Penulis: Sorban Santri

  • INDAHNYA BERBAGI DIMASA PANDEMI COVID 19

    INDAHNYA BERBAGI DIMASA PANDEMI COVID 19

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Masyarakat Desa Kembangbelor Kecamatan Pacet merasa terbantu karena mendapat bantuan sembako dari pengurus Ranting Nahdlatul Ulama Kembangbelor, (19/05/20).

    Gerakan sosial ini dimotori oleh pengurus ranting NU, Lazisnu Kembangbelor bersama umaro / Pemerintah Desa dalam menyikapi kondisi perekonomian warganya dibulan Ramadhan.

    Bantuan yang di berikan berupa sembako dan uang tunai, dana bersumber dari para agniya dan donatur masyarakat Desa Kembangbelor. Juga tak lupa andil koin NU Desa kembangbelor yang di prakarsai Lazisnu Desa Kembangbelor. Dari para donatur dan koin NU dapat dibelikan 60 paket sembako dan uang tunai.

    Bapak Kepala Desa Kembangbelor dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih banyak atas kepeduliannya pengurus NU dan Lazisnu terhadap warganya. Harapan beliau semua program yg bagus ini bisa di lanjutkan tahun yang akan datang.

    Salah satu Tim koin NU Ibu nyai Saodah, mengatakan, pengurus ranting NU dan tim koin NU ingin ikut andil dalam membantu warga kurang mampu terutama untuk mencari keberkahan di bulan ramadhan ini dengan slogan Idahnya berbagi untuk mencari Ridho Ilahi

    Sumber : San One Ni PR NU Kembangbelor.

  • LAA ROYBAFIIH BANSER NU, NAMA ANAKKU

    LAA ROYBAFIIH BANSER NU, NAMA ANAKKU

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Rasa cinta akan mengalahkan segalanya dan kerelaan berkorban untuk sesuatu yang dicintainyaBegitu pula cinta orang tua kepada anaknya tentu akan memberikan sesuatu yang terbaik, termasuk pemberian nama kepada buah hatinya. Menurut orang tua nama adalah bagian dari doa, oleh sebab itu setiap orang tua akan berupaya memberikan nama yang buah hati adalaha nama yang membanggakan orang tua, dengan harapan jika besar nanti akan menjadi orang yang berguna bagi orang tua, masyarakat, agama dan bangsa.

    Begitu juga yang dicita-citakan Kasiyanto seorang pemuda asal kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto – Jawa Timur. Berawal dari kecintaan kepada BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) organisasi badan ontonom (banom) Nahdlatul Ulama (NU) yang didirikan oleh para Kyai serta pendiri bangsa.

    Bermula pada tahun 2017 Kasiyanto (38) mengikuti DIKLATSAR BANSER yang diselenggarakan di Desa Jabung kec Jatirejo tepatnya di Ponpes Al- Misbar KH.Husein Ilyas sekaligus Mustasyar PCNU Kab.Mojokerto, pemuda ini mengikuti semua prosesi Pendidikan dan pelatihan dengan bersungguh sungguh, apa lagi keikutsertaanya atas perintah Ustad yang disegani di kampungnya. Kesungguhan hatinya dalam mengikuti semua sesi diklat inilah pada sei pembaiatan atau pengambilan sumpah, munculah dalam hatinya pemuda rasa cinta kepada Ansor Banser NU semakin mandalam.

    Hal ini berlanjut pada saat ngepam (Tugas Pengamanan) di Ponpes Al-Misbar Desa Karangnongko, bersama Gus AAB (anggota banser), kecintaan Kasiyanto pada Banser semakin mandalam dan berkeinginan untuk mengabadikan nama Banser yang notabene nama organisasi pemuda sayab NU. Dalam lubuk hati yang paling dalam, Kasiyanto bercita-cita jika kelak mempunyai anak laki-laki akan diberi nama Banser.

    Kesungguhan Kasiyanto untuk memberinya nama anaknya kelak dengan nama Banser lantas ia sempat menanyakan perihal ini kepada Ketua ketua PAC GP Ansor kec Pacet sahabat Mujiburrohman. “ tidak masalah,” jawab Mujiburrohman menanggapi dengan bercanda.

