Kategori: Nasional

berita yang mencakup peristiwa dan kejadian yang terjadi di tingkat nasional suatu negara. Berita ini meliputi berbagai topik yang relevan dengan kehidupan masyarakat secara luas, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, lingkungan, dan berbagai isu penting lainnya yang memiliki dampak signifikan bagi negara tersebut. Liputan berita nasional bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat, terkini, dan relevan kepada masyarakat mengenai berbagai peristiwa dan fenomena yang sedang terjadi di tingkat nasional.

  • PROPAGANDA RADIKALIS ATASNAMA AGAMA DI INDONESIA

    PROPAGANDA RADIKALIS ATASNAMA AGAMA DI INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Propaganda kaum radikalis tanpa kita sadari ternyata sudah menyebar di sekeliling kita. Propaganda-propaganda mereka sangat menyesatkan dan terlihat seakan-akan baik, namun kenyataannya propaganda itu berbahaya sekali untuk orang awam.

    Inilah propaganda mereka untuk mengejar ilusi “Khilafah” yang berhasil dideteksi :

    Propaganda Tahap 1 :

    1. Orang Syiah diklaim bukan Islam
    2. Orang NU diklaim sebagai Syiah
    3. Orang Wahabi mengaku sebagai Sunni

    Jika propaganda ini berhasil, orang tidak percaya lagi kepada NU, dan berarti orang Islam di Indonesia hanya tinggal 1000an yakni hanya orang Wahabi, yang lain itu Syiah dan bukan Islam.

    Propaganda Tahap 2 :

    1. PKI sudah dibubarkan
    2. Pemerintah diklaim sebagai PKI dan kebangkitan Komunis
    3. Radikalis berlagak memerangi PKI

    Jika propaganda ini berhasil, maka kaum radikalis punya alasan membubarkan pemerintahan dan leluasa menguasai negara dengan bantuan tangan orang orang awam.

    Propaganda Tahap 3 :

    1. Negara ini adalah negara thagut
    2. Negara memerangi umat Islam
    3. Pancasila dan garuda adalah berhala
    4. Umat Islam jangan menyembah berhala

    Jika propaganda ini berhasil, yang mahasiswa-pun bisa jadi khilafis dan radikalis, yang awam bisa jadi bomber, yang setengah pinter bisa jadi agen hoax dan fitnah.

    Lalu apa yang diharapkan? Tujuannya adalah agar negara kacau, jika kacau mereka mulai memerankan aksinya lalu masuk seperti ISIS mengebom apa saja yang dianggap kafir, musyrik dan yang dianggap musuh mereka untuk mengejar ilusi mereka ‘khilafah’.

    Lalu siapa yang rawan jadi korban propaganda di atas..?

    1. Orang awam yang belajar agama lewat medsos lalu salah memilih situs dakwah.

    2. Mahasiswa negeri yang awam masalah agama, lalu terjebak dalam daurahan kaum khilafis dan radikalis.

    3. Ustadz yang baru pegang gadget, lalu masuk ke grup-grup dakwah (grup radikal).

    4. Artis yang ingin mendadak tampil agamis, agar mendadak dipanggil ustadz dan ustadzah.

    5. Wanita dewasa yang baru semangat belajar agama.

    6. Jamaah masjid perkotaan yang pengurusnya jarang dari kampung tersebut.

    7. Para barisan sakit hati (bisa sakit hati ke negara atau ormas NU).

    8. Anak-anak yang diasramakan di pondok berhaluan Wahabi biasanya asrama tahfidz via ajaran Wahabi.

    9. Kaum yang biasa bawa pentung juga rawan terkena jebakan virus propaganda ini, sebab dalam otaknya sudah ada bibit radikalis. (abi-sorban)


    Di bawah ini pesan dari Habib Ali Zainal Abidin al-Jufri yang artinya :

    “Kepada seluruh Ahlussunnah (Sunni) dan Syi’ah di Iraq: Musuh kalian yang sebenarnya (hakiki) adalah mereka yang meyakinkan kalian bahwa kalian (Sunni-Syi’ah) adalah bermusuhan.”

    Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=813359955370653&id=196704400369548

  • JENDRAL TNI (PURN) MOELDOKO REKOMENDASIKAN BANSER NU SEBAGAI KOMPONEN CADANGAN ( KOMPCAD)

    JENDRAL TNI (PURN) MOELDOKO REKOMENDASIKAN BANSER NU SEBAGAI KOMPONEN CADANGAN ( KOMPCAD)

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Kepala Staf Kepresidenan ( KSP) Jendral TNI( Purn) Moeldoko menilai, BANSER ANSOR SERBAGUNA ( BANSER) Ansor sangat layak menjadi komponen Pertahanan, sebab BANSER Ansor memiliki Struktur yang lengkap dari tingkat Pusat dan Daerah.

    Menurut Moeldoko, untuk menjadi Komponen Cadangan, Banser perlu dilatih lagi soal kedisiplinan Fisik dan mental, serta penggunaan Senjata.

    Moeldoko juga mengapresiasi program seperti Susbanpim untuk peningkatan kemampuan kepemimpinan dalam organisasi.

    “Kalau di tentara ini ibarat Sesko, jadi saya baru tau BANSER juga punya Structure pelatihan yang sangat baik dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi, ini menyiapkan pemimpin masa depan ,” tegas Moeldoko.

    Kegiatan dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Kapolda Jatim Irjen Luki Kasatkorwil BANSER Jatim M. Irsyad Yusuf, Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono, Kasatkornas BANSER Alfa Isnaeni, Sekjen GP Ansor Abdul Rachman, Ketua PW Ansor Jatim Syafiq Sauqi, Pejabat TNI & POLRI serta ribuan Kadet Ansor dan Banser.

    Sebelum memberikan arahan, Gus Yaqut sapaan akrab dari Ketum PP GP ANSOR Yaqut Cholil Qoumas, menyematkan Jaket Banser Kepada Moeldoko.

    Pada Kesempatan itu Moeldoko, meminta BANSER juga memberikan Kontribusi yang lebih nyata dalam pembangunan Bangsa dan Negara.

    Gus Yaqut menanggapi Moeldoko dikatakan, sebelum ada usulan UU Komponen Cadangan BANSER dari dulu juga sudah siap sebagai Komponen Cadangan.

    ” Tanpa ada UU pun BANSER sudah siap ketika ada gangguan terhadap Bangsa dan Negara ini, Banser pasti akan ikut terlibat dalam mempertahankan NKRI.
    Enggak usah ditanya lagi, Banser pasti dan sudah siap membantu jika itu dibutuhkan kapan saja dimana saja, ” tegas Gus Yaqut.

    Gus Yaqut mengatakan, Susbanpim V yang diikuti ratusan peserta dari seluruh Provinsi di Indonesia ini salah satu bentuk kesopanan itu.

    Susbanpim ini adalah pendidikan BANSER tertinggi yang bertujuan mencetak pimpinan BANSER di masing- masing tingkatan dari Sabang Sampai Merauke.

    Kita selalu siapkan para pemimpin Banser agar Organisasi ini berjalan dengan baik dan profesional dalam menjawab dinamika yang menggelinding Secara Cepat sekali,” tegas Gus Yaqut. (ABI SORBAN)

    #BanserBerSatu
    #NUBerSatu

  • KELEMAHAN DEFINISI KHILAFAH MENURUT AN-NABHANI

    KELEMAHAN DEFINISI KHILAFAH MENURUT AN-NABHANI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Definisi sangat penting dan menentukan posisi suatu konsep dalam semesta ilmu pengetahuan. Definisi yang membuat suatu konsep “mengada” dan “berbeda” dengan konsep yang lain. Karena definisi memberi batas-batas bagi suatu konsep.

    Suatu definisi sejatinya hasil konstruksi pemikiran seseorang atas suatu realitas. Oleh sebab itu, suatu definisi tidak bisa “menyalahkan” definisi yang lain. Meski demikian, suatu definisi bisa dan boleh dikritisi keakuratannya.

    Karena suatu definisi merupakan hasil “ijtihad”, maka definisi bernilai syar’i sepanjang menggunakan metode aqliyah dalam perumusahnnya.

    Terkait definisi khilafah, ada puluhan definisi yang sudah dibuat oleh para ulama. Semua definisi tersebut mengerucut kepada satu makna yakni imamah. Khilafah = imamah adalah satu kepemimpinan tunggal yang mengganti kepemimpinan Nabi saw dalam urusan dunia dan menjaga agama dalam satu negara.

    Jika kita mencermati realitas kepemimpinan Nabi saw, Muhammad saw adalah pemimpin agama dan politik. Kepemimpinan agama Nabi saw bersifat universal tanpa dibatasi ruang, waktu dan batas-batas negara bagi siapapun yang mau mengimaninya. Secara eksklusif, kepemimpinan spiritual Nabi saw khusus untuk umat Islam.

    Sedangkan kepemimpinan politik Nabi saw, dibatasi oleh ruang, waktu dan batas-batas negara. Kepemimpinam politik Nabi saw meliputi kota Madinah dan kabilah-kabilah yang menerima konstitusi negara (Piagam Madinah), tanpa memandang agama. Muslim dan non muslim warga negara Madinah tercakup ke dalam kepemimpinan politik Nabi saw.

    Adapun kaum muslim yang bukan warga negara Madinah, tidak termasuk ke dalam kepemimpinan politik Nabi saw. Mereka hanya masuk dalam kepemimpinan keagamaan Nabi saw. Misalnya umat Islam yang berada di Mekkah dan kabilah-kabilah Arab yang tidak ikut hijrah ke Madinah. Uwais al-Qorni (umat Islam di Yaman). Dan umat Islam yang berada di Habasyah serta umat Islam di berbagai tempat di luar negara Madinah.

    Kepemimpinan agama Nabi saw berakhir setelah Beliau saw wafat. Tidak ada penggantinya. Akan tetapi kepemimpinan politik Nabi saw diteruskan oleh para khalifah yang jumlahnya banyak. Karena khalifah adalah pemimpin politik, maka kepemimpinannya terbatas dalam lingkup wilayah negara. Dan meliputi semua warga negara, muslim dan non muslim.

    Demikian juga faktanya, sepanjang sejarah umat Islam, kepemimpinan khalifah dibatasi oleh batas-batas negara. Tidak ada khalifah yang memimpin umat manusia umumnya dan umat islam khususnya di seluruh dunia.

    Dari realitas ini kita bisa menganalisa dan menilai kelemahan definisi khilafah menurut Taqiyuddin an-Nabhani. Definisi Khilafah menurut Taqiyuddin An Nabhani adalah sebagai berikut :

    اَلْخِلاَفَةُ هِيَ رِئَاسَةٌ عَامَّةٌ لِلْمُسْلِمِيْنَ جَمِيْعاً فِي الدُّنْيَا لإِقَامَةِ أَحْكَامِ الشَّرْعِ الإِسْلاَمِيِّ، وَحَمْلِ الدَّعْوَةِ الإِسْلاَمِيَّةِ إِلَى الْعَالَمِ

    “Khilafah adalah kepemimpinan umum bagi kaum muslimin seluruhnya di dunia untuk menegakkan hukum-hukum Syariah Islam dan mengemban dakwah Islam ke seluruh dunia.” (Taqiyuddin An Nabhani. 2003. As Syakhshiyah Al Islamiyah. Beirut : Darul Ummah 2003, Juz 2 hlm.)

    Definisi ini, definisi baru yang tidak dikenal oleh umat Islam sebelum adanya Hizbut Tahrir. Kelemahan dari definisi khilafah ini antara lain:

    Taqiyuddin an-Nabhani mengatakan

    َلْخِلاَفَةُ هِيَ رِئَاسَةٌ عَامَّةٌ لِلْمُسْلِمِيْنَ جَمِيْعاً فِي الدُّنْيَا

    “khilafah adalah kepemimpinan umum untuk kaum muslim di seluruh dunia”.

    Definisi ini lemah, karena seorang khalifah sebagai pengganti Nabi saw dalam kepemimpinan politik (mengatur urusan umat), seharusnya bukan hanya sebagai kepemimpinan bagi umat Islam, melainkan juga bagi non muslim yang menjadi warga negaranya. Sebagaima fakta kepemimpinan politik Rasulullah saw di Madinah.

    Definisi ini menurut juga lemah karena tidak membatasi objek kepemimpinan dalam suatu batas-batas wilayah negara. Justru suatu negara, ada/wujud/eksis, karena ada batas-batasnya yang membedakannya dengan negara lain. Memimpin “umat Islam di seluruh dunia” tanpa batas wilayah negara tidak bisa dibayangkan wujudnya di dalam benak seseorang dan tidak ada realitasnya. Sulit dibayangkan oleh akal sehat, dunia seluas ini punya satu negara saja.

    Dalam definisinya juga Taqiyuddin an-Nabhani mengatakan:

    إِقَامَةِ أَحْكَامِ الشَّرْعِ الإِسْلاَمِيِّ، وَحَمْلِ الدَّعْوَةِ الإِسْلاَمِيَّةِ إِلَى الْعَالَمِ

    Sebagaimana yang telah kita ketahui, khilafah yang dimaksud Hizbut Tahrir adalah institusi/sistem (nizhamiyah), bukan individu (imamah). Oleh karena itu, definisi ini lemah karena bertentangan dengan realitas bahwa yang menjadi subjek dan objek hukum syara’ serta yang menjadi subjek dan objek dakwah adalah individu bukan institusi/sistem, karena seruan Allah swt dan Rasul-Nya saw semuanya ditujukan kepada individu bukan institusi/sistem.

    Pun dalam konteks sistem pemerintahan, yang menjadi subjek dan objek syariah adalah individu kepala pemerintahannnya. Individu khalifah yang akan dihisab di akhirat, bukan institusi/sistem. Individu khalifah yang akan masuk surga atau neraka bukan institusi/sistem.

    Hal ini diperkuat oleh definisi hukum syara’ termasuk menurut Taqiyuddin an-Nabhani sendiri. Dalam pengertian syar‘i, para ulama ushul mendefinisikan syariah (syarî‘ah) sebagai perintah Asy-Syâri‘ (Pembuat hukum) yang berhubungan dengan perbuatan-perbuatan hamba dan berkaitan dengan iqtidhâ‘ (ketetapan), takhyîr (pilihan), atau wadh‘i (kondisi) (khithâb asy-Syâri‘ al-muta‘allaq bi af‘âl al-‘ibâd bi al-iqtidhâ‘ aw al-takhyîr, aw al-wadl‘i).

    Walhasil, definisi khilafah yang kuat adalah definisi yang dibuat oleh para ulama sebelum Taqiyuddin an-Nabhani, yaitu khilafah adalah imamah. Khilafah bukan nizhamiyah. Khilafah adalah pemimpin tertinggi dalam suatu negara seperti dalam kitabnya Al-Fiqh Al-Islami wa Adillatuhu, Wahbah Az-Zuhaili menyatakan:

    الإمامة العظمى أو الخلافة أو إمارة المؤمنين كلها تؤدي معنى واحداً، وتدل على وظيفة واحدة هي السلطة الحكومية العليا

    Imâmah ‘udzma atau Khilafah atau Imâratul Mu’minîn semua mengantarkan pada satu makna, dan menunjukkan posisi yang satu, yakni otoritas pemerintahan yang tertinggi.

    Apapun bentuk negara dan bagaimanapun sistem pemerintahannya, maka pemimpin tertinggi negara dan pemerintahan tersebut tercakup ke dalam makna khilafah, meski pejabatnya disebut Presiden. (Abi SORBAN)
    Oleh Ayik Heriansyah
    Pengurus LD PWNU Jabar
    Ketua Divisi Riset DPP Petanesia

  • KTP WARGA SOOKO MOJOKERTO ADA DI MARKAS ISIS

    KTP WARGA SOOKO MOJOKERTO ADA DI MARKAS ISIS

    SORBANSANTRI.COM
    IM.com – Seorang warga Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ditengarai menjadi anggota kelompok separatis, Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) yang beroperasi di Yaman. Identitas Syamsul Hadi Anwar, terungkap dalam pergerakan kelompok militan Syiah, Houthi, ke markas tersembunyi jaringan ISIS-Al Qaeda and Arabian Peninsula (AQAP) di Al Bayda, Yaman.

    Penggerebekan markas Syamsul Hadi dan anggota jaringan ISIS lainnya itu direkam melalui video amatir oleh milisi Houthi. Video tersebut disebarkan di media sosial oleh akun @natsecjeff, Sabtu (29/8/2020). Akun ini spesialis menyebarkan foto dan video peristiwa yang berkaitan dengan konflik di negara-negara Timur Tengah.

    Dalam video tersebut, anggota kelompok Houthi yang bergerak ke markas persembunyian jaringan ISIS-AQAP di Al Bayda, mengobok-obok setiap ruangan dan benda yang ada di dalamnya. Hingga pada suatu tayangan, perekam video menyorotkan kameranya ke sebuah kartu identitas warga negara Indonesia yang mereka temukan di sebuah ruangan.

    Pada kartu identitas yang masih berupa KTP (belum e-KTP) tersebut tercantum nama Syamsul Hadi Anwar dengan alamat Japan Raya RT 1, RW 12 Desa Japan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto. Sedangkan pada kolom kelahiran tidak terlihat dengan jelas. Namun KTP itu sudah habis masa berlakunya sejak 24-12-2013 silam.

    Dalam dompet tempat penyimpanan KTP Syamsul Hadi, ada juga beberapa lembar pecahan Rp 2.000, Rp 5.000 dan Rp 10.000. Lembaran rupiah itu dikeluarkan semua oleh milis Houthi.

    Dompet berisi KTP dan uang rupiah itu ditemukan dalam sebuah ruangan yang juga terdapat bendera ISIS dan beberapa barang elektronik seperti laptop dan proyektor.

    Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia maupun Pemkab Mojokerto terkait dugaan keterlibatan warga Kecamatan Sooko dalam kelompok teroris ISIS-AQAP seperti yang beredar dalam video tersebut.

    Video amatir milisi Houthi saat menggerebek markas ISIS-Al Qaeda di Al Bayda, Yaman yang beredar di media sosial, Sabtu (29/8/2020):

    Houthi merupakan kelompok militan Islam yang menganut paham Syiah. Kelompok ini resmi dideklarasikan oleh pencetusnya, Hussein al Houthi pada awal 2000.

    Namun akar organisasi Houthi memiliki sejarah panjang dan bagian dari kelompok Syiah cabang Zaydi yang mengendalikan sebuah kawasan di Yaman Utara sejak abad ke 9 masehi.

    Kelompok ini kemudian melakukan perlawanan militer terhadap pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Pemberontakan ini menyusul masuknya ajaran Salafi dan Wahabi, yang dibawa seorang tokoh ulama ke Yaman bagian utara

    Konflik dan kekacauan di Yaman semakin memenas sejak Houthi menguasai sebagian wilayah negara tersebut pada 2014, termasuk Ibukota Sanaa. Pada 2015 koalisi militer pimpinan Saudi melancarkan kampanye udara besar-besaran untuk mengalahkan Houthi.

    Sejak itu, puluhan ribu orang Yaman, termasuk warga sipil, tewas dalam konflik tersebut. PBB mengungkapkan 14 juta warga Yaman terancam mati kelaparan. (im)

    (SUMBER INILAH MOJOKERTO)

  • Vaksin yang Siap Disuntikkan ke Warga Indonesia dan Harganya

    Vaksin yang Siap Disuntikkan ke Warga Indonesia dan Harganya

    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Infografis/Vaksin Covid-19/Edward Ricardo

    Jakarta, CNBC Indonesia – Demi menuju hidup yang normal, Indonesia semakin agresif untuk memborong vaksin virus corona.

    Baru-baru ini, pemerintah berhasil mengamankan komitmen pengadaan 40 juta dosis vaksin Covid-19. Ini merupakan kesepakatan antara Bio Farma dan Sinovac Biotech China yang disaksikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir.

    Lantas berapa harga vaksin Covid-19 di Indonesia?

    Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erick Thohir mengatakan pengadaan vaksin Covid-19 Sinovac merupakan strategi jangka pendek pemerintah dan untuk kondisi darurat saat ini. Namun untuk jangka panjang pemerintah akan mengedepankan vaksin merah putih.

    Berdasarkan kerja sama yang telah ditandatangani dengan Sinovac, pemerintah akan membayar US$8 per dosis untuk bahan baku. Pada tahun depan harga bahan baku ini berkisar US$6 hingga US$7 per dosis.

    “Ini bahan baku karena kita ingin belajar memproduksi vaksin, tidak hanya istilahnya terima vaksin yang sudah jadi,” ujar Erick Thohir dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (27/8/2020).

    “Perhitungan awal kami, vaksin ini untuk harganya US$25 (Rp 365 ribu) hingga US$30 (Rp 438 ribu) per orang. Namun Bio Farma sedang menghitung ulang berapa harganya. Nantinya satu orang akan disuntik dua kali dengan jeda 2 minggu,” terang Erick Thohir.

    Erick Thohir menambahkan pihaknya juga mengusulkan ada dua skema dalam vaksinasi massal. Yakni vaksin gratis kepada peserta BPJS Kesehatan dan vaksinasi mandiri bagi sebagian masyarakat yang berpenghasilan tinggi. Hal ini agar tidak membebani keuangan negara.

    Informasi saja, vaksin merah putih adalah vaksin Covid-19 yang dikembangkan dengan strain lokal Indonesia. Pengembangan bibit vaksin ini sedang dijalankan oleh Lembaga Molekuler Eijkman.

    Bila sesuai rencana uji klinis ke manusia vaksin merah putih akan dilakukan semester II-2021 dan produksi massal vaksin dilakukan pada 2022.(dru)

    *sumber cnbcindonesia.com

  • KESULTANAN DI NUSANTARA BUKAN KHILAFAH

    KESULTANAN DI NUSANTARA BUKAN KHILAFAH

    SORBANSANTRI.COM

    CYBERASWAJA.ONLINE – Film Jejak Khilafah di Nusantara yang diluncurkan oleh Hizbut Tahrir di Indonesia (HTI) pada 1 Muharram nanti, barang lama yang dikemas ulang. Narasinya tidak jauh beda dengan 11 tahun silam, ketika HTI menyelenggarakan kampanye serentak di seluruh Indonesia tentang Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia dengan mengadakan diskusi publik dan pembagian booklet.

    Maksud dan tujuan dari film tersebut, melancarkan serangan halus kepada eksistensi Indonesia dengan memanfaatkan emosi keislaman dan sejarah umat melalui momentum peringatan tahun baru hijriyah. Dengan harapan, timbul ketidakpercayaan publik terhadap legalitas Indonesia secara agama dan sejarah. Sambil mengalihkan perhatian dan kepercayaan umat kepada mereka yang sedang memperjuangkan khilafah tahririyah.

    Modus mem-frame momen-momen hari besar keagamaan, modus lama yang diulang-ulang HTI. Modus ini kurang efektif, dilihat dari minimnya dukungan umat kepada mereka. Buktinya, tidak satu pun tokoh, pejabat, dan ormas Islam yang membela mereka ketika pemerintah mencabut badan hukum HTI. Umat membiarkan HTI berjuang sendiri, menjadi bulan-bulanan pemerintah karena kegiatan makar mereka.

    Kegagalan HTI meraih dukungan umat melalui framing momen-momen hari besar keagamaan disebabkan oleh lemahnya frame yang mereka buat. HTI seringkali membuat isu yang tidak ada fakta dan realitasnya., sehingga tidak melekat di alam sadar masyarakat. Isu-isu yang dilontarkan HTI, bersifat imajinatif dan imitatif. Khayalan dan kepalsuan. Bertentangan dengan akal sehat dan sejarah. Tidak jarang, bertentangan dengan ide dan metode yang mereka yakini.

    Tema Jejak Khilafah di Nusantara, masih sangat umum dan terlalu jauh kalau mau digiring untuk melegitimasi perjuangan HTI mendirikan khilafah tahririyah. Jejak adalah tanda atau bekas yang ditinggalkan oleh sesuatu yang pernah lewat. Jejak unta menunjukkan pernah ada unta yang lewat. Untanya sudah tidak ada di tempat. Jejak unta bukan unta itu sendiri. Antara jejak unta dengan unta dua hal yang berbeda.

    Jejak khilafah yang dimaksud oleh HTI adalah tanda atau bekas hubungan diplomatik antara khilafah umayyah, abbasiyah dan utsmaniyah dengan kesultanan-kesultanan di Nusantara. Artinya kesultanan-kesultanan di Nusantara bukan khilafah itu sendiri dan bukan bagian dari khilafah. Proses berdirinya kesultanan-kesultanan di Nusantara berawal dari perpindahan agama raja hindu/budha ke Islam. Kesultanan-kesultanan di Nusantara bukan daerah taklukan (kharajiyah) dari ke-khilafah-an dan bukan bentukan dari ke-khilafah-an.

    Dalam perspektif fiqih siyasah HTI, bentuk pemerintahan yang sah satu-satunya adalah khilafah. Suatu negara/pemerintahan yang dipimpin oleh seorang kepala negara/pemerintahan yang bai’at oleh umat setelah dilakukan proses pemilihan secara bebas tanpa paksaan. Sedangkan para sultan di Nusantara, menjadi kepala negara/pemerintahan melalui sistem pewarisan dari orang tuanya. Sistem putra mahkota, yang menurut fiqih siyasah HTI, tidak sah.

    Keberadaan lebih dari satu orang kepala negara/pemerintahan (sultan) di Nusantara bertentangan dengan prinsip negara khilafah yaitu satu khalifah yang wajib dibai’at untuk seluruh kaum muslimin. Oleh karena itu, menurut fiqih siyasah HTI, kesultanan-kesultanan di Nusantara semuanya tidak termasuk daulah Islamiyah, sistem pemerintahannya bukan sistem Islam, hukum-hukum diterapkan tidak bias dianggap sebagai hukum Islam.

    Tapi, dari perspektif fiqih siyasah Syafi’iyah yang dianut oleh mayoritas ulama di Nusantara, kesultanan-kesultanan tersebut absah. Suatu negara boleh menggunakan sistem putra mahkota dan umat Islam absah memiliki lebih dari satu orang kepala negara/pemerintahan (khalifah/sultan) pada waktu bersamaan. Maknanya umat Islam boleh hidup, beribadah dan beramal di beberapa negara yang berbeda, dengan kepala negara/pemerintahan yang berbeda pula.

    Mengangkat dua khalifah boleh jika di antara dua Khalifah jika jaraknya berjauhan dan terdapat pemisah alami (haajiz thabi’iy) seperti laut, atau ada musuh di antara keduanya, yang tidak mampu dikalahkan oleh salah satu dari keduanya. Ini pendapat Imam Haramain, Al-Ghazali, Abdul Qahir Al Baghdadi. (Mahmud Abdul Majid Al Khalidi, Qawa’id Nizham Al Hukm fil Islam, hlm. 313; Jamal Ahmad Sayyid Jaad Al Marakbi, Al Khilafah Al Islamiyyah Bayna Nuzhum Al Hukm Al Mu’ashirah, hlm. 65-67).

    Melihat kondisi geografis Nusantara yang terpisah-pisah, rasanya sulit menerapkan fiqih siyasah HTI. Untung HTI hadir di Indonesia pada abad ke-20. Seandainya HTI sudah ada di Nusantara pada abad 13 – 17, pasti kesultanan-kesultanan itu di-kufur-kufur-kan oleh syabab HTI dan para sultan-nya di-bully. (Oleh Ayik Heriansyah)

  • Foto Presiden RI di corat coret, Yayasan di Rembang Diluruk Banser

    Foto Presiden RI di corat coret, Yayasan di Rembang Diluruk Banser

    SORBANSANTRI.COM
    Rembang (WartaBromo.com) –
     Sebuah yayasan pendidikan di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, diluruk Banser, Kamis (20/08/2020) pagi.

    Aksi tersebut dipicu dugaan penyebaran ideologi khilafah oleh yayasan tersebut. Selain itu, lembaga tersebut diduga menjadi bagian dari organisasi terlarang, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia).

    Pantauan WartaBromo.com, puluhan anggota Banser itu berangkat beriringan dari Kecamatan Bangil dengan mengendarai sepeda motor.

    Sebelum ke Kalisat, rombongan yang dipimpin Ketua PC GP Anshor Bangil, Sa’ad Muafi lebih dulu mendatangi kediaman AH, di Rembang.

    Menurut Muafi, kedatangannya ke rumah AH itu terkait unggahannya di facebook. “Kami ingin bertabayun atas unggahannya di medos menjelek-jelekkan Habib Luthfi,” kata Muafi saat tiba di lokasi.

    Di rumah AH, Banser menemukan sejumlah simbol-simbol berupa bendera, poster, majalah, yang dicurigai mengarah ke ideologi khilafah.

    “Kami tabayyun dan dia mengaku bahwa di sini menjadi tempat penyebaran ideologi khilafah (HTI),” ujar Muafi.

    Setelah dari kediaman AH, Banser kemudian bergeser ke tempat yang diduga menjadi penyebaran ideologi khilafah. Yakni, sebuah yayasan pendidikan di Desa Kalisat.

    Di sana, Banser menemukan foto presiden Joko Widodo dicoret-coret, kemudian tidak memiliki bendera merah putih, dan foto wakil presiden masih belum diganti.

    Bahkan, saat ditanya siapa nama wakil presiden, kepala sekolah bersangkutan pun tak hafal.

    Beberapa barang bukti itu pun langsung diamankan oleh polisi. Muafi juga telah melaporkan 2 orang ke polisi yang diduga menjadi aktor penyebaran ideologi khilafah di wilayah Kecamatan Rembang.

    “Yang kedua, saya nanti juga akan mengirim surat resmi ke Kemenag untuk mencabut izin sekolah. Karena mereka menyebarkan ideologi khilafah dengan berlindung di balik lembaga pendidikan,” tegas Muafi.

    Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan sudah menerima laporan dari Banser. Rofiq memastikan setelah ini polisi akan langsung memproses laporan tersebut.

    “Kami akan melakukan pemanggilan saksi-saksi awal dulu,” kata Rofiq. (tof/asd)

  • HUT RI ke 75 di balongsono Canggu Jetis mojokerto

    HUT RI ke 75 di balongsono Canggu Jetis mojokerto

    SORBAN JETIS__ Kemerdekan republik INDONESIA sudah berusia 75 tahun, masyarakat INDONESIA selalu memeriahkan hari ulang tahun kemerdekaan dengan berbagai macam cara sesuai dengan adat istiadat masing masing

    Seperti yang di lakukan warga balongsono rt02 rw01 Canggu Jetis mojokerto, warga di kumpulkan di malam 17 (16/08/2020) di halaman rumah ketua RT untuk doa bersama dan di lanjutkan oleh pemuda pemuda untuk mengadakan lomba anak anak

    Suasana lomba sangat meriah karena di ikuti puluhan anak anak, selain anak anak rt02 juga hadir anak anak dari rt sebelah lomba yang bikin bapak bapak dan ibu ibu termangu saat lomba doa dan menghafal surat pendek Al Qur’an ternyata anak anak banyak yang hafal doa dan surat surat pendek

    SORBANSANTRI.COM
    Anak Safa saat memanjatkan doa
    SORBANSANTRI.COM
    Ananda Fikri saat melantunkan surat pendek Al Qur’an
    SORBANSANTRI.COM
    Pemberian hadiah lomba pada anak anak

    Acara juga di selingi pembacaan tembang mocopat oleh ibu Endang yang membahas tentang virus Corona dan berisi doa semongga covid-19 segera reda dari bumi INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM
    Bu ENDANG mengumandangkan mocopat tentang covid-19 dan doa semoga covid-19 segera sirna Indonesia

    Sambutan dari ketua rt02 rw01 Canggu Jetis Mojokerto bapak SENERI mengharapkan seluruh warga tetap menjaga kebersihan lingkungan dan memberikan apresiasi kepada ibu ibu rt02 yang luar biasa menjalankan kegiatan kegiatan serta kepada bapak bapak yang aktif melakukan ronda poskampling bahkan memberikan dorfres kepada bapak bapak yang aktif, ketua rt02 juga mengharapkan generasi muda dan anak anak akan teros menjaga NKRI sebagai bukti kecintaan kepada negara kesatuan REPUBLIK INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM
    Sambutan ketua rt02 bapak SENERI
    SORBANSANTRI.COM
    Pemberian dorfres kepada warga yang aktif ronda di poskampling

    Sambutan dari tokoh masyarakat bapak AGUS PRIYANTO mengharapkan mendukung progam progam pemerintah dengan visi/misi Indonesia maju

    SORBANSANTRI.COM
    Sambutan tokoh masyarakat bapak AGUS PRIYANTO
    SORBANSANTRI.COM
    Bapak SUWANDI sesepuh rt02

    Senada dengan sambutan yang di sampaikan oleh sesepuh rt02 bapak SUWANDI “warga rt02 di harapkan selalu menjaga kesehatan dengan menjalankan intruksi pemerintah untuk mengunakan protokol kesehatan di setiap aktifitas serta menjaga kerukunan di era politik pilbup mendatang meskipun pilihan beda tapi tetap kita semua adalah saudara”

    By: alim sorban

  • Ayo Sekolah Di Lembaga Pendidikan NU

    Ayo Sekolah Di Lembaga Pendidikan NU

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Lembaga Pendidikan Ma’arif PCNU Kab. Brebes gelar kegiatan Rapat Koordinasi dengan Kepala Madrasah/Sekolah yang berada dibawah naungan LP Ma’arif.

    Acara tersebut dihadliri oleh Kepala MI/SD, SMP/MTs, SMA/SMK/MA bertempat di aula MTsN 2 Brebes hari rabu 12 Agustus 2020.

    Tampak hadir juga Ketua Tanfidziyah PCNU Kab. Brebes H. M. Aqsho, M.Ag. dan Kepala MTsN 2 Brebes Drs.Muhammad Suaedi, M.Pd. yang didampingi Kaur TU MTsN 2 Brebes Drs. Achmad Sofi, M.Pd.

    Dalam sambutannya Ketua LP Ma’arif PCNU Kab Brebes, H. Moh. Robikhun, S.Ag. M.Pd. menghaturkan terimakasih atas kehadiran para peserta dan bersepakat untuk lebih menggaungkan ” Ayo Sekolah Di Lembaga Pendidikan NU” dengan strategi yang lebih inovatif dan penuh terobosan baru.

    Diantara agenda yang dibahas adalah kaitan dengan persiapan input SIMNU bagi satuan Pendidikan Ma’arif NU , rutinitas lembaga dan menyikapi kegiatan pembelajaran jarak jauh/ belajar dari rumah, bimbingan dan pelatihan bagi Kepala Sekolah/Madrasah, peningkatkan kapasitas guru dengan KKG/ MGMP.

    Juga membahas kegiatan refreshing dengan out bound dan refting yang diamini oleh seluruh peserta.

    Dialog yang dipandu oleh H. Muhammad Ikhsan juga mereka sepakat agar LP Ma’arif lebih memementingkan kemajuan akademik non akademik, dengan mengutamakan pelayanan bagi institusi demi kejayaan LP Ma’arif Brebes.

    Disambutannya ketua PCNU Brebes H. M. Aqsho merasa bahagia dan bangga bisa bertemu dengan pejuang pendidikan sebagai sarana pencetak kader-kader an nahdliyyah di kibaran Lembaga Pendidikan Ma’arif NU.

    Diantara isi sambutannya adalah:

    ” Mari kita kobarkan semangat juang dalm dunia pendidikan, usah hiraukan silang pendapat terkait klaim adanya dualisme kepemimpinan ditubuh PCNU Brebes, karena urusan tersebut adalah ranahnya PWNU Jateng dengan PBNU, kita harus lebih mengutakan peningkatan mutu pendiidkan di naungan LP Ma’arif sehingga bisa menjadi jembatan tersampaikannya ajaran Asy’ariyyah-Maturidiyyah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan yang penting adalah ihtiyar kita agar ketika akreditasi bisa memperoleh predikat unggul (A)”. (PCNU BREBES)

  • ERUPSI GUNUNG SINABUNG SUMATERA UTARA

    ERUPSI GUNUNG SINABUNG SUMATERA UTARA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Telah terjadi erupsi G. Sinabung, Sumatera Utara pada tanggal 10 Agustus 2020 pukul 10:16 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 5.000 m di atas puncak (± 7.460 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur dan tenggara.

    SORBANSANTRI.COM

    Saat ini G. Sinabung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi:

    1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.
    2. Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
    3. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di G. Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

    SUMBER DATA
    KESDM, Badan Geologi, PVMBG
    Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung