Penulis: Sorban Santri

  • MEMBONGKAR KESESATAN KETUM PBNU

    MEMBONGKAR KESESATAN KETUM PBNU

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Nama lengkapnya adalah Prof Dr KH Said Aqil Sirad, Lc, MA. Lahir di Cirebon 3 Juli 1953.

    Sebelum menduduki posisi terhormat, sebagai Ketum PBNU tahun 2010 hingga kini, sangat akrab dipanggil Kang Said ( Kang Said ). Beliau ali di bidang Tasawuf dan perdebatan. Ahmad Mushaddeq yang mengaku Nabi, takluk di tangan beliau.

    Kang Said masa mudanya adalah seorang kutu buku, pernah tinggal di Arab Saudi selama 13 tahun. Beberapa teman kuliahnya menjuluki Kang Said sebagai kamus berjalan, karena memang anak dari pasangan KH Aqil Siradj dan Hj Afifah sejak kecil sudah terlihat bibit kecerdasannya. Walau semua Kiyai sepuh di Cirebon tahu bahwa kedua orang tua Kang Said hanyalah keluarga sederhana bahkan taraf kehidupannya bisa dikatakan pas-pasan.

    Ya begitulah Kang Said?! Dalam waktu yang tidak sebentar dia pernah mengenyam pendidikan di sarang WAHABI. Suami dari Hj Nurhayati yang menikah pada tanggal 13 Juli 19977, secara resmi meraih gelar Sarjana hingga Doktor di Universitas King Azis dan Ummul Qurro ternyata pernah nyantri di pesantren Lirboyo Kediri dan Krapyak Jogjakarta. Diapun pernah belajar pada masternya ulama ASWAJA dunia yakni kepada Maha Guru Sayyid Muhammad Alwi al-Maliki.

    Saking lamanya di Arab, beberapa anak Kang Said malah ada yang lahir di tanah yang menjadi tonggak sejarah lahirnya Islam (Makkah Al-Mukarramah).

    Kang Said anak dari KH Aqil, cucunya KH Siraj ini dari garis nasab mewarisi darah kentalnya seorang tokoh harismatik pejuang Aswaja di jaman kolonial sekaligus sebagai Kiyai yang terjun langsung secara aktif melawan penjajah, leluhurnya ini di Cirebon dikenal sebagai Mbah Yai Muhammad Said Gedongan, yang nasabnya bersambung secara sah hingga ke salah satu tokoh Waly Sembilan yakni Sunan Gunung Jati.

    Ya dialah Kang Said, pemimpin ormas Islam terbesar di dunia ini namanya sering disebut-sebut didalam beberapa pertemuan penting yang di adakan oleh para pimpinan negara, ketua ormas, tokoh masyarakat dan akademisi Islam ataupun lintas agama dari dalam negeri maupun luar negeri. Lantas apa yang membuat menarik nama Kang Said disebut?!

    Hal inilah yang kemudian menjadi acuan penting untuk membongkar kesesatan Kang Said. Setidaknya ada 3 hal penting yang perlu dibongkar soal kesesatan itu, yakni:

    Yang PERTAMA, Kang Said yang jelas-jelas mengenyam pendidikan secara konvensional di negara yang menjadi sarang sekaligus lahirnya Madzhab Wahabi, begitu pulang ke Indonesia bukan mengajarkan produk extreem ajaran Wahabi, justru Kang Said malah menjadi salah satu figur pemimpin terkemuka yang dengan terang-terangan melalui semangat jihadnya menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan sekaligus mempertahankan ajaran ASWAJA.

    Yang KEDUA, Kang Said menolak keras segala macam ajakan, kegiatan, pergerakan hingga perkumpulan yang hendak menggeser ideologi negara dari PANCASILA menuju KHILAFAH ISLAMIYAH. Karena baginya PANCASILA adalah final dan NKRI harga MATI.

    Yang KETIGA, Kang Said tidak sependapat bahkan bersikap tegas tidak akan sepaham hingga kiyamat terhadap suatu gerakan yang dipelopori oleh tokoh mainstream, dimana mereka dengan segala cara menggunakan media dakwah Islam untuk mengklaim gerakannya paling benar, paling suci dan paling bertauhid. Hingga kerap ditemukan mereka mengadakan aksi yang tak jauh dari semacam model bar-bar, ganas dan selalu mengadopsi ayat-ayat perang untuk melakukan serangan bom bunuh diri, sama sekali tidak sesuai dengan peradaban negeri loh jinawi ini. Maka dari itu Kang Said, memunculkan platform ISLAM NUSANTARA yang memiliki ciri khas dakwah Islam yang santun, ramah dan penuh toleransi sebagaimana ciri khas dakwah para Waly Sembilan sejak berabad-abad silam.

    LOH SESATNYA KANG SAID DIMANA?
    Sesatnya Kang Said ada di OTAK para antek-antek yang anti PANCASILA, ada didalam jiwa para manusia yang menginginkan INDONESIA menjadi negara berideologi KHILAFAH ISLAMIYAH, ada didalam pemikir ISLAM yang terkena virus ARABISASI, ada didalam tubuh-tubuh bar-bar yang benci kepada NU dan Ulama yang NJAWANI. Jangan tanya siapa mereka? Kecuali memang perlu di instal ulang pola berpikirnya.

    Maka jangan kaget, komplotan itu dengan segala cara akan menyerang habis-habisan seorang anak yang dilahirkan dan dibesarkan 65 tahun yang lalu oleh Kiyai sederhana tinggal di Cirebon, salah satu keturunan SUNAN GUNUNG JATI yang berarti juga dzuriyah RASULULLAH. Beliau adalah KETUM PBNU – KH Prof Dr Said Aqil Siradj, Kiyai yang merelakan apa saja asal NKRI tidak bubar dan PANCASILA tetap jaya sepanjang jaman, meskipun dirinya mungkin akan menjadi tumbal pertama demi keselamatan bangsa sekaligus kebenaran ajaran kaum ASWAJA. (red. Abi)

    #GenerasiMudaNU

    #sorbansantrinu

    #INFOKOMBANSERNU

    #cyberaswaja

  • Imam Syafi’i Jadi Syuriah NU dan Tanfidziyahnya Imam Ghazali

    Imam Syafi’i Jadi Syuriah NU dan Tanfidziyahnya Imam Ghazali

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Namanya adalah KH As’ad Syamsul Arifin Situbondo Jawa Timur, sosok ulama kharismatik yang menjadi saksi utama berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Kiai As’ad inilah yang diutus Syaikhona Kholil Bangkalan untuk menyampaikan isyarat kepada Hadratusysyaikh Kiai Hasyim Asy’ari ketika hendak mendirikan NU. Isyarat itu berupa tasbih, tongkat dan ayat al-Quran.

    Karena kecintaannya sama NU, Kiai As’ad tak pernah surut sedikitpun dalam berjuang di NU. Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo yang diasuhnya menjadi tonggak NU ketika merumuskan hubungan Islam dan Pancasila pada tahun 1983 dan 1984. Banyak sekali peristiwa penting yang terjadi di NU, Kiai As’ad selalu menjadi saksi hidup yang terus berjuang tanpa mengenal lelah sedikitpun.

    Kisah heroisme Kiai As’ad dalam perjuangannya di NU ditegaskan sangat gamblang dalam buku “Kharisma Kiai As’ad di Mata Umat” yang diterbitkan PP Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Situbondo. Dalam buku itu, tepatnya di halaman 51, Kiai As’ad dikisahkan berikut ini:

    “Pada tahun 1971, Kiai As’ad menjadi juru kampanye partai NU di Alun-alun Situbondo. Beliau tak banyak bicara, hanya 15 menit.

    “Saya tak mungkin keluar dari NU dan akan tetap mencoblos NU. Mengapa? Karena saya pernah mimpi berjumpa Imam Syafi’i dan Imam Ghazali. Dalam mimpi tersebut, seolah-olah Imam Syafi’i menjadi syuriah NU, sedangkan tanfidziyah Imam Ghazali. Karena itu, kalau sampeyan mengikuti kedua imam tersebut, harus mencoblos NU!” kata Kiai As’ad berapi-api.

    Begitulah, mimpi Kiai As’ad tentang Imam Syafi’i Jadi Syuriah NU, Tanfidziyahnya Imam Ghazali

    Dalam buku itu, kisah lain tentang Kiai As’ad diceritakan Cholid Mawardi, salah satu mantan ketua umum GP Ansor. Cholid Mawardi pernah mendapatkan kisah langsung dari Kiai As’ad, bahwa kalau kampanye di Madura tidak perlu banyak bicara. Sambil menenteng pedang dan celurit, lalu berkata:

    “Kalau mau pilih NU berarti ikut saya. Yang tak ikut berarti menentang saya. Yang menentang saya, ayo berkelahi,” kata Kiai As’ad.

    Bagi Cholid Mawardi, apa yang disampaikan Kiai As’ad sekedar guyonan saja, karena sejatinya yang lebih penting adalah ketokohan dan kehebatan harus ditunjukkan ketika berhadapan dengan masyarakat, khususnya di Madura. Jangan hanya pandai bicara saja, karena masyarakat butuh bukti bukan janji. Pesan Kiai As’ad ini ditujukan kepada Ansor dan kaum muda NU agar mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk tampil sebagai pemimpin nasional dan mampu memimpin rakyat banyak.

    Dalam kisah lain lagi, Kiai Wahab Chasbullah pernah mengutus Kiai As’ad untuk sowan kepada Sunan Ampel, yakni menyampaikan surat Kiai Wahab kepada Sunan Ampel menjelang berdirinya NU. Surat itu diletakkan di atas makam Sunan Ampel. Tak lama kemudian, Kiai Wahab menegaskan bahwa Sunan Ampel telah merestui berdirinya jam’iyyah yang bernama NU.

    Dalam kisah lain juga, Kiai As’ad pernah bercerita bermimpi dengan Nabi Muhammad dan para Ulama besar.

    “Orang-orang yang hadir disuruh ikut Kiai Hasyim. Setelah itu, saya melihat Kiai Hasyim terbang memutari Ka’bah. Setelah mendapat 7 putaran, beliau turun duduk di atas maktab. Setelah itu, yang ada hanya saya dan Kiai Hasyim. Lalu beliau mengajak saya pergi, sampai di pintu Baitullah, mendadak pintu langit terbuka.”

    Begitulah sosok Kiai As’ad Syamsul Arifin. Semangatnya dalam berjuang di NU menjadi teladan bagi para kader NU saat ini untuk terus mengembangkan diri dan menguatkan perjuangan NU dalam rangka memberikan kemaslahatan bagi bangsa dan negara.

    *Saksikan juga video tentang NU dan KH Hasyim Asy’ari.

    (Abu Umar)

    Semoga kita smua istiqomah di NU Dan menghidupkan NU Aamiin

    Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad wa alaa aaliih wasohbihi wa sallim wabaarik Alaih….

    (red Abdul Hamid bin ichsan ilyas)

  • MELUMPUHKAN NU DENGAN OPERASI NAGA HIJAU

    MELUMPUHKAN NU DENGAN OPERASI NAGA HIJAU

    SORBANSANTRI.COM

    Tulisan di bawah ini saya ambil dari karya KH. Abdul Mun’im. Saat Orde Baru berkuasa, NU berhadapan dengan penguasa. Absurdnya, ormas Islam lain yang sering menyuarakan ukhuwah Islam justeru bungkam seribu bahasa saat NU direpresi. Lebih naif lagi, Orde Baru saat membungkam dan hendak menghabisi NU dibantu oleh beberapa kelompok Islam militan atau radikal. Berikut kisahnya.

    Saat KH Abdurrahman Wahid memegang tampuk pimpinan NU, ternyata kepengurusannya tidak diakui pemerintah Orde Baru. Maka untuk mengacaukan kepemimpinan Gus Dur, diciptakan konflik dengan mendorong berdirinya NU tandingan yang dipimpin Abu Hasan.

    Para ulama NU dituduh memfitnah, lalu satu persatu ulama NU diperiksa di Polda Jakarta Raya, Hal itu semata untuk meruntuhkan mental para ulama. Tetapi soliditas waga NU semakin kuat. Para pimpinan NU terutama Abdurrahman Wahid yang saat itu juga sebagai ketua Forum Demokrasi dilarang bicara di mana-mana, juga dijegal dengan berbagai cara.

    Ketika cara halus tidak bisa dipakai, maka cara yang lebih keras dilakukan, yaitu dengan melakukan tindakan militer. Basis NU di daerah tapal kuda khususnya Banyuwangi mulai dijadikan target operasi.

    Pertama yang dilakukan adalah dengan dalih memberantas dukun santet. Ternyata yang disebut dukun santet adalah para kiai, yang memang semua kiai memiliki kemampuan tradisional sebagai tabib. Para kiai NU itu dibantai satu-persatu oleh keompok tak dikenal, tetapi ada juga yang dilakukan oleh masyarakat setempat setelah diprovokasi oleh pihak luar. Ratusan kiai menjadi korban operasi ini. Banyak kiai mendapatkan teror dan ancaman.

    Operasi yang semula di Banyuwangi itu mulai menyebar ke daerah Jawa Timur yang lain akhirnya merebak ke seluruh Jawa. Anehnya yang dijadikan sasaran hanya para ulama NU, ulama dari ormas lslam lain tidak ada yang menjadi korban.

    Karena aparat keamanan tidak bisa membantu, masyarakat NU dalam mengatasi operasi ninja itu, maka banser dan masyarakat dengan dibimbing oleh para kiai sendiri melakukan penjagaan. Dalam penjagaan itu berhasil menangkap beberapa pelakunya yang berpakaian ninja. Anehnya setelah tertangkap mereka menjadi orang gila yang tidak bisa diajak berkomunikasi. Saat itu muncul orang gila di berbagai tempat.

    Melihat kenyataan itu, KH Hasyim Muzadi Ketua NU Wilayah Jawa Timur marah sambil meledek pada pemerintah, bahwa tidak mungkin ada organisasi orang gila atau koperasi orang gila, kok tiba-tiba muncul orang gila di mana-mana, padahal jumlah orang gila di daerah ini sangat terbatas, dan sebagian besar dirawat di rumah sakit jiwa.

    Tentu ini ulah orang waras yang terorganisir secara rapi untuk membuat kerusuhan dan pembantaian. Demikian protes Hasyim Muzadi. Operasi ninja ini sangat merepotkan NU, karena para ninja itu memiliki kemampuan tempur yang sangat tinggi, bisa menculik kiai yang sudah dijaga dengan ketat, sehingga merepotkan para pendekar pesantren. Tetapi dengan ketinggian ilmu kanuragan kaum santri, serta kekompakan mereka gerakan kelompok ninja sedikit banyak bisa ditanggulangi.

    Sayang, saat NU menghadapi penindasan dan pembantaian luar biasa itu, tidak ada ormas Islam lain yang membantu. Ukhuwah Islamiyah yang dibangun NU selama ini tidak mereka terapkan. Demikian juga kalangan minoritas yang selama ini dibela oleh NU khususnya Gus Dur dengan segala risiko, tetapi kelompok minoritas tidak memberikan bantuannya saat mengenaskan seperti itu. Kelihatan kelompok lain hanya minta perlindungan dan bantuan NU, tetapi mereka tetap enggan membantu NU. Ini sangat ironis, namun demikian NU tidak pernah surut membantu siapapun.

    Setelah suasana agak reda, berbagai kelompok termasuk lembaga swadaya masyarakat melakukan investigasi dan membentuk tim pencari fakta, maka ditemukan banyak keanehan dan kejanggalan dalam operasi para ninja itu, dimana menunjukkan adanya keterlibatan kelompok Orde Baru bahkan beberapa kelompok Islam militan dalam operasi tersebut.

    KH. Abdurrahman Wahid kemudian membeberkan bahwa kesemuanya gerakan militer tersebut adalah operasi naga hijau yang sengaja dilakukan oleh rezim Orde Baru untuk menghancurkan kekuatan NU. Dalam operasi itu 400 orang pimpinan dan warga NU tewas dibantai, selama masa pembantaian itu NU tidak pernah mendapat bantuan apalagi perlindungan dari aparat keamanan TNI dan Polri. NU dengan Banser dan Pagar Nusa serta pasukan santri menghadapi sendiri. Dengan kesigapan itu operasi militer ninja yang disebar ke seluruh Jawa itu bisa ditanggulangi oleh NU sendiri.

    Sementara umat Islam yang lain tenang-tenang tidak diserang dan juga tidak berusaha membantu NU. Tetapi NU sudah kuat sehingga tanpa bantuan sudah mampu mengatasi persoalan sendiri.


    Buku Sejarah Tambakberas dipegang dan dibaca KH. Ma’ruf Amin

    Oleh Kiai Ainur Rofiq

  • MBAH MAEMOEN ZUBAIR KAGUMI 2 (DUA) KIAI INI

    MBAH MAEMOEN ZUBAIR KAGUMI 2 (DUA) KIAI INI

    SORBANSANTRI.COM
    Kyai Ihsan bin Dahlan Jampes dan
    Kyai Ahmad abu Fadlol Senori

    cyberaswaja.online- Sekitar 7-8 tahun yang lalu, saat haflah ahir sanah Pondok Pesantren Tarbiyatunnasyi’in Paculgoang Jombang, KH Maemoen Zubair disela2 tausyiahnya menuturkan bahwa di bumi nusantara ini ada beberapa ulama yg beliau kagumi, bukan semata2 karena kealimannya,tetapi juga karena keunikanya. Diantaranya :

    1. Kyai Ihsan bin Dahlan Jampes. Suatu saat beliau (mbah moen) di ajak abahnya (mbah zubair) silaturrahmi ke jampes untuk tabarrukan & mengenal lebih dekat sosok mbah Ihsan, melihat kitab Sirojuttolibin karangan beliau yg begitu mendunia & begitu dikagumi banyak ulama2 nusantara hingga manca negara , tentulah beliau jg seorang kyai yg sangat mahir bebahasa arab (berdialog arab), karena itu tanpa sungkan2 mbah Zubair langsung memulai perbincangan dg berbahasa arab, tetapi mbah Ihsan selalu menyahutinya dg bahasa jawa Nggeh, nggeh yai (ya, ya yai) . . ,setelah lewat beberapa pembicaraan barulah mbah Ihsan berkata :” Ngapunten yai, ngagem boso jawi mawon, kulo niku saget maham kitab2, nanging kulo mboten saget ngendikan boso arab”. (Maaf yai, pakai bahasa jawa saja dialognya, saya itu bisa memaham kitab2 berbahasa arab, tetapi saya tidak mahir berbahasa arab).
    Unik memang pengakuan beliau itu, sesuatu yg tidak lazim untuk seorang ulama yg punya karya sekaliber karya beliau, walau tidak menutup kemungkinan bahwa pengakuan itu semata hanyalah ungkapan tawadlu’ beliau.
    Konon, Kyai Jazuli Ploso pun sempat keqi & heran melihat apa yg ada pada diri mbah Ihsan ini, saat beliau berdua sama2 mbalah kitab (meberikan pengajian dg membacakan kitab tertentu) di masjidil haram. Kyai Jazuli yg disamping dikenal akan keluasan ilmunya, jg sangat fasih lisannya, uraian2 beliau yg luas & menarik serta mudah dipahami membuat orang tidak pernah bosan mendengarkan pengajiannya,tetapi meski demikian, yg mengikuti pengajian beliau selalu tidak sebanyak yg mengikuti pengajian mbah Ihsan, padahal mbah Ihsan hanya membacanya saja dg ma’na ala jawa & jarang sekali menguraikan atau menjabarkannya.

    2 . Kyai Ahmad abu Fadlol Senori. Karya2 beliau menunjukkan betapa luas perbendaharan kosa kata bahasa arab beliau, (mbah moen menyebutnya sang kamus berjalan), susunan & untaian bahasanya yg indah menawan,ma’na yg mendalam, serta dzauq (intuisi) bahasa arabnya yg terasa kuat mengakar. Seakan beliau seperti ulama yg sudah puluhan tahun mengenyam pendidikan di timur tengah. Padahal, jangankan bermukim di negara arab, pergi haji saja beliau belum sempat, mondokpun hanya di Tebuireng Jombang, itupun juga tidak lebih dari 7 bulan.
    Mendengar cerita mbah Moen bahwa mbah Fadlol belum sempat menjalankan ibadah haji tentu semakin menambah keunikan beliau, mungkin karna beliau memang belum termasuk orang yg sudah berkewajiban menjalankan ibadah haji. Andai beliau menginginkannya, tentu masyarakat sekitar beliau atau orang2 kaya yg mengenal beliau akan berebut membantunya. Tetapi beliau bukanlah tipe orang yg memaksakan menjalankan sebuah ibadah yg belum menjadi sebuah tuntutan dalam dirinya baik tuntutan wajib ataupun sunah, karena cara yg demikian itu tentu akan bisa mengurangi nilai keihlasan dalam menjalankannya.

    Dalam sejarah ulama2 kita dahulu, ternyata ada yg lebih unik lagi katimbang cerita itu, Al Qodli ibn Hani’ berkisah :
    امامان ما اتفق لهما الحج، ابو اسحاق الشيرازي وقاضي القضاة ابو عبد الله الدامغان، اما ابو اسحاق فكان ففيرا، ولو اراده لحملوه على الاعناق، والاخرلو اراده لأمكنه على السندس والاستبرق.
    (Ada dua Imam besar yg belum sempat menjalankan ibadah haji, yaitu imam Abu Ishaq as-Syiroziy & Qodli qudlot (gelar hakim tertinggi) Abu Abdillah Addamighoni. Imam Abu Ishaq lantaran pilihan hidup beliau sebagai orang miskin, andai beliau mau, pastilah penduduk kota Baghdad tempat beliau menetap akan berebut memberangkatkannya, Sedang Imam Abu Abdillah lantaran kesibukannya sebagai hakim tertinggi yg tidak memberinya kesempatan untuk menunaikannya).
    Padahal Imam Abu Ishaq dalam kitab al MUHADZAB nya demikian luas & detail sekali penjabaran beliau terkait ritual ibadah haji yg jauh lebih lengkap dibanding buku2 panduan haji milik KBIH manapun, bak seorang yg sudah puluhan kali menjalankan ibadah haji. Dalam menjelaskan tempat2 bersejarah di tanah harampun demikian gamblang sekali,seakan beliau melihat langsung tempat2 itu & memang begitulah adanya. Dalam ktb karomatul aulia disebutkankan bahwa diantara karomah beliau, bisa melihat langsung masjidil haram dan ka’bahnya dari kediaman beliau di Baghdad.

    Melihat kelebihan & keutaman beliau2 semua, tidak menutup kemungkinan jika beliau2 sebenarnya sudah menunaikan ibadah haji meski tidak melalui cara2 yg biasa ditempuh oleh manusia pada umumnya walau secara lahiriah mereka terlihat belum melakukannya, Atau paling tidak, beliau2 itu semua sudah dicatat oleh Alloh swt sebagai hamba2 yg sudah menjalankan ibadah haji yg jauh melebihi derajat orang2 yg sudah berulang kali menjalankan ibadah haji sekalipun. Wallohu A’lam.
    اعاد الله علينا من بركاتهم وكرامتهم واسرارهم وشفاعتهم في الدنيا والاخرة آمين.

    (red abi)

  • CIRI-CIRI LAILATUL QODAR

    CIRI-CIRI LAILATUL QODAR

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Ijma’ para ulama’ mengenai hadist yang menjelaskan ciri-ciri terjadinya malam lailatul qodr.

    Menurut Imam Al-Ghazali dan juga ulama lainnya, sebagaimana disebut dalam I’anatut Thalibin juz 2, hal. 257, bahwa cara untuk mengetahui Lailatul Qadar bisa dilihat dari hari pertama dari bulan Ramadhan:

    قال الغزالي وغيره إنها تعلم فيه باليوم الأول من الشهر فإن كان أوله يوم الأحد أو يوم الأربعاء فهي ليلة تسع وعشرين أو يوم الاثنين فهي ليلة إحدى وعشرين أو يوم الثلاثاء أو الجمعة فهي ليلة سبع وعشرين أو الخميس فهي ليلة خمس وعشرين أو يوم السبت فهي ليلة ثلاث وعشرين قال الشيخ أبو الحسن ومنذ بلغت سن الرجال ما فاتتني ليلة القدر بهذه القاعدة المذكورة

    1. Jika Romadhon awalnya jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29

    2. Jika Romadhon awalnya jatuh pada hari Senin maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21

    3. Jika Romadhon awalnya jatuh pada hari Selasa atau Jum’at maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27

    4. Jika Romadhon awalnya jatuh pada hari Kamis maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25

    5. Jika Romadhon awalnya jatuh pada hari Sabtu maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23

    Syekh Abul Hasan As-Syadzili berkata: “Semenjak saya menginjak usia dewasa Lailatul Qadar tidak pernah meleset dari jadwal atau kaidah tersebut.”(abi SORBAN)

  • KH. MASHUDI SAKSI HIDUP RESOLUSI JIHAD MBAH HASYIM AS’ARY

    KH. MASHUDI SAKSI HIDUP RESOLUSI JIHAD MBAH HASYIM AS’ARY

    SORBANSANTRI.COM
    KH. MASHUDI

    KNU-Angkatan 3 Militan NU- Kh Mayor Mashudi beliau adalah seorang ulama sekaligus pejuang dan prasasti hidup dan saksi perjuangan bangsa Indonesia dari penjajah. bersama sahabatnya Sutomo ( bung Tomo ) dan Hadrotussyaikh KH Hasyim Ashari yg tidak lain guru beliau saat di jombang beliau bersama2 berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dan turut dalam gerakan 10 November di Surabaya yang merupakan tindak lanjut dari RESOLUSI JIHAD yang di keluarkan Hadrotussyaikh KH Hasyim Asy’ari .

    Beliau adalah tentara Hizbulloh dan juga termasuk Anggota Tentara Divisi Kujang pada waktu itu . Beliau menuturkan kisah yang barangkali belum pernah tercatat di buku buku sejarah betapa dahsyatnya perjuangan para Kyai NU dalam memerdekakan Indonesia , beliau menuturkan “lek awan Kulo ten Suroboyo nyamar dadi tukang motong rambute tiyang , engken lek Dalu tukang motong gulune tiyang.

    Bahkan menurut beliau Hadrotussyaikh sebagai seorang Kyai tidak hanya duduk mengaji di Pondok saja tapi turut serta berjuang ke Surabaya bersama para Kyai yang lain, beliau romo KH Mashudi turut bersama Mbah Hasyim dan para kyai memerangi belanda, dalam suatu kesempatan beliau Hadrotussyaikh bertanya ‘ iki opo o le sikilku kok gatel ( kenapa kakiku kok gatal ) ternyata mortir baru saja meledak di kaki mbah Hasyim , seandainya sekarang mengenai orang zaman ini pasti hancur lebur, beliau juga mendampingi mbah Hasyim waktu jihad ke Surabaya pada waktu itu , Mbah Hasyim bersama para kyai semuanya memakai baju putih bersih sedang para tentara dan para pejuang untuk keamanan semua tiarap dan tentu saja bajunya lusuh dan kotor , kyai Hasyim berkata pada para kyai yg hadir pada peperangan tersebut , kita tidak usah tiarap karena baju kita putih nanti bisa kotor dan betul saja dg mudah Tentara menembak bahkan mengebom ke arah Mbah Hasyim..tapi begitu Bom akan mengenai beliau jarak satu jari beliau berkata ” Tabbat ” dg ajaib bom dan bedil runtuh semua.
    Itulah karomah Kyai NU , dan yg lebih ajaib lagi Hadrotussyaikh punya senjata ajaib yg barangkali bisa masuk 8 dari keajaiban dunia, di mana beliau menghancurkan kapal tentara sekutu dengan hanya memakai ketapel , kapal itu di ketapel oleh beliau jatuh hancur lebur semua seakan ketapel tersebut berubah jadi Bom yang sangat dahsyat , itulah kejadian sejarah yang pernah di saksikan oleh beliau di samping banyak lagi yang tidak sempat beliau ceritakan .

    Beliau Mbah Kyai Mashudi di samping santri Hadrotussyaikh yang kinasih karena bertugas memotong kuku beliau dan ikut kemana Mbah Hasyim pergi juga senantiasa di ajak tiap kali Hadrotussyaikh melakukan Bahtsul Masa’il sampai keluar negeri , Mbah Yai Mashudi juga termasuk santri dari Mbah Dimyati Termas juga santri Pahlawan Asli Malang Kyai Tamin yang sekarang jadi nama jalan di Kota Malang adalah salah satu Guru beliau .

    Pada suatu waktu beliau bercerita bahwa beliau mencari makam auliya di sepanjang wilayah Jateng sampai ke Jatim, beliau dalam keseharian senantiasa berpuasa tidak pernah putus dan beliau mempunyai do’a doa yg sangat mustajab yang banyak sekali dari kalangan saudara2 penulis yg telah membuktikan .

    “banyak sejarah yang beliau simpan dalam hati dan pikirannya bagai mana perjuangan kyai Tamin yg juga salah satu guru beliau ngaji di Malang kata beliau cuma kyai Tamin yang menolak dhohir dan batin ketetapan Jepang untuk menundukkan kepala menghadap ke arah kota Tokyo Jepang disaat matahari terbit karena bagi kyai Tamin itu sirik wal murtad karena mempertahankan aqidah Kyai Tamin harus disiksa dan dan terakhir di tembak sampai beliau gugur, di mana pada waktu wafatnya Kyai Tamin di kuburkan , awan selalu menaungi jenazah pada waktu di kuburkan , beliau cerita bagai mana gigihnya sahabat beliau mayor Hamid Rusdi dalam merebut wilayah Malang Sampai beliau harus gugur dgn sembilan tembakan di dadanya Krn saat tertangkap mayor Hamid Rusdi tetep bungkam saat di tanya Belanda di mana saja tempat persembunyian anggotanya .

    Yang menarik menurut beliau Mayor Hamid Rusdi adalah asli Bantur salah satu Desa di wilayah Malang selatan , beliau berkata “enggeh Sampek koyok ngoten pejuang rumien mboten korban Doyo kale tenogo mawon tapi nyowo nggeh di parengaken” Tutur beliau.

    Masih banyak cerita perjuangan perjuangan lain yang masih beliau rekam dgn baik di dalam pikiran beliau sampai Sampai saat ini.inilah pahlawan yg harus kita doakan dan kita hormati.satu lagi nasehat beliau saat saya sowan beliau ‘ ulamak biyen perang duduk krono kepingin Ndang turu enak nyambut gawe gawe mangan enak tapi seng Utomo supoyo anak putu turun Kabeh iso ibadah nyembah gusti Allah karo tenang”.dan sekarang di usianya yang menginjak 119 th beliau masih tetap aktif berjuang dalam berdakwah menyiarkan agama Islam meski waktu alfaqir sowan ke beliau(2 bulan yang lalu, pas 100 hari Istri tercinta beliau di panggil menghadap keharibaaNYA.
    Beliau dengan ikhlas dan tulus tetap melaksanakan dakwah Islam kemana mana dan yang salut lagi dari keikhlasan beliau uang pensiun dan perumahan Dinas yang harusnya jadi hak beliau dengan pangkat mayor TNI AD gak pernah beliau ambil.inilah bentuk ketulusan dan keikhlasanya kepada bangsa dan negara ini.Saya bertanya pada beliau..nopo o kok mboten di pundut yai yotro pensiune? Beliau menjawab “beyen jamankulo tasek dines kulo nate soan ten yai Hamid Pasuruan beliau dawuh ten Kulo..yai Mashudi benjeng lek pun pensiun nyotro Negoro pun di Pendet geh niku duwek negoro..dugi mriku Kulo Wedi kwalat lek mendet pensiunan…beliau hidup sederhana(Zuhud)di daerah plosok perbatasan Turen dan Wajak Kab Malang .

    Semoga Allah memberi kesehatan dan umur yang barokah. karna pada orang2 seperti merekalah kita bisa dapat pitutur tentang agama dan sejarah bangsa dan sudah Langka ulamak alim sekelas beliau di dunia ini. Mugi tetep sehat panjang umur yai.. Amin yaa robbal alamin. (red. Abdul Hamid bin ichsan ilyas)

  • Bumi Bersih Corona, Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani Minta Indonesia Akhiri PSBB Lockdown

    Bumi Bersih Corona, Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani Minta Indonesia Akhiri PSBB Lockdown

    SORBANSANTRI.COM
    Mr Djuyoto Suntani

    cyberaswaja.online- Tokoh paling berpengaruh, paling dihormati dan dijunjung tinggi oleh masyarakat international pada 202 Negara yang menjabat Presiden the World Peace Committee HE Mr Djuyoto Suntani, Minta Pemerintah Republik Indonesia serta Sejumlah Gubernur dan Walikota untuk mengakhiri kebijakan PSBB (Perbatasan Sosial Berskala Besar).

    “Saya atas nama masyarakat international minta di seluruh penjuru Dunia untuk mengakhiri kebijakan lock down, termasuk Pemerintah Republik Indonesia. Planet Bumi bersih dari virus corona, jangan sengsarakan masyarakat dengan kebijakan salah hanya karena terpengaruh isu virus corona yang diciptakan oleh konspirasi global,” tegas Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani (9/5/2020).

    Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani memberi saran kepada banyak Negara yang langsung mencabut kebijakan lock down. Negara Swedia, Israel, Jepang, Arab Saudi, Uni Emirates Arab, Brazil, Equador, Kanada, dll, langsung menghentikan kebijakan Lock Down, setelah diberi masukan Presiden the World Peace Committee.

    “Sebagai Pemimpin Dunia yang lahir di Indonesia, saya punya empati pada rakyat Indonesia. Tiap Hari saya dapat Laporan masyarakat yang menderita karena kebijakan PSBB. Aparat yang Jaga PSBB juga stress, bingung, tidak tahu jaga apa?. Saya Minta Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Daerah yang buat kebijakan PSBB, untuk mengakhiri PSBB,” tegas Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani.

    Presiden Dunia HE Mr Djuyoto Suntani Minta Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk tidak takut pada tekanan konspirasi global yang menciptakan isu sesat tentang virus corona.

    “Jangan takut dan kawatir dengan tekanan konspirasi global yang menciptakan isu sesat tentang virus corona. Takutlah pada Tuhan yang menciptakan kita. Raja Salman di Arab Saudi setelah Saya sadarkan, langsung akhiri kebijakan Lock Down,” tegas Tokoh paling berpengaruh di Planet Bumi ini. @red (sumber sindikatpost)

  • ALASAN IKUT HTI, MENGAPA DUKUNG KHILAFAH?

    ALASAN IKUT HTI, MENGAPA DUKUNG KHILAFAH?

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Ternyata ada saja alasan orang yang mengajak kepada teman atau sahabatnya untuk masuk ke dalam Hizbut Tahrir. Mereka ini ngikut HTI karena disarankan oleh seorang ustadz.

    A : Ayo kita dukung khilafah..!!
    B : Siapa yang nyuruh mas, mbak?
    A : Seorang ustadz.
    B : Kiai Said Aqil?
    A : Bukan
    B : Gus Mus?
    A : Bukan
    B : Habib Qurays Shihab?
    A : Bukanlah
    B : Habib Luthfi?
    A : Ah, bukanlah
    B : Kiai Ma’ruf?
    A : Bukan juga
    B : Lalu siapa, Habib Umar Muthohhar?
    A : Bukanlah
    B : Gus Muwafiq Jogja?
    A : Bukan juga
    B : Habib Syech?
    A : Bukanlah
    B : Cak Nun?
    A : Bukan juga
    B : Kiai Anwar Lirboyo?
    A : Bukanlah, ah kamu
    B : Kiai Maimoen?
    A : Bukan juga
    B : Kiai Muhtadi Dimyati?
    A : Bukanlah
    B : Habib Taufiq Pasuruan?
    A : Bukan juga
    B : Kiai Marzuki Malang?
    A : Bukan juga
    B : Lalu siapa sih??
    A : Ustadz Felix
    B : Siapa dia?
    A : Dia muallaf yang langsung jadi ustadz
    B : Ohhhh, Anda langsung ikut?
    A : Iya lah..
    B : Apa alasannya?
    A : Aku suka pria berkepala plontos
    B : Hahahahaha……..

    Humor ini berdasarkan dialog imajiner yang disampaikan oleh satu anggota HTI yang tobat mengampanyekan khilafah karena mengaku saat itu dia bodoh. Lha masak suka HTI karena kepala plonthos, ngacau kan? Hahaha.

  • Dawuh Kyai “Hubbul Wathan Minal Iman

    Dawuh Kyai “Hubbul Wathan Minal Iman

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Kyai dan pesantren, mendidik para santri dengan semboyan tersebut. Semboyan tersebut bukanlah hadits. Tapi semboyan tersebut maknanya Shoheh, tidak melenceng dan sesuai dengan apa yang pernah dialami dan pernah dilakukan Nabi-nabi terdahulu.

    Sebagaimana Nabi Muhammad mencintai Mekkah sebagai Negeri, sebagai Tanah air, sebagai Tanah Kelahiran. Sampai sampai Nabi menangis, tatkala hijrah menuju Madinah. Bliau menghadap ke Mekkah, berkata bahwa Bliau cinta Dengan Mekkah, cinta dengan Tanah kelahirannya. Andaikan kalau bukan Kaumnya yg mengusir bliau, bliau tak akan meninggalkan Mekkah, tanah air yang dicintainya.

    Dan sebagaimana Nabi Ibrahim mencintai Negerinya, memohon kebaikan untuk negerinya, dan bahkan Allahpun mengabadikan doa Nabi Ibrahim dalam Al Quran, Surat Al Baqara ayat 126.

    Itulah sebabnya, Kyai pondok pesantren di Indonesia menanamkan benih-benih Hubbul Wathan dalam hati santrinya, hati tempat keimanan berada. Karena orang yang menciintai Negerinya, orang tersebut telah merealisasikan sebentuk keimaannya.

    Maka kalau ada sekelompok orang (yang mengaku) islam, tapi justru berkata bahwa mencintai Negeri dan Tanah air adalah Toghut dan bahkan Haram, sesungguhnya mereka belajar dari orang orang yang Sanad Ilmunya Terputus dari Sanad keimuan Nabi. (abi sorban)

  • MUKIDI DAN PARDI, BAHAYA BICARA AGAMA TANPA ILMU

    MUKIDI DAN PARDI, BAHAYA BICARA AGAMA TANPA ILMU

    SORBANSANTRI.COM

    Assalamualaikum, cyberaswaja.online

    بِـسْــــــــــــــــمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِـيْـــــــــــــــــمِ
    BAHAYA BICARA AGAMA TANPA ILMU
    monggo disimak,sambil sarapan

    ☝️mukidi :kang.. di fesbuk, sekarang banyak orang bicara agama kayak sudah ahlinya aja..
    pardi :ya bagus dong

    ☝️mukidi :tapi pemahamannya itu menurut pikirannya sendiri,
    apa boleh kayak gitu kang?
    pardi :ya nggak boleh, ngawur itu.. termasuk bohong tentang ilmu Alloh

    ☝️mukidi:ancaman-nya apa kang
    pardi. : Berat.. siksa neraka di, Perhatikan ayat ini :
    وَلاَ تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ
    janganlah kamu mengatakan tentang apa² dg lidahmu secara dusta
    هَذَا حَلاَلٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُوا عَلَى اللهِ الْكَذِبَ
    “ini halal dan ini haram”, untuk mengada-ada kebohongan terhadap Alloh.
    إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ لاَ يُفْلِحُونَ
    ” Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Alloh tiada beruntung”

    ☝️mukidi :
    Berarti Berbicara agama tanpa ilmu itu dosa ya kang ?
    pardi : ya iya.., nih ayatnya
    وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ
    jangan kamu mengikuti apa² yg kamu tdk mempunyai ilmu-nya
    إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ
    Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati,
    كُلُّ أُوْلاَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولاً
    semuanya akan dimintai tanggung jawab”

    ☝️mukidi :ada hadits nabi kang?
    Pardi. :ada.. nih denger ya..
    Rosululloh ﷺ bersabda : ”Barangsiapa yang berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka” (Tirmidzi).

    Ngerri ini di… Gak main² Emangnya ngomong tentang apaan sih di ?

    ☝️mukidi :tentang virus corona, yg dihubung²kan dg surat al-ahzab 33
    pardi : lhoo… al ahzab 33 itu kan tentang perintah kpd istri² nabi supaya berdiam dirumah dan tidak berhias seperti wanita² jahiliyah, bukannya tentang wabah corona.., memang ada lafadz “qorn” tapi maknanya bukan wabah qorona, ngawur itu…
    Lafadz “qorn” di ayat 33 itu asalnya dari ” القرار ” atau ” اقررن ” atau ” قررت ” ( 👉yang artinya tetap di tempat tinggal bagi istri² nabi )
    Sama sekali tidak ada hubungan dg corona virus, coba cek di tafsir jalalain.
    Apalagi yg rame di fesbuk di?

    ☝️mukidi: penutupan masjid² kang.. Orang² pada bantah²an
    pardi : lho..wong itu perintah Rosululloh ketika ada wabah, hadits-nya shohih itu,
    orang² yg membantah itu sama saja membantah Rosul.
    👉Kita ini ummat nabi, harus taat pada beliau,
    Di perintah kemasjid, berangkaat
    Di perintah dirumah ya taat

    Sahabat umar saja ketika ada wabah, beliau menghindar,
    bukanya malah menantang wabah kayak status orang² di fesbuk : “aku hanya takut kpd Alloh, aku tidak takut corona”

    inilah contoh orang² bodoh bicara agama tanpa ilmu, sampe²
    hadis nabi-pun dibantah-nya
    ayat qur’an di plesetkan maknanya… Hadeeeehh..

    👉 ingat
    و هل يقب الناس فى النار على وجوههم الا حصءد السنات هم
    Kebanyakan manusia terjungkal kedalam neraka ,karna hasil dari lisan-nya

    Jangan bicara agama tanpa ilmu
    ▶️bicara-lah sesuai bidang yg kau kuasai

    Naudzu billahi min dzalik
    Wallohu a’lam bisshowab

    (abi sorban)