Blog

  • Konferancab PAC IPNU IPPNU Tayu Optimis Sukses

    Konferancab PAC IPNU IPPNU Tayu Optimis Sukses

    Pac Ipnu Ippnu Tayu_ Sekali lagi sukses atau tidaknya acara ini dapat dikatakan menjadi indikator pergerakan PAC IPNU IPPNU Tayu, 2 Tahun kedepan. Tetap dengan ke-solid an pengurus selama ini, atau bertambah nya pelajar nu tayu yang peduli dan sadar dengan pentingnya ber-organisasi di ipnu ippnu, bisa dilihat dari kehadiran dan antusias rekan rekanita pada acara ini, bisa dikatakan sukses bila banyak wajah baru yang peduli dengan ipnu ippnu di kecamatan tayu, dan bisa dikatakan gagal bila masih tetap, hanya wajah-wajah pengurus selama ini yang peduli dengan ipnu ippnu dikecamatan tayu, sebenarnya itulah salah satu dari faktor kehadiran dan antusias yang bisa dijadikan indikator seperti apa ipnu ippnu tayu dua tahun kedepan.

    Maka dari itu, semua persiapan dan perencanaan yang sudah di persiapkan dan direncanakan berhari-hari lalu, semoga besok pelaksanaan nya sukses, lancar, dan banyak wajah-wajah baru yang peduli dengan ipnu ippnu di kecamatan tayu, amin

  • ABAH YAI DASUKI MENGHADIRI RUTINAN DESA MEKAR SARI

    ABAH YAI DASUKI MENGHADIRI RUTINAN DESA MEKAR SARI

    Bogor Mekarsari – Menghadiri rutinan desa mekar sari, pengajian Minggu manisan.

    Mauidohasanah oleh Abah yai Dasuki

    “Pahala berkunjung/silaturrahim pada saudara muslim adalah 100 kali seperti ibadah umroh”

    *berkawan karena Allah dalam kebaikan sekalipun dengan kawan yang belum taat kepada Allah, bisa membawa kawan dalam ketaatan kepada Allah…*

    Waallahualam 🙏

    Alhamdulillah diiringi hujan yang berkah ( Red- Infokom Ansor Banser NU )

  • GUS DUR DAN MATA ALLAH

    GUS DUR DAN MATA ALLAH

    TANPA didampingi siapa pun, Gus Dur dan aku bertemu di warung nasi depan kampusku.
    Pakaian batik dan sarung membungkus tubuhnya, peci yang miring serta kacamata tebalnya melengkapi kediriannya.
    Dialog yang bagiku aneh pun terjadi.
    Aneh karena perbincangan kami kesana kemari, tak jelas arahnya.

    Gus Dur :
    “Sebenar apa pun tingkahmu, sebaik apapun prilaku hidupmu, kebencian dari manusia itu pasti ada.
    Jadi jangan terlalu diambil pusing. Terus saja jalan.!”

    Mughni :
    “Iya, Gus. Tapi..”

    Gus Dur :
    “Bagaimana tidak repot, hidupmu terlalu banyak ‘tapi’.!”

    Mughni :
    “Hehehehe..”

    Gus Dur :
    “Apa kamu kenal Wa Totoh?
    Maksud saya KH. Totoh Ghozali.”

    Mughni :
    “Disebut kenal ya tidak, tapi saya sering mendengar ceramah-ceramahnya di Radio.”

    Gus Dur :
    “Belajarlah kamu kepadanya, bagaimana memurnikan tauhid masyarakat.
    Dia menggunakan bahasa lokal sebagai senjatanya, memakai humor cerdas tanpa hina dan caci.”

    Mughni :
    “Baik, Gus, kalau itu perintah Panjenengan.”

    Gus Dur :
    “Ini bukan perintah, ini memang sesuatu yang seharusnya kamu lakukan sebagai Da’I.”

    Mughni :
    “Laksanakan.”

    Gus Dur :
    “Kamu suka menulis?”

    Mughni :
    “Tidak, Gus, tulisan saya buruk sekali.
    Saya coba menulis puisi atau cerita pendek, tapi benar-benar buruk hasilnya.”

    Gus Dur :
    “Rupanya kamu belum pernah dilukai seorang wanita, makanya tulisan kamu tidak bagus.”

    Mughni :
    “Lha, Panjenengan tau darimana kalau saya belum pernah dilukai wanita?”

    Gus Dur :
    “Ya itu tadi, karya sastramu buruk sekali.”

    Mughni :
    “Hmmmmm..”

    Gus Dur :
    “Kamu pernah pesantren?”

    Mughni :
    “Pernah, Gus.”

    Gus Dur :
    “Dimana?”

    Mughni :
    “Di Al-Falah sama di Al-Musaddadiyah.”

    Gus Dur :
    “Rupanya kamu Santri Kyai Syahid sama Kyai Musaddad.”

    Mughni :
    “Iya.”

    Gus Dur :
    “Saya juga sering bersilaturahmi ke beliau-beliau itu.
    Mereka salah satu penjaga Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.”

    Mughni :
    “Ketika jadi Santri, saya nakal sekali.
    Saya merasa malu kepada beliau-beliau itu, Gus.”

    Gus Dur :
    “Saya beritahu kamu, kebaikan seorang Santri tidak dilihat ketika dia berada di Pondok, melainkan setelah dia menjadi alumni.
    Kamu tinggal buktikan hari ini, bahwa kamu adalah santri yang baik.”

    Mughni :
    “Terima kasih, Gus.”

    Gus Dur :
    “Dunia tanpa pesantren, bagi saya adalah siksa.
    Bersyukurlah karena kamu pernah menjadi bagian di dalamnya.”

    Mughni :
    “Iya, Gus.”

    Gus Dur :
    “Kamu mau tau rahasia hidup saya dalam memandang segala sesuatunya?”

    Mughni :
    “Tentu, Gus, saya ingin tau rahasia panjenengan.”

    Gus Dur :
    “Dalam memandang segala sesuatu, gunakanlah ‘mata’ Allah.”

    Mughni :
    “Waduh. Bagaimana contohnya?”

    Gus Dur :
    “Contohnya begini.
    Ketika saya didatangi banyak orang yang meminta perlindungan, apakah orang itu benar atau salah, saya terima semuanya dengan lapang dada.
    Karena apa?
    Saya selalu yakin, Allah lah yang menggerakkan hati mereka untuk datang kepada saya.
    Jika saya tolak karena mereka bersalah, itu sama saja saya menolak kehendak Allah.
    Perlindungan saya kepada orang-orang yang disudutkan karena kesalahannya itu, bukanlah bentuk bahwa saya melindungi kesalahannya, tapi saya melindungi kemanusiaannya.”

    Mughni :
    “Duh..”

    Gus Dur :
    “Lebih jauhnya begini.
    Jika kamu membenci orang karena dia tidak bisa membaca al-Qur’an, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi al-Qur’an.
    Jika kamu memusuhi orang yang berbeda Agama dengan kamu, berarti yang kamu pertuhankan itu bukan Allah, tapi Agama.
    Jika kamu menjauhi orang yang melanggar moral, berarti yang kamu pertuhankan bukan Allah, tapi moral.
    Pertuhankanlah Allah, bukan yang lainnya.
    Dan pembuktian bahwa kamu mempertuhankan Allah, kamu harus menerima semua makhluk. Karena begitulah Allah.”

    Mughni :
    “Ya Allah..”

  • 1000 REBANA SEMARAKKAN PELANTIKAN GP ANSOR PAC TEMBELANG DAN BANOM NU RANTING SENTUL

    1000 REBANA SEMARAKKAN PELANTIKAN GP ANSOR PAC TEMBELANG DAN BANOM NU RANTING SENTUL

    NU Sentul – Kami mengundang segenap sahabat
    Untuk menjadi saksi bangkitnya para pemuda melalui panji-panji Nahdlatul ‘Ulama
    Segenap pengurus NU
    Segenap Ketua BANOM NU
    Para Kyia Para Ulama
    Para Guru Para Pejabat dan semua masyarakat yg tak bisa kami sebut satu-persatu
    Hadirilah….
    PELANTIKAN GP ANSOR PAC TEMBELANG PELANTIKAN BANOM NU RANTING SENTUL
    bersama Jam’iyah Sholawat Seribu Rebana Seribu Rebana Temeg
    Pembicara KH. NUR ROIHAN AHMAD
    Selasa, 24 Desember 2019
    Pkl. 19.00 wib – selesaiDoakan niat kami untuk terus berjuang meninggikan panji-panji Nahdlatul ‘Ulama
    Mari persatukan hati
    Mari pertautkan rasa
    Untuk Kita bersama
    Untuk Nahdlatul Ulama

    #NUsentul
    #AnsorBanserSentul
    #AnsorTembelang
    #BanserSatkoryonTembelang
    #FatayatTembelang
    #FatayatSentul
    #IPNUsentul
    #IPPNUsentul

     — bersama Infokom Banser NURahmat IrawanFatkur Rozik, dan 38 lainnya di Sentul, Tembelang.

  • VIRAL KETETAPAN MUI SUMBAR TERKAIT NATAL DAN TAHUN BARU

    VIRAL KETETAPAN MUI SUMBAR TERKAIT NATAL DAN TAHUN BARU

    Infokom Banser NU-

    Untung cuma di sumatra Barat tidak di Indonesia

    MAKLUMAT MUI SUMBAR
    Nomor: 001/MUI-SB/XII/2019

    بسم الله الرحمن الرحيم

    الحمد لله و الصلاة و السلام على رسول الله و على آله و من والاه

    Dewan Pimpinan Majelis Ulama (MUI) Provinsi Sumatera Barat menyampaikan maklumat kepada Kaum Muslimin dan Muslimat serta seluruh lapisan masyarakat,  sebagai berikut :

    1. Toleransi dalam ajaran Islam merupakan bagian dari petunjuk Allah swt dalam hubungan dengan umat lain. (QS. al-Mumtahanah 60 : 8-9).

