Kategori: Sosial

berita yang mengulas tentang aspek-aspek sosial dalam masyarakat, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial, keadilan, hak asasi manusia, kesetaraan gender, pendidikan, kesehatan, kemiskinan, pekerjaan, lingkungan hidup, dan permasalahan sosial lainnya

  • NU GARIS LURUS MENCERMINKAN SIAPA DI BELAKANGNYA

    NU GARIS LURUS MENCERMINKAN SIAPA DI BELAKANGNYA

    RIJALUL ASWAJA NU-Entah atas usul dan restu siapa NUGL didirkan, apakah hanya sebatas inisiatif segelintir tokoh pendiri dan pengurusnya yang tak lebih dari 10 orang itu? Bukankah mereka pernah mengenyam pendidikan pesantren? Bukankah Kyainya di Pesantren adalah Tokoh yang terhormat di NU?

    Maka tak berlebihan jika mereka disebut sekawanan propagandis tak beradab, dengan berani merongrong NU yang didirikan oleh Tokoh yang dikenal kewaliannya. Dan tentu sanad ilmu para pendiri NUGL tersebut adalah ke Kyai yang memiliki darah keNUan yang kental. Secara tak langsung mereka telah mencoreng nama baik kiyai dan pesantrennya. Istilah ‘Garis Lurus’ cermin kesombongan yang seolah olah mereka adalah yang paling benar. Namun faktanya idiom garis lurus ternyata sebanding dengan perilaku dan tindak tanduk mereka selama ini yang menabrak norma-norma yang dijunjung tinggi di dunia pesantren, dunianya kaum Nahdliyin. Semua yang dianggapnya bengkong dihantam tanpa kromo alias tanpa adab, Baru-baru ini Pesantren yang disegani seperti Lirboyo tak luput dari hantaman ‘kawanan garis lurus’.

    Sekalipun sudah minta maaf melalui akun yang sama, tetap saja residu negatifnya tak begitu saja lenyap, karena apa yang sedang mereka perankan adalah cermin kebencian membuncah para tokohnya, entah karena sakit hati atau kah iri tapi realitasnya mereka adalah sengkuni tak terbantahkan. Jika tokoh-tokoh NUGL tersebut menjunjung tinggi adab dan keilmuan, maka sudah tentu mereka berani diajak duduk bersama, bukan malah koar-koar ke sana kemari bagai anak kecil yang bodoh. Akhirnya jadilah komplotan liar bagai anak jalanan yang menyebarkan provokasi dan propaganda kurang ajar sebagai penghujat tanpa adab. Bukan kelompok pendebat dialogis yang mampu mengisi ruang ilmiyah yang menjadi warna pesantren sebagai adat maupun istiadat. NUGL terus menggiring kata di dunia maya mengubahnya seakan sepertinya fakta.

    Menggunakan karya mbah Hasyim Asyari sebagai amunisinya. Dan yang paling miris merubah dari informasi bias menjadi justifikasi tanpa konfirmasi kepada pihak yang dihakimi. Korbannya banyak dari para santri yang tak terlalu cerdas dengan keadaan dan rute perpolitikan kemaslahatan dan ghirah perjuangan NU. Setelah jadi korban mereka beramai rami ngeshare dan fitnahan tanpa pertimbangan dan perhitungan. Lihatlah bahaya setelah kreatifitas nakalnya pemotongan video itu apa yang dilakukan? tak ada tabyin dan klarifikasi.

    #HWMI #INFOKOMBANSERNU

  • Rapat persiapan DTD PAC GP Ansor Kecamatan Jatirejo

    Rapat persiapan DTD PAC GP Ansor Kecamatan Jatirejo

    Rapat Koordinasi Panitia DTD PAC GP Ansor Jatirejo bersama jajaran Instruktur PC GP Ansor Kabupatem Mojokerto yang akan dilaksanakan pada hari Jum’at sampai Minggu tanggal 20,22,23 Desember 2019 di Yayasan MI Sunan Ampel Desa Sumberagung Kecamatan Jatirejo Kabupaten Mojokerto.

  • PRAMUKA MA GONDANG Tanam 1000 bibit Pohon

    PRAMUKA MA GONDANG Tanam 1000 bibit Pohon

    Cyberaswaja.online. Gondang, MA GONDANG mengikuti nanam 1000 bibit pohon yang diadakan PC NU Kab.Mojokerto. (15/12)”Pengorbanan tdak akan menghianati hasil”PRAMUKA MA GONDANG “AMBALAN HASYIM ASY’ARI HANNA ASY’ARI GUDEP 14.77 -14.78 MA MIFTAHUL ULUM GONDANG” @ Bukit Semar Gondang. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2680441602024594&id=100001763423482

    SORBANSANTRI.COM
  • RS Kamar Medika Mojokerto Berikan Pengobatan Gratis Seumur Hidup Untuk Keluarga Riyanto

    RS Kamar Medika Mojokerto Berikan Pengobatan Gratis Seumur Hidup Untuk Keluarga Riyanto

    Suara Jatim Post – Sebagai bentuk apresiasi, Rambo Garudo, selaku Direktur RS Kamar Medika, yang juga Bendahara GP Ansor Kota Mojokerto, memberikan tali asih berupa Berobat Gratis seumur hidup bagi keluarga mendiang Riyanto. Sabtu (19/12).

    Hal itu diserahkan saat pelaksanaan Haul Akbar Riyanto ke -19 didampingi Walikota beserta Forkompinda Kota Mojokerto.

    RS Kamar Medika akan membantu memberikan pelayanan kesehatan kedua orang tua riyanto sesuai dengan standar RS. Meliputi rawat inap juga rawat jalan, karena usia kedua orang tua riyanto yang tidak lagi muda, tentu akan membutuhkan perhatian khususnya dalam hal kesehatan,”kata dr Rambo Garudo ketika dimintai keterangan oleh kontributor www.suarajatimpost.com

    Ia melanjutkan, pihaknya telah datang ke rumah mendiang Riyanto dan banyak diskusi dengan keluarga.

    Penyakit yang umum diderita pada orang tua biasanya darah tinggi, diabetes/kencing manis, linu sendi, dll. Walaupun kita semua berharap kesehatan kedua orang tua Riyanto ini terus membaik sampai nanti, tidak ada salahnya kita mempersiapkan hal hal yg tidak kita duga,”tambahnya.

    Seperti diketahui, Riyanto merupakan anggota Banser yang Wafat mengorbankan dirinya dalam menyelamatkan jemaah Gereja Sidang Jemaat Pantekosta di Indonesia (GSJPDI) 19 tahun silam.

  • BANSER PASANG BADAN

    BANSER PASANG BADAN

    Cyberaswaja.online. Mojokerto, Biro Infokom kabupaten Mojokerto melanjutkan edukasi kepada kader kader muda berkaitan dengan media sosial.Kali ini bagaimana memanfaatkan media sosial yang baik untuk perjuangan dan sekaligus ibadah (13/12).Kegiatan yang berlangsung santai namun serius, diikuti oleh beberapa perwakilan Banser Se Kabupaten Mojokerto. Bertepatan di Desa Gading, Kecamatan Jatirejo.SORBANSANTRI.COM“Pelatihan bulanan Infokom berkaitan dengan cyber di dunia Maya, Banser melalui Biro Infokom mari bersama sama aktif di media sosial” tegas Sahabat Farid selaku Ketua PAC GP Ansor Jatirejo.(WakGenk/Infokom)

  • Sowan dan Mencium Tangan Kiai

    Sowan dan Mencium Tangan Kiai

    Sowan adalah tradisi santri berkunjung kepada kyai dengan harapan mendapatkan petunjuk atas sebuah permasalahan yang diajukannya, atau mengharapkan doa dari kyai atau sekedar bertatap muka silaturrhim saja. Seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah saw bahwa bersilaturrahim dapat menjadikan umur dan rezeki bertambah panjang. Sowan dapat dilakukan oleh santri secara individu atau bersama-sama. Bisanya seorang kiai akan menerima para tamu dengan lapang dada. Bagi wali santri yang hendak menitipkan anaknya di pesantren, sowan kepada kiai sangat penting. Karena dalam kesempatan ini ia akan memasrahkan anaknya untuk dididik di pesantren oleh sang kiai . Begitu pula dengan calon santri, inilah kali pertama ia melihat wajah kiainya yang akan menjadi panutan sepanjang hidupnya. Sowan tidak hanya dilakukan oleh santri yang masih belajar di pesantren. Banyak santri yang telah hidup bermasyarakat dan berkeluarga mengunjungi kiainya hanya sekedar ingin bersalaman semata. Atau sengaja datang membawa permasalahan yang hendak ditanyakan kepada kiai tentang berbagai masalah yang dihadapinya.
    Hal ini menjadikan bahwa hubungan kiai santri tidak pernah mengenal kata putus. Kiai tetap menjadi guru dan santri tetap menjadi murid. Dalam dunia pesantren istilah alumni hanya menunjuk pada batasan waktu formal belaka, dimana seorang santri pernah belajar di sebuah pesantren tertentu. Tidak termasuk di dalamnya hubungan guru-murid. Meskipun telah manjadi alumni pesantren A, seseorang akan tetap menjadi santri atau murid kiai A. Di beberapa daerah tradisi sowan memiliki momentumnya ketika Idul Fitri tiba. Biasanya, seorang kiai sengaja mempersiapkan diri menerima banyak tamu yang sowan kepadanya. Mereka yang sowan tidaklah sebatas para santri yang pernah berguru kepadanya, namun juga masyarakat, tetangga dan bahkan para pejabat tidak pernah berguru langsung kepadanya. Mereka datang dengan harapan mendapatkan berkah dari kealiman seorang kiai . Karena barang siapa bergaul dengan penjual minyak wangi, pasti akan tertular semerbaknya bau wangi. Pada bulan Syawal seperti ini, sowan kepada kiai merupakan sesuatu yang utama bagi kalangan santri. Hampir sama pentingnya dengan mudik untuk berjumpa keluarga dan kedua orang tua. Pantas saja, karena kiai bagi santri adalah guru sekaligus berlaku sebagai orang tua. Oleh karena itu sering kali mereka yang kembali pulang dari perantauan menjadikan sowan kepada kiai sebagai alasan penting mudik di hari lebaran. Bagi santri yang telah jauh berkelana mengarungi kehidupan, kembali ke pesantren dan mencium tangan kiai merupakan ‘isi ulang energi’ recharger untuk menghadapi perjalanan hidup ke depan. Seolah setelah mencium tangan kiai dan bermuwajjahah dengannya semua permasalahan di depan pasti akan teratasi. Semua itu berlaku berkat doa orang tua dan kiai . Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan Imam Nawawi sebagai mana dinukil oleh Ibn Hajar al-Asqolani dalam Fathul Bari قالَ الاِمَامْ النَّوَاوِيْ : تقبِيْلُ يَدِ الرَّجُلِ ِلزُهْدِهِ وَصَلاَحِهِ وَعِلْمِهِ اَوْ شرَفِهِ اَوْ نَحْوِ ذالِكَ مِنَ اْلاُمُوْرِ الدِّيْنِيَّةِ لاَ يُكْرَهُ بَل يُسْتَحَبُّ.

    Artinya : Imam Nawawi berkata : mencium tangan seseorang karena zuhudnya, kebaikannya, ilmunya, atau karena kedudukannya dalam agama adalah perbuatan yang tidak dimakruhkan, bahkan hal yang demikian itu disunahkan. Demikianlah tradisi sowan ini berlangsung hingga sekarang. Para santri meyakini benar bahwa seorang kiai yang alim dan zuhud jauh lebih dekat kepada Allah swt dibandingkan manusia pada umumnya. Karena itulah para santri sangat mengharapkan do’a dari para kyai. Karena doa itu niilainya lebih dari segudang harta. Inilah yang oleh orang awam banyak diistilahkan dengan tabarrukan, mengharapkan berkah dari do’a kyai yang mustajab karena kezuhudannya, kewiraiannya dan kealimannya. Dengan demikian optimisme dalam menghadapi kehidupan dengan berbagai macam permasalahannya merupakan nilai positif yang tersimpan di balik tradisi sowan. Sowan model inilah yang dianjurkan oleh Rasulullah saw أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (H.R. Bukhari-Muslim). عَنْ أَبِي أَيُّوبَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ قَالَ مَا لَهُ مَا لَهُ وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرَبٌ مَا لَهُ تَعْبُدُ اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ ” .رواه البخاري .

    Dari Abu Ayyub Al-Anshori r.a bahwa ada seorang berkata kepada Nabi saw., “Beritahukanlah kepadaku tentang satu amalan yang memasukkan aku ke surga. Seseorang berkata, “Ada apa dia? Ada apa dia?” Rasulullah saw. Berkata, “Apakah dia ada keperluan? Beribadahlah kamu kepada Allah jangan kamu menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, tegakkan shalat, tunaikan zakat, dan bersilaturahimlah.” (Bukhari). Artinya hanya silaturrahim yang bernilai positiflah yang akan diganjar oleh Allah sebagaimana dijanjikan Rasulullah dalam kedua haditsnya. Bukan silaturrahim yang bernilai negatif yaitu silaturrahim yang melanggar aturan syariat Islam.
    Sumber: islam NU

  • Mengaku Saya Emosi! dan meminta maaf itu yang dikatakan pria kafir-kafirkan anggota banser

    Mengaku Saya Emosi! dan meminta maaf itu yang dikatakan pria kafir-kafirkan anggota banser

    Infokom Banser NU-Pria yang mengkafir-kafirkan dua anggota Banser berinisial H menyesal atas perbuatannya. Ia mengaku tak bisa menahan emosinya saat itu. Kini ia hanya bisa menyesali usai ditangkap polisi.ADVERTISEMENT“Saya menyesali atas perbuatan tersebut karena faktor keadaan emosi,” ucap pelaku di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Kamis (12/12).Dalam kesempatan itu, pelaku juga menuturkan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya dua anggota Banser yang ia persekusi dengan sebutan kafir. “Permintaan maaf saya terutama kepada masyarakat dan juga NU para ulama mohon maaf, dan saudara-saudara Banser dan GP Ansor,” kata dia.

    Sementara itu di lokasi yang sama, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Bastoni Purnama, mengatakan pelaku ditangkap di sebuah padepokan di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat sekitar pukul 15.00 WIB pada Kamis (12/12).Bastoni menyebut, di tempat itu pelaku menyesali perbuatannya dan bertaubat serta menenangkan diri.“Dia di sana taubat dan menengankan diri,” kata Bastoni.

    Kasus persekusi anggota Banser
    Jumpa pers kasus persekusi anggota Banser di Mapolres Metro Jakarta Selatan. Foto: Raga Imam/kumparan

    Dalam penangkapan itu polisi turut mengamankan sebuah ponsel seluler milik pelaku yang dijadikan untuk merekam aksi persekusi itu.ADVERTISEMENTKasus persekusi itu terjadi pada Selasa (10/12) di wilayah Pondok Pinang, Jakarta Selatan. H mengkafir-kafirkan dua anggota Banser bernama Wildan dan Eko. Keduanya merupakan anggota provost Banser Kota Depok. Saat itu, Wildan dan Eko dalam perjalanan menuju Ciledug. Di sana ada pengajian yang dihadiri salah satu ulama Nahdlatul Ulama (NU), Gus Muwafiq.

    Sumber : Kumparan

  • akun fb atas nama Aris Arisyiu Putra telah  Menghina Ansor Banser dengan kata-kata kotor

    akun fb atas nama Aris Arisyiu Putra telah Menghina Ansor Banser dengan kata-kata kotor

    Infokom Ansor Banser – Sebuah akun dengan nama Aris Arisyiu Putra => https://www.facebook.com/aris.arisyiuputra telah melecehkan Ansor Banser dengan kata-kata kotor, yang diduga telah melanggar Pasal 45A ayat 2, pasal ini mengatur soal sebaran informasi yang bernada kebencian pada individu atau kelompok tertentu berdasarkan SARA. Pasal ini berbunyi:

    Setiap orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

    SORBANSANTRI.COM
    Ujaran Kebencian oleh pengguna Facebook

    akun tersebut benar-benar menantang dengan kata-kata Choirul Anwar,kcm,grobokan,masuk dari pertigaan gendingan desa boloh 100 mtr lewat rel sepur,OKE bos banser?

