Kategori: Nasional

berita yang mencakup peristiwa dan kejadian yang terjadi di tingkat nasional suatu negara. Berita ini meliputi berbagai topik yang relevan dengan kehidupan masyarakat secara luas, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, lingkungan, dan berbagai isu penting lainnya yang memiliki dampak signifikan bagi negara tersebut. Liputan berita nasional bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat, terkini, dan relevan kepada masyarakat mengenai berbagai peristiwa dan fenomena yang sedang terjadi di tingkat nasional.

  • Kitab Nazham “Sejarah Besar Nahdlatul Ulama” Karangan KH. Abdul Halim Leuwimunding

    Kitab Nazham “Sejarah Besar Nahdlatul Ulama” Karangan KH. Abdul Halim Leuwimunding

    Mojokerto, Sorban santri. Com – Ini adalah naskah kitab yang berjudul “Sejarah Perjuangan Kiai Haji Abdul Wahhab” karangan salah satu pendiri organisasi Nahdtalul Ulama (NU) yang berasal dari Pasundan (Jawa Barat), tepatnya dari Leuwimunding, Majalengka, yaitu KH. Abdul Halim (1898-1972 M).

    Kitab ini ditulis dalam bahasa Melayu-Indonesia beraksara Arab (Jawi-Pegon) dalam bentuk nazhaman (puisi). Meski berjudul “Sejarah Perjuangan Kiyahi Haji Abdul Wahhab” (KH. Abdul Wahhab Hasbullah), namun kandungan kitab ini mengungkapkan sejarah besar pendirian dan perjuangan NU dari masa ke masa.

    KH. Abdul Halim Leuwimunding adalah salah satu murid terdekat dari KH. Abdul Wahhab Hasbullah (Tambak Beras Jombang), sekalus kader andalan beliau. Ketika ikut sama-sama membidani kehaliran NU pada tahun 1926 M di Surabaya, KH. Abdul Halim Leuwimunding menjadi salah satu pendiri termuda (selain KH. As’ad Syamsul Arifin, Asembagus Situbondo), sekaligus satu-satunya pendiri yang berasal dari Pasundan. Pada saat itu, KH. Abdul Wahhab Hasbullah menunjuk KH. Abdul Halim Leuwimunding sebagai katib tsani.

    Melalui kitab ini, sejarah organisasi Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah itu didedahkan oleh KH. Abdul Halim Leuwimunding dalam bentuk puisi secara runut, ringkas, dan kaya akan data serta informasi. Karena itu, keberadaan kitab ini menjadi sangat penting sebagai salah satu sumber utama sejarah besar NU yang langsung ditulis oleh salah satu pendirinya.

    Saya mendapatkan salinan naskah ini dari sahabat saya al-Fadhil Agus H. Muhammad al-Barra putra KH. Asep Saefuddin Halim, yang merupakan cucu dari pengarang kitab ini. Rencananya kitab ini akan dijadikan beliau sebagai bahan utama kajian disertasi doktoral beliau pada Departemen Filologi Universitas Padjadjaran Bandung.

    Pada kolofon, disebutkan penulisan kitab ini diselesaikan pada 12 September 1970 M (bertepatan dengan 11 Rajab 1390 Hijri). Kitab ini kemudian dicetak oleh Percetakan “Baru” yang terletak di Jalan Pajagalan 3, Bandung (Jawa Barat), dengan tebal 31 halaman. Tertulis di sana;

    ‎دافت إذن دي جيتاك ايني رواية # ياله تغكال دوابلاس ايتو تفات

    ‎سفتيمبر سمبيلان بلس توجوه فولوه # سيا مغهادف كجومباغ دغن سغكوه

    ‎مودهمودهان توهن ممبري منفعة # فدا رواية ايني يغ سيا سيغكات

    (Dapat izin dicetak ini riwayat # ialah tanggal dua belas itu tepat

    September Sembilan belas tujuh puluh # saya menghadap ke Jombang dengan sungguh

    Mudah-mudahan Tuhan memberi manfaat # pada riwayat ini yang saya singkat)

    Melihat tanggal penulisan kitab ini dalam tahun Hijriah, yaitu 11 Rajab 1390 H), tampaknya kitab ini ditulis untuk menyambut peringatan hari lahir NU yang ke-46. Organisasi NU sendiri diresmikan pada 16 Rajab 1344 Hijri (bertepatan 31 Januari 1926 Masehi).

    Dalam kata pengantarnya, KH. Abdul Halim Leuwimunding mengatakan jika banyak koleganya yang hendak mengetahui sejarah besar NU dari awal mula berdirinya, peran serta kiprahnya dalam perjuangan keagamaan Islam, kebangsaan Indonesia, serta kemanusiaan, hingga sampai pada tahun 1970 ketika karya ini ditulis dan NU sudah menjadi sebuah organisasi keislaman terbesar di Nusantara. Beliau menulis;

    ‎سيا بكين رواية فدا فوكويا # بياق تمان ايغين مغتاهوئييا

    ‎ايغين تاؤ اسال () برديرييا # هيغكا جدي فرتي بسارله ياتيا
    Sumber : https://www.facebook.com/1784976351/posts/10211145309226990/

    ‎ميلوروه سوده دي كنال ناميا # تيدأ اسيغ دونيا مغتاهوئييا

    ‎مكا يغ تيمفو برديري فرتاميا # هيا تيغكال يغ ميسيه امفات اوراغيا

    (Saya bikin riwayat pada poko[k]nya # banyak teman ingin mengetahuinya

    Ingin tau asal NU berdirinya # hingga jadi [se]perti besarlah nyatanya

    Menyeluruh sudah dikenal namanya # tidak asing dunia mengetahuinya

    Maka yang tempo berdiri pertamanya # hanya tinggal yang masih empat orangnya).

    KH. Abdul Halim Leuwimunding kemudian melanjutkan;

    ‎سيا يويون اياله دغن سعيران # بييار اناك2 تاؤ بركمبيرأن

    ‎مغتاهوئي علماء جارا برفيكير # مغتاهوئي تراديسي بهان فميكير

    ‎مورني تيدأ ترجامفور ايدي فنجاجه # سباب غرتي صفة منوسيا حرية

    (Saya susun ialah dengan si’iran # biar anak-anak tau bergembiraan

    Mengetahui ulama cara berpikir # mengetahui tradisi bahan pemikir

    Murni tidak tercampuri ide penjajah # sebab ngerti sifat manusia huriah [merdeka]).

    Dalam menulis kitab nazham sejarah besar NU ini, KH. Abdul Halim terlebih dahulu meminta izin dan restu dari KH. Abdul Wahhab Hasbullah (w. 1971 M) dan KH. Ahmad Syaikhu (w. ?), dan KH. Idham Cholid (yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum PBNU). KH. Abdul Halim Leuwimunding menulis;

    ‎سيا مينتا اذن فا كياهي وهاب # سباب ايتو كورو سيا وقتو طلب

    ‎مينتا اذن فا شيخو ياله سبابيا # سباب سورابيا مولائي برديرييا

    ‎جوكا مينتا اذن ككتوا عموم # فا كياهي إدهام فيمفنان هارس معلوم

    (Saya minta izin Pak Kiyai Wahhab # sebab itu guru saya waktu tholab (belajar)

    Minta izin Pak Syaikhu ialah sebabnya # sebab Surabaya mulai berdirinya (NU)

    Juga minta izin ke ketua umum # Pak Kiyai Idham (Cholid) pemimpin harus maklum).

    Dikatakan oleh KH. Abdul Halim Leuwimunding, bahwa dalam menyusun kitab nazham sejarah besar NU ini, dirinya bersandar pada muktamar-muktamar NU yang hingga pada masa itu sudah berlangsung 24 kali. Kesemua (24) muktamar itu selalu dihadiri oleh beliau. Karena itu, sebaga macam perkembangan, perubahan, dan keputusan NU dari masa ke masa dapat diketahui dengan sangat baik oleh beliau.

    KH. Abdul Halim Leuwimunding wafat dan dikebumikan di tempat kelahirannya di Leuwimunding, Majalengka, pada 11 April 1972 M (bertepatan dengan 26 Safar 1392 Hijri). Beliau meninggalkan sebuah pesantren dan institusi pendidikan yang masih lestari hingga kini, yaitu Sabilul Chalim. Salah satu putra beliau, KH. Asep Saeful Halim, tinggal dan berkarir di Surabaya dengan mendirikan pesantren unggulan Amanatul Ummah. KH. Asep Saeful Halim pernah menjabat sebagai ketua PCNU Surabaya dan Ketua PERGUNU PBNU

    Sumber : https://www.facebook.com/1784976351/posts/10211145309226990/

    (Anwar sorban)

  • BANSER SEBAGAI GARDA NKRI KAN SELALU SIAP MENGABDI

    BANSER SEBAGAI GARDA NKRI KAN SELALU SIAP MENGABDI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Dalam buku ASRENDIKLATNAS telah menulis tentang PARADIGMA BARU dalam SIKAP KeBanseran untuk Mengembangkan DISIPLIN dan DEDIKASI menuju DAYA JUANG agar mampu menyikapi perkembangan MASA dan WAKTU

    Catatan:
    Awal Niat Semangat terbentuknya SATUAN BANSER adanya Perkembangan situasi Sosial baik di ranah Kesatuan Bangsa dan Negara dan juga yang membahayakan pada keberadaan Jamiyah NU beserta para Ulama dan Kyai pada masa itu.

    Dengan tekad yang kuat GP Ansor membentuk BARISAN ANSOR SERBAGUNA yg berAfiliasi dengan semua komponen para Penjaga Keamanan Perdamaian serta Keadilan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia demi menghadapi akan tercabik- cabiknya Perjuangan Kemerdekaan yang telah di capai oleh perjuangan seluruh rakyat Indonesia.

    Dalam kancah keikut sertaanya BANSER menjadi catatan sejarah dalam menjaga Perdamaian dalam mengisi Kemerdekaan.

    Sejarah tersebut tertulis KUAT hingga sekarang. Hingga SATUAN BANSER menetapkan Landasan perjuangannya dalam bentuk kesatuan NIAT yang tertuang pada NAWA PRASETYA BANSER

    Waktu terus berjalan berbagai Situasi dan Kondisi silih berganti dan berkembang, dalam perkembangan tersebut Banser siap mengembangkan Sikapnya dengan peningkatan PARADIGMA-PARADIGMA BARU yang komprehensif agar ADA di setiap TANTANGAN Zaman

    Disinilah bukti kecintaan GP ANSOR pada Negara,Bangsa juga kepada para Tokoh masyarakat, Ulama dan Kyai di lingkungan jamiyah NU. BANSER sebagai GARDA NKRI kan selalu siap Mengabdi. (sorban-infokom)

     