    2. Konsep toleransi dalam Islam adalah membiarkan umat lain beribadah sesuai dengan keyakinan mereka bukan melibatkan diri dalam kegiatan ibadah mereka atau memakai simbol-simbol yang menjadi bagian dari ibadah mereka atau mengikuti ciri khas mereka sebagai umat berdasarkan firman Allah swt dalam (QS. al-Kafirun 109 : 1-6) dan hadits Rasulullah saw: “Siapa yang menyerupai suatu kaum, berarti ia termasuk golongan mereka” (HR.Abu Daud, dari Ibn Umar).

    3. Untuk menghindari timbulnya rasa tertuduh di kalangan umat Islam maka di tengah mayoritas umat Islam, tidak perlu ada himbauan “dilarang sweeping” dari pihak aparat penegak hukum karena memang pada prinsipnya selama masing-masing umat saling menjaga, tidak akan ada kegiatan itu sama sekali. Karena itu, kami menghimbau aparat penegak hukum untuk mengantisipasi berbagai tindakan yang melibatkan apalagi sampai memaksa umat Islam untuk mengikuti kegiatan ibadah agama lain atau memakai simbol-simbol khusus mereka.

    4. Kepada seluruh kaum muslimin agar menjaga aqidah serta kepribadian sebagai umat Islam dan menjauhkan diri dari mengikuti kegiatan ibadah umat lain dan jangan meniru ciri khas mereka.

    5. Mengucapkan selamat natal, mengikuti natal bersama, memakai topi santa dan penggunaan atribut keagamaan lainnya yang menjadi bagian aqidah, ibadah dan ciri khas kaum kafir adalah haram bagi kaum muslimin. Adapun keharaman penggunaan atribut non muslim oleh kaum muslimin, ataupun keharaman ajakan/ perintah menggunakan atribut dimaksud telah ditegaskan dalam Fatwa MUI Nomor 56 Tahun 2016.

    6. Kegiatan-kegiatan agama lain atau ciri khas mereka seperti natal, nyepi waisak, cap gomeh, tahun baru miladiyyah, valentine day dan lainnya bukanlah bagian dari ajaran Islam, dan umat Islam tidak dibenarkan (haram) untuk mengikutinya karena di dalamnya terdapat kekufuran, kesyirikan dan pengagungan syi’ar agama yang tidak bersesuaian dengan ajaran Islam.

    7. Kepada kaum muslimin untuk tidak mengistimewakan malam pergantian tahun baru miladiyah dengan berbagai kegiatan, walaupun dengan ibadah seperti shalawat, dzikir dan lainnya karena memang tidak ada dalil yang bisa dijadikan hujjah syar’iyyah untuk mengkhususkan malam itu dengan ibadah tertentu.

    8. Kepada seluruh kaum muslimin dihimbau untuk tulus (ikhlas) menerima ajaran Islam dan masuk ke dalam Islam secara utuh agar terhindar dari kesesatan dan penyesatan yang akan membuat umat kehilangan kepribadian yang Islami (syakhshiiyyah Islamiyyah).
      Demikianlah maklumat ini kami sampaikan semoga menjadi perhatian.

    حسبنا الله ونعم الوكيل نعم المولى ونعم النصير

    (Hamka Nasir)

  • RIJALUL ANSOR DI MASJID JAMI’IN PERUM KEMIRI INDAH SIDOARJO

    RIJALUL ANSOR DI MASJID JAMI’IN PERUM KEMIRI INDAH SIDOARJO

    Infokom Banser NU-Alhamdulillah…. MDS Rijalul Ansor Sidoarjo kota telah terselenggara dengan baik lancar,di masjid Djami’in perum kemiri indah Sidoarjo.

    semoga langkah” sahabat” Ansor Banser dan sahabat RA selalu di berikan hidayah dan Ridlo dari Alloh SWT.

    Serta di lanjutkan rapat anggota ranting Kemiri dan terpilihlah sahabat moh syahren sbg nahkoda baru GP ANSOR di Ranting kemiri,,, semoga amanah dlm menjalankan roda organisasi Ansor di desa kemiri Sidoarjo.. Aamiin… ( RED-INFOKOM ANSOR BANSER MOJOKERTO )

  • SANTRI HARUS TAHU SEJARAH PARA PEJUANG

    SANTRI HARUS TAHU SEJARAH PARA PEJUANG

    Infokom Banser NU – Fakta sejarah yg di kaburkan pemerintah (Nukilan patriotik) Santri pondok pesantren itu ampuh. Di tanah Jawa ini, yang paling ditakuti (penjajah) Belanda adalah santri dan tarekat (thariqah). Ada seorang santri yang juga penganut thariqah, namanya Abdul Hamid. Ia lahir di Dusun Tegalrejo, Kecamatan Tegalrejo, Yogyakarta. Mondok pertama kali di Tegalsari, Jetis, Ponorogo kepada KH. Hasan Besari. (KH Hasan Besari adalh peletak dasar pendirian Pesantren Gontor).

    Abdul Hamid ngaji kitab kuning kepada Kyai Taftazani Kertosuro. Ngaji Tafsir Jalalain kepada KH Baidlowi Bagelen yang dikebumikan di Glodegan, Bantul, Jogjakarta. Terakhir Abdul Hamid ngaji ilmu hikmah kepada KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang. Di daerah eks-Karesidenan Kedu (Temanggung, Magelang, Wonosobo, Purworejo, Kebumen), nama KH. Nur Muhammad yang masyhur ada dua, yang satu KH. Nur Muhammad Ngadiwongso, Salaman, Magelang dan satunya lagi KH. Nur Muhammad Alang-alang Ombo, Pituruh, yang banyak menurunkan kyai di Purworejo.
    AbdulHamid sangat berani dalam berperang melawan penjajah Belanda selama 5 tahun, 1825-1830 M.
    Abdul Hamid wafat dan dikebumikan di Makassar, dekat Pantai Losari. Abdul Hamid adalah putra Sultan Hamengkubuwono ke-III dari istri Pacitan, Jawa Timur.

    Abdul Hamid patungnya memakai jubah dipasang di Alun-alun kota Magelang. Menjadi nama Kodam dan Universitas di Jawa Tengah. Terkenal dengan nama Pangeran Diponegoro.
    Belanda resah menghadapi perang Diponegoro. Dalam kurun 5 tahun itu, uang kas Hindia Belanda habis, bahkan punya banyak hutang luar negeri.
    Nama aslinya Abdul Hamid. Nama populernya Diponegoro.

    Adapun nama lengkapnya adalah Kyai Haji (KH) Bendoro Raden Mas Abdul Hamid Ontowiryo Mustahar Herucokro Senopati Ing Alogo Sayyidin Pranotogomo Amirul Mu’minin Khalifatullah Tanah Jawi Pangeran Diponegoro Pahlawan Goa Selarong.
    Maka jika Anda pergi ke Magelang dan melihat kamar Diponegoro di eks-Karesidenan Kedu, istilah sekarang di Bakorwil, ada 3 peningalan Diponegoro: al-Quran, tasbeh dan Taqrib (kitab Fath al-Qarib).

    Kenapa al-Quran? Diponegoro adalah seorang Muslim. Kenapa tasbih? Diponegoro seorang ahli dzikir, dan bahkan penganut thariqah.
    Habib Luthfi bin Ali bin Yahya Pekalongan mengatakan bahwa Diponegoro seorang mursyid Thariqah Qadiriyyah. Selanjutnya yang ketiga, Taqrib matan Abu Syuja’, yaitu kitab kuning yang dipakai di pesantren bermadzhab Syafi’i. Jadi Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafi’i. Maka, karena bermadhab Syafi’i, Diponegoro shalat Tarawih 20 rakaat, shalat Shubuh memakai doa Qunut, Jum’atan adzan dua kali, termasuk shalat Ied-nya di Masjid, bukan di Tegalan (lapangan).
    Saya sangat menghormati dan menghargai orang yang berbeda madzhab dan pendapat. Akan tetapi, tolong, sejarah sampaikan apa adanya. Jangan ditutup-tutupi bahwa Pangeran Diponegoro bermadzhab Syafi’i. Maka 3 tinggalan Pangeran Diponegoro ini tercermin dalam pondok-pondok pesantren.

    Dulu ada tokoh pendidikan nasional bernama Douwes Dekker. Siapa itu Douwes Dekker? Danudirja Setiabudi.
    Mereka yang belajar sejarah, semuanya kenal. (Leluhur) Douwes Dekker itu seorang Belanda yang dikirim ke Indonesia untuk merusak bangsa kita.
    Namun ketika Douwes Dekker berhubungan dengan para kyai dan santri, mindset-nya berubah, yang semula ingin merusak kita justeru bergabung dengan pergerakan bangsa kita.

    Bahkan kadang-kadang Douwes Dekker, semangat kebangsaannya melebihi bangsa kita sendiri.
    Douwes Dekker pernah berkata dalam bukunya:“Kalau tidak ada kyai dan pondok pesantren, maka patriotisme bangsa Indonesia sudah hancur berantakan.”Siapa yang berbicara? Douwes Dekker, orang yang belum pernah nyantri di pondok pesantren.
    Seumpanya yang berbicara saya, pasti ada yang berkomentar:

    “Hanya biar pondok pesantren laku.”Tapi kalau yang berbicara orang “luar”, ini temuan apa adanya, tidak dibuat-buat. Maka, kembalilah ke pesantren.
    Ki Hajar Dewantara (Suwardi Suryaningrat) itu adalah santri.

    Tidak hanya Diponegoro anak bangsa yang dididik para ulama menjadi tokoh bangsa.

    Diantaranya, di Jogjakarta ada seorang kyai bernama Romo Kyai Sulaiman Zainudin di Kalasan Prambanan.
    Punyasantri banyak, salah satunya bernama Suwardi Suryaningrat.
    Suwardi Suryaningrat ini kemudian oleh pemerintah diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional yang terkenal dengan nama Ki Hajar Dewantara.
    Jadi, Ki Hajar Dewantara itu santri, ngaji, murid seorang kyai.

    Sayangnya, sejarah Ki Hajar mengaji al-Quran tidak pernah diterangkan di sekolah-sekolah, yang diterangkan hanya Ing Ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. Itu sudah baik, namun belum komplit. Belum utuh. Maka nantinguya, untuk rekan-rekan guru, mohon diterangkan bahwa Ki Hajar Dewantara selain punya ajaran Tut Wuri Handayani, juga punya ajaran al-Quran al-Karim.
    Sayyid Husein al-Mutahhar adalah cucu nabi yang patriotis.

    Malah-malah, ketika Indonesia merdeka, ada sayyid warga Kauman Semarang yang mengajak bangsa kita untuk bersyukur.
    Sang Sayyid tersebut menyusun lagu Syukur. Dalam pelajaran Sekolah Dasar disebutkan Habib Husein al-Mutahar yang menciptakan lagu Syukur.

    Beliau adalah Pakdenya Habib Umar Muthahar SH Semarang. Jadi, yang menciptakan lagu Syukur yang kita semua hafal adalah seorang sayyid, cucu baginda Nabi Saw. Mari kita nyanyikan bersama-sama:

    Dari yakinku teguh
    Hati ikhlasku penuh
    Akan karuniaMu
    Tanah air pusaka Indonesia merdeka Syukur aku sembahkan
    Ke hadiratMu Tuhan.

    Itu yang menyusun cucu Nabi, Sayyid Husein Muthahar, warga Kauman Semarang. Akhirnya oleh pemerintah waktu itu diangkat menjadi Dirjen Pemuda dan Olahraga.

    Terakhir oleh pemerintah dipercaya menjadi Duta Besar di Vatikan, negara yang berpenduduk Katholik.
    Di Vatikan, Habib Husein tidak larut dengan kondisi, malah justeru membangun masjid hebat.

    Malah-malah, Habib Husein Muthahar menyusun lagu yang hampir se-Indonesia hafal semua. Suatu ketika Habib Husein Muthahar sedang duduk, lalu mendengar adzan shalat Dzuhur.
    Sampai pada kalimat hayya ‘alasshalâh, terngiang suara adzan. Sampai sehabis shalat berjamaah, masih juga terngiang.
    Akhirnya hatinya terdorong untuk membuat lagu yang cengkoknya mirip adzan, ada “S”nya, “A”nya, “H”nya. Kemudian pena berjalan, tertulislah:

    17 Agustus tahun 45
    Itulah hari kemerdekaan kita
    Hari merdeka Nusa dan Bangsa Hari lahirnya Bangsa Indonesia Merdeka
    Sekali merdeka tertap merdeka
    Selama hayat masih dikandung badan
    Kita tetap setia,
    tetap setia
    Mempertahankan Indonesia
    Kita tetap setia,
    tetap setia
    Membela Negara kita.

    Maka peran para kyai dan para sayyid tidak sedikit dalam pembinaan patriotisme bangsa.
    Jadi, Anda jangan ragu jika hendak mengirim anak-anaknya ke pondok pesantren.
    Malahan, Bung Karno, ketika mau membaca teks proklamasi di Pegangsaan Timur Jakarta, minta didampingi putra kyai.
    Tampillah putra seorang kyai, dari kampung Batuampar, Mayakumbung, Sumatera Barat. Siapa beliau?
    H. Mohammad Hatta putra seorang kyai. Bung Hatta adalah putra Ustadz Kiai Haji Jamil, Guru Thariqah Naqsyabandiyyah Kholidiyyah.

    Sayang, sejarah Bung Hatta adalah putra kyai dan putra penganut thariqah tidak pernah dijelaskan di sekolah, yang diterangkan hanya Bapak Koperasi.
    Mulai sekarang, mari kita terangkan sejarah dengan utuh. Jangan sekali-kali memotong sejarah.
    Jika Anda memotong sejarah, suatu saat, sejarah Anda akan dipotong oleh Allah Swt.
    Akhirnya, Bung Hatta menjadi wakil presiden pertama.
    Pesan Penting Bagi Santri, Belajar dari Mbah Mahrus Aly. Maka, jangan berkecil hati mengirim putra-putri Anda di pondok-pesantren.

    Santri-santri An-Nawawi di tempat saya, saya nasehati begini:“Kamu mondok di sini nggak usah berpikir macam-macam, yang penting ngaji dan sekolah. Tak usah berpikir besok jadi apa, yang akan menjadikan Gusti Allah. “Ketika saya dulu nyantri di Lirboyo, tak berpikir mau jadi apa,yang penting ngaji, nderes (baca al-Quran), menghafalkan nadzaman kitab dan shalat jamaah.
    Ternyata saya juga jadi manusia, malahan bisa melenggang ke gedung MPR di Senayan.

    Tidak usah dipikir, yang menjadikan Gusti Allah.Tugas kita ialah melaksanakan kewajiban dari Allah Swt. Allah mewajibkan kita untuk menuntut ilmu, kita menuntut ilmu.Jika kewajiban dari Allah sudah dilaksanakan, maka Allah yang akan menata. Jika Allah yang menata sudah pasti sip, begitu saja. Jika yang menata kita, belum tentu sip.Perlu putra-putri Anda dalam menuntut ilmu, berpisah dengan orangtua.KH. Mahrus Aly Lirboyo pernah dawuh:“Nek ngaji kok nempel wongtuo, ora temu-temuo.”(Jika mengaji masih bersama dengan orangtua, tidak akan cepat dewasa).
    Maka masukkanlah ke pesantren.

    Semoga bermanfaat 😊

  • KETUA PC GP ANSOR HADIRI DTD BANSER

    KETUA PC GP ANSOR HADIRI DTD BANSER

    Mojokerto. cyberaswaja.online– Pengkaderan Banser yang terus dilakukan sebagai salah satu bentuk Perjuagan GP Ansor dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab terus dilakukan di bumi mojopahit.

    Dihadiri dari beberapa Unsur undangan, Diantaranya terlihat Ketua PC NU Kab.Mojokerto, KH. Adzim, DPRD dari Fraksi PKB ibu IKA, Muspika dan tamu undangan dari Banom Banom NU. (20/12)

    SORBANSANTRI.COM
    Doc.Ketua PC GP Ansor Kab.Mojokerto Gus Ali

    Ketua PC GP Ansor memberikan sambutan sekaligus arahan yang jelas berkaitan pentingnya agenda DTD Banser di wilayahnya.

    “Kita Hari ini tidak berhenti dalam kaderisasi, totalitas dan loyalitas kepada Organisasi menjaga Marwah Nama Organisasi serta tetap Taat pada Kyai, sikap kita harus jelas, bendera kita harus jelas dalam perjuangan dan kaderisasi ke depan”, ungkap Gus Ali Nasikh selaku ketua PC GP Ansor Kab.Mojokerto

    SORBANSANTRI.COM
    Doc.Ketua PC.GP.Ansor Kab.Mojokerto

    Diklat Terpadu Dasar di Desa Sumber Agung Kec.Jatirejo ini diikuti sebanyak 90 peserta yang prosesi pelaksanaanya sampai 3 (tiga) hari 2(dua) malam.

  • [KLARIFIKASI] Penjelasan terkait foto-foto yang diklaim sebagai perlakuan kejam pemerintah China di kamp konsentrasi Muslim Uighur

    [KLARIFIKASI] Penjelasan terkait foto-foto yang diklaim sebagai perlakuan kejam pemerintah China di kamp konsentrasi Muslim Uighur


    .
    Tidak ada satupun foto yang diunggah oleh sumber adalah kejadian yang benar-benar perlakuan pemerintah Cina di kamp konsentrasi muslim Uighur .
    .
    Penjelasan ada disetiap foto. Artikel panjang, baca sampai selesai, dan sikapi dengan bijaksana!
    .

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI

    Kategori : KLARIFIKASI

    Belakangan ini kembali viral foto-foto yang diklaim sebagai bentuk kekejaman pemerintah China terhadap komunitas muslim di kamp konsentrasi di Uighur.

    Sumber : https://perma.cc/A6ZB-QECU , https://perma.cc/BY5B-9GUM , https://perma.cc/XDH2-FVD9 (Arsip)

    =============================================

    PENJELASAN

    Pemeriksaan fakta terkait klaim dan foto-foto yang diunggah oleh sumber klaim tersebut dilakukan oleh Tim CekFakta Tempo.

