Kategori: Nasional

berita yang mencakup peristiwa dan kejadian yang terjadi di tingkat nasional suatu negara. Berita ini meliputi berbagai topik yang relevan dengan kehidupan masyarakat secara luas, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, lingkungan, dan berbagai isu penting lainnya yang memiliki dampak signifikan bagi negara tersebut. Liputan berita nasional bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat, terkini, dan relevan kepada masyarakat mengenai berbagai peristiwa dan fenomena yang sedang terjadi di tingkat nasional.

  • Warga Kesemen Ngoro Rayakan Haul Mbah Junggo Jogoreso Dan Mbah Wiro Djoyo Santiko

    Warga Kesemen Ngoro Rayakan Haul Mbah Junggo Jogoreso Dan Mbah Wiro Djoyo Santiko

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Seseorang yang dianggab berjasa atau orang yang di pandang sebagai sesepuh di suatu daerah pastinya jasanya akan selalu di kenang oleh masyarakat bahkan mendapatkan tempat yang mulia walau beliau sudah wafat.

    Pada hari selasa (22-03-22) malam warga kesemen mengadakan haul mbah Junggo Jogoreso dan mbah Wiro Djoyo Santiko ke XVII yang bertempat area pesarean di dusun Kesemen desa Kesemen kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto.
    Peringatan haul ini diadakan warga rutin setiap setahun sekali yang di pelopori oleh KH.Ahmadun Bashori selaku tokoh agama di desa tersebut beserta tokoh pemuda Solehuddin dan juga dari pihak pemerintahan desa kususnya Anton Kurniawan selaku kepala desa setempat dan di dukung oleh tokoh agama yang lainnya.

    Tampak hadir dalam acara tersebut diantaranya para tokoh agama, pejabat pemerintahan dan perangkat desa Kesemen, pengurus ranting dan anak ranting NU desa Kesemen, beserta banom banom nya dan elemen masyarakat sekitar.

    Menurut ustad Khoiron selaku ketua panitia mengatakan “acara ini bertujuan untuk kirim doa kepada leluhur dan pelaksanaanya pun selalu di bulan ruwah atau bulan sya’ban tanggal 20 kalender jawa, atau di 10 hari sebelum datangnya bulan suci romadhon tiba”,sebelum pra acara pengajian umum dari panitia melaksanakan kegiatan pembacaan khotmil qur’an semalam suntuk di mulai ba’da sholat isya’ sampai setelah subuh dan hingga hatam, di teruskan malam ini acara puncaknya yakni peringatan pengajian umum yang menghadirkan muballigh dari Mojokerto kyai Mohammad Assa’dullah, yang sebelumnya di awali dengan pembacaan istighosah yang dimpin oleh KH.Ahmadun Bashori, tuturnya

    Menurut pak Wagi dan pak Wiyanto selaku juru kunci pesarean mengatakan bahwasanya pesarean mbah Junggo Jogoreso dan mbah Wiro Djoyo Santiko ini sangat keramat sekali dan tak ayal banyak peziarah yang datang baik warga lokal maupun warga yang dari luar daerah dengan tujuan ngalab barokahnya dengan mengirimkan doa doa ada juga yang sembari membaca al qur’an ketika berada di dalam area pesarean tersebut.

    Di sekitaran pesarean ada bangunan musholla yang selalu istiqomah di buat sholad berjama’ah yang di pandegani oleh abah Sholeh Muhammad beserta kawula muda di desa kesemen.

    Harapannya semoga dengan acara haul mbah Junggo masyarakat desa kesemen dan sekitarnya semakin guyub, rukun dan mudah mudahan selalu di beri kesehatan, umur panjang serta keberkahan rizki untuk bekal hidup sehari harinya.

    (Hasan-Ngoro)

  • Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Setiap memasuki bulan ruwah (istilah jawa) atau dalam istilah islam di sebut dengan bulan sya’ban banyak masyarakat di berbagai daerah melakukan budaya sedekah bumi sebagai wujud rasa terima kasih kepada leluhur yang telah berjasa untuk membabat alas sebagai bumi pijakan mereka.

    Salah satunya desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto,pada hari minggu pagi (20-03-22) melaksanakan kegiatan uri uri budoyo jowo yang di kemas dalam acara ruwat desa atau perayaan sedekah hasil bumi yang bertempat di pelataran kawasan cagar budaya wisata candi jedong.

    Tampak hadir dalam kegiatan tersebut kepala Desa Wotanmas Jedong Bapak Anang Wijayanto beserta perangkatnya, ketua dewan kabupaten Mojokerto H. Munajat, SH, ketua LPM,BPD Desa Wotanmas Jedong, petugas cagar budaya kabupaten Mojokerto, beserta elemen masyarakat sekitarnya, tak lupa juga kyai Sulaiman sebagai penceramah agama.

    Ada yang unik dari perayaan ini, dimana dari mulai pukul 09.00 pagi banyak warga yang sudah berdatangan menunggu iring iringan tumpeng datang,yang di bawah oleh perwakilan warga setiap RT yang ada di desa tersebut, tak ayal suasana berdesakkan pun mengiringi kemeriahan, sampai sampai ancak baru datang dan acara belum di mulai sudah di serbu dan menjadi rebutan oleh warga yang sudah menunggunya, namun itu hal wajar karena sudah menjadi budaya dan tradisi dari dulu.

    Acara yang di gelar rutin setiap setahun sekali ini sempat terhenti beberapa tahun karena suasana masih pandemi kala itu, tetapi di tahun ini suasana sudah berangsur normal di manfaatkan oleh warga untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan diiringi hiburan wayang kulit.

    Menurut Eka salah satu perwakilan dari perangkat desa dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak atas terlaksannya acara ini yang begitu super meriah, dan beliau merasa banggga karena melihat antusias warganya yang kompak guyub bersama sama melestarikan budaya yang sudah menjadi agenda tahunan ini, ucapnya

    Menurut ustad Sulaiman sebagai penceramah agama mengatakan bahwasanya kegiatan ini sangat positif sekali karena di dalamnya mengandung unsur filosofi sedekah, karena barang siapa yang mau bersedekah akan di jauhkan dari segala musibah baik bencana maupun sebagainya, beliau juga mendoakan semoga warga jedong selalu makmur, barokah, dan semoga selalu di beri ketakwaan dan iman oleh Allah SWT, rezeki yang banyak halal dan barokah, di sela sela cerahmahnya beliau juga bercanda dalam banyolannya “ngene di kabarno jare Sulaiman lumpoh, gak iso lapo lapo nyatane Saiki jek seger waras ngene hare,kok cek gak entose seng gawe kabar iku, geting aku” (Begini kok kabarnya Sulaiman lumpuh tidak bisa apa apa tapi ternyata sehat selalu,gak lihat apa yang bilang itu) warga pun tertawa terbahak bahak mendengar banyolan beliau yang kondang dengan kata kata ” Sae Sae mawon geh” dan acara pun di akhiri dengan doa oleh beliau.

    Semoga tradisi seperti ini tidak akan sirna tergerus oleh peradapan jaman dan semoga tetap langgeng sampai generasi ke generasi.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Kirap Tumpeng Warnai Semarak Ruwah Dusun Sukorejo Desa Lolawang

    Kirap Tumpeng Warnai Semarak Ruwah Dusun Sukorejo Desa Lolawang

    Mojokerto.Sorbansantri. Com – Memasuki bulan suci Ramadhan banyak warga melakukan sedekah desa maupun dusun terutama di bulan ruwah ini banyak tradisi atau budaya daerah yang menyelenggarakan kegiatan sedekah bumi atau sejenisnya.

    Seperti pada Jum’at (18/03/2022) di Dusun Sukorejo, Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto yang bertempat di halaman rumah kepala Dusun H. Buadi mengadakan sedekah Desa bertujuan kirim doa kepada leluhur mereka yang dulu telah berjuang untuk babat alas Dusun tersebut.

    Menurut Gus Nurul Huda tokoh agama setempat mengatakan acara ini rutin dilakukan setahun sekali ketika memasuki bulan ruwah atau sya’ban dengan tujuan kirim doa kepada nenek moyang atau leluhur yang sudah wafat supaya di alam kubur selalu mendapat maghfiroh dari Allah SWT.

    Hal serupa dikatakan kepala Dusun Sukorejo H. Buadi atau yang akrap di sapa dengan Pak Polo Buadi ini mengatakan “kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya yang dulu sudah di wariskan oleh nenek moyang kita ketika memasuki bulan ruwah selalu melaksanakan tradisi sedekah Dusun atau kirim doa bersama”

    “Kegiatan ini kita laksanakan 2 hari yang mana tadi malam kita buka dengan gebyar sholawat al banjari lalu pagi ini kita laksanakan dengan acara khotmil qur’an dengan mendatangkan para hufad dan kirap tumpeng keliling Dusun Sukorejo yang nanti malamnya akan ada acara wayang kulit bersama Ki Dalang Hadi. S dengan lakon bagong nagih janji yang rencananya akan di laksanakan semalam suntuk,” ujarnya.

    “Semoga dengan acara ruwah Dusun ini masyarakat semakin guyup dan semoga selalu di beri kesehatan dan keberkahan dalam mencari rizki untuk bekal hidup sehari hari,” harapnya.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • DISKUSI PUBLIK NASIONAL, PUSKOHIS UIN R.M. SAID SURAKARTA KAJI DAN DUKUNG SE MENTERI NO. 5 TAHUN 2022

    DISKUSI PUBLIK NASIONAL, PUSKOHIS UIN R.M. SAID SURAKARTA KAJI DAN DUKUNG SE MENTERI NO. 5 TAHUN 2022

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Kamis, 03 Maret 2022, Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam UIN Surakarta ( PUSKOHIS ) gelar Diskusi Publik Nasional dan  berjudul “Sosialisasi SE Menag No. 5 Tahun 2022 dan Kajian Fiqih Masjid Perspektif Fiqih Perbandingan Madzhab”. Acara kali ini berbeda dengan acara sebelumnya, karena acara ini menghadirkan 2 Pakar disiplin ilmu berbeda dari 2 keahlian berbeda yang pertama Advokat Tata Negara dan yang kedua Ulama Ahli Fiqih Perbandingan Mazhab. Acara ini juga mengundang para ahli hukum, advokat, ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dosen, politisi, mahasiswa , praktisi dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia.

    Diskusi Publik Nasional yang dihadiri 453 peserta ini dipandu oleh Advokat dan Pengacara Moch. Tommi, S.H. dimulai pukul 19.00 WIB. Diskusi Publik Nasional ini diawali dengan Pemaparan argumentasi Ilmiah dari Keynote Speaker yaitu R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., M.H, MA. Yang merupakan Direkur PUSKOHIS UIN Surakarta dan Pengurus Bidang Dakwah dan Pengkajian Masjid Dewan Masjid Indonesia Surakarta. Dosen Ilmu Hukum UIN R.M. Said Surakarta yang aktif dalam kajian dibidang Hukum Tata Negara dan Fiqih Perbandingan Madzhab ini  mengatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum, konsekuensi sebagai negara hukum adalah setiap perkara haruslah sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

    Adanya SE Menteri Agama No. 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala ini menjadi batu loncatan berfikir cerdas dari Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas, bahwa dari Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala hendaknya diatur agar menghadirkan kesejukan dan sajian maksimal didalam dakwah islam, SE Menteri Agama ini mengatur bukan melarang sebagaimana berita hoax yang beredar dibeberapa media sosial. Dengan keluarnya SE Menteri Agama, ini menjadi bukti adanya kepekaan Menteri Agama Indonesia dalam setiap masalah keagamaan dari mulai hal terkecil sampai hal terbesar dalam agama.

  • TNI AL Dan BRIMOB Bersinergi Dengan Jam’iyyah NU Dlanggu

    TNI AL Dan BRIMOB Bersinergi Dengan Jam’iyyah NU Dlanggu

    Sorbansantri. Com – Hari minggu (6-2-2022) TNI AL Liting 57.2 bersama rumah sakit Bhayangkara Pusdik (Pusat pendidikan) BRIMOB (Brigade Mobil) Watukosek Gempol Pasuruan melakukan safari amal bhakti nya kepada warga dusun Kauman desa Jrambe kecamatan Dlanggu dengan melaksnakan giat hitanan massal yang di selenggarakan oleh TPQ Nur Al Fitroh yang bertempat di halaman masjid AL FATTAH Kauman Dlanggu.
    acara hitanan massal ini diselenggrakan setiap satu tahun sekali oleh para panitia setempat, dan di barengkan dengan acara wisuda TPQ NUR AL FITROH ke XII tahun 2022.
    Dalam acara hitanan massal ini ada sejumlah 46 anak.

    Pada pelaksanaan kegiatan ini acara yang di hadiri oleh jajaran pengurus PC Nanhdlatul Ulama’, jajaran pengurus MWC NU kecamatan Dlanggu, purnawirawan TNI AL, muspika kecamatan Dlanggu, ta’mir masjid, dan elemen masyarakat sekitar.

    Menurut Akp. H. Suhadi , S.Pd, S,Kep, Ns, M,Kes selaku kordinator dari tim kedokteran dan beliau juga merupakan anggota dari Lembaga da’wah Nahdlatul Ulama’ (LDNU) MWCNU kecamatan Ngoro ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada para panitia yang masih mempercayai kami selaku tim kedokteran baik dari TNI AL Liting 57.2 maupun dari rumah sakit Bhayangkara BRIMOB Pasuruan untuk di libatkan dalam kegiatan hitanan massal, karena ini sudah merupakan sumpah setia kami untuk selalu mengabdi dan melayani masyarakat terutama dalam hal kesehatan, ucapnya

    H. Suhadi juga mengatakan bahwasanya ini merupakan baksos kami yang kesekian kalinya di wilayah kabupaten Mojokerto, setelah sebelumnya kami mendapat amanah di daerah Kunjorowesi Ngoro, di desa Carat Gempol, MWC NU Kemlagi dan kali ini Alhamdulillah kami di mintai bantuan di wilayah Dlanggu dengan total peserta 46 anak, beliau juga berharap kepada semua warga di manapun berada terutama di wilayah kabupaten Mojokerto mari kita bersama sama untuk saling peduli dan gotong royong demi kebaikan terutama saling membantu kepada warga yang kurang mampu,.

    “Dalam program baksos kami ini murni 100% gratis tidak di pungut biaya sepeserpun, sengaja kami gratiskan ini semua demi rasa pengabdian diri kita sebagai abdi Negara untuk sealu melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan kami, monggo kepada warga siapapun dan dimanpun berada kususnya warga Nahdliyyin yang ada di wilayah kabupaten Mojokerto bila ingin memanggil kami tidak usah malu dan takut kami akan berusaha dan berupaya hadir secara tulus untuk melayaninya” terang H.Suhadi
    (Hasan ngoro – sorban)

  • Brimob Bersinergi Dengan NU Melaksanakan Bakti Sosial Khitanan Massal

    Brimob Bersinergi Dengan NU Melaksanakan Bakti Sosial Khitanan Massal

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Brimob (Brigade Mobil) adalah pasukan garda terdepan untuk keamanan NKRI, namun tak hanya itu saja peran Brimob untuk masyarakat ada program sosial keagamaan yang harus di jalankan dan dilakukan salah satunya yakni bakti sosial, kali ini di hari peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, Brimob melakukan kegiatan khitanan massal yang dilaksanakan di MWCNU kecamatan Kemlagi pada hari senin (28-2-2022) bekerja sama dengan LDNU (Lembaga Da’wah Nahdlatul Ulama’) MWCNU kecamatan Ngoro.

