Mojokerto, Graha NU Pacet. Pagi ini (Rabu 6 Mei 2020) bertepatan dengan tanggal 13 Ramadlan 1441 H, sejumlah masjid dan musholla di wilayah kecamatan Pacet melakukan ikrar waqaf. Menariknya, ikrar waqaf tersebut menggunakan nadzir MWCNU Pacet. Tepatnya di desa Tanjungkenongo kecamatan Pacet.
Ini merupakan langkah positif yang diambil oleh ketua ranting dan waqif yang dengan kesadarannya memercayakan nadzir waqaf kepada MWCNU Pacet demi untuk menyelamatkan aset warga NU dan kelangsungan peribadatan yang sesuai dengan aswaja an nahdliyah.
Ketika dikonfirmasi, H M Yusuf yang didampingi oleh KH Suyadi (Katib), Agus Santoso (Sekretaris) dan H Santoso (Bendahara) mengatakan bahwa ini merupakan keberhasilan dan kemajuan warga nahdliyin kecamatan Pacet. Setelah diadakan sosialisasi secara kontinyu ke ranting ranting, sedikit demi sedikit mulai banyak masjid dan musholla yang waqafnya beralih dari nadzir perseorangan ke nadzir NU.
Tak tanggung tanggung, pagi ini ada 2 masjid dan 8 musholla yang ikrar waqaf dengan nadzir MWCNU Pacet. Semuanya ada di wilayah desa Tanjungkenongo. Dipimpin oleh kepala KUA Pacet, Abdul Kholiq, Ikrar waqaf itu dilaksanakan di Balai Desa Tanjungkenongo. Dalam sambutannya, kepala Desa Tanjungkenongo, Ahmad Hariadi sangat mendukung kegiatan ini baik untuk kepentingan NU maupun masyarakatnya.
Kesepuluh masjid dan musholla tersebut adalah : Musholla al Amin Glinsem, masjid Darussalam Balongkenongo, musholla Darussalam Sumberglagah, musholla Almustakim Sumberglagah, musholla Al istiqomah Balongkenongo, musholla Al Ikhlas Balongkenongo, musholla Ar Rohman 1 dan 2 Tanjunganom, musholla Darul Mukmin Balongkenongo, dan masjid Nurus Shobah Tanjungsari.
Ketua ranting NU desa Tanjungkenongo, M. Sulton Maarif mewakili waqif dan warga NU sangat berterima kasih atas kesediaan MWCNU Pacet menjadi nadzir waqaf demi lestarinya kegiatan dan aset masjid/musholla di desanya. Apalagi setiap ikrar waqaf selesai dibaca, didoakan oleh KH Suyadi Tamsir selaku katib syuriah MWCNU Pacet.
Dengan demikian, di kecamatan Pacet total masjid/musholla/TPQ yang waqafnya menggunakan nadzir NU berjumlah 15 lembaga. (Agus sekr)
cyberaswaja.online- Dionisius Prasetyo atau lebih dikenal dengan nama panggung Didi Kempot adalah seorang penyanyi dan pencipta lagu campursari dan congdut dari Surakarta. Didi Kempot merupakan putra dari seniman tradisional terkenal, Ranto Edi Gudel. Didi Kempot merupakan adik kandung dari Mamiek Prakoso, pelawak senior Srimulat.
Alhamdulillah, PBNU Telah melakukan serah terima dana donasi Covid-19 dari Kang Didi Kempot dan rekan-rekan Sobat Ambyar melalui Rumah Amal Didi Kempot sebesar Rp. 2.092.500.000 (2 milyar 92 juta 500 ribu).
Selanjutnya, dana donasi tersebut akan disalurkan oleh tim PBNU kepada masyarakat yang berhak sesuai aturan yang berlaku untuk membantu penanggulangan Covid-19 di Indonesia.
Saya ucapkan terima kasih setinggi-tingginya kepada Kang Didi Kempot, tim dan para donatur. Semoga dana donasi tersebut bisa menjadi amal yang berkah dan bermanfaat bagi Kang Didi Kempot, rekan-rekan Sobat Ambyar dan khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan.MAS DIDI KEMPOT semoga khusnul khotimah…. Aamiin. (abi surban)
cyberaswaja.online – Nahdlatul Ulama (NU) adalah organisasi yang didirikan para kyai-kyai yang berpengaruh, KH. Hasyim Asy’ari merupakan simbol ulama besar yang berpengaruh. Tujuan didirikannya Nahdlatul Ulama diantaranya adalah memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah yang menganut madzhab empat, yakni : Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali. Disamping itu juga bagaimana bisa menyatukan antara ulama dan [para pengikutnya-pengikutnya serta melakukan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk menciptakan kemaslahan masyaraka, kemajuan bangsa dan ketingian harkat dan martabat manusia.
Islam Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah adalah ajaran yang disampaikan Nabi Muhammad SAW kepada sahabat-sahabat-Nya dan beliau amalkan serta diamalkan para sahabat, paham Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah dalam Nahdlatul Ulama mencakup aspek aqidah, syariah dan akhlak. Ketiganya, merupakan satu kesatuan ajaran yang mencakup seluruh aspek prinsip keagamaan Islam. Ahlus Sunnah Wa al-Jama’ah didasarkan pada manhaj (pola pemikiran) Asy’ariyah dan Maturidiyah dalam bidang aqidah, dalam bidang fiqih menganut empat madzhab besar (Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali) dalam bidang tasawuf menganut manhaj Imam al-Ghazali dan Imam Abu al-Qasim al-Junaidi al-Bagdadi, serta imam lainnya yang sejalan dengan syari’ah Islam.
Ciri utama Aswaja NU adalah sikap tawassuth dan i’tidal (tengah-tengah atau keseimbangan). Yakni selalu seimbang dalam menggunakan dalail, antara dalil naqli dan dalil aqli, antara pendapat jabariyah dan qodariyah, sikap moderat dalam menghadapi perubahan dunyawiyah. Dalam masalah fiqih sikap pertengahan antara ”ijtihad” dan taqlid buta, yaitu dengan cara bermadzhab, ciri suikap ini adalah tegas dalam hal-hal yang qathi’iyyat dan toreran dalam hal-hal zhanniyyat.
Pedoman:
Nahdlatul Ulama berpedoman kepada Al-Qur’an, As-Sunnah, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas. Aqidah :
Nahdlatul Ulama sebagai Jam’iyyah Diniyah Islamiyah beraqidah/berasas Islam menurut Faham Ahlussunnah Wal Jama’ah dan menganut salah satu dari madzhab empat: Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali. Asas :
Dalam Kehidupan Berbangsa Dan Bernegara, Nahdlatul Ulama Berpedoman Kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan Dan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Indonesia. Tujuan :
Berlakuanya ajaran Islam yangberhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah dan mengikuti salah satu madzhab 4 ditengah-tengah kehidupan masyarakat didalam wadah Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pedoman
NU mempunyai lambang berupa gambar bola diikat dengan tali, dilingkari oleh lima bintas diatas garis khatulistiwa, sehingga seluruhnya berjumlah sembilan bintang, serta terdapat tulisan Nahdlatul Ulama dengan huruf Arab yang melintang bola dunia dan menelusuri garis khatulistiwa. Lambang tersebut diciptakan oleh KH. RIDLWAN ABDULLAH, dilukis dengan warna putih diatas warna hijau.
cyberaswaja.online- Prof.Dr.KH.Said Aqil Siradj Terpilih Sebagai Wakil Presiden Organisasi Keagamaan Sedunia
Jakarta- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj terpilih menjadi vice president atau wakil presiden di Religion for Peace. Penetapan sesuai keputusan 900 orang pemimpin agama dari 125 negara di dunia, pada sebuah pertemuan di Jerman.
“Para tokoh agama tersebut berasal dari 125 negara yang berjumlah 900 orang,” kata Deputy Secretary General eligion for Peace, Kyoichi Sugino Kyoichi mengatakan, dipilihnya Said Aqil lantaran para pemimpin aqama- gama, Kyoichi mengatakan, dipilihnya Said Aqil lantaran para pemimpin agama-agama sedunia menilai ulama asal Cirebon, Jawa Barat itu telah berhasil memimpin NU dan sukses membawa organisasi masyarakat itu menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang damai.
Selain Said Aqil, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir juga mendapatkan kedudukan yang sama. Amanah itu, bakal diemban Kiai Said Aqil Siroj dan Haedar Nashir selama lima tahun ke depan.
Fatwa Pendiri Nahdhatul Ulama Hadratus Syekh KH. Hasyim Asy’ari (1292-1366 H, 1875-1947 M) Tentang Syi’ah
:
فصل في بيان تمسك أهل جاوى بمذهب أهل السنة والجماعة، وبيان ابتداء ظهور البدع وانتشارها في أرض جاوى، وبيان أنواع المبتدعين في هذا الزمان.
قد كان مسلموا الأقطار الجاوية في الأزمان السالفة الخالية متفقي الآراء والمذهب ومتحدي المأخذ والمشرب، فكلهم في الفقه على المذهب النفيس مذهب الإمام محمد بن إدريس، وفي أصول الدين على مذهب الإمام أبي الحسن الأشعري، وفي التصوف على مذهب الإمام الغزالي والإمام أبي الحسن الشاذلي رضي الله عنهم أجمعين.
ثم إنه حدث في عام الف وثلاثمائة وثلاثين أحزاب متنوعة وآراء متدافعة وأقوال متضاربة، ورجال متجاذبة، فمنهم سلفيون قائمون على ما عليه أسلافهم من التمذهب بالمذهب المعين والتمسك بالكتب المعتبرة المتداولة، ومحبة أهل البيت والأولياء والصالحين، والتبرك بهم أحياء وأمواتا، وزيارة القبور وتلقين الميت والصدقة عنه واعتقاد الشفاعة ونفع الدعاء والتوسل وغير ذلك…
ومنهم رافضيون يسبون سيدنا أبا بكر وعمر رضي الله عنهما ويكرهون الصحابة رضي الله عنهم، ويبالغون هوى سيدنا علي وأهل بيته رضوان الله عليهم أجميعن، قال السيد محمد في شرح القاموس: وبعضهم يرتقي إلى الكفر والزندقة أعاذنا الله والمسلمين منها. قال القاضي عياض في الشفا: عن عبد الله بن مغفل قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (الله الله في أصحابي لا تتخذوهم غرضا بعدى فمن أحبهم فبحبي أحبهم ومن أبغضهم فببغضي أبغضهم ومن آذاهم فقد آذانى ومن آذانى فقد آذى الله ومن آذى الله يوشك أن يأخذه) وقال رسول الله صلى الله عليه وسلم (لا تسبوا أصحابي فمن سبهم فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين لا يقبل الله منه صرفا ولا عدلا) وقال صلى الله عليه وسلم (لا تسبوا أصحابي فإنه يجئ قوم في آخر الزمان يسبون أصحابي فلا تصلوا عليهم ولا تصلوا معهم ولا تناكحوهم ولا تجالسوهم وإن مرضوا فلا تعودوهم) وعنه صلى الله عليه وسلم (من سب أصحابي فاضربوه) وقد أعلم النبي صلى الله عليه وسلم أن سبهم وآذاهم يؤذيه وأذى النبي صلى الله عليه وسلم حرام فقال (لا تؤذوني في أصحابي ومن آذاهم فقد آذانى) وقال (لا تؤذوني في عائشة) وقال في فاطمة (بضعة منى يؤذيني ما آذاها). اهـ (الشيخ محمد هاشم أشعري، رسالة أهل السنة والجماعة، ص 9-10).
Maqolah 1:
Pasal untuk menjelaskan penduduk Jawi berpegang kepada madzhab Ahlusunnah wal Jama’ah, dan awal kemunculan bid’ah dan meluasnya di Jawa, serta macam-macam ahli bid’ah di zaman ini.
Umat islam yang mendiami wilayah Jawa sejak zaman dahulu telah bersepakat dan menyatu dalam pandangan keagamaannya. Di bidang fikih, mereka berpegang kepada mazhab Imam Syafi’I, di bidang ushuluddin berpegang kepada mazhab Abu Al-Hasan Al-Asy’ari, dan di bidang tasawuf berpegang kepada mazhab Abu Hamid Al-Ghazali dan Abu Al-Hasan Al-Syadzili, semoga Allah meridhoi mereka semua. Kemudian pada tahun 1330 H muncul kelompok, pandangan, ucapan dan tokoh-tokoh yang saling berseberangan dan beraneka ragam. Di antara mereka adalah kaum salaf yang memegang teguh tradisi para tokoh pendahulu mereka dengan bermazhab dengan satu mazhab dan kitab-kitab mu’tabar, kecintaan terhadap Ahlul Bait Nabi, para wali dan orang-orang salih, selain itu juga tabarruk dengan mereka baik ketika masih hidup atau setelah wafat, ziarah kubur, mentalqin mayit, bersedekah untuk mayit, meyakini syafaat, manfaat doa dan tawassul serta lain sebagainya.
Di antara mereka juga ada golongan rofidhoh yang suka mencaci Sayidina Abu Bakr dan ‘Umar RA., membenci para sahabat nabi dan berlebihan dalam mencintai Sayidina ‘Ali dan anggota keluarganya, semoga Allah meridhoi mereka semua. Berkata Sayyid Muhammad dalam Syarah Qamus, sebagian mereka bahkan sampai pada tingkatan kafir dan zindiq, semoga Allah melindungi kita dan umat Islam dari aliran ini. Berkata Al-Qadhi ‘Iyadh dalam kitab As-Syifa bi Ta’rif Huquq Al-Musthafa, dari Abdillah ibn Mughafal, Rasulullah SAW bersabda: Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah mengenai sahabat-sahabatku. Janganlah kamu menjadikan mereka sebagai sasaran caci-maki sesudah aku tiada. Barangsiapa mencintai mereka, maka semata-mata karena mencintaiku. Dan barang siapa membenci mereka, maka berarti semata-mata karena membenciku. Dan barangsiapa menyakiti mereka berarti dia telah menyakiti aku, dan barangsiapa menyakiti aku berarti dia telah menyakiti Allah. Dan barangsiapa telah menyakiti Allah dikhawatirkan Allah akan menghukumnya. (HR al-Tirmidzi dalam Sunan al-Tirmidzi Juz V/hal. 696 hadits No. 3762). Rasulullah SAW bersabda, Janganlah kamu mencela para sahabatku, Maka siapa yang mencela mereka, atasnya laknat dari Allah, para malaikat dan seluruh manusia. Allah Ta’ala tidak akan menerima amal darinya pada hari kiamat, baik yang wajib maupun yang sunnah. (HR. Abu Nu’aim, Al-Thabrani dan Al-Hakim)
Rasulullah SAW bersabda, Janganlah kamu mencaci para sahabatku, sebab di akhir zaman nanti akan datang suatu kaum yang mencela para sahabatku, maka jangan kamu menyolati atas mereka dan shalat bersama mereka, jangan kamu menikahkan mereka dan jangan duduk-duduk bersama mereka, jika sakit jangan kamu jenguk mereka. Nabi SAW telah kabarkan bahwa mencela dan menyakiti mereka adalah juga menyakiti Nabi, sedangkan menyakiti Nabi haram hukumnya. Rasul SAW bersabda: Jangan kamu sakiti aku dalam perkara sahabatku, dan siapa yang menyakiti mereka berarti menyakiti aku. Beliau bersabda, Jangan kamu menyakiti aku dengan cara menyakiti Fatimah. Sebab Fatimah adalah darah dagingku, apa saja yang menyakitinya berarti telah menyakiti aku. (Risalat Ahli Sunnah wal Jama’ah, h.9-10)
المقالة الثانية:
وليس مذهب في هذه الأزمنة المتأخرة بهذه الصفة إلا المذاهب الأربعة، اللهم إلا مذهب الإمامية والزيدية وهم أهل البدعة لا يجوز الاعتماد على أقاويلهم. اهـ (الشيخ محمد هاشم أشعري، رسالة في تأكد الأخذ بمذاهب الأئمة الأربعة، ص 29).
Maqolah 2:
Bukanlah yang disebut mazhab pada masa-masa sekarang ini dengan sifat yang demikian itu kecuali Mazahib Arba’ah (Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’I dan Imam Ahmad). Selain dari pada itu, seperti mazhab Syiah Imamiyah dan Syiah Zaidiyah, mereka adalah ahul bid’ah yang tidak boleh berpegang kepada pandangan-pandangan mereka. (Risalah fi Ta’akkud Al-Akhdzi bi Al-Madzahib Al-Arba’ah, h.29)
المقالة الثالثة:
أما أهل السنة فهم أهل التفسير والحديث والفقه، فإنهم المهتدون المتمسكون بسنة النبي صلى الله عليه وسلم والخلفاء بعده الراشدين، وهم الطائفة الناجية، قالوا وقد اجتمعت اليوم في مذاهب أربعة الحنفيون والشافعيون والمالكيون والحنبليون، ومن كان خارجا عن هذه الأربعة في هذا الزمان فهو من المبتدعة. اهـ اهـ (الشيخ محمد هاشم أشعري، زيادة تعليقات، ص 24-25).
Maqolah 3:
Adapun Ahlusunnah mereka adalah para Ahli Tafsir, Hadits dan Fiqih. Sungguh merekalah yang mendapat petunjuk dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi Muhammad SAW dan para khalifah yang rasyid setelah beliau. Mereka adalah ‘kelompok yang selamat’ (thaifah najiyah). Para ulama berkata, pada saat ini kelompok yang selamat itu terhimpun dalam mazhab yang empat; Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hanbali. Maka siapa saja yang keluar atau di luar empat mazhab itu adalah ahlul bid’ah di masa ini. (Ziyadat Ta’liqat, h. 24-25)
المقالة الرابعة
وَاصْدَعْ بِمَاتُؤْمَرُ لِتَنْقَمِعَ الْبِدَعُ عَنْ اَهْلِ اْلمَدَرِوَالْحَجَرِ. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم “اِذَاظَهَرَتِ الْفِتَنُ اَوِالْبِدَعُ وسُب اَصْحَابِيْ فَلْيُظْهِرِالْعَالِمُ عِلْمَهُ فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالناسِ اَجْمَعِيْنَ
Sampaikan secara terang-terangan apa yang diperintahkan Allah kepadamu, agar bid’ah-bid’ah terberantas dari semua orang. Rasulullah SAW bersabda: “Apabila fitnah-fitnah dan bid’ah-bid’ah muncul dan sahabat-sahabatku di caci maki, maka hendaklah orang-orang alim menampilkan ilmunya. Barang siapa tidak berbuat begitu, maka dia akan terkena laknat Allah, laknat Malaikat dan semua orang.” (Muqadimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama)..
Jakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj terpilih menjadi vice president atau wakil presiden di Religion for Peace. Penetapan sesuai keputusan 900 orang pemimpin agama dari 125 negara di dunia, pada sebuah pertemuan di Jerman.
“Para tokoh agama tersebut berasal dari 125 negara yang berjumlah 900 orang,” kata Deputy Secretary General Religion for Peace, Kyoichi Sugino
Kyoichi mengatakan, dipilihnya Said Aqil lantaran para pemimpin agama-agama sedunia menilai ulama asal Cirebon, Jawa Barat itu telah berhasil memimpin NU dan sukses membawa organisasi masyarakat itu menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang damai.
Selain Said Aqil, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir juga mendapatkan kedudukan yang sama. Amanah itu, bakal diemban Kiai Said Aqil Siroj dan Haedar Nashir selama lima tahun ke depan
Masa depan adalah perkara ghaib, rahasia Allah SWT yang tersembunyi dari pengetahuan kita. Kapan pandemi Covid-19 berakhir? Siapa yang akan menjadi Presiden setelah Pak Jokowi? Kapan negara Amerika dan Israel hancur? Dari harakah mana nanti yang akan menaklukkan kota Roma? Ini di antara perkara ghaib yang menyibukkan sebagian orang.
Sebagian dari mereka menghabiskan waktu, tenaga dan harta untuk menyingkap rahasia ghaib masa depan dengan menggunakan berbagai macam pisau analisa. Sebagian lagi sibuk membuat dan menyebarkan narasi. Berdebat melampaui batas-batas adab dan akhlak. Memaki pihak lain. Membuat fitnah. Dan membuka aib kelompok yang berseberangan sambil melupakan masalah penting yang ada dalam dirinya.
Masalah penting yang ada dalam diri semua orang, soal nasibnya setelah mati. Bagaimana keadaannya di alam kubur. Tentang dosa dan aibnya. Syaikh Ibnu ‘Atha’illah mengingatkan: “Manusia paling bodoh adalah yang meninggalkan keyakinan terhadap apa yang dimilikinya, demi dugaan terhadap apa yang ada di sisi manusia”.
Kata Syaikh Zarruq, keyakinan terhadap apa yang dimiliki adalah keyakinan terhadap dosa dam segala cacat atau aibnya. Ia bodoh karena mengabaikan keyakinannya atas kekurangan, kelemahan, keterbatasan dan keburukan dirinya. Kemudian ia menyangka pada diri orang lain ada kebaikan yang sesungguhnya yang bukan hakikat dirinya dan bukan pula hakikat orang lain.
Syaikh Zarruq melanjutkan, aib adalah segala sesuatu yang meniscayakan kekurangan dan kerusakan. Aib disebabkan kemaksiatan dan keburukan pada perbuatan, adab dan akhlak, baik yang berhubungan dengan Allah maupun makhluk.
Lalu Syaikh Ibnu ‘Atha’illah mengatakan: “Perhatianmu terhadap aib yang tersembunyi dalam diri lebih baik daripada perhatianmu terhadap keghaiban yang terhalang darimu.”
Menurut Syaikh Zarruq, ada tiga alasan mengapa memperhatikan aib diri sendiri lebih utama daripada memperhatikan perkara ghaib: Pertama, menyibukkan diri dengan aib sendiri adalah kewajiban menurut adab. Kedua, orang yang menyibukkan diri dengan aib sendiri berupaya meraih kesempurnaan. Ketiga, orang yang menyibukkan diri dengan aib sendiri berarti menunaikan hak-hak rububiyah.
Karakter nafsu adalah mengabaikan aib dan mengutamakan mencari hal ghaib. Padahal yang sepatutnya dilakukan seorang hamba adalah kebalikannya. Syaikh Abul Hasan asy-Syadziliy berujar: “Jika Allah hendak menghinakan seorang hamba dalam diam dan geraknya, Dia akan menempatkan hasrat dan nafsu di hadapannya.”
Masa depan adalah perkara ghaib. Sepenuhnya di tangan Allah swt. Kewajiban kita merencanakan kebaikan-kebaikan. Nge-bully orang yang berbeda harapan tentang masa depan, apalagi sampai jatuh kepada perbuatan haram, itu perbuatan bodoh yang tidak layak bagi semua insan.
cyberaswaja.online-Belum genap 1 bulan dari sekarang Gus Nanal Ainal Fauz meminta ustad KH.Ma’ruf Khozin untuk sekedar menulis kata-kata atas terbitnya kitab beliau, Tsabat Al-Indonisiyi. Sebuah karya berbahasa Arab yang mendokumentasikan karya-karya Kitab Ulama Indonesia yang mencapai 1000 kitab dan ditulis oleh lebih dari 90 Ulama Indonesia. Biasanya kitab yang berbasis Sanad atau Biografi menggunakan urutan Abjad, disini Gus Nanal menggunakan tahun wafat yang paling dulu.
1000 kitab bukan angka sedikit untuk dihimpun. Gus Nanal termasuk yang sigap untuk segera menulisnya dalam sebuah kitab, melakukan Rihlah (perjalanan) ke beberapa kota yang beliau dengar ada seorang ulama yang menjadi Muallif / Author. Termasuk beliau menggali dari Maha Guru Kyai Maimun Zubair, Allahu Yarhamhu.
Mengapa ulama Indonesia yang masuk kategori Ajami (non Arab, memang ada sebagian dari Saadah Alawiyyin) berhasil melahirkan para ulama yang mampu menulis kitab seperti para ulama di tempat asal Islam diwahyukan? Saya kira bukan sebuah kebetulan. Melainkan sebuah “grand design” dari Allah yang Maha segalanya.
Ulama dari Nusantara, diantaranya adalah Indonesia, sejak sekitar 200 tahun dari saat ini telah banyak menimba ilmu kepada para Ulama di Hijaz, ilmu dan Amaliah Ahlussunah telah diajarkan keseluruhan. Begitu di Arab berpindah haluan madzhab, ternyata ulama Indonesia juga memperoleh bagian dari ‘warisan’ keilmuan dan Amaliah tersebut. Misalnya, catatan dalam kitab-kitab Thabaqat dulu di Makam para Sahabat ditemukan jenis ziarah Tabarruk dan saat ini sudah dilarang di Saudi, maka kita temukan di Indonesia. Kalau Mesir dan negeri lain yang pernah didatangi generasi Sahabat dan Tabi’in tidak perlu dibahas. Sudah maklum.
Sayangnya buku-buku saya tidak dimasukkan dalam daftar ini, mungkin karena tidak berbahasa Arab. Boleh jadi tahun depan saat direvisi akan tercantum nama saya setelah buku-buku saya berhasil saya alihkan ke Bahasa Arab melalui Google Translate. (abi sorban)
cyberaswaja.online- Jika engkau bertanya tentang Al-Qur’an kpd iblis, maka iblis akan menerangkan dengan sangat jelas, kerana iblis tau dengan jelas sekali bila ayat itu turun dari langit…
jika engkau bertanya tentang ilmu hadis kepada iblis, maka iblis akan sangat pandai menjelaskannya, kerana iblis tau asbabul wurud dari hadis…
jika engkau bertanya tentang cerita para nabi, iblis akan dengan tepat menceritakannya kerana iblis sudah ada sejak nabi adam masih berada dalam syurga…
iblis ahli alqur’an…
iblis ahli hadis….
iblis ahli riwayat..
iblis alim/pandai dalam segala ilmu…
tapi iblis tidak pernah menjadi kekasih Allah, kerana dalam diri iblis ada kalimat…
“AKU LEBIH BAIK DARI SIAPAPUN”
Semoga sedikit ilmu yg dititipkan Allah Subhana Wa Ta’alla dihati kita tidak menjadikan kita sombong dalam segala urusan…
YANG AKU TAKUT
Yang aku takut…
hatiku kian mengeras dan sukar menerima nasihat, namun sangat pandai menasihati.
Yang aku takut…
aku merasa paling benar, sehingga merendahkan yang lain.
Yang aku takut…
egoku terlalu tinggi, hingga
merasa paling baik di antara yang lain.
Yang aku takut…
aku lupa bercermin, namun
sibuk berprasangka buruk kepada yang lain.
Yang aku takut…
ilmuku akan membuatku
menjadi sombong, memandang yang lain berbeza denganku.
Yang aku takut…
lidahku makin lincah membicarakan aib orang lain, namun lupa dengan aibku yang menggunung dan tak sanggup kubenahi.
Yang aku takut…
aku hanya hebat dalam berkata namun buruk dalam berbuat.
Yang aku takut…
aku hanya cerdas dalam mengkritik, namun lemah dalam mengkoreksi diri sendiri.
Yang aku takut…
aku membenci dosa orang lain, namun saat aku sendiri buat dosa aku enggan membencinya.
Kiranya Allah Subhana Wa Ta’alla senantiasa menyedarkanku sehingga lebih rajin dan sibuk mengurus diri daripada mengurusi orang lain yang belum tentu perilaku dan tutur katanya lebih baik dari diriku…
cyberaswaja.online – Komunitas ngaji yang saya jalani beragam, ada bu-ibu, pak-bapak, jid-masjid, gar-langgar, tor-kantor dan sebagainya. Kalau jamaah ngajinya banyak yang berumur sepuh porsi ngajinya saya perpanjang, tanya jawab sedikit. Sebab biasanya akan banyak pertanyaan mengulang dan tak jauh dari tema atau bulan-bulan dalam Islam.Kalau jamaahnya masih muda-muda maka porsi tanya jawab saya perpanjang. Seperti dengan para santri atau mahasiswa. Termasuk ngaji online tadi sore bersama para calon-calon dokter masa depan dari Kampus A Fakultas Kedokteran Unair Surabaya.Entah pada pertanyaan ke berapa, mahasiswa FK semester 4 ini menanyakan perihal tidak melakukan shalat Jum’at di masa pandemi dan zona merah. Katanya ia mendengar bahwa jika tidak jumatan maka mengurangi ajaran syariat Islam, padahal syariat ini sudah sempurna.Sekitar tahun 2010-2012 Bahtsul Masail PCNU Kota Surabaya membahas beberapa pabrik dan perkantoran di Surabaya, karena ada tugas seperti menjaga mesin yang sedang berproduksi, menjadi scurity dan beberapa hal lain yang tidak bisa ditinggalkan, maka ada pendapat dari para ulama yang menjadikan hal tersebut sebagai uzur atau alasan yang dibenarkan untuk tidak shalat Jum’at tetapi harus melakukan shalat Dzuhur bagi orang tersebut.Beberapa kitab pun digali sebagai sumber rujukan ilmu. Termasuk dari kitab Mathalib Uli An-Nuha:(ﻓَﺼْﻞٌ ﻓِﻲ اﻷَْﻋْﺬَاﺭِ اﻟْﻤُﺒِﻴﺤَﺔِ ﻟِﺘَﺮْﻙِ اﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻭَاﻟْﺠَﻤَﺎﻋَﺔِ)”Fasal tentang beberapa uzur yang membolehkan meninggalkan Jum’at dan berjamaah.”(ﻭَ) ﻳُﻌْﺬَﺭُ ﺑِﺬَﻟِﻚَ (ﺧَﺎﺋِﻒُ ﺣﺪﻭﺙ ﻣَﺮَﺽٍ) . ﻟِﻤَﺎ ﺭَﻭَﻯ ﺃَﺑُﻮ ﺩَاﻭُﺩ ﻋَﻦْ اﺑْﻦِ ﻋَﺒَّﺎﺱٍ «ﺃَﻥَّ اﻟﻨَّﺒِﻲَّ – ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ – ﻓَﺴَّﺮَ اﻟْﻌُﺬْﺭَ ﺑِﺎﻟْﺨَﻮْﻑِ ﻭاﻟﻤﺮﺽ»”Diantara uzur tersebut adalah kekhawatiran datangnya penyakit. Berdasarkan riwayat Abu Dawud dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menafsirkan uzur dengan kekhawatiran dan sakit”(ﺃَﻭْ) ﺧَﺎﺋِﻒُ (ﺯِﻳَﺎﺩَﺗِﻪِ) ، ﺃَﻱْ: اﻟﻤﺮﺽ (ﺃَﻭْ ﺑُﻂْءِ ﺑُﺮْءٍ) ﻣِﻦْ ﻣَﺮَﺽٍ ﺑِﻪِ”Atau khawatir bertambah sakit atau tertundanya masa sembuh yang makin lama” (Mathalib Uli An-Nuha 1/701)Karena yang saya hadapi ini para calon dokter maka saya katakan: “Virus itu tidak mengenal tempat. Virus juga tidak melihat-lihat siapa calon korbannya. Lha saat ada pasien berbohong karena covid-19 ternyata ada sekian dokter yang tertular. Kok gak ngerti sih virus ini? Kalau politikus meninggal masih banyak penggantinya. Jika Ustadz wafat masih gampang carinya, apalagi di YouTube. Kalau dokter yang gugur perlu berapa tahun bisa menemukan penggantinya? Masih perlu kuliah, praktek, sekolah lagi PPDS”. Terlebih beberapa hari terakhir ini di Jatim angka penularan cukup tinggi dibanding Jakarta. Coba jika kita yang jadi dokter, sudah kelelahan menghadapi puluhan pasien Corona tiba-tiba ada korban puluhah lagi yang datang.Lalu saya sampaikan dari hadis Bukhari perihal karena uzur tidak dapat melakukan ibadah maka tatkala melakukan sendirian tetap sempurna pahalanya. Hal ini bisa ditemukan dalam kitab-kitab Syafi’iyah:(ﻭﻗﻮﻟﻪ: ﺇﻥ ﻗﺼﺪﻫﺎ ﻟﻮﻻ اﻟﻌﺬﺭ) ﻗﻴﺪ ﻓﻲ ﺣﺼﻮﻝ اﻟﻔﻀﻴﻠﺔ ﻟﻪ، ﺃﻱ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺤﺼﻞ ﻟﻪ ﺇﻥ ﻗﺼﺪ ﻓﻌﻠﻬﺎ ﻟﻮﻻ اﻟﻌﺬﺭ ﻣﻮﺟﻮﺩ.”Fadlilah berjamaah (termasuk Jumatan) tetap akan didapat jika orang tersebut berniat akan melakukannya andaikan tidak ada uzur” (I’anah Thalibin, 2/61)Penulis : KH. Ma’ruf Khozin (Direktur Aswaja Center PWNU Jatim)#HubbulWathonMinalIman