    1. Pria yang ditangkap oleh dalam foto ini adalah Huang Hu, kepala sebuah taman kanak-kanak di Cina. Ia dibawa oleh petugas untuk dieksekusi dalam rapat umum di Zhanjiang, sebuah kota di provinsi Guangdong, Cina, yang berbatasan langsung dengan Laut Cina Selatan. Huang dieksekusi karena telah meracuni 70 anak di sekolah saingannya. Foto ini diambil pada 3 Januari 2003 oleh Agence France-Presse (AFP).

    Sumber : https://s.id/97cij ; https://imgur.com/UqMGI8l

    1. Foto ini diambil pada 25 Juli 2011 dalam sebuah sidang yang menghukum Lai Changxing, pendiri Yuanhua Group, terkait skandal penyelundupan pada 2000.

    Sumber : https://s.id/97g6O ; https://imgur.com/G7S2C64

    1. Foto ini memperlihatkan polisi anti huru-hara Cina yang menghadang seorang wanita beretnis Uighur yang berunjuk rasa di Urumqi, Xinjiang, Cina, pada 7 Juli 2009. Protes tersebut dilakukan setelah petani di Xinjiang ditahan karena berjuang untuk mendapatkan kembali tanahnya yang disita.

    Sumber : https://s.id/97moZ ; https://imgur.com/WyZLTpv


    1. Foto ini memperlihatkan salah satu aksi teatrikal oleh para praktisi Prancis di salah satu distrik terbesar di Cina pada 17 Juli 2004. Aksi teatrikal itu digelar untuk mendemonstrasikan penganiayaan terhadap pengikut Falun Gong yang dilakukan oleh kelompok Jiang. Rezim Jiang menyiksa pengikut Falun Gong agar mereka melepaskan keyakinannya. Metode penyiksaan seperti yang diperagakan dalam foto ini disebut “tiger bench”.

    Sumber : https://s.id/97nSt ; https://imgur.com/AAcG0n3


    1. Foto ini memperlihatkan dua pencuri anjing yang babak belur dipukuli massa di bagian barat daya Provinsi Guizhou, Cina, pada November 2015.

    Sumber : https://s.id/97p39 ; https://imgur.com/K9D22KI


    1. Foto ini memperlihatkan Zheng Shoujun, salah satu penganut Falun Gong, yang sedang memperagakan penyiksaan yang dialaminya pada 2004. Penyiksaan itu terjadi saat Shoujun berada di kamp kerja paksa Zhangshi di Kota Shenyang, Cina. Penganut Falun Gong mengalami penyiksaan setelah dilarang oleh oleh pemerintah Cina. Metode penyiksaan seperti yang ditunjukkan dalam foto ini disebut “chicken with a twisted neck.”

    Sumber : https://s.id/97qGh ; https://imgur.com/SUt2wms


    1. Foto ini adalah foto aksi protes pengungsi asal Iran di Inggris, Abas Amini, pada 27 Mei 2003. Amini yang merupakan seorang penyair politik ini melakukan aksi protes tersebut karena pemerintah Inggris akan mengembalikannya ke Iran. Dia pun mengklaim akan dieksekusi jika dikembalikan ke negaranya. Sebelumnya, dia telah menghabiskan waktu enam tahun di dalam penjara serta disiksa.

    Sumber : https://s.id/97wfO ; https://imgur.com/ACHQBBy


    1. Foto ini memperlihatkan tindakan represi oleh otoritas Cina terhadap Wang Shuangyan, seorang penganut Kristen Protestan, yang menjadi salah satu delegasi Kongres Dunia ke-3 tentang Evangelisasi di Cape Town, Afrika Selatan, pada Oktober 2010. Partisipasi para delegasi itu dilarang oleh polisi Cina.

    Sumber : https://s.id/97yDe ; https://imgur.com/gp1RBHD


    1. Foto ini memperlihatkan polisi Cina yang mendorong para wanita Uighur yang melakukan protes di sebuah jalan di Urumqi, Xinjiang, Cina, pada 7 Juli 2009. Ratusan warga Uighur berunjuk rasa setelah kerabat mereka ditahan oleh pihak berwenang.

    Sumber : https://s.id/97zPZ ; https://imgur.com/wHWovo4


    1. Foto ini adalah foto aksi teatrikal seorang wanita yang memperlihatkan penganiayaan terhadap para pengikut Falun Gong di Cina. Aksi itu dilakukan di Lapangan Xinyi dekat Taipei 101, Taiwan, pada 20 Juli 2008.

    Sumber : https://s.id/97BfY ; https://imgur.com/aK1lBUz


    1. Foto ini diambil pada 20 April 2001 ketika seorang tahanan wanita dibawa oleh petugas untuk dieksekusi. Sebelumnya, wanita tersebut dijatuhi hukuman mati dalam rapat umum di Beijing, Cina.

    Sumber : https://s.id/97CMZ ; https://imgur.com/hG7tXgu


    1. Foto ini adalah foto Presiden Cina, Xi Jinping, ketika memeriksa senjata yang digunakan oleh petugas anti huru-hara dalam kunjungan ke kantor polisi di Kashgar, Xinjiang, Cina, pada 28 April 2014.

    Sumber : https://s.id/99-uT ; https://imgur.com/ZzWWNNf


    1. Foto ini merupakan foto penangkapan seorang pria yang membawa pisau di jalanan di Guangdong, Cina, pada 24 Mei 2012. Pria itu menggunakan pisau yang dibawanya untuk melukai dirinya sendiri. Dia juga mengejar orang-orang yang lewat. Pria itu diduga memiliki gangguan mental.

    Sumber : https://s.id/97Ox6 ; https://imgur.com/5Eivo8e


    Kesimpulan: Berdasarkan pemeriksaan fakta ini, narasi yang menyertai foto-foto di atas, bahwa foto-foto itu adalah foto-foto perlakuan pemerintah Cina di kamp muslim Uighur, merupakan narasi yang menyesatkan.

    REFERENSI
    https://cekfakta.tempo.co/fakta/528/fakta-atau-hoaks-benarkah-ini-foto-foto-perlakuan-pemerintah-cina-di-kamp-muslim-uighur
    https://turnbackhoax.id/?s=uighur
    https://imgur.com/a/0KBNw2Y

  • [HOAX] “Sandiwara Dagelan koplax, di perskusi sendiri,di viralkan sendiri,di laporkan sendiri, minta maaf dan memaafkan sendiri”

    [HOAX] “Sandiwara Dagelan koplax, di perskusi sendiri,di viralkan sendiri,di laporkan sendiri, minta maaf dan memaafkan sendiri”

    Infokom Banser NU-Bukan sandiwara. HA (30), pelaku persekusi sudah ditetapkan jadi tersangka dan pelaku mengaku khilaf melakukan persekusi karena dalam keadaan emosi akibat senggolan dengan korban. Dia menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat, terutama NU, Banser dan GM Ansor. Dia menegaskan bahwa tindakannya adalah inisiatif pribadinya, bukan atas nama organisasi atau kelompok apa pun.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI

    Kategori : Konten yang Menyesatkan

    Beredar video yang diunggah oleh akun Ibnu Waqas (fb.com/ibnu.waqas.9) yang diberi narasi :

    “Sandiwara Dagelan koplax, di perskusi sendiri,di viralkan sendiri,di laporkan sendiri, minta maaf dan memaafkan sendiri? Sakit jiwa kali yang beginian ya?”

    Sumber : https://perma.cc/8FTM-GQ5T (Arsip) – Sudah dibagikan 800 kali saat tangkapan layar diambil.

    =============================================

    PENJELASAN

    Unggahan tersebut tidak benar karena penyidik dari Polres Metro Jakarta Selatan sudah menangkap dan menetapkan HA (30) sebagai tersangka pelaku persekusi itu.

    Pelaku mengaku khilaf melakukan persekusi karena dalam keadaan emosi akibat senggolan dengan korban.

    Pelaku menyesali perbuatannya dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat, terutama NU, Banser dan GM Ansor. Dia menegaskan bahwa tindakannya adalah inisiatif pribadinya, bukan atas nama organisasi atau kelompok apa pun.

    Pria berinisial HA itu ditangkap di tempat persembunyiannya di sebuah padepokan di Depok, Jawa Barat.

    Polisi menyita ponsel pintar dan beberapa benda milik HA sebagai barang bukti. Menurut polisi, berdasarkan keterangan pelaku, HA mempersekusi karena kesal setelah bersenggolan dengan kedua anggota Banser itu ketika berkendara di jalan, namun korban tidak berhenti untuk meminta maaf.

    Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama, dalam jumpa persnya di Polres menjabarkan kronologi persekusi yang dilakukan HA terhadap dua anggota Banser. Bastoni mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa (10/12) pukul 15.00 WIB, di Lebak Bulus, Jalan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

    Pada Jumat (13/12), pelaku resmi ditetapkan sebagai tersangka persekusi. Tersangka ditahan selama 20 hari dan diperpanjang hingga 40 hari ke depan.

    Meski pelaku telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, polisi mengatakan proses hukum akan tetap berjalan.

    Polisi menjerat HA dengan pasal 335 KUHP juncto pasal 310 dan atau pasal 311 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara selama enam tahun.

    REFERENSI
    https://www.antaranews.com/berita/1213668/video-permintaan-maaf-pelaku-persekusi-banser-nu-hanya-sandiwara
    https://news.detik.com/berita/d-4821009/pengakuan-tersangka-persekusi-anggota-banser-emosi-gegara-senggolan
    https://www.vivanews.com/tvone/24420-video-pelaku-persekusi-dua-anggota-banser-ditangkap?medium=autonext
    https://www.suara.com/video/2019/12/11/184813/kronologi-persekusi-terhadap-dua-anggota-banser-dibuntuti-hingga-direkam

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM