Blog

  • Basada Kab. Mojokerto Giat Baksos dibencana banjir

    Basada Kab. Mojokerto Giat Baksos dibencana banjir

    wp.sorbansantri.com – Satsus basada PC Mojokerto mengadakan bakti sosial didaerah yg kena dampak banjir di dusun bekucuk ds tempuran kec sooko kab Mojokerto banyak relawan disana dr BNPB, DAMKAR dan lain2 disitu juga ada dapur umum juga.

    Antusiasme masyarakat sangat banyak hingga penerapis nya hampir ngak bisa minum dan ngemil…. Yg paling banyak yg dialami pasien adalah sakit linu kram gringingen boyok sakit dan msh banyak lagi dan dlm penangannya dgn cara terapi listrik.

    Pijat, totok syaraf becam dan dgn ridho ALLAH ada juga dgn rukiyah lan doa masyarakat setelah diterapi adan perubahan dan sembuh alhamdulillah berkat doa2 dr muazis2 NU dan pendiri NU terutama mbah HASYM ASHARI, WAHAB HASBULLAH dan masih banyak lagi karena sebelum kita menangani kita berdoa kepada beliau beliau dalam baksos tersebut juga dihadiri oleh sahabat Reno dan bunda Erma dr kab gresik yg tulus dan ikhlas utk membantu giat tersebut dan kasatkoryon nya pun ikut menyambangi digiat baksos yg diadakan pd tgl 10 januari 2021 yang dimulai dr pagi sampai jam 15 : 00 wib.. (pryanto sorban)

  • KYAI CAP CATUT KUDUS, PENYELAMAT AJARAN SUNAN KUDUS

    KYAI CAP CATUT KUDUS, PENYELAMAT AJARAN SUNAN KUDUS

    InfokomBanserNU- NAMANYA dikenal dengan sebutan Syaikh Rodhi. Yah, sosok pendatang baru itu tiba-tiba dapat gelar syaikh. Tidak ada yang mengetahui asal-usulnya. Tiba-tiba saja datang ke daerah Kudus kulon sekitaran Menara Kudus di zaman Nusantara bergerak.

    Banyak sejarah tutur menyebut Syaikh Rodhi adalah misionaris wahabi yang saat itu sedang di puncak jihad menyebarkan dakwah “bid’ahnya” di daerah yang dari dulu dikenal sebagai wilayah santri; Kudus kulon.

    KH. Sya’roni Ahmadi menyebut Syaikh Rodhi hidup sezaman dengan Surkati, tokoh yang difigurkan dalam Jamiyyatul Khoir. Dulunya, Jamiyyatul Khoir dipenuhi dengan tokoh-tokoh ahlussunnah waljama’ah keturunan Arab dan Yaman (khususnya). Tapi sejak Surkati bisa masuk mempengaruhi organisasi Islam pertama tersebut (berdiri 1901), paham yang disebarluaskan menjadi semakin bercorak wahabi.

    Di zaman Surkati inilah Jamiyyatul Khoir ditambah akonim menjadi Jam’iyytul Khoir wal Irsyad dan peranakan Arab yang mendirikannya mufaraqah membuat jamiyyah sendiri bernama Rabithah Alawiyyin.

    Kiai Sya’roni Ahmadi menyebut Surkati dan Syaikh Rodhi adalah utusan misionaris wahabi. Sementara utusan lainnya ada yang dikirim ke luar Jawa, untuk memecah belah umat Islam waktu itu, yang sedang bergerak melawan Belanda.

    Di sekitar Menara Kudus abad 19 awal itu (tahun tepatnya belum diketahui sumber saya), Syaikh Rodhi bermukim dan menyebarkan ajaran-ajaran bid’ah untuk kalangan kelompok santri menara. Misalnya, dia mendakwahkan ajaran baru yang mengharamkan ziarah kubur Sunan Kudus, tahlilan serta berjanjenan. Semua itu sudah berlaku ratusan tahun di Kudus.

    Banyak kiai dan warga di sekitar Kudus yang tidak setuju atas kehadiran tokoh tiba-tiba yang menyebarkan ajaran yak nah beh itu. Ujaran dan ceramahnya sangat meresahkan warga.

    Diceritakan, Syaikh Rodhi ini pernah mengikat dirinya sendiri dengan rantai di masjid Menara Kudus. Bukan karena stres dan gila, tapi sebagai ungkapan dia tidak mau berpindah dari lokasi sekitar Menara karena diusir warga.

    Tanda buruk kehadiran Syaikh Rodhi ini nampak dari kisah tutur yang menyebut adanya anjing misterius yang tiba-tiba muncul di tengah masjid depan menara kecil yang sekarang lokasinya ada di dalam masjid. Anjing itu adalah isyarah adanya manusia hina yang dikirim tuannya untuk menjaga akidah kotor, senajis hukum anjing dalam fiqih.

    Meski “dakwah” nya ditolak oleh warga yang mayoritas santri, Syaikh Rodhi selalu berusaha dengan berbagai cara agar diterima. Sayangnya, pendapatnya yang dangkal mudah dipatahkan hanya oleh santri, belum sekelas kiai.

    Dia merasa mendapatkan kesempatan bisa menguasai Masjid Menara peninggalan Sunan Kudus saat para kiai dan tokoh ulama di sekitar menara dipenjara oleh Belanda di zaman geger pecinan tahun 1918 M. Syaikh Rodhi pun menyebar pengumuman tantang debat dengan siapa saja dengan jaminan jika kalah harus mengikuti ajaran bid’ahnya.

    Syaikh Rodhi tidak mengetahui kalau Kudus kulon adalah markas para santri, yang sudah dibangun Sunan Kudus sejak masih hidup. Ia mengira bila kiai Kudus banyak dipenjara artinya tidak akan ada lagi orang alim yang bisa melawannya. Dia tidak mengetahui peta bahwa Kudus kulon itu banyak orang alim yang kealimannya tidak nampak karena kalah dengan pamor mahabbah dan haibah Sunan Kudus.

    Tantangan Syaikh Rodhi direspon oleh seorang alim yang tidak ikut dipenjara Belanda karena dianggap bukan sebagai tokoh penting. Namanya Kiai Hamid, yang oleh Kiai Sya’roni Ahmadi disebut dengan gelar populer Kiai Hamid Cap Catut.

    Kiai Hamid siap debat dengan Syaikh Rodhi dengan satu syarat: yang kalah harus keluar dari Kudus dan tidak boleh kembali selamanya.
    Syarat itu dipenuhi. Perdebatan ini ada yang menyebut terjadi di Masjid Menara Kudus, yang disaksikan oleh banyak orang.

    Kalah dalil, Syaikh Rodhi akhirnya harus keluar dari Kudus dan pergi entah kemana karena memang tidak diketahui asalnya. Kudus pun akhirnya terselamatkan dari pengaruh wahabi yang mengharamkan amaliyah ahlussunnah wal jama’ah, hingga sekarang.

    Untuk mengenang peristiwa penting tersebut, Kiai Hambali atau Kiai Kamal (Kamal adalah nama ubahan setelah dipenjara Belanda, mukim di Damaran, belakang makam Sunan Kudus), mendokumentasikan dalam kalimat bahasa Arab,

    ماتت البدعة بقيام حجة لأهل السنية

    Artinya:

    “Bid’ah sudah mati (seiring) ditegakkannya hujjah untuk ahli sunnah”.

    Bila dijabarkan, ajaran bid’ah yang pernah disebar pertama oleh Syaih Rodhi di sekitar Menara Kudus sudah mati sejak dia kalah debat penuh dalil dengan Kiai Hamid Cap Catut yang membuktikan kebenaran ajaran ahlussunnah wal jama’ah.
    Kalimat tersebut terukir di dalam Masjid Menara Kudus.

    Dalam manuskrip yang ada, tertera angka 1344. Kiai Kamal menyusun kalimat dokumentatif tersebut bukan hanya sebagai ungkapan penuh makna, tapi juga sangkakala yang menunjuk tahun kelahiran Nahdlatul Oelama (NO) 1926 yang bertepatan dengan 1344 H. Demikian sebagaimana dituturkan oleh M. Abdullah Al Badri.

    Artinya, kelahiran NU pada tahun 1344 H adalah penanda “matinya” ajaran wahabi berkembang menjadi ideologi agama yang akan terus ditolak oleh NU, terbukti hingga sekarang.

    Semoga, seluruh jama’ah MWC NU Sungai Gelam mendapatkan limpahan berkah, bikaromati Mbah Kyai Hamid Cap Catut, Kanjeng Sunan Kudus, ugi sedoyo para Wali ing Nusantara.

    #JayalahNU
    Alfatihah..

    (Bagus Muhammad Miftahul Mujib)

  • TANBIH atau Wasiat Dari Mbah Sholeh

    TANBIH atau Wasiat Dari Mbah Sholeh

    InfokomBanserNU- “ojo mbok kiro uwong – uwong sing ngurusi NU iku dudu wong pilihan, iso ugo leluhure, mbah – mbahe jaman dhisik iku ya tokoh, Pejuang Islam”.

    “Jangan kamu kira orang-orang yang melestarikan (memperjuangkan) NU itu bukan orang pilihan, bisa juga para leluhurnya, kakek moyangnya jaman dulu itu ya tokoh, pejuang Islam.”

    Sekelumit dawuh itu membuat pikiranku berkecamuk gundah. Andai kalimat pesan beliau itu diambil mafhum mukholafahnya (hukum kebalikan), maka dapat disimpulkan begini :

    Jangan dikira orang-orang yang merusak (memusuhi) NU itu orang sembarangan, bisa juga para leluhurnya, kakek moyangnya jaman dulu itu ya pentolan, musuh Islam. Astaghfirulloh… Huusshhh.. Mbok ya jangan su’udzon to bro..

    Intinya begono bri.. Eh, begini bro..
    NU itu organisasi Islam yang didirikan oleh para Wali atas petunjuk dari Sang Maha Suci, semata² berniat melanjutkan estafet dakwah Sang Nabi yang santun, luwes, lentur dan rahmatan lil ‘alamin. Pola yang diterapkan NU itu ya pola yang telah diwariskan Sang Nabi, tidak memaksa dengan kekerasan.. Tapi meluluhkan hati melalui akhlak mulia dan ketulusan. Sampai sini faham kan?

    Kalau ada yang ngajakin jihad islam, bela agama, bela nabi dll tapi caranya kaku, hobi menghujat, suka tebar fitnah dan hoax, perilakunya tidak mencerminkan akhlaq Nabi, sedikit² bid’ah.. sedikit² haram.. maka jauhi… tinggalkan sejauh jauhnya…

  • Wajib diikuti seluruh daerah di Indonesia untuk menjaga ketentraman dan akal sehat

    Wajib diikuti seluruh daerah di Indonesia untuk menjaga ketentraman dan akal sehat

    InfokomBanserNU- Radikalisme ini berakar dari aqidah tritauhid dan aqidah kebencian Al Wala Wal Bara yg dipraktekkan oleh Khilafah, Wahabi, Ikhwanulmuslimin dan grup2 sejenis bukan hanya di Departemen Pendidikan,  Pertamina tapi di departemen2 & BUMN2 lain.

    Menteri Agama Malaysia: Tak ada Tempat bagi Salafi Wahabi di Kuala Lumpur

    Bahkan mesjid, dana dan pengajian2 di korporasi grup2 besar juga banyak dikuasai kelompok mereka. Buku2 berakar aqidah teror dan kebencian Tritauhid dan Al Wala Wal Bara ini membanjiri buku2 agama di penerbit2 Indonesia tanpa kontrol baik yg halus maupun yg terang2an berisi perintah bunuh.

    Sebaiknya yg undang ustadz2 provokator diwawancara ulang HRD, bertanggungjawab pembinaan pendonor teroris dari dalam perusahaan.

    Orang2 hijrah palsu ini spt Ikhwanul Muslimin atau PKS nya di negeri2 arab atau muslim lainnya bahkan dicabut kewarganegaraanya , dokumen2 kependudukan spt KTP Passport dan lain2 sekeluarga , bahkan cuman memberikan dukungan dana saja sudah dihukum begitu. Alasannya berbahaya karena takfiri mudah kafirkan muslim lain selain bughot dan khawarij, ilmu agama nya jg tidak bersanad tidak bersambung sampai Nabi SAW sebagaimana NU atau Al azhar Mesir (bukan Al azhar Indonesia yg berbeda sama sekali yg justru Muhammadiyah yg terputus sanadnya juga tak bermadzhab) 

    Muhammadiyah sedikit banyak terkena pengaruh ekstrimisme wahabi salafi karena tak memiliki aqidah yang kuat, ilmu agama tak bermadzhab dan tak bersanad (bersambung sampai Nabi), sehingga terjebak dalam aqidah wahabi tiga tauhid dan al wala wal BARA yg esktrim berdasarkan kebencian(BARA). (AbiTsani)

  • Satu pohon untuk air dan udara

    Satu pohon untuk air dan udara

    wp.sorbansantri.com- Kegiatan penanaman pohon bersama santri jogo kali (relawan pemantau sungai Jombang) bersama kelompok pelindung hutan dan mata air (KEPUH) dan mahasiswa universitas Muhammadiyah Malang dari jurisan sosiologi pada hari Minggu 10/01/2021. melakukan penanaman di kawasan hutan lindung di area sumber petung pecut dan sumber gintung yang berada di petak 14 wilayah KPH Jombang.

    Tujuan di laksanakannya kegiatan ini murni reboisasi, dengan mengusung konsep satu pohon untuk air dan udara yang berarti satu pohon bisan untuk menjaga keseimbangan air dan udara itu menurut pak fatkur selaku ketua dari relawan pemantau sungai Jombang (santri jogo kali).

    Pak fatkur berharap “perjuangan ini belum berakhir, apa yang ditanam hari ini tidak serta merta bisa dinikmati sekarang namun tanaman tersebut akan berkembang dikemudian hari entah 5-10 tahun ke depan sebagai penyangga bagi kehidupan yang akan datang”. Ia juga menambahkan pohon yang ditanam meliputi pohon kemiri sunan. (fio)

  • Sekeluarga pembom bunuh diri di gereja menyekolahkan anaknya di Muhammadiyah

    Sekeluarga pembom bunuh diri di gereja menyekolahkan anaknya di Muhammadiyah

    InfokomBanserNU-

    Selain Kokam MU dukung bendera HTI, Dahnil , Amien Rais, Hanum Rais yg dekat dengan hoax& simbol2 radikalis.

    Menteri Agama Malaysia: Tak ada Tempat bagi Salafi Wahabi di Kuala Lumpur

    agama dalam pemahaman Wahabi Salafi memang isinya harus berdasar kebencian, sehingga tak heran mereka rata2 bengis sampai mudah membunuh, hal ini tertuang dalam ajaran mereka Al Wala Wal Bara yg berdasarkan cocoklogi terjemah ayat dan hadits bukan dari ilmu yg bersanad bersambung sampai Nabi SAW . Dapat dicari di youtube pun banyak pengajaran Al Wala Wal Bara di mesjid2 wahabi dan muhammadiyah.

    Ajaran cocoklogi selain menjadi dasar wahabi, ikhwanul muslimin (PKS), khilafah HTI, khilafah ISIS, dll juga menjadi sekte2 lain seperti ini, konsep utamanya seorang awampun bisa berdalil hanya menggunakan terjemahan Al Quran dan hadits, padahal mereka tak miliki ilmu agama yg bersanad, tak heran ikhwanul muslimin bahkan ditangkapi atau dicabut kewarganegaraan dan passportnya di negri2 muslim termasuk arab karena berdasar ajaran cocoklogi ini, dibelakangnya terkandung takfiri mudah mengkafirkan muslim lainnya apalagi menghalalkan darah yg bukan seagama.

     Ajarannya berdasarkan kebencian dalam konsep al wala wal bara (bara dlm istilah wahabi berarti kebencian atau permusuhan seb inti iman, tak punya kebencian bisa dianggap kurang/tidak beriman). 

    Sikap melihat orang lain cendrung selalu seb musuh bisa dikarenakan aqidah wahabi ISIS ini, sambil membanggakan sendiri

    link RadikalismeIkhwanulmuslimin PKS

    Contoh pemikiran Wahabi dan Muhammadiyyah ttg dzikir HU :

    menurut Gus Baha

    Gusbaha

    kyaikampung

    Penyebab orang2 pintar di perusahaan2 tsb cendrung terkena radikalisme agama? Karena kesombongan intelektual ingin menguasai /berkuasa dlm agama sebagaimana mereka menguasai ilmu2 eksakta teknis, sombong tak ingin mengikuti otoritas, madzhab atau ikut ulama2 yg ilmunya bersanad bersambung sd Nabi. Seperti seorang pasien awam yg jenius dg baca buku2 kedokteran dan menganggap remeh dokter2 yg tersertifikasi dan berizin.

    Melawan aqidah teror dan kebencian Tritauhid dan Al wala wal bara, adalah ilmu aqidah bersanad dan bermadzhab, bersambung tak terputus sampai Nabi Muhammad SAW yg jg dipraktekan oleh 4 madzhab fiqih yaitu aqidah madzhab Asyariyyah maturidiyyah. aqidah ini dianut mayoritas muslimin nusantara di Indonesia, Msia, Brunai, Spore, Thailand dll jg sama2 bermadzhab fiqih syafiiyah. Bagi yg merasa awam dapat taqlid ikut ulama2 yg terbukti bersanad, sebagaimana dokter bedah pun taqlid sama dokter anestesi/ahli pembiusan.

    Dalam konsep wahabi salafi ISIS dkk seolah2 seorang awam wajib tahu semua ilmu kedokteran baik bedah maupun anestesi. Tidak boleh ada taqlid, dicemoohnya dg ikut2an atau taqlid buta. Cara berpikir ini pun menjadi pintu orang2 yg merasa pintar ke arah radikalisme mengatasnamakan agama.

    The books and teaching of Aqidah three tauhid and  alwala wal bara are overwhelming uncontrolled when  Muhammadiyah leader become ministry of education: 

    The teaching of Al Wala Wal Bara which based on hatred in Center /PP Muhammadiyyah   Menerapkan Al-Wala’ Wal-Bara’

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=3CCncf5sOEc[/embedyt]

     

    Al-Wala Wal Bara’ | Ust. Bachtiar Nasir, Lc

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=5FeODn7jtF0[/embedyt]

     

    Ust Ihsan Tanjung Al Wala’ Wal Bara’ DiDalam Kalimat Tauhid Kajian Dzuhur 28072016

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=T-3fGri1p4I[/embedyt]

     

    AL-WALA WA AL-BARA | Ust. Zulkifli Muhammad Ali, Lc 

    [embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=TZTHxAiWAfQ[/embedyt]

     

    Malaysia reject University of Muhammadiyah in their country because of Muhammadiya’s Wahaby backbround 
    Source Malaysia reject University of Muhammadiya
    Indonesia and Malaysia in general have same madzhab of beliefs of Al-Asyairah and Al-Maturidiyah, and madzhab of Syafii in Fiqh. This has strong sanad of belief and religion background in Islam Nusantara including majority moslem in Malaysia, Singapore, Thailand, Brunai, Indonesia, etc. (AbiTsani)

  • LAZISNU BAKTI MULYA KEC. SUNGAI BAHAR JAMBI BERSAMA KEPALA DESA, MENYALURKAN DANA PENDIDIKAN SEMBAKO DAN BIAYA PENGOBATAN

    LAZISNU BAKTI MULYA KEC. SUNGAI BAHAR JAMBI BERSAMA KEPALA DESA, MENYALURKAN DANA PENDIDIKAN SEMBAKO DAN BIAYA PENGOBATAN

    InfokomBanserNU- Jumat Berkah, Penyaluran Dana Pendidikan, Bantuan Sembako, Bantuan Biaya pengobatan/Kesehatan.
    Dilaksanakan oleh Ranting Lazisnu Bakti Mulya kepada Masyarakat di Desa Bakti Mulya. Dilaksanakan bersama oleh Ranting NU Bakti Mulya, Lazisnu MWC Sungai Bahar, dan Kepala Desa Bakti Mulya.

    Semoga Para Pengurus Lazisnu, Pengurus NU pada umunya, selalu diberikan kesehatan dan keberkahan.
    Kepada para pemilik kaleng Terimakasih telah menitipkan Sedekahnya, Infaqnya, Zakatnya kepada Lazisnu. Insyallah Para Pengurus Lazsinu akan melaksanakan amanahnya. Semoga amal kita semua diterima Oleh Allah SWT.
    #LAZISNU
    #rantingnu
    #nucarelazisnu
    #mwcsungaibahar
     

    (LAZISNU KECAMATAN SUNGAI BAHAR)

  • BANSER HUSADA BAKSOS BENCANA BANJIR

    BANSER HUSADA BAKSOS BENCANA BANJIR

    Cyberaswaja.online|DawarBlandong. Masuk Tahun 2020, bersamaan dengan Musim Hujan yang melanda berbagai daerah, di sejumlah desa di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Salah satu daerah yang terdampak banjir diantaranya adalah dusun Balong, Desa Banyulegi. Disini banyak 19 rumah warga terendam banjir setinggi 60 hingga 70 cm. Tak hanya rumah, banjir juga merendam area persawahan yang berada sebagian wilayah kecamatan Dawarblandong. (7/1/2020) GERAKAN PEMUDA ANSOR, melalui SATUAN KHUSUS BANSER HUSADA (SATSUS BASADA), melakukan BAKSOS kepada warga setempat. Dusun Balong tempatnya, yang terdampak banjir, berada di desa Banyu Legi Kecamatan Dawar.
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Posko Basada di Rumah Warga Dusun Balong
    “Kegiatan Baksos BASADA ini sifatnya Sosial dari Ansor Banser kepada warga masyarakat sekitar yang terdampak banjir, dengan memberikan bantuan pengobatan” tegas sahabat Sobarudin Kepala SATSUS BASADA Kabupaten Mojokerto. (9/1/2020) Kegiatan berupa pengobatan diantaranya: Bekam, Tensi Darah, Pijat Refleksi, pengobatan Alternatif, dan sebagainya ini di Mulai pukul 10:00 WIB sampai selesai.
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Tensi Darah warga yang berobat
    “Kabiro Basada Mojokerto, melaksanakan kegiatan sosial ini dengan biaya pengobatan gratis kepada warga yang berobat hanya infaq seikhlasnya, kita awali pengobatan ini dengan berdo’a bersama begitu selesai kita tutup dengan do’a”. Ungkap Sahabat Alif anggota Basada.
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Pengobatan BEKAM
    Kasatkorcab Banser Mojokerto, H.M.Yunus. Beserta jajarannya Mengapresiasi kegiatan Biro Biro Banser yang ada di Strukturnya tersebut berjalan dengan baik, Melalui Wakilnya menyampaikan.
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Pijat Refleksi dan alternatif
    “Kita Bersyukur atas Semua Biro Banser yang ada sekarang, sudah terbentuk, berjalan baik. Harapan besar kita memberikan terbaik untuk Organisasi dengan terus Belajar serta Satu Komando Berjuag dibawah bendera NU”. Tegas Sahabat M. Shokib Waka Banser Mojokerto.
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Posko Satsus Basada
    SORBANSANTRI.COM
    Foto: Salam Biro Basada, Ngopi Kebersamaan
  • Pesan Gus Wahid Buat Pengurus Anak Cabang Pra-Konfercab GP Ansor

    Pesan Gus Wahid Buat Pengurus Anak Cabang Pra-Konfercab GP Ansor

    InfokomBanserNU- Dalam rangka menyiapkan Pra-Konferensi Cabang GP Ansor Kabupaten Banjarnegara, Pengurus Cabang GP Ansor mengumpulkan seluruh pengurus Pimpinan Anak Cabang se-Kabupaten Banjarnegara di Serayu Adventure , Kamis (09/01/2020).

    Acara yang diikuti oleh perwakilan dari pengurus Pimpinan Anak Cabang se-Kecamatan Banjarnegara setidaknya ada 4 pesan yang disampaikan oleh KH. Wahid Jumali, Lc selaku ketua Cabang GP Ansor Kab. Banjarnegara.

    Pertama, “Ansor harus siap sedia dan tahu apa yang dibutuhkan masyarakat, bukan hanya dimensi keagaman tetapi juga meliputi semua aspek yang ada di masyarakat termasuk soal ekonomi.” Hal ini karena beliau paham bahwa masih banyak kader yang merantau sehingga ketika ada kegiatan menjadi tidak maksimal.


    Kedua, “Ansor harus satu komando. Namanya saja pimpinan, maka harus siap mengorbankan pribadi untuk orang banyak bukan mengorbankan banyak orang untuk kepentingan pribadi,” pesannya.

    Ketiga, jika selama ini administrasi belum tertib maka sebelum Konfercab semua harus segera diurus. Ia menginstrusikan kepada Pengurus Pimpinan Anak Cabang yang barus konferancab segera melengkapi dokumen pengajuan SK karena hal ini akan menjadi persyaratan akreditasi. Selain itu beliau juga menginstruksikan untuk segera membentuk pegurus ranting di desa yang belum terbentuk. “Semua ranting harus terbentuk. Siap?” tegas Gus Wahid dijawab siap dengan kompak oleh pengrus yang hadir.

    Keempat, Gus Wahid berharap bahwa Ansor sebagai parameter NU kedepan bisa mempunyai badan usaha agar target kemandirain bisa tercapai. “Parameter NU kedepan adalah Ansor,” katanya memungkasi pidatonya.
    #instagram #instaword #instapic #ansorbanjarnegara #banserbanjarnegara #nahdlatululama #alanumedia #prophetmuhammad #nuonline #nuonline_id #ansor #banser #ansorbanser #ansornu #gpansor #banserindonesia #bansernusantara #pagarnusa #pagarnusa1986 #santri #galerisantri #ipnu #ippnu #tausiah #tausiahcinta #hijrah #pengurus #pondokpesantren #cintaulama #islam
    Jangan lupa Follow
    @ansorbanjarnegara
    @ansorbanjarnegara
    @ansorbanjarnegara

    (Ansor Banjar Negara )

  • Mari Jaga ukhuwah islamiah dan Ukhuwah Wathoniyah di bumi Indonesia

    Mari Jaga ukhuwah islamiah dan Ukhuwah Wathoniyah di bumi Indonesia

    InfokomBanserNU- Orang Islam zaman dulu itu santai. Mereka gampang berbaur dengan budaya lokal. Tegasnya, mereka membaurkan diri. Mereka tidak khawatir soal akidah yang bakal tercemar.

    Lebaran kita makan ketupat. Sebelum Islam datang ketupat itu sudah ada di tanah Jawa. Ketupat disajikan dalam hidangan sehari-hari, juga dipakai untuk sesajen, persembahan kepada Tuhan yang diyakini pada masa itu. Islam diajarkan, tanpa kebencian pada simbol-simbol lama. Ketupat yang merupakan bagian dari ritual agama lama, menjadi bagian kemeriahan perayaan Idul Fitri.

    Ada banyak lagi pembauran-pembauran yang dibuat, yang memberi karakter kepada Islam, menjadi ciri khas yang memberikan tampilan berbeda antara Islam Nusantara, dengan Islam di bagian bumi yang lain. Berbeda, tapi tidak kehilangan substansi ajaran Islam.

    Islam yang demikianlah yang sudah membangun Nusantara selama berabad-abad. Islam yang membangun, memberi warna, memperkaya. Bukan Islam yang mencari-cari konflik dengan lingkungan tempat dia hidup.

    Mari Jaga ukhuwah islamiah dan Ukhuwah Wathoniyah di bumi Indonesia.

    #MembangunPeradaban
    #Islam

    (Baban Subandi )