dilengkapi dengan membaca sholawat Ibrahimiyah

    ☞ 5. Salam (Assalamu’alaikum wa rahmatullah)

    • Memlihara hurufnya
    • memelihara tasydidnya
    • memelihara kalimatnya
    • mendengarkan bacaan salam yang dibaca
    • Tertib
    • Dalam duduk tahiyyat akhir

    Disunnahkan menoleh ke kanan ketika salam pertama, dan ke kiri ketika salam kedua.

    Jumhur (mayoritas) Ulama berpendapat yang menjadi rukun hanya salam pertama, sedangkan salam kedua hukumnya sunnah. Maka jika terjadi hal yang membatalkan sholat pada saat salam kedua (misalnya : kentut dll), maka Ulama berbeda pendapat
    • pendapat pertama, sholatnya tetap sah, tetapi kehilangan sunnah mengucapkan salam yang kedua
    • pendapat kedua, sholatnya batal. Karena tetap melakukan salam yang kedua, yang berarti menjadi satu kesatuan dengan salam yang pertama.

    Maka dianjurkan sebagai bentuk kehati-hatian, jika dirasa tidak kuat menahan hal-hal yang membatalkan sholat (contoh : kentut dll) pada saat salam yang kedua, maka seyogyanya sholatnya ditutup hanya dengan salam yang pertama.

    Semoga bermanfaat
    والله أعلمُ بالـصـواب

  • MAKLUMAT KETUA UMUM PBNU

    MAKLUMAT KETUA UMUM PBNU

    InfokomBanserNU- Ingat, 2 bulan yang lalu dubes AS di Jakarta datang ke kantor PBNU untuk membujuk agar NU ‘bersuara’ terhadap ‘penindasan Muslim Uyghur oleh pemerintah China’. Tapi PBNU menolaknya.* Dan bukan Amerika namanya kalau diam saja saat dikecewakan.

    Sekarang media Amerika mencoba memfitnah NU. Tentu saja atas pesanan penguasa di Washington.

    Ada tiga tujuan atas fitnah dari wall street Journal ke NU:

    1. Menyerang China.
    2. Membuat kisruh Indonesia.
    3. Mendiskreditkan Ormas Islam yang Moderat.

    Kalau sekiranya 85 juta warga NU itu mau patroli di medsos, Insya Allah tidak ada yang berani menghina Habaib dan Kyai NU, karena setiap mereka bikin hoax akan langsung dicounter balik dengan bertubi-tubi oleh para Nahdliyin. Serangan baliknya akan seperti munculnya laron melihat cahaya benderang dimalam hari.

    HAYU TURUN GUNUNG.

    Kalau bukan kita siapa lagi.
    Ayo rapatkan barisan sahabat.
    Warganet satu untuk NKRI.

    #HubbulWatonMinal_iman
    #SatuKomandoBersamaNKRI

    (NU Benteng NKRI)

  • KEMAH PERSAHABATAN PAGAR NUSA DI AKHIR TAHUN 2020

    KEMAH PERSAHABATAN PAGAR NUSA DI AKHIR TAHUN 2020

    sorbansntri.com – Kamis,  30 Desember 2020 tepatnya sebelum malam tahun baru PSNU Pencak Silat Nahdlatul Ulama Mojokerto mengadakan acara dengan tema KEMAH PERSAHABATAN PAGAR NUSA. Yang dihadiri oleh seluruh perwakilan dari setiap ranting kabupaten Mojokerto. 

    SORBANSANTRI.COM

    Lokasi kemah ini di daerah sendi tempat wisata masyarakat hukum adat sendi Pacet Mojokerto. Acara kemah ini meliputi beberapa rangkaian acara pukul 15.00-18.00. Cek in peserta 18.00-20.00 wib. kemudian dilanjutkan dengan berbagai acara yang lain diantaranya  adalah pembukaan , menyanyikan lagu Indonesia raya,ya ahlal Wathon, sholawat Pagar Nusa.khataman Al Qur’an 30 juz , pembacaan rotibul Haddad, dll. 

    Hadir juga dalam acara ini pimpinan Pagar Nusa mojokerto H. Budi,dan Gus Anwar dari Jombang Gus Muhtar yang juga dari Jombang juga dihadiri seluruh ketua PAC Pagar Nusa se Mojokerto. Di akhir acara di tampilkan atraksi sabung. Dan acara di tutup pada pukul 11.00 wib di hari berikutnya 31. Desember 2020.

