Penulis: Sorban Santri

  • Sejarah Pendirian Nahdlatul Ulama

    Sejarah Pendirian Nahdlatul Ulama

    SORBANSANTRI.COM
    peran penting pendirian Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU)

    cyberaswaja.online –  Ada tiga orang tokoh ulama yang memainkan peran sangat penting dalam proses pendirian Jamiyyah Nahdlatul Ulama (NU) yaitu Kiai Wahab Chasbullah (Surabaya asal Jombang), Kiai Hasyim Asy’ari (Jombang) dan Kiai Cholil (Bangkalan). Mujammil Qomar, penulis buku “NU Liberal: Dari Tradisionalisme Ahlussunnah ke Universalisme Islam”, melukiskan peran ketiganya sebagai berikut: Kiai Wahab sebagai pencetus ide, Kiai Hasyim sebagai pemegang kunci, dan Kiai Cholil sebagai penentu berdirinya. walau sebenarnya pendiri NU itu banyak, yaitu para ulama besar selain tiga kiai utama tersebut.

    Tentu selain dari ketiga tokoh ulama tersebut, masih ada beberapa tokoh lainnya yang turut memainkan peran penting. Sebut saja KH. Nawawie Noerhasan dari Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan. Setelah meminta restu kepada Kiai Hasyim seputar rencana pendirian Jamiyyah. Kiai Wahab oleh Kiai Hasyim diminta untuk menemui Kiai Nawawie. Atas petunjuk dari Kiai Hasyim pula, Kiai Ridhwan-yang diberi tugas oleh Kiai Hasyim untuk membuat lambang NU- juga menemui Kiai Nawawie. Tulisan ini mencoba mendiskripsikan peran Kiai Wahab, Kiai Hasyim, Kiai Cholil dan tokoh-tokoh ulama lainnya dalam proses berdirinya NU.

    Keresahan Kiai Hasyim

    Bermula dari keresahan batin yang melanda Kiai Hasyim. Keresahan itu muncul setelah Kiai Wahab meminta saran dan nasehatnya sehubungan dengan ide untuk mendirikan jamiyyah / organisasi bagi para ulama ahlussunnah wal jamaah. Meski memiliki jangkauan pengaruh yang sangat luas, untuk urusan yang nantinya akan melibatkan para kiai dari berbagai pondok pesantren ini, Kiai Hasyim tak mungkin untuk mengambil keputusan sendiri. Sebelum melangkah, banyak hal yang harus dipertimbangkan, juga masih perlu untuk meminta pendapat dan masukan dari kiai-kiai sepuh lainnya.

    Pada awalnya, ide pembentukan jamiyyah itu muncul dari forum diskusi Tashwirul Afkar yang didirikan oleh Kiai Wahab pada tahun 1924 di Surabaya. Forum diskusi Tashwirul Afkar yang berarti “potret pemikiran” ini dibentuk sebagai wujud kepedulian Kiai Wahab dan para kiai lainnya terhadap gejolak dan tantangan yang dihadapi oleh umat Islam terkait dalam bidang praktik keagamaan, pendidikan dan politik. Setelah peserta forum diskusi Tashwirul Afkar sepakat untuk membentuk jamiyyah, maka Kiai Wahab merasa perlu meminta restu kepada Kiai Hasyim yang ketika itu merupakan tokoh ulama pesantren yang sangat berpengaruh di Jawa Timur.

    Setelah pertemuan dengan Kiai Wahab itulah, hati Kiai Hasyim resah. Gelagat inilah yang nampaknya “dibaca” oleh Kiai Cholil Bangkalan yang terkenal sebagai seorang ulama yang waskita (mukasyafah). Dari jauh ia mengamati dinamika dan suasana yang melanda batin Kiai Hasyim. Sebagai seorang guru, ia tidak ingin muridnya itu larut dalam keresahan hati yang berkepanjangan. Karena itulah, Kiai Cholil kemudian memanggil salah seorang santrinya, As’ad Syamsul Arifin (kemudian hari terkenal sebagai KH. As’ad Syamsul Arifin, Situbondo) yang masih terhitung cucunya sendiri.

    Tongkat “Musa”

    “Saat ini Kiai Hasyim sedang resah. Antarkan dan berikan tongkat ini kepadanya,” titah Kiai Cholil kepada As’ad. “Baik, Kiai,” jawab As’ad sambil menerima tongkat itu.

    “Setelah memberikan tongkat, bacakanlah ayat-ayat berikut kepada Kiai Hasyim,” kata Kiai Cholil kepada As’ad seraya membacakan surat Thaha ayat 17-23.

    Sebagai bekal perjalanan ke Jombang, Kiai Cholil memberikan dua keping uang logam kepada As’ad yang cukup untuk ongkos ke Jombang. Setelah berpamitan, As’ad segera berangkat ke Jombang untuk menemui Kiai Hasyim. Tongkat dari Kiai Cholil untuk Kiai Hasyim dipegangnya erat-erat.

    Meski sudah dibekali uang, namun As’ad memilih berjalan kaki ke Jombang. Dua keeping uang logam pemberian Kiai Cholil itu ia simpan di sakunya sebagai kenang-kenangan. Baginya, uang pemberian Kiai Cholil itu teramat berharga untuk dibelanjakan.

    Sesampainya di Jombang, As’ad segera ke kediaman Kiai Hasyim. Kedatangan As’ad disambut ramah oleh Kiai Hasyim. Terlebih, As’ad merupakan utusan khusus gurunya, Kiai Cholil. Setelah bertemu dengan Kiai Hasyim, As’ad segera menyampaikan maksud kedatangannya, “Kiai, saya diutus oleh Kiai Cholil untuk mengantarkan dan menyerahkan tongkat ini,” kata As’ad seraya menyerahkan tongkat.

    Kiai Hasyim menerima tongkat itu dengan penuh perasaan. Terbayang wajah gurunya yang arif, bijak dan penuh wibawa. Kesan-kesan indah selama menjadi santri juga terbayang dipelupuk matanya. “Apa masih ada pesan lainnya dari Kiai Cholil?” Tanya Kiai Hasyim. “ada, Kiai!” jawab As’ad. Kemudian As’ad membacakan surat Thaha ayat 17-23.

