Infokom NU Mojokerto : “Ansor NU adalah organisasi Keramat,jadi jangan main2 dan dibuat mainan ANSOR NU” itu adalah sebagian kutipan sambutan dari Sekertaris PC GP ANSOR Kab.Mojokerto Sahabat YUNUS. lanjutnya lagi dalam sambutan.”Jangan khawatir dan jangan ragu Sahabat2 dalam ber-ANSOR, IngsaALLOH kehidupan kita dan semua keluarga kita nanti terjamin di dunia maupun di akhirat.
Kebersaan PC dan PAC
Sambutan Sekertaris PC dalam acara TURBA PC GP ANSOR Kab.Mojokerto ke-9 yang ada di PAC GP ANSOR Kec.Mojosari pada hari jum’at,tanggal 21/02/2020,pukul 20.00wib-selesai,bertempat di gedung Graha MWCNU Kec.Mojokerto sangat menyentuh hati dan sangat menginspirasi bagi Sahabat2 di PAC Mojosari.
Dalam TURBA tersebut hadir: Ketua dan Sekertaris PC,Kasatkorcab Banser dan Ketua Rijalul Ansor Kabupaten Mojokerto.jhga hadir dari Banom NU yaitu adek2 IPNU dan IPPNU Kec.Mojosari.
Dari kiri ke kanan Sahabat;Luqman Hakim’RA’,Yunus’Sekertaris’,Gus Ali’Ketua PC’,H.M Yunus Kastkorcab Banser
Merkipun acaranya sangat sederhana tapi berjalan sangat meriah,karena di selingi oleh GROUP SHOLAWAT dari adek2 IPNU dan IPPNU Kec.Mojokerto.
Infokom PAC Mojosarii; BANSER PAC GP ANSOR Kec.Mojosari mempunyai agenda Rutin tiap bulanya.seperti pada bulan Februari ini. BANSER PAC Mojosari pada hari Minggu tanggal 23 February 2020 pukul 07.00wib-selesai mengadakan agenda Baksos di masyarakat Kedunggempol Kec.Mojosari Kab.Mojokerto.Apel sebelum mulai BaksosDimana dalam Baksos ada 2 agenda,yaitu dari BANSER TANGGAP BENCANA “BAGANA” membersihkan rumput ilalang yang tumbuh subur di sekitaran kali Sadar dan BANSER HUSADA “BASADA” megadakan Baksos berupa pengobatan alternatif di Yayasan LPAY ROUDLOTUL AITAM di desa Kedung Gempol kec.Mojosari.BASADA dan BAGANA bersinergiSelain BANSER “BAGANA dan BASADA” di PAC Kec.Mojosari juga terbentuk BANSER “BALANTAS dan INFOKOM” yang selalu aktif dalam semua kegiatan kegiatan yang ada di wilayah Kec.Mojosari.Antusias dan tanggapan masyarakat yang sangat positif dalam giat Baksos ini. Masyarakat/penduduk sekitar berharap semoga baksos ini sering dilakukan di tiap2 desa/dusun di Kecamatan Mojosari#By.Agung/Irul PAC MojosariAntusiasme masyarakat yg hadir
Sorbansantri.com – “PESAN HABIB LUTHFI BIN YAHYA KEPADA ORANG YANG MENGANGGAP SEBELAH MATA BAHKAN TIDAK MENGANGGAP SAYYID DARI MARGA ADZMAT KHAN”
[ KETURUNAN WALI SONGO ]
“Saya sering menyaksikan, bahwa para habaib yang baru datang dari Hadramaut Yaman, jauh sesudah para wali -9 wafat, mereka petentang petenteng, ngandalke marga mereka.”
“Kalian itu siapa..?”
“Apa jasa kalian di bumi Jawa ini..?”
“Leluhur kalian (para Habaib/sayyid), datang dari Hadramaut ke Negeri ini, itu Jawa sudah banyak Islamnya, dan saat itu islam di Jawa sudah ada sejak ratusan tahun lamanya.”
“Islam di Nusantara ini, berkah para wali Allah, keturunan Rosulullah dari marga Adzmat Khan.”
“Artinya, kalian cuma nompo kepenak, tompo resik, tanpa susah payah, dakwah tinggal melanjutkan saja, karena susah dibukakan pintu dan jalan oleh Wali 9 Adzmat Khan, untuk kalian lewati.”
“Untuk itu saya sangat bersedih jika, diantara kalian malah mencaci maki keturunan Wali 9 itu, apalagi sampai menganggap mereka itu bukan Dzuriyat Rosulullah.”
“Kalian disini, cuma nggandul berkahe Wali 9 dan keturunan mereka.”
“Jadi pesan saya kalian para Habaib/Sayyid dari Hadramaut, termasuk saya sendiri, jangan Adi Gang, Adi Gung, Adi Guno, ditanah yang bukan leluhur kita yang membangun.”
“Kita wajib khidmah, ta’dhim, ngrungkebi, terhadap seluruh keturunan Wali 9 itu.”
“Dan mereka masih saudara tua kita, mereka bersatu dalam marga Al Adzmat Khan, yang tersebar membaur dengan masyarakat asli negeri ini, bahkan Adzmat Khan banyak yang bersembunyi.”
“Berhati hatilah dalam bergaul bersama mereka, karena sekali lagi mereka saudara yang lebih tua dari kita.”
“Dan leluhur mereka lebih dahulu, membukakan pintu Rohmat Alloh di Tanah Nusantara ini, untuk warga asli dan juga untuk kita selaku saudara pendatang.”
“Kita semua, yang bukan Al Adzmat Khan ditanah ini hanyalah Nggandul barokahe Wali 9 lan keturunan Wali 9.”
“Kita sangat haram merendahkan mereka, untuk itu kita wajib hormat dan andap ashor kepada mereka.”
“Kalau bicara dengan mereka, gunakanlah unggah ungguh Jawa yang baik dan benar gunakan bahasa kromo inggil khas Jawa.”
“Kiranya itu yang dapat saya pesankan bagi kalian semua yang hadir disini.”
“Semoga bermanfaat dan kalian tancapkan dalam dalam ke sanubari kalian, serta mengamalkanya dikehidupan kalian.” Ardi-Anwar Sorban
.
سافر الحبيب احمد بن محمد بلفقيه رضي الله عنه الى جاوة ((سرباية)) ومكث بها بقية حياته وتوفي بـ سرباية.
وعند وفاته رأى الحبيب عبدالقادر صاحب خيلة -اي ابن اخت الحبيب احمد بن محمد بلفقيه- وكان بتريم، أن السلف في البرزخ كانوا على غاية من الانتظار لاستقبال احد الوافدين اليهم، فسألهم، فقالوا: ان الفقيه والسلف منتظرين احد ابنائهم توفي في سرباية..
ثم رأى كأنهم جاؤا بالميت الى زنبل ودفن امام قبر الفقيه المقدم، فانتبه الرائي وانتظر خبرا من جاوة عن موت احد العلويين،
فكان الأمر كما ذكر حيث وصل اليهم خبر وفاة الحبيب احمد بن محمد بلفقيه، وكانت الرؤيا موافقة ليوم وفاته.
وقيل ايضا، إنه لما توفي ودفن في المقبرة طمس القبر عن الأنظار ولم يقفوا عليه، فاغتم لذلك ولده عبدالقادر، فلما كان في النام رأى والده يقول له: لا تبحث عني، فإني قد نقلت الى زنبل.
