

Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri





SORBAN SANTRI- Berikut adalah sebagian masalah yang banyak beredar di group whatsapp telegram dll, kami tidak tahu ini keluhan atau apalah yang jelas dalam permasalahan seperti ini wajib REDAKSI Sorban Santri luruskan. Inilah pentingnya mondok, belajar langsung dari kiayi sampai khatam. bukannya dari Group Komunitas.
Banyak orang yang hidup dengan gaya hidup barat.. Tapi ingin mati seperti matinya para sahabat Nabi shalallahu alaihi wasallam
Saya gak tau hidup gaya barat itu seperti apa? yg saya tau, saya hidup di Indonesia Pulau Jawa tepatnya. Dimana adab sopan santun dengan budi pekerti yang luhur menjadi rahmad serta amalan dan kebanggaan tersendiri ada di Indonesia. Dan semua sifat” karakter tersebut ada pada diri Rosululloh SAW.
panjang cerita……
Banyak orang yang hidupnya tidak ingin dengan Islam, meski hanya penampilan lahirnya.. Tapi kalau mati, ingin dengan Islam lahir batin.
Tuduhan TIDAK INGIN DENGAN ISLAM itu terserah mereka bilangnya apa, syi’ah,bid’ah,sesat,kafir, silahkan, tidak apa-apa. Yang saya tahu islam tidak punya tampilan, seperti pakaian islami, baju syar’i, dll. Itu adalah budaya pakaian orang arab, bukan orang islam. Dan di islam hanya di perintahkan menutup Aurat, terserah ditutupi pakai daun lah, kertas lah, sesuaikan dengan adat setempat yang penting menutup aurat. Tetap kami hormati asal masih dalam standart fiqh yang telah diajarkan kyai dan ulama’ kami.
Ingat!! dalam surah Al Hujurat ayat 13, disitu Allah berfirman: “Wahai manusia, sesungguhnya Aku menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. … Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (Q.S Al-Hujurat:13).
Alhamdulillah kami ada di Indonesia dan di Rahmati Alloh SWT karena Indonesia punya banyak bangsa, ribuan suku yang bersatu dalam cengkraman Kaki Burung Garuda “Bhineka Tunggal Ika” yang terlahir dari ijtihad dan Istikhoroh para kiai-kiai NU, para ulama” NU, dengan nama PANCASILA. semuanya hidup rukun. Lain cerita dengan Kawasan Arab yang hanya punya 2 suku al-‘Aribah dan Musta’rabah
panjang cerita……
Banyak orang melihat bahwa mati di jalan Allah adalah sesuatu yang hebat dan mulia.. Tapi mengapa jika ada orang yang hidup di jalan Allah, dilihat ekstrim, sok suci, dan sok-sok yang lainnya.
Banyak orang melihat bahwa mati di jalan Allah adalah sesuatu yang hebat dan mulia.. ia memang benar, Surat Al-Baqarah Ayat 154-155 sudah mengatakan itu. Tapi mengapa jika ada orang yang hidup di jalan Allah, dilihat ekstrim, sok suci, dan sok-sok yang lainnya.
Bagaimana gak ekstrim??! heloo!!
Kalian syiarkan Budaya arab dan kalian paksa memakai budaya Arab, yang gak mau ikut kalian tuduh syirik,bid’ah,khurofat,kafir. Tetapi kalian licik dengan memakai atasnama Agama, tapi kalian tidak menghormati keberagaman yang telah Alloh ciptakan, malah kalian rusak dengan memakai tabir agama. Itulah mengapa bangsa Timur tengah gak pernah damai, banyak kerusakan dan kehancuran yang tidak terasa kalian ciptakan sendiri dengan perilaku kalian seperti ini…. Apa kalian mau Indonesia Hancur??!!
Makanya kami sebagai Pemuda yang cinta Akan Nabi, Memegang Aqidah Islami, dan cinta pada NKRI. akan berubah beringas dengan dengan kelakuan kalian seperti itu.
Kami masih bangga dengan budaya sopansantun….. Tapi tidak untuk mereka!!!
Kami masih hormat pada perbedaan… Tapi tidak untuk mereka!!!
Kami cinta pada Nabi dan Rosul…
Allohumma sholli ala sayyidina Muhammad SAW
(abi sorban)


SORBAN SANTRI- Lagi-lagi terjadi di Indonesia. Hak beribadah dijadikan musyawarah. Musyawarahnya pun musyawarah tanpa peri kemanusiaan dan peri keadilan. Sama sekali tidak ada perwakilan dari gereja, lembaga Kristen, Bimas Kristen atau setidaknya dari FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama). Lalu setelah itu pihak desa sok bijak meminta Sumarmi memenuhi persyaratan SKB dua menteri sebelum melakukan pembangunan rumah ibadah. Sementara sebelumnya, renovasi rumah Sumarmi tiba-tiba jadi polemik setelah berhembus kabar bahwa kediaman Sumarmi akan dijadikan gereja gara-gara bentuk renovasi rumahnya menyerupai gereja lengkap dengan glassblock salib di eksterior depan bagian atas. Sumarmipun sudah mengalah menghilangkan glassblock itu sehingga tidak ada salib.


SORBAN SANTRI – Penjelasan dari Al Habib Umar bin Hafidz bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengabarkan bahwa ada suatu tempat di bumi yang diberikan keberkahan oleh Allah.
Tempat itu ditandai oleh pusaka merah dan putih, di mana penduduk di dalamnya dianggap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai umatnya dan sangat mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berikut adalah penjelasan dari Habib Umar bin Hafidz.
Al Habib Umar Bin Hafidz berkata,
Sebelum Indonesia menjadi sebuah negara. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sudah memberitakan kabar ini, 1400 tahun lalu, bahwa nanti adanya sebuah tempat di bumi ini yang di anugerahi keberkahan yang besar dari Allah SWT yang ditandai oleh (Pusaka putih dan merah) mereka lah umatku yang mencintai diriku dan ahlulbaitku.
Semenjak berita itu, para Wali Allah dari golongan para Ahlulbait Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di zaman dulu diperintahkan untuk hijrah dan berdakwah menyebarkan agama Allah (di Indonesia).
Maka beruntunglah kalian para penduduk yang lahir di negara Indonesia karena 1400 tahun lalu sudah didoakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan seluruh para Malaikat Allah.
(Al Habib Umar Bin Hafidz)
اللهم صل علی سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد


SORBAN SANTRI- Rancangan Kerja suatu organisasi adalah agenda penting dalam melihat jalan dan tidaknya suatu organisasi. Dan alhamdulillah PAC GP Ansor Kecamatan Pacet sudah banyak melakukan kegiatan bahkan menjadikannya sebagai rutinitas seperti Pembacaan Manaqib dan Majlis Sholawat dan Dzikir. Meskipun masih ada juga yang belum terlaksana akibat padatnya jadwal kegiatan diluar rancangan apalagi adanya wabah covid-19 ini.
[su_youtube url=”https://youtu.be/M2E1d1qFzls”]
Dan yang patut dibanggakan dalam masa kepemimpinan sahabat Mujibur Rohman adalah masih optimis bisa melaksanakan agenda-agenda kegiatan yang belum tercover selama 3 bulan kedepan. Kita butuh kekompakan.. kita butuh semangat… keberanian, fokus dan cerdik apalagi saat ini dimasa musim pandemi, Kata Mujibur Rohman selaku Ketua PAC GP Ansor Pacet Mojokerto.
Untuk mensukseskan agenda tersebut maka, disela rapat diadakannya pembagian 3 komisi dengan harapan bisa fokus untuk masing-masing rencana kegiatan yaitu Komisi A (keansoran), B (kebanseran) dan C (rijalul ansor). dan Alhamdulillah tiap-tiap komisi dapat melaksanakan rencana kerjanya dengan cepat, untuk kegiatan 3 bulan kedepan.
Dalam kegiatan RAKERANCAB II PAC GP ANSOR PACET MOJOKERTO, yang diadakan pada Hari Sabtu, 28 September 2020, dimulai pukul 15.00 wib, dan bertempat di Balai Desa Cepokolimo, yang kebetulan Kepala Desa Cepokolimo adalah anggota PAC GP Ansor Kec. Pacet juga yakni Sahabat Mahfudz Sulaiman. Mudah-mudahan sahabat-sahabat Ansor Banser nanti bisa menjadi Kepala Desa di Desanya masing-masing seperti Sahabat Mahfudz Sulaiman, Kata Sekretaris Umum PC GP Ansor Kab. Mojokerto sahabat Mokh Yunus.

Alhamdulillah acara RAKERANCAB II PAC GP ANSOR PACET MOJOKERTO ini Sukses dan dilaksanakan dengan Lancar. Dan dihadiri oleh ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto, Gus Ali Muhammad Nasih dan Hampir semua anggota Ansor, Banser dan Rijalul Ansor menghadiri kegiatan tersebut. (abi SORBAN)


SORBAN SANTRI- Sedikitnya ± 1500 yang hadir dalam acara sosialisasi bimbingan teknis sensus NU dan Kartanu MWCNU Kecamatan Wanareja – Cilacap. Antusias dan kecintaan warga Wanareja pada NU sangat besar sehingga dapat dilaksanakan dengan sukses. Lembaga dan Banom NU seperti IPNU IPPNU Ansor Banser turut hadir dalam kegiatan tersebut karena bersamaan dengan terpilihnya KH Farid Muksin sebagai syuriyah dan ky Muhtar sebagai tanfidz MWC NU Wanareja masa bakti 2020 -2025.
Uniknya dalam kegiatan ini mempunyai slogan atau yel-yel dalam sosialisasi KARTANU, yel-tel tersebut berbunyi
Siapa kita? NU….!! Apa Buktinya? KARTANU…..!!
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tengah menyiapkan sistem pendataan secara nasional melalui integrasi sistem Kartu Tanda Anggota NU (KARTANU). Program Kartanu secara nasional resmi digulirkan mulai 27 Juni 2020. “Alhamdulillah cita-cita one identity number of NU members atau satu identitas warga NU mulai diberlakukan secara nasional,” terang Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini di gedung PBNU.
Meski pada tahap awal baru mengagendakan pilot project di 43 PCNU saja, antusiasme warga NU di daerah dirasakan begitu besar. “Target dalam setahun pertama minimal 1 juta warga NU.Tahun 2026 tepat satu abad NU nanti minimal 100 juta warga NU berkartanu, sedikitnya ada sembilan fungsi dan manfaat miliki Kartanu yaitu:
Mengingat betapa pentingnya KARTANU, dengan jumlah warga NU di Kecamatan Wanareja, menjadi tantangan tersendiri dan menjadi semangat dalam ber NU. (abi SORBAN)


SORBAN SANTRI- Guna mewujudkan kader yang berwawasan dan Cinta akan IPNU IPPNU. PAC IPNU IPPNU Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto gelar kaderisasi formal tingkat dasar IPNU-IPPNU yakni Makesta anak cabang pacet(MACAPAT).
Kegiatan berlangsung di Graha NU Pacet, pada hari Sabtu-Minggu tanggal 26-27 September 2020. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 51 peserta dari Ranting IPNU-IPPNU dan juga Diniyah se kecamatan Pacet.
Rekan Yusril sebagai ketua PAC IPNU Pacet mengatakan bahwa terlaksana nya MACAPAT ini adalah untuk menambah wawasan dan rasa cinta anggota IPNU-IPPNU Kecamatan Pacet pada NU dan IPNU-IPPNU,terlebih di masa pandemi seperti ini. Dirinya juga sangat mengapresiasi peserta, karena mereka adalah anggota anggota pilihan. “Peserta Makesta kali ini adalah anggota pilihan, karena mereka mau mengikuti Makesta ini, walaupun di tengah masa pandemi” Jelasnya.
Ketua PAC IPPNU Pacet Rekanita Diyah menambahkan bahwa lewat Makesta ini, anggota IPNU IPPNU Pacet harus bisa menjadi anggota yang tahan banting. “Dalam berproses di IPNU-IPPNU tidaklah terus berjalan mulus, pasti akan ada masalah yang menghinggapi,tetapi jangan sampai kalian berhenti hanya karena ada masalah yang terjadi” Ujarnya.
Sedangkan Ketua Majelis Wakil Cabang NU Pacet Bapak H. Yusuf mengatakan bahwa dalam IPNU-IPPNU bahkan NU, Makesta adalah kaderisasi Formal yang paling dasar. Bapak H. Yusuf berharap anggota Makesta ini dapat terus Istiqomah dan tidak hanya berhenti di IPNU IPPNU tetapi juga terus berproses sampai masuk kejajaran NU dan Muslimat NU. (yus SORBAN)




SORBAN SANTRI – Hidup Bukan untuk Berdebat, Tapi Memperbaiki Diri Bahwasanya di dalam diri ada 4 jiwa (nafs); jiwa amarah, jiwa lawwamah, jiwa sufiah, dan jiwa muthmainah yang didalamnya lagi bersembunyi hati nurani. Di dalam diri juga ada pikiran, kalimat, hati, jiwa, dan perilaku, yang harus ditata.
Manusia Jawa kerap menyebutnya “Sedulur Papat Limo Pancer”. Dengan mengenal jiwa jiwa dalam diri, di situlah manusia mengenal siapa sejatinya diri, yang mana automaticly pasti bakal mengenal Tuhannya. Karena, sesungguhnya setelah mengenal diri, bergeraklah hati nurani sebagai pancer diri dalam laku hidup manusia. Hati nurani menjadi pengendali pikiran, kalimat, jiwa dan perilaku, termasuk empat jiwa (amarah, lawwamah, sufiah, dan mutmainah). Karenanya, memperbaiki diri menjadi fokus utama manusia menjalani hidup di alam ‘semu’ ini, tentu saja menggunakan ilmu.
Ilmu yang disaranani dengan laku (Ngelmu sarana ing laku, Laku sarananing ngelmu). Ingat, kanjeng rasul udah memberikan petunjukNya secara jelas cetha melo melo, bahwa “Musuh (perang) terbesar manusia (umatnya) adalah diri sendiri”. Lha klo ndak tau alias tak mengenal dirinya, ya ndak bakal tau musuh mana yg diperangi. Lha, sama diri sendiri aja ndak kenal, eh mau ndandani orang lain.
Logis, simpel aja…tapi paten! So, jalani hidup untuk memperbaiki diri, bukan memperbaiki orang lain. Ndak perlu ndakik-ndakik, sederhana saja tapi paten, fokus pada perbaikan diri dan keluarga dengan menata kalimat, pikiran, hati, jiwa, dan perilaku.
Ilmu Gusti Allah itu keren kok kalau mau dipelajari secara kaffah, lahiriah dan batiniah.
Gunakan hati sebagai pengendali diri, bukan akal (logika) yang mengaturnya. (abd Hamid)