




berita yang mengulas tentang aspek-aspek sosial dalam masyarakat, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial, keadilan, hak asasi manusia, kesetaraan gender, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pekerjaan, lingkungan hidup, dan permasalahan sosial lainnya

Pacet Cyberaswaja.online- Hari ini senin 23 Desember 2019 Satsus BAGANA PAC GP ANSOR pacet melaksanakan giat sosial bareng dengan relawan LPBI NU dan welirang community . Membuat pengaman di jalur PACET-CANGAR.
Yang bertujuan untuk meminimalisir keadaan korban akibat kecelakaan di jalur tikungan maut PACET -CANGAR.
“Diharapkan pada pengendara yang dari arah Batu Malang yang melewati jalur Sendi desa pacet kecamatan pacet untuk lebih berhati-hati dan jangan melebihi beban kendaraan” kata Sahabat Kasiyanto selaku Kepala Satuan Khusus Banser Tanggap Bencana (BAGANA) Satkorcab Banser Kabupaten Mojokerto. (red. infokom ansor banser nu mojokerto)




wp.sorbansantri.com – Kegiatan baksos dlm giat ngaji bareng kader NU MOJOSARI yg diadakan setiap selasa ini bertujuan untuk menyehatkan warga sekitar, agar masyarakat bisa ibadah dgn istighomah dlm baksos ada beberapa pengobatan dan antusias masyarakat sangat tinggi
“Alhamdulillah, melihat antusiasme peserta dan kebahagiaan para kiai muda dan sepuh tadi. Inii bisa dikatakan sukses besar,” ungkap Ketua kader Gus mad seusai acara. Dan malamnya dilanjut rutinan ngaji
Kegiatan baksos dlm giat ngaji bareng kader NU MOJOSARI yg diadakan setiap selasa ini bertujuan untuk menyehatkan warga sekitar, agar masyarakat bisa ibadah dgn istighomah dlm baksos ada beberapa pengobatan dan antusias masyarakat sangat tinggi
Yang menarik di balik kesuksesan agenda tersebut, ada satu eksponen yang biasanya jarang terkespos, yaitu Barisan Ansor Serbaguna Husada atau Banser Husada (BASADA).
“Alhamdulillah, melihat antusiasme peserta dan kebahagiaan para kiai muda dan sepuh tadi. Inii bisa dikatakan sukses besar,” ungkap Ketua kader Gus mad seusai acara. Dan malamnya dilanjut rutinan ngaji
“Basada adalah Satuan Khusus dalam Banser yang membidangi tentang kesehatan dan pengobatan alternatif,” ujar Sahabat Taufiqurohman abg ketua PAC MOJOSARI
Sahabat Taufiqurohman menuturkan, Basada akan selalu hadir di setiap kegiatan-kegiatan NU. Termasuk di kegiatan ngaji bareng kader NU yang diselenggarakan Oleh kader2 NU Mojosari
“Kami anggota Basada berkomitmen memegang amanah dari pimpinan agar selalu siap sedia untuk hadir berbakti sosial di setiap kegiatan-kegiatan warga nahdliyyindan masyarakat secara umum,” imbuhnya.
Keberadaan Basada sangat bisa dirasakan kebermanfaatannya di tengah kegiatan tersebut Ansor Mojosari . Sebagaimana pengakuan bunda Linda dan bunda erma basada dr gresik yg jauh2 datang padahal baksosnya cima 2 jam. Dan dr pengakuan pasien pak slamet jotangan Mojosari yang sempat merasakan terapi di Pos Basada.
“Saya kurang enak badan hari ini kemudian saya periksakan ke pos Basada. Selain diberi masker, saya juga diterapi, dan alhamdulilah badan sehat kembali,” tutur pak Slamet
Sahabat Qarib Muchsan, Waka Satsus Basada Satkorcab Banser Trenggalek, saat memeriksa salah seorang Banser yang bertugas mengamankan pelaksanaan PKL GP Ansor Trenggalek.Selain Sahabat Samsudin, juga terlihat banyak sahabat baik dari GP Ansor maupun Banser yang mendatangi Pos Basada PKL GP Ansor Trenggalek kemarin untuk mendapatkan layanan kesehatan atau terapi.
“Awalnya saya mengeluh pusing dan meminta pijat di kepala kepada seorang Basada, tapi malah dipijat terapi seluruh tubuh. Pijatannya sangat enak. Dan dlm baksos juga ada becam yg sangat diminati masyarakat
BASADA adalah satuan khusus Banser yang mengemban tugas bantuan kemanusiaan di bidang kedokteran, kesehatan, dan norma hidup sehat bagi masyarakat khususnya di lingkungan Nahdlatul Ulama, GP Ansor, dan masyarakat. BASADA dibentuk di tingkat pusat hingga Anak Cabang. Di setiap kegiatan GP Ansor dan Banser, juga kegiatan ke-NU-an, BASADA hadir sebagai tim kesehatan. (paryanto sorban)


wp.sorbansantri.com – Teroris adalah sebuah kebodohan karena para pelaku taat dengan kejahatan manusia dan nafsunya untuk membunuh sesama, artinya tidak cerdas dalam memahami hal yang berbahaya bagi dirinya. dan pantaslah ternisbat menjadi bodoh. dan jika ini terjadi pada anak kita lalu bagaimana ajaran Islam ? resapi pernyataan kunci dibawah:
ومن ترك ولده جاهلا كان كل ذنب عمله عليه
“Dan barang siapa membiarkan anak dalam keadaan bodoh, maka semua perbuatan dosa yang dilakukan anak, ikut ditanggung oleh orangtuanya.’”
Anak anak kecil yang seharusya memandang masa depannya menjadi panorama indah, ternyata hanya dihadapkan dan di doktrinasi kata darah. otaknya dibonsai menjadi kerdil dan dicekoi kata bunuh dengan pekikan takbir. seperti meneguk bir dengan suara dan urat membesar leher dan mulut bergetar serta otot leher dan mulut melebar.
Bagaimana bisa bangsa indonesia ini menjadi nyaman, kalau teriakan teriakan generasinya seperti kelompok bar dengan slogan slogan membakar dengan tangan tangan seperti mencakar kerukunan dan mengoyak kedamaian lalu dengan sesama anak negeri membenci dan menampar dengan dalih ayat ayat suci dicemarkan.
Anda anda sekalian tahu mengapa fenomena gelagat radikalis terorist ini terlihat mengejawantah pada aksi dan reaksi sebagian anak Indonesia? yah karena ada pendoktrin dan pengarah pembimbingan yang menyuplai nutrisi otaknya dengan sejuta doktrinasi kebencian mengajari mudah mengkafirkan melawan pemerintah pemimpin dan dengan tega membunuh walaupun sesama ummat Islam. melalui mindset jihad dan jahatnya
Lalu siapa yang mendoktrinasi anak anak kecil akar generasi kita ini menjadi buas ? tidak lain yang menjadi pion pion yang mempengaruhi alur suci fikiran sang anak menjadi keruh kotor dan beringas, hingga terasa hawa darahnya menjadi bergolak dan panas adalah para ustad ustad liar radikal dimimbar bebas yang memang terbina dan membina dan nemoengaruhi pemahaman dan jiwa ansk kita menjadi ekstrim dsn radikal.
Mereka adalah eksodan gelap timur tengah yang membangun konspirasi gerakan gerakan HTI ISIS Ikhwanul Muslim yang bermasalah di Negaranya. Di sisi lain sebagian sempalan Wahabi dengan paham puritanisme ekstrim kanan, salafi Wahabi dengan gerakan Islam garis keras juga mencoba mencoba menjelma menjadi ormas penggerak demo melawan Negara dan juga menjadi bagian dari menebarkan paham bunuh dan penghalalan jihad yang terinspirasi dan terimplementasi dari ayat perang maupun ayat pedang yang sering kali dipahami mereka.
Dalam hal ini saya mengajak anda sekalian berfikir kembali memapah ke generasi menuju bimbingan dan pendidikan pemahaman Islam yang benar Islam wasatiyah moderat tentunya rahmatal lilalamin. yakni mengikuti pemahaman para Masyayih Ulama safasshalihin dengan mengedepankan dakwah bijak lemah lembut dengan konsep Tasamuh tawasuth tawazun dan itidal menghargai perbedaan pandangan membangun kebhenekaan dan menyelamatkan bangsa.
Alhasil jika generasi kita telah berbeda pemahaman dengan kita bahkan menjadi keras berfikir ekstrim bengis, ia tidak segan segan melawan kita menggorok leher kita sendiri atas nama jihad dan kita hanya menangis kerena penyesalan yang menumpuk pada memory perasaan kita. maka mulai hari ini jauhkan mereka dari provokasi dan agitasi kebencian dari siappun dan dari pihak manapun baik dari alam maya google YouTube dan sejenisnya maupun nyata karena jika sudah terindikasi itu maka tidak mudah di renovasi kembali karena kebengisan doktrin anak kita telah mendarah mendaging dalam persada kehidupanya sulit diterapy kembali dan kita benar benar telah berdosa. Naudzu Billah.(Abdulloh Faizin)