    Setelah mendengar ayat tersebut dibacakan dan merenungkan kandungannya, Kiai Hasyim menangkap isyarat bahwa Kiai Cholil tak keberatan apabila ia dan Kiai Wahab beserta para kiai lainnya untuk mendirikan Jamiyyah. Sejak saat itu proses untuk mendirikan jamiyyah terus dimatangkan. Meski merasa sudah mendapat lampu hijau dari Kiai Cholil, Kiai Hasyim tak serta merta mewujudkan niatnya untuk mendirikan jamiyyah. Ia masih perlu bermusyawarah dengan para kiai lainnya, terutama dengan Kiai Nawawi Noerhasan yang menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri. Terlebih lagi, gurunya (Kiai Cholil Bangkalan) dahulunya pernah mengaji kitab-kitab besar kepada Kiai Noerhasan bin Noerchotim, ayahanda Kiai Nawawi Noerhasan.

    Untuk itu, Kiai Hasyim meminta Kiai Wahab untuk menemui Kiai Nawawie. Setelah mendapat tugas itu, Kiai Wahab segera berangkat ke Sidogiri untuk menemui Kiai Nawawie. Setibanya di sana, Kiai Wahab segera menuju kediaman Kiai Nawawie. Ketika bertemu dengan Kiai Nawawie, Kiai Wahab langsung menyampaikan maksud kedatangannya. Setelah mendengarkan dengan seksama penuturan Kiai Wahab yang menyampaikan rencana pendirian jamiyyah, Kiai Nawawie tidak serta merta pula langsung mendukungnya, melainkan memberikan pesan untuk berhati-hati. Kiai Nawawie berpesan agar jamiyyah yang akan berdiri itu supaya berhati-hati dalam masalah uang. “Saya setuju, asalkan tidak pakai uang. Kalau butuh uang, para anggotanya harus urunan.” Pesan Kiai Nawawi.

    Proses dari sejak Kiai Cholil menyerahkan tongkat sampai dengan perkembangan terakhir pembentukan jamiyyah rupanya berjalan cukup lama. Tak terasa sudah setahun waktu berlalu sejak Kiai Cholil menyerahkan tongkat kepada Kiai Hasyim. Namun, jamiyyah yang diidam-idamkan tak kunjung lahir juga. Tongkat “Musa” yang diberikan Kiai Cholil, masih tetap dipegang erat-erat oleh Kiai Hasyim. Tongkat itu tak kunjung dilemparkannya sehingga berwujud “sesuatu” yang nantinya bakal berguna bagi ummat.

    Sampai pada suatu hari, As’ad muncul lagi di kediaman Kiai Hasyim dengan membawa titipan khusus dari Kiai Cholil Bangkalan. “Kiai, saya diutus oleh Kiai Cholil untuk menyerahkan tasbih ini,” kata As’ad sambil menyerahkan tasbih. “Kiai juga diminta untuk mengamalkan bacaan Ya Jabbar Ya Qahhar setiap waktu,” tambah As’ad. Entahlah, apa maksud di balik pemberian tasbih dan khasiat dari bacaan dua Asma Allah itu. Mungkin saja, tasbih yang diberikan oleh Kiai Cholil itu merupakan isyarat agar Kiai Hasyim lebih memantapkan hatinya untuk melaksanakan niatnya mendirikan jamiyyah. Sedangkan bacaan Asma Allah, bisa jadi sebagai doa agar niat mendirikan jamiyyah tidak terhalang oleh upaya orang-orang dzalim yang hendak menggagalkannya.

    Qahhar dan Jabbar adalah dua Asma Allah yang memiliki arti hampir sama. Qahhar berarti Maha Memaksa (kehendaknya pasti terjadi, tidak bisa dihalangi oleh siapapun) dan Jabbar kurang lebih memiliki arti yang sama, tetapi adapula yang mengartikan Jabbar dengan Maha Perkasa (tidak bisa dihalangi/dikalahkan oleh siapapun). Dikalangan pesantren, dua Asma Allah ini biasanya dijadikan amalan untuk menjatuhkan wibawa, keberanian, dan kekuatan musuh yang bertindak sewenang-wenang.

    Setelah menerima tasbih dan amalan itu, tekad Kiai Hasyim untuk mendirikan jamiyyah semakin mantap. Meski demikian, sampai Kiai Cholil meninggal pada 29 Ramadhan 1343 H (1925 M),jamiyyah yang diidamkan masih belum berdiri. Barulah setahun kemudian, pada 16 Rajab 1344 H atau bertepatan dengan 31 Januari 1926, “jabang bayi” yang ditunggu-tunggu itu lahir dan diberi nama Nahdlatul Ulama (NU).

    Setelah para ulama sepakat mendirikan jamiyyah yang diberi nama NU, Kiai Hasyim meminta Kiai Ridhwan Nashir untuk membuat lambangnya. Melalui proses istikharah, Kiai Ridhwan mendapat isyarat gambar bumi dan bintang sembilan. Setelah dibuat lambangnya, Kiai Ridhwan menghadap Kiai Hasyim seraya menyerahkan lambang NU yang telah dibuatnya. “Gambar ini sudah bagus. Namun saya minta kamu sowan ke Kiai Nawawi di Sidogiri untuk meminta petunjuk lebih lanjut,” pesan Kiai Hasyim. Dengan membawa sketsa gambar lambang NU, Kiai Ridhwan menemui Kiai Nawawi di Sidogiri. “Saya oleh Kiai Hasyim diminta membuat gambar lambang NU. Setelah saya buat gambarnya, Kiai Hasyim meminta saya untuk sowan ke Kiai supaya mendapat petunjuk lebih lanjut,” papar Kiai Ridhwan seraya menyerahkan gambarnya.

    Setelah memandang gambar lambang NU secara seksama, Kiai Nawawie memberikan saran konstruktif: “Saya setuju dengan gambar bumi dan sembilan bintang. Namun masih perlu ditambah tali untuk mengikatnya.” Selain itu, Kiai Nawawie juga meminta supaya tali yang mengikat gambar bumi ikatannya dibuat longgar. “selagi tali yang mengikat bumi itu masih kuat, sampai kiamat pun NU tidak akan sirna,” papar Kiai Nawawie. (sumber)

    NU dan politik

    Pertama kali NU terjun pada politik praktis pada saat menyatakan memisahkan diri dengan Masyumi pada tahun 1952 dan kemudian mengikuti pemilu 1955. NU cukup berhasil dengan meraih 45 kursi DPR dan 91 kursi Konstituante. Pada masa Demokrasi Terpimpin NU dikenal sebagai partai yang mendukung Sukarno. Setelah PKI memberontak, NU tampil sebagai salah satu golongan yang aktif menekan PKI, terutama lewat sayap pemudanya GP Ansor.

    NU kemudian menggabungkan diri dengan Partai Persatuan Pembangunan pada tanggal 5 Januari 1973 atas desakan penguasa orde baru. Mengikuti pemilu 1977 dan 1982 bersama PPP. Pada muktamar NU di Situbondo, NU menyatakan diri untuk ‘Kembali ke Khittah 1926’ yaitu untuk tidak berpolitik praktis lagi.

