Kategori: Peristiwa

kejadian atau kejadian yang terjadi dalam suatu periode waktu tertentu. Peristiwa dapat berupa apa pun, mulai dari peristiwa alam seperti gempa bumi atau badai, peristiwa politik seperti pemilihan umum atau demonstrasi, peristiwa sosial seperti perayaan budaya atau kampanye amal, hingga peristiwa kehidupan sehari-hari seperti pernikahan atau kelahiran. Peristiwa seringkali menjadi fokus liputan berita karena relevansinya dengan kehidupan masyarakat dan potensinya untuk memberikan informasi yang penting atau menarik bagi orang banyak.

  • Penutupan Giat Rijalul Ansor Ranting Ngoro Bersamaan Dengan Ruwah Desa

    Penutupan Giat Rijalul Ansor Ranting Ngoro Bersamaan Dengan Ruwah Desa

    Sorbansantri. Com – Kegiatan rutin Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) Ranting desa Ngoro pada hari sabtu (12-03) bersamaan dengan harlah atau ruwah desa Ngoro yang bertempat di halaman kantor kepala desa Ngoro.

    Dalam acara ini yang sengaja di selenggarakan oleh para pejabat perangkat desa bekerja sama dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor desa setempat dengan tujuan memperingati harlah desa Ngoro yang di kemas dalam acara pengajian akbar dengan mendatangkan muballigh KH. IMAM MUHAJIR pengasuh PP. Al Muhajirin Pungging.

    Menurut ketua panitia mengatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara kegiatan saat ini dengan lancar dan sukses tanpa suatu halangan apapun, dan beliau juga meminta maaf kepada hadirin semua apabila di dalam kegiatan ini ada suatu hal yang kurang berkenan di hati para hadirin semua. Ucapnya

    Menurut kepala desa Ngoro Suryo Prihartono mengatakan dalam sambutannya bahwasanya kegiatan ruwah desa ini adalah agenda rutin tahunan yang sudah berjalan ke sekian kalinya dan ini sudah merupakan budaya desa Ngoro akan tetapi pada kali ini kita kemas dalam acara pengajian umum dan santunan anak yatim dan dhuafa’,
    “Budaya rumah desa ini jangan sampai dihilangkan selagi budaya tersebut bertujuan untuk menjalin tali silaturrahmi, dan dalam nuansa yang positif,dengan semua kalangan” ungkap kepada desa

    Kegiatan rutinan Rijalul Ansor ini selalu disertai dengan pengajian kitab lubabul hadist yang di sampaikan oleh romo Kyai Mahfud Muhsin, dalam kajian ini beliau menerangkan tentang kisah taubatnya Nabi Adam.

    Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 20.00 wib diawali dengan pembacaan sholawat rotibul haddad, istighosah dan kirim doa yang di pimpin oleh para anggota GP Ansor ranting desa Ngoro.

    Semoga dengan acara ruwah desa ini akan semakin mempererat tali persaudaraan dan keguyuban warga desa Ngoro.

    (Hasan sorban -Ngoro)

  • TNI AL Dan BRIMOB Bersinergi Dengan Jam’iyyah NU Dlanggu

    TNI AL Dan BRIMOB Bersinergi Dengan Jam’iyyah NU Dlanggu

    Sorbansantri. Com – Hari minggu (6-2-2022) TNI AL Liting 57.2 bersama rumah sakit Bhayangkara Pusdik (Pusat pendidikan) BRIMOB (Brigade Mobil) Watukosek Gempol Pasuruan melakukan safari amal bhakti nya kepada warga dusun Kauman desa Jrambe kecamatan Dlanggu dengan melaksnakan giat hitanan massal yang di selenggarakan oleh TPQ Nur Al Fitroh yang bertempat di halaman masjid AL FATTAH Kauman Dlanggu.
    acara hitanan massal ini diselenggrakan setiap satu tahun sekali oleh para panitia setempat, dan di barengkan dengan acara wisuda TPQ NUR AL FITROH ke XII tahun 2022.
    Dalam acara hitanan massal ini ada sejumlah 46 anak.

    Pada pelaksanaan kegiatan ini acara yang di hadiri oleh jajaran pengurus PC Nanhdlatul Ulama’, jajaran pengurus MWC NU kecamatan Dlanggu, purnawirawan TNI AL, muspika kecamatan Dlanggu, ta’mir masjid, dan elemen masyarakat sekitar.

    Menurut Akp. H. Suhadi , S.Pd, S,Kep, Ns, M,Kes selaku kordinator dari tim kedokteran dan beliau juga merupakan anggota dari Lembaga da’wah Nahdlatul Ulama’ (LDNU) MWCNU kecamatan Ngoro ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada para panitia yang masih mempercayai kami selaku tim kedokteran baik dari TNI AL Liting 57.2 maupun dari rumah sakit Bhayangkara BRIMOB Pasuruan untuk di libatkan dalam kegiatan hitanan massal, karena ini sudah merupakan sumpah setia kami untuk selalu mengabdi dan melayani masyarakat terutama dalam hal kesehatan, ucapnya

    H. Suhadi juga mengatakan bahwasanya ini merupakan baksos kami yang kesekian kalinya di wilayah kabupaten Mojokerto, setelah sebelumnya kami mendapat amanah di daerah Kunjorowesi Ngoro, di desa Carat Gempol, MWC NU Kemlagi dan kali ini Alhamdulillah kami di mintai bantuan di wilayah Dlanggu dengan total peserta 46 anak, beliau juga berharap kepada semua warga di manapun berada terutama di wilayah kabupaten Mojokerto mari kita bersama sama untuk saling peduli dan gotong royong demi kebaikan terutama saling membantu kepada warga yang kurang mampu,.

    “Dalam program baksos kami ini murni 100% gratis tidak di pungut biaya sepeserpun, sengaja kami gratiskan ini semua demi rasa pengabdian diri kita sebagai abdi Negara untuk sealu melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan kami, monggo kepada warga siapapun dan dimanpun berada kususnya warga Nahdliyyin yang ada di wilayah kabupaten Mojokerto bila ingin memanggil kami tidak usah malu dan takut kami akan berusaha dan berupaya hadir secara tulus untuk melayaninya” terang H.Suhadi
    (Hasan ngoro – sorban)

  • Brimob Bersinergi Dengan NU Melaksanakan Bakti Sosial Khitanan Massal

    Brimob Bersinergi Dengan NU Melaksanakan Bakti Sosial Khitanan Massal

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Brimob (Brigade Mobil) adalah pasukan garda terdepan untuk keamanan NKRI, namun tak hanya itu saja peran Brimob untuk masyarakat ada program sosial keagamaan yang harus di jalankan dan dilakukan salah satunya yakni bakti sosial, kali ini di hari peringatan Isro’ Mi’roj Nabi Muhammad SAW, Brimob melakukan kegiatan khitanan massal yang dilaksanakan di MWCNU kecamatan Kemlagi pada hari senin (28-2-2022) bekerja sama dengan LDNU (Lembaga Da’wah Nahdlatul Ulama’) MWCNU kecamatan Ngoro.

    Dalam kegiatan pembukaan khitanan massal tampak hadir ketua Tanfidziyah MWCNU Kemlagi beserta jajarannya, muspika kecamatan Kemlagi, ketua PPNI kabupaten Mojokerto beserta anggotanya, tim kedokteran dari rumah sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Gempol Pasuruan dan tim kedokteran dari TNI AL, dengan jumlah peserta khitan sebanyak 36 anak.

    Menurut ketua tanfidiyah MWCNU Kemlagi H. Syamsul Arif mengatakatan dalam sambutannya atas nama pengurus MWCNU mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya kegiatan ini terutama ucapan terima kasih yang sebesarnya kami ucapkan kepada gus Nafi’ selaku ketua LDNU MWCNU kecamatan Ngoro dan juga kepada H. Suhadi selaku kordinator tim kedokteran, sebagai perwakilan dari para panitia beliau juga meminta maaf apabila di dalam penghormatan dan penyambutannya ada yang kurang berkenan di hati para hadirin semuanya., ucapnya

    Akp. H, Suhadi, s,kep,Ns selaku perwakilan dari tim kedokteran rumah sakit Bhayangkara Pusdik Brimob Watukosek Pasuruan dan juga merupakan anggota dari Lembaga Da’wah Nahdlatul Ulama’ kecamatan Ngoro menyampaikan,bahwa kedatangannya kami beserta tim kedokteran baik dari Brimob maupun dati TNI AL ini merupakan kegiatan amal bakti pengabdian kepada masyarakat sesuai selogan “ JIWAKU DEMI KEMANUSIAAN” terangnya

    Lebih lanjut menurut abah Suhadi panggilan akrabnya mengatakan “kegiatan sosial khitanan massal ini kami berikan pelayanannya kepada siapa saja yang membutuhkannya khususnya bagi warga Nahdliyin yang ada di seluruh jawa timur kami siap melayani dengan senang hati apabila di butuhkan dan tidak di pungut biaya sepeserpun alias gratis”

    Harapannya dengan kegiatan seperti ini kita bisa tercipta jalinan silaturrahmi antara Brimob dan masyarakat umum untuk sama-sama bahu membahu dan bergotong royong demi menuju kebaikan.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • NGAJI SUNNAH YUK DARI MUSHOLLA NU PACET MOJOKERTO

    NGAJI SUNNAH YUK DARI MUSHOLLA NU PACET MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Sekilas memang tidak ada masalah dalam acara yang diadakan LIVE melalui Facebook Watch. Akan tetapi nama dan istilah dalam postingan tersebut dikhawatirkan menjadi abu-abu dikalangan masyarakat yang rata-rata di daerah Pacet Mojokerto sendiri mayoritas warganya adalah NU (Nahdlatul Ulama’).

    Seperti halnya kajian-kajian yang diadakan beberapa hari kemarin,istilah Musholla Nuansa Ubalan yang mereka singkat menjadi Musholla NU, Masjid Imam Syafi’i Mojokerto padahal mereka dalam kitabnya Wahabi karangan Bin Baz (Mafahim maFahimuna) secara terang-terangan kalo Imam Syafi’i itu kurang ajar dalam membagi Bid’ah. Dan berikutnya mereka memakai Anshor dalam media TV wahabi yaitu Al-Anshor.

    Hal seperti ini dirasakan sangat mengkhawatirkan apabila semua istilah-istilah pada NU ( Nahdlatul Ulama’ ) dipakai sarana dakwah dalam penyebaran paham wahabi di Kawasan Pacet Mojokerto.

  • TALKSHOW SEJARAH NU PACET DI MOMEN HARLAH KE-99

    TALKSHOW SEJARAH NU PACET DI MOMEN HARLAH KE-99

    SORBANSANTRI.COM
    Tokoh NU lintas waktu dalam talkshow sejarah NU pada Harlah NU ke 99

    wp.sorbansantri.com – Pengurus Wakil Cabang NU kecamatan Pacet menggelar acara Doa berjamaah dalam rangka Harlah NU ke-99 (versi Hijriah atau ke-96 (versi Masehi) di gedung Graha NU Pacet yang dilaksanakan Rabu (16/2).

    Acara tersebut mengambil tema “Merawat Jagat, Membangun Peradaban”, yang disertai dengan talkshow sejarah perkembangan NU di lereng welirang dari awal adanya NU sampai sekarang. Menurut tokoh muda NU kecamatan Pacet yang biasa disapa Pak Agus (ketua MWCNU Pacet) menjelaskan, bahwa sejarah keberadaan NU di pacet seyogyanya diabadikan karena sejarah tidak boleh dilupakan. “Gedung ini (Graha NU Pacet) merupakan cagar budaya dan memiliki nilai historis tinggi bagi organisasi NU di Pacet”. terang Pak Agus.

    Dengan menghadirkan Tokoh-tokoh pelaku sejarah NU di Pacet yaitu Bapak Kusnan Kesiman, Bapak Hartono Cembor dan Abah Mud beliau-beliau bercerita perjalanan organisasi dari masa ke masa, mulai dari kepemimpinan, cara dakwah, kaderisasi, serta suka-duka dalam berorganisasi di NU kecamatan Pacet.

  • Mengenal Siapa Sosok Buyut Sanur Yang Ada di Makam Wonosari Ngoro Mojokerto

    Mengenal Siapa Sosok Buyut Sanur Yang Ada di Makam Wonosari Ngoro Mojokerto

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Kali ini saya akan mengungkap sejarah siapa sebenarnya buyut Sanur itu yang konon makamnya ada di kawasan desa Wonosari kecamatan Ngoro Mojokerto, saya mencoba menggali informasi dari dzuriyah beliau yang masih ada, dan alhamdulillah saya bertemu dengan gus Abdun Nafi’ lebih dikenal dengan gus Nafi’ putra dari almaghfurlah Kyai Khusairi juga masih ada keturunan dari ki Sawunggaling yang makamnya ada di Wotanmas Jedong.