    Meski sewaktu bertanya, sang istri belum ada tanda-tanda kehamilan, akan tetapi selang beberapa bulan kemudian sang istri mengandung dan melahirkan anak laki laki seperti doanya. Kelahiran putra keduanya disambut dengan gembira dan bersyukur.

    Seperti cita-cita awal yang ingin menyematkan nama Banser kedalam nama sang buah hati, bayi laki-laki yang baru lahir ini diberi nama ” LAA ROYBAFIIH BANSER NU”.

    Ia beharap kelak sang anak akan meneruskan cita cita orang tuanya untuk menjadi BANSER dengan tujuan adalah berkhidmat,mengabdi,mengawal ulama dan menjaga NKRI. Semoga sang anak kelak istiqomah menjadi Banser… Amiiiin…

  • KEBANGKITAN ISLAM DI DUNIA DIMULAI DARI INDONESIA, DIBAWAH NAUNGAN NAHDLATUL ULAMA, MAKA JANGAN JAUH DARI NAHDLATUL ULAMA

    KEBANGKITAN ISLAM DI DUNIA DIMULAI DARI INDONESIA, DIBAWAH NAUNGAN NAHDLATUL ULAMA, MAKA JANGAN JAUH DARI NAHDLATUL ULAMA

    SORBANSANTRI.COM
    Habib Husein bin Hasyim bin Toha Ba’agil

    Dawuh Dari Sang Cucu Rasulullah SAW:

    “KEBANGKITAN ISLAM DI DUNIA DIMULAI DARI INDONESIA, DIBAWAH NAUNGAN NAHDLATUL ULAMA, MAKA JANGAN JAUH DARI NAHDLATUL ULAMA”
    Pesan Habib Husein bin Hasyim bin Toha Ba’agil, SH, M.Kn

    (Majlis Ta’lim Wal Maulid Ar-Ridwan Tuban)

    Terbukti ketika hampir semua Lembaga-lembaga penting keagamaan seperti Liga Arab Dunia, Al-Azhar Mesir, hingga para mahasiswa maroko, sudan berbondong-bondong menimba ilmu di pesantren-pesantren Indonesia, hampir semua lembaga keagamaan islam sudah berkunjung ke PBNU menjalin hubungan keilmuan hingga kerjasama demi sebuah perdamaian, Nahdlatul Ulama terkenal dengan penerus sanad ajaran Rasulullah SAW. keilmuannya masih murni dari penerus sahabat, tabi’in, tabi’i imam mahzab imam hadits hingga para wali Allah yang sudah wafat maupun masih hidup.

    Walau saat ini ada upaya merongrong dan melakukan pembusukan kepada NU,tetap satukan tekad dibawah naungan NU..

    Banyak kita temukan orang mengaku2 NU tapi justru sikapnya menjelek2an NU. (abi sorban)

  • UMAT ISLAM INDONESIA

    UMAT ISLAM INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- ISLAM dari dulu ada di Indonesia Damai duduk berdampingan dengan agama lain tidak ada yang saling menghina, karena ulama ulamanya merangkul, banyak non muslim yang simpati dan masuk islam, itulah dakwah yang dikembangkan di indonesia.

    Kita dari dulu saling gotong royong tanpa perselisihan Banser menjaga kiyai2 menjaga guru ngaji juga kadang diminta mengamankan ibadah agama lain.

    Islam yang dikenalkan di indonesia SANTUN PENUH TATA KRAMA selaras dengan budaya serta ikut melestarikannya, yang tadinya ada faham mendekat syirik dirubah jadi tausiyah serta pengenalan sang pencipta/Allah SWT, sesembahan makanan dirubah jadi memberi makan pada saudara2 yang kekurangan, jampi-jampi dirubah menjadi Dzikir dan mengingat Allah SWT, Ulamanya berjalan seiringan dengan pemerintahan menjadi penasihat dalam mengambil keputusan dan membuat undang-undang tanpa melukai umat lain, memaafkan walau kadang ada perselisihan antara umat lain, musyawarah seperti apa yg dicontohkan Baginda Rasulullah SAW. dan para sahabat-sahabat, itulah islam di indonesia, islam yg menjadi rachmat bagi seluruh alam, yang dari dulu ada di indonesia.

    Borobudur masih berdiri tegak, Gereja dan Masjid punya tempat sendiri (bagiku agamaku, bagimu agamamu) tapi dalam satu rumah namanya NKRI, itulah yang menjadikan indonesia menjadi mayoritas muslim

    Sadar atau tidak sampai saat ini kita masih sholat dengan damai, ngaji dengan damai, anak-anak kita masih nyaman bermain diluar rumah tanpa takut ada boom meledak, tidakkah kalian syukuri itu.. Dakwah dan dakwah itu yang ditanamkan ulama-ulama jaman dulu, istighfar dan terus beristighfar, walau hidup kekurangan. kita masih damai memandang bulan dimalam hari, sembari mengingat sang pencipta, ingatkah masa kecil kita di ingatkan dengan perayaan perayaan pengenalan terhadap junjungan nabi besar muhammad SAW dimana musholla-Musholla dan Masjid Masjid sangat ramai, makanan melimpah, semua seakan akan bahagia sungguh, tidakah kita syukuri itu? (ARFIYANTO ARIFIN)

  • Kisah Dan Manfaat Surat Yasin Pada Ahli Kubur

    Kisah Dan Manfaat Surat Yasin Pada Ahli Kubur

    SORBANSANTRI.COM

    السلام عليكم ورحمة الله
    بسم الله والحمد لله اللهم صلى عل سيدنا محمد وعلى اله واصحا به

    Pertanyaan ;
    Adakah kisah sampainya bacaan yasin dan do’a² untuk arwah ? efeck dan respon para arwah itu bagaimana ?

    Jawaban
    Ada banyak sekali ,tapi kita ambil satu hikayat saja,
    Dari kitab : tahqiqul amal

    Dikabarkan dari al-Hasan bin al-Haitsam bahwa suatu ketika ia mendengar Abu Bakar al Athrusyi bin Abi Nashr bin At-Timar bercerita:

    Suatu masa ada seorang anak laki-laki yang selalu mendatangi kuburan ibunya setiap hari Jumat,
    Setiap kali berada di kubur ibunya, ia dengan khusyuk melantunkan Surat Yasin.

    dibacanya ayat-ayat Al-Quran itu dengan penuh khidmat, Sambil sesekali ketika menghentikan bacaan untuk mengambil napas, ia mengenang masa² indah dengan ibunya,

    Sungguh, pemandangan itu begitu memilukan,
    melihat seorang anak yang duduk terpekur sambil membaca Al-Quran di samping pusara ibunda tercintanya.

    Ketika ia telah selesai, ia kemudian berdoa:

    “Ya Allah, sesungguhnya aku membagikan pahala membaca Surat Yasin ini. Maka jadikanlah bagian itu terhaturkan kepada para arwah yang bersemayam di pekuburan ini.”

    Seminggu kemudian, tepat di hari Jumat berikutnya, anak tersebut kembali melakukan rutinitas mingguannya itu. Mendatangi pusara ibunya, duduk dengan khusyuk, dan kemudian melantunkan Surat Yasin untuk dihadiahkan kepada ibundanya serta para arwah di pemakaman itu.

    Tiba-tiba saja saat ia hendak beranjak, datang seorang wanita yang bertanya kepadanya:

    “Apakah engkau adalah Fulan bin Fulanah?
    apakah engkau adalah putra dari ibu yang dikubur dalam kuburan ini?”

    “Ya,” jawab anak itu singkat.

    “Sesungguhnya aku memiliki anak perempuan yang telah meninggal, kemudian aku bermimpi bertemu dengannya. Dalam mimpi itu, kulihat ia sedang duduk-duduk di samping pusaranya.

    Kemudian aku bertanya padanya :’Gerangan apa yang membuatmu duduk di sini?’
    Ia lalu menjawab; ”Sesungguhnya Fulan bin Fulanah mendatangi kuburan ibunya, kemudian ia membaca Surat Yasin dan menghadiahkan pahala bacaannya kepada ibunya dan kami, para ahli kubur yang arwahnya bersemayam di pemakaman ini.
    Maka dari itulah, aku mendapatkan manfaatnya sehingga aku diampuni’.”
    قال النبى صلى الله عليه وسلم :
    من زار قبر ابويه او احد هما فى كل جمعة مرة غفر الله له وكان برا
    >Siapa yg ziarah ke kubur ibunya tiap jum’at ,maka diampuni baginya,dan dicatat sbg anak yg betbakti.

