Kategori: Berita Utama

Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri

  • SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK SOESILO BAMBANG YUDHOYONO

    SURAT TERBUKA UNTUK BAPAK SOESILO BAMBANG YUDHOYONO

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI – Mantan kader partai Demokrat mengirim surat terbuka melalui media sosial, berikut Surat yang beredar dan sudah banyak dibagikan di media sosial Facebook atas nama Tito Gtsu.
    Kepada Yth
    Bp. Jend. (Purn.) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono, M.A., GCB., AC
    Presiden Republik Indonesia Ke – 6
    Di Puri Cikeas.
    Dengan Hormat,
    Teriring Do’a serta Salam, semoga Bapak beserta keluarga besar dalam keadaan sehat, panjang usia serta bahagia. Izinkan pada kesempatan ini saya sebagai Mantan Kader Partai Demokrat memohon beberapa hal kepada Bapak.
    1. Presiden Republik Indonesia saat ini adalah Ir. H. Joko Widodo dan bukan Soesilo Bambang Yudhoyono lagi. Jadi dengan segala hormat, mohon Bapak berkenan diam dan serta tidak banyak nyinyir terhadap segala macam bentuk kebijakan yang dilakukan Pemerintahan Presiden Jokowi, baik dalam masalah luar negeri maupun dalam negeri. Saya mohon Bapak berkenan menjadi Negarawan Sejati yang baik, tidak mencampuri Pemerintahan lagi. Contohlah Almarhum BJ. Habibie Presiden Republik Indonesia Ke – 3 serta Ibu Hj. Megawati Soekarnoputri Presiden Repblik Indonesia Ke – 5 yang tidak pernah nyinyirin pemerintahan Bapak sewaktu bapak menjabat sebagai Presiden RI.
    2. Berdasarkan Hasil Survei Lembaga Internasional milik Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) Yaitu Gallup Word Pull, Pemerintahan Presiden Ir. H. Joko Widodo menduduki PERINGKAT PERTAMA DUNIA sebagai Pemerintahan Paling Dipercaya Masyarakatnya, yaitu sebesar 80%. Dan Prestasi ini BELUM PERNAH Bapak capai saat Bapak menjabat Presiden Republik Indonesia.
    3. Organisasi Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ), Organisasi Kerjasama Islam ( OKI ) yang merupakan Organisasi Terbesar Kedua Di Dunia setelah Perserikatan Bangsa – Bangsa ( PBB ) juga telah mengakui bahwa Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo sebagai 4 BESAR PEMIMPIN NEGARA yang PALING DISEGANI DI DUNIA setelah Donald Trump ( Presiden Amerika Serikat ), Vladimir Putin ( Presiden Rusia ), serta Ram Nath Kovind ( Presiden India ). Dan prestasi Presiden Jokowi ini BELUM PERNAH BAPAK RAIH saat 10 menjabat Presiden RI.
    4. Presiden Republik Indonesia Ir, H. Joko Widodo tercatat sebagai 13 Besar Tokoh Muslim Paling Berpengaruh Di Dunia dari 500 Tokoh Muslim Dunia versi The Royal Islamic Strategic Studies Centre ( RISSC). Dan prestasi inipun BELUM PERNAH BAPAK DAPATKAN selama 10 tahun Bapak menjadi Presiden Republik Indonesia 2004 – 2014.
    5. Suka atau tidak suka, 6 tahun Pemerintahan Jokowi jauh lebih bagus peningkatannya dibanding 10 tahun Pemerintahan Bapak sendiri. Bahkan tidak sedikit tokoh papan atas partai kita, saudara seperjuangan saya di Partai Demokrat masuk penjara karena kasus korupsi di masa kepemimpinan Bapak sebagai Presiden. Dari Muhammad Nazaruddin, Andi Alfian Malarangeng, Hartati Murdaya, Jero Wacik, Almarhum Sutan Bhatoegana, Angelina Sondakh, Amrun Daulay, Sarjan Tahir, As’ad Syam, Bahkan Ketua Umum Anas Urbaningrum masuk penjara. Dan hampir semuanya DPP Partai Demokrat, orang – orang dekat Bapak semua.
    6. Justru Bapak SBY harus belajar banyak tentang Kesabaran, Ketegaran, Kesederhaan, Ikhlas serta Kebijaksanaan pada Presiden Jokowi. Saat Mas AHY diserang netizen karena cuitannya yg nyinyirin Presiden Jokowi, Bapak SBY langsung ngamuk tidak karuan melalui medsos menyerang para netizen yang membully Mas AHY, bahkan menyalahkan Bapak Jokowi.
    Apa hubungannya dengan Bapak Jokowi ?
    Justru Mas AHY yang menyerang Presiden Jokowi sesaat setelah Mas AHY dilantik sebagai Ketum Partai Demokrat. Presiden Jokowi diserang habis – habisan dan bertubi – tubi oleh pembencinya, dikatain Komunis, Anak Haram, PKI, termasuk orang tuanya juga difitnah serta di bully habis – habisan. Bahkan saat Ibundanya meninggal, masih diserang fitnah.
    NAMUN Bapak Jokowi tidak pernah membalas, tidak pernah menanggapi dan tetap fokus bekerja untuk rakyatnya.
    Dari klausal 1 – 6 diatas, saya memohon sekali lagi pada Bapak SBY yang Terhormat, untuk berkenan menjaga wibawa, tidak lagi mencampuri permasalahan pemerintahan Jokowi.
    Jika ingin menyampaikan masukan ke Bapak Jokowi selaku Presiden, lebih elegan jika Bapak berkenan menyampaikan langsung kepada Beliau, baik bertemu sillaturahmi dan atau melalui telepon.
    Demikian surat terbuka ini saya sampaikan, karena bapak pernah menjadi Ketua Umum saya di Partai Demokrat.
    Terima Kasih
    Hormat Saya,
    Deka Surya Abadi
  • LATBER 150 BANSER HUSADA (BASADA) JATIM DI PC GP ANSOR KAB. MOJOKERTO

