Blog

  • LAILATUS SHOLAWAT JETIS MOJOKERTO

    LAILATUS SHOLAWAT JETIS MOJOKERTO

    Sorban jetis_Generasi muda NU Jetis Mojokerto bersholawat bersama di acara LAILATUS SHOLAWAT untuk mengungkapkan perasaan cinta mereka kepada Rasulullah SAW(22/8/2020)

    Dengan semangat dan penuh hikmat mereka sepanjang malam terus melantunkan sholawat yang di iringi tabuhan group terbang banjari se kec Jetis . Acara yang di prakarsai PAC GP Ansor Jetis ini di hadiri 26 group banjari, Saking hikmatnya bersolawat sampai lupa kondisi pandemi sedang menerjang bangsa dan negara ini .

    Demi mensukseskan acara tersebut , sebagai kordinator yaitu Ust Siamin yang juga berperan sebagai tuan rumah terus berkordinasi dengan Ndan Isa sebagai satkoryon Banser kec Jetis . Ndan Isa langsung menerjunkan persolnilya ke tempat acara di rumah bpk Imam Muslim dengan alamat dsn gedangan desa jolotundo kec Jetis, personil BANSER teros menghimbau peserta untuk melaksanakan protokol kesehatan

    Acara baru selesai setelah hari sudah pagi sekitar pukul 00 15 menit , semoga Ansor Jetis dan NU nya selalu di beri bimbingan oleh Allah agar selalu Istiqomah dan ihklas dalam menjalankan roda organisasi ..

    sukses untuk Ansor Jetis mojokerto

    By: s Parman sorban

  • UJIAN NYATA PKPNU DILAKSANAKAN MENJELANG PILBUB 2020

    UJIAN NYATA PKPNU DILAKSANAKAN MENJELANG PILBUB 2020

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Sebentar lagi pesta demokrasi PILBUB akan dilaksanakan di Kab. Mojokerto. Banyak taktik dan strategi diluncurkan untuk memperoleh suara dalam kompetisi tersebut. Mulai dari pemetaan Wilayah sampai dengan Pemetaan Organisasi dan Organisasi NU adalah salah satunya yang selalu saja tidak luput dari pemetaan tersebut, yang dikarenakan Manisnya NU jika ikut dan berpartisipasi dalam ranah politik.

    Akan tetapi apa jadinya jika Suara warga NU ditarik oleh pasangan yang diusung oleh partai politik yang berseberangan dengan ajaran Ahlussunnah Wal Jama’ah? disinilah letak ujian nyata bagi para kader PKPNU, ditengah manisnya janji pasangan calon BUPATI, ditengah gesekan dengan keluarga dan sahabat. Ke-NU-an warga Annahdliyah diuji, apalagi bagi tokoh dan kader penggerak NU yang akan diselalu dilirik pasangan calon pada PILBUB 2020 periode 2021-2024.

    Agenda pemilihan BUPATI yang akan dilaksanakan pada Rabu, 09 Desember 2020, sejauh ini ada 3 BAPASLON yang akan ramaikan PILBUB Mojokerto.

    Pasangan pertama yang memastikan diri maju di Pilbup Mojokerto yakni Ikfina Fahmawati dan Muhammad Al Barra (Ikbar). Ikfina merupakan istri mantan Bupati Mojokerto Mustofa Kamal Pasa yang lengser karena terjerat kasus korupsi. Sedangkan Barra, putra Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim.
    yang diusung 6 partai yaitu PKS, PAN, GERINDRA, NASDEM, HANURA, DEMOKRAT.

    Pasangan kedua yaitu Pungkasiadi dan Titik Masudah juga optimis bisa melenggang di Pilbup Mojokerto 2020. Pungkasiadi saat ini menjabat Bupati Mojokerto. Dia menggantikan posisi Mustofa Kamal Pasa yang dicopot karena terjerat kasus korupsi.
    Sedangkan Titik menjadi kader PKB Kabupaten Mojokerto. Dia juga aktif sebagai pengurus Fatayat. Perempuan berjilbab ini adik kandung Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah.
    Yang diusung Partai PKB dan PDIP

    Pasangan ketiga adalah Yoko Priyono dan Choirun Nisa (Yoni) juga memantapkan langkahnya untuk maju di Pilbup Mojokerto. Yoko saat ini menjabat Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Mojokerto. Sedangkan Nisa pernah menjadi calon Bupati Mojokerto pada Pilkada 2015. Saat itu, dia dicoret oleh KPU karena persoalan rekomendasi dari DPP PPP.
    Yang diusung dari Partai PPP dan GOLKAR

    Untuk itu, hasil dari Pengkaderan PKPNU saat ini diperlukan karena materi siapa lawan siapa kawan akan bisa jadi kapan kawan kapan lawan. Mudah-mudahan warga NU Kab. Mojokerto khususnya, dalam menghadapi PILBUB 2020 tidak merusak ideologi ASWAJA NU. (abi sorban)

  • KESULTANAN DI NUSANTARA BUKAN KHILAFAH

    KESULTANAN DI NUSANTARA BUKAN KHILAFAH

    SORBANSANTRI.COM

    CYBERASWAJA.ONLINE – Film Jejak Khilafah di Nusantara yang diluncurkan oleh Hizbut Tahrir di Indonesia (HTI) pada 1 Muharram nanti, barang lama yang dikemas ulang. Narasinya tidak jauh beda dengan 11 tahun silam, ketika HTI menyelenggarakan kampanye serentak di seluruh Indonesia tentang Jejak Syariah dan Khilafah di Indonesia dengan mengadakan diskusi publik dan pembagian booklet.

    Maksud dan tujuan dari film tersebut, melancarkan serangan halus kepada eksistensi Indonesia dengan memanfaatkan emosi keislaman dan sejarah umat melalui momentum peringatan tahun baru hijriyah. Dengan harapan, timbul ketidakpercayaan publik terhadap legalitas Indonesia secara agama dan sejarah. Sambil mengalihkan perhatian dan kepercayaan umat kepada mereka yang sedang memperjuangkan khilafah tahririyah.

    Modus mem-frame momen-momen hari besar keagamaan, modus lama yang diulang-ulang HTI. Modus ini kurang efektif, dilihat dari minimnya dukungan umat kepada mereka. Buktinya, tidak satu pun tokoh, pejabat, dan ormas Islam yang membela mereka ketika pemerintah mencabut badan hukum HTI. Umat membiarkan HTI berjuang sendiri, menjadi bulan-bulanan pemerintah karena kegiatan makar mereka.

    Kegagalan HTI meraih dukungan umat melalui framing momen-momen hari besar keagamaan disebabkan oleh lemahnya frame yang mereka buat. HTI seringkali membuat isu yang tidak ada fakta dan realitasnya., sehingga tidak melekat di alam sadar masyarakat. Isu-isu yang dilontarkan HTI, bersifat imajinatif dan imitatif. Khayalan dan kepalsuan. Bertentangan dengan akal sehat dan sejarah. Tidak jarang, bertentangan dengan ide dan metode yang mereka yakini.

    Tema Jejak Khilafah di Nusantara, masih sangat umum dan terlalu jauh kalau mau digiring untuk melegitimasi perjuangan HTI mendirikan khilafah tahririyah. Jejak adalah tanda atau bekas yang ditinggalkan oleh sesuatu yang pernah lewat. Jejak unta menunjukkan pernah ada unta yang lewat. Untanya sudah tidak ada di tempat. Jejak unta bukan unta itu sendiri. Antara jejak unta dengan unta dua hal yang berbeda.

    Jejak khilafah yang dimaksud oleh HTI adalah tanda atau bekas hubungan diplomatik antara khilafah umayyah, abbasiyah dan utsmaniyah dengan kesultanan-kesultanan di Nusantara. Artinya kesultanan-kesultanan di Nusantara bukan khilafah itu sendiri dan bukan bagian dari khilafah. Proses berdirinya kesultanan-kesultanan di Nusantara berawal dari perpindahan agama raja hindu/budha ke Islam. Kesultanan-kesultanan di Nusantara bukan daerah taklukan (kharajiyah) dari ke-khilafah-an dan bukan bentukan dari ke-khilafah-an.

    Dalam perspektif fiqih siyasah HTI, bentuk pemerintahan yang sah satu-satunya adalah khilafah. Suatu negara/pemerintahan yang dipimpin oleh seorang kepala negara/pemerintahan yang bai’at oleh umat setelah dilakukan proses pemilihan secara bebas tanpa paksaan. Sedangkan para sultan di Nusantara, menjadi kepala negara/pemerintahan melalui sistem pewarisan dari orang tuanya. Sistem putra mahkota, yang menurut fiqih siyasah HTI, tidak sah.

    Keberadaan lebih dari satu orang kepala negara/pemerintahan (sultan) di Nusantara bertentangan dengan prinsip negara khilafah yaitu satu khalifah yang wajib dibai’at untuk seluruh kaum muslimin. Oleh karena itu, menurut fiqih siyasah HTI, kesultanan-kesultanan di Nusantara semuanya tidak termasuk daulah Islamiyah, sistem pemerintahannya bukan sistem Islam, hukum-hukum diterapkan tidak bias dianggap sebagai hukum Islam.

    Tapi, dari perspektif fiqih siyasah Syafi’iyah yang dianut oleh mayoritas ulama di Nusantara, kesultanan-kesultanan tersebut absah. Suatu negara boleh menggunakan sistem putra mahkota dan umat Islam absah memiliki lebih dari satu orang kepala negara/pemerintahan (khalifah/sultan) pada waktu bersamaan. Maknanya umat Islam boleh hidup, beribadah dan beramal di beberapa negara yang berbeda, dengan kepala negara/pemerintahan yang berbeda pula.

    Mengangkat dua khalifah boleh jika di antara dua Khalifah jika jaraknya berjauhan dan terdapat pemisah alami (haajiz thabi’iy) seperti laut, atau ada musuh di antara keduanya, yang tidak mampu dikalahkan oleh salah satu dari keduanya. Ini pendapat Imam Haramain, Al-Ghazali, Abdul Qahir Al Baghdadi. (Mahmud Abdul Majid Al Khalidi, Qawa’id Nizham Al Hukm fil Islam, hlm. 313; Jamal Ahmad Sayyid Jaad Al Marakbi, Al Khilafah Al Islamiyyah Bayna Nuzhum Al Hukm Al Mu’ashirah, hlm. 65-67).

    Melihat kondisi geografis Nusantara yang terpisah-pisah, rasanya sulit menerapkan fiqih siyasah HTI. Untung HTI hadir di Indonesia pada abad ke-20. Seandainya HTI sudah ada di Nusantara pada abad 13 – 17, pasti kesultanan-kesultanan itu di-kufur-kufur-kan oleh syabab HTI dan para sultan-nya di-bully. (Oleh Ayik Heriansyah)

  • Rutinan Ngaji Aswaja di lingkungan Kecamatan Mojosari

    Rutinan Ngaji Aswaja di lingkungan Kecamatan Mojosari

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dalam meningkatkan pengetahuan mengenai Faham ASWAJA ( ahlusunnah wal jama’ah ) di Kecamatan Mojosari, Satkoryon Banser Mojosari selalu mengawal kegiatan ngaji aswaja yang di asuh oleh Gus Mad (adik ipar kiai Ali Mojosari).

    SORBANSANTRI.COM

    Kegiatan rutinan yang sudah berjalan hampir 1 tahun lebih itu diikuti oleh Kader NU, Ansor, Banser, Fatayat dan warga Nahdhliyin di Mojosari itu laksanakan tiap Hari Selasa dengan cara pindah dari ranting ke ranting yang ada di kecamatan Mojosari.

    Pengajian ASWAJA yang dimulai dari selesai sholat isya’ ( ba’da isya’ ) sampai dengan pukul 22.00 wib itu, diikuti puluhan muhibbin dari berbagai Ranting dengan harapan generasi muda faham tentang ajaran ASWAJA itu bagaimana. Mengingat saat ini khususnya di Mojosari semakin banyaknya masyarakat yang belum mengerti tentang ASWAJA NU. (ABI SORBAN)

  • PERINGATI TAHUN BARU HIJRIYAH, ANSOR KOTA MOJOKERTO GOWES KEBANGSAAN & ZIARAH MAKAM ALM. RIYANTO

    PERINGATI TAHUN BARU HIJRIYAH, ANSOR KOTA MOJOKERTO GOWES KEBANGSAAN & ZIARAH MAKAM ALM. RIYANTO

    SORBANSANTRI.COM

    ANSOR MOJOKERTO KOTA, Kamis, 20/08/2020, Momen tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1442 H, yang bertepatan pada hari Kamis, 20 Agustus 2020 diperingati oleh PC GP Ansor Kota Mojokerto dengan menggelar acara GOWES KEBANGSAAN.

    Selain diikuti oleh pengurus dan anggota Banser dari masing-masing PAC & Satkoryon, juga diikuti oleh beberapa klub gowes yang ada di Mojokerto. Pemberangkatan dipimpin langsung oleh Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto, Sahabat Ahmad Saifulloh. Terang Mahrul Utomo selalu korlap GOWES KEBANGSAAN.

    SORBANSANTRI.COM

    Dengan rute tujuan makam para Muassis NU di Mojokerto ini menempuh jarak sekitar 10km. Diantaranya ziarah ke Makam KH. Zainul Alim (Ketua PCNU Mojokerto pertama), makam KH. Nawawi (Laskar Hizbulloh), makam KH. Mudzakkir, juga ke makam KH. Ahyat Chalimi.
    Finish gowes kebangsaan ini diakhiri dengan ziarah ke makam sahabat Alm. Riyanto (Anggota Banser yang meninggal akibat bom yang meledak saat perayaan Natal tahun 2000. Tambahnya

    “Saya mengapresiasi kegiatan ini, ditengah kondisi pendemi covid-19 yang belum kelihatan akan usai, dan masih terbatasnya aktifitas organisasi secara normal, sahabat-sahabat Ansor Banser masih memiliki keinginan yang kuat untuk mencari cara agar tetap bisa menghidupkan kordinasi organisasi. Selain itu, ini juga menjadi media syiar Ansor Banser kepada Masyarakat. Karena disaat gowes sabahat-sahabat Anaor Banser terus menyanyikan mars Ansor dan Mar Banser juga Ya lal Wathan. Kata Ahmad Saifulloh (Ketua PC GP Ansor Kota Mojokerto).  (RED SORBAN)

  • Foto Presiden RI di corat coret, Yayasan di Rembang Diluruk Banser

    Foto Presiden RI di corat coret, Yayasan di Rembang Diluruk Banser

    SORBANSANTRI.COM
    Rembang (WartaBromo.com) –
     Sebuah yayasan pendidikan di Desa Kalisat, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, diluruk Banser, Kamis (20/08/2020) pagi.

    Aksi tersebut dipicu dugaan penyebaran ideologi khilafah oleh yayasan tersebut. Selain itu, lembaga tersebut diduga menjadi bagian dari organisasi terlarang, HTI (Hizbut Tahrir Indonesia).

    Pantauan WartaBromo.com, puluhan anggota Banser itu berangkat beriringan dari Kecamatan Bangil dengan mengendarai sepeda motor.

    Sebelum ke Kalisat, rombongan yang dipimpin Ketua PC GP Anshor Bangil, Sa’ad Muafi lebih dulu mendatangi kediaman AH, di Rembang.

    Menurut Muafi, kedatangannya ke rumah AH itu terkait unggahannya di facebook. “Kami ingin bertabayun atas unggahannya di medos menjelek-jelekkan Habib Luthfi,” kata Muafi saat tiba di lokasi.

    Di rumah AH, Banser menemukan sejumlah simbol-simbol berupa bendera, poster, majalah, yang dicurigai mengarah ke ideologi khilafah.

    “Kami tabayyun dan dia mengaku bahwa di sini menjadi tempat penyebaran ideologi khilafah (HTI),” ujar Muafi.

    Setelah dari kediaman AH, Banser kemudian bergeser ke tempat yang diduga menjadi penyebaran ideologi khilafah. Yakni, sebuah yayasan pendidikan di Desa Kalisat.

    Di sana, Banser menemukan foto presiden Joko Widodo dicoret-coret, kemudian tidak memiliki bendera merah putih, dan foto wakil presiden masih belum diganti.

    Bahkan, saat ditanya siapa nama wakil presiden, kepala sekolah bersangkutan pun tak hafal.

    Beberapa barang bukti itu pun langsung diamankan oleh polisi. Muafi juga telah melaporkan 2 orang ke polisi yang diduga menjadi aktor penyebaran ideologi khilafah di wilayah Kecamatan Rembang.

    “Yang kedua, saya nanti juga akan mengirim surat resmi ke Kemenag untuk mencabut izin sekolah. Karena mereka menyebarkan ideologi khilafah dengan berlindung di balik lembaga pendidikan,” tegas Muafi.

    Sementara itu, Kapolres Pasuruan AKBP Rofiq Ripto Himawan mengatakan sudah menerima laporan dari Banser. Rofiq memastikan setelah ini polisi akan langsung memproses laporan tersebut.

    “Kami akan melakukan pemanggilan saksi-saksi awal dulu,” kata Rofiq. (tof/asd)

  • Melekan dan Khotmil Qur’an dimalam Tahun Baru Islam

    Melekan dan Khotmil Qur’an dimalam Tahun Baru Islam

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Malam Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, oleh Ranting Sajen PAC GP Ansor Pacet Mojokerto diisi dengan taqorrub illalloh dengan cara melekan dan khotmil qur’an di Makam Mbah Suro Dakimin saudara Suro Dinawan Suro Dilogo yang tepatnya ada di Dusun Treceh Desa Sajen Kec. Pacet Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Mujiburrohman (Ketua PAC GP Ansor Pacet) dan Sahabat Nuril Huda ( Sekretaris PAC GP Ansor Pacet )

    Kegiatan ini dihadiri Ketua PAC GP Ansor Pacet Sahabat Mujiburrohman dan diikuti oleh puluhan Ansor Banser dari Ranting Sajen PAC GP Ansor Pacet Mojokerto dan dimulai ba’da isya’ sampai dengan pukul 03.00 wib dini hari nanti. Pembacaan Surat-surat Al Qur’an dilakukan bergilir oleh Ansor Banser Ranting Sajen dan dilaksanakan dengan tertib dan Hikmad.

    Koordinasi Sahabat Nuril huda selaku Sekretaris PAC GP Ansor Pacet dan sahabat yifaul wafa, Sulton dan  Aap, memberikan kemudahan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dan diharapkan bisa istiqomah di tahun berikutnya.

    Karena Ansor adalah Organisasi Kaderisasi diharapkan selalu berperilaku yang baik bagi dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar khususnya dan tetap menjaga amalan Ahlussunnah wal jama’ah. (ABI SORBAN)

  • 21 GROUP BANJARI ASAL PACET TAMPIL DI DUSUN WONOKERTO DESA WARUGUNUNG

    21 GROUP BANJARI ASAL PACET TAMPIL DI DUSUN WONOKERTO DESA WARUGUNUNG

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Dalam Rangka Memeriahkan perayaan HUT RI ke-75 Jajaran Ansor Banser, LPBI NU, Muslimat, Fatayat, Jam’iyah diba’ dan sholawat, Yayasan Darussalam Dsn Wonokerto Ds. Warugunung beserta Arkrak ( Arek Kramajetak) Bersinergi dan kerjasama dalam memeriahkan rangkaian Acara.

    Rabu, 19 Agustus 2020, Dusun Wonokerto / Kramajetak Desa Warugunung diramaikan dengan alunan Seni Banjari dari Kecamatan Pacet. Hal ini patut dibanggakan karena apresiasi warga yang luarbiasa juga merupakan hal yang positif dan diacungi jempol karena memperlihatkan bahwa Seni Albanjari sangat diminati oleh Pemuda Pemudi yang ada di kecamatan Pacet.

    Dalam acara itu ada beberapa rangkaian acara yang ada dalam kegiatan tersebut, yang dikemas menjadi satu yaitu:

    1.  Peringatan HUT RI KE 75
    2.  Peringatan tahun baru Hijriah 1442 H
    3.  Khotmil quran bil ghoib
    4.  Harlah jadwas (jam’iyah diba’ dan sholawat) ke-3
    5.  Gebyar seni

    Koordinasi rapi dari tingkat ranting sampai PAC baik itu lembaga dan banom yang ada dalam naungan NU, diharapkan bisa memperkuat tali Ukhuwah Islamiyah khususnya di kawasan Pacet Mojokerto. Sehingga memperkuat dan memperkokoh Amaliyah Annahdliyah di Pacet Mojokerto. (ABI SORBAN)

  • SPANDUK TIDAK JELAS MULAI BEREDAR DI MOJOSARI MOJOKERTO

    SPANDUK TIDAK JELAS MULAI BEREDAR DI MOJOSARI MOJOKERTO

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Adanya pemasangan banner yang bertuliskan dibawah komando IMAM BESAR HABIB RIZIQ SYIHAB telah ramai dan jadi perbincangan hangat di group facebook, group WA, dll, khususnya warga Mojokerto sendiri.

    Hal ini memang patut di pertanyakan karena tidak adanya kejelasan dalam pesan gambar dipemasangan umbul-umbul dan spanduk dari bahan banner tersebut. dan hanya bertuliskan “DIBAWAH KOMANDO IMAM BESAR AL HABIB RIZIEQ SYIHAB”.

    Komando untuk apa? untuk Perayaan apa? Calon Bupati tidak, CAGUB tidak, CAPRES juga tidak,? dan tidak adanya pesan dalam gambar tersebut. Jangan jangan ada beberapa oknum yang memang sengaja mencoba menggoyang ideologi di daerah Mojosari dan sekitarnya, Ungkap salah satu Netizen dalam komentarnya mengenai gambar HABIB RIZIEQ SYIHAB. Dan lebih aneh lagi hal ini di pasang pada waktu momen HUT RI ke-75 yang berlangsung tanggal 17 Agustus 2020.

    Pemasangan BANNER yang tidak jelas akan maksud dan tujuannya itu, dilakukan oleh orang yang belum jelas identitasnya, dari kelompok organisasi mana dan untuk apa. dan diduga tidak adanya perizinan dalam pemasangan banner tersebut.

    Adanya Banner yang bertuliskan “DIBAWAH KOMANDO IMAM BESAR AL HABIB RIZIEQ SYIHAB” itu sudah ada sejak 13 Agustus 2020 dan sudah terlihat di lampu merah perempatan pekukuhan mojosari, panjer dan lainnya.

    Hal ini patut dipertanyakan karena tidak adanya kejelasan dalam gambar tersebut, dan diharapkan agar masyarakat lebih waspada dengan adanya gerakan yang tidak jelas serta selalu berkoordinasi dengan pihak yang berwenang dalam memperoleh kejelasan. (abi sorban)

  • WASPADA!!! INILAH GRAND DESAIN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

    WASPADA!!! INILAH GRAND DESAIN HIZBUT TAHRIR INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh: Muhammad Anwar
    Ketua PC GP Ansor Jakarta Selatan
    18 Agustus 2020

    SORBAN SANTRI- Pagi ini saya agak terusik ketika melihat WA Grup yang sedikit menyinggung soal isu khilafah. Mengingat bahwa baru saja kita merayakan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75 kemarin membuat saya semakin bersemangat untuk mencerahkan sahabat dalam memahami apa itu Hizbut Tahrir Indonesia sehingga organisasi tersebut dibubarkan pada 2017 lalu. Oleh karena itu kita perlu tingkatkan kewaspadaan terkait apa rencana mereka terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tercinta ini.

    Berdasarkan gambar di atas, ada 3 fase grand desain mengenai bagaimana khilafah ala HTI ini dijalankan. Namun sebelum kita bahas lebih jauh, mohon difahami kenapa saya sebutkan disini dengan ‘khilafah ala HTI’ dikarenakan secara global Ummat Islam di Indonesia bahkan di dunia sepakat dan diajarkan sejak kecil bahwa pada akhir zaman nanti akan berdiri tegak kembali khilafah ‘ala minhajin nubuwwah yang di pimpin oleh Imam Mahdi.

    Lalu muncul pertanyaan apakah HTI sudah mengetahui siapa Imam Mahdi atau hanya akal-akalannya saja?

    Paham tentang Imam Mahdi pada mulanya termasuk rekayasa dan strategi Syiah Imamiyah untuk mengimbangi kerajaan Bani Umayyah yang memerintah dengan penuh penindasan kepada pengikut Ali bin Abi Thalib pada waktu itu. Sementara menunggu munculnya Imam Mahdi, maka dunia ini dipimpin oleh tokoh-tokoh spiritual Syiah yang kasat mata (rijalul qhaib). Yang susunannya terdiri dari seorang Quthub atau Qhaus yang diberi nama Insan Kamil. Empat orang Autad sebagai menteri, tujuh orang Abdal, dua belas orang Nukaba’ dan tiga ratus orang Nujaba. Kerajaan batin itu yang dikendalikan oleh orang-orang kasat mata tersebut (rijalul qhaib) pada hakikatnya tidak ada. Itu hanya imajinasi orang Syiah, tidak bisa diterima oleh akal dan naql (Syara). Begitu pula dengan Imam Mahdi yang dalam masyarakat Jawa disebut Ratu Adil.

    Paham tentang adanya Imam Mahdi sebagai salah satu tanda-tanda kiamat berkembang dalam kalangan Syiah Imamiyah. Menurut Syiah Imamiyah pada akhir zaman akan datang seorang khalifah yang adil dari keturunan Ali bin Abi Thalib r.a. dengan nama-nama Mahdi, yang akan berkuasa di seluruh dunia Islam.

    Imam as-Suyuthi pernah menyebutkan bahwa ciri-ciri al-Mahdi palsu adalah mereka membuat standar keimanan sendiri bahwa umat Islam yang mendukungnya sebagai mukmin dan yang menolak bergabung bersama mereka disebut kafir. Ciri lainnya, mereka berani membunuhi para ulama. (Lihat: Al-Suyuthi, Syarah Sunan Ibn Majah, [Karaci: Qadimi Kutb Khanah, t.t], j. 1, h. 300).

    SORBANSANTRI.COM

    Mari sekarang kita kaji lebih dalam mengenai 3 fase grand desain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

    Fase 1 – Pembinaan
    Pada gambar tertulis bahwa dalam fase ini adalah membangun kepribadian Islam pada Kader Dakwah; Membentuk kader dan kelompok dakwah; Memperbanyak anggota dakwah.

    Lalu dibawahnya ditambahkan (untuk disama-samakan) seakan-akan mereka pada fase ini sama dengan fase Nabi Muhammad SAW di kala itu sebagai pembenaran. Dengab menulis “Rasulullah saw membina para shahabat di rumah Al Arqam Rasulullah saw mengajari para shahabat sholat dan membaca Al-Qur’an.

    Fase 2 – Interaksi Dengan Masyarakat
    Menanamkan ideologi ke tengah-tengah masyarakat; Menyerang seluruh keyakinan dan sistem masyarakat yang rusak; Mengungkap makar musuh-musuh Islam dan antek-anteknya.

    Di bawahnya juga ditambahkan korelasi dengan zaman Rasulullah SAW yaitu: “Rasulullah menyampaikan dakwah terang-terangan, menyerang keyakinan, dan sistem kufur, beserta pendukung-pendukungnya.

    Jika kita lihat kejadian baru-baru ini sepertinya mereka sudah dalam fase ini dimana belum lama terjadi di Solo pada Sabtu, 8 Agustus 2020 lalu sebuah penyerangan terhadap keluarga Habib Umar Assegaf yang sedang menggelar acara doa bersama menjelang pernikahan anaknya.

    Selain itu muncul lagi isu-isu terkait kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan pemberian label
    antek-antek PKI apabila ada orang yang tidak sependapat dengan mereka. Kejadian-kejadian ini adalah rangkaian dari fase 2 ini setelah mereka telah menjalankan penanaman ideologi kepada Ummat Islam yang masih awwam dengan kampanye bendera HTI yang bertuliskan kalimat tauhid.

    Sehingga membuat kekhawatiran bagi Ummat Islam awwam lainnya yang tidak sepaham dengan mereka dianggap ‘kafir’, ‘munafik’ dan benci Islam. Padahal yang mereka tolak adalah penyalahgunaan kalimat tauhid untuk memprovokasi dan memecah belah Ummat Islam.

    Hanya NU dan GP Ansor dengan BANSER (Barisan Ansor Serbaguna) sebagai kader inti Gerakan Pemuda Ansor yang berani bersuara untuk memberikan pemahaman kepada Ummat Islam yang masih awwam agar tidak terprovokasi.

    Fase 3 – Pengambil Alihan Kekuasaan
    Ini adalah puncak dari grand desain Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yakni Menegakkan pemerintahan Islam dengan cara membai’at seseorang yang akan menduduki jabatan Khilafah; Menerapkan hukum Islam di dalam negeri dengan syamil dan kamil, mengemban dakwah Islam ke seluruh penjuru dunia.

    SORBANSANTRI.COM SORBANSANTRI.COM

    Lagi-lagi dimunculkan korelasi seperti saat Bait Aqabah II; Rasulullah menegakkan Daulah Islam di Madinah.

    Jadi sangatlah jelas mengapa Hizbut Tahrir di dunia di tolak dan dibubarkan sehingga menjadi organisasi terlarang dikarenakan tujuannya adalah membangun negara baru dengan sistem khilafah versinya sendiri. Selain itu mereka juga telah berulang kali gagal untuk mencapai tujuannya ini. Sedangkan Indonesia, sebagai negara muslim terbesar di dunia telah lama menjadi incaran mereka namun juga harus gagal kembali karena NU sebagai organisasi Islam terbesar masih setia menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga mengusulkan pada pemerintah untuk membubarkan organisasi yang bisa membahayakan keutuhan berbangsa dan bernegara ini.

    Maka sangat wajar apabila Nahdlatul Ulama dan Badan Otonomnya difitnah dan dihajar habis-habisan oleh mereka agar menjadi lemah sehingga mereka mampu melaksanakan tujuannya untuk merebut kekuasaan.

    Namun mereka seperti tidak kehabisan cara, meskipun telah dibubarkan, mereka masih tetap bergerilya dikarenakan sudah mengakarnya pemahaman yang diberikan oleh mentor-mentor mereka seperti telah di cuci otaknya bahwa “wajib hukumnya menegakkan khilafah”.

    Dengan adanya pandemi COVID-19 ini menjadi peluang bagi mereka untuk memuluskan tujuannya tersebut. Ketika terjadi kekacauan, mereka akan dengan sangat mudah membuang badannya dengan jawaban ‘HTI Telah dibubarkan’ jika kekacauan yang mereka buat gagal total. Namun mereka akan membusungkan dada dan tampil paling depan ketika usahanya membuahkan hasil.

    Propaganda demi propaganda terus dilakukan dengan diskusi, aksi-aksi demo dan yang belum lama melalui pembuatan film. Belum lagi propaganda bahwa pandemi COVID-19 adalah sebuah rekayasa dan konspirasi global.

    Hizbut Tahrir jika ditelisik lebih mendalam memiliki kesamaan dengan Partai Komunis. Bedanya, Hizbut Tahrir menggunakan dalil-dalil agama sebagai pembenaran segala aktivitas mereka. Kesamaan mereka juga adalah penyebarluasan pemikiran lintas negara (transnasional / multinasional) dimana pemikiran – pemikiran tersebut sebagai kepanjangan tangan dari negara yang pertama kali mendirikan partai tersebut.

    Di Indonesia para penganut Komunisme pernah terdaftar menjadi sebuah partai dan ikut dalam pemilu dengan nama Partai Komunis Indonesia (PKI). Sedangkan Hizbut Tahrir Indonesia belum sempat mendaftar sebagai partai karena lebih dulu dibubarkan organisasinya oleh pemerintah.

    Oleh karena itu, apabila Hizbut Tahrir di Indonesia dibiarkan berkembang dan semakin pesat sehingga tujuannya tercapai, maka Negara Kesatuan Republik Indonesia akan bubar. Digantikan dengan sistem pemerintahan ‘khilafah ala HTI’ dimana akan terjadi pertumpahan darah sesama anak bangsa sebagaimana yang telah terjadi di Iraq dan Syuriah.

    Semoga kita semua diberikan perlindungan oleh Allah SWT dari bahaya apapun. Aaamiin (GP ANSOR JAK SEL)