Kategori: Berita Utama

Liputan Sorban Santri mengenai berita terkini dan terpenting baik dari dalam maupun luar negeri

  • ORANG WAHABI MELAPOR KE POLISI

    ORANG WAHABI MELAPOR KE POLISI

    SORBANSANTRI.COM

    WAHABI = Pak polisi ditempat saya ada acara maulidan tolong dibubarkan.

    POLISI= Apakah disana terjadi perkelahian?

    WAHABI= enggak pak

    POLISI= apakah disana terjadi pembunuhan?

    WAHABI= enggak pak

    POLISI= apakah disana terjadi perjudian . .?

    WAHABI= enggak pak

    POLISI= apakah disana terjadi pencurian . .?

    WAHABI= enggak pak

    POLISI= kalo disana tdk terjadi apa apa. Lalu atas dasar apa saya harus membubarkan maulidan . .?

    WAHABI= masalahnya maulidan itu tidak ada perintah dari nabi pak.

    POLISI= oh gitu ya .?
    Hmm . .Apakah nabi memerintahkan kalian untuk membubarkan maulidan . .?

    WAHABI= enggak pak.

    POLISI= lalu kalian mau membubarkan maulidan atas perintah siapa . .?

    WAHABI= kata pak ustad saya maulidan itu bid’ah pak krn tdk ada perintahnya dari nabi.

    POLISI= kalo begitu kamu juga bid’ah dong krn membubarkan maulid kan juga tidak ada perintah dari nabi . .?

    WAHABI= saya ini anti bid’ah pak. . Jadi gak mungkin saya melakukan bid’ah.

    POLISI= lha tadi. . katanya kalo tdk ada perintah dari nabi berarti bid’ah. . Nah membubarkan maulid kan tidak ada perintahnya dari nabi. Berarti kan bid’ah. . Emangnya apa sih isi didalam acara maulidan itu Kok kalian minta dibubarkan, Kalian kan org islam . .?

    WAHABI= iya dong pak kami orang islam sejati penegak sunah pembasmi bid’ah..
    Di acara maulidan itu isinya membaca sholawat. . .Membaca alqur’an Mendengarkan tausyiah Mendengarkan kisah nabi Dan makan bersama.

    POLISI= Loh itu justru bagus. .
    Membaca sholawat. Membaca alqur’an dan Mendengarkan tausyiah kan ada perintahnya . ?
    Mendengarkan kisah nabi itu baik untk pengetahuan sejarah islam. Makan bersama juga baik untk ukhuwah islamiyah. . .Lalu apanya yg salah dan harus dibubarkan . .?

    WAHABI= masalahnya mereka itu berisik sekali pak.
    Telinga saya sampe panas.

    POLISI= Kmu ini ada” saja. Masa ngaku islam penegak sunah denger baca’an sholawat. Alqur’an. Sejarah nabi dan Tausyiah. Kok merasa terganggu dan kepanasan . .?
    Aneh sekali kamu. .

    WAHABI= Tapi pak . .?

    POLISI = udah” pergi sana gak usah pake tapi tapian. . Dari tadi kamu yg berisik terus.
    Ntar km sndri yg tak bubarin. .!!

    =====================================
    Kepemimpinan adalah gabungan unsur” kecerdasan, sifat amanah (dapat dipercaya), rasa kemanusiaan, keberanian, serta disiplin .Jayalah Selalu Polri ku sebagai Benteng NKRI
    SELAMAT HARI JADI BHAYANGKARA KE 74
    1 JULI 2020

  • TURBA SUPERVISI SOSIALISASI ADMINISTRASI PC – PAC GP ANSOR SE-KABUPATEN MOJOKERTO

    TURBA SUPERVISI SOSIALISASI ADMINISTRASI PC – PAC GP ANSOR SE-KABUPATEN MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – GP Ansor se-Mojokerto mengadakan acara TURBA SOSIALISASI DAN AD MINISTRASI. Karena administrasi adalah bentuk komunikasi dari pusat kebawah. Pada acara TURBA kali ini berbeda karena ada perwakilan Pimpinan Wilayah GP ANSOR JAWA TIMUR, yang memberikan wawasan penting tentang organisasi. Turba tersebut diadakan pada hari Sabtu 4 Juli 2020, yang bertempatkan di Pondok Pesantren Al Istiqomah Dlanggu.

    SORBANSANTRI.COM
    GUS ALI M NASIH meminta untuk menjaga ideologi di acara TURBA

    Gus Ali Nasih meminta untuk menjaga ideologi Ansor Banser, beliau juga berpesan agar ansor satu Komando dan diharapkan agar disampaikan sampai tingkat Ranting, kata Gus Ali Nasih selaku Ketua PC GP ANSOR KAB MOJOKERTO kita tetap satu Komando.

    Moh. Jakfar Shodiq mewakili pimpinan wilayah GP ANSOR JAWA TIMUR, beliau menyampaikan bahwa dalam organisasi Ansor itu tidak ada diskusi, adanya adalah instruksi karena Ansor adalah satu Komando.
    Ada 3 pola dalam berorganisasi yang harus dilakukan yaitu Koordinasi, Komunikasi, kenapa ansor dan banser itu kompak dan solid? Itu adalah Karena adanya tabayun dengan para kiai atau yang ahli.
    Menjaga marwah organisasi, marwahnya adalah menjaga ahklaqul karimah,
    Ansor itu besar jadi jangan minder menjadi kader ansor, kita tunjukkan pada lingkungan kita masing-masing.(abi-sorban)

  • KUNJUNGAN KEMENNAKER KE PCNU KAB MOJOKERTO

    KUNJUNGAN KEMENNAKER KE PCNU KAB MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM
    Perwakilan penerimaan bantuan program

    SORBAN SANTRI – Dalam rangka penyerahan bantuan program kementerian ketenagakerjaan RI H. Ida Fauzia yang juga alumni IPPNU Kab. MOJOKERTO , Sabtu, 4 Juli 2020. Sebagian perwakilan dari masing-masing Penerimaan INKUBASI Perseorangan dan Perwakilan Pimpinan Pesantren yang ada di Kabupaten Mojokerto hadir pada acara tersebut berlangsung tertib dan masih memperhatikan standart protokol kesehatan.

    SORBANSANTRI.COM
    BANSER PROV juga ikut dalam pengamanan di kegiatan kunjungan kementrian ketenagakerjaan

    Acara yang berjalan mulai pukul 14.00 WIB, dimulai pembacaan ayat suci dilanjut dengan sambutan ketua PCNU KAB. KH. Adhim Alwi yang juga bangga merupakan prestasi bahwa KEMENNAKER RI 2020 asli dari alumni IPPNU kab. Mojokerto,
    Tampak hadir juga KH. MARZUKI MUSTAMAR (Ketua PWNU Jawa Timur) untuk memberikan Taushiah diacara tersebut. BUPATI MOJOKERTO H. Pungkasiadi, S. H. juga tampak hadir dalam acara tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    Menteri ketenagakerjaan H. Ibu ida Fauzia memberikan pesan dan semangat dalam pemulihan ekonomi

    Pentingnya pemulihan ekonomi masyarakat dimasa covid-19 sangat penting diperhatikan selain itu banyak PHK dan pengangguran bertambah, peranan pemerintah dimasa sekarang ini. Indonesia bisa SURVIVE dalam menghadapi krisis akibat covid-19 di banding negara lain adalah karena sifat gotong royongnya sebagai kebanggaan budaya seperti yang ada di pedesaan. (abi-sorban)

  • HTI CIPTAKAN KONDISI, SETELAH ITU PERGI SEMBUNYI ITULAH DIANTARA SIFAT “PKI-NYA” HTI

    HTI CIPTAKAN KONDISI, SETELAH ITU PERGI SEMBUNYI ITULAH DIANTARA SIFAT “PKI-NYA” HTI

    SORBANSANTRI.COM
    LDNU BANJAR–
    Oleh Ayik Heriansyah

    1. Yang paling tersangkut dengan Pancasila dan RUU HIP adalah HTI, karena ideologi Pancasila, UU HIP dan aturan-aturan turunannya akan menjadi payung hukum untuk menindak pengurus dan anggota HTI.
    2. Wajar, HTI paling getol menentang RUU HIP secara keseluruhan.
    3. HTI membangkitkan isu PKI/Komunisme sebagai dalih dan tameng.
    4. HTI sadar mereka sangat kecil, harus ajak sebanyak-banyaknya teman untuk menolak RUU HIP.
    5. HTI menciptakan kondisi perlawanan. Khusus kepada tokoh-tokoh oposisi kritis dan organisasi Islam (FPI, HRS Centre, PA 212) yang berseberangan dengan pemerintah.
    6. Sejak awal HTI menggalang opini melalui acara dialog dan diskusi virtual via zoom. Diperkuat dengan narasi-narasi di media sosial yang kebanyakan menggunakan nama Akhmad Khozinuddin.
    7. Setelah kondisi tercipta, opini menguat kemudian muncul inisiatif untuk melakukan aksi, HTI secara perlahan dan teratur mulai menarik diri.
    8. Dengan alasan sudah dibubarkan, HTI menolak ikut serta dalam aksi. Paling-paling HTI sumbang saran dan pemikiran tentang isi dan isu yang digaungkan saat aksi. Atau HTI menawarkan satu, dua orang aktivisnya untuk orasi dengan kapasitas sebagai pribadi atau menggunakan nama lembaga lain.
    9. Dengan alasan sudah dilarang juga, HTI menolak lambang (bendera) organisasi mereka dicantumkan di media publikasi aksi. Akan tetapi HTI akan memasokkan bendera mereka di panggung dan di tengah massa aksi.
    10. HTI ingin memukul lawan politiknya (pemerintah) tapi tetap aman, bersih dan tanpa resiko. Untuk itu digunakanlah tangan pihak ketiga (tokoh-tokoh oposisi kritis, FPI, HRS Centre dan PA 212). Strategi ini dinamakan “nabok silih tangan.”
    11. Selama aksi berjalan, HTI diam, sembunyi dan tiarap, sambil memantau situasi. Dalam keadaan siap membuat isu dan narasi selanjutnya.
    12. Itulah di antara sifat “PKI-nya” HTI.

    (abi sorban)

  • GUS BAHA CENDEKIAWAN RAKYAT MELAWAN HEGEMONI

    GUS BAHA CENDEKIAWAN RAKYAT MELAWAN HEGEMONI

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Fenomena Gus Baha cukup riuh. Saya sangat suka. Ada oase. Segar penuh harapan. Menerangi juga hangat. Nakal, cerdas, jenaka, solutif, berani dan jujur apa adanya. Khas cendekiawan kampung.

    Entah sejak kapan keilmuan hanya diklaim perguruan tinggi semacam collage, universitas, akademi atau institut— lalu hanya mereka yang berhak mengeluarkan ijazah. Melakukan sertifikasi. Menentukan lulus dan tidak lulus. Ilmu terpenjara dalam sebuah birokrasi dan keangkuhan buku-buku di rak perpustakaan. Yang ditumpuk untuk meraih banyak gelar dan pujian.

    Sejak kapan lembaga Pendidikan berubah menjadi yang paling absah merumuskan masa depan—menentukan benar salah, baik dan buruk. Meniadakan atau mengadakan.

    Pendidikan menjadi sangat angkuh. Kaku dan rigid. Mengira padanya terdapat segala yang dibutuhkan. Tapi Ironisnya ilmu kedokteran yang mahal dan dibanggakan itu nyatanya tak cukup mampu dan kebingungan melawan kofid-19. Ilmu ekonomi juga tak kunjung berhasil mewujudkan hidup lebih baik. Bukankah ini indikator kegagalan ? Pun dengan ilmu-ilmu yang lain. Sama. Tak mampu mengurai masalah kemanusian, bahkan menjadi beban, tulis Bertrand Russel.

    Gus Baha bukan hanya menguasai bahasa, metodologi, brrbagaj ilmu alat atau literatur berlimpah. Tapi juga punya perspektif yang luas. Karakter yang kokoh. Dan padanan lain semisal. Simbol Ilmuwan rakyat yang lahir dan besar dari rahim didikan rakyat. Ini yang membedakan Gus Baha dengan ilmuwan lain yang bergelar.

    Gus Baha tak perlu gelar. Tak perlu tunduk pada aturan baku para akademisi yang kaku berbelit dan boros kata karena ditindas footnote dan jurnal scopus. Pikiran-pikiran Gus Baha mudah dimengerti, gampang di dapat dan relevan dengan kehidupan.

    Seperti halnya para nabi. Maka cendekiawan sebagai pewaris para nabi berbicara dengan bahasa rakyatnya. Jadi Gus Baha tak perlu ‘ke-marab’ atau ‘ke-minggris’ agar terlihat pintar, terlihat ilmiah kemudian bicara dengan kata-kata yang sulit di mengerti. Gus Baha tidak bicara dengan bahasa buku atau jurnal. Ia hadir ditengah.

    Gus Baha meski NU tapi pikiran, wawasan, ide dan gagasannya sudah jauh melampaui— sebab kebenaran ilmu memang tak punya mazhab, aliran atau kelompok. Kebenaran itu universal tidak mengenal ruang dan waktu. Atau klaim para petualang ilmu.

    Ibarat kata, Gus Baha sukses menyajikan menu kampung ke hotel bintang 10– saya tidak mengatakan bahwa Gus Baha adalah ulama yang paling ‘ngalim’. Tapi Ia punya keberanian melawan hegemoni, merubah kemapanan dan manawarkan nuansa.

    Melihat Gus Baha mengaji pikiran saya melambung jauh — membayangi Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafi’i dan Imam Ahmad mengajar dikitari para santrinya —yang ta’dzim menyimak, mendengar dan mengaji. Tidak kemrungsung menyalahkan yang tidak sepandangan. Kemudian sesekali riuh tertawa bersama — nyantai tapi dapat banyak . @nurbaniyusuf – Komunitas Padhang Makhsyar ( ASWAJA DEWATA)

  • MenjadiOrator Aksi Bela Pancasila Tak Hafal Sila ke 4, Eko: Dsrnya Khilafah Ya Khilafah Saja

    MenjadiOrator Aksi Bela Pancasila Tak Hafal Sila ke 4, Eko: Dsrnya Khilafah Ya Khilafah Saja

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Unjuk rasa Aliansi Nasional Anti-Komunis (ANAK) NKRI menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) pada Rabu (24/6/2020) lalu, masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.

    Aliansi yang terdiri dari gabungan sejumlah ormas Islam seperti FPI, PA 212 dan GNPF-U itu ramai dibicarakan menyusul beredarnya foto dan video pembakaran bendera PKI dan PDIP.

    Selain pembakaran bendera, salah satu video yang juga tak luput dari perhatian netizen dari aksi bertajuk ‘Selamatkan NKRI dan Pancasila dari Komunisme’ itu adalah video salah satu orator aksi yang tidak hafal sila keempat Pancasila.

    Dalam video berdurasi 44 detik yang beredar luas di media sosial, sang orator yang berada di atas panggung mengajak massa aksi untuk bersama-sama mengucapkan Pancasila.

    Menggunakan pengeras suara, pria bergamis putih itu menyebut sila pertama hingga ketiga dengan lantang dan diikuti massa aksi.

    Namun, saat menyebut sila keempat Pancasila yang seharusnya berbunyi ‘Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan,’ orator itu justru salah menyebut.

    “Permusyawaratan yang dipimpin oleh hikmat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat (berhenti sejenak)… kebijaksanaan permusyawaratan dan perwakilan,” ujar sang orator.

    Menariknya, kesalahan itu itu juga diikuti oleh sejumlah peserta aksi. dengan mengulang apa yang disampaikan oleh si orator aksi.

    Sontak, hal tersebut membuat si perekam video pun ikut tertawa dan mencoba mengoreksi dari kejauhan.

    Video tersebut juga dibagikan oleh pegiat media sosial yang juga penulis Eko Kuntadhi di akun Twitternya pada Rabu (24/6/2020).

    “Para pembela Pancasila yang gak hapal sila-silanya. Kalau emang dasarnya khilafah. Ya, khilafah aja. Gak usah ngaku-ngaku pembela Pancasila!” sindir @eko_kuntadhi pada unggahan video itu. (SUMBER)

  • Kaderisasi GP Ansor telah dimulai di Wonosobo Jawa Tengah

    Kaderisasi GP Ansor telah dimulai di Wonosobo Jawa Tengah

    SORBANSANTRI.COMSORBAN SANTRI – Sabtu Minggu, 27-28 Juni 2020, berlokasi di SMA Ma’arif Wadaslintang
    Wonosobo Jawa Tengah dilangsungkan Simulasi Diklat Banser Masa Pandemi. Meski disebut simulasi, Diklat ini dilaksanakan dengan materi pengkaderan yang standar dengan beberapa penyesuaian, terutama terkait protokol Covid-19.Sebelum tiba di lokasi, 25 peserta calon kader GP Ansor dipersyaratkan dalam : kondisi sehat, membawa masker, membawa peralatan makan, minum, sholat dan mandi sendiri, serta membawa hand sanitizer.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Panitia sendiri tentu saja menyiapkan juga sabun cuci tangan, hand sanitizer, face shield dan melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi kegiatan. Selama mengikuti Diklat, peserta diwajibkan mengikuti protokol kesehatan yang diatur di Tata Tertib Pelatihan.Setelah dilakukan evaluasi, format kaderisasi kebiasaan baru ini akan diberlakukan dalam kegiatan pengkaderan GP Ansor di seluruh dunia, tentu saja dengan mengikuti aturan dari otoritas pemerintah setempat. Simulasi Diklat ini sendiri sejak awal telah melibatkan pihak Dinas Kesehatan, Puskesmas setempat, serta unit Banser BASADA (Banser Husada) dan BAGANA (Banser Tanggap Bencana).Semoga Allah SWT meridloi semua ikhtiar ini.(abi SORBAN)

  • BUKAN KRIMINALISASI ULAMA TAPI ULAMANYA YANG KRIMINAL

    BUKAN KRIMINALISASI ULAMA TAPI ULAMANYA YANG KRIMINAL

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Sejak terkuaknya skandal dugaan penggunaan ijasah palsu oleh Tengku Zulkarnaen ketika dirinya akan diangkat sebagai anggota MUI, publik masih menunggu kejelasan tindak lanjut dari kasus ini. Sepekan berlalu namun belum juga ada klarifikasi dari pihak-pihak terkait, baik dari pihak Tengku Zul maupun MUI, keduanya diam tak bergeming.

    MUI adalah lembaga independen yang mewadahi para ulama dan cendekiawan Islam. Mereka bertugas untuk membimbing, membina, dan mengayomi umat Islam di Indonesia. Fungsi pokok lain dari MUI yaitu untuk mewujudkan masyarakat yang berkualitas (Khoirul Ummah), agar dapat terwujud negara yang aman, damai, adil makmur rohaniah dan jasmaniah yang diridhai Allah SWT.

    Mengingat tujuan dan fungsinya tersebut, seharusnya MUI diisi oleh orang-orang dengan kredibilitas tinggi, yaitu orang yang memiliki pengetahuan cukup tentang agama serta dapat menjadi contoh yang baik (Uswatun Hasanah) bagi seluruh umat. Bukan diisi oleh oknum seperti Tengku Zulkarnaen ini yang suka menyampaikan opini sesat dan beragam narasi provokatif di tengah masyarakat. Bahkan tak jarang pula dia mengekspos berita hoax untuk menyerang pihak yang tidak sependapat dengannya, termasuk pemerintah.

    Banyak orang ketika mendengar informasi tersebut kemudian kaget dan terheran-heran bagaimana mungkin lembaga keagamaan sekelas MUI bisa kecolongan sampai memposisikan seorang penipu dalam struktural kepengurusan lembaganya.

    Ini tentu saja menjadi pertanyaan banyak pihak. Apakah MUI tidak selektif pada saat menyeleksi calon pengurusnya? Atau mungkin sudah ada kerjasama kong-kalikong antara MUI dan Tengku Zulkarnain? Karena sampai saat ini belum juga ada klarifikasi ataupun bantahan baik dari pihak MUI maupun dari Tengku Zulkarnain sendiri.

    Jika informasi itu benar, maka sejatinya MUI segera mengambil sikap tegas untuk memecat Tengku Zulkarnain dari struktural kepengurusan MUI. Karena ini sangat berbahaya bagi masyarakat dan juga bagi MUI sendiri. Jika dibiarkan, maka konsekuensinya adalah hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap MUI.

    Majelis Ulama Indonesia adalah lembaga terhormat dan untuk menjaga kehormatannya harus diisi dan dipimpin oleh orang-orang terhormat. Bukan penipu yang berijazah palsu apalagi orang yang hanya ngaku-ngaku sebagai ulama.

    Jika informasi tersebut salah dan tak bisa dibuktikan kebenarannya, maka sebaiknya Tengku Zulkarnain dan juga para pendukungnya agar mengklarifikasi atau membantah tuduhan itu. Jika diam adalah pilihan maka jangan salahkan rakyat kalau kemudian menjustifikasi dan berasumsi bahwa MUI selain wadah ulama juga merupakan wadah pembohong.

    Perlu diingat bahwa tuntutan klarifikasi kasus ijasah palsu Tengku Zul ini tak ada kaitannya dengan pemerintah, karena yang menyuarakan ini adalah bukan pemerintah tapi segenap rakyat Indonesia yang benci dengan kebohongan yang dilakukan oleh pejabat. Janganlah nanti diframing seolah pemerintah anti Islam, pemerintah anti ulama dan ujung-ujungnya nanti menyalahkan Jokowi dan menuduhnya telah melakukan kriminalisasi ulama.

    Bagaimana Bisa Dikatakan Kriminalisasi Ulama Jika Ulamanya Saja Berbuat Kriminal..?
    (Rudi Bintang)

  • Kenapa PANCASILA Harus Dikuatkan?

    Kenapa PANCASILA Harus Dikuatkan?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Setelah membaca dengan seksama RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), saya menangkap pesan yang mendalam di dalamnya untuk memantapkan PANCASILA sebagai satu-satunya ideologi dalam berbangsa dan bernegara kesatuan republik Indonesia.

    Pertanyaannya kenapa PANCASILA harus dikuatkan?
    Serbuan dan serangan ideologi dari luar yang salah satunya dimotori oleh HTI adalah yang melandasinya serta beberapa organisasi yang pernah terdeteksi menolak PANCASILA sebagai dasar ideologi.

    Terlepas dari beberapa kalimat, frasa di dalam pasal yang menimbulkan perdebatan, RUU HIP bagi saya (rakjat djelata) perlu untuk dilanjutkan. Beberapa ketidaksepahamam masih bisa dilakukan diskusi-diskusi dan jalan tengah. Hal tersebut karena di dalam RUU HIP ini juga syarat kepentingan rakyat dengan menjunjung tinggi KEADILAN SOSIAL, kewajiban usaha besar bermitra dengan koperasi, UMKM, usaha kecil dan juga dijaminnya kebebasan berserikat.

    Tidak saya ketemukan dalam pasal-pasal yang ada untuk mengganti ideologi Pancasila justru yang ada adalah menguatkan posisi ideologi Pancasila.
    Jadi sungguh sangatlah aneh ketika ada kelompok yang tidak mengakui ideologi Pancasila dan sekarang seolah-olah menjadi SANG PEMBELA. Gleeekkkk…!!

    Terkait dengan frasa “Ketuhanan yang berkebudayaan” sebaiknya merujuk kepada penjelasan yang diberikan bapak bangsa, Ir H. SOEKARNO.

    Jadi, mari berfikir adil sejak dari dalam fikiran. Jauhi ikut-ikutan tanpa upaya untuk mencari kebenaran. (Yusa Abdulloh Syah)

  • ALLOH MENYAPA DENGAN GERHANA DAN COVID-19 NU CANGGU SHOLAT GERHANA

    ALLOH MENYAPA DENGAN GERHANA DAN COVID-19 NU CANGGU SHOLAT GERHANA

    Bulan Syawal 1441 H tahun ini berbeda dengan tahun tahun sebelumnya karena ada dua tamu istimewa yaitu covid 19 dan juga gerhana matahari cincin (21/06) yang bisa di lihat oleh beberapa negara termasuk Indonesia

    Dalam menyikapi gerhana matahari tersebut tokoh tokoh Annahdliyah Canggu bisa melaksanakan sholat gerhana matahari tepat bakda sholat asyar dengan hikmat yang di laksanakan di markas NU Canggu permai yaitu masjid Al Muttaqin yang menjadi masjid kebanggaan warga Canggu permai

    Sholat gerhana yang di imami oleh mutasyar MWCNU JETIS yaitu USTADZ NUR ALIMAN AL HAFIDZ serta di ikuti oleh jamaah masjid Al Muttaqin dan pengurus NU Canggu permai berlangsung dengan mengunakan protokol kesehatan

    SORBANSANTRI.COM

    Ustadz NUR ALIMAN al hafidz

    Dalam khotbahnya Ust NUR ALIMAN menyampaikan betapa pentingnya meningkatkan iman dan taqwa apalagi dengan adanya gerhana seperti saat ini masih banyak umat yang menghubung hubungkan antara gerhana dengan penyakit , balak dan lain sebagainya ..

    Gerhana merupakan peristiwa alam yang menunjukkan kekuasaan dan kebesaran ALLAH bagi orang orang yang berakal . Sepandai dan besar apapun kekuatan manusia jika di bandingkan kekuatan alam tidak akan ada artinya apalagi di banding dengan kekuatan ALLAH , manusia hanya berencana dan berencana ketentuan akhir ada pada yang khalik yaitu ALLAH SWT ..

    Wallahu a’ lam ..