Kategori: Nasional

berita yang mencakup peristiwa dan kejadian yang terjadi di tingkat nasional suatu negara. Berita ini meliputi berbagai topik yang relevan dengan kehidupan masyarakat secara luas, termasuk politik, ekonomi, sosial, budaya, hukum, lingkungan, dan berbagai isu penting lainnya yang memiliki dampak signifikan bagi negara tersebut. Liputan berita nasional bertujuan untuk memberikan informasi yang akurat, terkini, dan relevan kepada masyarakat mengenai berbagai peristiwa dan fenomena yang sedang terjadi di tingkat nasional.

  • Haul ke-12 Al Maghfurlah Syeikh Mahmud Mukhtar

    Haul ke-12 Al Maghfurlah Syeikh Mahmud Mukhtar

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – 3 Shofar 1442 H / 21 September 2020 M. Haul ke-12 Al Maghfurlah Syeikh Mahmud Mukhtar diadakan di Pondok Pesantren DARUL ‘ULUMISY-SYAR’ IYYAH Bo’de Plumbon Cirebon Jawa Barat. Beliau adalah pengarang kitab Tarjamah Ajrumiyah yang banyak dipakai kalangan pesantren, madrasah, dan sekolah diniyah. Kitab ini merupakan terjemah dari kitab Matan al-Ajruymiyyah yang ditulis dalam bentuk syair berbahasa Jawa dengan menggunakan bahar Rajaz.

    SORBANSANTRI.COM
    Syeikh Mahmud Mukhtar

    Pada hari ini senin 21 September 2020 sudah sejak pagi dihadiri tamu rombongan dari berbagai wilayah, seperti Warga NU Mojokerto yang hadir sekitar 150 jamaah yang datang pada pukul 07.00 wib. Acara tersebut dimulai dengan ramah tamah yang di lanjutkan dengan khotmil quran sekaligus doa.

    Acara Haul ke-12 Al Maghfurlah Syeikh Mahmud Mukhtar ini akan berlangsung sampai malam nanti. Untuk mengantisipasi banyaknya tamu yang hadir, kesigapan Satkoryon Banser Weru sangat diperlukan apalagi sekarang musim pandemi covid-19 jadi pemeriksaan dan pengamanan sangat diperlukan.

    Alhamdulillah Sahabat Aroyan selaku kasatkoryon Ba ser Weru dapat melakukan koordinasi yang bagus dengan anggotanya, Mudah”an acara haul ke-12 Al Maghfurlah Syeikh Mahmud berjalan dengan lancar Aamiin Ya Robbal’alamiin. (abi-sorban)

  • BAHAS PROBLEMATIKA PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 DI TENGAH PANDEMI, PUSKOHIS IAIN SURAKARTA GELAR WEBINAR NASIONAL

    BAHAS PROBLEMATIKA PILKADA SERENTAK TAHUN 2020 DI TENGAH PANDEMI, PUSKOHIS IAIN SURAKARTA GELAR WEBINAR NASIONAL

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Pada Hari Sabtu, 19 September 2020 Puskohis IAIN Surakarta seminarkan urgensi Pilkada Serentak 2020. Seminar nasional tersebut dilakukan secara virtual karena keadaan masih belum kondusif.
    Dengan menghadirkan tiga narasumber andal, pusat studi yang baru diresmikan bulan lalu suskes menggelar seminar kali ini dengan tema “Urgensi Pilkada Serentak 2020 dalam Bingkai Demokrasi Konstitusional”.
    Pilkada Serentak 2020 ini memang sedang ramai diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia, baik di dunia nyata maupun dunia maya (red. media sosial).

    Acara diawali sambutan Direktur Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam IAIN Surakarta oleh R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., M.H. Dalam sambutannya beliau mengutip pendapat Carl J. Friedrich dalam bukunya: “Constitutional Government and Democracy Theory and Practice in Europe and America” yang mendefinisikan konstitusi dalam 5 konsep: Filosofis (Philosophical), Struktural (Structural), Legal (Legal),)Dokumentarian (Documentarian), dan Prosedural (Procedural). Beliau menegaskan bahwa 5 Konsep ini menjadi Fokus Utama PUSKOHIS IAIN Surakarta. Sesuai Visi dan Misi PUSKOHIS pungkasnya. PUSKOHIS akan selalu berkomitmen memberikan kontribusi untuk Bangsa dan Negara dalam urusan Konstitusi dan Hukum Islam. Beliau berharap Negara senantiasa berjalan pada jalur konstitusional, Menjunjung tinggi tegaknya HAM dan Demokrasi.

    Direktur PUSKOHIS yang akrab dipanggil Gus Mustain ini juga mengutip pendapat pakar Hans Kelsen dalam bukunya “General Theory of Law and State” yang mengatakan: “konstitusi adalah dasar dari tata hukum nasional”. Dengan demikian apapun yang berlaku di Negara Indonesia haruslah sesuai jalur hukum yang berlaku di Negara Indonesia. Beliau berharap dengan adanya diskusi ilmiah membahas problematika Pilkada Serentak 2020 di tengah pandemi ini PUSKOHIS akan mampu merekomendasikan usulan solutif kepada Pemerintah baik Presiden, KPU, maupun lembaga yang berkepentingan dengan Pilkada Serentak dimasa pandemi ini.
    Rektor IAIN Surakarta Prof. Dr. KH. Mudhofir S. Ag, M.Pd. melalui Direktur PUSKOHIS juga menyampaikan apresiasinya atas terselenggranya acara ini. Beliau berharap agar diskusi ilmiah seperti ini berlanjut untuk tema-tema berikutnya.

    SORBANSANTRI.COM

    Menurut narasumber Pertama, Z. Saifudin, S.H.,M.H., tema yang diangkat oleh Puskohis sangat menarik dan terkini karena memang sedang menjadi trending topic. Direktur Institut Pemantau dan Pengawas Pemerintahan Daerah (IP3D) itu menyebutkan bahwa dari 3 opsi usulan KPU akhirnya disetujui pada tanggal 9 Desember Tahun 2020 sebagai opsi paling realistis untuk dilaksanakan Pemilukada. Keputusan tersebut diambil dalam forum rapat bersama dengan DPR dan pemerintah (Kemendagri) pada akhir maret 2020. Dengan ditindak lanjuti dikeluarkan Perppu tanggal 4 Mei 2020. Anggaran dana yang disetujui sekitar 2,6 T.

    Beliau juga menjabarkan tentang pertaruhan Konstitusi dalam Bab VI tentang Pemerintahan Daerah khususnya Pasal 18 ayat (4). Aturan UU Pemilukada bahkan sampai aturan teknis PKPU No.5, 6 dan 10. Dikupas secara tuntas. Juga mengkritisi banyak persoalan dan dinamika sebelum proses penetapan calon tanggal 23 September 2020. Termasuk tentang 25 daerah yang masih terdapat calon tunggal. Dijelaskan juga jika ada potensi kotak kosong menang atas calon tunggal. Ada juga tentang tarik ulur dukungan Parpol dan mahar politik yang sulit pembuktiannya.

    Dalam kutipannya “Ada hal menarik pada Pemilukada tahun ini, yaitu adanya 25 calon tunggal. Selain itu, ada tarik ulur dukungan Parpol yang menjadikan sengketa, contohnya di Kota Kutai Kartanegara. calon lawan tidak jadi maju sehingga terjadi calon tunggal masih ada walau sudah masa perpanjagan pendaftaran,” papar beliau lebih lanjut.

    Tidak lupa dijelaskan potensi adanya gugatan hukum. Beliau membagi dalam 3 domain. Sebelum penetapan, pasca kampaye dan setelah penetapan dari KPU. Gugatan dapat dilakukan di PTUN, PN, DKPP dan MK sebagai hasil akhirnya.
    Beliau juga memberikan jalan solutif dan alternatif agar Pemilukada dapat berjalan lancar. Komisi II DPR dan Pemerintah (Kemendagri) agar aktif komunikasi. Mengevaluasi KPU sebagai penyelenggara teknis. Mendorong agar ada koordinasi berkala dalam Forkompimda. Termasuk pelibatan penegak hukum. Dia juga menyinggung soal Keppres No.12 Tahun 2020 bahwa Kepala Daerah sebagai Ketua Gugas Pandemi. Agar pemerintah pusat tidak terlalu intervensi. Agar kepala daerah sekarang fokus dalam pandemi.

    Beliau juga mengutip dari Herbert Mclosly berkata “Partisipasi politik merupakan kekuatan warga negara ketika mengambil bagian pada proses pemilihan penguasa dan kebijakan umum” (Andi Faisal Bakti, 2012: 119). Agar 107 juta voters ikut berpartisipasi. Demi terciptanya kepemimpinan politik yang ideal. Dia mengutip pendapat dari T.B. Bottomore berkata “Kepemimpinan politik merupakan perpaduan semua kelompok kekuatan politik dan pengaruh politik” (Michael Rush dkk, 2011: 249). Kepemimpinan lokal merupakan grass root sebagai embrio kepemimpinan nasional.

    Sebagai rekomendasi beliau, juga memberikan arahan agar Pilkada ini tetap dilanjut dengan catatan dan benang merahnya. Termasuk pengetatan protokol kesehatan. Alasan lain adalah demi menjaga tetap lanjut roda pemerintahan daerah dalam kerangka good governance dan clean goverment serta kepastian hukum terjaga. Dia juga mengingatkan agar tidak terjadi politik pecah belah. Idealnya mengedepankan proses demokrasi dengan menghilangkan sifa egosentris golongan dan/atau kelompok pribadi saja.
    Narasumber kedua, Lisma, M.H. menyampaikan sejarah kali pertama pemilu dilaksanakan dan urgensi Pilkada Serentak 2020.

    “Indonesia pertama kali melakukan pemilu pada tahun 1955 untuk memilih anggota DPR dan DPRD yang diikuti oleh 118 partai politik, organisasi, golongan, dan perorangan. Era orde baru pada tahun 1971, 1977, 1982, 1987, 1992, dan 1999 untuk memilih anggota DPR dan DPRD. Pemilihan wakil-wakil rakyat yakni presiden, gubernur, bupati dan walikota disebut dengan istilah demokrasi perwakilan. Era reformasi, pemilu dilaksankan pada tahun 2004, 2008, dan 2014 untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD, Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten.”
    Salah satu dosen Hukum Tata Negara IAIN Surakarta ini juga menuturkan bahaya pilkada apabila tidak jadi dilangsungkan pada tahun ini.

    “Hal ini dapat menyebabkan potensi konflik vertikal antara pemerintah daerah dan masyarakat maupun konflik horizontal antara kelompok masyarakat pendukung pemerintah dan kelompok masyarakat oposan pemerintah di daerah. Tema konfliknya sudah tentu limitasi kepemimpinan yang tercantum dalam undang-undang dan suksesi kepemimpinan daerah di periode 2020 – 2024,” tutur Lisma.

    “Apabila pilkada dilaksanakan tanpa perppu, hasilnya akan dinilai inkonstitusional dan pemimpin daerah yang terpilih berstatus illegal karena tidak sesuai dengan bulan penetapan pelaksanaan pilkada di dalam UU No. 10 Tahun 2016. Kedua hal ini akan menyebabkan ramainya gugatan hukum secara vertikal dan konflik secara horizontal (antara dua kubu pendukung paslon),” imbuh beliau di sela-sela pemaparan materi.
    “Kita tidak bisa menutup mata dengan adanya Pilkada Serentak 2020. Sebagai warga negara, kita harus ikut berpartisipasi meski banyak polemik,” tutup Lisma.

    Dalam seminar ini juga dibahas problematika pilkada dan analisis hukumnya oleh narasumber ketiga, yaitu Suciyani, S.H.I., M.Sos.Dosen Hukum Pidana Islam IAIN Surakarta itu menjelaskan banyak masalah yang biasa muncul pada pelaksanaan pilkada. Menurutnya, masalah-masalah tersebut menjadi masalah yang tidak terselesaikan karena perlu pengawalan dari penegak hukum dan masyarakat.

    Kasus atau masalah yang dilaporkan memerlukan barang bukti agar bisa diproses oleh apparat penegak hukum.
    “Setiap pilkada harus dilihat potensi-potensi pelanggrannya. Koordinasi Bawaslu, penegak hukum, masyarakat sebagai pelapor sangat dibutuhkan. Pencegahan adanya potensi pelanggaran juga perlu dilakukan. Selama ini, yang dilakukan hanya penyelesaian masalah, tanpa pencegahan,” terang beliau di akhir pemaparannya.

    Peserta tampak antusias dalam webinar tersebt. Meliputi hampir perwakilan provinsi ada. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh para peserta, di antaranya pencalonan independen tanpa Parpol, politik dinasti, sengketa pilkada, mahar politik. Pertanyaan dijawab dengan jelas oleh narasumber dengan saling menambahkan dan diskusi bareng.

    Kontributor: Mokh. Yahya

  • LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

    LOGO Hari Santri 22 Oktober 2020

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Tahun ini bangsa Indonesia bahkan seluruh dunia sedang menghadapi ujian yang luar biasa, khususnya kita kalangan pesantren dengan adanya wabah pandemi Covid-19. Sampai saat ini pandemi semakin meluas dengan bertambahnya korban di berbagai kalangan dan kluster, dan kita belum tahu pasti sampai kapan ini semua akan berakhir.

    Dalam rangka Hari Santri yang akan jatuh pada tanggal 22 Oktober 2020 ini, kami RMI PBNU sengaja mengambil tema “Santri Sehat Indonesia Kuat” dengan logo ayo mondok pakai masker, sebagai spirit untuk kita semua selalu menjaga kesehatan, semoga bangsa Indonesia khususnya kalangan pesantren dijauhkan dari fitnah corona, karena dengan Pesantren Sehat maka Indonesia akan Kuat.

    Bersama ini RMI PBNU menghimbau kepada kalangan pesantren untuk :

    1. Senantiasa menjaga kewaspadaan dan selalu taat protokol serta menerapkannya di lingkungan pesantren
    2. Semua warga pesantren terlibat aktif dalam menjaga pesantren dari terpapar covid-19, supaya visi misi pesantren sebagai lembaga pendidikan, dakwah dan pemberdayaan akan senantiasa eksis dan berkembang.
    3. Mesnsosialisasikan logo Hari Santri 2020

    Demikian, semoga kita semua dijauhkan dari fitnah covid-19, Aamiin.. (abi SORBAN)

  • Masjid Cheng Hoo Pemersatu Umat, Bergaya Cina-Jawa

    Masjid Cheng Hoo Pemersatu Umat, Bergaya Cina-Jawa

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Cheng Ho lahir di tahun 1371 di Propinsi Yunan, Tiongkok dan ia beragama Islam karena ayahnya adalah keturunan suku Hui yang udah pernah melaksanakan ibadah haji di Mekah. Waktu umur 10 tahun Cheng Ho kecil ditangkap oleh tentara kerajaan Tiongkok, lalu dikebiri dan dijadikan tentara. Selanjutnya Cheng Ho mengabdi kepada Kaisar Yongle dari Dinasti Ming dan atas perintahnya Cheng Ho berlayar ke berbagai tempat di dunia sebagai utusan Kerajaan Tiongkok.

    Ekspedisi Cheng Ho dimulai pada tahun 1405 sampai 1433 dan ia telah menyambangi beberapa negara di Asia seperti Vietnam, Taiwan, Malaka, Sri Lanka, India, Arab, dan pernah juga mendarat di Pulau Sumatra dan Jawa. Sejarah mencatat Cheng Ho telah tujuh kali berlabuh di pelabuhan Nusantara, di antaranya di Banda Aceh, Cirebon, Semarang dan Jawa Timur yang saat itu masih di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.

    Saat berlabuh Cheng Ho bukan hanya memberikan berbagai hadiah kepada raja, namun juga bersosialisasi dengan penduduk setempat. Saat itulah terjadi pertukaran budaya dan komunitas Tiongkok yang sudah menetap di Nusantara pun mengenal agama Islam di bawah bimbingan Laksamana Cheng Ho.

    MELEPAS LELAH DI MASJID CHENG HO PASURUAN
    Sejarah berdirinya Masjid Cheng Ho Pasuruan ini cukup unik karena ide pendiriannya berasal dari Bupati Pasuruan, Jusbakir Aldjufri, yang ingin agar Pasuruan memiliki sebuah landmark dengan banyak fungsi dan bermanfaat bagi siapapun. Di tahun 2003 Masjid Cheng Ho Pasuruan mulai dibangun dengan dukungan dan prakarsa Pembina Iman Tauhid Islam (PITI), sebuah organisasi yang mewadahi umat Muslim Tionghoa di Indonesia.

    Lokasi yang dipilih untuk pendirian Masjid Cheng Ho adalah pertigaan Jalan Raya Pasuruan-Malang-Tretes, cukup strategis dan bisa kamu lihat kalo kamu hendak pergi ke Malang dari arah Surabaya atau sebaliknya. Masjid Cheng Ho mengaplikasikan perpaduan tiga gaya arsitektur sekaligus, yaitu Jawa, Arab dan Tiongkok, dan inilah yang menjadikan Masjid Cheng Ho menarik sebagai tujuan wisata religi.

    Masjid Cheng Ho Pasuruan adalah bangunan dua lantai dengan bentuk atap bersusun seperti pagoda khas Tiongkok. Menurut para sesepuh PITI, bentuk atap bersusun ini dipilih bukan tanpa alasan. Atap bersusun Masjid Cheng Ho punya makna yang dalam banget karena melambangkan hidup manusia di dunia yang sebaiknya tak hanya mengurusi masalah duniawi namun juga mendekatkan diri kepada Yang Di Atas.

    Kamu bisa melihat sisi dalam pagoda dengan naik ke lantai dua Masjid Cheng Ho. Di sini kamu bisa melihat langit-langit Masjid Cheng Hoo menjulang tinggi ke atas sehingga udara di dalamnya terasa sejuk dan menentramkan hati. Dari jendelanya kamu akan melihat panorama sekeliling yang indah dengan kawasan Tretes mengintip di kejauhan. Tapi kamu hanya boleh mendatangi bagian Masjid Cheng Ho yang satu ini kalo kamu hendak sholat, travelers.

    Masjid Cheng Ho dicat dengan warna khas Daratan Tiongkok, yaitu merah menyala. Beberapa ornamen kaligrafi tampak menyatu dengan atap Joglo khas Jawa dan ini bisa kamu lihat di area lantai satu Masjid Cheng Ho. Bagian ini aslinya diperuntukkan sebagai ruang pertemuan yang boleh dipakai siapapun yang membutuhkan. Tapi kalo lagi kosong biasanya dipake para pengunjung Masjid Cheng Ho buat beristirahat atau tidur-tiduran.

    Sambil tiduran kamu bisa menikmati jagung rebus, kopi hangat atau kudapan khas Pasuruan lain yang banyak dijajakan di pelataran Masjid Cheng Ho. Tapi buang sampahnya jangan sembarangan ya, travelers. Sebelum kamu meninggalkan Masjid Cheng Ho, mampir dong ke Pasar Buah yang ada di sebelahnya buat membeli aneka makanan oleh-oleh, kripik atau pernak-pernik buat mengingatkanmu selalu pada Masjid Cheng Ho Pasuruan. (ABI SORBAN)
    SUMBER

  • OPM (Organisasi Papua Merdeka) KEMBALI KEPANGKUAN NKRI

    OPM (Organisasi Papua Merdeka) KEMBALI KEPANGKUAN NKRI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- SURAT TERBUKA Organisasi Papua Merdeka (OPM), Buat Presiden RI. JOKO WIDODO.
    “Kami Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sebelumnya memberontak ingin berpisah dari NKRI, kini kami memutuskan kembali kepangkuan NKRI…..”
    “Setelah bertahun-tahun lamanya kekayaan alam kami dirampas, dikuras, dan diperas oleh Perusahaan-perusahaan tambang. Dampak tambang tersebut ekosistem alam kami jadi rusak sedemikian hebat. Otomatis kami protes dan memberontak, karena kami mencintai tanah warisan leluhur kami dimana jiwa kami telah menyatu dengan alam.

    Rusaknya alam kami, berarti rusak jiwa raga kami.
    Kami memberontak namun tidak berdaya melawan “senjata penguasa.”
    Kami hanya bisa melihat dari jauh, kami hanya bisa menangis menyaksikan Surga Kecil yang dianugrahkan Tuhan untuk kami jaga dan rawat, dirusak dan diperkosa oleh penguasa yang tamak.
    Tanah yang telah turun-temurun kami diami, dikotori dan diporak-porandakan oleh tangan besi.
    Penguasa menghunuskan senjatanya, membunuh saudara-saudara kami yang memberontak karena mempertahankan tanah warisan nenek moyang kami.

    Entah kepada siapa lagi kami mengadu, tak ada yang peduli.
    Melalui surat terbuka ini kami nyatakan, bahwa telah lama kami berDoa supaya lahir seorang Pemimpin yang mempedulikan kami, peduli terhadap tanah kami, nasib kami, penderitaan kami, dan masa depan kami. Kami percaya Tuhan tidak tidur…..
    Ketika kekayaan alam kami diambil, tanah kami dirusak, apa yang kami dapat? Nothing…
    Kami seperti “sapi perah” bagi penguasa. Susu kami diperas dan kami ditinggalkan.

    Tidak ada kompensasi nyata dari Penguasa membangun tanah kami yang katanya juga “Indonesia”.
    Semua janji-janji pembangunan, janji-janji kesejahtraan, hanyalah janji-janji kosong. Buktinya nihil.
    Kami sadar kalau kami sudah diperdaya oleh Penguasa yang kami harapkan, yang kami jadikan tempat mengadu dan bernaung. Sehingga kami yang dianak tirikan inipun putus asa, lalu kami berinisiatif melakukan perlawanan terhadap Penguasa dengan apapun yang kami punya, dan apapun yang kami tahu. Walaupun dengan senjata seadanya, tapi kami punya kekompakan yang tidak bisa dibeli dengan uang.

    Tekad kami hanya satu, “Papua harus pisah dari NKRI”! Kami menyebut diri kami Organisasi Papua Merdeka (OPM), sebagai kelompok pemberontak. Dan kamilah yang menulis surat terbuka ini supaya bisa sampai kepada Bapak Jokowi. Tanah kami yang subur, yang berlimpah kekayaan alamnya, harus kami perjuangkan meskipun dengan menyabung nyawa.

    Katanya “Indonesia” tapi kami tidak diperhatikan. Katanya “Indonesia” tapi kami dianak tirikan. Katanya “Indonesia” tapi tanah kami dijarah dan kami diabaikan.
    Yang kami tahu Indonesia itu ada dipulau Jawa, bukan tanah Papua atau “Sabang sampai Meraoke seperti nyanyian Lagu Kebangsaan itu”. Bukan…! Buktinya dipulau Jawa saja yang lengkap fasilitasnya, lengkap pembangunannya, dan lengkap segala-galanya.

    Harga BBM mencapai Rp120 ribu, kami tidak pernah Demo. Harga kebutuhan pokok tingginya selangit, kami tidak pernah Demo. Kami tidak diajarkan untuk mengeluh dan menggerutu, kami ditempa menjadi pribadi yang tangguh untuk mampu manghadapi kerasnya kehidupan. Hingga kami terbiasa hidup dihutan, bangunan rumah hanya gubuk tanpa penerangan. Kami terbiasa hidup seadanya, kami terbisa hidup menderita, ya,, kami sudah terbiasa….
    Kami tidak kenal bangunan rumah yang terbuat dari tembok semen, karena harga semen mencapai Rp 2 juta per shak. Tapi bukan berarti kami ingin terus menerus hidup seperti ini, kami juga ingin maju seperti yang lainnya.

    Kami juga ingin anak-anak kami kelak bisa merasakan kehidupan yang lebih layak dan lebih baik dari kehidupan kami yang sekarang. Itu Doa kami….. Ternyata Tuhan jawab Doa kami.
    “Doa kami supaya lahir seorang pemimpin yang peduli dan mengerti dengan penderitaan rakyatnya yang nyaris putus asa itu, terjawab didiri Bapak Jokowi…” Kehadiran Bapak Jokowi merupakan jawaban Tuhan atas Doa kami.
    Pemimpin yang jujur dan adil ialah Bapak Jokowi.

    Berkat kehadiran Bapak Jokowi, tanah kami dihargai, alam kami diperhatikan, kesejahteraan kami diperjuangkan, segala keluh-kesah kami, pergumulan kami, harapan kami, dan Doa-doa kami, semuanya terjawab.
    Bukti nyata pembangunan dan infrastructure, juga program-program lainnya yang memajukan Papua, menumbuhkan harapan masa depan dan kesejahteraan bagi kami dan anak-cucu kami.
    Kami Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang sebelumnya memberontak ingin berpisah dari NKRI, kini kami memutuskan kembali kepangkuan NKRI…..

    Bapak Jokowi adalah anugrah terbesar bagi kami masyarakat Papua.
    Bapak sudah membangun tanah kami, dan kami akan membesarkan anak-anak kami dengan sehat. Kami akan memberitahukan kepada mereka (anak-anak kami) bahwa Papua juga bagian dari NKRI.
    Dan yang lebih penting adalah, kami dengan bangga hati akan menceritakan kepada anak-cucu kami bahwa dulu ada seorang Presiden yang jujur, adil, dan berjasa besar bagi pembangunan ditanah Papua. Namanya Joko Widodo.
    Sejarah ini akan menjadi legenda abadi dan tak terlupakan dibumi Cendrawasih……

    Kami berjanji: Sepenuh hati, jiwa dan raga, mendukung Kepememimpinan Bapak Presiden Joko Widodo, untuk Indonesia lebih maju dan disegani oleh dunia internasional….
    Terima kasih Bapak jokowi, kami anak-anak Papua menyatakan: Kau adalah “Bapak Papua”
    GOD BLESS YOU Godfather Joko Widodo. (post syafif hidayatulloh)
    Salam Hormat…..

  • TOLERANSI BANSER, INSPIRASI DUNIA

    TOLERANSI BANSER, INSPIRASI DUNIA

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Pasca Insiden tak manusiawi di New zealand. Saat ini Banyak Umat kristen dll, berlomba-lomba menciptakan rasa aman dalam bernegara dengan melindungi Umat Islam yg tengah beribadah dalam masjid. Seakan-akan Mereka ikut merasakan kesedihan dan kegelisahan yg merundung hati orang² muslim mereka bukan saja menyadari bahwa umat islam dinegara_nya adalah komunitas kecil [kelompok Minoritas] yg harus dilindungi. Mereka turun kelapangan [Masjid] memasang dada utk melindungi saudara_nya setanah air.
    Dan hal ini,Sikap solidaritas yg mereka tunjukan adalah sikap terpuji didalam Islam meski dilakukan oleh Saudara kita yg Non muslim apalagi kalau sikap toleransi dalam beragama diatas dilakukan oleh agama islam yg makna sebetul nya dari islam adalah selamat, pasrah, damai.
    Agama Perdamaian di indonesia,sudah jamak kita lihat seringkali dilakukan juga oleh Barisan Anshor serba guna [Banser NU].
    ﺩﺭﺀ ﺍﻟﻤﻔﺎﺳﺪ ﻣﻘﺪﻡ ﻋﻠﻰ
    ﺟﻠﺐ ﺍﻟﻤﺼﺎﻟﺢ .
    Mencegah kerusakan lebih diutamakan dibandingkan dengan mendatangkan suatu kebaikan. Senada dengan Pribahasa yg sering kita dengarkan : Mencegah lebih baik daripada mengobati. Bom Bunuh diri bukanlah Jihad, bukan juga mati syahid,Hal ini sudah final dalam pembahasan fiqih bahwa hal itu bukan SYAHID. tidak ada Agama yg mengajarkan Umatnya melakukan kekerasan Namun siapa kira..??? Ternyata ada kelompok yg faham_nya salah,kebablasen dalam beragama,tidak mau belajar kepada Ulama/Kyai yg tidak diragukan sanad keilmuannya Menganggap bahwa tindakan kriminal tersebut disangka perbuatan yg diridhoi oleh Allah.
    Ironis_nya, mereka meneriakan Kalimat Suci disaat mereka melakukan aksi kekerasan tersebut [Bom Bunuh diri].
    Hal itu kerap mereka lakukan,terutama dalam waktu waktu tertentu, Natal,Tahun Baru Masehi dll. Dan seringkali terjadi yg menjadi sasaran mereka adalah Gereja.Maka,Banser pasang dada. Pejuang Toleransi satu ini tak mau melihat saudara_nya setanah Air diperlakukan seperti Kafir Harbi [Golongan yg patut diperangi sebab memusuhi islam].
    Dan menyadari bahwa kelompok Minoritas juga perlu diberlakukan keadilan yg Nyata. Padahal Non Islam diNusantara, baik itu Kristen, katolik ,Budha,Hindu dan Kong hucu bukanlah kelompok yg tepat jika dilabeli sebagai kelompok yg memusuhi islam. Toh sejarah yg mengatakan bahwa mereka [Agama diluar Islam] ikut berjuang mati matian Dalam merebut Kemerdekaan Republik Indonesaia.Kita ini sama Mereka yg bukan seagama adalah saudara setanah air.
    Banser sudah memberikan contoh atas perintah gusdur betapa sangat luasnya pemikiran gusdur, bukan sekedar mengamankan gereja atas nama kemanusiaan.tapi secara langsung ingin menitipkan keselamatan umat islam minoritas diberbagai pelosok indonesia & di seluruh didunia, jelasnya menjaga gereja bukan berarti se7 atas aqidah mereka. Menjaga minoritas menjaga gereja bukan tujuan sebenarnya justru makna yg adalah yg tersirat menjaga keutuhan berbangsa & bernegara menciptakan negara yg aman untuk semua golongan.
    Namun, apa yg d lakukan oleh saudara umat nasrani di sana ternyata sudah jauh jauh hari di lakukan oleh anggota banser kita yg demi menjaga teloransi & kedamaian di negri tercintanya. Anggota banser rela meluangkan waktunya demi menjaga gereja saat suadara umat nasrani melakukan ibadahnya.
    Bahkan salah satu banser yg bernama RIYANTO gugur atas aksi heroiknya yang menyelamatkan ratusan nyawa dr bom teroris di gereja Almarhum RIYANTO benar menunjukan bahwa dirinya adalah GUSDURian sejati.
    Agama adalah Keyakinan di setiap individu masing”. Namun memberikan cinta dan kasih sayang. Maka sudah kewajiban dari semua makhluk yg bernama manusia.
    ketika umat nasrani menjaga masjid di New Zeland minhum pun berkata “subhanalloh, salut,kagum, kita teloransi 
    Namun, ketika anggota banser,melihatkan tindakan Toleransinya. eh malah para minhum berteriak “huh dasar antek kapir? Liberpul ,ngapain jaga gereja segala” . Mbelgedes ,Maha benar minhum dengan segala kentirnya. (ansor banser nogosari)
    Salam NKRI HARGA MATI…!!!
  • Indonesia Tertutup Propaganda HTI

    Indonesia Tertutup Propaganda HTI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- HTI di Indonesia jangan dikasih ruang gerak untuk menyampaikan suaranya. Yang notabene sudah jelas tidak sesuai dengan falsafah Pancasila dan Haluan Negara. Dengan ide khilafahnya, mereka berusaha memasuki sistem pemerintahan dengan cara atasnama agama dan masuk ke partai politik. Untuk itu masyarakat harus lebih waspada dengan propaganda yang dilakukan HTI seperti isu PKI, kriminalisasi ulama’, Mengajarkan sistem pemerintahan bahkan meyakini bahwa Pancasila itu thoghut.

    Berikut negara-negara yang melarang Hizbut Tahrir:

    1. Mesir
      Dibubarkan: 1974
      Alasan: Terlibat upaya kudeta
    2. Suriah
      Dibubarkan: 1998
      Alasan: Dilarang melalui jalur ekstra yudisial
    3. Turki
      Dibubarkan: 2004
      Alasan: Organisasi teroris
    4. Rusia
      Dibubarkan: 2003
      Alasan: Organisasi teroris
    5. Jerman
      Dibubarkan: 2003
      Alasan: Penyebar propraganda kekerasan dan anti semit Yahudi
    6. Malaysia
      Dibubarkan: 2015
      Alasan: Dianggap kelompok menyimpang
    7. Yordania
      Dibubarkan: 1953
      Alasan: Mengancam kedaulatan negara
    8. Arab Saudi
      Dibubarkan: Era Abdulaziz
      Alasan: Ancaman negara
    9. Libya
      Dibubarkan: Era Moamar Khadafi
      Alasan: Organisasi yang menimbulkan keresahan
    10. Pakistan
      Dibubarkan: 2016
      Alasan: Dianggap ancaman negara
    11. Uzbekistan
      Dibubarkan: 1999
      Alasan: Menjadi dalang pengeboman di Tashkent
    12. Kirgistan
      Dibubarkan: 2004
      Alasan: Kelompok ekstrem
    13. Tajikistan
      Dibubarkan: 2005
      Alasan: Terlibat aktivitas terorisme
    14. Kazakhstan
      Dibubarkan: 2005
      Alasan: Terlibat terorisme
    15. China
      Dibubarkan: 2006
      Alasan: Melakukan kegiatan teror
    16. Bangladesh
      Dibubarkan: 2009
      Alasan: Terlibat aktivitas militan dan mengancam kedamaian
    17. Perancis
      Dibubarkan: –
      Alasan: Organisasi ilegal
    18. Spanyol
      Dibubarkan: 2008
      Alasan: Organisasi ilegal
    19. Tajikistan
      Dibubarkan: 2001
      Alasan: Sejumlah anggotanya dipenjara
    20. Tunisia
      Dibubarkan: –
      Alasan: Merusak ketertiban umum
    21. Indonesia
      Dibubarkan: 2017
      Alasan: Bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi, mengancam ketertiban masyarakat, dan membahayakan keutuhan negara.

    HTI Bubar!! Tegas Menag: Gak Ada Main Khilafah-khilafah Lagi !
    “HTI sudah dibubarkan. Sistem politik khilafah tertolak di Indonesia. Sebab, pendiri bangsa telah bersepakat untuk mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Menag dalam keterangan tertulisnya. (abi sorban)

  • DIMANAKAH POSISI MUI SAAT INI?

    DIMANAKAH POSISI MUI SAAT INI?

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Kehadiran majelis Ulama Indonesia dirasakan sudah patut dipertanyakan lagi, sebab sudah ada kementrian agama yg menjadi wadah lintas agamanya, sedangkan Ormas2 Islam yg berbeda mazhabnya sudah ada sejak dahulu.
    Sebut saja PBNU dan Muhammadiyah atau Persis dan lain sebagainya, ditengarai sering terjadi salah penafsiran antara MUI dengan induk ormas2 Islam yang ada, maka sebaiknya keberadaannya patut ditinjau ulang dan dipertanyakan lagi, bahwa mereka sesungguhnya mewakili kelompok yang mana, dan dari unsur apa?
    Pada dasarnya, sesuai dengan tugasnya, MUI membantu pemerintah dalam melakukan hal-hal yang menyangkut kemaslahatan umat Islam, seperti mengeluarkan fatwa dalam kehalalan sebuah makanan, penentuan kebenaran sebuah aliran dalam agama Islam, dan hal-hal yang berkaitan dengan hubungan seorang muslim dengan lingkungannya.
    Mantan Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini menyatakan tidak semua pihak mendukung keberadaan MUI. Ada juga yang tidak menghendaki MUI berperan penting dalam kehidupan bangsa, termasuk dalam urusan politik.
    “Di negeri ini ada kelompok yang sangat mendukung keberadaan dan kinerja MUI, tetapi ada pula kelompok yang tidak menginginkan MUI eksis,” kata Hajriyanto. Yang pernah dipercaya menjadi Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 1993 – 1998 itu.
    Senada dengan itu, bahkan Almarhum Gus Dur juga pernah berpendapat, organisasi ulama tersebut sudah terbiasa mengeluarkan fatwa secara serampangan, terutama terkait dengan fatwa aliran sesat. “Makanya, MUI bubarin sajalah kalau caranya begini. MUI kan hanya satu dari sekian ormas Islam. Oleh karena itu, jangan gegabah mengeluarkan pendapat. Karena hal itu bisa membuat kesalahpahaman semakin melebar,” katanya. Bagi Gus Dur, sikap MUI semacam itu ikut memicu timbulnya radikalisme dan fundametalisme di Indonesia.
    Bahkan kebijakan MUI sdh tidak lagi sejalan dengan PBNU sbgmn yg disampaikan Ketua Umumnya yaitu KH. Said Aqil Siradj, Sehingga ancaman mundurnya sekjen MUI ini dirasakan bertolak belakang dengan pemberlakuan sertifikasi bagi penceramah yang dikeluarkan kementrian agama, yang tentunya didukung oleh para Ormas islam besar yang ada. Penulis : Andi Salim
  • Operasi Penangkapan Massal Terhadap HTI Sudah Dimulai

    Operasi Penangkapan Massal Terhadap HTI Sudah Dimulai

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Kalau kamu punya teman atau saudara yang ikut ormas terlarang HTI, hampir dapat dipastikan kalau mereka bersikap sangat ngeyel di berbagai kesempatan dan isu. Contoh, grup alumni atau keluarga, yang fungsinya untuk silaturrahim, akan diisi oleh konten-konten atau doktrin HTI.

    Orang-orang HTI ini tak akan peduli ditegur atau diingatkan. Mereka mungkin akan diam saat ada yang mengingatkan, tapi minggu depan dia akan kembali membagikan konten HTI lagi. Setelah diingatkan, kembali dia akan diam tak merespon. Tapi minggu depannya lagi, begitu lagi. Begitu seterusnya.

    Sebelum mendirikan Seword, saya pernah bertemu dengan banyak kelompok orang. Termasuk HTI dan PKS. Keduanya sedikit berbeda, tapi punya banyak kesamaan dalam hal cara berdakwah dan cara mereka menilai orang-orang di luar lingkarannya.

    Kalau kalian heran dan bertanya-tanya kenapa mereka ini ngeyelan, tak tau malu, tak paham sopan santun dan tak mau mengerti kondisi sekitarnya? Jawabnya karena mereka meyakini bahwa yang mereka lakukan adalah dakwah. Dan mereka juga sangat-sangat meyakini bahwa dakwah yang mereka lakukan adalah pasti benar. Tidak ada kebenaran yang lain di dunia ini selain kebenaran yang diyakini oleh HTI.

    Jadi saat kita tegur, baik karena tak mau berdebat ataupun tak sependapat dengan konten atau isi yang disampaikan, orang-orang HTI ini tidak akan pernah malu atau sungkan. Justru dalam benak mereka, merasa kasihan kepada kita atau siapapun yang menolak konten dakwah mereka. Menganggap kita ini tersesat dan harus diluruskan. Oleh karena itulah, semakin ditegur, akan semakin giat dan gencar mereka menyebarkan doktrin khilafahnya.

    Orang-orang HTI ini tidak peduli dengan pertemanan, persaudaraan atau hubungan kekeluargaan. Karena mereka meyakini bahwa di surga kelak hanya ada mereka dan sesama pejuang khilafah. Lainnya akan masuk neraka.

    Maka jangan heran kalau cara mereka sering terlihat tidak sopan, bahkan terhadap guru dan orang tuanya. Karena di mata mereka, selama guru dan orang tua ini tidak mau menerima keyakinan khilafah, maka jelas sepintar apapun, seberjasa apapun, dan setua apapun, mereka tetaplah penghuni neraka.

    Pertanyaannya, lalu bagaimana cara mengingatkan pengikut HTI khilafah ini?

    Sebenarnya pemerintah sudah melakukan langkah kongkrit dengan membubarkan HTI. Tujuannya agar tidak ada lagi perekrutan anggota baru dan aktifitas-aktifitas doktrin khilafah.

    Tapi, karena seperti yang saya gambarkan tadi, bahwa orang HTI ini ngeyelan dan merasa benar sendiri, lantas mereka mencari celah hukum dengan mengklaim bahwa HTI bukan ormas terlarang. Hanya dibubarkan secara administratif, bukan ormas terlarang. Bahkan ada kuasa hukum HTI yang mau mensomasi semua orang yang berani menyebut HTI ormas terlarang. Karena jelas tidak pernah ada keputusan hukum yang berbunyi seperti itu.

    Pernyataan kuasa hukum HTI ini memunculkan semangat baru bagi anggota HTI. Mereka seolah masih boleh beraktifitas, karana bukan ormas terlarang. Hanya terkendala soal administrasi yang nantinya bisa diperbaiki dan legal lagi. Setidaknya itu yang mereka yakini sampai hari ini.

    Bagi pemerintah, nyaris tidak mungkin untuk mengeluarkan keputusan hukum bahwa HTI ormas terlarang selayaknya PKI. Karena dampaknya pasti kerusuhan. Keputusan semacam itu akan menciptakan kasus-kasus penangkapan dan main hakim sendiri. Apalagi kalau ada campur tangan operasi militer yang bergerak senyap menyamar tanpa seragam. Sudah kebayang bagaimana provokasi yang akan dilancarkan oleh HTI dan pihak asing yang selama ini menunggu Indonesia rusuh. Kerusuhan hasil Pilpres saja sampai membuat internet kita mati, saking tak mampunya menteri komunikasikita mengendalikan penyebaran hoax dan provokasi.

    Tapi kejadian di Pasuruan beberapa waktu lalu, Banser mendatangi pengikut HTI yang menghina Habib Luthfi, mestinya sedikit membuka mata kita. Bahwa mungkin memang beginilah caranya agar pengikut HTI itu bungkam. Mereka tidak mempan ditegur, mereka harus dihukum.

    Kasus penghinaan tersebut harus diusut tuntas sesuai hukum yang ada. Harus sampai masuk penjara. Untuk memberi pelajaran kepada pengikut HTI yang lain, agar tidak sembarangan memprovokasi. Selain itu juga untuk menghentikan sumber penyebaran provokasinya.

    Begitu juga dengan Ismail Yusanto, yang sampai hari ini masih terus gencara membuat seminar dan membawa-bawa nama HTI. Padahal HTI sendiri sudah dibubarkan.

    Ismail Yusanto sudah dilaporkan ke kepolisian dan besae harapan kita agar segera diproses dan dipenjara. Setidaknya dalam beberapa tahun ke depan, telinga dan mata kita tak tercemar oleh provokasi dan penyebaran doktrin dari Ismail Yusanto ini.

    Penangkapan terhadap pentolan-pentolan HTI tidak bisa serampangan seperti menangkap pengikut PKI. Kita harus menemukan kasus hukum yang melatar belakanginya. Sehingga penangkapan bisa berlangsung tanpa penolakan atau protes dari siapapun.

    Saya pikir ke depan kita harus pro aktif terhadap pengiku HTI. Mereka tak butuh masukan, tak mempan dengan teguran. Maka kalau mereka melanggar hukum, harus kita proses dan penjarakan. Harapannya, setelah dipenjara mereka sadar bahwa ini di Indonesia, yang berlaku adalah Demokrasi dan Pancasila.

    Sementara untuk ustad-ustad HTI, akses pendapatannya harus dihentikan. Jangan sampai ada perusahaan BUMN yang mengundang Felix misalnya. Ya ngapain ngasih makan sama pengasong khilafah? Tapi yang ini memang agak ruwet karena di BUMN kita sendiri sudah cukup banyak pengikut khilafah bercokol di posisi strategis. Yang selama ini terus menerus memberi makan kepada organisasi terlarang HTI.

    Namun intinya harus sama-sama jalan. Penangkapan terus dilakukan, dan pemutusan akses ekonomi juga terus diupayakan.

    Ini semua adalah ikhtiar kita bersama. Perlu langkah dan dukungan banyak pihak. Sehingga misal nantinya ada kasus serupa seperti Banser Pasuruan, kita jangan sampai terpengaruh dan terprovokasi dengan narasi pembela HTI. Yang menganggap Banser tidak sopan terhadap orang tua dan seterusnya. Karena setua apapun orangnya, kalau sudah menghina ulama dan pengikut HTI pula, tak ada alasan bagi kita untuk beramah tamah. Begitulah kira-kira. (SUMBER SEWORD.COM)

  • NU BANGKIT MELUAS KE DUNIA ARAB DAN SEDUNIA ISLAM LAINNYA

    NU BANGKIT MELUAS KE DUNIA ARAB DAN SEDUNIA ISLAM LAINNYA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Rektor Universitas Az-Zaituna Tunisia,
    Prof Hichem Grissa, mengatakan jika dahulu para ulama membawa Islam dari Arab menuju Indonesia, kini saatnya Indonesia bangkit dan menyebarkan ke-Islam-annya ke dunia Arab dan seluruh dunia Islam.

    Hal tersebut dikatakannya saat memberi sambutan pada diskusi dan pelantikan Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Tunisia periode 2019-2020.

    Acara yang digelar di Auditorium Ibnu Khaldun, Universitas Az-Zaituna, Kamis (15/8), bertepatan dengan 14 Dzulhijjah 1440 H ini mengusung tema NU, Kiprah dan Tantangan dalam Menapak Masa Depan.

    Hichem mengungkapkan rasa senang dan sepakat dengan pemilihan kata jam’iyyah dalam penyebutan organisasi Islam ini.

    Pemilihan kata jam’iyyah untuk Nahdlatul Ulama ini sangat tepat. “Jadi, bukan hizb (partai).
    Karena, jam’iyyah menunjukkan bahwa organisasi ini memiliki tujuan gerakan sosial, yakni mengumpulkan orang kepada kebajikan. Sedangkan, kata hizb berarah pada siyasah (politik),” tuturnya dalam rilis PCINU Tunisia yang diterima NU Online, Sabtu (17/8) .

    Hichem Grissa yang juga salah
    satu Dewan Mustasyar PCINU Tunisia turut prihatin dengan konflik yang terus bergejolak di kawasan negara-negara Arab.

    Ia berharap wajah Islam Indonesia yang
    damai dapat diperkenalkan dan ditransfer
    ke dunia Arab dan dunia Islam pada umumnya. “Jika dahulu para ulama membawa Islam dari Arab menuju Indonesia,
    Maka sekarang saatnya Indonesia bangkit
    dan membawa ke-Islam-annya ke dunia Arab dan (seluruh) dunia Islam,” tegas Hichem Grissa.

    Dalam kesempatan yang sama,
    Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Tunisia, Ikrar Nusa Bhakti, mengungkapkan betapa Nahdlatul Ulama secara historis telah membuktikan kiprahnya sebagai organisasi yang berasas keagamaan dan kebangsaan yang kuat.
    “Mars Yalal Wathan tadi saya benar-benar merasakan bahwa NU dari dulu selalu menanamkan jiwa religius sekaligus nasionalis kebangsaan,” kata Ikrar saat memberi sambutan. (abi sorban)

    Sumber : NU Online
    Foto : Espacemanager.com