    Dalam dalam sambutannya Pimpinan Pagar Nusa menyampaikan, agar Pagar Nusa mojokerto senantiasa menjaga silaturahmi,mempererat persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu isu yang memecah belah persatuan bangsa. (rosyid sorban)

  • Politik Busuk Skenario Semut Merah Menjerat Gus DUR

    Politik Busuk Skenario Semut Merah Menjerat Gus DUR

    InfokomBanserNU- Dalam sepekan terakhir, sebelum peringatan satu dasawarsa meninggalnya KH Abdurrahman Wahid, buku ‘Menjerat Gus Dur’ sudah ludes di pasaran. Buku terbitan Numedia Digital Indonesia itu menjadi polemik sekaligus perbincangan luas di kalangan masyarakat. Penyebabnya tak lain karena investigasi yang dipaparkan penulis memuat keterlibatan tokoh-tokoh besar yang turut dalam proses penjatuhan Gus Dur.

    Salah satu bagian terpenting dari karya Virdika Rizky Utama ini adalah dilampirkannya dokumen rahasia yang ditulis Fuad Bawazier. Dokumen empat halaman tersebut berupa surat laporan terkait rencana-rencana yang sudah dilakukan untuk menjatuhkan Gus Dur.

    Surat yang dikirim ke Akbar Tandjung pada 29 Januari 2001 itu, mengungkap pelaksanaan rencana yang diberi nama ‘Sekenario Semut Merah’. Di dalamnya terdapat nama-nama dengan tugas masing-masing orang yang sudah dilaksanakan.    Fuad Bawazier, Menteri Keuangan Kabinet Pembangunan VII itu menjadi ‘kepala operasi’ dan membagi tugas kepada beberapa pihak untuk penggalangan opini, menjaring dukungan masyarakat, propaganda media, termasuk merekrut preman, cendekiawan, dan pengusaha.

    Tujuannya jelas; menjatuhkan kredibilitas Presiden Gus Dur melalui kasus Buloggate dan Bruneigate yang dinilai telah berjalan sesuai skenario. Fuad, dalam surat yang ditulis, meyakini kekuatan dan efek operasi tahap pertama sudah sesuai ekspektasi, sehingga menurut pandangannya harus ditingkatkan kepada pelaksanaan operasi jilid kedua yakni; memaksa Gus Dur mundur dan mendorong Megawati menjadi presiden sekaligus menjadikan Amien Rais sebagai wakilnya. 

    Kenapa Fuad merekomendasikan Ketum PDI P sebagai pengganti? Baginya, Megawati bisa dikendalikan dan pada akhirnya akan disingkirkan melalui penggembosan dari dalam lewat isu ketidakbecusan dalam mengatasi krisis ekonomi dan penyelesaian disintegrasi bangsa. Tugas itu dipercayakan kepada Amien Rais yang dinilai lincah karena berada di lingkar kekuasaan.   

    Dokumen tugas yang dikirim ke Akbar Tandjung itu memuat tujuh garis besar laporan sekaligus rekomendasi yang dihasilkan dari pelaksanaan skenario tahap pertama. Berikut ini kutipan langsungnya.