    Dari kitab ;;
    kitab Tahqiqul Amal fîmâ Yanfa’ul Mayyita Minal A’mâl

    Mu’allif : Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi al Maliki al Hasani, halaman 60

    Wallohu a’lam bis showab
    Walhamdulillah

  • PBNU BERSILATURAHIM SECARA VIRTUAL DENGAN PCINU SEDUNIA

    PBNU BERSILATURAHIM SECARA VIRTUAL DENGAN PCINU SEDUNIA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Menlu RI Retno L Marsudi akan menyapa PCINU di seluruh dunia, besok Jakarta, NU Online Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengadakan silaturahim virtual bersama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) dari berbagai negara secara virtual pada Selasa, 19 Mei 2020 pukul 14.00-16.05 WIB.

    Kegiatan bertema Solidaritas Global: Nahdlatul Ulama dan Diplomasi Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19 menghadirkan narasumber Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan Menteri Luar Negeri RI Retno L Marsudi. Sementara peserta adalah perwakilan Duta Besar Indonesia dari beberapa negara dan perwakilan PCINU dari beberapa negara.

    Hingga Senin, tercatat yang bersedia mengikuti ada 31 perwakilan PCINU dan 25 perwakilan Duta Besar RI. Berikut ini PCINU yang akan menjadi peserta: 1. PCINU Arab Saudi 2. PCINU Tunisia 3. PCINU Mesir 4. PCINU Lebanon 5. PCINU Sudan 6. PCINU Maroko 7. PCINU Yaman 8. PCINU Jordania 9. PCINU Tiongkok 10. PCINU Jepang 11. PCINU India 12. PCINU Pakistan 13. PCINU Hongkong 14. PCINU Taiwan 15. PCINU Korea Selatan 16. PCINU Malaysia 17. PCINU Singapore 18. PCINU Brunei 19. PCINU Thailand 20. PCINU Iran 21. PCINU Australia-New Zealand 22. PCINU United Kingdom 23. PCINU Scotland 24. PCINU Belanda 25. PCINU Prancis 26. PCINU Belgia 27. PCINU Jerman 28. PCINU Spanyol 29. PCINU Rusia/FREU 30. PCINU Turkey 31. PCINU Amerika Serikat-Canada

    Pewarta: Abdullah Alawi
    Editor: Alhafiz Kurniawan

  • LARANGAN MENGIKUTI HABAIB YANG MENYEBARKAN KEBENCIAN DAN PROVOKASI

    LARANGAN MENGIKUTI HABAIB YANG MENYEBARKAN KEBENCIAN DAN PROVOKASI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Penjelasan untuk umum Dari Habaib sepuh “Al Habaib Anies Solo cucu Al Habaib Ali Shohibul simtudurror”

    “Bagi para habaib yang tidak mengikuti dakwah datuknya atau leluhurnya dari segi akidah dan akhlak dan lain lain seperti, hasud, adu domba, dan menebarkan fitnah dan teriak teriak kebencian terhadap umat dan Ulama yang berbeda golongan dan pemerintah.”

    Maka dari itu dia bukanlah alawy/ Habaib oleh sebab itulah tinggalkanlah mereka Habaib Habaib yang telah menyimpang akidahnya dari adab adab dakwah wa tabligh seperti,

    Pencaci maki, penghujat, pencela Tukang provokasi umat Islam (hasud)

    Ahli sebarkan kebohongan penuh amarah dan ujaran kebencian

    Suka memfitnah dan mengada ada tentang Allah dan khabar yang ghoib atau masa depan….

    Janganlah duduk di majelisnya !!!

    Jangan ikuti ajakannya yang bathil (ajakan jihad bela Islam tapi tujuannya untuk kepentingan duniawi atau politik merebut kekuasaan NKRI) !!!

    Ikutilah saja Habaib atau Ulama Ulama yang mengajarkan ajaran agama Islam yg benar (Haq) lurus mengajarkan akidah dan akhlak yang baik sebagaimana yang dicontohkan oleh leluhurnya Rasulullah ﷺ .

    Nabi Muhammad ﷺ bersabda,

    “Aku diturunkan kemuka bumi untuk menyempurnakan akhlaq manusia dan bertoleransi.”

