Blog

  • Pembukaan SUSBANPIM Angkatan V di Pasuruan Jawa Timur

    Pembukaan SUSBANPIM Angkatan V di Pasuruan Jawa Timur

    Infokom Banser NU- Kursus Banser Pimpinan (SUSBANPIM) Angkatan ke V yang diselenggarakan di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan resmi dibuka pada Senin (24/02).

    Acara kaderisasi tertinggi dalam hirarki pengkaderan di Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) itu dibuka dengan acara Apel kebangsaan yang dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Koordinasi Nasional (SATKORNAS) Banser H. Alfa Isnaeni. Sedangkan Sebagai Komandan upacara adalah Irsyad Yusuf selaku Kasatkorwil Banser Jawa Timur.

    Dalam Arahannya Alfa Isnaini menegaskan bahwa SUSBANPIM sebagai tingat tertinggi kaderisasi Banser adalah mencetak pimpinan Banser yang siap mengawal tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia dari rongrongan musuh ideologi bangsa.

    “Sebanyak 175 Peserta Susbanpim angkatan V adalah kader terbaik Banser yang hadir dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh, Sulawesi hingga Papua. Ini adalah Kekuatan Banser karena Kadernya yang tersebar ke seluruh pelosok tanah air” tegas Alfa di hadapan Ratusan Peserta Apel.

    Apel kebangsaan yang diikuti oleh ratusan kader Banser yang termasuk didalamnya terdiri dari Kesatuan Khusus Banser seperti Banser Husada (BASADA), Banser Tanggap Bencana (BAGANA) dan Banser Penanggulangan Kebakaran (BALAKAR) Berlangsung mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

    Hadir dalam Apel Kebangsaan adalah Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas dan Kepala Staf Kepresidenan Jendral (Purn.) Moeldoko serta Jajaran Muspimda Jawa Timur.

    Acara Susbanpim kemudian dibuka secara langsung oleh Sekjen PP GP Ansor Abdurrahman Adung. Dalam sambutannya yang mewakili Ketua Umum PP GP Ansor menyampaikan tentang perjuangan panjang Kader Ansor Banser dalam Menjaga Ulama dan NKRI.

    “Kader Ansor Banser tidak boleh lelah dalam mencintai Pancasila, Merah putih dan NKRI. Kalau ada yang menginjaknya maka mereka adalah musuh besar kader Ansor Banser. Maka Susbanpim siap mencetak kader yang tidak kenal lelah tulus ikhlas menjaga NKRI” Tegas Adung dalam Orasinya.

    Abdurrahman Adung kemudian meminta kesediaan Ketua Umum PP GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas Untuk memberikan Pidatonya kepada Peserta Apel.

    Ketua umum PP GP Ansor Gus Yaqut Cholil Qoumas yang sedianya memberikan mandat penuh kepada Sekretaris Jenderal PP GP Ansor akhirnya Turun ke tengah Lapangan menyampaikan Orasi singkatnya.

    Ketua Umum GP Ansor menyebutkan bahwa siapapun mereka yang menginjak harga diri para muassis Nahdlatul Ulama maka mereka akan berhadapan keras dengan Kader Ansor Banser.

    “Sekali lagi saya tegaskan bahwa Kader Ansor Banser Bersambung sanad Perjuangan dengan Para Muassis Nahdlatul Ulama. Maka menjaga marwah para muassis NU yang juga pendiri Negara ini adalah kewajiban ideologis bagi seluruh Kader Ansor Banser” Jelas Yaqut.

    Acara kemudian berlanjut dengan penyerahan secara simbolis Bibit tanaman dari PW GP Ansor Jawa Timur kepada Pengurus Cabang dan Jajaran Musyawarah Pimpinan Daerah Jawa Timur.

    Kemudian dilanjutkan dengan Serah Terima Mobil Satuan Khusus Banser Jawa Timur yaitu Mobil BALAKAR dan BASADA dari PT. HM. Ssmpoerna kepada STAPA Center untuk kemudian diserahkan kepada Ketua PW GP Ansor Jawa Timur Syafiq Syauqi dan Kasatkorwil Banser Jatim Irsyad Yusuf.

    Acara kemudian ditutup dengan rangkaian aksi kanuragan Banser dan Banserwati yang dengan sigap perkasa berhasil mematahkan besi baja dan beton dengan tangan kosong.

    Yang menarik aksi kesaktian khas Pendekar Nahdliyin itu ditutup oleh Atraksi dari Kasatkorwil Banser Jatim Irsyad Yusuf. Komandan Banser Jawa Timur yang juga Bupati Pasuruan itu berhasil memukau peserta dan tamu undangan dengan berhasil mematahkan besi baja dan Beton dengan pukulan tangan kosongnya.

    (GP Ansor Kota Surabaya)

  • Rangkaian Kegiatan Harlah IPNU ke-66 dan IPPNU ke-65 PAC IPNU IPPNU Pacet adakan Khotmil Qur’an

    Rangkaian Kegiatan Harlah IPNU ke-66 dan IPPNU ke-65 PAC IPNU IPPNU Pacet adakan Khotmil Qur’an

    Pengurus Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto menyelenggarakan kegiatan Khotmil Qur’an dalam rangka Harlah IPNU ke-66 dan IPPNU ke-65, Senin (24/02/2020).

    Kegiatan khotmil Qur’an diselenggarakan di Graha MWC NU ini merupakan tindak lanjut dari intruksi PC IPNU IPPNU Kabupaten Mojokerto untuk mengadakan Khotmil Qur’an yang diselenggarakan serentak di seluruh PAC dan PKPT se-Kabupaten Mojokerto. dan kegiatan tersebut juga merupakan rangkaian kegiatan harlah IPNU ke 66 dan IPPNU ke 65 yang di selenggarakan oleh PAC IPNU IPPNU Kecamatan Pacet.

    SORBANSANTRI.COM
    suasana khotmil Qur’an

    “Kegiatan ini memang berbeda dari kegiatan biasanya, kegiatan Khotmil Qur’an ini kami kemas secara sederhana, tetapi kami yakin bahwa kegiatan yang sederhana ini lebih efektif dan lebih bermanfaat bagi Anggota PAC IPNU IPPNU Pacet” tutur Halimatus Sya’diyah ketua PAC IPPNU Kecamatan Pacet.

    Halimah sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah rangkaian kegiatan hari lahir IPNU IPPNU ke 66 dan 65 yang puncaknya akan kami laksanakan kegiatan Do’a Bersama dan Ngaji Ke-NU-an yang akan diikuti oleh seluruh anggota IPNU IPPNU se-Kecamatan Pacet.

    Ketua PAC IPNU Kecamatan Pacet Yus Sahril Shobirin menambahkan “Selain untuk memperingati harlah IPNU IPPNU, kegiatan khotmil Qur’an ini adalah untuk mengingatkan kembali kepada kita, bahwa sebagai Kader NU kita harus senantiasa melestarikan dan menjaga amaliyah – amaliyah NU yang ada seperti kegiatan khotmil Qur’an ini, walaupun terlihat sederhana tetapi akan lebih bermanfaat untuk kita”. (YSS-Red)

  • ANSOR BANSER LUAR BIASA KATA GIBRAN_RAKABUMING

    ANSOR BANSER LUAR BIASA KATA GIBRAN_RAKABUMING

    InfokomBanserNU_ Post dalam Twiter  @gibran_rakabuming Anak Presiden Joko Widodo.

    Jelas sebuah kebanggan saya diangkat jadi anggota kehormatan Banser Surakarta. Tapi, status itu menuntut tanggung jawab yang besar dan berat, karena ada kesejarahan jamaah dan jam’iyyah NU sebagai salah satu unsur penting pendiri dan penjaga kelangsungan NKRI.

    Peristiwa penting itu terjadi tadi malam, pada acara penutupan Diklatsar Banser-Ansor, Minggu kemaren di Jalan Wanda Maramis, Nusukan, Banjarsari.

    Saya, seperti juga Banser yang lain harus bisa menjadi sahabat siapa saja yang menyintai Indonesia, dengan menjaga jarak yang sama dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang jenis kelamin, etnis, agama, kesukuan dan sebagainya.

    Saya rasa, sahabat-sahabat Banser dan Nahdliyyin sudah jauh lebih lama mengamalkan ajaran-ajaran para kiai dan pendiri NU.Mari galang terus persaudaraan, menjadi benteng bangsa dan negara dari unsur-unsur radikal yang berpandangan sempit demi kelangsungan peradaban manusia yang adil dan setara.

    Semoga kita semua menjadi manusia yang bermanfaat, menjalankan perintah Allah untuk menjadi pribadi-pribadi yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.Jelas sebuah kebanggan saya diangkat jadi anggota kehormatan Banser Surakarta. Tapi, status itu menuntut tanggung jawab yang besar dan berat, karena ada kesejarahan jamaah dan jam’iyyah NU sebagai salah satu unsur penting pendiri dan penjaga kelangsungan NKRI.

    Peristiwa penting itu terjadi tadi malam, pada acara penutupan Diklatsar Banser-Ansor, Minggu kemaren di Jalan Wanda Maramis, Nusukan, Banjarsari.

    Saya, seperti juga Banser yang lain harus bisa menjadi sahabat siapa saja yang menyintai Indonesia, dengan menjaga jarak yang sama dengan siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang jenis kelamin, etnis, agama, kesukuan dan sebagainya.

    Saya rasa, sahabat-sahabat Banser dan Nahdliyyin sudah jauh lebih lama mengamalkan ajaran-ajaran para kiai dan pendiri NU.

    Mari galang terus persaudaraan, menjadi benteng bangsa dan negara dari unsur-unsur radikal yang berpandangan sempit demi kelangsungan peradaban manusia yang adil dan setara.

    Semoga kita semua menjadi manusia yang bermanfaat, menjalankan perintah Allah untuk menjadi pribadi-pribadi yang menjadi rahmat bagi seluruh alam.

    (red_abi)

  • “MENITIPKAN SHOLAWAT LEWAT TUMBUH KEMBANG PEPOHONAN”

    “MENITIPKAN SHOLAWAT LEWAT TUMBUH KEMBANG PEPOHONAN”

    SORBANSANTRI.COM

    Tanam pohon dan bersholawat,,
    Iya mungkin sekilas agak bersebarangan, tapi menurut kami tidak.

    Penulis berfikir bahwa ini adalah hal yang selaras, dari segi amaliah nya. Teringat tentang kisah ketika Nabi melewati sebuah makam, Nabi Muhammad berhenti, kemudian berdo’a dan menaburkan bunga yang masih segar, lalu Nabi Berkata, “bahwa do’a ku akan terus tercurah selagi bunga-bunga ini masih segar dan belum mengering”.

    Lalu kita kembali ke kegiatan di atas dengan mengacu pada kisah ini, apakah salah ketika kita menanam pohon dengan bersholawat dengan harapan agar sholawat kita tetap tercurah selama apa yang kita tanam tumbuh dan membesar?

    Lalu di lihat dari sisi yang lain, menjaga kelestarian alam adalah tugas kita semua, karena di akui atau tidak kita bisa hidup juga berkat rahmat Alloh lewat pepohonan. Jadi tidak ada yg bersebarangan dengan kegiatan ini.

    Semoga ISHARI NU tetap tumbuh dan berkembang layaknya pepohonan yang mendistribusikan rahmat Alloh untuk kelangsungan.

  • GUS BAHA MENERANGKAN CIRI-CIRI AHLI SUNNAH ZAMAN AKHIR

    GUS BAHA MENERANGKAN CIRI-CIRI AHLI SUNNAH ZAMAN AKHIR

    InfokomBanserNU- Dalam pengajiannya gus Baha’ ( KH. Ahmad Bahauddin bin K.H. Noer Salim) menerangkan tentang ciri Ahlussunnah Wal Jamaah di zaman akhir.

    Ciri Ahli Sunnah di zaman akhir itu, dalam aqidah
    – Menganut Abu Hasan Al-Asyaari dan
    – Menganut Imam Abu Mansur Al Maturidi.

    Dalam fiqih mengikuti salah satu mazhab 4 yaitu:
    – Imam Abu Hanifah,
    – Imam Malik,
    – Imam Syafii atau
    – Imam Ahmad bin Hambal.

    Dan dalam tasawuf mengikuti salah satu mazhab antara
    – Abbul Qosim Al-Juanidi atau
    – Imam Ghozali.
    .
    .
    Mengapa menjadi definisi begitu?
    Karena, dulu firqoh di arab banyak yang menentang,
    “Itu pengertian apa?”
    Nabi tidak pernah menjelaskan begitu,
    Kalian jangan terjebak dengan ucapan mereka, bahwa nabi tidak pernah mengeluarkan definisi tentang ciri Ahlussunnah Wal Jamaah seperti itu,
    Ya tentu nabi tidak akan mengatakan seperti itu, karena di zaman nabi belum ada imam Ghozali, belum ada Abbul Qosim Al Junaidi.
    Tapi kita percaya dengan definisi seperti itu. Mengapa?
    Karena kita percaya bahwa Aswaja itu, orang yang seperti di katakan Nabi:

    _“Maa ana alaihil yauma wa ashabi.”
    “Yaitu orang yang mengikuti perilaku saya dan mengikuti para sahabat saya.”

    Itu teks yang disampaikan Nabi,
    Lalu kenapa kita harus menyebut nama imam-imam kita dan sanad kita?
    Karena kalau kita tidak menyebut sanad,
    akan muncul pertanyaan,
    “Kamu ko bisa tahu sahabat melakukan itu kata siapa?”
    Jawabnya “Kata guru saya.”
    Kita kan tidak bisa langsung mengatakan “kata Nabi.”
    Kata Nabi itu yang meriwayatkan siapa?

    Contoh Imam Bukhori,
    Imam Bukhori itu siapa?
    Beliau itu muridnya Imam Syafii,
    Karena Imam Bukhori itu periodenya setelah Imam Syafii,
    Saya hafal sanadnya Imam Bukhori sampai ke Rasulullah.
    Dan saya ( gus Baha ) punya sanad sampai Imam Bukhori.

    Misalkan kalian ditanya, “kamu tahu Amerika?”
    Terus kamu jawab “Tahu.”
    “Ko bisa tahu Amerika?
    Dan kamu jawab “lihat di TV.”
    Televisi saja kamu jadikan sanad ko Imam Syafii tidak jadi sanad.

    Misalkan lagi,
    “Kamu ko tahu kalau ketua DPR tersangka?”
    “Kata TV”.
    Sanadmu dari mana?
    “Kan dari TV.”
    Dan misal kamu bilang “Tahu sendiri” itu tidak mungkin,
    kan tidak mungkin kamu tahu sendiri ketika ada sidang di KPK.

    Contoh lagi, misalkan kamu ditanya suatu hal, terus kamu jawab “Nabi itu berkata gini, jadi tak perlu ulama, harus ke Nabi saja langsung”
    Lha kamu ko tahu kalau nabi bilang seperti itu kata siapa?.
    Apa kamu mau jawab lewat mimpi?
    Akhirnya mau tidak mau kamu harus menyebutkan guru.

    Makanya ada tradisi menyebut sanad, atau disebut juga menyebut ulama,
    Tapi orang-orang sekarang juga kadang bodoh,
    Ada orang yang bilang gak usah lewat ulama, yang penting langsung ke Nabi,
    Ulama bisa salah, kalau Nabi kan tidak bisa salah,
    Lha kamu itu ko bisa bilang kalau Nabi tidak bisa salah kata siapa?
    Jawabmu pasti “kata ulama atau kata guru.”
    Padahal katanya tidak percaya ulama?

    Makanya kalau bodoh jangan kebangetan,
    Apalagi sudah bodoh ngajak-ngajak lagi,
    Dan saya juga heran dengan orang model seperti itu,
    Bodoh kok bisa seperti itu sanadnya gimana?.

    Itulah mengapa, masyhur di dalam ilmu thariqah dan ilmu hakikat pepatah yang bilang begini
    “Laula Murobbi Lamaa arofnaa Robbi,
    wa laulal ulama lamaa arofnal ambiya”

    “Andaikan tidak ada yang mendidikku,sanad,
    tentu aku tidak tahu Tuhanku itu siapa,
    Dan andaikan tidak ada ulama,
    tentu kita tidak tahu para Nabi”.

    Kita mengetahui Tuhan karena ada yang mengajari,
    Kamu tidak mungkin bisa mengetahui Tuhan secara langsung.!
    Tapi diajari guru, bahwa Allah itu wujud, qidam baqa’ dst.
    Anehnya kadang dikenalkan oleh gurunya, terus lama-lama sombong, malah mbantah gurunya,
    Tapi itu sekedar sombong saja, hakikatnya tetap saja mengetahui Allah itu lewat guru.

    Misalnya lagi kamu tahu Nabi lewat saya,
    Saya ( gus Baha ) itu muridnya Kyai Maimoen,
    Kyai Maimoen muridnya Kyai Zubair,
    Kyai Zubair muridnya Kyai Faqih Maskumambang,
    Kyai Faqih muridnya Kyai Mahfudh Tremas,
    Kyai Mahfudh itu murid Sayyid Abu Bakar Satos yang mengarang kitab I’anatut Tholibin,
    Beliau muridnya Sayyid Zaini Dahlan,
    Muridnya Syekh Ustman Addimyati terus sampai

    (red.abi)

  • MAKAR….!! DI BALIK AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

    MAKAR….!! DI BALIK AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR

    Oleh Ayik Heriansyah

    Sorbansantri.com – Amar ma’ruf nahi munkar suatu metode untuk menjaga kehidupan sosial politik agar tetap sesuai, selaras dan serasi dengan ajaran Islam. Amar ma’ruf nahi munkar bagian dari ajaran Islam. Siapa yang melaksanakannya mendapat ganjaran dari Allah swt. Oleh karena itu, agar diterima Allah swt amar ma’ruf nahi munkar harus benar dan baik sejak dari niat, tata cara sampai tujuan yang ingin dicapai.

    Kata Habib Umar al-Hafidz “Dalam berdakwah lakukan dengan cara yang baik dan lemah lembut. Begitu pula dalam memberantas atau mencegah kemunkaran, nahi munkar juga mesti dilakukan dengan cara yang ma’ruf pula. Bukan dengan cara yang munkar. Bukan dengan caci maki, dusta, khianat yang dengan cara tersebut berarti anda juga melakukan kemunkaran yang lain.” https://www.nu.or.id/post/read/111454/habib-umar–amar-ma-ruf-nahi-munkar–lakukan-dengan-cara-ma-ruf-.

    Sebelum melakukan amar ma’ruf nahi munkar, seseorang harus meluruskan dan membersihkan niatnya dari segala sesuatu selain Allah swt, maksudnya, seseorang harus berniat melakukan amar ma’ruf nahi munkar semata-mata karena perintah Allah swt, bukan yang lain.

    Puncak dari amar ma’ruf nahi munkar adalah ditujukan kepada penguasa. Nabi Ibrahim as dan Nabi Musa as contoh terbaik dalam hal ini. Kedua Nabi as ini mendapat perintah dari Allah swt untuk mendatangi penguasa saat itu, Namrudz dan Fir’aun guna menyampaikan nasehat agar kembali kepada Allah swt.

    Kedua Nabi as ini melakukannya dengan cara-cara yang baik. Bukan ingin mencela, mencaci maki, menghina, menurunkan kehormatan dan wibawa serta bukan pula mau menjatuhkan kekuasaan Namrudz dan Fir’aun. Mereka tidak diperintahkan untuk merebut kekuasaan Namrudz dan Fir’aun.

    Amar ma’ruf nahi munkar yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Musa as murni semata-mata karena perintah Allah swt. Tidak tersimpan motif makar di baliknya. Mereka Nabi Allah suri tauladan bagi para negarawan sejati. Melakukan amar ma’ruf nahi munkar tanpa ambisi menjadi penguasa.

    Seorang negawaran sejati tidak mesti jadi penguasa. Bisa datang dari berbagai kalangan masyarakat. Mereka peduli terhadap kondisi negaranya, cermin dari suasana hatinya yang penuh kasih sayang berkat limpahan anugerah kasih sayang Allah swt.

    Negarawan sejati dadanya lapang. Penuh harap akan rahmat Allah swt. Bagaimanapun terpuruknya negara, mereka tidak putus asa berusaha bangkit bersama. Dada mereka tidak sempit, jauh dari kebencian kepada penguasa. Karena mereka sadar, hanya Allah swt tempat bersandar, bukan amal mereka.

    Syaikh Ibnu ‘Athaillah mengawali hikmahnya di dalam kitab al-Hikam dengan untaian kalimat yang indah

    مِنْ عَلاَ مَةِ اْلاِعْـتِــمَادِ عَلَى الْعَمَلِ، نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُـودِ الزَّ لــَـلِ

    “Di antara tanda-tanda bersandar kepada amal adalah berkurangnya rasa harap ketika terjadi kesalahan.”

    Negarawan sejati tidak pernah melepas akad bai’at taat kepada pemimpin yang mereka pilih dan angkat. Mereka memilih tetap bersabar sampai Allah swt menurunkan pertolongannya.

    Sebab, keluar dari ketaatan kepada pemerintah (menjadi khawarij), menuntut pemakzulan Presiden (makar) dan bertindak anarki (bughat), di antara bentuk-bentuk putus asa dari rahmat Allah swt. Walaupun dibungkus dengan istilah amar ma’ruf nahi munkar. Anwar-sorbar

  • Pengobatan Bekam “Gratis” oleh PAC GP ANSOR Jetis

    Pengobatan Bekam “Gratis” oleh PAC GP ANSOR Jetis

    Infokom PAC Jetis : Selain mahir di bidang sholawatan , PAC GP Ansor jetis mengembangkan kiprah dan manfaat ilmunya di tengah tengah masyarakat terutama jam’iyah Annahdliyah . Yaitu dengan menggelar acara bakti sosial berupa pengobatan secara gratis dengan tehnik BEKAM

    Abah Alim melakukan Bekam pada pasien

    SORBANSANTRI.COM

    Bertempat di masjid Al Amin dusun Pecuk desa Ngabar kec Jetis kab Mojokerto,Pada hari Senin tanggal 24/02/2020 pukul 14-00wib-16.00wib.Bekerjasama dengan MWC NU kec Jetis yang kebetulan bersamaan dengan acara majlis Lailatul Ijtima’. Tidak hanya warga sekitar tapi juga di ikuti oleh peserta dari luar desa Ngabar ..

    Antusiasme masyarakat tentang pengobatan alternatif Bekam

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Terapis bekam yang di Komandani oleh Rijalul Ansor (RA) Ranting Canggu ini juga di hadiri terapis dari pengurus Ansor daerah lain termasuk ada yang dari Kab.Sidoarjo .. Banyak peserta terapi pengobatan bekam yang merasakan beda badannya sebelum dan sesudah, “badan jadi lebih fresh dan nyaman setelah di bekam” kata salah satu pasien Bekam termasuk yang merasakan hal tersebut adalah peserta yang berasal dari desa Canggu .

    Karena Sebelum jam 14:00 wib banyak warga yang sudah hadir maka baksos kami mulai agak awal dan alhamdulillah yang semula kami jadwal sampai jam 16:00 tapi kami tunda sampai jam 17:00 wib harapan panitia mudah mudahan bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan lebih banyak lagi yang akan menggunakan tehnik bekam ini untuk menjaga kesehatan nya ….

    Kordinator acara ini mengatakan “bahwa tehnik bekam ini sangat banyak sekali manfaatnya,diantaranya bisa membersihkan darah kotor yang ada di dalam tubuh sehingga peredaran darah menjadi lancar , juga bisa menurunkan kolesterol dan tekanan darah”..

    • Jika anda ingin sehat ala Rasulullah tidak ada salahnya untuk mencoba tehnik kesehatan Bekam ini

    PAC GP Ansor Jetis

    #By.Abah Alim/Irul infokom

  • Hati-hati Mencari Ustadz PASAR GELAP USTADZ oleh Rumaidi Ahmad

    Hati-hati Mencari Ustadz PASAR GELAP USTADZ oleh Rumaidi Ahmad

    InfokomBanserNU- Saya berkali-kali menyampaikan, hati-hati mencari ustaz. Jangan sembarangan mengundang orang untuk mengisi pengajian, memanggil dia ustaz, apalagi menyebutnya sebagai ulama.

    Saya perlu semakin serius mengingatkan hal ini. Karena semakin banyak orang-orang yang hanya bermodal bisa pidato, berbaju gamis, mengumpat sana-sini diundang kemana-mana, dipanggil ustaz. Hafal satu dua ayat al-Quran dan hadis cukup menjadi modal.

    Pasar gelap ustaz ini biasanya dihuni dua kelompok besar. Pertama, para muallaf. Beberapa muallaf, meskipun tidak punya ilmu keislaman yang cukup, tiba-tiba dia menjadi ustaz karena modal bisa pidato. Yang paling banyak diceramahkan biasanya menjelek-jelekkan keyakinan lamanya. Dia ingin menunjukkan sekarang sudah mendapat “hidayah”. Tak lupa, biasanya juga menebar ketakutan, bahwa agama lamanya itu menjadi ancaman terhadap Islam. Kalau melihat orang seperti ini, saya sering jengkel sendiri, membayangkan kalau ada orang keluar dari Islam kemudian menjelek-jelekkan Islam dalam komunitas agamanya yang baru. Orang-orang seperti ini yang biasanya menaikkan ketegangan muslim dan non muslim.

    Kedua, orang-orang yang dulu jauh dari Islam, suka maksiat dan sebagainya, kemudian berubah menjadi lebih religius, mengubah penampilan dan sebagainya. Orang-orang seperti ini biasanya menyebut diri sebagai orang yang sudah “hijrah”. Modal kegelapan masa lalu dieksploitasi, seolah sekarang sudah benar-benar hidup dalam terang. Dengan modal bisa pidato, punya tim media sosial untuk menaikkan popularitasnya, mereka tiba-tiba dipanggil ustaz dan dijadikan rujukan dalam beragama.

    Dua kelompok ini, intinya sama. Mereka tidak punya otoritas keagamaan, tapi dimanjakan oleh situasi. Mareka memanfaatkan media sosial untuk marketing. Yang saya heran, orang-orang seperti ini banyak yang tidak tahu diri soal kapasitas keislamannya.

    Pasar gelap ustaz ini bisa terjadi karena dua hal. Pertama, Islam memang longgar dan tidak ada lembaga yang melakukan “stadarisasi” keulamaan seseorang. Pasar ustaz dalam Islam sangat terbuka. Semua sangat tergantung pada “pasar”. Jika Anda populer, ceramahnya disukai orang, maka Anda bisa masuk dalam pasar keulamaan.

    Kedua, sekarang banyak sarana yang bisa digunakan untuk branding. Jika dulu, untuk menjadi ustaz atau ulama membutuhkan waktu untuk diakui masyarakat, sekarang pengakuan itu bisa dilakukan dengan instan. Yang penting populer di medsos, sudah cukup.

    Siapa yang menjadi korban dari pasar gelap ini? ya masyarakat Islam sendiri. Orang-orang ini bicara atas nama Islam, padahal dia sama sekali tidak punya otoritas ilmu dan moral. Saya tak perlu menyebut nama sebagai contoh. Sekarang ini, masyarakat Islam suka marah-marah, sebagian merupakan hasil dari pasar gelap itu. Benar kata ahli yang mengatakan, di era disrupsi informasi maka akan lahir era matinya keahlian (death of expertise). Yang menjadi rujukan masyarakat bukan orang-orang yang punya otoritas, tapi orang yang terkenal, terutama di media sosial. Lihat saja survey-survey tentang tokoh-tokoh agama yang mereka ikuti, sebagian adalah orang-orang yang lain di pasar gelap ustaz itu.

    Masyarakat harus dididik agar mempunyai literasi keulamaan. Kalau mau menuntut ilmu keislaman, belajarlah pada orang-orang yang gurunya jelas, sanad ilmunya juga jelas. Jangan terpesona dengan tampilan luar. Saya senang, sekarang masyarakat sudah mulai kritis dan berani mempertanyakan ustaz yang menebarkan kebencian dimana-mana. Hanya masyarakat seperti ini yang bisa menghentikan pasar gelap itu.

    Tebet, 21 Pebruari 2019

    Rumadi Ahmad
    Ketua Lakpesdam PBNU

    (LDNU Banjar)

  • AMALAN-AMALAN DI BULAN RAJAB

    AMALAN-AMALAN DI BULAN RAJAB

    InfokomBanserNU – RAJAB diambil dari kata “tarjib” yang berarti “pengagungan*”.
    Ada ulama juga mengatakan RAJAB artinya “Ashab” yang berarti “mengalir/menuang”, kenapa demikian karena di bulan RAJAB mengalirnya Rahmat Allah bagi orang-orang yang bertaubat.

    Ulama juga berkata, “Bulan rajab bulan untuk menanam, sya’ban untuk menyiram, ramadhan untuk memanen.

    InsyaAllaah 1 Rajab jatuh pada hari Selasa 25 Februari 2020, maka malam awal bulan rajab adalah hari senin malam selasa tanggal 01/Rajab/1441H.

    Diantara amalan yang baik dilakukan pada bulan Rajab (Bulan Haram/Mulia) :
    Puasa.
    Istighfar
    Do’a.
    Di anjurkan banyak do’a terutama pada malam pertama bulan rajab

    قال صلى الله عليه وسلم : خمس ليال لاترد فيه الدعاء: اول ليلة من رحب، وليلة النصف من شعبان، وليلة الجمعة، وليلة الفطر وليلة النحر.
    (اخرجه السيوطى رحمه الله تعالى فى الجامع)

    Di bulan rajab ini marilah kita menanam kebaikan sebanyak-banyaknya Bertaubat kepada Allaah Subhanahu Wa Ta’aala dan meninggalkan maksiat agar kita mendapatkan Ridho-Nya

    1. Doa ketika masuk bulan Rajab

    اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَـعْبَانَ وَبَلِّـغْنَا رَمَضَانَ

    Artinya : “Yaa Allaah berkahilah kami dibulan Rajab dan Sya’ban, serta perjumpakanlah kami dengan bulan Ramadhan”.

    2. Berpuasa dibulan Rajab

    Fadhilahnya:
    قال رسول الله: من صام ثلا ثة ايام
    من شهر حرام كتب له ثواب عباده تسعمائة سنة
    Artinya, “Barangsiapa berpuasa dibulan haram selama tiga hari maka dituliskan baginya pahala ibadah sebanyak 900 tahun.”

    Fadilahnya yang lain :
    Barangsiapa yang berpuasa

    1 hari dalam keadaan beriman dan semata-mata karena Allah maka wajib baginya ridho Allaah,
    2 hari para penduduk langit dan bumi tidak bisa mensifatkan keutamaan dan kemuliaannya
    3 hari dijaga dari bala’ dunia dan akherat
    7 hari akan di tutup baginya 7 pintu neraka
    8 hari akan di bukakan baginya 8 pintu syurga,
    10 hari tidak akan meminta seseorang hamba suatu permintaan kecuali Allaah akan kabulkan doanya

    15 hari Allaah ampuni dosanya yang telah lalu, dan akan Allaah ganti keburukannya dengan kebaikan, dan Allaah tambah lagi pahalanya

    Lafadz Niat puasa sunnah rajab :

    نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ فِى شَهْرِ رَجَبِ سُنَّةً ِللهِ تَعَالَى

    “Saya niat puasa esok hari di bulan rajab sunah karena Allaah Ta’aala.”

    3, Membaca Istighfar.
    Doa dibaca pagi dan sore di bulan rajab (70×)*

    ّرب اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَتُبْ عَلَيَّ 70×

    Fadhilahnya : *” Barangsiapa yang membaca Istighfar sebanyak 70× dibulan RAJAB maka niscaya kulitnya tidak akan disentuh oleh Api Neraka.

    Ulama berkata, “Rajab adalah bulan untuk kita memperbanyak istighfar, sya’ban bulan untuk memperbanyak shalawat, ramadhan bulan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an.”

    Maka dari itu perbanyaklah Istighfar dibulan yang mulia ini mintalah ampun kepadaNya.

    4. Doa dibaca antara Dzuhur dan Ashar dibulan rajab (70×)

    اَسْـتَغْفِرُ الله َ الْعَظِيْمَ الَّذِي لآ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ، تَوْبَةَ عَبْدٍ ظَالِمٍ لاَ يَمْلِكُ لِنَفْسِهِ ضَرًّا وَلاَ نَفْعًا وَلاَ مَوْتًا وَلاَ حَيَاةً وَلاَ نُشُوْرًا

    5. Dibaca pada 10 hari yang pertama bulan rajab (100×)

    سُـبْحَان الله الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ

    Dibaca pada 10 hari yang kedua bulan rajab (100×)

    سُـبْحَانَ الله ِ اْلأَحَدِ الصَّمَدِ

    Dibaca pada 10 hari yang ketiga bulan rajab (100×)

    سُـبْحَان الله الرَّؤُوْفِ

    6. Membaca “Sayyidul Istighfar” (3× Pagi dan Sore)

    اَللَّهُم َّ أَنْتَ رَبِّيْ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْـتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّه لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنت

    7. Membaca

    اَحْمَدُ رَسُوْلُ اللّٰهِ ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللّٰهِ × ٣٥

    (Dibaca 35× pada Hari Jum’at terakhir bulan Rajab saat Khotib diatas mimbar)

    (Amaliyah Ijazah Guru Mulia Al Habib Ahmad Bin Abu Bakar Bin Ali Bin Al Imamul Qutbh Ghoust Al Habib Abu Bakar Assegaf Gresik)

    Fadhilahnya
    “Barangsiapa yang mengamalkannya, maka tidak akan terputus uang di tangannya ditahun itu (diberi kejembaran rizki uang)”.
    8. Berdo’a
    قال رسول الله: خمس ليال لا ترد فيهن الدعوة اول ليلة من رجب، وليلة النصف من شعبان، ليلة الجمعة، ليلة الفطر، ليلة النحر

    Artinya, “Lima malam yang tidak ditolak didalamnya do’a awal malam Rajab, malam Nisfu Sya’ban, malam Jum’at, malam Idul Fitri, malam Idul Adha”.

    Sumber : Kitab Mukasyifatul Qulub, Kanzun Najah & Durratun Nasihin dll

  • Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama

    Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama

    Sorbansantri.com – Tidak semua orang Indonesia tahu apa itu Nahdlatul Ulama (NU). Ini tulisan singkat sejarah organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

    Sejarah Singkat Nahdlatul Ulama
    Hari lahir NU diperingati dua kali: 16 Rajab dan 31 Januari. Pertama berdasar kalender Hijriyah, kedua berdasar Masehi.

    Hari ini, 16 Rajab 1442 Hijriyah, adalah hari lahir organisasi Islam terbesar di Indonesia—dan dunia, Nahdlatul Ulama (NU). Tepat 98 tahun yang lalu dalam kelender hijriyah, dimotori duo KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Chasbullah, sejumlah kiai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Madura berkumpul di kediaman Kiai Wahab di Surabaya, menyepakati perkumpulan yang sebenarnya sudah memiliki embrio jauh sebelum itu.

    Beberapa tahun sebelumnya, sejumlah kiai yang kelak mendirikan NU telah mendirikan organisasi pergerakan Nahdlatul Waton atau Kebangkitan Tanah Air (1916) serta Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar (1918). Kiai Wahab Chasbullah sebelumnya (1914) juga mendirikan kelompok diskusi yang ia namai Taswirul Afkar atau kawah candradimuka pemikiran. Nahdlatul Ulama tak lain adalah lanjutan dari komunitas dan organisasi-organisasi yang telah berdiri sebelumnya tersebut, namun dengan cakupan yang lebih luas.

    Pada awal 1920, Nusantara masih dikuasai penjajah Belanda. Rakyat masih miskin dan bodoh, karena sumber daya ekonomi dikuasai Belanda dan sekolah hanya diperuntukkan bagi kalangan priyayi yang direncanakan dan didesain untuk menjadi ambtenaar Belanda. Di desa-desa, rakyat jelata berkubang dalam kemiskinan dan kebodohan.

    Didorong oleh realitas tersebut dan juga semangat mengamalkan ilmu yang didapat, kiai-kiai, kalangan muslim-tradisional terdidik yang tinggal di desa, mulai mendirikan pesantren untuk mendidik orang-orang desa dari buta aksara dan tuna pengetahuan. Sebagian besar yang diajarkan nilai-nilai agama, namun pada kenyataannya mereka yang nyantri belajar lebih dari itu. Dengan adanya pesantren, banyak warga desa yang sebelumnya tidak bisa baca tulis menjadi bisa baca tulis, namun dalam bentuk Arab pegon. Tapi dari situlah transformasi pengetahuan, wawasan dan literasi terjadi.

    Dengan makin banyaknya pesantren, masyarakat yang memeluk Islam juga makin banyak. Namun berbeda dengan kalangan pembaharu puritan yang mendorong pemurnian Islam dari tradisi-tradisi lokal yang dianggap bid’ah, kiai-kiai pesantren menerima dan mengasimilasikan tradisi lokal dengan nilai-nilai Islam. Sehingga warga pribumi Jawa tidak merasa tercerabut dari akarnya ketika memeluk dan mempraktekkan ajaran Islam.

    Namun tekanan kaum puritan yang mengatasnamakan kembali kepada Qur’an dan Hadist membuat banyak kiai merasa tidak nyaman. Tekanan terbesar terhadap kelompok pesantren terjadi ketika terjadi perubahan di Timur Tengah, yang mana Abdul Aziz bin Abdul Rahman atau dikenal dengan sebutan Ibnu Saud menguasai Mekah-Madinah. Ibnu Saud yang berpandangan Wahabi hendak menerapkan azas tunggal Wahabi dan memberangus madzhab-madzhab lain di dua tempat suci orang Islam tersebut dan ingin menghancurkan situs-situs peninggalan Nabi yang dianggap bisa menyeret pada kemusyrikan.

    Para kiai pesantren yang sebagian pernah belajar di Mekah-Madinah pun saling berkomunikasi dan membahas persoalan tersebut. Setelah lewat proses komunikasi yang panjang, KH Wahab Chasbullah beserta KH Hasyim Asy’ari mengundang sejumlah kiai untuk rapat di Surabaya, di kediaman Kiai Wahab. Di situ disepakati bahwa kiai-kiai hendak mengirim utusan untuk mengajukan keberatan kepada Raja Abdul Aziz. Pertemuan yang dikenal dengan istilah Komite Hijaz melahirkan sejumlah tuntutan, diantaranya:
    1. Meminta Raja Ibnu Saud untuk tetap memberikan kemerdekaan bermadzhab bagi umat Islam di Hijaz.
    2. Memohon agar tempat-tempat bersejarah peninggalan jaman Nabi tidak dihancurkan, termasuk makam puteri-puteri Nabi.
    3. Meminta agar biaya yang dikenakan kepada jemaah haji diumumkan ke publik dunia.

    Namun untuk bisa mengirimkan surat dan utusan ke Saudi, para kiai butuh payung organisasi. Maka dari itulah, diikuti kesadaran tentang pentingnya berjam’iyah sebagaimana disitir KH Hasyim Asy’ari di Mukadimah Qanun Asasi NU, maka para kiai tersebut menyepakati membentuk organisasi dengan nama Nahdlatul Ulama. Meski pembahasan tentang keberatan terkait kebijakan Ibnu Saud sudah dibahas saat pendirian NU pada 16 Rajab 1344 Hijriyah atau 31 Januari 1926, namun karena berbagai kendala delegasi ke Arab Saudi yang diwakili oleh KH Wahab Chasbullah serta Syaikh Ahmad Ghonaim Al-Mishri baru bisa berangkat 7 Mei 1928 atau 5 Syawal 1346 Hijriyah, dua setengah tahun setelah NU berdiri.

    Komite Hijaz boleh dikata adalah produk politik pertama Nahdlatul Ulama, yang menunjukkan semangat organisasi ini dalam memperjuangkan kebebasan bermadzhab dalam Islam. Dalam sejarahnya, NU memang tampil sebagai organisasi Islam moderat di Indonesia yang mampu menerima tradisi-tradisi lokal serta beradaptasi terhadap perubahan jaman. Di NU dikenal luas maqolah “Almuhafadhoh alal qodimis solih wal akhdu bil jadidil aslah” atau “Memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik.”

    NU juga dikenal sebagai organisasi yang tak mempertentangkan antara kebangsaan dan keislaman. Di Indonesia, menyadari kebhinekaan yang ada, NU menerima Pancasila dan tak menuntut syariat Islam diterapkan secara formal. Maka tak heran NU sering disebut salah satu soko guru negara-bangsa Indonesia.

    Sikap terbuka NU atas keragaman dan perbedaan tidak mengherankan, selain karena dipengaruhi budaya eklektik Nusantara juga karena NU memiliki prinsip tawasut (moderat), tasamuh (toleran) serta tawazun (proporsional) dalam menyikapi berbagai persoalan, baik sosial, politik maupun keagamaan. Prinsip ini mendasari dan sekaligus memagari NU sehingga tidak jatuh dalam sikap radikal atau ekstrem (tathorruf).

    Di NU, perdebatan dan perbedaan menjadi sesuatu yang biasa dan diterima, tak jarang dengan canda-tawa. Di forum-forum rapat atau bahtsul-masail NU, kiai-kiai bisa berdebat dengan sengit tapi ketika situasi sudah sangat panas maka ada saja yang melempar joke/guyonan yang membuat jamaah forum tertawa bersama.

    SORBANSANTRI.COM

    NU memang unik. Hari lahir NU juga terbilang unik. Karena tiap tahun Harlah NU diperingati dua kali, 16 Rajab serta 31 Januari. Peringatan pertama berdasar kalender hijriyah, peringatan kedua berdasar masehi. Berdasar dua penanggalan berbeda itu, umur NU jadinya juga berbeda.
    Jika berdasar hijriyah umur NU sudah 98 tahun, sedang jika menurut perhitungan masehi umur NU baru 95 tahun. Anwar Sorban