Penulis: Sorban Santri

  • KEGIATAN SANTUNAN YATIM DAN DHUAFA OLEH MASJID NURUL IMAN PACET MOJOKERTO

    KEGIATAN SANTUNAN YATIM DAN DHUAFA OLEH MASJID NURUL IMAN PACET MOJOKERTO

    cyberaswaja.online- NUZULUL QUR’AN DI MASJID NURUL IMAN PACET MOJOKERTO kali ini sudah diadakan dari tahun 80 an dari statusnya masih musholla sampai jadi masjid dan sampai sekarang. Semua pengurus TA’MIR MASJID NURUL IMAN PACET UTARA ( PACET NGGAPUK ) beserta santri dan remas HISNURI ( Himpunan Santri Nurul Iman ) saling bersinergi dan bekerjasama dalam kegiatan tersebut.

    Acara Nuzulul Qur’an ini bertempat di Masjid Nurul Iman yang dihadiri semua jama’ah masjid, persiapan sudah dimulai sebelum datangnya bulan suci ramadhan 1441 H dan mulai terlihat aktivitasnya sejak pagi (Sabtu, 09 Mei 2020). Kegiatan ini adalah rutinan yang selalu diadakan di masjid Nurul Iman tiap tahun di bulan ramadhan.

    Dalam acara tersebut, memang lain dari tahun-tahun sebelumnya dikarenakan pandemi corona covid-19. Untuk itu panitia menghimbau kepada jama’ah utuk menjaga jarak dan mewajibkan membawa masker serta sajadah sendiri-sendiri. yang tahun-tahun kemarin bisa makan bersama, sekarang sudah dipersiapkan panitia bungkusan yang berisi snack dan nasinya.

    Tujuan dari diadakannya acara tersebut adalah syiar agama Alloh yaitu Dinnul Islam. dalam kegiatan tersebut juga selalu disisipkan kiriman do’a untuk jama’ah dan tokoh-tokoh yang sudah meninggal yang aktif berperan dalam menegakkan syiar agama di daerah pacet khususnya Jama’ah seperti KH. Abdul Muin (alm).

    Kegiatan ini diharapkan agar bisa istiqomah dan menjadi tradisi budaya syiar agama islam, untuk itu pengurus ta’mir melakukan pembinaan keagamaan terus menerus kepada generasi berikutnya apalagi kawasan tersebut adalah jantungnya tempat persinggahan dan persewaan villa. (hisnuri)

  • BERDIAM DIRUMAH KETIKA ADA WABAH ADALAH PERINTAH NABI

    BERDIAM DIRUMAH KETIKA ADA WABAH ADALAH PERINTAH NABI

    SORBANSANTRI.COM

    ุจูู€ุณู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู ุงู„ู„ู‘ูฐู‡ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑู‘ูŽุญูู€ูŠู’ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ู

    โ˜๏ธAda wabah korona kok malah jum’atan libur, pengajian libur , sholat jama’ah libur
    โ˜๏ธKok pada menjauhi masjid krn takut wabah?, masjid sepi dong, kok menjauh dari Alloh ?
    malah Disuruh berdiam diri dirumah.
    ๐Ÿ“ขYang BENAR itu takut kepada Alloh… Bukan pada virus
    Rata rata Begitulah komentar ummat ini, terutama yg jarangยฒ ke masjidย 

    Bagaimana ajaran nabi kita, ketika ada wabah virus ??
    #penjelasanย ROSULULLOH

    ู…ู† ุฌู„ุณ ููŠ ุจูŠุชู‡
    siapa saja yg berdiam diri di rumah-nya

    ููŠ ูˆู‚ุช ูˆู‚ูˆุน ุงู„ุทุงุนูˆู†
    Pada waktu ada wabah tho’un ( virus )

    ูู„ู‡ ุฃุฌุฑ ุงู„ุดู‡ูŠุฏ ูˆุฅู† ู„ู… ูŠู…ุช
    maka baginya mendapat pahala orang yg mati syahid, meskipun dia tidak mati
    ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€
    ุนู† ุนุงุฆุดุฉ ุฃู… ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุง ู‚ุงู„ุช
    Diceritakan dari A’isyah r.a

    ุณุฃู„ุชู ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ๏ทบ ุนู† ุงู„ุทุงุนูˆู†ู
    Aku bertanya kpd Rosululloh saw tentang wabah tha’un.

    ุŒ ูุฃุฎุจูŽุฑูŽู†ูŠ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ๏ทบ:
    Lalu Beliau menjawab:

    ุฃู†ู‘ูŽู‡ ูƒุงู† ุนูŽุฐุงุจู‹ุง ูŠูŽุจุนูŽุซูู‡ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ู‰ ู…ูŽู† ูŠูŽุดุงุกูุŒ
    Sebenarnya tho’un itu adzab (peringatan) Alloh bagi siapa saja yang Dia kehendaki

    ูุฌุนูŽู„ูŽู‡ ุฑูŽุญู…ุฉู‹ ู„ู„ู…ูุคู…ูู†ูŠู†ูŽุŒ
    dan jadi rohmat bagi orang-orang beriman

    ูู„ูŠุณ ู…ูู† ุฑูŽุฌูู„ู ูŠูŽู‚ูŽุนูŽ ุงู„ุทุงุนูˆู†ู ููŠูŽู…ูƒูุซู ููŠ ุจูŽูŠุชูู‡ ุตุงุจุฑู‹ุง
    Tiada orang yg pada saat terjadi wabah tho’un, dan dia berdiam diri dirumah-nya dg sabar

    ู…ูุญุชูŽุณูุจู‹ุง ูŠูŽุนู„ูŽู…ู ุฃู†ู‘ูŽู‡ ู„ุง ูŠูุตูŠุจูู‡ ุฅู„ู‘ุง ู…ุง ูƒูŽุชูŽุจูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ู‡
    Yang sekiranya dia tau, dg berdiam diri akan terhindar dari wabah tho’un,
    kecuali Allah menaqdirkan-nya

    ุฅู„ู‘ุง ูƒุงู† ู„ู‡ ู…ูุซู„ู ุฃุฌู’ุฑู ุงู„ุดู‘ูŽู‡ูŠุฏู.
    maka bagi-nya pahala bagaikan orang mati syahid”
    ุฅุณู†ุงุฏู‡ ุตุญูŠุญ ุนู„ู‰ ุดุฑุท ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ
    ( Sanadnya shohih bukhori )
    ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€

    “Penyakit Tho’un ini adalah adzab atau suatu peringatan, atau sisa dari Adzab yang dengannya Alloh menyiksa sekelompok umat sebelum kalian. Maka apabila kamu mendengar wabah itu berjangkit di suatu negeri, dan kamu berada di dalamnya, janganlah kamu keluar darinya. Dan apabila wabah itu berjangkit di suatu negeri, maka janganlah kalian mendatanginya.”
    (Rowahu ahmad )

    Rasulullah SAW memerintahkan mu`adzin untuk adzan mengucapkan :
    “shalatlah di rumah masing2”
    ketika terjadi hujan deras dll, demi menjaga keselamatan umat dari penyakit atau pun hal yang membahayakan
    Apalagi ada wabah seperti saat ini..??

    ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€
    โ–ถ๏ธPara ulama salaf sudah menyebutkan kejadian WABAH zaman dulu
    anjuran ulama agar “jangan berinteraksi”
    tapi begitulah ada saja yang terbawa emosi & mengajak doa bersama dsb, penyakit pun makin tersebar, itulah sunnatulloh (aturan Alloh), doa seakan tidak berhasil.

    โ–ถ๏ธPara ulama pun menuliskan pengalaman ketika ada wabah, bahwa :
    banyak orang yang bersih & bertakwa, berkumpul untuk berdo`a tapi tidak dikabulkan, kenapa? Karena mereka tidak mengikuti sunnah nabi

    โ–ถ๏ธSebagian orang mengajak untuk shalat & berdoa bersama. Orang itu bodoh, seperti yang disebutkan Ibn Hajar :
    " mereka itu menyalahi sunnah, karena kita diperintahkan untuk mengisolasi diri saat perkumpulan membahayakan meskipun itu untuk shalat, do
    a, umrah, haji dsb ”

    KETIKA WABAH MAKIN MENGGANAS
    โ–ถ๏ธKemudian mereka diperintahkan untuk mengisolasi diri di rumah masing-masing.
    ( Gubernur amr bin ash kala itu memerintahkan warga untuk berpencar ke gunungยฒ dan hutanยฒ untuk memutus penyebaran wabah)

    โ–ถ๏ธKenapa? Karena mereka memperhatikan secara teliti bahwa perkumpulan menyebabkan penyebaran, meskipun perkumpulan itu untuk shalat jama’ah & berdo’a bersama

    Ketika perkumpulan bisa menyebabkan tersebarkan wabah, maka ” meng-isolasi diri adalah cara menghalangi wabah.

    ๐Ÿ‘‰Hal itu disebutkan banyak kitab. Dan terakhir yang menulis setelah kejadian wabah ini sekitar 300 tahun adalah Syekh Abdul-Ghani an-Nabulsi rahimahullah dalam kitab “Luzum al-Buyut”.

    JADI… !!
    ingat..! Berdiam diri dirumah ketika wabah melanda adalah perintah Rosululloh
    Jangan sok sok-an merasa paling takut kpd Alloh,
    ikuti anjuran Nabi-mu dan
    JANGAN NGEYEL

    (abi sorban)

  • KARENA NU BUKAN PAHLAWAN KESIANGAN

    KARENA NU BUKAN PAHLAWAN KESIANGAN

    SORBANSANTRI.COM

    Jasa NU terhadap negeri ini tak dapat diabaikan. Mulai dari Islamisasi secara damai, memperjuangkan negeri ini dari penjajahan, turut memproklamasikan kemerdekaan hingga ikut dalam membangun bangsa. Tak salah jika NU adalah penyangga NKRI. Jika tidak ada NU maka sudah dapat dipastikan NKRI bubar. Tidak heran jika NU mati-matian membela NKRI apapun taruhannya.

    NU mengakui bahwa NKRI adalah negara kesepakatan. Diperjuangkan bukan hanya satu golongan dan didirikan bukan hanya satu kelompok agama melainkan penuh ragam kebhinekaan. Atas dasar itu, maka NU menerima Pancasila sebagai dasar negara dengan penuh suka cita. Pancasila adalah fitrah sekaligus rahmat bagi bangsa Indonesia. Tak boleh diingkari dan tak boleh dikhianati.

    Kesetiaan NU terhadap negeri ini bukan omong kosong dan sudah dibuktikan secara nyata, lahir dan batin. Banyak tokoh-tokoh NU baik yang tercatat bahkan lebih banyak yang tak tercatat dalam tinta sejarah sebagai pahlawan. Bagi NU, diabadikan atau tidak, tak menjadi persoalan karena keikhlasan tak membutuhkan tanda jasa dan gelar kehormatan.

    Yang menjadi persoalan dan menjadi musuh besar bagi NU adalah kelompok-kelompok yang mencoba merusak negeri ini. Kelompok-kelompok pendatang dan baru kenal Islam namun berupaya merusak kebhinekaan atas nama Islam. Kelompok-kelompok anti Pancasila yang menggunakan simbol-simbol agama untuk melakukan pemberontakan, pembodohan dan hinggga penyesatan.

    Kelompok inilah yang disebut sebagai pahlawan kesiangan. Mengaku sebagai pembela Islam, pembela rasulullah, pembela ulama, penegak syariah namun sikap dan karakternya tak mencerminkan sebagai pejuang Islam. Kehadirannya sedikitpun tak membawa rahmat melainkan sebagai penghujat, penebar kebohongan dan pembawa ideologi makar.

    Disebut pahlawan kesiangan karena seolah hanya kelompok mereka yang memperjuangkan Islam. Seolah hanya golongannya yang membela kepentingan Islam. Diluar golongannya, dianggap anti Islam, dituduh tak paham ajaran Islam. NKRI yang sudah lama tegak berdiri, mereka anggap belum syar’i, perlu diislamkan karena masih dalam kondisi kekafiran dan kemusyrikan.