    Diharapkan kepada seluruh Ansor Banser untuk segera klarifikasi dan tanggap dengan kejadian tersebut.

    Record data sudah sebagian kami simpan. Beberapa cuplikan ujaran kebencian dapat dilihat di Fans Page Infokom Ansor Banser

  • PENGOBATAN GRATIS DAN RUQYAH

    PENGOBATAN GRATIS DAN RUQYAH

    GRAHA NU MWCNU PACET Rabu 11 Desember 2019 tidak terlihat seperti biasanya sangat ramai dan banyak orang, karena hari ini ada kegiatan Pengobatan gratis dan Ruqyah masal yang di laksanakan oleh MWCNU PACET melalui lembaganya NU CARE-LAZISNU.NU CARE-LAZISNU Pacet ini melaksanakan fungsi sosialnya untuk warga Lansia dan Dhuafa yang selama ini tidak mampu berobat. Kegiatan ini di dukung oleh semua Ranting NU, Banom dan semua Lembaga-lembaga yang ada di MWCNU Pacet.Peserta dari kegiatan ini adalah warga NU Lansia dan Dhuafa yg ada di masing-masing ranting NU, tiap-tiaap Ranting mengirimkan 6 orang peserta, total peserta yang tertangani adalah 120 org karena MWCNU Pacet terdiri dari 20 Ranting.Tim Medis yg hadir adalah dari Rumah Sehat BAZNAS Kabupaten Mojokerto dan Tim RUQYAH KYAI MOJO dari PCNU Kabupaten Mojokerto.Untuk pelaksanaan kegiatan tersebut terutama keamanan dan perlengkapan di Back Up langsung oleh PAC GP ANSOR PACET beserta BANSER nya, Banser yg hadir dalam pengamanan ini sekitar 20 Personil.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

  • BANSER TANAM POHON

    BANSER TANAM POHON

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, Cyber Aswaja.online Gerakan Pemuda Ansor Pimpinan Anak Cabang Gondang Mengikuti Agenda menanam sebanyak 200 pohon jenis beringin, Pinus dan Akasiya. Bersama Pemerintahan dan Karangtaruna Desa Ngembat, beserta Para Relawan Pecinta Alam. Mereka menempatkan pohon yang dibawah oleh Pemerintahan Desa Ngembat itu di Sepanjang Lereng Gunung Buthok Dusun Blentreng Desa Ngembat Kecamatan Gondang, Mojokerto, Ahad (8/12).

    SORBANSANTRI.COMPenanaman pohon dilakukan guna Menghijaukan kembali lahan kritis dan lahan bekas kebakaran hutan. Meminalisir terjadinya Longsor serta melakukan upaya aset Masyarakat untuk Generasi Penerus.
    Pengurus GP Ansor Kecamatan Gondang, Menugaskan Satuan Kordinasi Rayon Banser nya untuk ikut dalam kegiatan tersebut. Bibit pohon yang dberikan Perangkat Desa dan Karangtaruna tersebut sebanyak 400 pohon, yang akan ditanam. “Diberikan 400 pohon bibit, namun yang ditanam 200 pohon, sisanya nanti setelah musim hujan 200 pohon tersebut akan kembali ditanam,” kata Satkorkel Banser sahabat Sanusi.

    Dipilihnya kegiatan tersebut, merupakan bentuk Salah satu Kecintaan Banser Terhadap alam semesta ini, kegiatan yang di mulai pukul 07:00-11:00 WIB, mendapatkan respon yang positif dan Harapan masyarakat semoga generasi Penerus bisa memelihara dan selalu menjaganya.

    (WakGenk/Infokom)