    Dalam kegiatan pembukaan khitanan massal tampak hadir ketua Tanfidziyah MWCNU Kemlagi beserta jajarannya, muspika kecamatan Kemlagi, ketua PPNI kabupaten Mojokerto beserta anggotanya, tim kedokteran dari rumah sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Gempol Pasuruan dan tim kedokteran dari TNI AL, dengan jumlah peserta khitan sebanyak 36 anak.

    Menurut ketua tanfidiyah MWCNU Kemlagi H. Syamsul Arif mengatakatan dalam sambutannya atas nama pengurus MWCNU mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini terutama ucapan terima kasih yang sebesarnya kami ucapkan kepada gus Nafi’ selaku ketua LDNU MWCNU kecamatan Ngoro dan juga kepada H. Suhadi selaku kordinator tim kedokteran, sebagai perwakilan dari para panitia beliau juga meminta maaf apabila di dalam penghormatan dan penyambutannya ada yang kurang berkenan di hati para hadirin semuanya., ucapnya

    Akp. H, Suhadi, s,kep,Ns selaku perwakilan dari tim kedokteran rumah sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Pasuruan dan juga merupakan anggota dari Lembaga Da’wah Nahdlatul Ulama’ kecamatan Ngoro menyampaikan,bahwa kedatangannya kami beserta tim kedokteran baik dari Brimob maupun dati TNI AL ini merupakan kegiatan amal bakti pengabdian kepada masyarakat sesuai selogan “ JIWAKU DEMI KEMANUSIAAN” terangnya

    Lebih lanjut menurut abah Suhadi panggilan akrabnya mengatakan “kegiatan sosial khitanan massal ini kami berikan pelayanannya kepada siapa saja yang membutuhkannya khususnya bagi warga Nahdliyin yang ada di seluruh jawa timur kami siap melayani dengan senang hati apabila di butuhkan dan tidak di pungut biaya sepeserpun alias gratis”

    Harapannya dengan kegiatan seperti ini kita bisa tercipta jalinan silaturrahmi antara Brimob dan masyarakat umum untuk sama-sama bahu membahu dan bergotong royong demi menuju kebaikan.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Pancasila Selaras dengan Syari’at

    Pancasila Selaras dengan Syari’at

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Jika ada yang membenturkan Pancasila dengan Islam maka jelas ia tidak paham Pancasila dan Islam. Jika ada yang mempermasalahkan agama dan nasionalisme bahkan menganggap nasionalisme tidak ada dalilnya maka jelas ia tidak memahami inti sari ajaran agamanya walau berkedok ahli agama. Yang teriak NKRI kafir, thaghut, mengatakan Pancasila simbol berhala maka perlu ngaji lagi.

    Pancasila itu sangat selaras dengan syari’at bahkan Pancasila itu perwujudan dari syari’at. Pancasila itu ajaran langit yang sudah membumi. Perwujudan dari ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin ‘ala Nusantara. Dengan Pancasila, syari’at Islam bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari tak sebatas hanya pesan yang menggantung dilangit.

    Coba, mana butirnya yang bertentangan dengan Islam? Sila keberapa yang bermasalah dan menabrak syari’at Islam? Dari sisi mananya sehingga mengatakan Pancasila itu simbol kekufuran? Pancasila itu bukan agama tapi menyatukan antar pemeluk agama. Jika setia mengamalkan nilai-nilai Pancasila bukan berarti menandingi ajaran agama. Tidak tepat jika membandingkan norma Pancasila dengan norma agama. Tidak tepat jika memberikan pilihan untuk memilih Pancasila ataukah Islam. Ini pilihan yang jungkir balik sebab Pancasila itu berisi poin-poin ajaran Islam.

  • Nama Nusantara akhirnya terpilih sebagai calon nama ibu kota baru Indonesia

    Nama Nusantara akhirnya terpilih sebagai calon nama ibu kota baru Indonesia

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Adapun salah satu alasan pemilihan nama Nusantara karena ia telah memiliki catatan sejarah panjang dan menjadi ikonik di dunia internasional. Dilansir dari jurnal berjudul Hubungan Internasional Kuno Indonesia, asal-usul istilah Nusantara pertama kali tercatat dalam literatur Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16).
    Kala itu, nama tersebut digunakan untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dipakai Kerajaan Majapahit. Hal ini termuat dari naskah Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Mahapatih Gadjah Mada saat ia diangkat menjadi Patih Amangkubumi Kerajaan Majapahit.
    Isi naskah yang diucapkan pada 1336 adalah sebagai berikut:
    “Lamun huwus kalah Nusantara ingsun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seram, Tanjungpura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana ingsun amukti palapa.”
    Sementara itu, melansir dari jurnal Tinjauan Sejarah terhadap Penetapan Pulau-pulau di Indonesia, dalam Kitab Negarakertagama tercantum sebaran wilayah-wilayah Nusantara. Disebutkan, pada masa sekarang mencakup sebagian besar wilayah Indonesia saat ini ditambah wilayah Semenanjung Melayu.
    Secara morfologi, istilah ini adalah kata majemuk yang diambil dari bahasa Jawa Kuno, yaitu Nusa (pulau) dan Antara (lain atau seberang). Sekaligus menegaskan bahwa istilah Nusantara digunakan untuk menggambarkan pulau-pulau yang berada di luar pulau Jawa kala itu.
    Setelah keruntuhan Majapahit, istilah Nusantara sempat tenggelam alias tidak digunakan lagi. Hingga 1920-an, istilah ini dimunculkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara. Ia menggunakannya dalam rangka sebagai nama alternatif dari negara merdeka setelah Hindia-Belanda selain “Indonesia” dan “Insulinde”.
    Ketika “Indonesia” akhirnya ditetapkan sebagai nama politis bangsa yang baru pada Kongres Pemuda II (1928), istilah Nusantara tidak serta-merta ditinggalkan. Pada masa modern, justru digunakan sebagai padanan kata bagi “Indonesia”.
    Baik digunakan dalam ranah pengertian antropogeografi maupun politik. Namun, setelah itu juga terjadi pengertian tumpang tindih dengan istilah “Kepulauan Melayu”. Hal ini dilatarbelakangi saat negara Malaysia berdiri pada 1957.
    Dibalut politik konfrontasi oleh Soekarno, semangat kebersamaan di bawah istilah Nusantara tergantikan dengan semangat permusuhan. Ketika permusuhan berakhir, pengertian istilah Nusantara tetap bermakna semangat kebersamaan antarrumpun. (abi sorban)
  • Mengenal Siapa Sosok Buyut Sanur Yang Ada di Makam Wonosari Ngoro Mojokerto

    Mengenal Siapa Sosok Buyut Sanur Yang Ada di Makam Wonosari Ngoro Mojokerto

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Kali ini saya akan mengungkap sejarah siapa sebenarnya buyut Sanur itu yang konon makamnya ada di kawasan desa Wonosari kecamatan Ngoro Mojokerto, saya mencoba menggali informasi dari dzuriyah beliau yang masih ada, dan alhamdulillah saya bertemu dengan gus Abdun Nafi’ lebih dikenal dengan gus Nafi’ putra dari almaghfurlah Kyai Khusairi juga masih ada keturunan dari ki Sawunggaling yang makamnya ada di Wotanmas Jedong.

    Menurut sumber cerita dari gus Nafi’ buyut sanur itu adalah orang yang babat alas desa Wonosari cucu dari ki ageng penanggungan atau Sayyid Yahya kejapanan, ayahnya bernama KH. Basyariyah yang makamnya ada di Tuban, ini di perkuat keterangan dari gus Maskub Pacet dan juga gus Iwan keluarga dari sidoresmo Surabaya, beliau berkata mbah buyut Sanur ini masih ada hubungan family dengan maulana habib Lutfi bin Yahya jawa tengah dan mempunyai istri bernama buyut Sarbiyah.

  • TERPILIH SEBAGAI SMA PENGGERAK DI JAWA TENGAH, SMA N 1 PULOKULON ADAKAN GELAR KARYA SISWA

    TERPILIH SEBAGAI SMA PENGGERAK DI JAWA TENGAH, SMA N 1 PULOKULON ADAKAN GELAR KARYA SISWA

    SORBANSANTRI.COM

    Grobogan, wp.sorbansantri.com – Setelah tepilih menjadi Sekolah Penggerak di Jawa Tengah, SMA N 1 Pulokulon dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah Djoko Priyanto melakukan banyak program dan inovasi baru. Perlu diketahui bahwa berdasarkan data dari Referensi Pendidikan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jawa Tengah terdapat 1614 SMA sederajat dan 1594 SMK serta 712 Madrasah Aliyah, dari sekian ribu sekolah tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melakukan seleksi dan terpilihlah 25 Sekolah terbaik untuk menjadi Sekolah Penggerak di Jawa Tengah dan salah satunya adalah SMA N 1 Pulokulon. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, Sekolah Penggerak adalah sekolah yang bisa menjadi panutan, tempat pelatihan, dan juga inspirasi bagi guru-guru dan kepala sekolah lainnya. Tentu hal ini dikarenakan prestasi dan keunggulan dari SMA Penggerak tersebut.

    SORBANSANTRI.COM

    Salah satu Program inovasi yang lakukan oleh Bapak Djoko Priyanto adalah Kegiatan gelar karya siswa. Kegiatan ini diadakan dalam rangka penguatan profil pelajar Pancasila dengan menggali sumber daya dan kearifan lokal untuk mengembangkan kewirausahaan di SMA negeri 1 Pulokulon, kegiatan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat ini dilaksanakan pada hari Rabu, 12 Januari 2022 ini dihadiri antara lain: Bapak Budi Santoso, S.Pd., M.Pd.,M.Si ( Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah IV ), Bapak Sarwandi, S.Kom ( Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 4, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ) , Bapak Hery Wuryanto, S.Pd., M.M ( Pengawas SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah ), Bapak Drs.  Rustanto, M.BA ( Pelatih Ahli Kurikulum Paradigma Baru ), Bapak Pradana Setyawan. S, PT. M.T ( Kepala Disperindag Kab. Grobogan ), Bapak Sudarmoyo S.Sos. M.H. ( Camat Pulokulon ), AKP I Ketut Sudiartha S.H ( Kapolsek Pulokulon ), Lettu Inf. Mictachul Huda ( Danramil Pulokulon ), Bapak Sudarsono, S. Kom ( Kepala Desa Sembungharjo ), Komite SMA N 1 Pulokulon dan Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., M.H., M.A. ( Ketua Umum IKA Alumni SMA N 1 Pulokulon ) serta perwakilan Alumni SMA N 1 Pulokulon dari berbagai angkatan dan juga Wali Murid SMA N 1 Pulokulon.

    Acara yang menjadi puncak pameran hasil siswa kelas 10 hingga kelas 12 ini diawali dengan pelepasan balon keangkasa yang menjadi simbul tingginya cita-cita Civitas Academika Keluarga Besar SMA N 1 Pulokulon, acara dilanjutkan dengan  persembahan TIM anti Perundungan yang mana SMA N 1 Pulokulon adalah salah satu SMA percontohan dalam hal SMA anti perundungan, acara berikutnya adalah persebahan dari Guru Penggerak oleh Ibu Puji Rahayu, M.Pd yang menyampaikan puisi maha karyanya tentang semangat pendidikan Ki Hajar Dewantara, acara dilanjutkan persembahan Gamelan Kebo Giro oleh guru-guru, Solo Organ oleh alumni SMA N 1 Pulokulon dan Persembahan Karawitan Laras Kridha Wiyata SMA N 1 Pulokulon.

    SORBANSANTRI.COM

    Acara di lanjutkan dengan lauching SMS ( School Management System ), SMS merupakan sebuah aplikasi modern karya Margiyono, S.Kom. salah satu alumni dan pengurus divisi IT IKA Alumni SMA N 1 Pulokulon, dengan aplikasi ini maka semua kegiatan belajar mengajar telah terintegrasi secara profesional melalui teknologi dan digital. Aplikasi canggih ini pernah dipakai dalam rangka Pemilihan Ketua Umum IKA Alumni beberapa waktu lalu dengan meniru konsep general elections ( pemilihan umum ) Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat yaitu melalui E-Voting.

    Acara berikutnya adalah pemaparan IKA Alumni yang disampaikan Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., M.H., M.A. sebagai Ketua Umumnya, Alumni 2009 yang sekarang menjadi Dosen dan Ahli Hukum ini mengatakan, “49 pengurus IKA Alumni dan 3759 orang anggota IKA Alumni SMA N 1 Pulokulon berkomitmen berada digarda paling depan untuk mendukung semua kegiatan yang ada di SMA N 1 Pulokulon, khususnya Program Sekolah Penggerak.”

    “Kami siap membantu memberikan info tentang perguruan tinggi, info lowongan kerja ( Job Fair ). Begitu juga info beasiswa bagi yang ingin melanjutkan pendidikan didalam maupun luar negeri, silakan brosurnya bisa dilihat di stand kami” Pungkasnya.

    Acara dilanjutkan sambutan dari Bapak Budi Santoso selaku Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 4 Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

    “Saya sangat mengapresiasi kegiatan luar biasa ini, kegiatan ini adalah kegiatan pertama kali yang diadakan oleh Sekolah Menengah Atas.” katanya

    “Inovasi dan semangat yang tinggi dari Pak Djoko hendaknya ditiru oleh kepala sekolah lainnya.” Pungkasnya.

    Beliau juga mengajak para lulusan SMA untuk semangat melajutkan keperguruan tinggi.

    Sambutan terakhir dari Kepala SMA N 1 Pulokulon, Guru Fisika ini mengucapkan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama mensukseskan acara ini,

    “Siswa siswi SMA N 1 Pulokulon kami ajari menjahit, menyablon, menenun kain, berkebun, dan lain sebagainya, sehingga saya berharap lulusan SMA ini bisa mandiri dan memiliki jiwa wirausaha yang tinggi. Khusus kepada disperindag kami berharap hasil karya siswa-siswi kami bisa dilihat, dinilai dan akhirnya bisa juga ditampilkan disupermarket sebagaimana produk lainnya.”

    Dengan rendah hati Kepala Sekolah yang lolos sebagai Kepala Sekolah Penggerak Jawa Tengah ini mengatakan, “Saya bukanlah siapa-siapa tanpa Bapak Ibu guru yang hebat-hebat ini dan juga seluruh keluarga besar SMA N 1 Pulokulon baik siswa maupun alumninya, kegiatan ini dan kegiatan apapun bisa sukses karena kita bersama-sama kompak memajukan dan mencintai SMA N 1 Pulokulon. Sekali lagi bukan karena saya, tapi karena kita bersama.” Pungkasnya.

    Acara terakhir adalah inti acara yaitu pemotongan pita oleh Bapak Budi Santoso sebagai tanda dimulainya pameran, pameran yang berupa stand-stand ini memamerkan hasil karya siswa-siswi SMA N 1 Pulokulon mulai kelas X sampai kelas XII, berupa makanan, minuman, kaos hasil sablon siswa, batik, buket hantaran pernikahan, karya seni, dan lain sebagainya. Ada juga stand khusus alumni yang berisi info beasiswa, perguruan tinggi dan lowongan kerja. Para pengunjung terlihat sangat antusias menghadiri pameran ini, dengan diiringi beberapa group band dan dihadiri beberapa penyanyi menambah kemeriyahan acara.

    Semoga kegiatan baik ini bisa berjalan secara terus menerus setiap tahun.