Penulis: Sorban Santri

  • JIHAD NU ONLINE

    JIHAD NU ONLINE

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Kita berharap kader NU menguasai medsos dan ilmu terkaitnya, untuk meluruskan hoax dan menebar fakta.

    Saat ini kita masih sangat minim kader yang punya pengetahuan luas tentang itu. Kita masih kalah dengan mereka kelompok Wahabi, Salafi, HTI, IM dan sejenisnya di bidang penguasaan IT, medsos dan informatika.

    Karena itu PBNU telah mengeluarkan seruan JIHAD NU ONLINE tuk melawan radikalisme di medsos.

    Sebagai warga NU kita wajib berperan serta berjuang di medsos sebagai salahsatu cara kita berkhidmat di NU. Kalau kita di dunia nyata tidak mampu berkhidmat di NU, maka cara lain berkhidmat di NU adalah berjuang di medsos (dunia maya).

    Tegakkan Islam, Aswaja dan kebenaran. Tegakkan adab dan akhlaq yang paling baik. Berantas segala hoax dan ujaran kebencian, dan kuasai IT, segala situs dan link di medsos.

    Gus Dur pernah berkata, “Akan saatnya kelak anak-anak muda NU akan berhasil menguasai segala bentuk medsos, teknologi dan informatika” (Grup Nahdlatul Ulama)

  • Khidmah kepada Guru untuk Keberkahan Ilmu

    Khidmah kepada Guru untuk Keberkahan Ilmu

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – ‘Ilmu bi ta’allum wal barakah bil Khidmah. Ilmu diperoleh dengan belajar, keberkahan Ilmu diperoleh dengan khidmah. Inilah salah satu slogan para santri dan asatidz di pesantren-pesantren. Slogan ini bukan sekedar slogan. Ia memiliki makna yang berusaha diwujudkan dalam proses pendidikan di pondok pesantren.

    Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

    ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب، على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك يكون لك ذالك المقدار عند الله من غير شك

    ” Memperoleh Ilmu, Futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar Adabmu bersama Gurumu. Kadar besarnya Gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu “.(al Manhaj as Sawiy : 217)

    Para Ulama’ ahli Haqiqat mengatakan,”mayoritas Ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan baik antara murid dengan Gurunya”.

    Untuk memperoleh keberkahan Ilmu harus dengan khidmah. Bagian ini berisi dua kata kunci, yaitu berkah dan khidmah. Agar ilmu yang telah dipelajari berberkah, maka seorang penuntut ilmu harus Berkhidmah. Apa yang dimaksud berkah? Apa pula maksud Khidmah?

    Secara sederhana keberkahan Ilmu atau Ilmu yang berberkah dapat diartikan sebagai Ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang telah dipelajari dengan susah-payah memberi manfaat baik bagi diri sendiri dan orang lain. Ilmu itu membawa manusia mendekat kepada Allah, bukan malah menjauh. Jika suatu ilmu menjauhkan manusia dari Allah, itu ciri Ilmu itu tidak bermanfaat, walaupun ilmu itu misalnya, membawa kekayaan dan mengantarkan pelakunya kepada puncak popularitas.

    Keberkahan Ilmu ini kurang lebih sama dengan keberkahan harta. Harta yang berberkah adalah harta yang mendekatkan pemiliknya kepada Allah, bukan malah membuatnya semakin jauh dari Allah. Walaupun banyak, jika hanya menjadi sarana maksiat, menambah dosa, maka harta dapat disebut tidak berkah. Begitu pula Ilmu.

    Khidmah adalah satu satu cara meraih keberkahan Ilmu. Khidmah dapat diterjemahkan dengan pengabdian. Jadi seorang penuntut Ilmu adalah orang yang Mengabdi, baik kepada Gurunya, lembaga pendidikannya, atau kepada masyarakat pada umumnya.

    Tujuan utama dari Khidmah adalah untuk menciptakan hubungan batin yang kuat antara murid dengan guru dan mendapatkan Keridhaan Guru. Jika Guru sudah ridha kepada murid, itu alamat sang murid akan berhasil. Keridhaan Guru merupakan keberhasilan pertama murid.(abi-sorban)

  • NABI KHIDIR YANG MEMILIH GUS DUR JADI KETUM PBNU

    NABI KHIDIR YANG MEMILIH GUS DUR JADI KETUM PBNU

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-Pada saat Gus Dur sedang cuci darah di Rumah Sakit, saya dan Lora Shaleh diperkenankan sowan dan masuk ke kamar Gus Dur yang sedang di rawat. Pada saat itu kurang lebih satu bulan Gus Dur pulang ke Rahmatullah.
    Kami berdua diterima oleh Gus Dur dan dipersilahkan duduk di kursi yang ada dan Gus Dur tetap berbaring dengan tangan di infus namun kondisi beliau terlihat sehat. Bahkan Gus Dur mengajak diskusi dan bercerita hal-hal yang lucu membuat kami tertawa. Sehingga kami cukup lama di ruang kamar tersebut.
    Gus Dur juga cerita bahwa pada saat Muktamar NU tahun 1984 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, saat itu Gus Dur duduk bersama KHR. As’ad Syamsul Arifin. Sedangkan forum Muktamar NU telah memutuskan bahwa untuk menentukan Rais ‘Aam dan Ketua Umum PBNU dengan Ahlul Halli wal Aqdi tunggal yaitu KHR. As’ad Syamsul Arifin.
    Dengan keputusan itu tentu banyak kyai yang mengusulkan pada Kyai As’ad. Terkait dengan penentuan itu, kata Gus Dur, saya saat itu sedang bicara dengan Kyai As’ad, tiba tiba datang Kyai dari Malang dan langsung matur pada Kyai As’ad, agar Ketua Umum PBNU diberikan pada Kyai Tholhah. Spontan Kyai As’ad dawuh, “Tidak, Nabi Hidir baru saja meninggalkan tempat ini dan tetap menunjuk Gus Dur jadi Ketua Umum PBNU.”
    Kami yang mendengar cerita ini berfikir, berarti Nabi Khidir, Kyai As’ad dan Gus Dur sebelum Kyai dari Malang itu datang sedang bincang-bincang terkait siapa yang akan menakodai atau memimpin NU.
    Bila kita ambil filosofi sufi dari cerita ini; berarti Nahdlatul Ulama ini organisasi yang dijaga oleh para kekasih Allah SWT. Dulu Alm. KH. Hasyim Muzadi dawuh, NU ini punya komisaris, dan pengurus yang ada ini hanya direktur-direktur yang sewaktu waktu bisa ganti. Tapi sang pemilik NU akan selalu menjaga NU.
    Dari itu Alm. KH. Khatib Umar Sumberwringin dawuh pada saya, “Misbah , kamu jadi pengurus NU pegang kalimat ini; Sirrul wali bil wali wa sirrul Ulama’ bil Ulama. (Rahasia wali itu yang tahu hanya orang wali dan rahasia Ulama itu juga yang tahu hanya Ulama).”
    Cerita ini sebenarnya mengandung makna kita harus hati hati menjadi pengurus NU. Karena pengurus NU akan menjalankan amanah perjuangan Ulama yang nota bene pewaris para Nabi. Bila sikap dan Amaliah tidak sesuai dengan keinginan komisaris NU, khawatir ada keadilan Allah yang akan menimpa pada dirinya.
    Semoga para pejuang dan pengurus NU dari PB hingga Kelompok Anak Ranting NU senantiasa dalam hidayah Allah dan diberi kemampuan dan keistiqamahan menjalankan amanah perjuangan NU sesuai dengan Rel Khittah NU, dan tidak membawa NU ke ranah kepentingan yang tidak sesuai dengan cita cita perjuangan NU.
    Penulis: HM. Misbahus Salam, Pengasuh Yayasan RDS (Raudlah Darus Salam) Sukorejo Bangsalsari Jember.
  • KISRUH OMNIBUS LAW JANGAN SAMPAI DI TUNGGANGI OKNUM YANG BERTUJUAN POLITIK PRAKTIS

    KISRUH OMNIBUS LAW JANGAN SAMPAI DI TUNGGANGI OKNUM YANG BERTUJUAN POLITIK PRAKTIS

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Undang-Undang Cipta kerja yang baru saja di sahkan menuai polemik, banyak pro-kontra bukan hanya di kalangan elit parpol, bahkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun ikut menyoroti kebijakan tersebut, PBNU menilai kebijakan tersebut sangat sarat ketidakadilan bagi kaum buruh, perlu evaluasi tetapi dengan cara yang baik tidak Demonstrasi atau sampai mogok kerja, sementara di pihak lain seperti Bapak Dahlan Iskan menilai kebijakan tersebut cukup tepat sebagai titik awal kebangkitan ekonomi Indonesia disaat negara lain seperti vietnam, malaysia dan negara kawasan berlomba-lomba menarik investor, dan menurut Pakar Pemerhati Kebijakan Publik Bapak Trubus Rahadiansyah menilai kebijakan tersebut bisa menarik investor yang beberapa tahun ke belakang banyak yang memilih hengkang dari Indonesia, beliau juga menilai kebijakan itu bisa membuat perputaran investasi yang merata bukan hanya di kota-kota besar saja, tetapi akan menyasar ke daerah-daerah lain dalam memilih upah minimum regional daerah.
    Tidak sedikit pula yang menilai kisruhnya kebijakan ini sangat sarat campur tangan kepentingan politik yang menunggangi serikat buruh, seperti yang di beritakan Serikat buruh KSPN pastikan tidak akan terlibat dalam aksi mogok kerja nasional, banyak yang menilai jaringan buruh yang ngotot demo dan mogok nasional adalah jaringan buruh dari Said Iqbal (Kader PKS) yang sempat gagal di Pemilihan Legislatif, Bukan hanya itu saja, Gatot Nurmantyo yang sempat kontroversi tentang isu kebangkitan Komunis (PKI) pun mendukung Demonstrasi kaum buruh, termasuk mogok kerja nasional, Gatot Nurmantyo juga menyatakan bahwa banyak para ulama yang mendoakan beliau agar menjadi presiden untuk menyelamatkan Indonesia dalam acara jaringan KAMI yang sempat di tolak berbagai daerah tersebut.
    Mentri Ketenagakerjaan Republik Indonesia pun membuka suara kepada semua Serikat pekerja / buruh, bahwa mogok kerja bukan jalan yang tepat untuk menemukan solusi yang tepat.
    “Saya dengan antusias menunggu teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan.saya percaya kita selalu bisa menemukan jalan tengan yang saling menenangkan”
    “Kita sedang berupaya menyalakan lilin, bukan menyalahkan kegelapan” ujar Ida Fauziyah (Kemenaker RI)
    – Haddi VJB | Aswaja Media
  • JIWAMU BEGITU BERSIH

    JIWAMU BEGITU BERSIH

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Tidak ada yang jauh lebih penting dari politik selain kemanusiaan.
    Belum kutemukan sampai hari ini.
    Presiden yang begitu santun dalam hargai agama .
    Belum kutemukan lagi tokoh kemanusiaan sepertimu.
    Kehadiranya begitu singkat tp penuh misteri contoh dari suri tauladannya.
    Yaa ALLoH….ampuni segala dosanya dan tempatkan beliau ketaman indah abadiMU.
    aamiin….
    Gus, susah kucari teladan sepertimu sekarang… Semuanya berpolitik hanya demi sebuah kekuasaan dan menyalurkan syahwat, hasrat dan cita-cita menjadi petinggi bangsa ini..
    Aku lelah Gus…., Doakan bangsa ini dari sana Gus, semoga bangsa ini akan selalu dalam lindungan Alloh Subhanallah Wa Taala.
    Tidak ada kekuasaan yang harus diperjuangkan mati-matian apalagi harus menumpahkan darah..
    Hari ini dan seterusnya, entah tragedi kemanusiaan apalagi yang akan terjadi. Perusakan dan anarkisme apalagi yang akan muncul. ( Yusa Abdulloh Syah )
  • Sunan Giri Raden Paku

    Sunan Giri Raden Paku

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Sunan Giri merupakan putra dari Maulana Ishak dan ibunya bernama Dewi Sekardadu putra Menak Samboja. Kebesaran Sunan Giri terlihat antara lain sebagai anggota dewan Walisongo. Nama Sunan Giri tidak bisa dilepaskan dari proses pendirian kerajaan Islam pertama di Jawa, Demak. Ia adalah wali yang secara aktif ikut merencanakan berdirinya negara itu serta terlibat dalam penyerangan ke Majapahit sebagai penasihat militer.

    Sunan Giri atau Raden Paku dikenal sangat dermawan, yaitu dengan membagikan barang dagangan kepada rakyat Banjar yang sedang dilanda musibah. Beliau pernah bertafakkur di goa sunyi selama 40 hari 40 malam untuk bermunajat kepada Allah. Usai bertafakkur ia teringat pada pesan ayahnya sewaktu belajar di Pasai untuk mencari daerah yang tanahnya mirip dengan yang dibawahi dari negeri Pasai melalui desa Margonoto sampailah Raden Paku di daerah perbatasan yang hawanya sejuk, lalu dia mendirikan pondok pesantren yang dinamakan pesantren Giri. Tidak berselang lama hanya dalam waktu tiga tahun pesantren tersebut terkenaldi seluruh Nusantara. Sunan Giri sangat berjasa dalam penyebaran Islam baik di Jawa atau nusantara baik dilakukannya sendiri waktu muda melalui berdagang tau bersama muridnya. Beliau juga menciptakan tembang-tembang dolanan anak kecil yang bernafas Islami, seperti jemuran, cublak suweng dan lain-lain. (ABI SORBAN)

  • Sunan Bonang Raden Makdum Ibrahim

    Sunan Bonang Raden Makdum Ibrahim

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Nama aslinya adalah Raden Makdum Ibrahim. Beliau Putra Sunan Ampel. Beliau diperkirakan lahir tahun 1465 M diampel dari seorang perempuan bernama Nyai Ageng Manila, putri seorang adipati di Tuban. Sunan Bonang terkenal sebagai ahli ilmu kalam dan tauhid. Beliau dianggap sebagai pencipta gending pertama dalam rangka mengembangkan ajaran Islam di pesisir utara Jawa Timur. Setelah belajar di Pasai, Aceh, Sunan Bonang kembali ke Tuban, Jawa Timur, untuk mendirikan pondok pesantren. Santri-santri yang menjadi muridnya berdatangan dari berbagai daerah.

    Sunan Bonang dan para wali lainnya dalam menyebarkan agama Islam selalu menyesuaikan diri dengan corak kebudayaan masyarakat Jawa yang sangat menggemari wayang serta musik gamelan. Mereka memanfaatkan pertunjukan tradisional itu sebagai media dakwah Islam, dengan menyisipkan napas Islam ke dalamnya. Syair lagu gamelan ciptaan para wali tersebut berisi pesan tauhid, sikap menyembah Allah SWT dan tidak menyekutukannya.

    Setiap bait lagu diselingi dengan syahadatain (ucapan dua kalimat syahadat); gamelan yang mengirinya kini dikenal dengan istilah sekaten, yang berasal dari syahadatain. Sunan Bonang sendiri menciptakan lagu yang dikenal dengan tembang Durma, sejenis macapat yang melukiskan suasana tegang, bengis, dan penuh amarah. Sunan Bonang wafat di pulau Bawean pada tahun 1525 M. (abi sorban)

  • Sunan Ampel Surabaya Raden Rahmat

    Sunan Ampel Surabaya Raden Rahmat

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Raden Rahmat adalah putra Syekh Maulana Malik Ibrahim dari istrinya bernama Dewi Candrawulan. Beliau memulai aktivitasnya dengan mendirikan pesantren di Ampel Denta, dekat dengan Surabaya. Di antara pemuda yang dididik itu tercatat antara lain Raden Paku (Sunan Giri), Raden Fatah (Sultan pertama Kesultanan Islam Bintoro, Demak), Raden Makdum Ibrahim (putra Sunan Ampel sendiri dan dikenal sebagai Sunan Bonang), Syarifuddin (Sunan Drajat), dan Maulana Ishak.

    Menurut Babad Diponegoro, sunan Ampel sangat berpengaruh di kalangan istana Manjapahit, bahkan istrinya pun berasal dari kalangan istana Raden Fatah, putra Prabu Brawijaya, Raja Majapahit, menjadi murid Ampel. Sunan Ampel tercatat sebagai perancang Kerajaan Islam di pulau Jawa. Dialah yang mengangkat Raden Fatah sebagai sultan pertama Demak. Disamping itu, Sunan Ampel juga ikut mendirikan Masjid Agung Demak pada tahun 1479 bersama wali-wali lain.

    Pada awal islamisasi pulau Jawa, Sunan Ampel menginginkan agar masyarakat menganut keyakinan yang murni. Ia tidak setuju bahwa kebiasaan masyarakat seperti kenduri, selamatan, sesaji dan sebagainya tetap hidup dalam sistem sosio-kultural masyarakat yang telah memeluk agama Islam. Namun wali-wali yang lain berpendapat bahwa untuk sementara semua kebiasaan tersebut harus dibiarkan karena masyarakat sulit meninggalkannya secara serentak.

    Akhirnya, Sunan Ampel menghargainya. Hal tersebut terlihat dari persetujuannya ketika Sunan Kalijaga dalam usahanya menarik penganut Hindu dan Budha, mengusulkan agar adat istiadat Jawa itulah yang diberi warna Islam. Sunan Ampel salah seorang wali yang berjuang menegakkan Islam. Jasanya sangat besar dalam menggelorakan dakwah dan jihad ditanah Jawa. Dan beliau wafat pada tahun 1478 dimakamkan disebelah masjid Ampel. (abi sorban)

  • Sunan Gresik Syekh Maulana Malik Ibrahim

    Sunan Gresik Syekh Maulana Malik Ibrahim

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Syekh Maulana Malik Ibrahim berasal dari Turki merupakan putra dari syekh Jumadil Kubra (Maulana Akbar), dia adalah seorang ahli irigasi dan tata negara yang ulung. Syekh Maulana Malik Ibrahim datang ke pulau Jawa pada tahun 1404 M bertepatan dengan masa kepemimpinan khalifah Turki Utsmani. Jauh sebelum beliau datang, islam sudah ada walaupun sedikit, ini dibuktikan dengan adanya makam Fatimah binti Maimun yang nisannya bertuliskan tahun 1082.

    Syekh Maulana Malik Ibrahim memiliki tiga istri yaitu:
    Siti Fatimah binti Ali Nurul Alam Maulana Israil, dirinya memiliki 2 anak yaitu Mualana Moqfaro dan Syafirah Sarah.
    Siti Maryam binti Syekh Subakir, darinya memiliki 4 putra, yaitu Abdullah, Ibrahim, Abdul Ghafur, dan Ahmad.
    Wan Jamilah binti Ibrahim Zinuddin Al-Akbar Asmaraqandi, darinya memiliki 2 anak, yaitu Abbas dan Yusuf.

    Dikalangan rakyat jelata Sunan Gresik atau sering dipanggil Kakek Bantal sangat terkenal terutama di kalangan kasta rendah yang selalu ditindas oleh kasta yang lebih tinggi. Sunan Gresik menjelaskan bahwa dalam Islam kedudukan semua orang adalah sama sederajat hanya orang yang beriman dan bertaqwa tinggi kedudukannya di sisi Allah. Dia mendirikan pesantren yang merupakan perguruan Islam, tempat mendidik dan menggenbleng para santri sebagai calon mubaligh.

    Di Gresik, beliau juga memberikan pengarahan agar tingkat kehidupan rakyat gresik semakin meningkat. Beliau memiliki gagasan mengalirkan air dari gunung untuk mengairi sawah dan ladang. Syekh Maulana Malik Ibrahim seorang wali songo yang dianggap sebagai ayah dari wali songo. Beliau wafat di gresik pada tahun 882 H atau 1419 M.(abi sorban)

  • 20 Wasiat Penting dari Ulama Besar Tareem, Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar Asy-Syathiri

    20 Wasiat Penting dari Ulama Besar Tareem, Al-Habib Salim bin Abdullah bin Umar Asy-Syathiri

    SORBANSANTRI.COM

    1. Durhaka pada orangtua itu bernasab, turun-temurun, pasti akan dibalas melalui keturunannya kelak.
    2. Seorang yang menghormati ulama besar tapi ia meninggalkan orangtuanya artinya ia mementingkan sunnah dan melalaikan yang wajib. Sama seperti orang memakai imamah tapi auratnya justru terbuka, sungguh tidak pantas.
    3. Berkata Imam Ahmad bin Hanbal: “Orangtua ada 3; yang melahirkan, yang memberi ilmu (guru), dan yang menikahkanmu dengan anaknya (mertua).”
    4. Pada saat kita kecil, orangtua mencintai kita, bersabar dengan keadaan dan tangisan kita, menghadapi berbagai tingkah pola kita, berdoa supaya kita panjang umur dan sehat sampai dewasa. Maka wajib bagi kita bersabar terhadapnya ketika mereka sudah tua dan memiliki banyak kekurangan.
    5. Syafaat Rasulullah ﷺ pun tak dapat menolong orang yang durhaka kepada orangtuanya dari siksa neraka kecuali orangtuanya sendiri yang memberi kesempatan padanya untuk diberi rahmat oleh Allah.
    6. Memutus silaturrahim akan mendapat laknat dari Allah subhanallahu wa ta’ala, tertolak seluruh amalnya, tidak akan diterima doanya walaupun ia seorang yang alim.
    7. Majelis ilmu lebih baik seribu kali daripada majelis maulid atau shalawat.
    8. Orang yang hadir majelis ilmu akan mendapat rahmat Allah meski tidak paham atau tidak hafal apa yang telah disampaikan.
    9. Banyak orang yang baru bisa merasakan manfaatnya hadir majelis ilmu ketika menjelang sakaratul maut.
    10. Orang berakal bukanlah orang yang hanya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang jelek. Tetapi orang berakal adalah orang yang mengerti mana yang baik untuk dilakukan dan mengerti mana yang jelek untuk dijauhi. Dan itu semua ada dalam majelis ilmu.
    11. Janganlah mengobrol sendiri dalam majelis ilmu. Syaikh Abu bakar Bin Salim berkata: “Orang-orang yang sering mengobrol di majelis ilmu dikhawatirkan akhir hayatnya menjadi bisu.”
    12. Ketika kamu tidak bisa menjadi seorang pengajar, maka setidak-tidaknya jadilah seorang pencari ilmu, atau orang yang semangat dalam menghadiri majelis ilmu, atau orang yang cinta kepada majelis ilmu.
    13. Jauhilah orang-orang yang benci majelis ilmu.
    14. Apabila zakat dikelola dengan baik dan benar niscaya tidak akan ada fakir miskin di dalam sebuah negara muslim. Seperti era Khalifah Umar bin Abdul Aziz.
    15. Barangsiapa memuliakan/menjamu tamu yang tidak dikenal, maka bagaikan memuliakan Allah Subhanallahu wa ta’ala Barangsiapa memuliakan/menjamu tamu yang dikenal, maka bagaikan memuliakan Rasulullah .
    16. Siwak mempunyai 120 manfaat. Sedangkan rokok mempunyai 120 bahaya.
    17. Di Belanda terdapat sebuah penelitian bahwa ada kuman gigi yang tidak bisa mati kecuali dengan zat yang terkandung dalam kayu arok/siwak.
    18. Dalam najis anjing dan babi ada beberapa kuman yang tidak bisa dihancurkan dengan berbagai macam zat kimia, tapi justru bisa dibasmi dengan debu. Oleh sebab itu, syariat mewajibkan membasuh najis anjing dan babi dengan tujuh kali basuhan yang salah satunya harus dicampur dengan debu.
    19. Dalam salah satu sayap lalat ada empat penyakit dan dalam sayap lainnya ada empat obat penyakit tersebut. Jadi, jika terdapat lalat mati di dalam minuman maka tenggelamkan terlebih dahulu sebelum membuang lalat tersebut agar aman diminum. Sebagaimana yang telah dijelaskan dalam sebuah hadits.
    20. Agar futuh dalam ilmu, Habib Abdullah al-Haddad berkata: “Saya mendapatkan futuh dalam ilmu dengan sebab 3 perkara; dengan menangis dan merendahkan hati serta beristighfar di waktu Sahur, dengan berzuhud terhadap dunia, dan tidak aku mendengar ada seorang lelaki yang saleh atau perempuan yang salehah kecuali aku mengunjunginya dan meminta doa darinya.”
    اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّد