Blog
-

Rutinan LDNU di Kec.Mojosari Mojokerto
Mojosari. Pada hari Minggu tanggal 29 Des 2019 kec.Mojosari mengadakan giat rutin LDNU di masjid Wonokusumo,Mojosari Alhamdulillah dihadiri oleh KH.ADHIM ketua PCNU Kab.Mojokerto serta seribu jama’ah dari kalangan NU. Tidak ketinggalan BANSER yang selalu berperan aktif dalam pengamanan semua kegiatan yang diadakan oleh NU. #Siapa kita….. NU #infokom Mojokerto -

Informasi Kehilangan Dompet diPengajian Gus Miftah Pungging Mojosari
Infokom Mojokerto- Telah hilang sebuah DOMPET WARNA HITAM atas nama SUHARIYADI beramatkan di Desa Jotangan RT.07 Mojosari – Mojokerto. yang berisikan= 1 identitas KTP, 2 SIM, 2 surat STNK dan uang sekitar Rp.700.000 – Rp.800.000
Mohon yang menemukan bisa mengembalikan kepada pemiliknya dengan no WA:0857-3022-7371 atau bisa menghubungi kami Biro Infokom Mojokerto. Yang menemukan tolong dikembalikan kepada pemiliknya,dan….. SILAHKAN DIAMBIL UANG YANG ADA DIDOMPET.

SUHARIYADI Alamati Desa Jotangan RT.07 Mojosari – Mojokerto -

HANYA NU YANG LEBIH INDAH DI MADURA
Oleh : Abdul Kholik
Ketua Umum PINSiapa yang tidak kenal dengan Madura daerah penghasil garam terbesar di Indonesia yang menyimpan sejuta pesona dengan sejarah-sejarahnya yang melegenda yang akan selalu dikenang sepanjang masa. Masyarakatnya hidup damai saling berdampingan dalam bingkai kasih sayang yang dikenal religius taat beragama, cintanya kepada ulama melebihi cintanya kepada dirinya sendiri. Apapun perintah ulama pasti akan langsung ditaati sebab orang madura sangat terkenal dengan balas budinya, jika ada orang yang baik kepadanya pasti akan dibalas dengan lebih baik maka tak heran jika penghormatannya kepada ulama begitu besar sebab berkat ulama mereka bisa merasakan manisnya nikmat Iman, mengenal Tuhannya Allah Swt dan Nabinya Muhammad Saw suatu kenikmatan yang tiada tara.
Banyak ulama besar yang berasal dari tanah Madura, diantaranya ada satu nama besar yang sudah sangat familier di telinga orang Indonesia bahkan sampai di luar negeri sana yaitu KH. Muhammad Kholil atau yang lebih dikenal dengan nama Syaikhona Kholil atau Mbah Kholil Icon ulama kebanggaan Madura, bahkan ketika orang mengucapkan Madura maka pikiran akan terlintas kepada nama besar Syikhona Kholil. Beliau adalah seorang ulama yang kharismatik dengan keilmuannya yang sangat dalam. Hidupnya yang sederhana serta sifatnya yang santun, arif dan bijaksana menjadikannya panutan bagi masyarakat Madura dan siapapun yang berguru kepadanya.
Melalui didikannya lahir tokoh-tokoh besar yang telah mengharumkan nama baik Indonesia hingga level dunia seperti KH. Hasyim Asyari dan KH. Wahhab Hasbullah yang merupakan pendiri ormas Islam terbesar di dunia yaitu NU maka sangatlah tepat jika Syaikhona Kholil dijuluki sebagai guru besar NU. Tanpanya NU tidak akan ada, karenanya NU bisa berdiri tegak hingga saat ini dan kemanfaataannya telah banyak dirasakan oleh umat.
Maka sangat disayangkan jika ada orang Madura yang tidak cinta kepada NU itu berarti menandakan bahwa dirinya tidaklah bangga dengan Syaikhona Kholil dan karakter Maduranya yang dikenal cinta dan taat kepada ulama telah luntur. Namun penulis yakin tidak ada orang Madura yang seperti itu, semuanya adalah NU dan tidak akan pernah menyisahkan ruang untuk yang lainnya kecuali NU karena hanya NU lah yang mempunyai kenangan indah dengan Madura melalui karomah Syaikhona Kholil.
-

Generasi Muda NU Kab. Karawang bersilaturrahmi dengan Al-Mukarom Sayyid Seif Alwi
Infokom Banser NU- Generasi Muda NU Kab. Karawang telah bersilaturrahmi dengan Al-Mukarom Sayyid Seif Alwi (Pimp. Majelis Ahbaburrosul Indonesia)
Beliau menyampaikan agar Generasi Muda NU bisa lebih merangkul rekan-rekan pelajar dan mahasiswa terutama orang-orang yang masih mau mengaji untuk ikut meramaikan konten-konten positif dari Generasi Muda NU dan alhamdulillah beliau juga bersedia menjadi Penasehat Generasi Muda NU Kab. Karawang.
Semoga Generasi Muda NU bisa mengemban amanat dari para Ulama NU dan jajaran struktural NU yang merupakan Guru kami dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan beragama.Karawang , 26 Desember 2019
Majelis Ahbaburrosul Indonesia
Jl. Baladewa, Perumnas Bumi Teluk Jambe Blok NQ 16 Karawang.#GenerasiMudaNU
#GenerasiMudaNU_Karawang
#Ahbaburrosul_Indonesia(post Muhammad Abduh)
-

Pengajian Bersama Ketua-ketua Ormas di Kantor PCNU Tasikmalaya
Infokom Banser NU- Ketua-Ketua Ormas Islam di Kabupaten Tasikmalaya berkumpul di Kantor PCNU Kab. Tasikmalaya. Ada dari Muhammadiyah, Persis, PUI dan dari FPI. Pada kesempatan itu para sesepuh dan Ketua Ketua Ormas ini sepakat untuk melaksanakan pengajian bersama dengan tausyiah langsung oleh Ketua MUI Kab. Tasikmalaya, Mustasyat PCNU Kab. Tasikmalaya sekaligus Pengasuh Ponpes Sukahideng, KH. Ii Abduk Basith.
Dan hari ini buah dari pertemuan itu sedang dilaksanakan di Masjid Agung Kab. Tasikmalaya di Bojongkoneng. Sesuai dengan hasil rapat dan atas perintah para sesepuh dan para Ketua, Banser ditunjuk sebagai Koordinator pengamanan.
Dan hari ini juga, untuk pertama kalinya di Kab. Tasikmalaya Ansor, Banser, Pemuda Muhammadiyah, Kokam, Pemuda PUI, Brigade PUI, Pemuda Persis, Brigade Persis dan Laskar FPI berkumpul dalam satu acara. Bahu membahu mengatur dan mengamankan acara.
-

WAHABI SALAFI dan CELANA CINGKRANG
cyberaswaja.online-
Sunah Memakai Celana Cingkrang Hasil Metode Qiyas / Dalil Umum
Ikhwan Salafi yang menghukumi Sunah memakai celana cingkrang adalah dari hasil Qiyas pada hadis larangan Isbal (memanjangkan pakaian di bawah mata kaki) maupun keumuman hadis larangan isbal pada pakaian. Sebab tidak ditemukan dalil hadis bahwa Rasulullah pernah memakai celana apalagi penjelasan celana beliau di atas mata kaki.
ﻓﻼ ﻳﺘﺠﻪ اﻟﻘﻮﻝ ﺑﻨﺪﺏ ﻟﺒﺲ اﻟﺴﺮاﻭﻳﻞ ﺣﻴﻨﺌﺬ ﻷﻧﻪ ﺣﻜﻢ ﺷﺮﻋﻲ ﻻ ﻳﺜﺒﺖ ﺇﻻ ﺑﺤﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ ﺃﻭ ﺣﺴﻦ
Dengan demikian tidak dapat diterima pendapat yang menghukumi Sunah memakai celana. Sebab hal itu adalah hukum syariat yang tidak dapat ditetapkan kecuali dengan hadis Sahih atau Hasan (Faidl Al Qadir 1/109)
Sementara hadis yang melarang isbal adalah teks berupa izar. Izar adalah pakaian yang dikenakan di tubuh bagian bawah. Dalam kitab-kitab hadis celana memiliki bahasa sendiri yakni Sirwal (jamak Sarawil). Sementara Sirwal ini tidak masuk dalam teks hadis larangan isbal (memanjangkan pakaian melebihi mata kaki). Berikut adalah hadisnya:
ﻋَﻦْ ﺳَﺎﻟِﻢِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ اﻟﻠَّﻪِ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻴﻪِ، ﻋَﻦِ اﻟﻨَّﺒِﻲِّ ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﻗَﺎﻝَ: «اﻹِْﺳْﺒَﺎﻝُ ﻓِﻲ اﻹِْﺯَاﺭِ، ﻭَاﻟْﻘَﻤِﻴﺺِ، ﻭاﻟﻌﻤﺎﻣﺔ، ﻣَﻦْ ﺟَﺮَّ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﺧُﻴَﻼَءَ، ﻟَﻢْ ﻳَﻨْﻈُﺮِ اﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻳَﻮْﻡَ اﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ»
Dari Salim, dari ayahnya Abdullah, dari Nabi shalallahu alaihi wasallam, bersabda: “Isbal terdapat dalam pakaian bagian bawah tubuh, gamis dan surban. Barangsiapa menjulurkan ketiganya ke bawah mata kaki secara sombong maka Allah tidak akan melihat kepadanya -dengan rahmatNya- di hari kiamat” (HR Abu Dawud)
Selain izar dikategorikan dalam anjuran diangkat di atas mata kaki adalah berdasarkan keumuman hadis atau Qiyas. Al Hafidz Ibnu Hajar berkata:
وَقَالَ الطَّبَرِيُّ : إِنَّمَا وَرَدَ الْخَبَر بِلَفْظِ الْإِزَار لِأَنَّ أَكْثَر النَّاس فِي عَهْده كَانُوا يَلْبَسُونَ الْإِزَار وَالْأَرْدِيَة ، فَلَمَّا لَبِسَ النَّاس الْقَمِيص وَالدَّرَارِيع كَانَ حُكْمهَا حُكْ
-

Pesan Gus Muwafiq agar menjaga Jargon
Kiyai Haji Muwaffiq beliau pernah mondok di Langitan, Ploso, Lirboyo dll.
Pemikiran beliau sangat moderat, beliau berpesan agar Ahlus Sunnah waljamaah tetap kita jadikan Jargon agar tdk dipakai oleh Orang lain, karena kelompok intoleran kini gemar memakai istilah tsb.
Beliau dg Fasih menyampaikan Nadzom2 yg terkadang kita sudah lupa utk menghafalnya, beliau dg fasih menyampaikan:لَمْ يَحْتَلِمْ قَطُّ طٰـهَ مُطْـلَقًا أَبَدًا *
وَمَا تَثـَائَبَ أَصْـلاً فِىْ مَدَى الزَّمَنِمِنْهُ الدَّوَابُ فَـلَمْ تَهْرَبْ وَمَـا وَقَعَتْ *
ذُبَابَةٌ أَبَـدًا فِى جِسْمِـهِ الْحَسَنِبِخَلْـفِهِ كَأَمَـامٍ رُؤْيَةٌ ثَـــبَتَتْ *
وَلَا يُرٰى أَثْـرُ بَوْلٍ مِـنْهُ فِيْ عَلَنِوَقَلْبُهُ لَمْ يَنَـمْ وَالْعَيْنُ قَدْ نَعَسَتْ *
وَلَايَرٰى ظِـلَّهُ فِى الشَّمْسِ ذُوْ فَـطِنِكَـتْفَاهُ قَدْ عَلَـتَا قَوْمًا إِذَا جَلَسُوْا *
عِنْـدَ الْوِلَادَةِ صِـفْ يَا ذَا بِمُخْتَتَنِهَذِه الْخَصَائِصَ فَاحْفَظْهَا تَكُنْ أٰمِنًا*
مِنْ شَرِّ نَـارٍ وَسُرَّاقٍ وَمِـنْ مِحَنِbeliau fasih mengutip nadzom Alfiyah bab mubtada’ khobar :
ورفعـوا مـبتدأ بالابتـدا #
كذاك رفع خـبـر بالمـبتـداوالخبر الجزء المتم الفائـده #
كـالله بـر الأيادي شـاهـدهJadi orang2 yg selalu nyinyir dan membuat narasi jahat pada Ulama2 NU , mereka punya Narasi Jahat terhadap NU.
NU adalah benteng Indonesia, Siapapun yg ingin mennghancurkan Indonesia maka mereka terlebih dahulu berhadapan dg NU.Salam NKRI
-

Hukum Tangan Mayit Disedekapkan Atau Dibiarkan Lurus
cyberaswaja.online- Tangan Mayit Disedekapkan Atau Dibiarkan Lurus?
Dalam madzhab Syafi’i keduanya sama-sama diperbolehkan. Syekh Khotib Asy-Syirbini berkata:
ﻭَﻫَﻞْ ﺗُﺠْﻌَﻞُ ﻳَﺪَاﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺻَﺪْﺭِﻩِ اﻟْﻴُﻤْﻨَﻰ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻴُﺴْﺮَﻯ ﺃَﻭْ ﻳُﺮْﺳَﻼَﻥِ ﻓِﻲ ﺟَﻨْﺒِﻪِ؟ ﻻَ ﻧَﻘْﻞَ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ، ﻓَﻜُﻞٌّ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺣَﺴَﻦٌ ﻣﺤﺼﻞ ﻟِﻠْﻐَﺮَﺽِ
Apakah kedua tangannya mayit diletakkan di atas dadanya -tangan kanan di atas tangan kirinya- atau dilepaskan keduanya di sisi tubuhnya? Tidak ada dalil khusus dalam masalah ini. Dua-duanya bagus, sudah sesuai tujuan (Mughni Al-Muhtaj 2/18)
Perhatikan penjelasan yang obyektif dari ulama terdahulu kita, tidak ada yang disalahkan. Bandingkan dengan gambar di bawah ini (dari Salafi) yang mengatakan bahwa tangan mayit sedekap tidak ada dalilnya. Padahal kedua tangan mayit dilepas pun juga tidak ada dalil secara khusus
Dalam hal ini kita tetap mengikuti ulama dan kyai kita sejak dulu, yakni tangan jenazah disedekapkan di dadanya. Dalam madzhab Hambali dijelaskan:
ﻗَﺎﻝَ اﺑْﻦُ ﻋَﻘِﻴﻞٍ: ﻻَ ﻳﻨﺒﻐﻲ اﻟْﺨُﺮُﻭﺝُ ﻣِﻦْ ﻋَﺎﺩَاﺕِ اﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣُﺮَاﻋَﺎﺓً ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﺗَﺄْﻟِﻴﻔًﺎ ﻟِﻘُﻠُﻮﺑِﻬِﻢْ، ﺇﻻَّ ﻓِﻲ اﻟْﺤَﺮَاﻡِ
Ibnu Aqil berkata: “Tidak dianjurkan meninggalkan kebiasaan masyarakat -untuk menjaga hubungan baik dengan mereka dan menentramkan hati mereka- kecuali dalam perbuatan yang haram” (Mathalib Uli an-Nuha 1/351)
Belum kita jumpai dalil yang mengharamkan meletakkan tangan dengan cara sedekap di atas dada jenazah. Jadi tetap boleh diamalkan.
-

PELANTIKAN PR GP ANSOR Mulyoharjo Masa Khidmat 2019 – 2021
Mulyoharjo cyberaswaja.online- Selamat dan Sukses GP Ansor Ranting Mulyoharjo
Semoga selalu bisa mengemban amanah dengan baik, bermanfaat, dan bisa memberi konstribusi positif pada Masyarakat lingkungan sekitar, Amiin.Melihat potensi Rijalul Ansor di Mulyoharjo, harapannya Semoga kedepan setiap ranting punya rutinan ngaji bersama warga dan yg memberi tausiyah kader Ansor sendiri, Insyaallah Jepara akan aman dr paham kelompok lain, kita tidak kekurangan dai-dai NU sendiri… Kader-kader kita akan maju dan bermanfaat, ujar Ketua PC GP Ansor Jepara H. Syamsul Anwar, (red.abdul hakim)











