Penulis: Sorban Santri

  • GIAT RUTIN GUBUK AL BAROKAH KWANGEN SIDOREJO JETIS MOJOKERTO

    GIAT RUTIN GUBUK AL BAROKAH KWANGEN SIDOREJO JETIS MOJOKERTO

    SORBAN JETIS -Kegiatan dan amaliyah warga Nahdiyin di Indonesia sangat beragam dan rata rata di lakukan secara berjamaah, seperti yang di lakukan oleh majelis dzikir wa ta’lim GUBUK AL BAROKAH yang berada di dusun Kwangen Sidorejo Jetis Mojokerto yang di asuh oleh ustadz MUSTAKIM S. Ag alumni PP LIRBOYO

    Jamaah selain di ajarkan membaca AL QUR’AN dan kitab kuning ada kegiatan rutin yang di lakukan dua minggu sekali setiap hari Jum’at ba’da sholat isya’ yang di hadiri kurang lebih 150 jamaah dari warga sekitar

    SORBANSANTRI.COM

    Ustadz MUSTAKIM S. Ag saat mengisi acara

    Menurut keterangan dari pengasuh (ustadz MUSTAKIM) selain melatih jamaah untuk terbiasa berdzikir dan memahami hukum hukum agama ada harapan mudah mudahan dengan melakukan dzikir dan doa bersama sama hajat jamaah di kabulkan ALLOH SWT, serta terjalinnya rasa persaudaraan sesama jamaah

    SORBANSANTRI.COM

    Jamaah istigosah putra

    SORBANSANTRI.COM

    Jamaah istigosah putti

    Ustadz MISTAKIM sempat mengatakan “kalau kita berdzikir sendiri sendiri di rumah agak berat untuk melakukannya oleh karena itu kita lakukan berjamaah, meskipun kadang kadang di saat melakukan dzikir di majelis ada yang sampai tertidur” kata beliau sembil senyum

    SORBANSANTRI.COM

    Pengamanan BANSER

    Saat team SORBAN hadir pada saat istigosah yang hadir ada ketua tanfidziyah NU Sidorejo ustadz MAHMUD BIKHORI dan beberapa personil BANSER yang ikut mengamankan jalannya acara

    By: alim sorban

  • MENGHINA PEMIMPIN ADALAH KEBIASAAN KHOWARIJ

    MENGHINA PEMIMPIN ADALAH KEBIASAAN KHOWARIJ

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-  Manusia diutus di dunia ialah sebagai khalifah (pemimpin) minimal memimpin dirinya sendiri. Sekali lagi, KHOLIFAH (pemimpin) bukan KHILAFAH ya gaes..
    Dalam mengemban tugas sebagai pemimpin diri sendiri, Begitu juga dengan kepemimpinan-nya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dari tingkat desa hingga keatas yg dipimpin oleh seorang presiden.
    Sosok pemimpin itu juga seorang manusia biasa yg tidak maksum dan tidak lepas dari kesalahan dan kekhilafan dalam menjalankan roda kepemimpinan. Ada sebagian kalangan langsung mencaci dan menghina pemimpin kala ia melakukan kesalahan ataupun kekeliruan.
    Jika pemimpin atau pemerintah melakukan kesalahan, tentunya ada prosedur tersendiri dalam memperingatkan atau mengkritiknya baik dengan perspektif hukum agama maupun hukum negara.
    Bisa dibilang, mereka yg kerap mencaci atau menghina pemimpin merupakan ciri khas manhaj kaum khawarij. Mungkin awalnya hanya sekedar mengkritik dan membeberkan aib pemimpin di atas mimbar, seminar, dan media-media lainnya, akan tetapi ujung-ujungnya membengkak hingga akhirnya berusaha memberontak pemimpin.
    Manhaj khawarij seperti ini menyelisihi petunjuk Rasulullah , karena mengingkari penguasa dan merupakan sumber segala fitnah atau kerusakan sepanjang sejarah peradaban islam.
    Bukti sejarah bahwa cara-cara seperti itu adalah cara yg digunakan para kaum khawarij berdasarkan riwayat Imam Tirmidzi dan selainnya dari Ziyad bin Kusaib Al-Adawi:
    “Saya pernah bersama Abu Bakrah di bawah mimbar Ibnu Amir yg sedang berkhutbah sambil mengenakan pakaian tipis.
    Abu Bilal berkata: Lihatlah pemimipin kita, dia mengenakan pakaian orang-orang fasiq.
    Abu Bakrah menegurnya seraya berkata: Diamlah, saya mendengar Rasulullah bersabda: “Barangsiapa yg menghina pemimpin di muka bumi, niscaya Allah akan menghinakannya” (Lihat Shahih Sunan Tirmidzi: 1812 )
    Ibnu Hajar Al-Asqalani menjelaskan:
    “Qa’adiyyah adalah orang-orang yg memperindah pemberontakan kepada pemerintah sekalipun mereka tidak memberontak secara langsung”.
    Kemudian dalam sebuah ayat Allah  berfirman:
    وَكَذلِكَ نُوَلِّيْ بَعْضَ الظَّالِمِيْنَ بَعْضًا بِمَا كَانُوْا يَكْسِبُوْنَ. (الأنعام : 129).
    “Demikianlah kami jadikan sebagian orang-orang yg dzolim itu menjadi pemimpin bagi sebagian yg lain disebabkan apa yg mereka usahakan”.
    (QS. al-An’am : 129).
    Dalam menafsirkan ayat di atas, al-Imam Fakhruddin al-Razi berkata:
    “Ayat di atas menunjukkan bahwa apabila rakyat melakukan kedzoliman, maka Allah akan mengangkat seorang yang dzolim seperti mereka sebagai penguasa.
    Sehingga jika mereka ingin melepaskan diri dari pemimpin yg dzolim tersebut, hendaknya mereka meninggalkan perbuatan dzolim.
    Diriwayatkan dari Malik bin Dinar: “Dalam sebagian kitab-kitab Allah , bahwasanya Allah berfirman:
    “Akulah Allah, Penguasa raja-raja di dunia.
    Hati dan ubun-ubun mereka berada dalam kekuasaan-Ku. Barangsiapa yg taat kepada-Ku, aku jadikan raja-raja itu sebagai rahmat baginya.
    Dan barangsiapa yg durhaka kepada-Ku, aku jadikan raja-raja itu sebagai azab atas mereka.
    Janganlah kalian menyibukkan diri dengan memaki-maki para penguasa karena kezaliman mereka.
    Akan tetapi, bertaubatlah kalian kepada-Ku, maka akan Aku jadikan mereka mengasihi kalian.”
    (Al-Imam Fakhruddin al-Razi, al-Tafsir al-Kabir wa Mafatih al-Ghaib, juz 13, hal. 159. Ibnu Abil-‘Izz al-Hanafi dalam Syarh al-‘Aqidah al-Thahawiyyah).
    Sebetulnya dari keterangan ayat di atas dapat ditarik benang merah sebagai berikut;
    Kita wajib meyakini bahwa pemimpin yg dipilih semata-mata adalah takdir Allah .
    Pemimpin yg dzolim ialah cerminan masyarakatnya yg juga dzolim.
    Anjuran bertobat bagi masyarakat atau rakyat dari kedzoliman mereka.
    Baca Juga: Apakah Isbal Dilarang?
    Begini Penjelasan Ahli Hadits.
    Karena meskipun seorang pemimpin itu dzolim, kita dilarang menghujat atau menghina pemimpin tersebut.
    Sebagaimana Sabda Rasulullah ﷺ sebagai berikut:
    مَنْ أَهَانَ السُّلْطَانَ أَهَانَهُ اللهُ. رواه الترمذي وقال: حديث حسن
    “Barangsiapa yg menghina seorang penguasa, maka Allah akan menghinakannya.” (HR at-Tirmidzi [2224], dan berkata: “Hadits hasan”).
    Hadits di atas memberikan pesan:
    Larangan menghina seorang pemimpin dan dianjurkan menasehati dengan baik serta bersabar atasnya.
    Maksud pemimpin dalam hadits tersebut, ialah setiap orang yg memiliki kekuasaan dan tanggungjawab terhadap kaum Muslimin seperti khalifah, presiden, amir, gubernur, bupati dan seterusnya.
    Allah akan menghinakan orang yg menghina pemimpin di dunia, karena telah berusaha menghina seseorang yg diberi kemuliaan oleh Allah.
    Di akhirat kelak Allah akan menghinakan orang yg menghina seorang pemimpin, hal itu karena telah durhaka kepada Allah.
    (Al-Imam Ibnu ‘Illan al-Shiddiqi, Dalil al-Falihin li-Thuruq Riyadh al-Shalihin, 3/124).
    Abu Usman az-Zahid mengatakan:
    “Nasihatilah para pemimpin, perbanyakkanlah doa untuk mereka agar mereka melakukan kebaikan dan kebenaran dalam beramal dan menjalankan hukum.
    Sesungguhnya jika mereka baik, maka akan baiklah rakyat.
    Hati-hatilah kamu!
    Jangan sampai kamu mendoakan keburukan atau melaknat mereka, kerana yg demikian hanya akan menambah kerusakan keadaan orang-orang Islam.
    Tetapi mintakanlah ampunan kepada Allah untuk penguasa (pemerintah dan pemimpin), semoga mereka meninggalkan perbuatan yg tidak baik, kemudian dihilangkanlah musibah dari kaum Muslimin”.
    (Al-Jamii Li Syu’abil Iman. 13/99. Al-Baihaqi. Cetakan Dar as-Salafiyah).
    Wajib dipahami bahwa sebenarnya Islam mengajarkan untuk bersikap santun dan taat terhadap pemimpin.
    Karena seorang pemimpin itu merupakan representasi dari rakyat atau masyarakatnya sendiri.
    Apabila masyarakatnya baik maka sangat mungkin pemimpinnya juga baik dan begitu juga sebaliknya.
    Maka dari itu, islam melarang untuk menghujat dan menghina pemimpin meskipun ia pemimpin yg dzolim sekalipun, karena hal tersebut termasuk mengindikasikan bahwa dirinya sendiri juga termasuk orang yg dzolim.
    Wallahua’lam Bisshawab. (Y.A.S.)
    ● NB : Presiden & Wakilnya adalah wajah suatu bangsa, siapapun yg melempar noda tercorenglah seluruh negeri.
    Yg merebutnya secara paksa adalah pengkhianat bangsa, bagi warga negara yg berintregitas tinggi adalah melawan bibit makar.
    Jangan pernah lelah kita membelanya…
  • Kirab 100 Ribu Doa Pager Bumi KH Hasyim Asy’ari Dapat Sambutan Hangat Dari Masyarakat

    Kirab 100 Ribu Doa Pager Bumi KH Hasyim Asy’ari Dapat Sambutan Hangat Dari Masyarakat

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI – Ponorogo- Kirab 100 Ribu Doa Pager Bumi KH Hasyim Asy’ari, mendapatkan sambutan antusias dari warga Jenangan dan warga Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo. Setelah Pataka dan Pusaka secara simbolis diserahkan oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Ngebel kepada PAC GP Ansor Jenangan di Masjid Umar Shodiq Tanjungsari, perjalanan dilanjutkan menziarahi Makam Panjeng, Gentan dan Batoro Khatong.
    Dalam perjalanan menuju Makam tersebut serta menuju Pondok Al Barokah, Siman, rombongan kirab mendapat sambutan hangat dan antusias dari warga masyarakat baik yang sedang melintas maupun yang sedang berada di teras rumah. Baik anak-anak hingga dewasa pun melambaikan tangan kecintaannya kepada Ansor dan Banser yang mengawal Pataka dan Pusaka Tegalsari.
    Sementara itu pelaksanaan penyerahan Pataka NU dan Pusaka Tegalsari diutamakan Standart Protokol Kesehatan.
  • Sunan Muria Raden Umar Said

    Sunan Muria Raden Umar Said

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Salah seorang Walisongo yang banyak berjasa dalam menyiarkan agama Islam di pedesaaan Pulau Jawa adalah Sunan Muria. Beliau lebih terkenal dengan nama Sunan Muria karena pusat kegiatan dakwahnya dan makamnya terletak di Gunung Muria (18 km di sebelah utara Kota Kudus sekarang).

    Beliau adalah putra dari Sunan Kalijaga dengan Dewi Saroh. Nama aslinya Raden Umar Said, dalam berdakwah ia seperti ayahnya yaitu menggunakan cara halus, ibarat menganbil ikan tidak sampai keruh airnya. Muria dalam menyebarkan agama Islam. Sasaran dakwah beliau adalah para pedagang, nelayan dan rakyat jelata. Beliau adalah satu-satunya wali yang mempertahankan kesenian gamelan dan wayang sebagai alat dakwah dan beliau pulalah yang menciptakan tembang Sinom dan kinanthi. Beliau banyak mengisi tradisi Jawa dengan nuansa Islami seperti nelung dino, mitung dino, ngatus dino dan sebagainya.

    Lewat tembang-tembang yang diciptakannya, sunan Muria mengajak umatnya untuk mengamalkan ajaran Islam. Karena itulan sunan Muria lebih senang berdakwah pada rakyat jelata daripada kaum bangsawan. Cara dakwah inilah yang menyebabkan suna Muria dikenal sebagai sunan yang suka berdakwak tapa ngeli yaitu menghanyutkan diri dalam masyarakat. (abi sorban)

  • Ular Besarnya Keluar.. PKS mulai gerah : Segera Bebaskan Petinggi KAMI yang Ditangkap!

    Ular Besarnya Keluar.. PKS mulai gerah : Segera Bebaskan Petinggi KAMI yang Ditangkap!

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – PKS menyakini sejumlah tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang ditangkap polisi tidak akan mengarahkan massa untuk berbuat anarki dalam aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja. PKS meminta agar polisi membebaskan mereka.
    “Karenanya segera dibebaskan saja 8 tokoh yang ditangkap itu,” kata Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid (HNW) kepada wartawan, Selasa (13/10/2020).Menurut HNW, sejumlah tokoh KAMI yang ditangkap merupakan aktivis senior yang kritis. Karena itulah, HNW meyakini mereka tidak akan mengarahkan massa agar berbuat anarki.

    “Dan kemudian itu yang ditangkap-tangkap itu, Pak Syahganda Nainggolan, Jumhur Hidayat, itu kan mereka yang dikenal aktivis-aktivis lama. Aktivis-aktivis senior yang dari dulu mereka mengerahkan massa tapi tidak anarkis. Dari dulu mereka para aktivis yang orientasinya kritis dan tidak anarkis,” ungkapnya.Lebih lanjut, HNW juga meyakini kegiatan yang digelar oleh KAMI selalu meminta izin dari pihak terkait. Menurutnya, jika mereka yang bergelar kegiatan yang berizin justru difitnah hingga ditangkap, maka akan menghadirkan ketegangan di masyarakat.

    “Jadi saya berkeyakinan dari 8 tuntutan perjuangan KAMI, dan tokoh-tokoh KAMI, dan kegiatan yang mereka gelar. Selama ini kan mereka yang mereka gelar kegiatan terbuka, minta izin dan sebagainya,” tutur HNW.

    “Justru kalau itu dihalang-halangin, di-framing, difitnah, dibuat spanduk ke sana kemari, yang spanduknya juga fitnah, tokoh-tokoh ditangkap, nah ini akan membuat semakin menghadirkan ketegangan yang tidak diperlukan,” imbuhnya. (sumber)

  • Sunan Kudus Ja’far Sadiq

    Sunan Kudus Ja’far Sadiq

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Sunan Kudus menyiarkan agama Islam di daerah Kudus dan sekitarnya. Beliau memiliki keahlian khusus dalam bidang agama, terutama dalam ilmu fikih, tauhid, hadits, tafsir serta logika. Karena itulah di antara walisongo hanya ia yang mendapat julukan wali al-‘ilm (wali yang luas ilmunya), dank arena keluasan ilmunya ia didatangi oleh banyak penuntut ilmu dari berbagai daerah di Nusantara.

    Ada cerita yang mengatakan bahwa Sunan Kudus pernah belajar di Baitul Maqdis, Palestina, dan pernah berjasa memberantas penyakit yang menelan banyak korban di Palestina. Atas jasanya itu, oleh pemerintah Palestina ia diberi ijazah wilayah (daerah kekuasaan) di Palestina, namun Sunan Kudus mengharapkan hadiah tersebut dipindahkan ke Pulau Jawa, dan oleh Amir (penguasa setempat) permintaan itu dikabulkan. Sekembalinya ke Jawa ia mendirikan masjid di daerah Loran tahun 1549, masjid itu diberi nama Masjid Al-Aqsa atau Al-Manar (Masjid Menara Kudus) dan daerah sekitarnya diganti dengan nama Kudus, diambil dari nama sebuah kota di Palestina, al-Quds.

    Dalam melaksanakan dakwah dengan pendekatan kultural, Sunan Kudus menciptakan berbagai cerita keagamaan. Yang paling terkenal adalah Gending Makumambang dan Mijil. Cara-cara berdakwah Sunan Kudus adalah sebagai berikut:
    a.    Strategi pendekatan kepada masa dengan jalan

    1. Membiarkan adat istiadat lama yang sulit diubah
    2. Menghindarkan konfrontasi secara langsung dalam menyiarkan agama islam
    3. Tut Wuri Handayani
    4. Bagian adat istiadat yang tidak sesuai dengan mudah diubah langsung diubah.

    b.    Merangkul masyarakat Hindu seperti larangan menyembelih sapi karena dalam agama Hindu sapi adalah binatang suci dan keramat.
    c.    Merangkul masyarakat Budha
    Setelah masjid, terus Sunan Kudus mendirikan padasan tempat wudlu denga pancuran yang berjumlah delapan, diatas pancuran diberi arca kepala Kebo Gumarang diatasnya hal ini disesuaikan dengan ajaran Budha “ Jalan berlipat delapan atau asta sunghika marga”.
    d.   Selamatan Mitoni, biasanya sebelum acara selamatan diadakan membacakan sejarah Nabi.
    Sunan Kudus wafat pada tahun 1550 M dan dimakamkan di Kudus. Di pintu makan Kanjeng Sunan Kudus terukir kalimat asmaul husna yang berangka tahun 1296 H atau 1878 M. (ABI SORBAN)

  • GP ANSOR SIDOREJO JETIS MOJOKERTO, berdzikir dan bersholawat untuk covid-19

    GP ANSOR SIDOREJO JETIS MOJOKERTO, berdzikir dan bersholawat untuk covid-19

    SORBAN JETIS – Pandemi covid-19 sudah melanda dunia hampir satu tahun, lebih dari 200 negara mengalami dampak yang sangat berarti karena pandemi covid-19 termasuk INDONESIA, dan semua lapisan masyarakat sangat menginginkan keadaan kembali seperti sedia kala

    Berbagai upaya pemerintah dan masyarakat sudah di lakukan supaya keadaan normal kembali, hampir semua masyarakat sudah mematuhi protokol kesehatan, termasuk sering cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak di setaip situasi, termasuk yang di lakukan sahabat sahabat GP ANSOR SIDOREJO JETIS MOJOKEERO saat melakukan kegiatan rutin

    Kali ini GP ANSOR SIDOREJO melakukan Dzikir dan sholawat di mushola al ihklas dusun ngaglik setelah sholat isyak(11/10/2020 ) semua yang hadir sebelum masuk ke lokasi harus cuci tangan dan memakai masker

    Menurut sahabat ISA KURNIAWAN salah satu pengurus GP ANSOR SIDOREJO mengatakan “kami semua kumpul di sini berdzikir dan bersholawat bersama serta berdoa mudah mudahan pandemi covid-19 segera teratasi dan keadaan bisa normal kembali”

    SORBANSANTRI.COM

    Gus ISA di dampingi BANSER sidorejo

    Saat team SORBAN memantau lokasi ada beberapa personil BANSER yang membantu mengondisikan jamaah untuk mematuhi protokol kesehatan, semua harus cuci tangan, pakai masker dan duduknya harus berjarak

    SORBANSANTRI.COM

    Sambutan Ta’mir Mushola Al-Iklas oleh Bpk. SABAR yang juga menjabat Wakel Katib di jajaran pengurus Ranting NU menyampaikan “segala sesuatu harus diawali dengan Niat yang Baik, jangan berandai andai apabila berjalan dan berjuang di jalan Allah, Allah pasti menjamin dan memudahkan langkah hambanya yang karena Niat tulus dan ikhlas. semoga para pemuda khusunya GP Ansor bisa istiqomah dalam menjalankan kegiatan MDS Dzikir dan Sholawat dengan lancar.

    By: alim sorban

  • SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK SOESILO BAMBANG YUDHOYONO

    SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK SOESILO BAMBANG YUDHOYONO

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI – Mantan kader partai Demokrat mengirim surat terbuka melalui media sosial, berikut Surat yang beredar dan sudah banyak dibagikan di media sosial Facebook atas nama Tito Gtsu.
    Kepada Yth
    Bp. Jend. (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC
    Presiden Republik Indonesia Ke – 6
    Di Puri Cikeas.
    Dengan Hormat,
    Teriring Do’a serta Salam, semoga Bapak beserta keluarga besar dalam keadaan sehat, panjang usia serta bahagia. Izinkan pada kesempatan ini saya sebagai Mantan Kader Partai Demokrat memohon beberapa hal kepada Bapak.
    1. Presiden Republik Indonesia saat ini adalah Ir. H. Joko Widodo dan bukan Soesilo Bambang Yudhoyono lagi. Jadi dengan segala hormat, mohon Bapak berkenan diam dan serta tidak banyak nyinyir terhadap segala macam bentuk kebijakan yang dilakukan Pemerintahan Presiden Jokowi, baik dalam masalah luar negeri maupun dalam negeri. Saya mohon Bapak berkenan menjadi Negarawan Sejati yang baik, tidak mencampuri Pemerintahan lagi. Contohlah Almarhum BJ. Habibie Presiden Republik Indonesia Ke – 3 serta Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri Presiden Repblik Indonesia Ke – 5 yang tidak pernah nyinyirin pemerintahan Bapak sewaktu bapak menjabat sebagai Presiden RI.
    2. Berdasarkan Hasil Survei Lembaga Internasional milik Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) Yaitu Gallup Word Pull, Pemerintahan Presiden Ir. H. Joko Widodo menduduki PERINGKAT PERTAMA DUNIA sebagai Pemerintahan Paling Dipercaya Masyarakatnya, yaitu sebesar 80%. Dan Prestasi ini BELUM PERNAH Bapak capai saat Bapak menjabat Presiden Republik Indonesia.
    3. Organisasi Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ), Organisasi Kerjasama Islam ( OKI ) yang merupakan Organisasi Terbesar Kedua Di Dunia setelah Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) juga telah mengakui bahwa Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo sebagai 4 BESAR PEMIMPIN NEGARA yang PALING DISEGANI DI DUNIA setelah Donald Trump ( Presiden Amerika Serikat ), Vladimir Putin ( Presiden Rusia ), serta Ram Nath Kovind ( Presiden India ). Dan prestasi Presiden Jokowi ini BELUM PERNAH BAPAK RAIH saat 10 menjabat Presiden RI.
    4. Presiden Republik Indonesia Ir, H. Joko Widodo tercatat sebagai 13 Besar Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia dari 500 Tokoh Muslim Dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre ( RISSC). Dan prestasi inipun BELUM PERNAH BAPAK DAPATKAN selama 10 tahun Bapak menjadi Presiden Republik Indonesia 2004 – 2014.
    5. Suka atau tidak suka, 6 tahun Pemerintahan Jokowi jauh lebih bagus peningkatannya dibanding 10 tahun Pemerintahan Bapak sendiri. Bahkan tidak sedikit tokoh papan atas partai kita, saudara seperjuangan saya di Partai Demokrat masuk penjara karena kasus korupsi di masa kepemimpinan Bapak sebagai Presiden. Dari Muhammad Nazaruddin, Andi Alfian Malarangeng, Hartati Murdaya, Jero Wacik, Almarhum Sutan Bhatoegana, Angelina Sondakh, Amrun Daulay, Sarjan Tahir, As’ad Syam, Bahkan Ketua Umum Anas Urbaningrum masuk penjara. Dan hampir semuanya DPP Partai Demokrat, orang – orang dekat Bapak semua.
    6. Justru Bapak SBY harus belajar banyak tentang Kesabaran, Ketegaran, Kesederhaan, Ikhlas serta Kebijaksanaan pada Presiden Jokowi. Saat Mas AHY diserang netizen karena cuitannya yg nyinyirin Presiden Jokowi, Bapak SBY langsung ngamuk tidak karuan melalui medsos menyerang para netizen yang membully Mas AHY, bahkan menyalahkan Bapak Jokowi.
    Apa hubungannya dengan Bapak Jokowi ?
    Justru Mas AHY yang menyerang Presiden Jokowi sesaat setelah Mas AHY dilantik sebagai Ketum Partai Demokrat. Presiden Jokowi diserang habis – habisan dan bertubi – tubi oleh pembencinya, dikatain Komunis, Anak Haram, PKI, termasuk orang tuanya juga difitnah serta di bully habis – habisan. Bahkan saat Ibundanya meninggal, masih diserang fitnah.
    NAMUN Bapak Jokowi tidak pernah membalas, tidak pernah menanggapi dan tetap fokus bekerja untuk rakyatnya.
    Dari klausal 1 – 6 diatas, saya memohon sekali lagi pada Bapak SBY yang Terhormat, untuk berkenan menjaga wibawa, tidak lagi mencampuri permasalahan pemerintahan Jokowi.
    Jika ingin menyampaikan masukan ke Bapak Jokowi selaku Presiden, lebih elegan jika Bapak berkenan menyampaikan langsung kepada Beliau, baik bertemu sillaturahmi dan atau melalui telepon.
    Demikian surat terbuka ini saya sampaikan, karena bapak pernah menjadi Ketua Umum saya di Partai Demokrat.
    Terima Kasih
    Hormat Saya,
    Deka Surya Abadi
  • Rabu Wekasan Menurut NU

    Rabu Wekasan Menurut NU

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Besok adalah malam Rabu Wekasan yaitu malam Rabu terakhir (wekasan) di bulan Shafar.
    Sebagian orang ahli ma’rifat termasuk orang yang ahli mukasyafah mengatakan setiap tahun Allah menurunkan bala’ (bencana) yang berjumlah 320.000. Kesemuanya diturunkan pada hari Rabu yang terakhir di bulan Shafar. Maka dianjurkan hari itu shalat 4 raka’at dengan 2 salaman,” katanya,

    Kiai Jamal menjelaskan, shalat yang dilakukan tersebut diniati dengan shalat mutlak.
    Pada setiap rakaat dalam shalat tersebut membaca
    Al-Fatihah sekali,
    surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali,
    surat Al-Ikhlas lima kali, Al-Falaq sekali dan An-Nas sekali.
    “Kemudian setelah salam membaca doa dan shalatnya tidak berjamaah. Tapi dilakukan bersama-sama di lokasi yang sama pula,” tambahnya.

    Tradisi Rabu Wekasan sudah berlangsung secara turun-temurun di kalangan masyarakat Jawa, Sunda, Madura, dan lain-lain. Bentuk ritual Rabu Wekasan umumnya dilakukan dengan shalat , berdoa dengan doa-doa khusus, selamatan, sedekah, silaturrahin, dan berbuat baik kepada sesama.

    Asal-usul tradisi ini bermula dari anjuran Syeikh Ahmad bin Umar Ad-Dairobi (W.1151 H) dalam kitab Fathul Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’il ‘Abid Wa Qam’i Kulli Jabbar ‘Anid (biasa disebut Mujarrobat Ad-Dairobi).

    Anjuran serupa juga terdapat pada kitab Al-Jawahir Al-Khams karya Syeikh Muhammad bin Khathiruddin Al-‘Atthar (W. 970 H), Hasyiyah As-Sittin, dan sebagainya.

    Keputusan musyawarah NU Jawa Tengah tahun 1978 di Magelang juga menegaskan bahwa shalat khusus Rabo Wekasan hukumnya haram, kecuali jika diniati shalat sunnah muthlaqah atau niat shalat hajat. Kemudian Muktamar NU ke-25 di Surabaya (20-25 Desember 1971 M) juga melarang shalat yang tidak ada dasar hukumnya, kecuali diniati shalat mutlak.

    “Shalatnya bisa di pagi (dluha) atau habis shalat maghrib,” pungkas Mustasyar Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini. (abi sorban)

  • LATBER 150 BANSER HUSADA (BASADA) JATIM DI PC GP ANSOR KAB. MOJOKERTO

    LATBER 150 BANSER HUSADA (BASADA) JATIM DI PC GP ANSOR KAB. MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM
    KASATKORCAB Banser Kab.Mojokerto H.M Yunus

    SORBAN SANTRI- Pentingnya pembekalan dalam menjalankan kewajiban sebagai banser memang perlu ditingkatkan untuk masing-masing satsus agar dalam menjalankan tugas dilapangan lebih tanggap dengan masalah yang ada. Kali ini Minggu, 11 Oktober 2020 PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto mengadakan latihan bersama (LATBER) untuk satsus Banser HUSADA ( BASADA ).

    Latihan bersama kali ini diadakan di Aula Gedung PCNU Kabupaten Mojokerto dengan jumlah peserta 150 banser husada ( basada ) yang berasal dari PC Kabupaten dan Kota Mojokerto serta dari berbagai wilayah di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Trenggalek, Ponorogo, Madura.

    Acara latber yang di mulai dari pukul 07.00 – 14.00 wib tersebut, dihadiri oleh Ketua PCNU Kab.Mojokerto KH.Abdul Adhim Alwi, Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto Gus Ali Moh Nasih, KASATKORCAB Banser Kab. Mojokerto H.M Yunus , serta Jajaran Pengurus Ansor dan Banser Kab. Mojokerto. Selain itu juga hadir tamu undangan dari pengurus Banser wilayah Jawa Timur.

    Dan sebagai pemateri dalam kegiatan Latihan Bersama banser Husada adalah Kasatsus BASADA Jawa Timur Sekaligus pemateri Ndan Anton Sujarwo, yang dalam penyampaian beliau lebih memperdalam bekal Banser Husada ( basada ) dalam mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan, dan norma hidup sehat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor dan masyarakat. (abi sorban)