    Namun setelah reformasi 1998, muncul partai-partai yang mengatasnamakan NU. Yang terpenting adalah Partai Kebangkitan Bangsa yang dideklarasikan oleh Abdurrahman Wahid. Pada pemilu 1999 PKB memperoleh 51 kursi DPR dan bahkan bisa mengantarkan Abdurrahman Wahid sebagai Presiden RI. Pada pemilu 2004, PKB memperoleh 52 kursi DPR. (sumber)

    (abi sorban)

  • Tarawih 10 Rakaat di Makkah

    Tarawih 10 Rakaat di Makkah

    cyberaswaja.online – Pada kondisi normal di Masjidil Haram shalat Tarawih 20 rakaat. Ini yang sering saya jadikan dalil empirik bahwa Amaliah Tarawih yang lazim dilakukan di NU menggunakan bukti otentik di Makkah.

    Ramadhan tahun ini jumlah rakaat berkurang. Saya mengira akan dilakukan 8 rakaat. Kalau ini terjadi bisa jadi serangan balik. Ternyata di Masjidil Haram jumlah tarawihnya 10 rakaat. Mana dalilnya? Kalau 8 rakaat dipakai kelompok Salafi, Muhammadiyah dll berdasarkan hadis yang mereka yakini sebagai dalilnya sudah jelas. Ini di Makkah kok 10? Apa jangan-jangan karena shalat Tarawih diqashar sehingga Rukhsoh atau diskonnya 50% gitu?

    Oh ternyata 10 rakaat itu merujuk ke otoritas Fatwa Ulama Saudi yang saat itu dipimpin oleh Syekh Bin Baz. Mana dalil hadisnya? Gak ada! Silahkan cek gambar di bawah:

    berikut cuplikan dari ustazd H. Ma’ruf Khozin dalam page fb

    (abi sorban)

  • 3 sifat akan merasakan manisnya Iman

    3 sifat akan merasakan manisnya Iman

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Sampailah kita kepada seruan tertinggi dari Rabbul Alamin lewat NabiNya Muhammad Saw hingga beliau bersabda “barangsiapa yang mempunyai tiga sifat mulia ini, maka ia akan merasakan lezatnya iman”, apa itu lezatnya iman? tenangnya jiwa dalam segala keadaan, tenangnya alam semesta dengan ketenangan-Nya, tenangnya saudara dan temannya dengan keberadaan-Nya. Siapa mereka? yang mempunyai salah satu dari tiga sifat ini.

    yang pertama ialah orang yang mencintai Allah dan Rasul melebihi daripada segala-galanya, cintanya Allah dan Rasul melebihi cintanya kepada yang lain, orang yang seperti ini akan merasakan lezatnya iman, akan merasakan lezatnya dekat dengan Allah, akan merasakan betapa tiada berartinya seluruh warna seluruh bentuk dan sifatnya dibanding Yang Maha Agung Yang Maha Indah, Allah Swt yang tidak tercapai dengan penglihatan, tidak pula terjangkau dengan pendengaran, tidak pula tersentuh dengan sentuhan, jauh tanpa jarak dan dekat tanpa jarak, dekat tanpa sentuhan dan jauh tanpa jarak yaitu Allah Swt.

    dan Allah ciptakan yang paling baik dari semua makhluk-Nya adalah Sayyidina Muhammad Saw, karena tidak ada orang yang paling baik yang mau menolong pendosa di hari kiamat.
    Semua orang baik undur diri dari dosa, mau jadi teman, mau jadi kawan, mau jadi saudara, mau kenal asal jangan bicara dosa di dunia. Kita bisa kenal dan dekat dengan orang yang banyak dosa tapi di akhirat setelah melihat kobaran api neraka. Jika turun hamba-hamba yang dimasukkan ke dalam api neraka itu terdengar jeritan dan lolongan mereka dan api itu bergemuruh. Disaat itu hadirin – hadirat semuanya mundur untuk kenal dengan pendosa, “kau kenal dengan temanmu ini?”, “tidak kenal”, “ini Ayahmu?”, “tidak tahu”, ini Ibumu?”, “tidak tahu”, selama ia pendosa kecuali Nabi kita Muhammad Saw berkata “engkau-engkau adalah orang dari umatku, engkau umatku, engkau umatku, engkau-engkau umatku”. Demikian riwayat Imam Ibn Hajar dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari, Rasul Saw mengenali seluruh umatnya dan berkata pada umatnya, “engkau umatku, engkau umatku, engkau-engkau umatku Saw”. Maka memang yang pantas dicintai adalah Allah dan Rasul, maka Rasul Saw bersabda “orang yang mempunyai kecintaan, cintanya pada Allah dan Rasul lebih dari segala-galanya,kalau ia sudah memiliki ini, ia akan merasakan kelezatan iman”.

    Yang kedua ia mencintai orang karena cintanya pada Allah,
    Yang ketiga ia tidak mau kembali kepada kesesatan sebagaimana ia sangat tidak mau masuk kedalam api neraka,

    Ada beberapa hal yang sangat memudahkan kita untuk menyampaikan kita kepada lezatnya iman.
    Diantaranya adalah niat yang kuat untuk mendapatkan sifat itu, mau walau belum mampu. Niat yang kuat sudah mendapatkan satu pahalaNya, walaupun belum mampu kesana, niat yang kuat membuat ia sampai kepada pahalaNya, ia akan merasakan lezatnya iman dan manisnya iman.
    Cara yang lainnya adalah mencintai orang-orang yang sudah sampai ke derajat itu, karena apa? Karena kecintaan itu dijanjikan oleh sang Nabi Saw “seseorang bersama dengan orang yang ia cintai”. Makin besar cintanya kepada orang yang sudah mencapai derajat itu, maka makin ia akan rasakan lezatnya iman dari rahasia cintanya kepada orang itu, seseorang bersama dengan orang yang ia cintai. Sebagaimana ucapan Abu Dzar Ra riwayat Shahih Bukhari, “ya Rasulullah, seseorang kelompok mencintai orang lainnya tapi tidak bisa menyusul dengan hebatnya ibadah mereka, tidak mampu seperti mereka, cuma cinta kepada mereka”, Rasul Saw menjawab,“seseorang bersama dengan orang yang ia cintai”. (abi-sorban)

  • Cicit Syekh Nawawi Al Bantani – Ulama Paku Banten sekaligus Paku Bumi Nusantara

    Cicit Syekh Nawawi Al Bantani – Ulama Paku Banten sekaligus Paku Bumi Nusantara

    SORBANSANTRI.COM

    CYBERASWAJA.ONLINE – Abuya Mama Muhammad Abdul Ghufron A Bantani adalah sosok ulama yang saat ini diakui keberadaannya sebagai himayah atau paku bumi nusantara yang masih hidup.

    Ulama yang satu ini sangat jarang dikenali masyarakat Indonesia, bahkan orang Banten sendiri masih sangat banyak yang tak mengenalinya. Dikarnakan Beliau lebih fokus membimbing santri di pesantren dan menciptakan karya2 kitab berbahasa langka yang sekarang bisa dibilang nyaris punah dan sulit ditemukan, seperti Bahasa Suryani dan Bahasa Ibrani. Selain menguasai 2 bahasa ini, Beliau juga mampu menguasai Bahasa Ajam, bahkan Bahasa Seluruh Burung sampai Bahasa Binatang Buas.

    Nama asli Beliau adalah Iyus Sugirman, adapun Muhammad Abdul Ghufron Al Bantani adalah julukan disandarkan oleh gurunya Abuya Mama Armin saat Beliau diberi amalan dengan dikubur hidup2 selama 40hari 40malam. Lalu gurunya berwasiat kepadanya.

    Saat ini Beliau bertempat tinggal di Malang – Jawa Timur dan mendirikan pesantren disana yang sekarang cabangnya sudah ada dimana mana. Semua pesantrennya serba gratis tanpa dipungut biaya sedikitpun.

    Ulama yang satu ini sudah nampak karomahnya sewaktu masih kecil. Banyak sekali keanehan dari diri Beliau yang sulit dicerna akal.

    Yang pasti Kyai ini sangat luar biasa. Penampilannya yang sangat bersahaja membuat orang yg melihatnya bergetar, wajahnya yang memancarkan Nur Ilahi, Beliau bagai magnet kehidupan. Meski Beliau termasuk golongan darah biru yang nasabnya tembus ke Prabu Siliwangi melalui Sultan Hasanuddin bin Syarif Hidayatullah, bahkan tembus hingga Rasulillah SAW, namun hidupnya penuh keprihatinan dan sangat sederhana. Padahal jika inging hidup mewah, tentu Beliau sangat bisa. Namun tidak demikian, Beliau lebih memilih kepentingan umat dibanding kepentingan pribadinya sendiri.

    Semoga Beliau diberi umur panjang dan sehat selalu agar terus dapat membimbing kita semua menuju kedamaian dunia hingga keselamatan di akhirat kelak. Aamiin yaa robbal’aalamiin. (ABI-SORBAN )

  • Doa Buka Puasa (Allahumma Laka Shumtu) Yang Dituduh Dlaif Dan Bidah

    Doa Buka Puasa (Allahumma Laka Shumtu) Yang Dituduh Dlaif Dan Bidah

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Ngaji Bareng Daring (Dalam Jaringan/ online) semalam bersama PCI NU Jerman ada pertanyaan yang mengulang terus tiap tahun dari sebuah broadcast yang lagi-lagi menyalahkan doa berbuka puasa “Allahumma Laka Shumtu” yang sudah populer di kalangan Nahdliyyin. Mereka menawarkan doa lain yang sahih, menurut mereka.

    Puasa itu waktu yang tepat untuk banyak-banyak ibadah, bukan menghujat atau menyalahkan. Apalagi saat-saat berbuka puasa adalah momentum tepat untuk berdoa kepada Allah. Bahkan orang yang berbuka puasa ini diberi kemakbulan doa sebagaimana dalam hadits:

    ﺇِﻥَّ ﻟِﻠﺼَّﺎﺋِﻢِ ﻋِﻨْﺪَ ﻓﻄﺮﻩ ﻟَﺪَﻋْﻮَﺓً ﻣَﺎ ﺗُﺮَﺩُّ

    “Sungguh bagi orang yang berpuasa -saat berbuka- memiliki doa yang tidak akan tertolak” (HR Ibnu Majah. Bagi yang hendak menilai dhaif karena ikut syekh Albani silahkan cek di kolom komentar bahwa hadis ini memiliki 3 jalur yang menguatkan antara satu dengan lainnya yang saya kutip dari sesama kelompok mereka, Syekh Syuaib Al Arnauth)

    Karena saat berbuka adalah waktu istijabah dalam berdoa maka boleh pakai doa apa saja. Mau doa dari Nabi, doa sendiri atau apapun. Sebab doa tidak ada syarat harus sahih atau dhaif.

    Terkait tuduhan dhaif dari pengikut syekh Albani maka saya sertakan penilaian sebaliknya dari sesama mereka. Simak saja penjelasan berikut:

    عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ « اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ». (رواه أبو داود)

    Telah sampai kepada Muadz bin Zuhrah bahwa jika Nabi shalallahu alaihi wasallam berbuka maka berdoa: “Ya Allah, hanya untuk Mu aku berpuasa, atas rezeki Mu aku berbuka” (HR Abu Dawud)

    Doa ini dituduh bidah oleh sebagian kalangan lantaran statusnya adalah dhaif. Benarkah? Tidak benar, sebab hadis ini memiliki banyak jalur. Misalnya (1) dalam riwayat Thabrani di kitab Mu’jam Ausath, di dalamnya ada perawi Dawud bin Zabarqan, ia dlaif (2) riwayat Thabrani dalam Mu’jam Kabir, di dalamnya ada perawi Abdul Malik bin Harun, ia dlaif (Majma’ Az-Zawaid 3/204). Kendatipun dlaif, ulama Salafi lainnya berkata dan menegaskan hadis ini memiliki banyak Syawahid:

    تعقيب : قال عبد القادر الأرناؤوط 1 / 162 : و لكن له شواهد يقوى بها (روضة المحدثين – ج 10 / ص 304)

    Catatan: Abdul Qadir Al-Arnauth berkata: “Namun hadis ini memiliki banyak riwayat eksternal yang menguatkannya” (Hamisy Raudlah Al-Muhadditsin, 10/304)

    ( ma’ruf khozin ) 

  • BANTAHAN TERHADAP PENDAKWAH PERAMAL BENCANA

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : KH Ma’ruf Khozin
    (Penasehat GMNU Jatim)

    Misteri Pertengahan Ramadhan Di Hari Jum’at (8 Mei 2020)

    Telah beredar sebuah hadis yang menyebutkan terjadinya hal-hal yang menakutkan di pertengahan Ramadhan ini. Umat Islam yang dalam keadaan susah menghadapi musibah Corona masih ditakut-takuti lagi dengan tanda-tanda kiamat.

    ﺣَﺪَّﺛَﻨَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋُﻤَﺮَ، ﻋَﻦِ اﺑْﻦِ ﻟَﻬِﻴﻌَﺔَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ ﻋَﺒْﺪُ اﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﺑْﻦُ ﺣُﺴَﻴْﻦٍ، ﻋَﻦْ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﺛَﺎﺑِﺖٍ اﻟْﺒُﻨَﺎﻧِﻲِّ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ، ﻋَﻦِ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙِ اﻟْﻬَﻤْﺪَاﻧِﻲِّ، ﻋَﻦِ اﺑْﻦِ ﻣَﺴْﻌُﻮﺩٍ، ﺭَﺿِﻲَ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻋَﻦِ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ:

    Abu Umar bercerita kepada kami dari Ibnu lahi’ah, Abdul Wahhab bercerita kepada saya, dari Muhammad bin Tsabit dari ayahnya, dari Harits Al-Hamdani dari Ibnu Mas’ud dari Nabi shalallahu alaihi wasallam

    «ﺇِﺫَا ﻛَﺎﻧَﺖْ ﺻَﻴْﺤَﺔٌ ﻓِﻲ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻓَﺈِﻧَّﻪُ ﻳَﻜُﻮﻥُ ﻣَﻌْﻤَﻌَﺔٌ ﻓِﻲ ﺷَﻮَّاﻝٍ، ﻭَﺗَﻤْﻴِﻴﺰُ اﻟْﻘَﺒَﺎﺋِﻞِ ﻓِﻲ ﺫِﻱِ اﻟْﻘَﻌْﺪَﺓِ، ﻭَﺗُﺴْﻔَﻚُ اﻟﺪِّﻣَﺎءُ ﻓِﻲ ﺫِﻱِ اﻟْﺤِﺠَّﺔِ ﻭَاﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡِ، ﻭَﻣَﺎ اﻟْﻤُﺤَﺮَّﻡُ» ، ﻳَﻘُﻮﻟُﻬَﺎ ﺛَﻼَﺛًﺎ، «ﻫَﻴْﻬَﺎﺕَ ﻫَﻴْﻬَﺎﺕَ، ﻳُﻘْﺘَﻞُ اﻟﻨَّﺎﺱُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻫَﺮْﺟًﺎ ﻫَﺮْﺟًﺎ» ﻗَﺎﻝَ:

    “Jika terjadi TERIAKAN di bulan Ramadhan maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, perpecahan bangsa di bulan Dzulqa’dah, pembunuhan di bulan Dzulhijjah dan Muharram. Nabi mengulang 3x. “Jauh sekali. Jauh sekali. Manusia akan dibunuh di bulan itu secara berbondong-bondong”

    ﻗُﻠْﻨَﺎ: ﻭَﻣَﺎ اﻟﺼَّﻴْﺤَﺔُ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮﻝَ اﻟﻠَّﻪِ؟ ﻗَﺎﻝَ: ” ﻫَﺪَّﺓٌ ﻓِﻲ اﻟﻨِّﺼْﻒِ ﻣِﻦْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥَ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺟُﻤُﻌَﺔٍ، ﻓَﺘَﻜُﻮﻥُ ﻫَﺪَّﺓٌ ﺗُﻮﻗِﻆُ اﻟﻨَّﺎﺋِﻢَ، ﻭَﺗُﻘْﻌِﺪُ اﻟْﻘَﺎﺋِﻢَ، ﻭَﺗُﺨْﺮِﺝُ اﻟْﻌَﻮَاﺗِﻖَ ﻣِﻦْ ﺧُﺪُﻭﺭِﻫِﻦَّ، ﻓِﻲ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺟُﻤُﻌَﺔٍ، ﻓِﻲ ﺳَﻨَﺔٍ ﻛَﺜِﻴﺮَﺓِ اﻟﺰَّﻻَﺯِﻝِ

    Kami bertanya: Apa teriakan itu wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Gemuruh di separuh Ramadhan di malam Jum’at. Gemuruh ini akan membangunkan orang tidur, mendudukkan orang berdiri, mengeluarkan wanita-wanita muda dari peraduannya. Di malam Jum’at. Di tahun yang banyak terjadi gempa”

    ﻓَﺈِﺫَا ﺻَﻠَّﻴْﺘُﻢُ اﻟْﻔَﺠْﺮَ ﻣِﻦْ ﻳَﻮْﻡِ اﻟْﺠُﻤُﻌَﺔِ ﻓَﺎﺩْﺧُﻠُﻮا ﺑُﻴُﻮﺗَﻜُﻢْ، ﻭَاﻏْﻠِﻘُﻮا ﺃَﺑْﻮَاﺑَﻜُﻢْ، ﻭَﺳُﺪُّﻭا ﻛُﻮَاﻛُﻢْ، ﻭَﺩِﺛِّﺮُﻭا ﺃَﻧْﻔُﺴَﻜُﻢْ، ﻭَﺳُﺪُّﻭا ﺁﺫَاﻧَﻜُﻢْ، ﻓَﺈِﺫَا ﺣَﺴَﺴْﺘُﻢْ ﺑﺎﻟﺼﻴﺤﺔ ﻓَﺨِﺮُّﻭا ﻟِﻠَّﻪِ ﺳُﺠَّﺪًا، ﻭَﻗُﻮﻟُﻮا: ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱِ، ﺳُﺒْﺤَﺎﻥَ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱِ، ﺭَﺑُّﻨَﺎ اﻟْﻘُﺪُّﻭﺱُ، ﻓَﺈِﻥَّ ﻣَﻦْ ﻓَﻌَﻞَ ﺫَﻟِﻚَ ﻧَﺠَﺎ، ﻭَﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﻔْﻌَﻞْ ﺫَﻟِﻚَ ﻫَﻠَﻚَ ”

    “Jika kalian shalat subuh di hari Jum’at maka masuklah ke rumah kalian, tutup pintu, rapatkan jendela, pakailah selimut, tutup telinga kalian. Jika kalian merasa ada teriakan maka sujudlah kepada Allah dan ucapkan “Subhanal Quddus 2x. Rabbuna Al-Quddus”. Barang siapa melakukan hal itu akan selamat. Jika tidak maka akan binasa”

    Hadis ini terdapat dalam kitab Al-Fitan karya Syekh Nuaim bin Hammad. Berikut penilaian Perawi Hadis menurut para Huffadz di bidang ilmu hadis:

    1. Ibnu Lahi’ah

    Para ulama menilainya dhaif karena ia memiliki kitab yang terbakar sehingga daya ingatnya berubah.

