Penulis: Sorban Santri

  • MENJAMURNYA USTADZ GADUNGAN PENYEBAB UMAT MABUK AGAMA

    MENJAMURNYA USTADZ GADUNGAN PENYEBAB UMAT MABUK AGAMA

    Infokom Banser NU –

    Oleh: Ahmad Ishomuddin

    Saya membaca satu ayat al-Qur’an atau hadits Nabi terkadang butuh waktu lama untuk bisa memahami dengan benar makna-maknanya, sehingga oleh karena takut salah memahami baik arti, makna, dan maksudnya saya perlu menelaah penafsiran tentang ayat atau hadits itu dari berbagai kitab tafsir atau kitab syarh (yang menjelaskan) hadits, bahkan saya tidak segan untuk bertanya kepada para ahlinya atau dengan senang hati mendiskusikannya.

    Saya rasakan memang untuk mampu memahami ajaran agama dengan benar dan mantap itu butuh banyak hal, seperti beragam ilmu yang berkaitan dengannya, kecerdasan, kesabaran, kegigihan, tempat bertanya, teman diskusi yang tepat, dan butuh waktu yang relatif lama. Sedang untuk mengamalkannya amat diperlukan keteladanan dan bimbingan yang terus menerus dari para ahlinya.

    Terus terang, selamanya saya tidak mau pernah percaya kepada pemahaman ajaran agama dari siapa saja yang memeroleh ilmu agamanya secara instan dan diperoleh dari nara sumber yang tidak jelas. Saya tidak mudah percaya kepada setiap orang yang ucapannya banyak keliru, argumentasinya tidak kokoh, lebih-lebih bila berisi cercaan kepada orang-orang berilmu (ulama) atau siapa saja, dan perilakunya tidak layak diteladani. Saya amat bersyukur tidak pernah mendapatkan ilmu agama dari mereka itu.

    Kini keadaan telah mencemaskan dan memprihatinkan. Betapa berserakan dan dengan mudah dijumpai seseorang yang tidak jelas kepada siapa ia pernah belajar agama tidak pula diketahui telah berapa lama ia pernah mengaji, dan keilmuannya pun tidak dikenal telah teruji, tiba-tiba telah berjuluk “ustadz”, dan bahkan anehnya baru saja ia menjadi “muallaf” yang isi ceramahnya hanya menghujat ajaran agama lama yang pernah dianutnya. Mungkin ia pikir ternyata ceramah agama bisa menjadi profesi baru yang pantas ditekuni karena menjadi ladang “rizki” yang menjanjikan untuk memenuhi hajat hidup dirinya. Mungkin orang yang waras merasa heran dan tak habis pikir, mengapa banyak orang mau bermakmum mengikuti para “ustadz” itu dengan segala kefanatikannya?

    Saya mengamati saat ini bahwa dunia keberagamaan umat Islam sudah surplus penceramah agama karena siapa saja boleh biacara apa saja tentang agama. Semua mau bicara, tidak ada lagi yang mau mendengarnya dengan seksama. Sungguh telah nyata ada banyak kekacauan di dalam kita beragama sehingga “para pemabuk agama” itu benar-benar mengganggu keharmonisan hidup bersama kita.

    Banyak orang telah “mabuk agama” karena porsi keberagamaan yang mereka telan telah over dosis, menelan apa saja informasi tentang apa saja yang dianggapnya berbau agama tanpa kadar yang pas, tanpa seleksi dan tanpa petunjuk dari orang yang memiliki spesialisasi dan punya otoritas dalam bidang agama. Banyak sekali “ustadz gadungan” yang melakukan mal praktek di bidang sosial keagamaan, sebagaimana mereka yang bukan dokter mengaku sebagai dokter yang berpraktek “menipu” dengan mengobati para pasiennya.

    Saat ini betapa mudah dijumpai beberapa “ustadz gadungan” yang dengan seenaknya menjelaskan agama dengan mengutip sepenggal ayat al-Qur’an dengan cara baca yang salah, baik tajwid maupun makhraj-nya, dengan terjemah yang sangat keliru, dengan tafsiran berdasarkan hawa nafsu, dan bahkan dengan berani melakukan tahrif (perubahan) baik terhadap lafal, makna, bahkan terhadap redaksinya.