    1. BEM PTN (Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nasional) dan BEM Perguruan Tinggi Swasta yang selama kita telah koordinir di Cilosari dan Diponegoro (PB HMI) serta kelompok kanan ormas Islam yang tersentral di tiga titik lainnya yakni; Masjid Sunda Kelapa, Istiqlal dan Al Azhar mulai bergerak masif, bergelombang, dan bersamaan hampir di seluruh Indonesia dengan satu komando isu menuntut Gus Dur Mundur. Khusus untuk pengepungan senayan dan rangka mem-pressure DPR agar menerima hasil kerja pansus yang menyatakan Gus Dur telah menyalahkan kekuasaan (abuse of power) secara langsung dipelopori oleh para alumni ILUNI pro-kita, para rektor serta BEM UI dan UMJ. Mereka ini bergerak di bawah komando langsung Ketua Umum PB HMI, Fakhruddin CS.
    2. Pada saat sidang paripurna digelar, adik-adik mahasiswa ini akan bergabung langsung dengan seluruh massa aksi rekan-rekan Pemuda Partai Keadilan yang langsung di bawah komando saudara Hidayat Nur Wahid, Gerakan Pemuda Ka’bah yang dimobilisir oleh saudara Ali Marwan Hanan, massa PBB di bawah saudara Hamdan Zoelva, massa PAN di bawah saudara Patrialis Akbar, dan massa rakyat dan preman yang diorganisir oleh saudara Yapto dan DPP Pemuda Pancasila. Pada saat itulah komando akan saya pegang langsung, sedangkan operator lapangan akan dipimpin oleh Ketua Umum KAMMI, AMPI, GPK, BM PAN, PB HMI, HAMAS, dan IMM.
    3. Gerakan ini Insya Allah akan memperoleh dukungan penuh dari Zoelva Lindan dan Julius Usma yang telah mampu mempengaruhi beberapa kantong massa PDIP untuk bergabung melakukan demonstrasi menyikat Gus Dur di Sidang Parlemen.
    4. Kita juga telah melakukan aksi borong dollar di pasar Valuta asing dan bursa efek-untuk menjatuhkan nilai tukar rupiah-di dalam dan luar negeri (terutama di Hongkong, dan Singapura) secara langsung di bawah kendali Bendahara Umum DPP Golkar (Fadel Muhammad-pen). Aksi borong dollar ini juga didukung oleh Bambang Tri Atmojo, dan Liem Sioe Liong, Arifin Panigoro.
    5. Seluruh kerja media massa (cetak dan elektronik) yang bertugas mem-blow up secara kolosal dan provokatif semua pemberitaan berkaitan dengan tuntutan mundur terhadap Gus Dur sudah di-arrange langsung oleh saudara Parni Hadi dan Surya Paloh, sedangkan operator teknis di lapangan saya telah menyiapkan banyak kaki terutama di parlemen.
    6. Penggiringan opini publik oleh para tokoh dan cendekiawan atas kegagalan pemerintahan Gus Dur lewat tulisan di media massa yang dimobilisir langsung oleh Azumardi Azrha, Dr. Syahrir, dan rekan-rekan KAHMI telah mampu meyakinkan publik bahwa Gus Dur memang benar-benar gagal mengemban amanat reformasi.
    7. Tugas saudara Din Syamsuddin untuk mengendalikan MUI lewat kasus Ajinomoto telah berhasil memaksa para ulama dan tokoh agama mencabut dukungannya kepada presiden.

    Sebagai bahan pertimbangan operasi di lapangan, Fuad Bawazier juga meminta Akbar Tandjung untuk memberikan seluruh informasi perkembangan situasi di dalam gedung Senayan melalui Anas Urbaningrum sebagai kurir.

    “Saya optimis bahwa skenario ini akan berjalan mulus. Dengan begitu, misi untuk menyelamatkan seluruh asset politik dan ekonomi serta invertasi kita serta pengeluaran dana operasi sebesar 4 T, yang sudah saya sediakan tidak menjadi sia-sia dan dapat mengembalikan kejayaan kita yang telah dirampas sejak reformasi,” tulis Fuad Bawazier di bagian akhir surat. 

    Sumber: nu.or.id

  • Pentingnya Ilmu Alat Nahwu Shorof

    Pentingnya Ilmu Alat Nahwu Shorof

    Bismillahirrohmanirrohim

    contoh isim nakiroh : Aku bertemu laki-laki (laki2 tsb belum jelas siapa)
    Dalam bahasa Arab: رأيت رجلا
    contoh isim ma’rifat : aku melihat laki-laki (laki2 tsb sudah jelas, misal : Umar, zaid, dll)
    Dalam bahasa Arab: رأيت الرجل
    Memaknai lafal Allah….
    Ulama’ ahli nahwu pernah terjadi perbedaan pendapat tentang lafal Allah, sebagian besar memandah lafal Allah adalah isim nakiroh, mereka beranggapan bahwa lafal Allah bukan terbentuk dari lafal apapun melainkan dari lafal Allah itu sendiri.
    tetapi salah seorang Ulama’ IMAM SYIBAWAIHI beranggapan bahwa lafal Allah merupakan Isim makrifat, terbentuk dari ال اله (al-ilahu), bisa menjadi lafal Allah karena di’illatkan.
    lafal ilahun sendiri adalah bahasa arab yang berarti TUHAN.
    dari ungkapan tersebut Imam Syibawaihi beranggapan dari lafalnya, Lafal ALLAH itu berarti Tuhan yang jelas dan Haq…
    Karena pendapat tersebut, Imam Syibawaihi dimasukkan Allah SWT ke dalam surga-NYA…

  • Rutinan Akhir Tahun Dzikir Al Khidmah diadakan di Pacet Mojokerto

    Rutinan Akhir Tahun Dzikir Al Khidmah diadakan di Pacet Mojokerto

    Pacet, Infokom Banser NU- Acara rutinan setiap akhir tahun oleh Jamaah Dzikir Al Khidmah Kedinding Surabaya KH. Ahmad Asrori Al-ishaqi (alm) sudah 3 kali ini diadakan di Pacet. Acara tersebut dimulai dari pukul 17.00 wib sore tadi.

    “Banser dan Ansor harus membantu pengamanan dan kegiatan Jama’ah yang mengamalkan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah, meskipun bukan dari acara NU” kata Ketua PAC GP Ansor Ke. Pacet, Sahabat Mujibur Rohman.

    SORBANSANTRI.COM
    Mujibur Rohman, Ketua PAC GP ANSOR KEC. PACET

    Jama’ah yang berasal dari berbagai Daerah se Jawa Timur hadir dan penuh hikmad dengan pakaian serba putih. Sampai berita ini di unggah, selalu saja jama’ah ada yang hadir berdatangan. Ribuan orang menangis harus, tersedu-sedu, meraung tangis dalam muhasabah dirinya masing-masing. Bahkan, ada yang sampai kehilangan kesadaran dalam dzikirnya (ekstase).

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=CNfHHVkWh5E[/embedyt]

     

    Hal seperti itulah sesungguhnya potret makna kemusliman dan kemukminan kita. Muslim satu dengan lainnya adalah saudara. Mukmin satu dengan yang lain adalah saudara. Ya, Innamal mu’minuna ikhwah. Sesama muslim tidak boleh saling membenci, tidak boleh saling menggunjing, tidak boleh saling menjatuhkan, tidak boleh saling memfitnah dan sebagainya. Demikian pula antar muslim sudah seharusnya saling mencinta, saling berprasangka baik, saling mendoakan, saling membantu kala sulit dan senang, salaing berbagi, dan sebagainya. Namun sayang, kerap ditemui contoh kurang baik di lapangan kehidupan, bila seorang yang mengaku muslim berprilaku negatif pada muslim lainnya. Naudzubillah.

    Puluhan BANSER dan PAC GP ANSOR Pacet mengawal acara tersebut dengan rapi, dari pengamanan jalan sampai jalannya acara tersebut. Dimulai turunnya hujan sore sampai selesai acara Banser dan PAC GP Ansor Pacet tetap semangat dalam menjalankan tugasnya masing-masing.
    (red. Infokom Banser NU)

  • KECELAKAAN TUNGGAL DI REST AREA JALUR PACET BATU

    KECELAKAAN TUNGGAL DI REST AREA JALUR PACET BATU

    Pacet, InfokomBanserNU- Selasa, 31 Desember 2019. Telah terjadi kecelakaan tunggal di Rest area jalur Pacet – Batu Pukul 11.15 wib. Korban bernama Didik Eko Wahyu Wiranto alamat Dsn Serut DS Sukorame Kec. Sukorame Kab. Lamongan dan Ani Nur Safitri alamat Dsn Boworejo DS Cangkring Kec Bluluk Kab Lamongan.

    Pengendara mengalami rem blong dari jalur atas, kemudian banting kiri menuju rest area. Korban hanya mendapat luka ringan pd wajah dan 1 Unit motor matic rusak ringan. Korban saat ini di bawa ke RS Sumber Glagah dan motor korban kita serahkan pada pos polisi, kata petugas di Lapangan.

    Terimakasih buat anggota relawan Banser Tanggap Bencana ( BAGANA ) KAB Mojokerto, Welirang Komuniti Rescue dan LPBI-NU Kab. Mojokerto, yang telah tanggap dan siaga dalam antisipasinya mengenai kejadian tersebut.

    Demikian berita yang bisa disampaikan, perkembangan dan kabar selanjutnya akan diliput kembali.

    (kasiyanto.infokomBanserNU)