    Menurut sumber cerita dari gus Nafi’ buyut sanur itu adalah orang yang babat alas desa Wonosari cucu dari ki ageng penanggungan atau Sayyid Yahya kejapanan, ayahnya bernama KH. Basyariyah yang makamnya ada di Tuban, ini di perkuat keterangan dari gus Maskub Pacet dan juga gus Iwan keluarga dari sidoresmo Surabaya, beliau berkata mbah buyut Sanur ini masih ada hubungan family dengan maulana habib Lutfi bin Yahya jawa tengah dan mempunyai istri bernama buyut Sarbiyah.

  • Kitab Nazham “Sejarah Besar Nahdlatul Ulama” Karangan KH. Abdul Halim Leuwimunding

    Kitab Nazham “Sejarah Besar Nahdlatul Ulama” Karangan KH. Abdul Halim Leuwimunding

    Mojokerto, Sorban santri. Com – Ini adalah naskah kitab yang berjudul “Sejarah Perjuangan Kiai Haji Abdul Wahhab” karangan salah satu pendiri organisasi Nahdtalul Ulama (NU) yang berasal dari Pasundan (Jawa Barat), tepatnya dari Leuwimunding, Majalengka, yaitu KH. Abdul Halim (1898-1972 M).

    Kitab ini ditulis dalam bahasa Melayu-Indonesia beraksara Arab (Jawi-Pegon) dalam bentuk nazhaman (puisi). Meski berjudul “Sejarah Perjuangan Kiyahi Haji Abdul Wahhab” (KH. Abdul Wahhab Hasbullah), namun kandungan kitab ini mengungkapkan sejarah besar pendirian dan perjuangan NU dari masa ke masa.

    KH. Abdul Halim Leuwimunding adalah salah satu murid terdekat dari KH. Abdul Wahhab Hasbullah (Tambak Beras Jombang), sekalus kader andalan beliau. Ketika ikut sama-sama membidani kehaliran NU pada tahun 1926 M di Surabaya, KH. Abdul Halim Leuwimunding menjadi salah satu pendiri termuda (selain KH. As’ad Syamsul Arifin, Asembagus Situbondo), sekaligus satu-satunya pendiri yang berasal dari Pasundan. Pada saat itu, KH. Abdul Wahhab Hasbullah menunjuk KH. Abdul Halim Leuwimunding sebagai katib tsani.

    Melalui kitab ini, sejarah organisasi Islam berhaluan Ahlussunnah wal Jama’ah itu didedahkan oleh KH. Abdul Halim Leuwimunding dalam bentuk puisi secara runut, ringkas, dan kaya akan data serta informasi. Karena itu, keberadaan kitab ini menjadi sangat penting sebagai salah satu sumber utama sejarah besar NU yang langsung ditulis oleh salah satu pendirinya.

    Saya mendapatkan salinan naskah ini dari sahabat saya al-Fadhil Agus H. Muhammad al-Barra putra KH. Asep Saefuddin Halim, yang merupakan cucu dari pengarang kitab ini. Rencananya kitab ini akan dijadikan beliau sebagai bahan utama kajian disertasi doktoral beliau pada Departemen Filologi Universitas Padjadjaran Bandung.

    Pada kolofon, disebutkan penulisan kitab ini diselesaikan pada 12 September 1970 M (bertepatan dengan 11 Rajab 1390 Hijri). Kitab ini kemudian dicetak oleh Percetakan “Baru” yang terletak di Jalan Pajagalan 3, Bandung (Jawa Barat), dengan tebal 31 halaman. Tertulis di sana;

    ‎دافت إذن دي جيتاك ايني رواية # ياله تغكال دوابلاس ايتو تفات

    ‎سفتيمبر سمبيلان بلس توجوه فولوه # سيا مغهادف كجومباغ دغن سغكوه

    ‎مودهمودهان توهن ممبري منفعة # فدا رواية ايني يغ سيا سيغكات

    (Dapat izin dicetak ini riwayat # ialah tanggal dua belas itu tepat

    September Sembilan belas tujuh puluh # saya menghadap ke Jombang dengan sungguh

    Mudah-mudahan Tuhan memberi manfaat # pada riwayat ini yang saya singkat)

    Melihat tanggal penulisan kitab ini dalam tahun Hijriah, yaitu 11 Rajab 1390 H), tampaknya kitab ini ditulis untuk menyambut peringatan hari lahir NU yang ke-46. Organisasi NU sendiri diresmikan pada 16 Rajab 1344 Hijri (bertepatan 31 Januari 1926 Masehi).