    LATBER 150 BANSER HUSADA (BASADA) JATIM DI PC GP ANSOR KAB. MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM
    KASATKORCAB Banser Kab.Mojokerto H.M Yunus

    SORBAN SANTRI- Pentingnya pembekalan dalam menjalankan kewajiban sebagai banser memang perlu ditingkatkan untuk masing-masing satsus agar dalam menjalankan tugas dilapangan lebih tanggap dengan masalah yang ada. Kali ini Minggu, 11 Oktober 2020 PC GP Ansor Kabupaten Mojokerto mengadakan latihan bersama (LATBER) untuk satsus Banser HUSADA ( BASADA ).

    Latihan bersama kali ini diadakan di Aula Gedung PCNU Kabupaten Mojokerto dengan jumlah peserta 150 banser husada ( basada ) yang berasal dari PC Kabupaten dan Kota Mojokerto serta dari berbagai wilayah di Jawa Timur seperti Sidoarjo, Trenggalek, Ponorogo, Madura.

    Acara latber yang di mulai dari pukul 07.00 – 14.00 wib tersebut, dihadiri oleh Ketua PCNU Kab.Mojokerto KH.Abdul Adhim Alwi, Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto Gus Ali Moh Nasih, KASATKORCAB Banser Kab. Mojokerto H.M Yunus , serta Jajaran Pengurus Ansor dan Banser Kab. Mojokerto. Selain itu juga hadir tamu undangan dari pengurus Banser wilayah Jawa Timur.

    Dan sebagai pemateri dalam kegiatan Latihan Bersama banser Husada adalah Kasatsus BASADA Jawa Timur Sekaligus pemateri Ndan Anton Sujarwo, yang dalam penyampaian beliau lebih memperdalam bekal Banser Husada ( basada ) dalam mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan, dan norma hidup sehat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor dan masyarakat. (abi sorban)

  • Demonstrasi adalah praktik ajaran Komunis & Marxisme

    Demonstrasi adalah praktik ajaran Komunis & Marxisme

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Demonstrasi (aksi pagelaran massa) pertama kali dipopulerkan oleh Lenin, tokoh komunis Unisovyet. Di tahun 1917 Lenin memprovokasi kaum proletar (buruh) untuk mogok dan melakukan aksi protes melawan Kerajaan Tsar Rusia yg berkuasa saat itu selama berhari2 dan menebarkan kekacauan dan teror yg puncaknya adalah para buruh bersama Lenin melakukan pemberontakan bersenjata dan menggulingkan (kudeta) kekuasaan Tsar dan mendirikan Republik Unisovyet berhaluan Komunis-Marxisme, dengan menumbalkan korban di kedua belah pihak.

    Modus yg sama terjadi dalam berdirinya negara RRC di Tiongkok dan aksi2 massa PKI th 1965 di Indonesia dulu.

    Konon Ketua PKI DN Aidit dan Muso saat bergabung dg Komintern (Komunis Internasional) menjalani pembekalan di Unisovyet. Mata kuliah wajib yg mereka pelajari diantaranya metode pagelaran massa (aksi demo) dan teknik agitasi dan propaganda, yg menjadi ciri khas partai-partai berhaluan komunis-marxis di seluruh dunia.

    Metode aksi massa ini merupakan tafsiran Lenin atas ajaran Karl Marx (Marxisme) bahwa kemenangan kaum proletar (buruh) dapat terjadi hanya melalui benturan langsung atau pergulatan antar kelas – borjuis kapitalis vs proletar.

    Tidak dianjurkannya mahasiswa muslim untuk berdemo sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. yaitu barang siapa mengikuti suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum tersebut. (abi-sorban)

  • KETUA PC GP ANSOR MOJOKERTO HADIR DALAM GIAT RUTIN KEBANSERAN

    KETUA PC GP ANSOR MOJOKERTO HADIR DALAM GIAT RUTIN KEBANSERAN

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI-Sabtu, 10 Oktober 2020. Untuk kesekian kalinya Satkoryon Banser Kec. Pacet melakukan giat rutin manaqib banser serta Sharing keBanseran yang harus ada untuk maksimalnya jalannya organisasi.
    Kali ini Musholla Pandan Sili Dsn.Treceh Ds.Sajen menjadi tempat berlangsungnya kegiatan tersebut yang disertai dengan selamatan tumpengan adanya pengurus Ranting yang baru.

    Dalam kegiatan tersebut sempat hadir Ketua PC GP Ansor Kab. Mojokerto Sahabat Gus Ali M. Nasih untuk memberikan wawasan dalam penguatan IDEOLOGI yang harus dijaga, dari hulu sampai hilir harus satu barisan, satu komando dalam gerakan karena ANSOR hari ini adalah tanggung jawab kita.

    Untuk pesta demokrasi yang akan diadakan 9 Desember 2020, kader-kader Ansor Banser harus bisa memilih pemimpin yang bisa memberikan manfaat besar untuk organisasi bukan untuk pribadi dan kepentingan kelompok. Kita pertahankan IDEOLOGI kita, Kita ramaikan Masjid-masjid kita, dengan kegiatan Amaliyah-amaliyah Annahdliyah. IDEOLOGI itu nomor satu dan menjadi dasar dalam menjalankan organisasi dan beragama.

    Beliau juga berpesan agar dalam rapat atau group group whatsapps, Jangan apatis dalam menyikapi setiap kegiatan seperti yang sudah banyak dan jadi budaya adalah kata PASRAH. Hal yang seperti itu tidak dianjurkan dalam membahas dan merencanakan kegiatan. Kader Ansor Banser diharapkan punya gagasan dan ide untuk keberlangsungan dan kelancaran setiap kegiatan.

    Pasrah (Ngepas No Arah) itu cuma ada 4 :
    1. Satu garis lulus dengan guru
    2. Satu arah dengan Orang tua
    3. Satu Jalan dengan Rosulullah SAW
    4. Pasrah terhadap Alloh SWT

    Mudah-mudahan realita dalam keAnsoran keBanseran masih 1 Barisan, 1 Komando dan semua sahabat-sahabat diluangkan waktunya oleh Alloh SWT dan diberikan rizki yang barokah sehingga bisa istiqomah dalam setiap kegiatan. Aamiin Ya Robbal’alamiin. (abi sorban)

  • PESANTREN ITU URUNG DIBAKAR DI PAPUA

    PESANTREN ITU URUNG DIBAKAR DI PAPUA

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Cerita berawal dari profesi saya sebagai penjual ayam, yang alhamdulillah lumayan sukses. Banyak masyarakat Papua, baik pendatang maupun asli sana yang jadi pelanggan ayam saya. Namun, dalam menyembelih ayam-ayam itu, mereka masih belum dikatakan sempurna secara syar’i.
    Dari situlah awal saya memberikan sedikit demi sedikit arahan soal menyembelih hewan. Alhamdulillah banyak yang meniru. Di Papua sini komunitas muslim sangat minoritas. Sebetulnya banyak kelompok Islam baru yang bermunculan, namun berhaluan keras. Sehingga masyarakat asli merasa terusik dan tentu tidak begitu tertarik atas kehadiran mereka.
    Karena itulah ketika kami membangun Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (PPMQ) di Papua Barat, mereka mengira bahwa kami sama dengan komunitas muslim garis keras yang tidak simpatik kepada orang Papua dan juga adat Papua. Berkat pertolongan Allah, alhamdulillah lama-kelamaan mereka mengetahui siapa kami dan bahkan mau belajar Al-Quran kepada kami, yang hanya penjual ayam ini.
    Saya tidak punya ilmu Al-Quran sebaik dan sepandai sahabat-sahabat santri lain. Saya hanya bisa alif ba’, ta’. Namun semua aktivitas mengajar Qur’an kami lakukan dengan ikhlas, sesuai nasihat Romo Kiai Yusuf Masyhar.
    Awal berdiri, semua menolak kehadiran PPMQ Al-Qalam. Bahkan dari pihak lintas gereja pun menolak keras (maaf, saya ngetik ini sambil menangis karena ingat waktu itu). Majelis Rakyat Papua juga menolak.
    Kami dikepung. Tempat kami dikelilingi berbagai macam sajam, tombak, panah, parang dan lainnya, hendak mengusir kami dari bumi Papua. Mereka pun merangsek masuk ke dalam pondok, ke ruang utama. Di saat itulah mereka melihat logo NU, foto Gus Dur, Kalender Tebuireng dan MQ, serta foto Mbah Hasyim dan lainnya.
    Melihat semua itu, kepala suku besar berteriak ke orang-orang sudah siap dengan senjatanya di luar pondok, “Berhenti, kau punya pesantren ada hubungan apa dengan Tebuireng dan foto-foto ini?”. Saya hanya diam tidak menjawab. Kondisi saat itu benar-benar mencekam.
    Setelah itu, mereka meletakkan senjata semua. Duduk dengan hormat mengikuti kepala suku besarnya. Mereka berteriak, “Gus Dur… Gus Dur,.. kita punya orang tua… NU kita punya saudara…”. Ya Allah ya Rabb.
    Lalu mereka berkata langsung ke saya, “Pak ustadz, mulai detik ini kami yang menjaga pesantren ini, kami yang jaga”. Lalu mereka berteriak bersama-sama tanda mendukung.
    Alhamdulillah sampai detik ini pesantren kita berdiri, dengan dukungan mereka, sahabat kami semua, yang mengakui dan tunduk menghormati Gus Dur sebagai orang tua. Masyaallah. Terimakasih kepada kepala suku, Gus Dur dan NU.
    Sahabatku semua, ini kisah nyata yang kami alami di Papua Barat. Banyak yang belum saya ceritakan. Insyaallah lain waktu saja. Doa, berkah, serta ridho guru-guru kita di pondok pesantren sangatlah penting. Sekali lagi, berpeganglah pada Al-Quran dan berdakwalah dengan akhlak yang sejuk. Semua akan membantu.
    Darto Syaifuddin, pengasuh PP Tahfidz Madrasatul Qur’an Al-Qolam, Papua Barat, alumni Madrasatul Qur’an Tebuireng tahun 2000. (PRANOTO)
  • GERAKAN POLITIK SBY-AGUS DAN PKS SOAL OMNIBUS LAW, HADAPI JOKOWI DIDUKUNG BIN

    GERAKAN POLITIK SBY-AGUS DAN PKS SOAL OMNIBUS LAW, HADAPI JOKOWI DIDUKUNG BIN

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Banyak yang tak paham. Dikira BIN, TNI/POLRI diam dan melakukan pembiaran. Jokowi dikira takut lalu kabur ke Kalteng. Padahal ada skenario kejahatan para politikus yang harus dipahami publik. Aparat keamanan sudah mencium gelagat gerakan untuk membangun kerusuhan.
    Hoaks tentang UU Cipta Kerja sudah beredar seminggu lebih sebelum demo besar. Hoaks yang gagal di-counter oleh Tim Komunikasi Jokowi. Dari Kominfo sampai kementerian terkait gagal memenangkan perang komunikasi.
    Akibatnya, SBY-Agus dan PKS memainkan opini kepentingan. Kepentingan mereka. Lewat tangan proxy yang disebut buruh. Tidak semua buruh. Bahkan perusuh bayaran.
    Sejak dua pekan lalu telah beredar luas informasi terkait para dalang dan gembong gerakan anti UU Omnibus Law, sebagai tunggangan politik. Para pembuat onar baik di medsos maupun di lingkaran politikus dan politikus gelandangan serta kaum khilafah, sudah tampak.
    Namun, Pemerintah gagal menindaklanjuti informasi intelijen – gagal menerapkan pre-emptive measures. Gagal bertindak mencegah. Baru setelah isu hoaks UU Omnibus Law berhasil menghasut rakyat, Pemerintah sudah telat bertindak.
    Uang besar, kekuasaan, alat negara, gagal dimanfaatkan secara tepat karena carut marut kemampuan komunikasi publik yang berantakan. Kalah melawan kemampuan buruh seperti KPSI dalam membangun opini. Kenapa? Tidur kenyang menikmati kue kemenangan Pilpres 2019. Lupa akan kepentingan komunikasi yang elegan cerdas dan decisive. Komunikasi yang mencerahkan rakyat.
    Tak salah maka ketika Agus-SBY dan PKS memanfaatkannya. Tentu diikuti kaum khilafah, eks HTI, dan kadrun yang ikut bermain. Tujuan sama menggoyang Jokowi. Catatan SBY dan Agus serta kaum kadal gurun selalu bersinggungan. Kolaboratif. Catatan SBY memang suka bikin onar. Kompor.
    Demonstrasi 4/11/2016 yang disebut oleh SBY sebagai gerakan seperti Arab Springs. Gagal menjungkalkan Jokowi lewat 411, hanya berhasil menjungkalkan Ahok.
    Kini bapak-anak gagal bernama SBY-Agus kembali bikin ulah.Kini SBY-Agus memainkan Omnibus Law alias UU Cipta Kerja. Sentimen dan settingan dibangun dengan SBY dan Agus menarasikan kegagalan berjuang di parlemen. Agus sebagai fotokopi SBY pun menerapkan politik culas nan kotor. Seolah mereka berjuang menolak UU Cipta Kerja.
    Dengan uang bejibun Cikeas menggerakkan demo, mendukung demo persis seperti Anies yang ikut menyurakan aspirasi. Aspirasi penggerogotan wibawa pemerintah. Sejatinya SBY-Agus, berkolaborasi dengan partai berbalut agama PKS membangun kepentingan bisnis.
    Mereka sedang melindungi kroni mereka seperti eks boss Petral Muhammad Reza Chalid dan yang sedang ngumpet Hatta Rajasa. Karena bisnis besar mereka terancam dibabat habis di bawah Jokowi. Apalagi dengan UU Cipta Kerja, dalam persaingan bebas, mereka bisa rontok.
    Kenapa? Karena Omnibus Law mengatur memangkas lebih dari 1.200 peraturan yang menjadi ajang korupsi. Peraturan yang dibuat rumit sehingga melanggengkan korupsi. Tugas sangat berat Jokowi.
    “Omnibus Law atau UU Cipta kerja salah satunya adalah untuk pemberantasan korupsi,” kata Mahfud MD di Jakarta Jumat (9/10/2020).
    Setelah Netizen membongkar konspirasi persiapan demo Cikeas, bahkan secara khusus Agus memamerkan penolakan terhadap UU Cipta Kerja lewat video, setelah demo besar gagal terlaksana pada 6 Oktober 2020. Dan, skenario kerusuhan besar pun gagal.
    Nah, lalu kenapa tampak TNI/Polri lebih persuasif dan tidak bertindak keras? Karena BIN, TNI/Polri sudah mencium gelagat skenario kerusuhan dengan biaya besar, seperti 411, sedang dipersiapkan. Para pendemo bayaran, kelompok radikal, dan perusuh telah siap untuk membakar Jakarta. Terbukti mereka membakar halte, pos polisi, kendaraan aparat.
    Terlebih lagi situasi PSBB dan Covid-19 akan menjadi titik serang media, ketika terjadi bentrokan all-out. Maka, tindakan aparat adalah menjaga jarak dengan demonstran dan perusuh. Titik-titik obyek vital dijaga dan gerakan massa dikelola di titik tertentu.
    Hasilnya? Bentrokan yang diharapkan gagal total. Dan, gagal pula SBY-Agus dan PKS menjadi pahlawan kesiangan. (Penulis: Ninoy N Karundeng).
  • Silaturahmi KH Thoifur Mawardi Purworejo di kediaman Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan

    Silaturahmi KH Thoifur Mawardi Purworejo di kediaman Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Rabu, 7 Oktober 2020 selepas Isya Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan kedatangan seorang tamu, ulama kharismatik dari kota Purworejo Jawa Tengan, alumni Abuya Sayid Muhammad Almaliki Mekkah, yaitu KH Thoifur Mawardi Purworejo.
    Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan terlihat sangat gembira dan senang sekali dg kedatangannya.
    Begitu beliau tiba dan duduk sejenak di ruang tamu, sudut atas, maka salah seorang abdi dalem beliau memberi tahu, maka beliau Maulana Habib Lutfi bin Yahya langsung beranjak dari kamarnya dan segera menemuinya. Dan ternyata memang kedatangannya itu tengah dinanti- nanti oleh beliau.
    Dua ulama besar yg saling menghormati dan saling menyintai, satu dari kalangan kyai yg satu dari kalangan dzurriyah nabi saw, persis seperti yg pernah terjadi dan dialami pada sahabat Ibnu Abbas dan zeid bin Tsabit ra.
    Kedatangan KH Thoifur Mawardi Purworejo di kediaman Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan disamping untuk silaturahmi, juga untuj membahas berbagai masalah yg berkaitan dg masalah umat, perjuangan dakwah dan lainnya, juga untuk mengantarkan sebuah kitab karya Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan yg usai disyarahi dan beri ta’liq oleh beliau.
    Pertemuan kedua ulama besar tersebut walaupun dalan waktu singkat dan tidak lama, yakni sekitar 2-3 jam, tapi terlihat sangat hangat penuh keakraban dan sejuk di pandang, petanda rahmat dan barokah Allah akan segera turun untuk keamanan dan keselamat negeri tercinta Indonesia ini, yg tengah dilanda berbagai macam masalah, penyakit dan lain sebagainya.
    Keduanya mengungkapkan berbagai cerita sejarah dan untaian ilmu yg sangat menarik, yg kami hanya dapat tercengang, sambil mendengar dan mencatatnya dg setia.
    Dari mulai cerita tentang sholawat, keampuhan membaca sholawat, sejarah nabi, makam para wali dari india, Mesir, Yaman, Mekkah hingga Indonesia, kaum Wahai, sejarah para pejuang Indinesia, hingga cerita tentang guru mereka berdua, yaitu Abuya Sayid Muhammad Almaliki Mekkah.
    Yang menarik adalah saat Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan menceritakan secara rinci tentang berbagai karomah Abuya Sayid Muhammad Almalik dan bagaimana kecintaan, perhatian, sayangnya Abuya Sayid Muhammad kepadanya, maka KH Thoifur Mawardi Purworejo menuturkan dg tegas, “Iya betul, kawan- kawan santri menceritakan hal itu semua kepadaku, Abuya Sayid Muhammad Almaliki Mekkah telah memperlakukan Maulana Habib Lutfi bin Yahya dg sangat istimewa dan luar biasa, dan beliau sangat cinta dan sayang dg Maulana Habib Lutfi bin Yahya Pekalongan.” (Muhdor Ahmad)
  • JIHAD NU ONLINE

    JIHAD NU ONLINE

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Kita berharap kader NU menguasai medsos dan ilmu terkaitnya, untuk meluruskan hoax dan menebar fakta.

    Saat ini kita masih sangat minim kader yang punya pengetahuan luas tentang itu. Kita masih kalah dengan mereka kelompok Wahabi, Salafi, HTI, IM dan sejenisnya di bidang penguasaan IT, medsos dan informatika.

    Karena itu PBNU telah mengeluarkan seruan JIHAD NU ONLINE tuk melawan radikalisme di medsos.

    Sebagai warga NU kita wajib berperan serta berjuang di medsos sebagai salahsatu cara kita berkhidmat di NU. Kalau kita di dunia nyata tidak mampu berkhidmat di NU, maka cara lain berkhidmat di NU adalah berjuang di medsos (dunia maya).

    Tegakkan Islam, Aswaja dan kebenaran. Tegakkan adab dan akhlaq yang paling baik. Berantas segala hoax dan ujaran kebencian, dan kuasai IT, segala situs dan link di medsos.

    Gus Dur pernah berkata, “Akan saatnya kelak anak-anak muda NU akan berhasil menguasai segala bentuk medsos, teknologi dan informatika” (Grup Nahdlatul Ulama)

  • Khidmah kepada Guru untuk Keberkahan Ilmu

    Khidmah kepada Guru untuk Keberkahan Ilmu

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – ‘Ilmu bi ta’allum wal barakah bil Khidmah. Ilmu diperoleh dengan belajar, keberkahan Ilmu diperoleh dengan khidmah. Inilah salah satu slogan para santri dan asatidz di pesantren-pesantren. Slogan ini bukan sekedar slogan. Ia memiliki makna yang berusaha diwujudkan dalam proses pendidikan di pondok pesantren.

    Al Imam Ali bin Hasan al Aththas mngatakan :

    ان المحصول من العلم والفتح والنور اعني الكشف للحجب، على قدر الادب مع الشيخ وعلى قدر ما يكون كبر مقداره عندك يكون لك ذالك المقدار عند الله من غير شك

    ” Memperoleh Ilmu, Futuh dan cahaya (maksudnya terbukanya hijab2 batinnya), adalah sesuai kadar Adabmu bersama Gurumu. Kadar besarnya Gurumu di hatimu, maka demikian pula kadar besarnya dirimu di sisi Allah tanpa ragu “.(al Manhaj as Sawiy : 217)

    Para Ulama’ ahli Haqiqat mengatakan,”mayoritas Ilmu itu diperoleh sebab kuatnya hubungan baik antara murid dengan Gurunya”.

    Untuk memperoleh keberkahan Ilmu harus dengan khidmah. Bagian ini berisi dua kata kunci, yaitu berkah dan khidmah. Agar ilmu yang telah dipelajari berberkah, maka seorang penuntut ilmu harus Berkhidmah. Apa yang dimaksud berkah? Apa pula maksud Khidmah?

    Secara sederhana keberkahan Ilmu atau Ilmu yang berberkah dapat diartikan sebagai Ilmu yang bermanfaat. Ilmu yang telah dipelajari dengan susah-payah memberi manfaat baik bagi diri sendiri dan orang lain. Ilmu itu membawa manusia mendekat kepada Allah, bukan malah menjauh. Jika suatu ilmu menjauhkan manusia dari Allah, itu ciri Ilmu itu tidak bermanfaat, walaupun ilmu itu misalnya, membawa kekayaan dan mengantarkan pelakunya kepada puncak popularitas.

    Keberkahan Ilmu ini kurang lebih sama dengan keberkahan harta. Harta yang berberkah adalah harta yang mendekatkan pemiliknya kepada Allah, bukan malah membuatnya semakin jauh dari Allah. Walaupun banyak, jika hanya menjadi sarana maksiat, menambah dosa, maka harta dapat disebut tidak berkah. Begitu pula Ilmu.

    Khidmah adalah satu satu cara meraih keberkahan Ilmu. Khidmah dapat diterjemahkan dengan pengabdian. Jadi seorang penuntut Ilmu adalah orang yang Mengabdi, baik kepada Gurunya, lembaga pendidikannya, atau kepada masyarakat pada umumnya.

    Tujuan utama dari Khidmah adalah untuk menciptakan hubungan batin yang kuat antara murid dengan guru dan mendapatkan Keridhaan Guru. Jika Guru sudah ridha kepada murid, itu alamat sang murid akan berhasil. Keridhaan Guru merupakan keberhasilan pertama murid.(abi-sorban)

  • KISRUH OMNIBUS LAW JANGAN SAMPAI DI TUNGGANGI OKNUM YANG BERTUJUAN POLITIK PRAKTIS

    KISRUH OMNIBUS LAW JANGAN SAMPAI DI TUNGGANGI OKNUM YANG BERTUJUAN POLITIK PRAKTIS

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI- Undang-Undang Cipta kerja yang baru saja di sahkan menuai polemik, banyak pro-kontra bukan hanya di kalangan elit parpol, bahkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun ikut menyoroti kebijakan tersebut, PBNU menilai kebijakan tersebut sangat sarat ketidakadilan bagi kaum buruh, perlu evaluasi tetapi dengan cara yang baik tidak Demonstrasi atau sampai mogok kerja, sementara di pihak lain seperti Bapak Dahlan Iskan menilai kebijakan tersebut cukup tepat sebagai titik awal kebangkitan ekonomi Indonesia disaat negara lain seperti vietnam, malaysia dan negara kawasan berlomba-lomba menarik investor, dan menurut Pakar Pemerhati Kebijakan Publik Bapak Trubus Rahadiansyah menilai kebijakan tersebut bisa menarik investor yang beberapa tahun ke belakang banyak yang memilih hengkang dari Indonesia, beliau juga menilai kebijakan itu bisa membuat perputaran investasi yang merata bukan hanya di kota-kota besar saja, tetapi akan menyasar ke daerah-daerah lain dalam memilih upah minimum regional daerah.
    Tidak sedikit pula yang menilai kisruhnya kebijakan ini sangat sarat campur tangan kepentingan politik yang menunggangi serikat buruh, seperti yang di beritakan Serikat buruh KSPN pastikan tidak akan terlibat dalam aksi mogok kerja nasional, banyak yang menilai jaringan buruh yang ngotot demo dan mogok nasional adalah jaringan buruh dari Said Iqbal (Kader PKS) yang sempat gagal di Pemilihan Legislatif, Bukan hanya itu saja, Gatot Nurmantyo yang sempat kontroversi tentang isu kebangkitan Komunis (PKI) pun mendukung Demonstrasi kaum buruh, termasuk mogok kerja nasional, Gatot Nurmantyo juga menyatakan bahwa banyak para ulama yang mendoakan beliau agar menjadi presiden untuk menyelamatkan Indonesia dalam acara jaringan KAMI yang sempat di tolak berbagai daerah tersebut.
    Mentri Ketenagakerjaan Republik Indonesia pun membuka suara kepada semua Serikat pekerja / buruh, bahwa mogok kerja bukan jalan yang tepat untuk menemukan solusi yang tepat.
    “Saya dengan antusias menunggu teman-teman di meja dialog, bukan di jalanan.saya percaya kita selalu bisa menemukan jalan tengan yang saling menenangkan”
    “Kita sedang berupaya menyalakan lilin, bukan menyalahkan kegelapan” ujar Ida Fauziyah (Kemenaker RI)
    – Haddi VJB | Aswaja Media