Kategori: Nasional

berita yang mencakup peristiwa dan kejadian yang terjadi di tingkat nasional suatu negara. Berita ini meliputi berbagai topik yang relevan dengan kehidupan masyarakat secara luas, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, lingkungan, dan berbagai isu penting lainnya yang memiliki dampak signifikan bagi negara tersebut. Liputan berita nasional bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat, terkini, dan relevan kepada masyarakat mengenai berbagai peristiwa dan fenomena yang sedang terjadi di tingkat nasional.

  • Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama

    Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama

    Sorbansantri.com – Tidak semua orang Indonesia tahu apa itu Nahdlatul Ulama (NU). Ini tulisan singkat sejarah organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

    Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama
    Hari lahir NU diperingati dua kali: 16 Rajab dan 31 Januari. Pertama berdasar kalender Hijriyah, kedua berdasar Masehi.

    Hari ini, 16 Rajab 1442 Hijriyah, adalah hari lahir organisasi Islam terbesar di Indonesia—dan dunia, Nahdlatul Ulama (NU). Tepat 98 tahun yang lalu dalam kelender hijriyah, dimotori duo KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah, sejumlah kiai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Madura berkumpul di kediaman Kiai Wahab di Surabaya, menyepakati perkumpulan yang sebenarnya sudah memiliki embrio jauh sebelum itu.

    Beberapa tahun sebelumnya, sejumlah kiai yang kelak mendirikan NU telah mendirikan organisasi pergerakan Nahdlatul Waton atau Kebangkitan Tanah Air (1916) serta Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar (1918). Kiai Wahab Chasbullah sebelumnya (1914) juga mendirikan kelompok diskusi yang ia namai Taswirul Afkar atau kawah candradimuka pemikiran. Nahdlatul Ulama tak lain adalah lanjutan dari komunitas dan organisasi-organisasi yang telah berdiri sebelumnya tersebut, namun dengan cakupan yang lebih luas.

    Pada awal 1920, Nusantara masih dikuasai penjajah Belanda. Rakyat masih miskin dan bodoh, karena sumber daya ekonomi dikuasai Belanda dan sekolah hanya diperuntukkan bagi kalangan priyayi yang direncanakan dan didesain untuk menjadi ambtenaar Belanda. Di desa-desa, rakyat jelata berkubang dalam kemiskinan dan kebodohan.

    Didorong oleh realitas tersebut dan juga semangat mengamalkan ilmu yang didapat, kiai-kiai, kalangan muslim-tradisional terdidik yang tinggal di desa, mulai mendirikan pesantren untuk mendidik orang-orang desa dari buta aksara dan tuna pengetahuan. Sebagian besar yang diajarkan nilai-nilai agama, namun pada kenyataannya mereka yang nyantri belajar lebih dari itu. Dengan adanya pesantren, banyak warga desa yang sebelumnya tidak bisa baca tulis menjadi bisa baca tulis, namun dalam bentuk Arab pegon. Tapi dari situlah transformasi pengetahuan, wawasan dan literasi terjadi.

    Dengan makin banyaknya pesantren, masyarakat yang memeluk Islam juga makin banyak. Namun berbeda dengan kalangan pembaharu puritan yang mendorong pemurnian Islam dari tradisi-tradisi lokal yang dianggap bid’ah, kiai-kiai pesantren menerima dan mengasimilasikan tradisi lokal dengan nilai-nilai Islam. Sehingga warga pribumi Jawa tidak merasa tercerabut dari akarnya ketika memeluk dan mempraktekkan ajaran Islam.

    Namun tekanan kaum puritan yang mengatasnamakan kembali kepada Qur’an dan Hadist membuat banyak kiai merasa tidak nyaman. Tekanan terbesar terhadap kelompok pesantren terjadi ketika terjadi perubahan di Timur Tengah, yang mana Abdul Aziz bin Abdul Rahman atau dikenal dengan sebutan Ibnu Saud menguasai Mekah-Madinah. Ibnu Saud yang berpandangan Wahabi hendak menerapkan azas tunggal Wahabi dan memberangus madzhab-madzhab lain di dua tempat suci orang Islam tersebut dan ingin menghancurkan situs-situs peninggalan Nabi yang dianggap bisa menyeret pada kemusyrikan.

    Para kiai pesantren yang sebagian pernah belajar di Mekah-Madinah pun saling berkomunikasi dan membahas persoalan tersebut. Setelah lewat proses komunikasi yang panjang, KH Wahab Chasbullah beserta KH Hasyim Asy’ari mengundang sejumlah kiai untuk rapat di Surabaya, di kediaman Kiai Wahab. Di situ disepakati bahwa kiai-kiai hendak mengirim utusan untuk mengajukan keberatan kepada Raja Abdul Aziz. Pertemuan yang dikenal dengan istilah Komite Hijaz melahirkan sejumlah tuntutan, diantaranya:
    1. Meminta Raja Ibnu Saud untuk tetap memberikan kemerdekaan bermadzhab bagi umat Islam di Hijaz.
    2. Memohon agar tempat-tempat bersejarah peninggalan jaman Nabi tidak dihancurkan, termasuk makam puteri-puteri Nabi.
    3. Meminta agar biaya yang dikenakan kepada jemaah haji diumumkan ke publik dunia.

    Namun untuk bisa mengirimkan surat dan utusan ke Saudi, para kiai butuh payung organisasi. Maka dari itulah, diikuti kesadaran tentang pentingnya berjam’iyah sebagaimana disitir KH Hasyim Asy’ari di Mukadimah Qanun Asasi NU, maka para kiai tersebut menyepakati membentuk organisasi dengan nama Nahdlatul Ulama. Meski pembahasan tentang keberatan terkait kebijakan Ibnu Saud sudah dibahas saat pendirian NU pada 16 Rajab 1344 Hijriyah atau 31 Januari 1926, namun karena berbagai kendala delegasi ke Arab Saudi yang diwakili oleh KH Wahab Chasbullah serta Syaikh Ahmad Ghonaim Al-Mishri baru bisa berangkat 7 Mei 1928 atau 5 Syawal 1346 Hijriyah, dua setengah tahun setelah NU berdiri.

    Komite Hijaz boleh dikata adalah produk politik pertama Nahdlatul Ulama, yang menunjukkan semangat organisasi ini dalam memperjuangkan kebebasan bermadzhab dalam Islam. Dalam sejarahnya, NU memang tampil sebagai organisasi Islam moderat di Indonesia yang mampu menerima tradisi-tradisi lokal serta beradaptasi terhadap perubahan jaman. Di NU dikenal luas maqolah “Almuhafadhoh alal qodimis solih wal akhdu bil jadidil aslah” atau “Memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik.”

    NU juga dikenal sebagai organisasi yang tak mempertentangkan antara kebangsaan dan keislaman. Di Indonesia, menyadari kebhinekaan yang ada, NU menerima Pancasila dan tak menuntut syariat Islam diterapkan secara formal. Maka tak heran NU sering disebut salah satu soko guru negara-bangsa Indonesia.

    Sikap terbuka NU atas keragaman dan perbedaan tidak mengherankan, selain karena dipengaruhi budaya eklektik Nusantara juga karena NU memiliki prinsip tawasut (moderat), tasamuh (toleran) serta tawazun (proporsional) dalam menyikapi berbagai persoalan, baik sosial, politik maupun keagamaan. Prinsip ini mendasari dan sekaligus memagari NU sehingga tidak jatuh dalam sikap radikal atau ekstrem (tathorruf).

    Di NU, perdebatan dan perbedaan menjadi sesuatu yang biasa dan diterima, tak jarang dengan canda-tawa. Di forum-forum rapat atau bahtsul-masail NU, kiai-kiai bisa berdebat dengan sengit tapi ketika situasi sudah sangat panas maka ada saja yang melempar joke/guyonan yang membuat jamaah forum tertawa bersama.

    SORBANSANTRI.COM

    NU memang unik. Hari lahir NU juga terbilang unik. Karena tiap tahun Harlah NU diperingati dua kali, 16 Rajab serta 31 Januari. Peringatan pertama berdasar kalender hijriyah, peringatan kedua berdasar masehi. Berdasar dua penanggalan berbeda itu, umur NU jadinya juga berbeda.
    Jika berdasar hijriyah umur NU sudah 98 tahun, sedang jika menurut perhitungan masehi umur NU baru 95 tahun. Anwar Sorban

  • Baksos BANSER PAC Mojosari “Bukti” Memasyarakat dan Bermasyarakat

    Baksos BANSER PAC Mojosari “Bukti” Memasyarakat dan Bermasyarakat

    Infokom PAC Mojosarii; BANSER PAC GP ANSOR Kec.Mojosari mempunyai agenda Rutin tiap bulanya.seperti pada bulan Februari ini. BANSER PAC Mojosari pada hari Minggu tanggal 23 February 2020 pukul 07.00wib-selesai mengadakan agenda Baksos di masyarakat Kedunggempol Kec.Mojosari Kab.Mojokerto.Apel sebelum mulai BaksosSORBANSANTRI.COMDimana dalam Baksos ada 2 agenda,yaitu dari BANSER TANGGAP BENCANA “BAGANA” membersihkan rumput ilalang yang tumbuh subur di sekitaran kali Sadar dan BANSER HUSADA “BASADA” megadakan Baksos berupa pengobatan alternatif di Yayasan LPAY ROUDLOTUL AITAM di desa Kedung Gempol kec.Mojosari.SORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COMSORBANSANTRI.COMBASADA dan BAGANA bersinergiSelain BANSER “BAGANA dan BASADA” di PAC Kec.Mojosari juga terbentuk BANSER “BALANTAS dan INFOKOM” yang selalu aktif dalam semua kegiatan kegiatan yang ada di wilayah Kec.Mojosari.Antusias dan tanggapan masyarakat yang sangat positif dalam giat Baksos ini. Masyarakat/penduduk sekitar berharap semoga baksos ini sering dilakukan di tiap2 desa/dusun di Kecamatan Mojosari#By.Agung/Irul PAC MojosariAntusiasme masyarakat yg hadirSORBANSANTRI.COM

  • “PESAN HABIB LUTHFI BIN YAHYA KEPADA ORANG YANG MENGANGGAP SEBELAH MATA BAHKAN TIDAK MENGANGGAP SAYYID DARI MARGA ADZMAT KHAN”

    “PESAN HABIB LUTHFI BIN YAHYA KEPADA ORANG YANG MENGANGGAP SEBELAH MATA BAHKAN TIDAK MENGANGGAP SAYYID DARI MARGA ADZMAT KHAN”

    Sorbansantri.com – “PESAN HABIB LUTHFI BIN YAHYA KEPADA ORANG YANG MENGANGGAP SEBELAH MATA BAHKAN TIDAK MENGANGGAP SAYYID DARI MARGA ADZMAT KHAN”

    [ KETURUNAN WALI SONGO ]

    “Saya sering menyaksikan, bahwa para habaib yang baru datang dari Hadramaut Yaman, jauh sesudah para wali -9 wafat, mereka petentang petenteng, ngandalke marga mereka.”

    “Kalian itu siapa..?”
    “Apa jasa kalian di bumi Jawa ini..?”

    “Leluhur kalian (para Habaib/sayyid), datang dari Hadramaut ke Negeri ini, itu Jawa sudah banyak Islamnya, dan saat itu islam di Jawa sudah ada sejak ratusan tahun lamanya.”

    “Islam di Nusantara ini, berkah para wali Allah, keturunan Rosulullah dari marga Adzmat Khan.”

    “Artinya, kalian cuma nompo kepenak, tompo resik, tanpa susah payah, dakwah tinggal melanjutkan saja, karena susah dibukakan pintu dan jalan oleh Wali 9 Adzmat Khan, untuk kalian lewati.”

    “Untuk itu saya sangat bersedih jika, diantara kalian malah mencaci maki keturunan Wali 9 itu, apalagi sampai menganggap mereka itu bukan Dzuriyat Rosulullah.”

    “Kalian disini, cuma nggandul berkahe Wali 9 dan keturunan mereka.”

    “Jadi pesan saya kalian para Habaib/Sayyid dari Hadramaut, termasuk saya sendiri, jangan Adi Gang, Adi Gung, Adi Guno, ditanah yang bukan leluhur kita yang membangun.”

    “Kita wajib khidmah, ta’dhim, ngrungkebi, terhadap seluruh keturunan Wali 9 itu.”

    “Dan mereka masih saudara tua kita, mereka bersatu dalam marga Al Adzmat Khan, yang tersebar membaur dengan masyarakat asli negeri ini, bahkan Adzmat Khan banyak yang bersembunyi.”

    “Berhati hatilah dalam bergaul bersama mereka, karena sekali lagi mereka saudara yang lebih tua dari kita.”

    “Dan leluhur mereka lebih dahulu, membukakan pintu Rohmat Alloh di Tanah Nusantara ini, untuk warga asli dan juga untuk kita selaku saudara pendatang.”

    “Kita semua, yang bukan Al Adzmat Khan ditanah ini hanyalah Nggandul barokahe Wali 9 lan keturunan Wali 9.”

    “Kita sangat haram merendahkan mereka, untuk itu kita wajib hormat dan andap ashor kepada mereka.”

    “Kalau bicara dengan mereka, gunakanlah unggah ungguh Jawa yang baik dan benar gunakan bahasa kromo inggil khas Jawa.”

    “Kiranya itu yang dapat saya pesankan bagi kalian semua yang hadir disini.”

    “Semoga bermanfaat dan kalian tancapkan dalam dalam ke sanubari kalian, serta mengamalkanya dikehidupan kalian.” Ardi-Anwar Sorban
    .

  • ISN Ngoro-Mojokerto peduli bencana Nganjuk

    ISN Ngoro-Mojokerto peduli bencana Nganjuk

    Sorbansantri.com – Kepedulian Info Seputar Ngoro (ISN) Kec.Ngoro,Kab Mojokerto Untuk meringankan beban warga Ngetos Kab. Nganjuk pasca di terjang banjir bandang dan tanah longsor membuat satu dusun mengalami duka yang mendalam akibat bencana tersebut, sebagian rumah warga hancur rata dengan tanah sehingga membuat 15 Kepala Keluarga kehilangan rumahnya, juga ada yang kehilangan sanak saudara akibat tertimbun longsoran tanah akibat hujan deras yang mengguyur di wilayah tersebut.

          Komunitas Facebook Info Seputar Ngoro-Mojokerto yang di ketuai oleh Moh Hasan Bisri menggelar open donasi melalui jejaring sosial untuk mengetuk hati para dermawan.
    
          Menurut rekanita Mey selaku kordinator menerangkan waktu kami wawancara "<em>Alhamdulillah sehari dari open donasi banyak respon dari para dermawan untuk mengirimkan sumbangan ke sekretariat ISN yang berada di desa sedati</em>" lanjutnya lagi dalam keterangannya "<em>ada juga yang berupa sembako, uang tunai, mie instan, perlengkapan bayi dll, uang tunai dari dermawan terkumpul sejumlah 2.400.000 lalu kita belanjakan paket sembako, beras 1 kwintal 25 kg, mie instan 6 dus, telur 1 peti, pampes bayi 5 bal, mie kuning 36 kg, kecap 5 bungkus, kopi sacet 1 dus, minyak goreng 1 dus dll</em>".
    
           Semua perolehan dari donasi diserahkan ke posko 3 bencana di kantor GP ANSOR Kota Nganjuk dan serah terima di saksikan oleh anggota BANSER dan GP ANSOR setempat, karena untuk saat ini akses menuju lokasi bencana masih di tutup untuk umum.
    

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

             Harapan dari komunitas ISN ini "<em>semoga dengan adanya donasi bisa sedikit meringankan beban hidup mereka yang terdampak musibah, dan mudah mudahan rumah yang mengalami kerusakan segera bisa di perbaiki oleh pemerintah agar aktifitas warga bisa kembali normal seperti semula"</em> (<strong><em>Hasan-sorban</em></strong>)
    
  • Nasihat Ketua MUI ke Ustaz Yahya Waloni: Mualaf Belajar Dulu

    Nasihat Ketua MUI ke Ustaz Yahya Waloni: Mualaf Belajar Dulu

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com -Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis menanggapi soal pernyataan Ustaz Yahya Waloni yang mengaku menabrak seekor anjing.

    Cholil memberikan sebuah nasihat yang menyinggung tentang seorang mualaf. Perlu diketahui, bahwa Ustaz Yahya Waloni merupakan seorang mualaf.

    Melalui akun Twitter @cholilnafis, dirinya menanggapi perbuatan Ustaz Yahya Waloni.

    Menurut Cholil, seorang mualaf harus belajar terlebih dahulu untuk menjadi ustaz sehingga tidak perlu terburu-buru.

    “Mualaf harusnya belajar dulu jangan buru-buru jadi ustaz. Masyarakat pun hendaknya cari penceramah yang bisa ngaji dan berilmu. Ini perlu dibina dibimbing, kecuali kalau tak mau ya,” cuitnya, dikutip Suara.com.

    Lebih lanjut, Cholil mengatakan mualaf sebaiknya tidak menjelekkan agama sebelumnya. Selain itu, mualaf juga tidak boleh membenci makhluk hidup termasuk anjing.

    “Mualaf itu tak boleh menjelekan agama sebelumnya, tak boleh membenci mahkluk Allah meskipun anjing,” lanjutnya.

    Sebelumnya, Cholil Nafis juga pernah mengomentari soal mualaf. Menurutnya, orang mualaf belum memiliki banyak ilmu soal agama Islam.

    Cholil mengatakan seorang mualaf sebaiknya tidak menyampaikan sesuatu yang tidak ia ketahui kepastiannya.

    “Saya pernah komentar tentang mualaf, bahwa ia orang yang baru masuk Islam sehingga tak banyak tahu tentang Islam. Sampaikan soal mengapa ia memilih Islam tapi jangan ceramah ajaran Islam yang tak dia ketahui,” ujar Cholil.

    Ustaz Yahya Waloni sempat mengaku pernah sengaja menabrak seekora anjing hingga kakinya pincang.

    “Ku tabrak juga satu ekor anjing, ga tau siapa yang punya itu, lari pincang kakinya. Kalau kambing saya masih rem, ku lihat anjing najis, ku tembak satu kali di depan-depan,” katanya.

    (sumber suara.com)

  • IPNU-IPPNU Jepara Siap Tancap Gas, Setelah Terima Kendaraan Operasional,

    IPNU-IPPNU Jepara Siap Tancap Gas, Setelah Terima Kendaraan Operasional,

    SORBANSANTRI.COM
    IPNU-IPPNU Jepara terima bantuan mobil operasional dari PCNU setempatipnu,ippnu,jateng,

    wp.sorbansantri.com – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatakan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Jepara menerima bantuan kendaraan mobil operasional dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jepara pada Sabtu (13/2) malam di SMK Hadziqiyyah Nalumsari Jepara.

    Penyerahan dilakukan oleh Ketua PCNU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq kepada ketua PC IPNU Jepara Nurus Salam dan ketua PC IPPNU Jepara Wiwik Widayati. Momen penyerahan tersebut bersamaan dengan kegiatan Latin-Latpel PC IPNU-IPPNU Jepara.

    Ketua PCNU Jepara, KH Hayatun Abdullah mengucapkan selamat dan mengapresiasi perkembangan IPNU-IPPNU di Kabupaten Jepara yang dinilainya semakin maju. “Dalam lima tahun terakhir ini, IPNU-IPPNU Kabupaten Jepara banyak mengalami kemajuan yang positif baik dari segi keorganisasian maupun kegiatannya,” terangnya.

    Maka dari itu, kami selaku pengurus NU Jepara mengapresiasi para pelajar NU Jepara ini agar ke depannya lebih baik dan maju. “Dengan bantuan mobil ini kita harapkan laju organisasi IPNU-IPPNU di Jepara semakin maju dan dapat bermanfaat untuk organisasi,” tambahnya.

    Ketua PC IPNU Jepara Nurus Salam berterima kasih kepada PCNU Jepara yang selama ini mendukung penuh segala kegiatan IPNU-IPPNU di Jepara. “Kami ucapkan banyak terima kasih kepada orang tua kami PCNU Jepara yang sudah memberikan bantuan kendaraan operasional, semoga ini menjadi spirit baru kepada kami untuk lebih cepat dan mudah dalam pergerakan organisasi,” katanya.

    Hal yang sama juga dikatakan Ketua PC IPPNU Jepara Wiwik Widayati, Ia mengaku senang dan akan memanfaatkan penuh kendaraan operasional ini untuk kepentingan organisasi. “Dengan bantuan kendaraan operasional ini, kami akan lebih mudah dalam menjalankan organisasi IPNU-IPPNU. Apalagi di Jepara ini termasuk wilayah yang luas, terdapat enam belas kecamatan, puluhan komisariat, dan ratusan ranting,” tandasnya.

    Kontributor: Wafa
    Editor: M Ngisom Al-Barony

  • Foto Perempuan Pengurus BEM Diblur, Pengurus NU sebut Mirip Yahudi Orthodox

    Foto Perempuan Pengurus BEM Diblur, Pengurus NU sebut Mirip Yahudi Orthodox

    Viral Foto Perempuan Pengurus BEM UGM dan UNJ Diblur, Pengurus NU sebut Mirip Yahudi Ultra Orthodox
    di kutib dari TRIBUN-MEDAN.com –  Foto tangkapan layar yang berisi akun Instagram BEM Fakultas Teknik Universitas Negeri Jakarta mem-blur pengurus perempuannya viral di media sosial.
    Unggahan BEM UNJ tersebut menjadi sorotan netizen di media sosial baik Twitter maupun Instagram.
    Kemunculan tangkapan layar tersebut di Twitter pertama kali diunggah oleh akun @Nadyazura pada hari ini (10/02/2019).

    Dalam cuitannya, Nadya mengaku kaget dengan tindakan yang diunggah oleh akun resmi BEM UNJ tersebut. Nadya bahkan menyebut hal ini sebagai ‘penghapusan eksistensi perempuan dari sejarah.’

    Komentar-komentar di cuitan Nadya pun banyak yang sependapat. Namun, tidak semua netizen setuju dengan ucapan @Nadyazura tersebut.

    Ada juga netizen yang meminta Nadya untuk melihat fenomena ini dari sisi yang berbeda.

    Bahkan ada juga netizen yang menyertakan tangkapan layar komentar Instagram dari seorang anggota BEMFT UNJ.
    Di dalam tulisannya, @ferdhinar mengklaim bahwa tindakan mem-blur tersebut merupakan permintaan pengurus perempuan BEMFT UNJ sendiri.

    https://www.instagram.com/p/B8WebbHBVoC/?utm_source=ig_embed

    Hingga berita ini ditulis yaitu pada pukul 15.03 WIB, cuitan @Nadyazura telah memperoleh 3.000 retweet dan 4.700 likes.

    Di kolom komentar tersebut, ada juga yang menambahkan informasi bahwa BEMFT UNJ telah melakukan blurring terhadap pengurus perempuannya setiap tahun.
    Setelah ramai blur foto pengurus BEM UNJ ini, muncul lagi sorotan pada foto BEM UGM yang juga melakukan hal serupa bagi pengurus Perempuannya.

    Seperti yang diunggah Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Antoni Raja di akun Twitetrnya.

    Dalam caption foto unggahanya dia pun meminta pendapat teman-temannya untuk memberikan tanggapan soal foto perempuan yang menjadi pengurus di BEM UGM.

    Fiqh apa yang mengajarkan foto perempuan harus diblur Gus @na_dirs @sahaL_AS @Ayang_Utriza?,” cuitnya.

    Beberapa pengikut Antoni Raja pun memberikan tanggapan yang tidak dapat menerima foto pengurus perempuan diblur.

    Almamater saya… miris sekelas mahasiswa UGM bisa2nya skr begini…intelektualitas tidak lg dikedepankan,” komentar Mingfan.

    Herannya tuh cewe2 yang harusnya “super pinter dan cerdas”, krn bisa diterima di UGM, kok gak protest!! Mengiyakan saja direndahkan #miris dgn generasi skrg,” Komentar Ciopi.

    Beberapa komentar pun ada yang menyebutkan akan lucu jika perempuan yang menjadi rektor di Kampus tersebut, karena tentu akan diblur.

    Ini kalau Rektor nya perempuan bisa LUCU ini he he he,” komentar Kang Aziz Tuban.

    Ahmad Sahal, Pengurus Cabang Istimewa NU yang dimintai Antoni Raja komentarnya untuk foto tersebut memberikan komentarnya.

    sumber

  • MASIH BEREDAR BUKU SD YANG SEBUT NU RADIKAL

    MASIH BEREDAR BUKU SD YANG SEBUT NU RADIKAL

    Surabaya – PCNU Kota Surabaya meminta Dindik setempat untuk menyelesaikan masalah buku SD yang menyebutkan NU sebagai organisasi radikal. Ketua PCNU Kota Surabaya Muhhibin Zuhri bersyukur Dindik bertindak cepat.

    Ia menjelaskan, pada Februari 2019, protesnya sudah sampai ke PBNU dan Menteri Pendidikan. Kemudian sudah ditindaklanjuti oleh Menteri Pendidikan kala itu. Namun di lapangan, ternyata buku tersebut masih beredar dengan muatan yang dianggap tidak tepat.

    “Sampai hari ini pun masih beredar dan digunakan di sekolah-sekolah. Oleh karena itu, saya sampaikan ke Pak Pomo (Kadindik Kota Surabaya) bahwa buku itu masih beredar. Kemudian Pak Pomo, kemarin sudah mulai lusa menginstruksikan kepada semua jajaran untuk menyobek halaman itu. Menarik lha dari peredaran,” kata Muhhibin Zuhri, Selasa (11/2/2020).

    Buku pelajaran yang dimaksud ditulis pada 2013. Muhhibin menjelaskan, pada salah satu halaman buku itu disebutkan bahwa NU sebagai salah satu organisasi radikal.

    “Ini (kemarin) melakukan pertemuan dengan kepala-kepala sekolah SD di kantor dinas (pendidikan) menindaklanjuti. Mulai pagi melakukan penyobekan terhadap buku yang sudah setahun yang lalu disampaikan oleh Menteri Pendidikan Pak Muhajir (Muhadjir Effendy, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia 2016-2019) untuk dicabut. Tapi di lapangan kan tidak dicabut bukunya,” imbuhnya.

    Muhhibin juga mengapresiasi langkah Dindik Kota Surabaya yang dinilai responsif. Dindik memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah untuk melakukan pencabutan buku ajaran yang menyebutkan NU sebagai organisasi radikal.

    “Responsif Pak Pomo untuk langsung memerintahkan kepada seluruh sekolah untuk menyobek halaman buku itu. Kemarin ada penyobekan massal di sekolah-sekolah,” lanjutnya.

    Pada Februari 2019, Mendikbud Muhadjir Effendy akan menarik buku SD tersebut. Ia mengatakan, pihaknya akan merevisi buku tersebut.

    “Jadi begini, buku ini ditulis pada 2013. Kemudian karena ada berbagai masukan, akhirnya pada 2016 ditulis kembali. Dan dalam penulisan itu kemudian kita ada masalah ini. Terkait dengan itu, kita tadi sudah bertemu dengan pimpinan PBNU dan LP Ma’arif. Kami dari Kesekjenan dan Balitbang (Badan Penelitian dan Pengembangan), termasuk Humas dan Pustekkom (Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan), menyimpulkan bahwa buku ini akan ditarik, dihentikan, ditarik, kemudian kita revisi. Kemudian dalam proses revisi itu akan dimitigasi, supaya secara sistematika benar. Secara substansi juga benar,” kata Muhadjir di kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (6/2/2019).

    (sumber)

  • HARUSKAH NEGARA MEMULANGKAN ISIS ?

    HARUSKAH NEGARA MEMULANGKAN ISIS ?

    InfokomBanserNU- Pasca jatuhnya ISIS di Suriah, gelombang pengungsi semakin banyak yang memasuki wilayah sekitar Suriah, seperti Turki. Perlahan keluarga yang dulunya hidup dalam naungan khilafah ISIS mencari tempat perlindungan baru.

    Tak terkecuali warga negara Indonesia yang sempat berdatangan ke Suriah dengan dalih jihad. Berdasarkan data ICSR sejak kejayaan hingga kejatuhan ISIS, mengungkapkan dari total 700-an sampai 800-an WNI simpatisan ISIS di Suriah, sekitar 113 orang adalah perempuan dan 100 orang adalah anak-anak.

    Dari angka itu, sekitar 54 perempuan dan 60 anak terdeteksi telah kembali ke Indonesia. Total yang kembali pulang ke Indonesia (returnee) antara 183 hingga 300 orang. Hampir di setiap kamp pengungsian, terdapat warga negara Indoensia, seperti wilayah pengungsian al-Hol. Di sana, sebanyak 50 WNI mengungsi menunggu nasib yang belum jelas.

    Namun keberadaan para WNI di ISIS tidak jarang membuat mereka menyesal. Ternyata system khilafah tidak seindah jualannya. Kata syair lagu dangdut, “Surga yang engkau Janjikan, Neraka yang kau berikan”.
    Betapa tidak, hidup di wilayah perang tidak ada enaknya. Tiap hari yang terdengar hanya desingan peluru dan bom. Hidup pun tidak menentu, apakah hari ini nyawa melayang atau masih bertahan.

    Makanya, penyesalan WNI yang ada di Suriah tidak terbendung lagi. Pilihan satu satunya mereka saat ini adalah bagaimana bisa kembali ke Indonesia. Tapi nampaknya Pemerintah Indoensia tidak semudah itu akan mengembalikan dan menerima eks kombatan ISIS beserta keluarga.

    Beragam suara penolakan dari masyarakat tanah air. Bagi yang menolak, kombatan ISIS yang balik ke Indonesia akan lebih banyak mudharatnya ketimbang manfaatnya.
    Tidak ada jaminan mereka akan menyebarkan faham khilafah ISIS yang akan membahayakan masyarakat Indonesia. Katanya, Mereka telah memilih untuk hengkang dari NKRI artinya sudah siap untuk melepas warga negaranya dan bergabung ke ISIS sebagai system hidupnya.
    Kelompok afiliasi ISIS di Indonesia saja sudah cukup meresahkan, apatah lagi jika kombatan tersebut kembali.

    Sementara Pemerintah sendiri masih pikir-pikir untuk memulangkan mereka. Kendati ada semacam lampu hijau dari para pengambil kebijakan. Kepala BNPT, Suhardi Alius berpendapat bahwa tidak ada salahnya memberikan kesempatan kedua kepada anak-anak simpatisan ISIS yang ingin kembali ke Indonesia.

    Demikian juga Mantan Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu menyatakan bahwa negara siap mengembalikan mereka asal berjanji untuk setia pada Pancasila dan NKRI. Salah satu alasan atau pembenaran negara dalam menerima kembali WNI yang terlunta-lunta di Suriah adalah adanya pergeseran pola pikir dari mereka. Pengalaman derita yang telah mereka dapatkan selama di Suriah cukup menjadi pembelajaran untuk sadar bahwa hidup di Indonesia sangat damai dan nyaman.

    Namun apa pun itu, kita berharap agar Pemerintah Indoensia cermat dalam mengambil keputusan. Sebab dua hal yang harus dipastikan oleh negara jika memutuskan untuk memulangkan WNI dari Suriah.
    Pertama, bagaimana memastikan ideology mereka untuk bisa kembali ke pangkuan Pancasila dan NKRI.
    Kedua, memberikan skema penerimaan dari masyarakat. Sebab, masyarakat tentu akan sulit menerima mereka. Stigma sebagai teroris akan selalu melekat.
    Yang kasihan adalah keluarga para kombatan, anak dan istri mereka yang masih punya masa depan dan cita-cita.

    KESIMPULAN

    1. ISIS adalah pecahan dari kelompok al-Qaeda, yang jauh lebih ekstrim dan sadis dalam melakukan  pembunuhan dari kelompok al-Qaeda lainnya.
    2. Mereka lebih tepat untuk disebut sebagai Khawarij kontemporer yang harus dicegah dan diantipasi perkembangannya.
    3. ISIS adalah kelompok yang menyimpang dari ajaran Islam baik secara doktrin maupun prilaku.
    4. Segala sikap dan prilaku mereka tidak boleh disandarkan kepada Islam, apalagi dikatakan sebagai ajaran Islam.
    5. Setiap muslim hendaknya melakukan kewaspadaan diri dan keluarga mereka dari pengaruh doktrin dan gerakan ISIS. Wallahu mustaan

    (SANTRI NU INDONESIA)

    #GMNUCyberTeam

  • KONFLIK PALESTINA DAN PENGALAMAN NU MENGELOLA PLURALITAS

    KONFLIK PALESTINA DAN PENGALAMAN NU MENGELOLA PLURALITAS

    Sorbansantri.com – Kepala Biro Politik Hamas Ismail Haniyah secara khusus meminta kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu menggagalkan rencana Israel menganeksasi wilayah Palestina di Tepi Barat. Permintaan itu disampaikan pemimpin Hamas itu melalui surat dikirim ke Jokowi selasa lalu (2/6) sebagaimana yang dilansir albalad.id. https://albalad.co/palestina/2020A9968/surati-jokowi-pemimpin-hamas-minta-indonesia-gagalkan-rencana-aneksasi-israel-di-tepi-barat/.

    Belum ada kabar tentang bagaimana respon Pak Jokowi. Dari surat itu, tersirat sikap Hamas yang sudah putus asa dengan sikap negara-negara Arab dan Turki dalam penyelesaian konflik di Palestina. Hamas pun memilih bekerjasama dengan Iran karena Iran bersedia memberi bantuan pelatihan militer dan persenjataan. Pada akhirnya, perbedaan madzhab harus dikesampingkan, demi mewujudkan perdamaian.

    Tidak lama berselang, pemerintah Palestina melalui Duta Besarnya untuk Indonesia, Zuhair al-Shun, mengundang Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj menjadi pembicara Diskusi Virtual pada Senin (29/6) mendatang. https://www.nu.or.id/post/read/121020/palestina-undang-ketum-pbnu-jadi-pembicara-soal-perdamaian.

    Kepercayaan pemerintah Palestina ini menunjukkan kepercayaan mereka bahwa pembelaan NU kepada Palestina lebih bersih, murni, orisinal dan proporsional ketimbang kelompok-kelompok radikal yang sejatinya cuma mempolitisir isu Palestina untuk kepentingan politik kelompok mereka.

    Hamas dan pemerintah Palestina yang dipegang faksi Fatah, sulit bersatu. Di sana juga ada Hizbut Tahrir dan partai Komunis. Mereka saling berseteru, menjadikan Palestina bumi konflik sepanjang masa. Membuat mereka sulit bersatu melawan penjajahan Israel.

    NU dinilai mampu, berpengalaman dan berhasil menjaga perdamaian di Nusantara, yang jauh lebih kompleks perbedaannya dibandingkan Palestina. Nusantara sangat plural. Namun, oleh NU pluralitas dipandang sebagai realitas yang tidak perlu dipermasalahkan.

    Karena pluralitas adalah sunnatullah yang mesti dikelola dengan benar agar membawa kerukunan dan keharmonisan dalam kehidupan manusia. Bukan malah dijadikan alasan untuk membuat kerusakan dimuka bumi. Pluralitas tidak sepatutnya menjadi kambing hitam konflik antarumat beragama dan kelompok.

    Dari sejak awal agama ini mewujud dalam sebuah Daulah Nabawiyah di Madinah, Rasulullah Muhammad Saw telah membuat perjanjian untuk mengelola pluralitas agar tercipta kerukunan dan keharmonisan kehidupan di Madinah. Perjanjian ini yang dikenal dengan nama Piagam / Konstitusi Madinah. Secara sosiologis saat itu di Madinah terdiri komunitas Muslim, komunitas Yahudi dan orang-orang musyrik.

    Salah satu isi perjanjian itu berbunyi: “Bahwa bangsa yahudi dari bani ‘Auf merupakan sebuah umat bersama orang-orang yang beriman (muslim), bagi bangsa Yahudi agama mereka dan bagi umat Islam agama mereka….” Piagam Madinah ini merupakan pengakuan secara de jure Islam atas eksisitensi komunitas Yahudi dan otonomi keagamaannya.

    Robert N Bella Sosiolog Amerika dalam buku Beyond Belief mengatakan, konstitusi Madinah ini “terlalu modern untuk ukuran zamannya.” Ketika wilayah daulah Islam meluas sampai ke Najran yang dihuni umat Kristen, negara Islam menjadi lebih pluralistik. Umat Kristen Najran tetap memeluk agamanya lalu Muhammad Saw memperlakukan mereka sama seperti Yahudi yaitu diberikan kebebasan beragama dan status otonomi untuk mengatur urusan keagamaan mereka.

    Sikap politik Muhammad Saw ini termaktub dalam perjanjian dia dengan suku Najran yang berbunyi: “Suku Najran dan sekitarnya mendapat perlindungan Allah dan tanggungan Nabi Muhammad Rasulullah, atas diri mereka, agama, tanah, harta, yang hadir dan tidak hadir, rumah-rumah peribadatan dan salat-salat mereka. Mereka tidak berhak mengubah seorang uskup dari keuskupannya dan seorang pewakaf dari wakafannya, juga segala sesuatu yang ada di bawah kekuasaan mereka, sedikit maupun banyak….

    Apabila diantara mereka menuntut suatu hak, maka diantara mereka berlaku keadilan tidak ada yang menzalimi dan dizalimi…Tidak seorangpun dituntut atas kesalahan pihak lain. Perjanjian ini menjadi tanggungan Allah dan Rasul-Nya selamanya hingga Allah memutuskan ketentuan-Nya dengan syarat jika mereka tulus dan setia terhadap kewajiban mereka…”

    Perjanjian-perjanjian sejenis juga dibuat Rasulullah Muhammad Saw kepada komunitas non Islam lainnya seperti dengan Bani Junbah di teluk Aqaba, Bani Ghadiya, Yahudi Bani Uraid, penduduk Jarba dlll. Sikap toleran Islam terhadap non Islam pasca Rasulullah Muhammad Saw dilanjutkan oleh para Khalifah setelah Beliau saw.

    Jika akhir-akhir ini pluralitas antar umat beragama dan madzhab di dalam satu agama menjadi masalah maka bisa dipastikan bahwa itu bukan berasal dari ajaran agama. Pasti ada kepentingan-kepentingan politik di baliknya. Guna tercipta perdamaian, persoalannya tinggal, apakah ajaran agama tentang toleransi mau ditegakkan atau tidak?! Termasuk di Palestina. (Ayik Heriansyah)