    Pahlawan kesiangan itu bernama kaum khilafah. Pancasila bagi mereka adalah produk kafir-jahiliyah dan simbol thaghut-berhala yang wajib dibasmi. Maka sangat wajar dalam sepanjang sejarah NKRI, kaum khilafah terus berupaya merongrong kedaulatan negara untuk menancamkan ideologi khilafahnya. Mulai dari DI/TII, HTI hingga Khilafatul Muslimin.

    Bukan hanya tidak bermanfaat kehadiran mereka bagi negeri ini namun sangat membahayakan bagi masa depan bangsa. Virusnya kian tersebar dalam ruang kehidupan. Mulai dari institusi Polri, BUMN, Lembaga Pendidikan hingga PNS/ASN, walau tak semua, sudah terpapar ideologi radikal khilafah.

    Kaum khilafah adalah kaum yang buta sejarah tentang NKRI. Tidak paham bagaimana NKRI ini ditegakkan dengan susah payah oleh seluruh elemen bangsa tanpa membedakan identitas agama mereka. Pancasila adalah jalan tengah bagi persatuan bangsa. Apabila diusik dan diubah maka rusaklah persatuan bangsa ini.

    Apakah mereka tidak paham bahwa negara ini bukan negara agama melainkan negara yang penduduknya beragama. Adanya ideologi Pancasila sebagai bukti bahwa negara ini sudah sangat bersyariah dan tak perlu diubah. Jika diubah menjadi negara syariah belum menjadi jaminan akan lebih baik bahkan bisa bubrah.

    NU sebagai ormas moderat yang turut berkontribusi melahirkan NKRI tak pernah mempermasalahkan Pancasila karena Pancasila sebagai tuntunan bernegara yang tak bertentangan dengan syariat Islam bahkan lahir dari beberapa prinsip ajaran Islam. Dengan Pancasila, NU terus berupaya mensyar’ikan nusantara sesuai dengan konteks masyarakat nusantara yang heterogen. Jadi, bagi NU, untuk membentuk negara yang ideal sesuai ajaran Islam tak perlu menegakkan khilafah atau ideologi negara syariah.

    Bagi NU, menegakkan ajaran Islam dengan cara menghayati ajaran Islam setiap pemeluknya masing-masing sehingga ajarannya diamalkan dalam setiap perbuatan. Menegakkan ajaran rasulullah bagi NU tak perlu menerapkan negara daulah atau negara syariah karena rasulullah tak pernah mewajibkan umatnya untuk membentuk negara syariah melainkan kondisional sesuai dengan konteks dan kesepakatan masyarakatnya. Cukup meneladani akhlak rasulullah dengan menabar rahmat kepada seluruh manusia apapun agamanya. Justru dengan adanya Pancasila, masyarakat Indonesia telah mencontoh rasulullah dalam mendirikan negara Madinah yang terhimpun atas kemajemukan sebagaimana NKRI. Pancasila adalah perwujudan Piagam Madinahnya bangsa Indonesia.

    Jadi, hidup di NKRI tak perlu lagi menjadi pahlawan kesiangan yang berupaya memformat baru konsep negara yang sudah syar’i dan final. NU yang sudah jelas turut andil mendirikan NKRI tak pernah teriak-teriak khilafah dan ganti sistem tapi mengapa anak-anak yang baru lahir kemarin sore merasa lebih paham tentang ajaran Islam dan merasa lebih ahli dalam merumuskan negara. Aneh.

    Mudah saja hidup di NKRI. Jika memang ingin tetap hidup di NKRI maka terima saja semua sistem berbangsa dan bernegara yang sudah dibuat oleh pendiri bangsa ini. Tak perlu membuat rumusan sendiri yang tak laku dan tak disukai oleh rakyat Indonesia. Jika memang tetap kukuh ingin mendirikan negara khilafah yang auto masuk surga tanpa hisab maka silakan saja buat negara yang jauh dari NKRI. Gitu aja kok repot? Tapi anehnya, kaum khilafah tetap kerasan di NKRI dan beranak pinak, padalah kata mereka negara ini adalah thaghut. Ajib! (Suryono Zakka)

    Credit: Hubbul Wathon Minal Iman

  • Saya Tidak Mau Menggunakan Duitnya NU

    Saya Tidak Mau Menggunakan Duitnya NU

    SORBANSANTRI.COM

    Suatu hari PBNU mengadakan sebuah acara di Surabaya, mengundang duta-duta besar negara sahabat, dan pelayanan-nya pun VVIP. Lebih-lebih KH. Sahal Mahfudz, sebagai Ra’is Amm PBNU, tentu bisa mendapatkan pelayanan yang lebih.

    Di Kota Pahlawan ini, Mbah Sahal -sapaan mulianya, selama dua hari bermalam di sebuah hotel berbintang. Tapi, ketika panitia acara ingin membayar kamar hotel yang ditempati Kyai Sahal, beliau bilang: “Ndak usah, aku jek duwe duet dewe,” (Tidak, saya masih punya uang sendiri), sambil berjalan ke kasir. Panitia pun masih merayu Kyai sahal agar mau dibayari oleh panitia. Mbah Kyai Sahal tetap bilang “Ndak usah” sambil beliau mengeluarkan uang dari tasnya. Setelah itu panitia masih berkata: “Mana bon-nya yai, biar kami ganti.” Mbah Sahal dawuh: “Ndak usah, aku moh nganggo duite NU. Aku gowo duetku dewe ae. Nek NU iku urip-urip NU, ojo sepisan-pisan golek urip nok NU.” (Tidak, saya tidak mau menggunakan duitnya NU. Saya pakai uang saya sendiri saja. Di NU itu harus menghidupi NU, jangan sekali-kali mencari hidup di NU).