    Hal senada disampaikan pula oleh “Al Habaib Najib bin Thoha” serta “Al Habaib Luthfi bin Yahya” Pekalongan;

    Fitnah akhir zaman datang dari dzurriyat Rasulullah ﷺ

    “Keturunan Rasulullah (Habaib) yang tidak mengikuti adab adab dakwah dan adab ilmu serta akhlaq datuknya akan menjadi fitnah akhir zaman,
    Mereka termasuk golongan ULAMA ULAMA JAHAT (SUU’) yang penuh hasud dan adu domba umat.”

    Semoga bermanfaat tulisan ini dan menjadi pedoman umat Islam di Indonesia dan di seluruh dunia, terkhusus untuk Indonesia (NUSANTARA)

    #PejuangIslamNusantara
    #Nahdlatul_Ulama
    #IslamNUsantara
    #HubbulWathonMinalIman

  • Saya Bukan Siapa-siapa Tanpanya

    Saya Bukan Siapa-siapa Tanpanya

    SORBANSANTRI.COM
    “Wahai nyonya. Noleh dong ke depan”

    SORBAN SANTRI-  Sejak tahun 1993 saya sudah sering menginap di Surabaya. Kadang ke daerah Tambak Gringsing (Tuan Lee Wafat dan Mas Rohman Jozz), kawasan Perak. Kadang ke Bonowati (Bang M Ryzaq Anisurrochman) daerah Sidotopo. Kalau sudah terlalu sering saya pun menginap di emperan Masjid Ampel. Sampai pernah saya dan para musafir lainnya diobrak dari emperan Masjid, lalu saya tidur beralaskan koran di ruang terbuka dekat makam Mbah Soleh. Belum nyenyak tidur tiba-tiba turun hujan. Semuanya berhamburan.

    Saya menikahi gadis kota ini pada 26 September 2001. Setelah akad mondok lagi. Dan baru kembali lagi setahun berikutnya. Saya datang tidak membawa modal besar, tidak membawa harta benda. Hanya pakai sarung saja. Mertua memberi fasilitas motor. Tapi hendak kemana, ijazah formal tidak ada, skill juga kosongan. Beberapa bulan lamanya keluarga mertua menerima pengangguran tak jelas masa depannya seperti saya. Untung mereka sabar dan memahami keadaan saya.

    2005 saya baru bergabung menjadi pembantu para Kyai di NU Surabaya. Kalau pulang sering malam, tidak membawa apa-apa ke rumah. Kadang menginap di kantor NU di Bubutan Surabaya. Kadang juga ditugas keluar kota acara Bahtsul Masail. Di rumah anak sudah banyak. Adalah karena kesabaran istri saya yang tidak menuntut apa-apa kepada saya. Memasak, menjaga dan mencuci pakaian anak-anak. Tanpa keluh kesah.

    Namanya jadi juru bantu para Kyai, maka saya pun berusaha melakukan perintah para Kyai. Disuruh ngetik naskah Arab, ya saya kerjakan dengan sebaik-baiknya meskipun saat itu baru belajar komputer, laptopnya pun hasil berhutang. Nyaris selalu saya katakan “Enggih, Kyai” setiap ada perintah. Tidak pernah saya tolak selama saya mampu mengerjakannya.

    Berkah manut para kyai itulah yang saya rasakan hingga saat ini. Kyai-kyai nyuruh saya duduk di jajaran MUI SBY, saya pun manut. Ke struktur Dewan Masjid Indonesia Kota Surabaya juga ada nama saya. Pernah juga di FKUB Surabaya sebagai pengganti antar waktu. Juga akrab dengan para Modin se Surabaya karena menjadi instruktur perawatan jenazah di Dinas Sosial. Alhamdulillah hingga bisa ‘keliling’ kemana-mana.(ma’ruf khozin)

  • Mbah Maimoen Zubair: Menikahlah, Maka Engkau Mulia

    Mbah Maimoen Zubair: Menikahlah, Maka Engkau Mulia

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI-  KH Maimoen Zubair ketika memberikan mauidhoh hasanah dalam pernikahan Muhammad Ladun Khobir (asal mbesuk Pasuruan) dengan Neng Athiya Rahmania binti KH M Aniq Muhammadun Pati (Kamis, 30 Agustus 2018) menyatakan:

    Pertama, menikah adalah syariat agama yang menjadi cara Allah memuliakan dan memperbaiki manusia. Allah ikut campur secara langsung memperbaiki manusia dalam pernikahan. Bahkan, Allah menikahkan langsung Nabi Adam dengan Siti Hawa dan Nabi Muhammad dengan istrinya.

    Bukti kemulian pernikahan disampaikan dalam Al Quran:

    واذ قلنا يا ادم اسكن انت وزوجك الجنة

    Dan tatkala kami berkata “Wahai Adam, berdomisililah kamu dan istrinya ke surga”.

    Nabi Adam masuk surga dengan Hawa sebagai bukti kemuliaan pernikahan. Dengan menikah, Allah memasukkan Adam dan istrinya ke dalam surga.

    Kedua, laki-laki harus menjadi suami yang lapang dan pengertian kepada istrinya. Perempuan jika punya kelebihan, cantik misalnya, maka justru memberikan kecukupan Rizki (ngrejekeni), meskipun banyak ngomelnya. Jika tidak sabar dengan istri yang suka ngomel, maka kawinlah dengan perempuan yang jelek.

    Ketiga, dalam doanya Kiai Maimoen mendoakan supaya pernikahan yang dilangsungkan terus berlangsung secara kontinu (استمرار) selama-lamanya sampai berjumpa kepada Allah di surga, tempat keabadian (حتي يلتقيا الي دار القرار).

    Tiga nasehat penting KH Maimoen Zubair di atas seyogianya diperhatikan dan dihayati benar-benar oleh kaum jomblo yang masih banyak pertimbangan yang memperlambat menikah. Jika diniati ittiba’i sunnatirrasul (mengikuti sunnah Nabi), maka keberkahan dan kemuliaan hidup akan digapai dunia-akhirat.

    امين يا رب العالمين .

    Oleh : Jamal Ma’mur Asmani, IPMAFA Pati

  • Mengapa Kyai-kyai NU Tidak Memperjuangkan Syariat Islam?

    Mengapa Kyai-kyai NU Tidak Memperjuangkan Syariat Islam?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Akhirnya ada sahabat yang bertanya perihal masalah ini saat kajian Ramadhan bersama PCI NU Jerman akhir pekan lalu ketika membahas Nuzulul Qur’an dan 3 kandungan makna Al-Qur’an, Tauhid, Hukum dan Kisah.

    Hukum dalam Fikih ada 4, ibadah, nikah, muamalah (interaksi sosial seperti jual beli dll) dan jinayah atau hukum pidana. Dari keempat hal tadi ada (1) yang bisa dilakukan oleh individu Muslim tanpa keterlibatan institusi negara, seperti shalat, puasa dll (2) bisa dilakukan oleh individu Muslim tapi lebih sempurna jika negara hadir memfasilitasi seperti persoalan nikah, haji, zakat, waris, wakaf, dan sebagainya. Serta (3) hanya bisa dilakukan oleh negara yakni dalam masalah hukum jinayah, seperti qishas dan lainnya.

    Kyai-kyai NU bukannya berpangku tangan dalam masalah ini. Sebelum kelompok pengusung Khilafah hadir, siapa yang memperjuangkan hukum pernikahan? Hukum waris menjadi undang-undang dan sebagainya? Jawabannya adalah para kyai NU. Dari keempat jenis di atas, tiga jenis sudah dijalankan di Indonesia, yakni ibadah, nikah dan muamalah.

    Mengapa tidak semua hukum Islam secara Kaffah? Sebab tidak ada kemampuan. Dari dulu sejak zaman Orde Lama, Orde Baru hingga masa reformasi ini jumlah suara partai yang mengusung ideologi Agama tidak lebih dari 30%. Karena menjalankan ajaran agama adalah sesuai kemampuan dan tidak dengan cara yang dipaksa-paksakan, seperti sabda Nabi shalla Allahu alaihi wasallam:

    ﻭَﺇِﺫَا ﺃَﻣَﺮْﺗُﻜُﻢْ ﺑِﺄَﻣْﺮٍ ﻓَﺄْﺗُﻮا ﻣِﻨْﻪُ ﻣَﺎ اﺳﺘﻄﻌﺘﻢ

    “Jika aku memerintahkan sesuatu kepada kalian maka lakukanlah perintah itu sesuai kemampuan kalian” (HR Bukhari dan Muslim).