    Semua keburukan di bidang sosial keagamaan kita itu terjadi karena kebodohan dari “sang ustadz” dan para pengikutnya yang tidak disadari dan penyakit arogansi (kesombongan) yang tidak pernah diobati. Ia tersesat dan menyesatkan pemahaman agama umat, sehingga penampilan wajah keberagamaan kita menjadi sangar, menakutkan, jauh dari keselamatan, kasih sayang, dan keberkahan. Keberagamaan dalam bimbingan para “ustadz gadungan” itu bukan membawa manusia memasuki wilayah kemaslahatan, tetapi justru menjerumuskan umat manusia ke dalam lembah kerusakan. Beragama dengan ilmu, cara, dan arahan dari “ustadz” yang keliru itu senyatanya bukan menyelesaikan masalah kemanusiaan, tetapi justru menjadi masalah bagi hubungan kemanusiaan.

    #HubbulWathonMinalIman

    (Abdul Jalal)

  • NU DAN BANOMNYA TIDAK TERDAFTAR DI KEMENDAGRI KATA MUNARMAN

    NU DAN BANOMNYA TIDAK TERDAFTAR DI KEMENDAGRI KATA MUNARMAN

    Infokom Banser NU- Tagar #TernyataNUtidakpunyaSKT lagi digaungkan oleh Ormas yang tidak mau memperpanjang SKT.
    Munarman mengatakan NU dan Banom-banomnya ternyata hampir tidak terdaftar di Kemendagri.
    Rupanya Munarman lagi menggali kuburnya sendiri, yang kau tabrak itu NU, Lawanmu tak sebanding Bung, Salah Pilih Lawan kau Bung.

    SORBANSANTRI.COM
    foto cnn: munarman

    Perlu diketahui, Nahdlatul Ulama (NU) berdiri sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dan konsisten mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
    SORBANSANTRI.COM
    Perlu diketahui NU juga diakui keberadaannya, diakui sejarahannya.
    SK bahwa NU tidak perlu mendaftar lagi sebagai ormas.

    #HubbulWathonMinalIman
    #NahdlatulUlama
    #NKRI

     
     
     
     
     
     
     
     
     
     
  • KISAH PENUH HIKMAH, Kiai Kok Gak Meyakinkan!

    KISAH PENUH HIKMAH, Kiai Kok Gak Meyakinkan!

    Infokom Banser NU – Muktamar NU, di Yogyakarta, 1989. Almaghfurlah KH. Muhammad Ahmad Sahal Mahfudz, dengan penampilannya yang (sangat) sederhana mau memasuki gedung acara. Beliau, seperti orang biasa, berpakaian seadanya, datang tepat waktu bahkan sebelum acara dimulai.

    Sebelumnya, Banser yang menjadi penjaga gedung telah diberi kabar bahwa Kiai Sahal bakal rawuh. Dalam bayangan Banser yang sama sekali belum pernah bertemu Maestro Fiqh Sosial itu, Kiai Sahal adalah sosok kiai yang gagah, dikawal para pendereknya, lengkap dengan asesoris Kiai dan memakai sorban melilit di kepala.

    Begitu Kiai Sahal rawuh dengan penampilannya yang bersahaja dan ingin masuk, Banser curiga dan mencegat Kiai Sahal. “Bapak siapa gih?” tanya Seorang Banser. “Saya Sahal..” Si Banser menatap lekat-lekat pria di depannya, dari ujung kaki hingga pucuk kepala. Kesimpulannya, Seseorang di depannya ini bukanlah Kiai Sahal Mahfudz. “Wong kiai kok penampilannya nggak meyakinkan begitu.!” batinnya. “Maaf, tapi Mungkin Bapak bisa menunggu di luar gedung dulu ya Pak…” si Banser ini bermaksud mengusir Kiai Sahal dengan halus.