    Sifat Mbah Kyai Sahal patut kita contoh. Beliau benar-benar tulus, ikhlas mengabdi untuk NU. Padahal sekelas Ra’is Amm seperti mbah sahal tentu mudah sekali bagi beliau untuk mendapat fasilitas dari NU. Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT. Al-Fatihah

  • Dia lah yg mengharumkan nama bangsa di kancah dunia yg tidak di ekspos media

    Dia lah yg mengharumkan nama bangsa di kancah dunia yg tidak di ekspos media

    cyberaswaja.online- Kenal Musa kan? Ada yg blm…?
    Iya.. Bocah dari Bangka yg berhasil meraih Juara 1 Hafidz Indonesia 2014 dan tanggal 14 april kemarin baru saja berhasil meraih juara 3 Musabaqah Hifzil Qur’an di Mesir, mengalahkan 80 peserta dari 60 Negara, Masya Allah banget kan..?

    Yah.. Namanya Musa bin Abu Hanafi., Seorang Hafidz Cilik, usianya masih 7 thn., bicaranya masih cadel, tp jangan tanya prestasinya…

    Sudah hafal Qur’an saat usianya blm genap 6 thn, dan sekarang Musa sudah hafal ‘Umdatul Ahkam, Arbain Nawawi, Arbain hadits Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat, dan telah selesai Durusul Lughoh (Nah loh.. saya aja baru tau nama2 itu sekarang, malu banget ya Allah), Juara 1 hafidz Indonesia 2014, berhasil mencatatkan namanya pada rekor MURI sebagai hafidz termuda, bahkan bukan saja terbaik seIndonesia.. tapi juga terbaik seDunia dalam kompetisi penghapal Quran, dan in syaa Allah terbaik juga di akhirat nantinya.

    Yah.. berita kemenangan nya yg mengharumkan nama bangsa kurang terekspos di media.. entahlah.. mungkin Standar definisi “Bangga” dan “Mengharumkan Nama Bangsa” kita masih belum jelas. Mungkin menurut mereka, baru layak disebut “Mengharumkan Nama Bangsa” jika memenangi kontes putri2an yg mengumbar aurat itu., sehingga mereka berlomba ramai2 memberitakan,
    atau “Mengharumkan Nama Bangsa” karena berhasil menangkap “terduga teroris”..aaah.. sudahlah.. anggap saja mereka lagi butuh aqua xixi..๐Ÿ˜ฌ

    Meskipun begitu..
    Kami bangga padamu nak..
    Jika media2 mainstream itu tak ingin memberitakanmu..
    Biarkan kami saja yang menshare berita tentangmu dan mengabarkannya pada Indonesia!!

    Karena media2 ini tampaknya lebih tertarik sama berita politik yg penuh permainan dan acting, aksi tipu2 atau berita gosip artis2 yg tidak bermutu..

    biarlah kami yg memberitakanmu ditengah sesaknya berita2 sampah itu..

    Itulah dia Musa..
    Seorang putra terbaik bangsa Indonesia..

    Musa tak butuh trilyunan rupiah jika sekedar untuk mengharumkan nama bangsa..

    Ia pun tidak perlu bersurat ke Dubes atau KBRI agar difasilitasi selama diluar negeri, meskipun membawa nama bangsa.

    Ia juga tak perlu mengemis sponsor untuk sekedar mengharumkan nama bangsa, apalagi harus merepotkan negara ratusan milyar dan menodong kementrian agar pegawainya dipotong gajinya.. untuk sekedar mengharumkan nama bangsa..

    Iya., Kami tahu, kamu tidak butuh itu semua nak untuk sekedar membuatmu terkenal di dunia, karena terkenal pada penduduk langit lebih mulia

    Ahh.. Musa kamu lagi2 membuat kami bangga nak.. bukan saja membuat bangga orang tuamu, tapi juga membuat bangga umat islam, dan terlebih bangsa ini yg kau wakili.

    Tetesan airmata kagum dan haru, bkn saja dari penonton, dan peserta tp jg syeikh2 penguji kelas dunia yg menjadi juri diajang itu..

    Mereka berlomba berfoto dan mencium kepalamu.. sebagai tanda takzim, bahkan Presiden Mesir akan memberi penghargaan khusus buatmu sayang..

    Teruslah berkarya dan berprestasi nak, kami b’harap padamu, harapan didunia dan akhirat sebagai barisan penjaga Qur’an dan penjaga kalam Allah, Semoga Allah selalu menjaga dan merahmatimu nak

    (abi sorban)

  • TABARUKAN KITAB SAYID MUHAMMAD MALIKI

    TABARUKAN KITAB SAYID MUHAMMAD MALIKI

    SORBANSANTRI.COM

    Anda akan berubah banyak hal disebabkan teman yang mendampingi dan buku yang dibaca setiap hari. Begitu pepatah mengatakan.

    Tabarukan kitab
    karya Sayyid Muhammad bin Abbas bin Alwi Almaliki yang telah di Tahqiq oleh putranya Doktor Sayid Ahmad bin Muhammad bin Abbas AlMaliki. Keduanya merupakan Ulama besar pada zamannya dan menjadi rujukan ulama ahlussunah wal jamaah dunia.
    Beliau bermukim di Rushoifah Makkatul Mukarromah. Dan banyak pula tersebar alumninya yang alim allamah di negeri kita tercinta indonesia.
    Beliau wafat hari Jumat 15 Ramadhan 1425 H bertepatan dengan tanggal 29 Oktober 2004 M dan dimakamkan di pemakaman al-Maโ€™la di samping Sayyidah Khadijah al-Kubro.

    Al-โ€˜Allamah al-Muhaddits Prof. Dr. as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani meninggalkan karya tulis yang sangat banyak. yang sudah terbit ada kisaran 77 judul dan dicetak oleh Darul Minhaj.
    Penulis niat bertabaruk karya-karya Sayid Muhammad dengan harapan mendapatkan keberkahan dalam setiap langkah hidupnya. Dan tentunya tulisan para Ulama’ berbeda dengan tulisan orang biasa dalam segi nur dan keberkahannya.
    Adapun dalam hal harga, harga kitab tidak semahal handphone keluaran terbaru.

    Tentang membeli kitab Teringat sebuah Maqolah dari Syekh Ali Jum’ah
    ุดุฑุงุก ุงู„ูƒุชุจ ูŠุนูˆุฏ ุจุนุดุฑ ุงู…ุซุงู„ู‡ ุฑุฒู‚ุง
    Membeli kitab menyebabkan rezeki kembali sepuluh kali lipat

    Maqolah dari Habib Salim As-Syatiri
    Membeli kitab dapat memudahkan datangnya rezeki.
    โ€Žุดูุฑุงุก ุงู„ูƒูุชุจ ู…ุน ุงู„ู†ู‘ููŠุฉ ุงู„ุญุณู†ุฉ ู…ูู† ุฃุณุจุงุจ ุณูุนู‘ูŽุฉ ุงู„ุฑู‘ูุฒูู‚ ูˆูŠููˆุฑูุซ ุตุงุญุจู‡ ุงู„ุบู†ู‰. ูƒุงู† ุงู„ุฃุณุชุงุฐ ู…ุญู…ุฏ ุงู„ุฎุงู†ุฌูŠ ุตุงุญุจ ู…ูƒุชุจุฉ ุงู„ุฎุงู†ุฌูŠ ุดุบูˆูุง ุจุชุญุตูŠู„ ุงู„ูƒุชุจ ูˆุดุฑุงุฆู‡ุง.. ูˆูƒุงู† ุนู†ุฏู‡ ุดู‚ุชุงู† ู…ู„ุฃู‡ู…ุง ุจุงู„ูƒุชุจ. ูˆูƒุงู† ูŠู‚ูˆู„: “ุดุฑุงุก ุงู„ูƒุชุจ ูŠุนูˆุฏ ุนู„ู‰ ุตุงุญุจู‡ ุจุนุดุฑุฉ ุฃุถุนุงู ุงู„ุซู…ู† ู…ุฌุฑุจ ู‚ู„ุช: ูˆู‡ูˆ ูƒุฐู„ูƒ ู…ุฌุฑุจ
    Membeli kitab dengan niat yang baik merupakan sebab akan luasnya rizqi dan menyebabkan kekayaan bagi pemiliknya.
    Ustadz Muhammad al-Khaniji, pemilik penerbit Maktabah al-Khaniji sangat gemar mengoleksi dan membeli kitab. Ia punya dua rumah yang penuh dengan kitab. Ia sering berkata, membeli kitab akan mendatangkan uang berlipat-lipat daripada harga yang dibeli. Ini mujarab. Aku berkata, ini mujarab, alias terbukti.
    โ€Žุดุฑุงุก ุงู„ูƒุชุจ ูŠูˆุฑุซ ุงู„ุบู†ู‰.
    โ€ŽMembeli buku akan menjadi investasi kekayaan.

    ุงุฐุง ูƒุงู† ุนู†ุฏูƒ ู…ุงู„ ูˆุงุฑุฏุช ุงู† ุชุณุชุฑูŠ ุจู‡ ุซูˆุจุง ูุงุดุชุฑ ุจู‡ ูƒุชุงุจุง ูŠุฃุชูŠูƒ ุซูˆุจ
    Jika kamu memiliki uang lalu berkeinginan membeli pakaian, maka alihkanlah untuk membeli buku, kelak pakaian yang kamu inginkan akan datang. Syaikh Abdullah Izzuddin, Kairo.
    Raden Asnawi kudus
    Belilah kitab walau harganya mahal. Uang yang untuk membeli tidak akan hilang, sebab dengan kitab semua kebodohan hilang.

    Beberapa Kutipan dawuh Sayid Muhammad al-Maliki al-Hasani.
    ุฃู†ุง ู…ุง ุฒู„ุช ุทุงู„ุจุงู‹ ( ุจุถู…ูŠุฑ ุงู„ุชูƒู„ู…
    Selamanya aku tetap sebagai santri

    ู…ุง ุฒู„ุช ุทุงู„ูุจุงู‹ ( ุจุถู…ูŠุฑ ุงู„ุญุทุงุจ
    Selamanya engkau tetap sebagai santri

    ู„ุง ุฒู„ุช ุฅู„ู‰ ุงู„ุขู†ูŽ ุฃูŽุจุญูŽุซ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ูŠูุนูŽู„ูู…ูู†ูŠ
    Hingga sekarang, aku tetap mencari orang yang mau mengajariku ilmu agama.

    ู‚ุฏูˆุฉ ููŠ ุงู„ุนู„ู… ูˆููŠ ุงู„ุงุฏุจ ู…ุน ุงู„ุฑุณูˆู„ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ุงู„ุงู…ุงู… ู…ุงู„ูƒ ุงุจู† ุงู†ุณ

    Teladanku dalam berilmu dan beradab kepada Rasulullah saw adalah Imam Malik bin Anas.

    ู‚ุฏูˆุฉ ููŠ ุงู„ุฒูŠ ูˆุงู„ู…ุธู‡ุฑ ูˆุงู„ู‡ูŠุฆุฉ ุงู„ุงู…ุงู… ู…ุงู„ูƒ ูˆุงู„ุงู…ุงู… ุงุจูˆ ุงู„ุญุณู† ุงู„ุดุงุฐู„ูŠ

    Teladanku dalam berpakaian dan berpenampilan adalah imam Malik dan Imam Abul Hasan As Syadzili

    ู„ูŠุณ ู‚ุตุฏูŠ ู…ู† ุงู„ุชุฌู…ู„ ูˆุงู„ุชุฒูŠู† ุณูˆู‰ ุงุญุชุฑุงู… ุงู„ุนู„ู…

    Tujuanku berpenampilan bagus dan rapi tiada lain kecuali untuk menghormat ilmu.

    ุงุณุชุญูŠ ู…ู† ุงู„ู„ู‡ ุงู† ูŠุฎุฑุฌ ุถูŠููŠ ู…ู† ุนู†ุฏูŠ ุจู„ุง ุดูŠุฆ ููŠ ูŠุฏู‡ ุจู„ุงุทุนุงู…
    Aku merasa malu kepada Allah swt juka tamuku keluar dari rumahku tanpa membawa apa-apa ditangannya/ tanpa mencicipi makanan

    ู„ุณุช ุจูƒุซูŠุฑ ุงู„ุตูŠุงู… ูˆุงู„ู‚ูŠุงู… ูˆู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุงู† ูˆุนุณู‰ ุงู„ู„ู‡ ูŠุชู‚ุจู„ ู…ู†ูŠ ุจุณู„ุงู…ุฉ ุงู„ุตุฏุฑ
    Aku tidak banyak melakukan puasa sholat atau membaca al Qur’an. (Aku harap) semoga Allah swt menerimaku dengan selamatnya hati.

    ู„ูŠุณ ุนู†ุฏูŠ ูƒุซูŠุฑ ุงู„ุนู…ู„ ูˆุงู„ุนุจุงุฏุฉ ูˆู„ุนู„ ุงู„ู„ู‡ ูŠุชู‚ุจู„ ู…ู†ูŠ ุจุฎุฏู…ุฉ ุงู„ู†ุงุณ
    Aku tidak mempunyai banyak amalan dan ibadah. (Aku berharap) semoga Allah swt menerimaku berkat membantu orang lain.

    ู„ุงุชุฎู„ูˆ ุดู†ุทุชูŠ ู…ู† ุฏูุชุฑ ูˆู‚ู„ู… ูˆู…ุณูˆุงูƒ
    Tasku tidak pernah kosong dari buku kecil, bulpen dan siwak.

    ู„ุงุชูุงุฑู‚ ุงู„ู…ุณุจุญุฉ (ุงู„ุณุจุญุฉ) ุฌูŠุจูŠ ุงูˆุดู†ุทุชูŠ
    Tasbih tidak pernah lepas dari saku baju atau taski.

    ุฃุญูŽุงูˆู„ ุฃู† ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูŽุนูŠ ุฏุงุฆู…ุงู‹ ูƒุชุงุจ ุฃูˆ ูƒูุชูŠุช ููŠ ุฃุณูุงุฑูŠ , ุชูŽู‚ู„ููŠุฏู‹ุง ุจุณูŽูŠู’ุฏููŠ ุงู„ู’ูˆูŽู„ููŠุฏู ( ุงู„ุณูŠุฏ ุนูŽู„ูŽูˆูŠ )
    Dalam perjalananku, aku selalu berusaha untuk membawa kitab demi mengikuti jejak ayahandaku.

    ู„ุงุชุบู„ุจ ุงู„ุชุฌุงุฑุฉ ุงู„ุนู„ู…
    Jangan sampai bisnis mengalahkan ilmu.

    ุงู„ุนู„ุงู…ุฉ ุงู„ุฑุงุจุทุฉ ุจูŠู† ุงู„ุดูŠุฎ ูˆุชู„ู…ูŠุฐู‡ ู†ุดุฑ ุนู„ูˆู…ู‡ ูˆุงู„ุณูŠุฑ ุนู„ู‰ ู…ู†ู‡ุฌู‡
    Ikatan yang memperkuat hubungan antara guru dan murid adalah menyebarkan ilmunya dan mengikuti jalannya.

    ู‚ู„ูŠู„ ู…ุน ุงู„ุงุณุชู…ุฑุงุฑ ุฎูŠุฑ ู…ู† ูƒุซูŠุฑ ูŠุชุฎู„ู„ู‡ ุงู„ุงู†ู‚ุทุงุน
    Sedikit yang disertai keberlanjutan itu lebih baik daripada banyak yang diikiti keterputusan.

    ุงู‡ู„ ุฌุงูˆุฉ ุงู‡ู„ ุงู„ุงุฏุจ ูˆุงู„ูƒุฑุงู…
    Masyarakat jawa adalah masyarakat yang berakhlak baik dan pemurah.

    Dan masih banyak lagi dawuh-dawuh beliau yang menyejukkan dan menentramkan hati.
    Selengkapnya bisa dilihat dalam kitab:
    ุงุณุชุฎุฑุงุฌ ุงู„ู„ุขู„ูŠ ูˆุงู„ุงู„ู…ุงุณ ู…ู† ุจุญุฑ ุตุงุญุจ ุงู„ู…ุนุงู„ูŠ ุงุจูˆูŠ ุงุจู† ุนุจุงุณ

    Semoga kecintaaan kita kepada para Habaib dan Ulama’ menjadikan hidup kita semakin terarah dan penuh berkah.

    Salam Takdzim
    Zainuddin Bad
    Pondok Pesantren An Nur 2 Al Murtadlo Bululawang Malang.

  • Setelah baca Al Qur’an Shadaqallahul Adzim Bidโ€™ah?

    Setelah baca Al Qur’an Shadaqallahul Adzim Bidโ€™ah?

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Bisa gak sih sebulan saja Salafi ini tidak berulah di bulan Ramadhan ini? Saya tidak mau mengotori bulan suci ini dengan perdebatan. Tapi rupanya mereka tidak membedakan mana bulan suci dan tidak. Kalau pun terpaksa saya ‘meladeni’ menjawab tuduhan Bid’ah mereka maka saya lakukan malam hari.

    Bacaan “shadaqallah al-A’dzim” ini dinilai bidah oleh Syekh Bin Baz dan Syekh Utsaimin. Namun Syaikh Athiyah Shaqr, Mufti al-Azhar mengeluarkan Fatwa terkait amaliah membaca Shadaqallahul Adzim saat selesai membaca al-Quran (Fatawa al-Azhar, 8/86):

    ูˆุฐูƒุฑ ุงู„ู‚ุฑุทุจู‰ ููŠ ู…ู‚ุฏู…ุฉ ุชูุณูŠุฑู‡ ุฃู† ุงู„ุญูƒูŠู… ุงู„ุชุฑู…ุฐู‰ ุชุญุฏุซ ุนู† ุขุฏุงุจ ุชู„ุงูˆุฉ ุงู„ู‚ุฑุงูŽู† ุงู„ูƒุฑูŠู… ูˆุฌุนู„ ู…ู†ู‡ุง ุฃู† ูŠู‚ูˆู„ ุนู†ุฏ ุงู„ุงู†ุชู‡ุงุก ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุงุกุฉ : ุตุฏู‚ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุธูŠู… ุฃูˆ ุฃูŠุฉ ุนุจุงุฑุฉ ุชุคุฏู‰ ู‡ุฐุง ุงู„ู…ุนู†ู‰ . ูˆู†ุต ุนุจุงุฑุชู‡ “ุฌ 1 ุต 27 ” : ูˆู…ู† ุญุฑู…ุชู‡ ุฅุฐุง ุงู†ุชู‡ุช ู‚ุฑุงุกุชู‡ ุฃู† ูŠุตุฏู‚ ุฑุจู‡ ุŒ ูˆูŠุดู‡ุฏ ุจุงู„ุจู„ุงุบ ู„ุฑุณูˆู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…

    Al-Qurthubi menyebutkan di Mukaddimah Tafsirnya bahwa Hakim al-Tirmidzi menyampaikan tatakrama dalam membaca al-Quran diantaranya adalah โ€œMaha benar Allahโ€, atau redaksi lain yang semakna. Ia menjelaskan (1/27) bahwa diantara bentuk memuliakan al-Quran jika selesai membacanya adalah menyatakan Allah maha benar dan memberi kesaksian bahwa Rasulullah telah menyampaikan wahyu

    ูˆุฌุงุก ูู‰ ูู‚ู‡ ุงู„ู…ุฐุงู‡ุจ ุงู„ุฃุฑุจุนุฉ ุŒ ู†ุดุฑ ุฃูˆู‚ุงู ู…ุตุฑุŒ ุฃู† ุงู„ุญู†ููŠุฉ ู‚ุงู„ูˆุง : ู„ูˆ ุชูƒู„ู‘ูŽู… ุงู„ู…ุตู„ู‰ ุจุชุณุจูŠุญ ู…ุซู„ . ุตุฏู‚ ุงู„ู„ู‘ู‡ ุงู„ุนุธูŠู… ุนู†ุฏ ูุฑุงุบ ุงู„ู‚ุงุฑุฆ ู…ู† ุงู„ู‚ุฑุงุกุฉ ู„ุง ุชุจุทู„ ุตู„ุงุชู‡ ุฅุฐุง ู‚ุตุฏ ู…ุฌุฑุฏ ุงู„ุซู†ุงุก ูˆุงู„ุฐูƒุฑ ุฃูˆ ุงู„ุชู„ุงูˆุฉ ุŒ ูˆุฃู† ุงู„ุดุงูุนูŠุฉ ู‚ุงู„ูˆุง : ู„ุง ุชุจุทู„ ู…ุทู„ู‚ุง ุจู‡ุฐุง ุงู„ู‚ูˆู„

    Dijelaskan dalam Fikih 4 Madzhab bahwa Ulama Hanafiyah berkata: โ€œJika orang yang salat membaca Tasbih, misalnya โ€˜Allah maha benarโ€™ setelah imamnya selesai membaca al-Quran, maka tidak batal jika bertujuan memuji Allah, berdzikir atau membaca al-Quranโ€. Ulama Syafiiyah berkata: โ€œTidak batal mengucapkan kalimat โ€˜Allah maha benarโ€™ secara mutlakโ€

    ููƒูŠู ูŠุฌุฑุค ุฃุญุฏ ูู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃูŠุงู… ุนู„ู‰ ุฃู† ูŠู‚ูˆู„ : ุฅู† ู‚ูˆู„ : ุตุฏู‚ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุธูŠู… ุŒ ุจุนุฏ ุงู„ุงู†ุชู‡ุงุก ู…ู† ู‚ุฑุงุกุฉ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุจุฏุนุฉุŸ ุฃูƒุฑุฑ ุงู„ุชุญุฐูŠุฑ ู…ู† ุงู„ุชุนุฌู„ ูู‰ ุฅุตุฏุงุฑ ุฃุญูƒุงู… ูู‚ู‡ูŠุฉ ู‚ุจู„ ุงู„ุชุฃูƒุฏ ู…ู† ุตุญุชู‡ุง ุŒ ูˆุงู„ู„ู‡ ุณุจุญุงู†ู‡ ูˆุชุนุงู„ู‰ ูŠู‚ูˆู„ :{ูˆู„ุง ุชู‚ูˆู„ูˆุง ู„ู…ุง ุชุตู ุฃู„ุณู†ุชูƒู… ุงู„ูƒุฐุจ ู‡ุฐุง ุญู„ุงู„ ูˆู‡ุฐุง ุญุฑุงู… ู„ุชูุชุฑูˆุง ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ูƒุฐุจ ุฅู† ุงู„ุฐูŠู† ูŠูุชุฑูˆู† ุนู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ูƒุฐุจ ู„ุง ูŠูู„ุญูˆู† } ุงู„ู†ุฎู„ : 116

    Maka bagaimana mungkin hari ini ada yang mengatakan bahwa mengucapkan โ€˜Allah maha benarโ€™ setelah membaca al-Quran adalah bidah? Saya (Syaikh Athiyah) ulang-ulang mengingatkan supaya tidak tergesa-gesa dalam mengeluarkan hukum fikih sebelum memperkuat kesahihannya. Allah berfirman: โ€œDan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta “Ini halal dan ini haram”, untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.โ€ (al-Nahl: 116) (abi-sorban)

  • Peduli Warga Terdampak Covid19, Ranting NU Padusan Bagi Sembako

    Peduli Warga Terdampak Covid19, Ranting NU Padusan Bagi Sembako

    SORBANSANTRI.COM
    Pengurus Ranting NU Padusan salurkan paket sembako untuk warga

    Mojokerto, Graha NU Pacet –ย Terdampaknya kesejahteraan warga di tengah merebaknya dampak covid19, membuat pengurus ranting NU desa Padusan Pacetย  ikut peduli dengan membagikan paket sembako, Rabu 6 Mei 2020 tadi pagi.

    Sebanyak 64 paket sembako didistribusikan kepada warga desa Padusan yang ikut merasakan dampak merebaknya virus corona. Padusan merupakan kawasan wisata yang sejak akhir maret lalu telah ditutup kegiatan wisatanya. Secara otomatis para pedagang maupun pelaku usaha lainnya tidak bisa lagi operasi di sana. Padahal itu adalah ladang usaha yang selama ini menjadi tumpuan hidup.

    Bagi pedagang kecil di warung warung, kaki lima, juru parkir, jasa cuci mobil dan lain lain situasi ini sangat merugikan. Mereka harus bekerja keras memeras otak agar tetap punya penghasilan demi kelangsungan hidup keluarganya.

    Apalagi di bulan suci Ramadhan ini, kebutuhan keluarga semakin besar. Sementara usaha perdagangan di kawasan wisata Padusan belum ada tanda tanda dibuka kembali.

    Situasi inilah yang menggerakkan pengurus ranting NU desa Padusan didukung Muslimat, Fatayat dan Ansor tergerak membantu dengan membagikan paket sembako 5 kg beras, 2 kg gula, 2 liter minyak dan mie instan.

    Paket sembako tersebut dananya diambilkan dari donasi warga setempat melalui kotak infaq NU dan infaq para aghniya’.

    Sujono, selaku ketua ranting NU Padusan berharap, dengan usaha ini bisa sedikit meringankan beban warga terdampak covid19, menumbuhkan kecintaan kepada NU dan menguatnya rasa kepedulian masyarakat agar menghadapi musibah ini dengan kebersamaan.

    Sementara itu ketua MWNU Pacet, H M Yusuf ketika dikonfirmasi secara terpisah mengatakan, agar gebrakan ranting NU Padusan ini dapat berlanjut dan dapat ditiru oleh ranting ranting yang lain. (Agus sekr)

  • Tim NU Peduli Covid-19 Pacet Bagikan Paket Sembako.

    Tim NU Peduli Covid-19 Pacet Bagikan Paket Sembako.

    SORBANSANTRI.COM
    Pembagian paket sembako oleh Tim NU Peduli Covid-19

    Cyberaswaja.onlineย โ€“ Posko NU Peduli Covid-19 Pacet bentukan dari MWCNU ini menyalurkan ratusan paket sembako dan masker bagi warga juga pembagian hand sanitizer untuk Masjid dan Musholla se-Kecamatan Pacet, Rabu (06/05/2020). Pembagian sembako tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

    Perwakilan Tim NU Peduli Covid-19 menjelaskan,ย  โ€œPembagian paket sembako gelombang pertama ini berdasarkan data yang dihimpun oleh masing-masing pengurus Ranting NU, dan yang akan membagikan juga Pengurus Ranting itu sendiri, karena kami melaksanakan anjuran pemerintah untuk menghindari kerumunan,โ€ jelasnya.

    โ€œKami mengajak kepada semua, agar saling tolong menolong dan bisa saling berbagi, saat ini banyak saudara kita yang sedang mengalami kesusahan, maka wajib kita bantu,โ€ tuturnya.
    Selain sebagai bentuk kepedulian, kegiatan tersebut merupakan bentuk sedekah. โ€œKarena sedekah merupakan sebagai tolak bala dan merupakan syarat ikhtiar kepada Allah SWT agar wabah ini pergi jauh, โ€ pungkasnya.

    SORBANSANTRI.COM
    Pembagian masker dan sanitizer oleh Tim NU Peduli Covid-19

    Hasil survei lapangan Tim Cyberasawaja.online, kegiatan posko tersebut tidak hanya membagikan paket sembako saja, sudah empat kali membagikan masker kepada warga, pedagang pasar, pedagang kaki lima serta pengendara motor yang tidak memakai masker. Perlu anda ketahui Posko NU Peduli Covid-19 ini tidak ada sepinya, setiap hari dijaga oleh Banom dan Lembaga NU. (M.Ha)

  • Amankan Berkas dan Data, Ranting NU Pacet Membeli Almari Inventaris

    Amankan Berkas dan Data, Ranting NU Pacet Membeli Almari Inventaris

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, Graha NU Pacet.ย Langka menarik dilakukan oleh MWCNU Pacet. Dalam rangka mengamankan berkas dan inventaris ranting NU, MWCNU Pacet menghimbau kepada ketua ranting NU se kecamatan Pacet yang sudah menerima dana subsidi operasional dari PCNU Mojokerto agar dirupakan almari khusus sebagai tempat aman menyimpan berkas Ranting NU.

    Hal ini disampaikan oleh ketua MWCNU Pacet, H M Yusuf dalam sambutannya ketika menyerahkan dana subsidi dari PCNU Kab Mojokerto kepada 20 ranting NU di Graha NU Pacet (2/5/2020).

    “Ini merupakan usulan dari bpk Agus Santoso selaku sekretaris MWCNU Pacet yang prihatin melihat ketua Ranting yang sering lupa menyimpan SK, surat surat, bendera NU, stempel dan lain lain. Kadang malah hilang. Akhirnya pak Agus mengusulkan agar dana subsidi operasional dari PCNU tahun ini dirupakan almari saja”, cerita ketua MWCNU Pacet dua periode tersebut.

    Hal semacam ini patut direspon secara positif karena semua ranting NU di kecamatan Pacet belum mempunyai kantor resmi. “Minimal mereka mempunyai almari khusus untuk menyimpan berkas, atk, dan inventaris ranting, tidak di almari pribadi sehingga mudah untuk mencarinya”. Terang sekretaris MWCNU Pacet ketika dikonfirmasi.

    Meskipun demikian, MWCNU Pacet tidak memaksa apabila ada ketua ranting yang belum berkenan membeli almari untuk berkas ranting tersebut. “Ini sifatnya himbauan, karena dana yang diterima ranting dari PCNU sepenuhnya menjadi hak dan wewenang ranting untuk menggunakannya sesuai kebutuhan ranting, bukan wewenang MWC”, tegasnya beralasan.

    Sementara itu sesuai kesepakatan para ketua ranting NU, dana 1 juta dari PCNU tiap ranting langsung diambil 100 ribu rupiah untuk diinfaqkan ke Posko MWCNU Pacet peduli covid19. Dengan demikian total dana yang disumbangkan sebesar 2 juta rupiah dari 20 desa/ranting.

    Rencananya infaq yang sudah terkumpul di Posko NU peduli covid19 Pacet akan disalurkan ke masyarakat miskin terdampak covid19 pada tanggal 6 Mei 2020. (Agus sekr)