    Dalam kata pengantarnya, KH. Abdul Halim Leuwimunding mengatakan jika banyak koleganya yang hendak mengetahui sejarah besar NU dari awal mula berdirinya, peran serta kiprahnya dalam perjuangan keagamaan Islam, kebangsaan Indonesia, serta kemanusiaan, hingga sampai pada tahun 1970 ketika karya ini ditulis dan NU sudah menjadi sebuah organisasi keislaman terbesar di Nusantara. Beliau menulis;

    ‎سيا بكين رواية فدا فوكويا # بياق تمان ايغين مغتاهوئييا

    ‎ايغين تاؤ اسال () برديرييا # هيغكا جدي فرتي بسارله ياتيا
    Sumber : https://www.facebook.com/1784976351/posts/10211145309226990/

    ‎ميلوروه سوده دي كنال ناميا # تيدأ اسيغ دونيا مغتاهوئييا

    ‎مكا يغ تيمفو برديري فرتاميا # هيا تيغكال يغ ميسيه امفات اوراغيا

    (Saya bikin riwayat pada poko[k]nya # banyak teman ingin mengetahuinya

    Ingin tau asal NU berdirinya # hingga jadi [se]perti besarlah nyatanya

    Menyeluruh sudah dikenal namanya # tidak asing dunia mengetahuinya

    Maka yang tempo berdiri pertamanya # hanya tinggal yang masih empat orangnya).

    KH. Abdul Halim Leuwimunding kemudian melanjutkan;

    ‎سيا يويون اياله دغن سعيران # بييار اناك2 تاؤ بركمبيرأن

    ‎مغتاهوئي علماء جارا برفيكير # مغتاهوئي تراديسي بهان فميكير

    ‎مورني تيدأ ترجامفور ايدي فنجاجه # سباب غرتي صفة منوسيا حرية

    (Saya susun ialah dengan si’iran # biar anak-anak tau bergembiraan

    Mengetahui ulama cara berpikir # mengetahui tradisi bahan pemikir

    Murni tidak tercampuri ide penjajah # sebab ngerti sifat manusia huriah [merdeka]).

    Dalam menulis kitab nazham sejarah besar NU ini, KH. Abdul Halim terlebih dahulu meminta izin dan restu dari KH. Abdul Wahhab Hasbullah (w. 1971 M) dan KH. Ahmad Syaikhu (w. ?), dan KH. Idham Cholid (yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum PBNU). KH. Abdul Halim Leuwimunding menulis;

    ‎سيا مينتا اذن فا كياهي وهاب # سباب ايتو كورو سيا وقتو طلب

    ‎مينتا اذن فا شيخو ياله سبابيا # سباب سورابيا مولائي برديرييا

    ‎جوكا مينتا اذن ككتوا عموم # فا كياهي إدهام فيمفنان هارس معلوم

    (Saya minta izin Pak Kiyai Wahhab # sebab itu guru saya waktu tholab (belajar)

    Minta izin Pak Syaikhu ialah sebabnya # sebab Surabaya mulai berdirinya (NU)

    Juga minta izin ke ketua umum # Pak Kiyai Idham (Cholid) pemimpin harus maklum).

    Dikatakan oleh KH. Abdul Halim Leuwimunding, bahwa dalam menyusun kitab nazham sejarah besar NU ini, dirinya bersandar pada muktamar-muktamar NU yang hingga pada masa itu sudah berlangsung 24 kali. Kesemua (24) muktamar itu selalu dihadiri oleh beliau. Karena itu, sebaga macam perkembangan, perubahan, dan keputusan NU dari masa ke masa dapat diketahui dengan sangat baik oleh beliau.

    KH. Abdul Halim Leuwimunding wafat dan dikebumikan di tempat kelahirannya di Leuwimunding, Majalengka, pada 11 April 1972 M (bertepatan dengan 26 Safar 1392 Hijri). Beliau meninggalkan sebuah pesantren dan institusi pendidikan yang masih lestari hingga kini, yaitu Sabilul Chalim. Salah satu putra beliau, KH. Asep Saeful Halim, tinggal dan berkarir di Surabaya dengan mendirikan pesantren unggulan Amanatul Ummah. KH. Asep Saeful Halim pernah menjabat sebagai ketua PCNU Surabaya dan Ketua PERGUNU PBNU

    Sumber : https://www.facebook.com/1784976351/posts/10211145309226990/

    (Anwar sorban)

  • Mencetak Kader Pasukan Yang Elit Satkoryon Banser PAC Ngoro Gelar Latber PBB

    Mencetak Kader Pasukan Yang Elit Satkoryon Banser PAC Ngoro Gelar Latber PBB

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Demi mencetak kader pasukan yang elit di dalam lapangan maka di perlukan sikap sempurna terutama dalam baris berbaris, terutama ketika ada acara apel gelar pasukan, tidak cukup bermodal kerapian dalam tampilan saja melainkan harus di imbangi dengan kesempurnaan dan keserasian dalam berbaris, maka demi membentuk kader pasukan yang sesungguhnya,Satkoryon Banser Ngoro mengadakan latihan PBB (Pelatihan Baris Berbaris) yang di pandu langsung oleh anggota TNI pada setiap hari Minggu pagi di halaman kawasan candi jedong yang berada di desa Wotan mas Jedong.

    Dalam latihan bersama ini melibatkan semua unsur baik Satsus, Perwira maupun anggota Banser biasa.

    Adapun tujuan di adakannya latihan ini di harapkan bagi semua anggota bisa menimpa ilmu dalam hal baris berbaris dan lain sebagainya, walaupun dulu sudah pernah di ajarkan di dalam DIKLATSAR akan tetapi perlu kita asah lagi demi mengevaluasi diri kita pribadi di dalam baris berbaris, terang Kasatkoryon Banser PAC Ngoro sahabat Khoirul Jazil.

    Harapan di adakannya latber PBB ini agar supaya para anggota Banser PAC Ngoro bisa menambah ilmu di dalam hal baris berbaris, karena walaupun di wilayah Ngoro basisnya Banser dan banyak yang sudah tingkat perwira kita yakin kalau tidak kita asah lagi maka akan lupa dan salah ketika bertugas, mari kita manfaatkan latihan bersama ini dengan penuh sungguh sungguh. (Hasan)

  • BEREDAR KARANGAN BUNGA HOAX DI LOKASI MUKTAMAR NU LAMPUNG

    BEREDAR KARANGAN BUNGA HOAX DI LOKASI MUKTAMAR NU LAMPUNG

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Suasana tenang dan gembira yang diupayakan oleh semua pihak yang ikut berperan dalam perhelatan besar lima tahunan dari ormas keagamaan terbesar di Indonesia sepertinya tak luput dari goyangan oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, hal yang tidak diinginkan tersebut dikhawatirkan akan merusak suasana muktamar, ungkap Luqman, ketua Cabang Ansor Banyumas, yang sore tadi dikonfirmasi oleh anggota terkait suasana Muktamar NU di Lampung.