    Dan seolah sudah menjadi warning dari Nabi dalam masalah ini:

    ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﺃُﻣَﺎﻣَﺔَ اﻟْﺒَﺎﻫِﻠِﻲِّ، ﻋَﻦْ ﺭَﺳُﻮﻝِ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ: ” ﻟﺘﻨﻘﻀﻦ ﻋُﺮَﻯ اﻹِْﺳْﻼَﻡِ ﻋُﺮْﻭَﺓً ﻋُﺮْﻭَﺓً، ﻓَﻜُﻠَّﻤَﺎ اﻧْﺘَﻘَﻀَﺖْ ﻋُﺮْﻭَﺓٌ ﺗَﺸَﺒَّﺚَ اﻟﻨَّﺎﺱُ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﺗَﻠِﻴﻬَﺎ، ﻭَﺃَﻭَّﻟُﻬُﻦَّ ﻧَﻘْﻀًﺎ اﻟْﺤُﻜْﻢُ ﻭَﺁﺧِﺮُﻫُﻦَّ اﻟﺼَّﻼَﺓُ ”

    Dari Abu Umamah Al Bahili bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Tali-tali Islam akan lepas satu-persatu. Setiap satu tali yang lepas maka manusia berpegang dengan tali yang di sebelahnya. Tali yang pertama lepas adalah hukum. Yang terakhir adalah shalat” (HR Ahmad)

    Apakah lepasnya hukum Islam dikarenakan umat Islam yang anti dengan syariat? Tidak, bukan itu persoalannya. Imam Al-Baihaqi sebelum mencantumkan riwayat di atas terlebih dahulu beliau menyampaikan hadis berikut dalam kitabnya Syuab Al Iman:

    ﻋَﻦْ ﻋُﻤَﺮَ ﺑْﻦِ اﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ، ﻗَﺎﻝَ: ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ اﻟﻠﻪِ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ: ” ﺇِﻥَّ ﺃَﻭَّﻝَ ﻣَﺎ ﻳُﺮْﻓَﻊُ ﻣِﻦَ اﻟﻨَّﺎﺱِ اﻷَْﻣَﺎﻧَﺔُ، ﻭَﺁﺧِﺮُ ﻣَﺎ ﻳَﺒْﻘَﻰ اﻟﺼَّﻼَﺓُ، ﻭَﺭُﺏَّ ﻣُﺼَﻞٍّ ﻻَ ﺧَﻴْﺮَ ﻓِﻴﻪِ “. ” ﺗَﻔَﺮَّﺩَ ﺣَﻜِﻴﻢُ ﺑْﻦُ ﻧَﺎﻓِﻊٍ ﺑِﺈِﺳْﻨَﺎﺩِﻩِ ﻫَﺬَا “. ﻭَﻗَﺪْ ﺭَﻭِﻱَ ﻣِﻦْ ﻭَﺟْﻪٍ ﺁﺧَﺮَ، ﻋَﻦْ ﺛَﺎﺑِﺖٍ، ﻋَﻦْ ﺃَﻧَﺲٍ، ﻣَﺮْﻓُﻮﻋًﺎ

    Dari Umar bin Khattab bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: “Yang pertama kali dihilangkan dari manusia adalah amanah. Yang paling akhir adalah shalat. Betapa banyak orang yang shalat tapi tidak ada kebaikan baginya -misalnya karena tidak khusyuk dan riya’-” (HR Al Baihaqi, memiliki jalur lain dari Anas)

    Ajaran syariat Islam bisa diterapkan di masa para Khalifah, di masa Dinasti Islam dan seterusnya karena dahulu banyak yang dapat menerima amanah dan personal yang amanah. Ternyata sudah ditegaskan dalam hadis di atas bahwa amanah itu pertama dicabut dari umat manusia.

    Arab Saudi saat ini dianggap sebagai negara yang menjalankan hukum Al-Qur’an dan Hadis. Tapi menurut kelompok Hizbut Tahrir sistem kerajaan bukan sistem Islam karena bukan khilafah. Iran juga memproklamirkan sebagai negara Islam. Lalu model seperti apa yang benar-benar menerapkan Hukum Islam? Ternyata tidak ada kesepakatan dalamnya hal ini diantara sesama umat Islam karena seperti yang difatwakan oleh Ulama Al-Azhar bahwa sistem Negara adalah ranah ijtihad. (Ma’ruf Khozin)