  • Sejumput Tafsir Kekalahan Kyai Sa’id Agil Siradj

    Sejumput Tafsir Kekalahan Kyai Sa’id Agil Siradj

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Ketika seseorang sufi telah mencapai “Maqom Kewalian”, maqom dimana seseorang benar benar mencintai dan dicintai Allah, maka umumnya ia berusaha menyembunyikannya dari pengetahuan manusia, bahkan terkadang ia melakukan hal hal yang secara tafsir agama dilarang hanya untuk menutupi Maqom Kewaliannya itu.
    Salah satu syarat paling penting mencapai Maqom itu adalah tidak ada rasa sombong sedikitpun dan sekecil apapun dalam hatinya, tidak boleh merasa sedikitpun paling baik dari makhluk Allah yang lainnya bahkan dari tumbuhan sekalipun dan tidak memiliki bisikan hati sekecil apapun untuk menyakiti dan merendahkan mahluk Allah.
    Sebagai seorang yang memiliki kedalaman ilmu ilmu agama, khususnya dalam bidang Tasawwuf saya menyakini bahwa Kyai Sa’id Agil Siradj, telah mendekati atau bahkan telah sampai ke Maqom itu.
    Saya menduga, karena nya beliau ingin menutupi maqomnya itu dari khalayak, dan menjaganya dengan cara menghilangkan penyakit hati yang paling membahayakan, yaitu kesombongan, merasa paling benar, dan kehendak menyakiti juga merendahkan siapapun.
    Saya memperkirakan Kyai Sa’id Agil Siradj telah mengetahui bahwa beliau akan kalah dalam pemilihan ketua tanfidhiyah PBNU, namun beliau tetap maju. Mengapa?
    Diantara Alasan paling utama adalah untuk menghilang penyakit hati itu. Sehingga Maqom Kewaliannya tetap bisa terjaga.
    Alasan lainnya, tapi bagi saya tidak penting, adalah untuk memberikan pembelajaran pada warga NU bahwa untuk “berjuang” itu harus “berjuang” dan bahwa perjuangan itu selalu harus dijalankan dengan hati yang bersih dan tulus.
    Terima kasih Abahku Guruku Kyai Sa’id Agil Siradj, saya mencintai panjenengan. Saya juga bangga menyaksikan kebesaran dan kedewasaan ber NU melalui panjenengan dan para kyai lainnya
    Wallahu A’lam. (AufArulminan)
  • Ketua Umum PBNU Terpilih 2021, Gus Yahya: Terima Kasih Guru Saya KH Said Aqil

    Ketua Umum PBNU Terpilih 2021, Gus Yahya: Terima Kasih Guru Saya KH Said Aqil

    SORBANSANTRI.COM
    Ketua Umum PBNU terpilih, Gus Yahya saat cium tangan KH Said Aqil (foto: NU Online)

    JAKARTA, wp.sorbansantri.com  – Selepas perhitungan suara, Gus Yahya menghaturkan ucapan terima kasih pertamanya kepada Kiai Said. Bagi dirinya, Kiai Said merupakan guru yang telah banyak memberikan pengalaman. “Paling awal saya haturkan terima kasih kepada guru saya, yang mendidik saya, menggembleng dan menguji saya tetapi juga membuka jalan untuk saya dan membesarkan saya yaitu prof dr KH Said Aqil Siradj,” tutur Gus Yahya, Jumat (24/12/2021).

    KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya secara resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026. Dalam penghitungan suara sebagai rangkaian Muktamar ke-34 NU yang digelar di Lampung, Gus Yahya meraih 337 suara, sedangkan, Kiai Said meraih 210 suara.

    Gus Yahya berujar, tak bisa mengganti secara penuh kebaikan yang diberikan oleh Kiai Said selama ini. Keberhasilan yang diperoleh PBNU pun, kata Gus Yahya, tak bisa dilepaskan begitu saja dari peran serta Kiai Said Aqil.

    “Saya tidak tahu apakah akan cukup umur saya untuk membalas jasa-jasa beliau. Kalau ada yang patut dipuji, beliau yang harus dipuji,” katanya. Dia juga mengucap syukur atas terselenggaranya rangkaian acara Muktamar NU ke-34 yang berjalan dengan sukses. Menurutnya, jalannya agenda ini amat dinikmati oleh para peserta.

    “Ini adalah salah satu nikmat NU yang terus dirasakan dari generasi ke generasi, kita berkeyakinan bahwa muktamar itu adalah sumber barokah bagi NU,” pungkasnya.(wal sorban)

  • 9 Ulama/Kiai Sepuh Terpilih sebagai AHWA Muktamar NU

    9 Ulama/Kiai Sepuh Terpilih sebagai AHWA Muktamar NU

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Pembahasan dan pengesahan Tata Tertib Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama telah selesai, Rabu 22 Desember 2021.
    Sidang pleno yang digelar di GSG UIN Raden Intan Lampung itu juga menyepakati mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU menggunakan pemungutan suara atau voting.
    Sedangkan pemilihan Rais Aam dilakukan dengan mengusulkan 9 nama calon oleh setiap Pengurus Cabang dan Pengurus Wilayah. Kemudian, dari 9 nama yang diusulkan tersebut akan mencari 9 nama terbesar untuk menjadi AHWA (ahlul halli wal aqdi), dan dari 9 ulama yang terkumpul dalam AHWA akan menunjuk siapa Ulama yang diberi amanah menjadi Rais Aam PBNU.
    Sedangkan penentuan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU dilakukan dengan cara pemilihan. Para calon akan memperebutkan dukungan dari pemilik suara, yakni PCNU, PCINU, PWNU, PBNU, dan badan otonom.
    Ketua SC Muktamar ke-34 NU M Nuh mengatakan, pemilihan AHWA dilakukan dengan membagi dalam enam kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 100 orang.
    “Jadi satu kotak besar kita bagi 100 sehingga 3,5 jam itu kita arahkan jam 5 sudah rampung menghitungnya,” kata dia.
    Berikut 9 Ulama yang terpilih sebagai AHWA:
    1. KH. Mustofa Bisri 494 suara;
    2. KH. Ma’ruf Amin 458 suara;
    3. KH. Miftachul Akhyar 395;
    4. KH. Dimyati Rais 503 suara;
    5. KH. TG. Turmudzi 403 suara;
    6. KH. Anwar Mansur 408 suara;
    7. KH. Nurul Huda 384 suara;
    8. KH. Buya Marbun 309 suara;
    9. KH. Zainal Abidin 272 suara.

    Berikut sahabat sorban melaporkan. (abi sorban)

  • BEREDAR KARANGAN BUNGA HOAX DI LOKASI MUKTAMAR NU LAMPUNG

    BEREDAR KARANGAN BUNGA HOAX DI LOKASI MUKTAMAR NU LAMPUNG

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Suasana tenang dan gembira yang diupayakan oleh semua pihak yang ikut berperan dalam perhelatan besar lima tahunan dari ormas keagamaan terbesar di Indonesia sepertinya tak luput dari goyangan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, hal yang tidak diinginkan tersebut dikhawatirkan akan merusak suasana muktamar, ungkap Luqman, ketua Cabang Ansor Banyumas, yang sore tadi dikonfirmasi oleh anggota terkait suasana Muktamar NU di Lampung.

    Perhelatan Muktamar NU yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung tanggal 22-23 Desember 2021 tersebut, hingga Kamis malam ini masih berfokus pada pemilihan Rois Syuriah PBNU untuk masa hidmat 2021-2026, “meskipun kami tidak dapat hadir langsung ke lokasi, tapi lalu lintaa informasi dari sahabat-sahabat media yang terjun ke lokasi bisa dipertanggungjawabkan” sambung Luqman.
    Saat dikonfirmasi hal ihwal apa yg sedang membuat gundah warga NU di akar rumput, Luqman menjawab dengan lugas bahwa “ada oknum pengusaha yang memasang karangan bunga di lokasi muktamar, dan menurut informasi, karangan bunga tersebut ditengarai mencatut nama beberapa PWNU” tukasnya.
    Seperti diketahui oleh warga NU Banyumas dan sekitarnya, terutama kader Ansor yang mengikuti perjalanan Muktamar NU melalui media, ada keresahan terkait kabar tentang pemasangan ucapan selamat atas terpilihnya salah satu kandidat ketua umum PBNU, “ya setelah kami menanyakan langsung kepada sahabat media di lokasi Muktamar, mereka membenarkan hal itu, padahal hingga malam ini, forum sidang di Muktamar masih berfokus kepada AHWA”.
    Masih menurut Luqman, menyatakan bahwa Ia diminta oleh beberapa kader Ansor di Banyumas, untuk memohon bantuan tim media di lokasi menemui pihak yang tercatut guna konfirmasi kebenaran informasi. “hal ini penting, mengingat foto-foto karangan bunga ditengarai hoax tersebut sudah santer beredar di jaringan informasi grup-grup whatsapp warga NU dengan massif sejak Kamis sore tanggal 23 Desember dan itu belum waktunya memberi ucapan selamat” tegas Luqman.
    “Sepertinya sah-sah saja masyarakat menyebutnya penyebaran kabar hoax, mengingat belum ada yang namanya terpilih sebagai ketua PBNU, bila karangan bunga tersebut memang hanya untuk persiapan, mestinya tidak dipasang dulu di lokasi dong, apa lagi bila tempatnya memang strategis dan mudah dilihat oleh orang-orang yang berada di lokasi muktamar” lanjut Luqman.
    Dari pengamatan media yang ikut memantau laju informasi yang sampai ke wilayah-wilayah ada lebih dari 5 nama / jabatan ketua di jajaran NU wilayah dan Badan Otonom NU yang di catut, sebagaimana informasi tim media Ansor yang berada di lokasi, diantara para ketua yang dicatut namanya antara lain Ketua PWNU Jawa Tengah, PWNU Jawa Timur, PWNU Aceh dan PWNU Sulawesi Selatan.
    Luqman berharap agar kader Ansor di akar rumput untuk senantiasa berprasangka baik mengingat hal tersebut masih proses tabayyun. Ia juga menyayangkan pihak pengusaha karangan bunga yang terlalu bersemangat meraup keuntungan hingga sepertinya melupakan etika dalam melayani pesanan pelanggan, “ini ucapan prematur, dan beresiko dianggap menyebarkan hoax bila tidak segera dikonfirmasi” tutupnya.
    Hingga berita ini dimuat, pihak pengusaha karangan bunga yang namanya terpampang dibawah ucapan ‘selamat atas terpilihnya KH. Said Aqil Sirajd sebagai ketua umum PBNU’ belum dapat dikonfirmasi, dan pihak-pihak yang dianggap dicatut namanya juga belum seluruhnya dapat dihubungi karena padatnya acara di lokasi kecuali bukti chat dari Kyai Marzuki Mustamar srlaku Ketua PWNU Jawa Timur. (PM/Ipul)
  • KAJI HASIL IJTIMA’ ULAMA, PUSKOHIS UIN SOLO ADAKAN SEMINAR NASIONAL

    KAJI HASIL IJTIMA’ ULAMA, PUSKOHIS UIN SOLO ADAKAN SEMINAR NASIONAL

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Senin, 20 Desember 2021 Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam ( PUSKOHIS ) UIN Raden Mas Said Surakarta sukses mengadakan Seminar Nasional dengan tema : Bedah Fatwa MUI Hasil Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se Indonesia VII Tahun 2021, acara yang mengundang para Advokat, Notaris, Akademisi dan masyarakat umum ini dihadiri oleh 228 peserta melalui zoom virtual.

    Acara yang dimoderatori oleh Ekonom Muhamad Azwan Anas ini diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan opening speech oleh Direktur Puskohis, R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, SH, M.H., M.A. Dosen yang fokus dalam keahlian Hukum Tata Negara dan Fiqih Perbandingan Madzhab Fiqih mengatakan, “PUSKOHIS UIN R.M. Said Surakarta memiliki visi dan misi untuk senantiasa hadir dimasyarakat memberikan pencerahan dan penjelasan dalam semua urusan hukum, konstitusi dan syariat islam. Salah satu yang perlu dijelaskan dan disosialisasikan adalah Hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se Indonesia VII Tahun 2021. Masyarakat terkhusus yang beragama islam hendaknya mengetahui dan faham secara komprehensif apa yang menjadi fatwa ulamanya, seorang pakar dari Belanda Van Den Berg pernah mencetuskan sebuah teori ‘receptio in complexu’ yang Intinya, hukum agama (Islam) harus diterima secara keseluruhan oleh masyarakat sekitar yang memeluk agama islam artinya hukum adat mengikuti hukum agama yang dipeluk oleh masyarakat adat itu. Maka dengan adanya Seminar Nasional ini ada harapan besar dari kami Pengurus PUSKOHIS bahwa masyarakat Indonesia yang beragama islam mengetahui isi Ijtima’ Ulama dan bisa melaksakana sebagai pedoman hidup sehari-hari. Prof. Sutandyo mengatakan: “Hukum yang baik itu tidak hanya law in the book tapi juga law in the action” artinya hukum itu yang baik itu adalah hokum yang tidak hany tertulis tapi juga dilaksanakan dengan baik.”

    Acara berikutnya adalah Keynote Speaker oleh Dr. KH. Riyal Fuadi, S.Ag, M.Ag, Penasehat PUSKOHIS dan Dosen Hukum Islam ini menyampaikan bahwa  “Kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi telah merambah ke seluruh aspek kehidupan umat manusia dimana kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi memberikan banyak kemudahan sehingga merasa lebih bahagia dan senang. Tetapi disisi lain kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi juga memunculkan sejumlah persoalan yang harus diselesaikan termasuk munculnya peristiwa-peristiwa baru yang belum ada sebelumnya dimana kepastian hukumnya sangat dibutuhkan oleh masyarakat saat ini. Hukum Islam hadir untuk memberikan sebuah kemaslahatan dan menghilangkan kemadharatan yang dikenal dengan Maqashid Syariah.”

    “Hukum Islam ( dalam hal ini Fatwa Ulama ) mengandung dan memberikan semua kemaslahatan bagi manusia baik itu kemaslahatan dunia maupun akhirat, kemaslahatan individu maupun kelompok. Terdapat tiga sifat dalam fatwa, diantaranya: fatwa baru terhadap peristiwa lalu yang belum terdapat fatwanya; fatwa baru atas peristira baru; dan review fatwa atau peninjauan ulang fatwa yang sudah ada. Beberapa pola ijtihad yang dilakukan oleh para ulama, yaitu ijtihad tarjihi; ijtihad insya’i; dan ijtihad jama’i atau kolektif. Dalam ijtihad insya’i terdapat dua penalaran, pertama penalaran ta’lili dan kedua penalaran istihlahi.” Pungkasnya.

    Setelah penyampaian materi dari Keynote Speaker, seminar dilanjutkan dengan penyampaian materi dari Pembicara pertama yaitu Asep Maulana Rohimat, M.S.I., Dosen Ilmu Fiqih R.M. Said UIN Surakarta ini menyampaikan materi Komisi Asasiyah Wathaniyyah (Masalah Strategis Kebangsaan) , “Asasiyah Wathaniyyah (Masalah Strategis Kebangsaan) meliputi 5 aspek, diantaranya: Fungsionalisme Tanah; Dlawabit dan Kriteria Penodaan Agama; Jihad dan Khilafah; Panduan Pemilu dan Pemilukada; serta Tinjauan Perpajakan.” Katanya.

    Pada dasarnya sistem kepemimpinan dan kebangsaan dalam Islam bersifat dinamis sesuai dengan kesepakatan dan pertimbangan kemaslahatan yang ditujukan untuk kepentingan hirasati al-din (kepentingan menjaga keluruhan agama) wasiyasati al-dunya (mengatur urusan dunia). Dalam sejarah peradaban Islam, terdapat banyak model atau sistem pemerintahan dan mekanisme suksesi kepemimpinan yang semuanya sah secara syar’i. Sistem Khilafah merupakan salah satu model atau atau sistem pemerintahan yang diakui dan dipraktekkan dalam Islam tetapi bukan merupakan satu-satunya model. Dalam dunia Islam juga terdapat model atau sistem pemerintahan seperti monarki (kerajaan), keemiratan, kesultanan, dan republik.” Pungkas Dosen Muda ini.

    Acara berikutnya adalah penyampaian Pemateri kedua yaitu Viror Ghufron Assaifi, Lc., S.Pd, Al Hafidz tentang Fiqih Mu’ashirah, ada 7 materi yang dikupas olehnya yaitu Hukum cryptocurrency (mata uang virtual), Hukum pernikahan online, Hukum Pinjaman Online, Hukum Transplantasi Rahim, Penyaluran Zakat dalam Bentuk Qardhul Hasan, Hukum Zakat Perusahaan dan Hukum Zakat Saham”

    Salah satu hal menarik yang dia sampaikan adalah “Mejelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa hukum menikah secara online atau virtual adalah tidak sah. Akad nikah secara online hukumnya tidak sah jika tidak memenuhi salah satu syarat ijab kabul, yakni dilaksanakan secara ittihadul majlis (berada dalam satu majelis), dengan lafadz yang sharih (jelas) dan ittishal (bersambung antara ijab dan kabul secara langsung). Dalam hal calon mempelai pria dan wali tidak bisa berada dalam satu tempat secara fisik maka ijab kabul pernikahan dapat dilakukan dengan cara tawkil (mewakilkan). Apabila pihak pria dan tidak mau mewakilkan maka pelaksanaan akad nikah secara online dapat dilakukan dengan syarat adanya itthadu majelis, lafadz yang sharih dan ittishal.” Papar Ulama Muda jebolan Hadramaut, Yaman ini.

    Acara terakhir adalah pemaparan materi dari Habib Hasan bin Ja’far Baabud, Lc. Tentang Komisi Qonuniyah (Masalah Peraturan Perundang-Undangan). Dalam hal ini beliau membahas Tinjauan Peraturan Tata Kelola Sertifikasi Halal, Tinjauan Rancangan Undang-Undang Tentang Minuman Beralkohol, Pancasila Lima Asas Pondasi dan RUU Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.”

    “Dalam syariat Islam segala tindak pidana telah diatur jika pelanggaran yang dilakukan telah memenuhi syarat untuk mendapat hukum pidana seperti mencuri dihukum potong tangan dengan ketentuan yang telah ditetapkan, kemudian membunuh orang dihukumi qishash dengan syarat-syarat yang ada”

    “Pancasila dengan lima asasnya dari sila pertama sampai sila kelima tidak menyimpang dari agama. Pancasila dengan Al-Qur’an tidak ada pertentangan, justru Pancasila diambil dari Al-Qur’an dan Hadits.” Pungkasnya.

    Rektor UIN R.M. Said Surakarta Prof. Dr. Mudhofir, M.Pd. mengapresiasi acara solutif ini, Pakar Pengkajian Islam ini berharap PUSKOHIS selalu aktif dalam membahas persoalan-persoalan kebangsaan demi memberikan manfaat dan kontrubisi maksimal untuk institusi, Negara dan masyarakat.(abi sorban)

  • RAWI UNIVESITAS IMAM SYAFI’I HADRAMAUT, YAMAN ADAKAN IJTIMA’ NASIONAL

    RAWI UNIVESITAS IMAM SYAFI’I HADRAMAUT, YAMAN ADAKAN IJTIMA’ NASIONAL

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Rabu, 15 Desember 2021, Ikatan Alumni Universitas Imam Syafi’i, Mukalla, Hadramaut, Yaman yang tergabung dalam organisasi Rabithah Al-Atha’ wal Irfan (RAWI) sukses mengadakan Ijtima’ Nasional dalam rangka menyambut Duf’ah ke empat Alumnus Universitas Imam Syafi’I Mukalla, Hadramaut, Yaman.

    Universitas Imam Syafii Mukalla, Hadramaut, Yaman adalah salah satu Universitas Favorit yang menjadi tujuan para pencari ilmu belajar di Negeri Sejuta Wali Yaman ini, Universitas yang diasuh oleh Ulama Besar Yaman Sayyidi Syaikh Al-Allamah Dr. Muhammad Ali Ba’athiyyah telah menelorkan para juru dakwah yang tersebar diseluruh penjuru nusantara dan dunia.

    Dalam rangka menguatkan persatuan para alumni, RAWI mengadakan Ijtima’ Nasional yang dilaksanakan 2 hari di Pondok Pesantren Matla’ul Anwar Kota Cirebon yang diasuh oleh salah satu alumnus Universitas Imam Syafii Yaman Ustadz Sofi Maulana, Lc, S.Pd, MA. Al Hafidz, RAWI menghadirkan seluruh dai dan Asatidz angkatan ke empat yang berasal dari penjuru Indonesia misalnya Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan daerah lainnya.

    Ijtima’ dimulai pukul 16.00 WIB diawali dengan pembacaarn Maulid Nabi yang dipimpin oleh Al Munsid Ustadz Arif Fathur Rahman, M.Pd. dan Ustadz Fadli Aziz, Lc, kemudian dilanjutkan sambutan dari tuan rumah. Dalam sambutannya tuan rumah Ustadz Sofi Maulana selaku tuan rumah merasa bersyukur bisa menjadi tuan rumah, beliau berharap perkumpulan seperti ini selalu istiqomah sebagai bentuk irtibat para alumnus kepada guru Mulia Sayyidi Syekh Dr. Muhammad bin Ali Baatiyah.

     

    Sambutan berikutnya dari Pembina Yayasan Rabithah Al-Atha’ wal Irfan (RAWI) sekaligus Wakil Ketua RAWI Ustadz Hafidz, M.Pd. “Kelulusan kalian Laisa minan Nihayat ( bukanlah akhir dari sebuah perjuangan ) akan tetapi kelulusan kalian dari Hadramaut adalah Nuqtotul Bidayah ( titik awal dari hakikat perjuangan ), maka siapkan diri kalian untuk bisa bermanfaat bagi masyarakat dan umat dengan niat khidmah kepada Sayyidi Syekh Hafidzahullahu Ta’ala (As-Syaikh Dr. Muhammad bin Aly Ba’atiyah )”.

    “Ciri-ciri kesuksesan seorang penuntut ilmu adalah adanya Irtibat ( sambungan dzahir dan batin ) antara murid dengan guru setelah lulus, dan adanya sambungan antara satu murid dengan yang lain terkhusus kepada alumnus yang lebih dahulu dan hendaknya selalu memiliki sifat Al Ihatiram wa Fadl As-Sabiq.” Pungkas ulama muda yang juga menjadi Pengajar di Pondok Pesantren Darus Sa’adah Malang ini.

    Ketua Yayasan Rabithah Al-Atha’ wal Irfan (RAWI) Ustadz H. Minanurrahman, M.Pd dalam sambutannya merasa bersyukur dengan semangat Duf’ah Robi’ah dalam acara Ijtima’ ini.

    “Saya berharap dengan terselenggaranya Ijtima’ Rabithah Al-Atha wal Irfan (RAWI) ini menjadikan semakin kuatnya hubungan persaudaraan antara pengurus RAWI dan anggota, sehingga RAWI lebih eksis dalam menyebarkan Dakwah Islamiyah, Syiar Syariah, Tarbiyah dan Dakwah berbasis Ahlussunnah Waljamaah di Indonesia sesuai Manhaj Dakwah Sayyidi Syekh Dr. Muhammad bin Aly Ba’atiyah.”

    “Kita harus kompak, kita harus bersama-sama, tidak boleh ada yang keluar dari jalur dan manhaj Sayyidi Syaikh, karena dengan persatuan yang kokok kita akan lebih mudah dan maju dalam menjalankan visi dakwah mulia ini.” Pungkas Pemuda yang sekarang menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Darul Mannan Bankalan Madura ini.

    Acara berikutnya adalah penyampaian pesan melalui Telepon dari Hadramaut oleh Ustadz Arif Rahman Rasyadi, M.Pd., beliau menyampaikan bahwa Al Walid Asy Syaikh Muhammad bin Ali Batiyah bersyukur dan senang atas terselengggaranya acara ini. Ada harapan kuat dari Syaikh untuk seluruh peserta agar mengikuti acara seperti ini secara istiqomah.

    Sebelum menuju pada acara musyawarah bersama, peserta terlebih dahulu mendengarkan motivasi dan strategi dakwah dari salah satu Pengurus RAWI pusat yang telah sukses membuat dakwah dan pesantren online yaitu ustadz Ahmad Fahim, M.Pd. Pendakwah yang juga Penulis buku ini mengajak seluruh peserta untuk bergabung bersama, merapatkan barisan untuk bisa menyebarluaskan ilmu yang telah didapatkan dari Yaman.

    Acara dilanjutkan dengan  Pembahasan Strategi Dakwah, Melengkapi Kepengurusan RAWI dan Penyampaian visi misi serta profil RAWI oleh Pengurus. Ijtima’ Ulama menghasilkan semakin lengkapnya stuktur kepengurusan RAWI dengan ditambahnya pengurus baru dari Duf’ah Rabiah.

    Khusus Duf’ah Rabi’ah ( Alumnus Universitas Imam Syafii, Mukalla, Hadramaut, Yaman angkatan keempat ) pada pagi harinya mengadakan pertemuan khusus untuk membentuk kepengurusan Duf’ah. Dan telah terpilih sebagai Syuriyah ( Dewan Pertimbangan dan Penasehat ) :

    1. Raden KH. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, M.A. ( Pondok Pesantren Al-Muayyad, Mangkuyudan, Surakarta )
    2. Habib Hasan bin Ja’far Baabud ( Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon ) dan
    3. Al-Ustadz Muhamad Hasyim Asy’ari, Lc. ( Pondok Pesantren Darus Saadah Malang ).

    Adapun Ketua Duf’ah Rabi’ah terpilih adalah Ustadz M. Sofi Maulana, M.A. ( Pondok Pesantren Ma’taul Anwar Cirebon ) dengan sekretaris Ustadz Ahmad Mahdi, Lc ( Pondok Pesantren Darus Solihin, Batu, Malang ) dan bendahara Ustadz Ahmad Haris, Lc. ( Pondok Pesantren Ilmu Qur’an Singosari Malang )

    Dalam rangka melengkapi keberkahan Ijtima’ Nasional ini, peserta Ijtima’ dipimpin oleh tuan rumah mengadakan Ziarah bersama ke Makam Sunan Gunung Jati Cirebon, Makam Syarif Fatahillah ( Pangeran Jayakarta ) dan Syarifah Muda’im ( Nyimas Rarasantang ), setelah ziarah, para peserta Ijtima’ Nasional RAWI mengadakan kunjungan ke ndalem KH. Yahya Zainul Maarif ( Buya Yahya ) di Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon. Dalam pertemuan tersebut para peserta Ijtima’ Nasional RAWI mendapatkan banyak wejangan tentang pentingnya keikhlasan dalam berdakwah dan petingnya kekompakan dan kebersamaan dalm berdakwah. (abi sorban)

  • SAHABATI ROUDLOTUL JANNAH TERPILIH KEMBALI MENJADI KETUA PAC FATAYAT JETIS 2021 – 2025

    SAHABATI ROUDLOTUL JANNAH TERPILIH KEMBALI MENJADI KETUA PAC FATAYAT JETIS 2021 – 2025

     

    Sorbansantri.com – sahabati Roudlotul Jannah terpilih menjadi ketua PAC Fatayat Jetis dalam konferensi pimpinan anak cabang fatayat kecamatan jetis mojokerto yang di laksanakan pada hari minggu (19/12/2021) di kantor MWC NU Jetis.

    Tampak yang hadir dalam acara tersebut pengurus ranting Fatayat se PAC Jetis, pengurus MWC NU, perwakilan dari Banom dan lembaga seMWC NU Jetis, perwakilan MUI Jetis serta pengurus PC Fatayat kabupaten Mojokerto.

    Sebelum acara pemilihan ketua dilaksanakan terlebih dahulu pelantikan pengurus Ranting Fatayat sePAC Jetis yang di pimpim oleh pengurus PC Fatayat Mojokerto, dan setelah istirahat sekitar pukul 12:00wib baru prosesi konferensi di laksanakan.

    Ada dua calon yang di ajukan dari kader Fatayat , pertama sahabati Badriyatin Najah dan sahabati Roudlotul Jannah yang di akhir pemungutan suara menghasilkan sahabati Badriyatin Najah mendapat 4 suara dan sahabati Roudlotul Jannah mendapatkan 10 suara serta saRtu suaraR tidak sah.

    Sahabati Rahmi Lailatul Mubarokah selaku sekertaris PC Fatayat kabupaten mojokerto mengucapkan selamat kepada sahabati Roudlotul Jannah sebagai ketua terpilih di massa khidmat 2021 -2025 semoga bisa membawa PAC Fatayat Jetis kedepan lebih baik.

    Beliau juga menyampaikan selamat kepad pengurus Ranting Fatayat sePAC Jetis yang barusan di lantik serta beliau menitipkan roda organisasi di pundak para pengurus semuanya .

    “Selamat buat semua pengurus Ranting Fatayat se PAC Jetis yang barusan di lantik serta kami titipkan roda organisasi kepada sahabati sahabti semuanya”.

    Ketua terpilih Sahabati Rodlotul Jannah memgucapkan terima kasih kepada sahabati sahabati semuanya yang masih mempercayai beliau untuk memimpin kembali sebagai ketua PAC Fatayat dan meminta kepada semua untuk membantu menjalankan amanah yang telah di berikan.

    “Mohon dengan sangat semua sahabati sahabati membantu saya untuk menjalankan amanah ini karena tanpa sahabati sahabati semua saya ngak bisa menjalankan amanah ini” kata beliau di hadapan semua hadirin.(Dikin sorban)

  • BERSINERGI DENGAN PEMERINTAH, ANSOR BANYUMAS MEMBANGUN KETAHANAN EKONOMI DI MASA PANDEMI

    BERSINERGI DENGAN PEMERINTAH, ANSOR BANYUMAS MEMBANGUN KETAHANAN EKONOMI DI MASA PANDEMI

    SORBANSANTRI.COM

    Banyumas, wp.sorbansantri.com – Sabtu malam ini (18/12/2021) masih di RM Joglo Indah Purwokerto, PC GP Ansor Banyumas melaksanakan kegiatan sosialisasi awal gerakan membangun ketahanan ekonomi di masa pandemi.

    Kegiatan lanjutan yang merupakan sesi kedua tersebut berisi tentang paparan materi terkait kiat-kiat dan fokus bidik di sektor ekonomi kekinian, baik yang berbasis masyarakat muda millenial.
    Acara yang selesai di jam 22.00 tersebut diikuti oleh Ketua PAC ditambah beberapa wakil bidang ekonomi, bersama pengurus Cabang Ansor Banyumas kegiatan tampak gayeng dengan pemateri inti dari stakeholder pemerintah tingkat provinsi Jawa Tengah.
    SORBANSANTRI.COM
    Hj. Siti Rosyidah yang hadir menyampaikan materi, mengatakan bahwa di tahun 2022 kader Ansor mesti ikut berperan dalam membangun ekonomi, beliau juga berkomitmen akan menyuarakan program ketahanan ekonomi berbasis generasi muda.
    Di sesi akhir, Kasatkorcab Banser Banyumas, Sahabat Andry W. membangkitkan semangat juang yang sedikit berbeda dari biasanya yaitu, semangat dalam sudut pandang kegiatan ekonomi. Dimulai dengan cerita awal kesukseaan Rumah Madu Sorban yang saat ini masih bertahan bahkan meningkat produktifitas nya meskipun dalam masa pandemi.
    SORBANSANTRI.COM
    Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 50 orang peserta dari penjuru Banyumas tersebut diakhiri dengan kordinasi yang dipimpin oleh Sahabat Luqman selaku Ketua PC GP Ansor Banyumas, hal tersebut dilaksanakan guna membahas rencana tindak lanjut kegiatan yang akan direalisasi dalam waktu dekat, dengan harapan sinergitas pemuda dan pemerintah akan semakin harmonis dan memiliki bentuk yang ideal serta saling bersimbiosis guna mencapai tujuan baik bagi semua pihak.
    Kegiatan diakhiri dengan doa dan ucapan selamat untuk Sahabat Zaenuddin Masdar selaku Pengurus PW GP Ansor Jawa Tengah dan merupakan Jajaran Penasehat GP Ansor Banyumas yang baru-baru ini beroleh anugerah atas kelahiran putera keduanya yang diaminkan oleh semua peserta kegiatan. (PM-Aqil)