Al Habib Ahmad Bin Muhammad Bilfagih Ra menempuh perjalanan hijrah nya menuju pulau jawa, tepat nya di kota Surabaya, dan di sisa umur beliau, beliau menetap di kota surabaya hingga wafat di surabaya.
dan Ketika wafatnya habib ahmad bin muhammad bil fagih , maka al Habib Abdul Qadir Shohib Cheilah Ra (Keponakan Al Habib Ahmad Bin Muhammad Bilfagih Ra) yang mana ia berada di Kota Tarim beliau bermimpi bahwasanya para salaf (Salaf Saadah Al Ba’Alawi) di alam barzakh mereka sedang keadaan benar2 menunggu kedatangan salah satu pendatang kepada mereka.
Maka Al Habib Abdul Qadir Shohib Cheilah Ra menanyakan kepada mereka tentang hal itu.
maka Mereka mengatakan; Sesungguh nya Sayyidina Al fagih Al mugaddam Ra dan para Salaf Al Ba’Alawi mereka sedang menunggu kedatangan salah satu anak cucu mereka yang wafat di surabaya.
Kemudian Al Habib Abdul Qadir Shohib Cheilah Ra melihat seakan2 mereka (para Salaf) datang dengan membawa jenazah menuju ke pemakaman Zanbal Tarim dan di kebumikan di depan Makam Sayyidina Al fagih Al mugaddam Ra.
Lalu Al Habib Abdul Qadir Shohib Cheilah Ra terbangun dari tidurnya. maka beliau menunggu kabar salah satu seorang Sadah Alawiyyin yang wafat di jawa.
Maka mimpi tersebut pun menjadi kenyataan.
Yaitu dimana sampailah kepada mereka kabar wafatnya Al Habib Ahmad Bin Muhammad Bilfagih Ra, dan mimpi yang beliau alami persis bersamaan dengan hari wafatnya habib ahmad bin muhammad bilfagih di surabaya.
Dan juga di riwayatkan; Ketika Al Habib Ahmad Bin Muhammad Bilfagih Ra wafat dan di kebumikan di kuburan, makam beliau menghilang dari pandangan orang2, mereka tidak mengetahui / mendapati nya.
Maka putra beliau yang bernama Al Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Bilfagih Ra merasa sedih akan kejadian tersebut. maka ketika Al Habib Abdul Qadir Bin Ahmad Bilfagih Ra tidur, beliau melihat Ayahanda nya di dalam mimpi berkata pada beliau:
“Jangan cari aku, karena sesungguhnya aku telah di pindahkan ke pemakaman Zanbal..!”
( لوامع النور للحبيب أبوبكر ألعدني بن على ألمشهور ج٢ ص ١٠٦ ) (red.abi)
InfokomBanserNU- Para pengurus PAC Pagar Nusa se-Kota Bandung melakukan Konfercab di gedung PAC Jalan Sancang nomor 8 Bandung, Minggu, 23/2/2020.
Suatu kehormatan dalam Konfercab tersebut dihadiri Ketua DPP Pagar Nusa Pusat, H. Edy Junaedi, DPW Pagar Nusa Jawa Barat, Haji Asep Saeful Millah, para pengurus dan PAC Pagar serta para pendekar Nusa se-Kota Bandung serta memenuhi kourum dimana 22 pengurus PAC yang hadir dari 30 PAC yang ada di Kota Bandung.
Konfercab ini diadakan untuk menentukan ketua PC dan pengurus baru PC Pagar Nusa Kota Bandung.
Seperti biasa Konfercab dengan susunan round down acara yang dimulai dengan pembukaan, doa, lagu Kebangsaan Indonesia Raya, sambutan-sambutan, pemilihan ketua baru PC Pagar Nusa Kota Bandung, pidato ketua PC terpilih, Kepengurusan dan ditutup doa.
“Alhamdulillah yang hadir sudah memenuhi kourum terlaksananya Konfercab dari 30 PAC se-Kota Bandung yang hadir melebihi 50 persen yaitu 22 PAC yang hadir” ungkap H. Edy Junaedi.
“Siapapun yang jadi ketua dan pengurus baru yang terpilih adalah kesepakatan bersama dan harus didukung bersama dan tetap solid dan kompak, semoga Pagar Nusa Kota Bandung lebih baik dan maju lagi dalam memperjuangkan para ulama serta budaya kita yaitu pencak silat” tambah H. Edy.
Apresiasi terpilihnya H. Erwin SE datang dari ketua PW Pagar Nusa Jawa Barat, H. Asep Saeful Millah mengatakan bahwa harapan besar terpilihnya H. Erwin SE secara aklamasi menunjukan adanya kekompakan yang luar biasa mempercayakan satu yang semuanya pengurus PAC Pagar Nusa se-Kota Bandung memilih H. Erwin SE.
“Semoga kerja dan kinerja antara ketua PC dan pengurus serta seluruh ranting dan para pendekar dibawahnya semakin kompak, bersinergi, solid secara internal dan semakin sinergiritas bekerja sama dengan pihak terkait lainnya di Kota Bandung” tukas H. Asep Saeful Millah.
H. Erwin SE memaparkan bahwa pada Desember 1985, dibentuklah tim persiapan pendirian pencak silat NU dan tepat pada 3 januari 1986 di pondok pesantren Lirboyo, lahirlah Ikatan Pencak Silat NU PAGAR NUSA. PAGAR NUSA bukan nama sembarangan, tapi diciptakan oleh Kyai besar NU yaitu KH Mujib Ridwan, beliau adalah putra KH Ridwan Abdullah yang menciptakan lambang NAHDLATUL Ulama.
Kita sebagai para pendekar Pagar Nusa, harus mempunyai jati diri Pagar Nusa. Memperkuat ukhuwwah pagar nusa, dengan tidak membedakan aliran dan perguruan silat di Pagar Nusa, tidak membedakan latar belakang sosial dan politik, yang mana kesemuanya itu harus tetap kita jaga keharmonisannya. Ketika kita masuk dan bergabung d pagar nusa baik sebagai pengurus, santri, warga pagar nusa, maka saat itu pula kita tekadkan niat kita untuk mengabdi di Nahdlatul Ulama, mengabdi pada kyai, menjaga NKRI, dan terutama dengan berharap kita diakui menjadi santrinya hadrotusyeh KH Hasyim Asyarie. Resiko yang akan kita hadapi tentu akan sangat besar, kesiapan lahir dan bathin kita harus kita latih mulai sekarang, karena pagar nusa merupakan bentengnya NU dan Bangsa, benteng nya para kyai, penjaga NKRI.
“Saya, selaku ketua PC Pagar Nusa Kota Bandung terpilih tentunya bukan yang terbaik dari kalian, tapi saya akan bersama – sama dengan kalian para pengurus PAC, pengurus ranting, dan seluruh pendekar pagar nusa Kota Bandung untuk merapatkan barisan dalam memperkokoh ukhuwwah wathoniyyah, basyariah, islamiyyah, memperkuat faham ahlisunnah waljamaah annahdiyyah, dan mengembangkan pencak silat NU pagar nusa d Kota Bandung ini” pungkas H Erwin SE pada konferensi pers.(iwnaruna)
InfokomBanserNU- Wacana terkait hubungan antara Muslim dan non-Muslim selalu hangat diperbincangkan. Banyak yang masih alergi saat bertemu kalangan beragama lain. Apalagi hal tersebut diperkuat dengan sejumlah ayat, hadits dan kisah yang menyebutkan bahwa dalam Islam tidak dikenal hubungan lintas agama. “Hubungan Muslim non-Muslim itu asasnya adalah perdamaian, dan bukan peperangan. Islam adalah agama cinta dan kasih sayang,” demikian disampaikan Ustadz Yusuf Suharto, Rabu (11/12).
Pandangan tersebut disampaikan tim peneliti Pengurus Wilayah (PW) Aswaja NU Center Nahdlatul Ulama Jawa Timur ini saat menjadi pembicara pada ‘Seminar Kebangsaan; Islam, Toleransi, dan Konsep Kewarganegaraan’. Kegiatan diselenggarakan Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif (Ikapmam) Denanyar, Jombang di gedung teatrikal Perpustakaan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta. “Kepada non-Muslim saja kita diajarkan oleh Islam untuk bertoleransi dan kasih sayang, apalagi kepada sesama Muslim,” ungkap kandidat doktor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ini.
Bagaimana jika dalam kenyataannya terjadi perbedaan pandangan dan pendapat yang berbeda terkait satu masalah? “Jika ada perbedaan pendapat sesama Muslim, ya berbeda dengan proposional saja. Tidak perlu saling membully. Ya, berbeda ilmiah,” tegasnya. Justru di sinilah kedewasaan dan keluasan pandangan kaum Muslimin dipertaruhkan. Sejauh mana mereka memaknai dan menyikapi perbedaan yang ada. “Inilah toleransi, yaitu menyadari bahwa ada perbedaan, dan kita bertenggang rasa,” terangnya. Ustadz Yusuf Suharto kemudian menceritakan sejumlah kisah yang membenarkan terkait pola hubungan manakala terdapat perbedaan pendapat.
Bahkan Nabi Muhammad juga telah memberikan teladan bagaimana menyikapi perbedaan tersebut. “Rasulullah sendiri diutus untuk membawa ajaran yang lurus dan toleran, yakni buitstu bil hanifiyyah as-samhah,” jelasnya. Di ujung paparannya, dirinya mengutip pendapat almaghfurlah KH Maimoen Zubair, terkait bagaimana menyikapi perbedaan pendapat. “Perbedaan jangan dibesar-besarkan, sehingga kita bisa hidup rukun. Semua persepsi dan polemik harus kita redam.
Jangan marah-marah lalu membuatnya semakin menjadi-jadi. Habluminallah harus dikuatkan dan habluminannas harus selalu dijaga dengan baik. Harus pintar-pintar menyelaraskan,” katanya. Sementara itu pembicara kedua, Ngatiyar, berbicara agar meningkatkan kadar toleransi dari personal menuju toleransi sosial. “Toleransi itu kebalikan alienasi. Dalam toleransi itu kebersamaan dan tak mengasingkan sesama warga negara,” pungkas dosen Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih (STIF) An-Nawawi Banten ini di hadapan peserta seminar. Tampil sebagai moderator Amamur Rohman Hamdani selaku Koordinator Jumat atau Jaringan Ulama Muda Nusantara, Yogyakarta
Sorbansantri.com – Kepedulian Info Seputar Ngoro (ISN) Kec.Ngoro,Kab Mojokerto Untuk meringankan beban warga Ngetos Kab. Nganjuk pasca di terjang banjir bandang dan tanah longsor membuat satu dusun mengalami duka yang mendalam akibat bencana tersebut, sebagian rumah warga hancur rata dengan tanah sehingga membuat 15 Kepala Keluarga kehilangan rumahnya, juga ada yang kehilangan sanak saudara akibat tertimbun longsoran tanah akibat hujan deras yang mengguyur di wilayah tersebut.
Komunitas Facebook Info Seputar Ngoro-Mojokerto yang di ketuai oleh Moh Hasan Bisri menggelar open donasi melalui jejaring sosial untuk mengetuk hati para dermawan.
Menurut rekanita Mey selaku kordinator menerangkan waktu kami wawancara "<em>Alhamdulillah sehari dari open donasi banyak respon dari para dermawan untuk mengirimkan sumbangan ke sekretariat ISN yang berada di desa sedati</em>" lanjutnya lagi dalam keterangannya "<em>ada juga yang berupa sembako, uang tunai, mie instan, perlengkapan bayi dll, uang tunai dari dermawan terkumpul sejumlah 2.400.000 lalu kita belanjakan paket sembako, beras 1 kwintal 25 kg, mie instan 6 dus, telur 1 peti, pampes bayi 5 bal, mie kuning 36 kg, kecap 5 bungkus, kopi sacet 1 dus, minyak goreng 1 dus dll</em>".
Semua perolehan dari donasi diserahkan ke posko 3 bencana di kantor GP ANSOR Kota Nganjuk dan serah terima di saksikan oleh anggota BANSER dan GP ANSOR setempat, karena untuk saat ini akses menuju lokasi bencana masih di tutup untuk umum.
Harapan dari komunitas ISN ini "<em>semoga dengan adanya donasi bisa sedikit meringankan beban hidup mereka yang terdampak musibah, dan mudah mudahan rumah yang mengalami kerusakan segera bisa di perbaiki oleh pemerintah agar aktifitas warga bisa kembali normal seperti semula"</em> (<strong><em>Hasan-sorban</em></strong>)
Banyak orang yang mengaku NU mengira bahwa menjadi NU itu sudah cukup dengan Qunut, Tahlil, Maulidan, Ziarah Kubur dan lain sejenisnya. Padahal, itu hanya sebagian kecil fondasi Ke-NU-an dari segi Amaliyah. Sebab, sejatinya menjadi Nahdlatul Ulama’ itu harus memiliki 4 (empat) fondasi utama. Yakni fondasi yang sudah diwariskan oleh para ulama’ pendiri NU. APA SAJA 4 (EMPAT) FONDASI ITU ?
1. AMALIYAH Nahdlatul Ulama’ merupakan organisasi islam yang mengusung ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah. Yakni ideologi yang menjaga kemurnian islam dengan berpegang pada Sunnah Nabi dan Para Sahabat. Dengan terdisiplin melalui sanad ilmu yang jelas, dengan ciri-ciri termudah :
Bermadzhab pada salah satu Madzhab Fiqih yang 4 (empat) ; Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali. Ber-akidah sesuai dengan akidah islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Disiplinannya sesuai dengan Manhaj Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi. Ber-tasawuf disiplinnya sebagaimana telah dirumuskan Imam Al-Ghazali dan Imam Junaidi Al-Baghdadi. Sehingga bisa dikatakan, bukan orang NU apabila amaliyahnya bukan amaliyah Ahlussunnah Wal Jam’ah. Apalagi bila sampai menyerang amaliyah Ahlussunnah Wal Jama’ah, itu jelas bukan NU.
2. FIKROH (Pemikiran) Dalam cara pandang atau berfikir, Nahdlatul Ulama’ senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep Tasammuh (toleran), Tawassuth (pertengahan), Tawazun (seimbang) dan Mu’addalah (adil). NU harus senantiasa teduh. Tidak condong pada pemikiran liberal, tidak pula pada radikal. Bersama konsep tersebut, orang NU sejatinya tidak akan mudah kagetan. Dan tidak akan terjebak pada jurang pemikiran yang kaku. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa bukan NU apabila ada orang yang berfikir liberal, apalagi radikal. Orang yang melakukan aksi terorisme, meyimpan bom untuk melakukan kerusakan, mudah menyembelih orang (bahkan divideo) akibat pemikiran sadisnya, maka itu bukan cara berfikir orang NU.
و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)
3. HAROKAH (Gerakan)
Menjadi NU tentu harus bergerak sesuai dengan cara NU. Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural, maupun hanya sebagai kultural. Maka tidak dibenarkan, ada orang mengaku NU namun malah masuk dalam gerakan atau organisasi yang justru bertentangan dengan gerakan NU. Terlebih masuk gerakan yang ingin menghancurkan NU, maka hal demikian adalah celaka besar. Na’udzubillah. Sebagai contoh, ada orang mengaku NU namun masuk dalam gerakan / organisasi yang berafiliasi dengan saudara muslim kita, wahabi. Maka itu tidak dibenarkan. Sebab wahabi masuk dalam kategori gerakan radikalis, dan bukan bagian dari Ahlussunnah Wal Jama’ah. Wahabi bahkan ingin menghancurkan dan membinasakan faham Ahlussunnah Wal Jama’ah. Banyak amaliyah NU dituduh bid’ah, musyrik, sesat, dan bahkan diantaranya menyatakan halal untuk dibunuh. Di timur tengah, gerakan wahabi menjadi gerakan yang menciderai umat islam dunia. Sehingga, jika mengaku NU, tentu harus bergerak bersama NU. Bukan dalam gerakan lain yang membunuh NU.
“Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat” (HR. al Bukhary)
4. GHIROH (Semangat)
Untuk Nahdliyyin semua “Kuatkan hati kita, tetapkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT”. Kita yakini bahwa NU adalah rumah besar kita. Rumahnya para ulama’, kiyai, santri, dan bahkan seluruh masyarakat muslim Indonesia yang sebagian besarnya adalah masyarakat NU. Kita yakini bahwa kita lahir sebagai orang NU, tumbuh besar sebagai orang NU, dan akan mati sebagai orang NU. Jangan ada keraguan dalam hati kita untuk merawat NU dan menetapkannya. Kuatkan semangat kita.. Ujian dan cobaan yang kita hadapi saat ini sangatlah berat.. Berbagai fitnah dari luar maupun dari dalam sungguh kentara.. Jangan sekali kita lari, bahkan mengabaikan perjuangan ini.. Ini jihad kita.. Ini rumah kita..
InfokomBanserNU- Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia. Sejarah hari lahir NU terjadi 94 tahun silam, tepatnya tanggal 31 Januari 1926.
Mengenal Sosok Pendiri NU: KH Hasyim Asy’ari. Nahdlatul Ulama (NU) menjadi salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Berdirinya NU pada 31 Januari 1926 tidak bisa lepas dari peran KH Hasyim Asy’ari.
Karena sebesar besarnya organisasi Islam di Mesir itu maksimum 72 juta orang, tidak tentu semua orang anggotanya. … Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, NU bisa menjadi organisasi terbesar di dunia. Sebab tidak semua organisasi Islam di dunia memiliki anggota banyak seperti NU. Bahkan untuk organisasi di Mesir.
Tujuan utama didirikannya NU di antaranya adalah: a) memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan ajaran Islam Ahlusunnah wal-Jamaah dengan mengikuti pola madzhab empat: Imam Hanafi, Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Hanbali serta mempersatukan langkah-langkah para ulama dan pengikut-pengikutnya.
Download Logo HARLAH NU 97 H versi Corel Adobe Ilustrator ( AI ) PNG JPG PSD dan TWIBON ( Foto Profil )
Infokom NU Mojokerto; Turba ke-8 PC GP ANSOR Kab.Mojokerto di PAC GP ANSOR Kec.Kutorejo sangat menginspirasi buat Sahabat2 PAC lainya di wilayah Kab.Mojokerto
Ketua dan sekertaris PC GP ANSOR Kab.Mojokerto
Dalam sambutan ketua PAC GP ANSOR kec.Kutorejo yaitu Sahabat Solikuddin menyampaikan beberapa hal,diantaranya; 1.PAC Kec. Kutorejo telah mendirikan Yayasan yang diberi nama “Yayasan Muda Mandiri. 2.Membentuk usaha ternak bebek yang dikelola oleh Sahabat2 Ansor Kutorejo. 3.Pembentukan Group Dram Band Banser Kec.Kutorejo.
Sambutan ketua PAC sahabat Solikuddin
Dalam TURBA PC yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 19/02/2020 pukul 20.00wib-selesai di gedung MWCNU Kec.Kutorejo tersebut dihadiri: 1.Jajaran PC ANSOR-BANSER dan RA Kab.Mojokerto. 2.Ketua MWC NU Kec.Kutorejo.