    Perhelatan Muktamar NU yang dilaksanakan di Kota Bandar Lampung tanggal 22-23 Desember 2021 tersebut, hingga Kamis malam ini masih berfokus pada pemilihan Rois Syuriah PBNU untuk masa hidmat 2021-2026, “meskipun kami tidak dapat hadir langsung ke lokasi, tapi lalu lintaa informasi dari sahabat-sahabat media yang terjun ke lokasi bisa dipertanggungjawabkan” sambung Luqman.
    Saat dikonfirmasi hal ihwal apa yg sedang membuat gundah warga NU di akar rumput, Luqman menjawab dengan lugas bahwa “ada oknum pengusaha yang memasang karangan bunga di lokasi muktamar, dan menurut informasi, karangan bunga tersebut ditengarai mencatut nama beberapa PWNU” tukasnya.
    Seperti diketahui oleh warga NU Banyumas dan sekitarnya, terutama kader Ansor yang mengikuti perjalanan Muktamar NU melalui media, ada keresahan terkait kabar tentang pemasangan ucapan selamat atas terpilihnya salah satu kandidat ketua umum PBNU, “ya setelah kami menanyakan langsung kepada sahabat media di lokasi Muktamar, mereka membenarkan hal itu, padahal hingga malam ini, forum sidang di Muktamar masih berfokus kepada AHWA”.
    Masih menurut Luqman, menyatakan bahwa Ia diminta oleh beberapa kader Ansor di Banyumas, untuk memohon bantuan tim media di lokasi menemui pihak yang tercatut guna konfirmasi kebenaran informasi. “hal ini penting, mengingat foto-foto karangan bunga ditengarai hoax tersebut sudah santer beredar di jaringan informasi grup-grup whatsapp warga NU dengan massif sejak Kamis sore tanggal 23 Desember dan itu belum waktunya memberi ucapan selamat” tegas Luqman.
    “Sepertinya sah-sah saja masyarakat menyebutnya penyebaran kabar hoax, mengingat belum ada yang namanya terpilih sebagai ketua PBNU, bila karangan bunga tersebut memang hanya untuk persiapan, mestinya tidak dipasang dulu di lokasi dong, apa lagi bila tempatnya memang strategis dan mudah dilihat oleh orang-orang yang berada di lokasi muktamar” lanjut Luqman.
    Dari pengamatan media yang ikut memantau laju informasi yang sampai ke wilayah-wilayah ada lebih dari 5 nama / jabatan ketua di jajaran NU wilayah dan Badan Otonom NU yang di catut, sebagaimana informasi tim media Ansor yang berada di lokasi, diantara para ketua yang dicatut namanya antara lain Ketua PWNU Jawa Tengah, PWNU Jawa Timur, PWNU Aceh dan PWNU Sulawesi Selatan.
    Luqman berharap agar kader Ansor di akar rumput untuk senantiasa berprasangka baik mengingat hal tersebut masih proses tabayyun. Ia juga menyayangkan pihak pengusaha karangan bunga yang terlalu bersemangat meraup keuntungan hingga sepertinya melupakan etika dalam melayani pesanan pelanggan, “ini ucapan prematur, dan beresiko dianggap menyebarkan hoax bila tidak segera dikonfirmasi” tutupnya.
    Hingga berita ini dimuat, pihak pengusaha karangan bunga yang namanya terpampang dibawah ucapan ‘selamat atas terpilihnya KH. Said Aqil Sirajd sebagai ketua umum PBNU’ belum dapat dikonfirmasi, dan pihak-pihak yang dianggap dicatut namanya juga belum seluruhnya dapat dihubungi karena padatnya acara di lokasi kecuali bukti chat dari Kyai Marzuki Mustamar srlaku Ketua PWNU Jawa Timur. (PM/Ipul)
  • Haul Ke XXI Riyanto PC GP Ansor Kota Mojokerto Gelar Apel Kebhinekaan dan Doa Bersama

    Haul Ke XXI Riyanto PC GP Ansor Kota Mojokerto Gelar Apel Kebhinekaan dan Doa Bersama

    Sorbansantri.Com – Haul almarhum sahabat Riyanto adalah agenda rutin tiap tahun yang dilaksanakan oleh Jajaran Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Mojokerto. Tahun 2021 ini memperingati Haul yang ke XXI (ke-21)dilaksanakan pada hari minggu (19/12/2021) di lapangan Prajurit kulon. Dengan tema “Apel Kebhinekaan dan Gelar Pasukan”

    Acara dilaksanakan dari pagi pukul 07.00 dimulai dengan Apel Pasukan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama dan tabur bunga di makam almarhum Riyanto (Makam umum Prajurit Kulon)

    Dalam pelaksanaan Apel dipimpin langsung oleh Ahmad Saifulloh S.Pd.I (ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto) yang akrab dipanggil Gus Ipung, sebagai Komandan Apel sahabat Zaenal Abidin, dengan diikuti kurang lebih 300 Anggota Banser juga dari sahabat Pagar Nusa dan Senkom. Hadir juga tamu undangan dari Polres kota, Kodim, PAC Ansor terdekat,IPNU-IPPNU.

    Dalam sambutanya Gus Ipung mengatakan bahwa “Kita (Ansor Banser) selain harus menjaga marwah organisasi,membentengi para Ulama dan NKRI juga harus bisa menjaga marwah serta membentengi diri sendiri dengan keilmuan, kwalitas dan kapasitas untuk menghadapi dunia luar.”.

    “Ansor Banser harus bisa mewujudkan dan menghidupkan NKRI yang penuh dengan kesejahteraan, keadilan dan kesentosaan dan Ansor Banser harus mampu bersikap adil dan seimbang serta harus mampu menjaga dan membangun toleransi antar kehidupan manusia” Lanjut Gus Ipung.

    “Senjata yang paling ampuh bukanlah senjata yang paling canggih dan besar tapi senjata yang paling ampuh adalah Pesatuan dan Kesatuan”. Pungkas Gus Ipung.
    (Anwar-sorban)