    2. Abdul Wahhab bin Husain

    Al-Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani berkata:

    “ﻋﺒﺪ اﻟﻮﻫﺎﺏ” ﺑﻦ ﺣﺴﻴﻦ ﻋﻦ ﻣﺤﻤﺪ ﺑﻦ ﺛﺎﺑﺖ ﻭﻋﻨﻪ اﺑﻦ ﻟﻬﻴﻌﺔ ﺃﺧﺮﺝ ﻟﻪ اﻟﺤﺎﻛﻢ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺏ اﻷﻫﻮاﻝ ﻣﻦ اﻟﻤﺴﺘﺪﺭﻙ ﺣﺪﻳﺜﺎ ﻭﻗﺎﻝ ﺃﺧﺮﺟﺘﻪ ﺗﻌﺠﺒﺎ ﻭﻋﺒﺪ اﻟﻮﻫﺎﺏ ﻣﺠﻬﻮﻝ ﻗﺎﻝ اﻟﺬﻫﺒﻲ ﻓﻲ ﺗﻠﺨﻴﺼﻪ ﻗﻠﺖ ﺫا اﻟﺨﺒﺮ ﻣﻮﺿﻮﻉ اﻧﺘﻬﻰ

    Abdul Wahhab bin Husain, ia meriwayatkan dari Muhammad bin Tsabit, ia dari Ibnu Lahi’ah. Al-Hakim meriwayatkan 1 hadis dalam Al-Mustadrak bab Al-Ahwal. Ia meriwayatkan karena takjub saja. Abdul Wahhab ini tidak diketahui. Adz-Dzahabi berkata: “Hadis ini palsu” (Lisan Al-Mizan 2/139)

    3. Harits Al-A’war

    Terkait perawi yang 1 ini langsung dikomentari oleh Imam Muslim dalam Mukadimah Sahihnya:

    ﻋَﻦِ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲِّ، ﻗَﺎﻝَ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙُ اﻷَْﻋْﻮَﺭُ اﻟْﻬَﻤْﺪَاﻧِﻲُّ، ﻭَﻛَﺎﻥَ ﻛﺬاﺑﺎ. ﻋَﻦْ ﻣُﻐِﻴﺮَﺓَ، ﻗَﺎﻝَ: ﺳَﻤِﻌْﺖُ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲَّ، ﻳَﻘُﻮﻝُ: ﺣَﺪَّﺛَﻨِﻲ اﻟْﺤَﺎﺭِﺙُ اﻷَْﻋْﻮَﺭُ، ﻭَﻫُﻮَ ﻳَﺸْﻬَﺪُ ﺃَﻧَّﻪُ ﺃَﺣَﺪُ اﻟْﻜَﺎﺫِﺑِﻴﻦَ

    “Sya’bi berkata bahwa Harits al-A’war Al-Hamdani ini adalah sangat pembohong”

    Al-Hafidz Adz-Dzahabi memberi penilaian tengah-tengah soal perawi ini dalam kitabnya Siyar A’lam An-Nubala’ 4/152. Beliau berkata:

    ﻓَﺄَﻣَّﺎ ﻗَﻮْﻝُ اﻟﺸَّﻌْﺒِﻲِّ اﻟﺤَﺎﺭِﺙُ ﻛَﺬَّاﺏٌ, ﻓَﻤَﺤْﻤُﻮْﻝٌ ﻋَﻠَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﻋَﻨَﻰ ﺑِﺎﻟﻜَﺬِﺏِ اﻟﺨَﻄَﺄَ ﻻَ اﻟﺘَّﻌَﻤُّﺪَ

    “Maksud perkataan Sya’bi bahwa Haris ini pembohong diarahkan sebagai kesalahan, bukan bohong secara sengaja”

    ﻭَﻛَﺬَا ﻗَﺎﻝَ ﻋَﻠِﻲُّ ﺑﻦُ اﻟﻤَﺪِﻳْﻨِﻲِّ، ﻭَﺃَﺑُﻮ ﺧَﻴْﺜَﻤَﺔَ: ﻫُﻮَ ﻛَﺬَّاﺏٌ

    “Demikian pula perkataan Ali bin Madini dan Abu Khaitsamah bahwa Harits adalah sangat pendusta”

    ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑﻦُ ﻣَﻌِﻴْﻦٍ، ﻓَﻘَﺎﻝَ: ﻫُﻮَ ﺛِﻘَﺔٌ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻣَﺮَّﺓً: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﻪِ ﺑَﺄْﺱٌ. ﻭَﻛَﺬَا ﻗَﺎﻝَ اﻹِﻣَﺎﻡُ اﻟﻨَّﺴَﺎﺋِﻲُّ: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﻪِ ﺑَﺄْﺱٌ, ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﻳْﻀﺎً: ﻟَﻴْﺲَ ﺑِﺎﻟﻘَﻮِﻱِّ

    Yahya bin Ma’in berkata: “Ia terpercaya”. Dalam kesempatan lain: “Dia tidak apa-apa”. Demikian pula Imam Nasa’i. Pada kesempatan lain Nasa’i berkata: “Harits bukan perawi yang kuat”

    ﺛُﻢَّ ﺇِﻥَّ اﻟﻨَّﺴَﺎﺋِﻲَّ ﻭَﺃَﺭْﺑَﺎﺏَ اﻟﺴُّﻨَﻦِ اﺣْﺘَﺠُّﻮا ﺑِﺎﻟﺤَﺎﺭِﺙِ

    Kemudian Nasa’i dan para ulama pengarang kitab hadis As-Sunan berhujjah dengan Harits

    ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺃَﺑُﻮ ﺣَﺎﺗِﻢٍ: ﻻَ ﻳُﺤْﺘَﺞُّ ﺑِﻪِ.

    Abu Hatim berkata: “Harits tidak bisa dijadikan Hujjah”

    ﻭَﻫُﻮَ ﻣِﻤَّﻦْ ﻋِﻨْﺪِﻱ ﻭﻗﻔﺔ ﻓِﻲ اﻻﺣْﺘِﺠَﺎﺝِ ﺑِﻪِ

    “Harits ini menurut saya (Adz-Dzahabi) termasuk orang yang tidak boleh dijadikan Hujjah”

    Disamping hadis ini ada yang menilai hadis palsu, juga ada yang menilai dhaif, maka tidak bisa dijadikan Hujjah. Ternyata Syekh Nuaim bin Hammad yang mencantumkan hadis tersebut di dalam kitab Al-Fitan telah membuat judul khusus:

    ﻣَﺎ ﻳُﺬْﻛَﺮُ ﻣِﻦْ ﻋَﻼَﻣَﺎﺕٍ ﻣِﻦَ اﻟﺴَّﻤَﺎءِ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓِﻲ اﻧْﻘِﻄَﺎﻉِ ﻣُﻠْﻚِ ﺑَﻨِﻲ اﻟْﻌَﺒَّﺎﺱِ

    “Beberapa riwayat tentang tanda-tanda dari langit soal terputusnya kerajaan Bani Abbas”.

    Dengan demikian riwayat ini sangat multi tafsir, hampir setiap Ramadhan yang pertengahan Ramadhan jatuh pada Hari Jum’at maka hadis ini selalu ditampilkan. Wallahu A’lam.

    •] Tetap hadapi Ramadhan dengan bahagia dan buka puasa dengan penuh nikmat

    #GenerasiMudaNU 

    (abi sorban)

  • MENGINGAT SEJARAH MUKTAMAR PBNU DI CIPASUNG

    SORBANSANTRI.COM
    dok. muktamar

    SORBAN infokom – Momen saat acara puncak Muktamar NU ke 29 di Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya bulan Desember 1994. Momentum krusial bagi kelangsungan kiprah NU di masa selanjutnya, di mana kekuatan otoriter Presiden Soeharto yang sangat-sangat kuat saat itu ingin melemahkan dan mengacaukan NU, hingga ada istilah “NU tandingan” bentukan Soeharto dengan menjadikan Abu Hasan sebagai pemimpin bonekanya. Tujuannya untuk menyingkirkan Gus Dur dari pucuk pimpinan NU periode berikutnya, karena dianggap oleh Penguasa Rezim Orde Baru sebagai ancaman bagi kenyamanan kukuasaannya. Namun dengan pertolongan ALLAH serta keberkahan do’a para wali dan orang-orang saleh lainnya, akhirnya NU tetap selamat dan Gus Dur menjadi Ketum PBNU untuk ketiga kalinya.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    Dokumentasi foto persidangan Muktamar NU yang sangat berkesan, seru dan akan selalu dikenang dalam sejarah perjalanan NU dari masa ke masa…

    NU itu keramat, siapa yg berani mengusik NU akan kualat.

    (abi-sorban)

  • Bertani Sebagai Solusi Jangka Panjang untuk Menghadapi Masalah Dirumah Aja

    Bertani Sebagai Solusi Jangka Panjang untuk Menghadapi Masalah Dirumah Aja

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN Infokom – Banyak dari kita yang akibat Pandemi Virus Corona 2019 ini mengalami keterpurukan.

    Bisa dibayangkan gan jika banyak dari kita yang tidak dapat makan karena tidak ada lagi penghasilan, terutama yang di PHK dan yang sebagai pekerja harian, tidak lagi lancar dalam mengumpulkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup.

    Jika kita hanya meratapi nasib kita saat ini, kita hanya bisa mengeluh dan memikirkan kapan keadaan buruk ini cepat berlalu, dengan perut kosong dan dompet kering. tanpa kita bisa berpikir mengapa kita memikirkan keadaan yang buruk ini, sedangkan keadaan buruk ini tidak sedikitpun memikirkan kita?

    dari berbagai artikel yang saya baca ada kalimat yang sangat menarik dibenak saya bahwa saat ini kita dituntut untuk “BERUBAH atau PUNAH”

    dibalik begitu terpuruknya perekonomian secara keseluruhan, hal itu seperti dua sisi mata uang yang dimana ada keterpurukan yang kita saksikan maupun rasakan sendiri, disisi lain ada peluang yang bisa kita gapai dengan berusaha.

    Saya membayangkan kita seperti layaknya dinosaurus yang sedang dihantam meteor, ketika seluruh iklim di dunia berubah, hanya akan ada beberapa dinosaurus yang tetap bertahan. Sebagian besar dinosaurus punah akibat mereka kelaparan tidak lagi dapat makan, ada yang mungkin terkena dampak langsung dari meteor.

    Cukup yakin jika pada saat itu dinosaurus bisa bercocok tanam dan beternak sendiri makanannya, anak cucu mereka pasti akan tetap ada sampai saat ini. tapi saya rasa tidak mungkin juga, karena dinosaurus memiliki tubuh yang begitu besar dan mau sampai kapan makanannya siap untuk memenuhi kebutuhannya. Bersyukur sekali karena kita sebagai manusia, memiliki tubuh yang tidak sebesar dinosaurus (tidak semua dinosaurus besar).

    Jadi apa inti dari semua diatas?

    Saat ini kita bekerja untuk mendapatkan gaji, dan gaji kita pakai untuk bayar listrik, kontrakan, cicilan motor, cicilan mobil, cicilan rumah dan itu mungkin yang kita kuatirkan sehingga fokus kita hanya memikirkan keterpurukan tersebut.

    dasarnya kita Sebagai makhluk hidup, sudah terlalu kompleks akibat berkembang dan muncul kebutuhan-kebutuhan kita yang beraneka ragam. yang secara sederhana untuk tetap bisa hidup kita hanya perlu makan dan minum. untuk memenuhi itu kita tentunya perlu kemauan dan berusaha.

    Bagaimana bisa kita makan dan minum jika kita tidak memiliki penghasilan yang cukup?

    Jelas bisa, dari sekarang kita sudah harus bisa menghasilkan makanan kita sendiri. kita harus manfaatkan informasi yang tersedia saat ini untuk kita gunakan untuk mencari tahu bagaimana cara kita bisa menghasilkan makanan kita.

     

    Mumpung kita masih punya akses Internet dan Listrik.

    a. Kita bisa menanam sayuran dan buah dirumah secara hidroponik, aquaponic bahkan yang memiliki lahan tetap bisa menanam seperti sediakala di tanah. untuk bisa menghasilkan sayuran sendiri paling tidak waktu yang dibutuhkan paling lama 1 bulan untuk bisa panen, tergantung dari jenisnya.

    b. Kita bisa memelihara ikan atau ayam untuk konsumsi

    apa yang kita butuhkan untuk semua itu?

    • Lahan
    • Bibit
    • Pakan & Nutrisi
    • Pengolahan (sebelum dikonsumsi kita bisa olah terlebih dahulu supaya bisa lebih tahan lama)
    • Market Place (kaskus FJB, tokopedia, bukalapak, shopee)

    dimana bisa dapat itu semua?
    saat ini online marketplace masih berfungsi, kita bisa cari kebutuhan bibit, nutrisi atau pakan dari sekarang.
    mungkin banyak dari kita yang terbatas uangnya untuk membeli bibit dan nutrisi atau pakan itu.
    Ini saatnya bagi kita yang berlebih kita bisa bantu saudara-saudara kita untuk mendapatkannya.

    bagaimana caranya?
    Mumpung akses internet masih ada gan, semua bisa agan cari tahu.  bisa tanya ke om google.

    Semua yang kita hasilkan kita bisa gunakan untuk memenuhi kebutuhan kita, kemudian lebihnya kita bisa barter, sumbangkan dan jual di marketplace.

    Ini adalah solusi jangka panjang gan, untuk bantuan kebutuhan pokok bagi mereka yang benar-benar membutuhkan harus tetap disalurkan tetapi solusi ini adalah baik jika diterapkan untuk jangka panjang. karena tidak mungkin kita hanya berdiam diri hanya menunggu bantuan datang. (abi-sorban)

     

  • Tips Menjaga Imun Tubuh Saat Puasa Ramadhan

    Tips Menjaga Imun Tubuh Saat Puasa Ramadhan

    SORBANSANTRI.COM
    foto ilustrasi

    SORBAN infokom – Puasa ramadhan kali ini cukup terasa berbeda, yang sebelumnya ramai dan meriah, sekarang menjadi sepi dan kurang gairah. Semua terjadi karena adanya pandemi Covid-19. Dampak yang begitu masif kepada banyak negara di dunia, terutama dampak ekonomi, termasuk Indonesia.

    Salah satu pokok bahasan yang menjadi kunci utama adalah “berkumpul”. Ya, berkumpul. Kenapa? Karena dari berkumpul itu lah salah satu penyebab mudah menularnya virus Covid-19. Maka dari itu WHO mengeluarkan himbauan agar orang tidak berkumpul dan menjaga jarak antar orang lain atau istilahnya Social Distance.

    Banyak restoran, warung makan, perkantoran, bahkan sampai tempat ibadah tutup (tidak boleh melaksanakan ibadah berjamaah) karena adanya virus Covid-19. Tempat tersebut dsj. telah melaksanakan imbauan pemerintah terkait larangan berkumpul, belakangan ini disebut PSBB.
    Beruntunglah tempat vital untuk menunjang kehidupan seperti pasar dan rumah sakit masih dibuka walau terbatas aksesnya. Untuk rumah sakit tentu saja tetap buka untuk tempat berobat, terlebih rumah sakit rujukan untuk pasien Covid-19.

    Walapun demikian, kita tetap saja jangan menyepelekan, “Ah kalo kena Covid-19 tinggal berobat, kan rumah sakit masih dibuka”… emoticon-Nohope
    Kan ada istilah, “Lebih baik mencegah daripada mengobati”. Karena ada info yang beredar di internet dan lini masa, bahwa orang yang sembuh dari Covid-19 itu berkurang kemampuan organ tubuhnya. Entahlah.. makanya lebih baik kita mencegahnya, jangan sampai kita dan keluarga terpapar virus Covid-19.

    Ada beberapa info yang mengatakan, jika imun tubuh kita kuat, maka kita tidak mudah terpapar virus Covid-19. Lalu bagaimana caranya? Secara pribadi, saya lebih rajin mengonsumsi jamu tradisonal buatan sendiri. Karena saya meyakini khasiat jamu tersebut mampu menjaga dan meningkatkan imun tubuh.

    Saya sering meracik campuran kunyit, jahe dan sereh sebagai jamu. Apalagi momen puasa seperti ini lambung kosong selama berjam-jam, maka butuh ekstra kekuatan untuk mengolah makanan. Kunyit sendiri dipercaya sejak dulu baik untuk kesehatan lambung, begitu juga dengan sereh dan jahe. Ushakan konsumsi sebelum buka puasa. Bisa ditambahkan madu atau gula merah agar mengurangi rasa pahit karena kunir. Setelah minum jamu tersebut badan insyaallah lebih bugar dan fit selama menjalani puasa. (gresta-kaskus)

  • HARLAH KE-86 GP ANSOR KAB. BINTUNI BAGIKAN SEMBAKO

    HARLAH KE-86 GP ANSOR KAB. BINTUNI BAGIKAN SEMBAKO

    Screenshot_18
    Penyerahan Bantuan Pada HARLAH GP Ansor

    SORBAN Infokom- Dalam rangka Hari ulang tahun Gerakan Pemuda Ansor yang ke – 86, GP Ansor Kabupaten Bintuni bersama Madin Thoriqul huda dan Madin An-Nahdhoh berbagi sembako ke sejumlah masyarakat yang kurang mampu di wilayah Sp IV, Sp V, Sp 1, Sp III dan Sp II Teluk Bintuni, Kamis 23/04/2020.
    Dampak ekonomi akibat Pandemic Covid – 19 ini sangat dirasakan oleh masyarakat yang kurang mampu secara umum, dalam kegiatan berbagi sembako ini Pengurus GP Ansor, beserta pengasuh Madin Thoriqul huda dan Madin An-Nahdhoh, bergerak langsung ke masyarakat untuk mendistribusikan sembako.
    Ketua GP. Ansor Kabupaten Teluk Bintuni M. Abdilah, kepada awak media mengatakan ” melihat keadaan masyarakat yang kurang mampu yang merasakan sekali dampak ekonomi dari pandemic wabah virus corona, maka kami selaku organisasi keagamaan dan kemasyarakatan ikut serta membantu Pemerintah Daerah Teluk bintuni, dengan berbagi sembako, yah kan paling tidak meringankan beban masyarakat yang kurang mampu “.
    serta terus menghimbau ke masyarakat agar senantiasa mencegah penyebaran virus corona dengan selalu memakai masker jika mendesak keluar rumah dan menghimbau masyarakat untuk di rumah saja, jelas Abdilah
    300 paket sembako yang kami bagikan ini semoga bermanfaat ke masyarakat, dan agar kiranya organisasi – organisasi keagamaan lainya bisa ikut berkontribusi terhadap bencana yang melanda masyarakat banyak
    Wakil Ketua GP Ansor Teluk Bintuni Hasan Jazuli, manambahkan ” saat situasi begini masyarakat sangat membutuhkan bantuan, jadi untuk masyarakat yang secara ekonomi lebih dari cukup sangat di anjurkan untuk berbagi, sebagaimana himbauan Bapak Kh. Ma’ruf Amin Wakil Presiden RI, ” Dan tidak lupa bagi masyarakat yang kaya atau lebih dari cukup ekonominya, sadar dengan Zakat Mal nya, agar bisa di salurkan bagi masyarakat yg berhak menerima ”
    Tidak lupa kegiatan berbagi sembako ini terutama di berikan ke kaum Lansia, Janda, Yatim piatu dan Anggota Banser yang kurang mampu. (sorban bintuni)