    Di dalam gedung, panitia ketar-ketir menunggu Kiai Sahal yang tidak juga hadir. Salah seorang panitia akhirnya bertanya ke Banser, Kok Kiai Sahal belum rawuh? Apa tadi ndak ada seseorang bernama Kiai Sahal mau masuk. “Ya, Kang. Ada, tadi. Orangnya biasa saja. Kayaknya sih bukan Kiai. Lha wong penampilannya saja kaya gitu, juga ndak pakai sorban di kepalanya..” .
    “Aduh, mati aku.! ” sahut panitia yang langsung melesat pergi mencari Kiai Sahal di sekitar gedung dan menemukannya duduk santai bersama penjual dawet! “Lha wong tadi nggak boleh masuk sama Banser dan diminta nunggu di sekitar gedung, ya wis. Saya manut sama Banser.” jawab Kiai Sahal sambil tersenyum.
    Khususon ilaa Kiai Sahal Mahfudz, Lahu al-Faatihah

    #alanumedia #alanu #ala_nu

  • BADAN AMAL YANG TERINDIKASI UNTUK DANA TERORIS

    BADAN AMAL YANG TERINDIKASI UNTUK DANA TERORIS

    wp.sorbansantri.com – Dalam video tersebut telah dijelaskan secara detail tentang badan amal yang terindikasi untuk radikal. Tujuannya agar rakyat Indonesia tahu kira-kira kemana mereka akan sedekahkan harta mereka, banyak ditemukan di markas para pemberontak di distrik al-Kalasa, Aleppo timur kelompok extrimis islam.

    [su_youtube url=”https://youtu.be/zFosWZ9AlsE”]

    Dibulan Desember 2016 bantuan tidak sampai ke warga, melainkan ditumpuk di gudang milik pemberontak di Aleppo. Dalam salah satu kotak logistik terlihat jelas tulisan “Indonesian Humanitarian Relief Terkait hal tersebut, Matori dari IHR yang dihubungi Beritasatu.com, Senin (26/12), mengakui pihaknya memang mengirim bantuan berupa bahan kebutuhan pokok buat warga Aleppo. “Kami tidak tahu kalau bantuan itu jatuh ke pemberontak,” katanya.

     

    Hal tersebut menjadi tanda tanya besar sebagaian warga,khususnya Indonesia ” masa tidak tau dana tersebut digunakan kesiapa dan untuk apa sih?” Salah satu tokoh yang pro terhadap kelompok radikal di Suriah adalah ustaz Bachtiar Nasir. Ustaz Bachtiar Nasir adalah sosok yang bertanggung jawab dalam aksi 4 November 2016 dengan membawa nama Gerakan Nasional Pengawal Fatwa-MUI. Kini lulusan Universitas Islam Madinah ini menjadi dewan pembina GNPF-Ulama.

    berikut badan amal dan bantuan yang berasal dari indonesia dalam Video tersebut.

    1. Aksi Cepat Tanggap (ACT)
    2. Indonesia Humanitarian Relief (IHR)
    3. Sinergi Foundation (SF)
    4. Forum Indonesia Peduli Suriah (FIPS)
    5. Sahabat Al Aqsha (SA)
    6. Rumah Zakat (RZ)
    7. IHH (Insani Yardim Vakfi)
    8. Yufid TV/Radio Rodja
    9. Peduli Muslim
    10. Misi Medis Suriah (MMS)
    11. Dana Peduli Umat Daarut Tauhid
    12. ………….

    -=== Sumber Tanggapan Berita ====
    https://youtu.be/ALy8gt22BUY
    https://youtu.be/pXc_NJAnOOM
    https://bit.ly/2QHC71G
    https://bit.ly/2NjVR9M
    https://bit.ly/35JyT1S
    https://bit.ly/3874QTN
    https://bit.ly/35OZ6wo
    https://bit.ly/36IzrGF

  • Pemuda Ini Tak Hafal Ayat Kursi, Tapi Berani Mengkafirkan Polisi

    Pemuda Ini Tak Hafal Ayat Kursi, Tapi Berani Mengkafirkan Polisi

    wp.sorbansantri.com – Media sosial kembali dihebohkan dengan video seorang pria yang diamankan polisi karena diduga karena sebut polisi kafir.

    Dalam video yang dibagikan akun twitter @Aalembur tersebut, memperlihatkan seorang pria yang bertelanjang dada diamankan oleh sejumlah polisi berseragam lengkap.

    “Bilang polisi kafir…Ayat kursi aja ga tau ..wajar pak..gurunya hanya ngajarin satu kata .tak biiiiiir,” tulis akun twitter @Aalembur seperti dikutip pada Jumat (25/12/2020).

    Kemudian, salah satu polisi berbicara kepada pria itu dan menyuruhnya untuk membacakan ayat kursi.
    “Ayat kursi coba, coba baca ayat kursi,” kata polisi kepada pria tersebut.

    https://twitter.com/i/status/1341563755012837383

    Pria tersebut tidak langsung menjawab pertanyaan dari polisi, ia tampak menundukkan kepala sembari memegangi baju yang kemudian ia sampirkan di tubuhnya.

    “Nggak hafal pak,” jawab pria tersebut kemudian.

    Sontak polisi menyayangkan jawaban pria itu, bahkan polisi memarahinya dengan menanyakan maksud dari penyebutan kafir terhadap polisi itu apa. Bahkan di antara mereka sempat terjadi perdebatan.

    “Waduuuuh, kamu bilang polisi kafir,” kata polisi.

    “Saya tidak mengkafirkan kok pak,” jawab pria tersebut.

    “Saya juga Islam, yang menilai kita itu Allah bukan kamu, apa kamu bilang kafir-kafir maksud kamu apa?” Ujar polisi lagi.

    Melihat unggahan video ini, warganet sontak bereaksi dan memicu kritikan komentar yang beragam.

    “Mereka kemungkinan Orang bayaran harian + Atribut utk melakuakan Aksi, Pendana tertawa2 dirumah.Orator aksi Ratusan juta modal Koar2 sambil pakaian ala2 Timur tengah,sdgkan mereka KLUTIK pecahan + Nasi Bungkus,” tulis akun @supari_yanto.

    “Mrk suka mencaci kapir …blj dari siapa ya ??” Tulis akun @MrsRache***.

    “Sudah aku duga mereka cuma tameng2 hidup yang dikorbankan. Alibinya standar2 saja, hanya sbg penyusup yang tidak diakui…!” Kata akun @Aries***.

    “Tak heran bila mereka amat mudah dipengaruhi….” Kata akun @SubhanE***.
    “Ini contoh murid atau pengikut nya, ajaran sesat dari junjungan nya,” kata akun @RazkaF***.

    (red)

  • Tim Banser Tanggap Bencana LPBI-NU Mojokerto

    Tim Banser Tanggap Bencana LPBI-NU Mojokerto

    Pacet, Infokom Banser NU- Peristiwa hari ini Jumat legi 27 Desember 2019, Terjadi kecelakaan lalu lintas di Tikungan Gotean Desa Pacet Mojokerto. Korban bernama Masrirotul fauziah berasal dari Bulak Banteng Surabaya dan sekarang sudah berada di RS Sumber Glagah Pacet Mojokerto.

    Dalam musim penghujan dan liburan Natal Tahun Baru, KASATSUS BAGANA SATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO Sahabat KASIYANTO , menghimbau pada anak buahnya untuk siaga di jalur cangar sampai liburan selasai antisisipasi besok, minggu dan malam tahun baru sampai tanggal 1 Januari 2020. Saat ini intensitas hujan tinggi, dr jam 14.00 wib  sampai berita ini ditayangkan ( pukul 18.00 wib ).

    Beliau adalah salah satu Pahlawan kemanusiaan dan Relawan tak Kenal Lelah oleh Tim Banser Tanggap Bencana ( BAGANA | LPBI-NU ) Mojokerto, peduli terhadap nasib umat manusia tanpa memandang suku, bangsa, agama dan golongan.

    SORBANSANTRI.COM
    KASIYANTO | KASATSUS BAGANA SATKORCAB BANSER KAB. MOJOKERTO

    Dalam hati penulis bangga dan salut terhadap sahabat sahabat yang telah melaksanakan Nawa Prasetya Banser tersebut. 

    NAWA PRASETYA DAPAT DILIHAT DISINI

    video aksi BAGANA memadamkan kebakaran hutan di pacet

    Semangat terus berjuang sahabat, kami selalu mendukung dan bersama sahabat sahabat.

    (RED. Infokom Banser NU)

  • KUALITAS ANDA DITENTUKAN DENGAN SIAPA ANDA DUDUK ATAU BERTEMAN

    KUALITAS ANDA DITENTUKAN DENGAN SIAPA ANDA DUDUK ATAU BERTEMAN

    Infokom Banser NU- Siapa saja yang sering duduk bersama 8 orang kelompok manusia, Allah akan memberinya 8 perkara:

    من جلس مع الأغنياء زاده الله حب الدنيا والرغبة فيها.

    1. Barangsiapa yang duduk bersama orang-orang kaya, Allah akan menambahkan cinta kepada dunia & semangat untuk mendapatkan dunia.

    ومن جلس مع الفقراء زاده الله الشكر والرضا بقسمة الله تعالى

    2. Barangsiapa yang duduk bersama orang-orang miskin, Allah akan menambahkan perasaan syukur & redha atas pemberian Allah.

    ومن جلس مع السلطان زاده الله الكبر وقساوة القلب

    3. Barangsiapa yang duduk dengan para pemimpin/raja, Allah akan menambahkan perasaan sombong & kerasnya hati.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    ومن جلس مع النساء زاده الله الجهل والشهوه

    4. Barangsiapa yang duduk dengan perempuan, Allah akan menambahkan kebodohan & syahwat.

    ومن جلس مع الصبيان زاده الله اللهو والمزاح

    5. Barangsiapa yang duduk dengan anak-anak kecil, Allah akan menambahkan lalai & gurau senda.

    ومن جلس مع الفساق زاده الله الجرأة على الذنوب والمعاصي والإقدام عليها،والتسويف في التوبة

    6. Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang fasik, Allah akan menambahkan berani berbuat dosa & kemaksiatan serta mendorongkan diri untuk berbuat maksiat kemudian menunda-nunda akan taubat.

    ومن جلس مع الصالحين زاده الله الرغبة في الطاعات

    7. Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang soleh, Allah akan menambahkan perasaan cinta kepada amalan-amalan ketaatan.

    ومن جلس مع العلماء زاده العلم والورع

    8. Barangsiapa yang duduk dengan para ulama’, Allah akan menambahkan ilmu & perasaan tidak cintakan dunia.

    (Muhtarom Husnan)
  • WUJUD TOLERANSI, BANSER JAGA GEREJA PANTEKOSTA Di MOJOKERTO

    WUJUD TOLERANSI, BANSER JAGA GEREJA PANTEKOSTA Di MOJOKERTO

    Mojokerto, Cyberaswaja.online- GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) Mengerahkan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) untuk menjaga Gereja selama perayaan NATAL 2019.

    “Menindaklanjuti Instruksi dari PP GP Ansor, kami menginstruksikan Banser di Wilayah Kabupaten Mojokerto, untuk siaga dan ikut membantu aparat keamanan mengamankan perayaan Natal,” Ujar Ketua PC GP Ansor Gus Ali M. Nasikh. 20/12/2019

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Komandan Bambang dua dar kiri Bersama pengurus Gereja PANTEKOSTA

    Diketahui salah satu di kecamatan Dlanggu, tepat di Gereja Pantekosta, Desa Sroyo tersebut, Banser bersama Pengurus Gereja hadir selama pelaksanaan Natal Berlangsung.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto : Komandan Sutikno tiga dari depan bersama Pengurus Gereja Pantekosta

    “Sesuai instruksi dari Panglima Tertinggi Kami yaitu Ketua PC GP Ansor Kab.Mojokerto, Siap satu komando hadir mengamankan Natal, karena menjaga Gereja bagi Banser adalah Menjaga Indonesia”, tegas salah satu pimpinan Banser Cabang Mojokerto sahabat Bambang.

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: jamaah gereja Pantekosta malam Natal 2019
  • Gus Yaqut: ” pembubaran FPI itu adalah HOAKS”

    Gus Yaqut: ” pembubaran FPI itu adalah HOAKS”

    wp.sorbansantri.com – Beberapa bulan ke belakang nama Front Pembela Islam atau FPI banyak diperbincangkan publik.

    Pemberitaan soal FPI mulai mencuat setelah anggotanya terlibat bentrok dengan aparat pada Senin, 7 Desember 2020.

    Dalam bentrok tersebut enam anggota laskar FPI dinyatakan tewas.

    Terkait organinasi tersebut, Menteri Agama (menag) Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yakut memberikan penjelasan soal status FPI di Tanah Air.

    Menang Gus Yaqut menyatakan bahwa secara normatif organisasi FPI tidak ada.

    Pernyataan tersebut disampaikan Menag di sela kegiatan berziarah ke makam ayahanda, Kiai Cholil Bisri dan leluhur di makam desa Kabongan Kidul, kabupaten Rembang, Jawa Tengah , Jumat 25 Desember 2020.

    Pernyataan tersebut keluar setelah diketahui bahwa Front Pembela Islam (FPI) tidak memperpanjang Surat Keterangan Terdaftar (SKT) di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    Kalau disebut FPI, FPI itu sekarang ini enggak ada. Organisasinya secara hukum enggak memperpanjang SKT di Kementerian Dalam Negeri, “ katanya.

    Diberitakan sebelumnya Galamedia dalam artikel yang berjudul “Menteri Agama Gus Yaqut, ‘FPI Itu Sekarang Enggak Ada“, Menag Gus Yaqut menegaskan bahwa kabar soal pembubaran FPI itu adalah hoaks.

    “Kabar Presiden mau bubarkan FPI itu hoaks, dicek dulu kebenarannya. Soalnya FPI itu tidak terdaftar di Kemendagri ,” kata Gus Yaqut.

    Sebelumnya diberitakan, telah beredar Surat Telegram Kapolri Jenderal Pol Idham Azis, tertanggal 23 Desember 2020, tentang pembubaran sejumlah organisasi masyarakat (Ormas).

    Sebanyak enam ormas rencananya akan dibubarkan, termasuk salah satunya adalah FPI.

    Menanggapi itu, kuasa hukum FPI Aziz Yanuar mengatakan Surat telegram tersebut tidak jelas.

    Hal itu dikarenakan Peratuturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (perppu) yang dirujuk nomornya tidak tercantum nomornya.

    “Perppu nomor berapa yang dimaksud dalam telegram tersebut? Bila tidak ada Perppunya maka berita tersebut dapat diklasifasikan berita hoax dan penyebaran berita bohong,” kata Aziz.

    Dalam STR/965/XI/IPP.3.1.6/2020 yang beredar disebutkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Perppu mengenai Pembubaran Ormas.

    P tersebut disebut jadi dasar untuk membubarkan ormas yang dianggap tidak sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945 dan aturan yang berlaku lainnya.***(Dicky Aditya/Galamedia News)

  • Ponpes Habib Rizieq Kena Gusur, Omongan Orang NU Pedes: Kuasai Tanpa Hak, HARAM !!!

    Ponpes Habib Rizieq Kena Gusur, Omongan Orang NU Pedes: Kuasai Tanpa Hak, HARAM !!!

    wp.sorbansantri.comPT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII) dikabarkan memberikan surat somasi untuk mengosongkan lahan Ponpes Agrokultural Markaz Syariah di Megamendung, Bogor, Jawa Barat yang dikelola Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq.
    Dalam surat tersebut, PTPN VIII memberikan waktu selama 7 hari kepada pihak pengurus Ponpes dan Habib Rizieq untuk menyerahkan lahannya kepada negara.

    SORBANSANTRI.COM
    Aktivis Nahdlatul Ulama (NU), Mohamad Guntur Romli, menyatakan bahwa tindakan dari Habib Rizieq dan FPI merupakan ghasab karena telah mengasai hak orang lain secara paksa.

    “Kalau menguasai tanah tanpa hak ya namanya ghasab. Menguasai yang bukan haknya, hukumnya haram. Ada ganti rugi juga harusnya itu bukan cuma dikosongkan!” tulis akun Twitter @GunRomli, dikutip Okezone Kamis (24/12/2020).

    Guntur Romli juga mempertanyakan kebenaran Pondok Pesantren tersebut. Dia menduga Ponpes Agrokultural Markaz Syariah belum kantongi izin dari Kementerian Agama.

    “Sudah lama kasus ini, sampai ada laporan ke polisi. Itu Pondok Pesantren apa cuma markas FPI? Kalau Ponpes harus izin ke Kemenag.” (Red)