Blog

  • SEDEKAH SELAMA 7 HARI DARI KEMATIAN

    SEDEKAH SELAMA 7 HARI DARI KEMATIAN

    SORBANSANTRI.COM

    asNUter, wp.sorbansantri.com –  

    عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَجُلاً سَأَلَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَيُّ اْلإِسْلاَمِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ (رواه البخاري، 11)

    Dari Abdullah bin Amr , “Ada seorang laki-laki bertanya pada Nabi , “Perbuatan apakah yang paling baik?” Rasulullah menjawab, “Menyuguhkan makanan dan mengucapkan salam, baik kepada orang yang engkau kenal atau tidak.” (HR. al-Bukhari [11]).

    عَنْ سُفْيَانَ (الثَّوْرِيّ) قَالَ قَالَ طَاوُوْس إِنَّ الْمَوْتَى يُفْتَنُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ سَبْعًا فَكَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ أْنْ يُطْعَمَ عَنْهُمْ تِلْكَ اْلأَيَّامَ

    (المطالب العلية للحافظ ابن حجر 5 / 330 والبداية والنهاية لابن كثير 9 / 270 وشرح صحيح البخارى لابن بطال 3 / 271 وعمدة القاري شرح صحيح البخارى للعيني 12 / 277)

    “Imam Ahmad mengutip pernyataan Thawus: Sesungguhnya orang-orang yang mati mendapatkan ujian di kubur mereka selama 7 hari. Maka para sahabat senang untuk memberi sedekah pada 7 hari tersebut” (Ibnu Hajar dalam al-Mathalib al-Aliyah V/330, Abu Nuaim dalam Hilyat al-Auliya’ IV/11, Ibnu al-Jauzi dalam Shifat al-Shafwah I/20, Ibnu Katsir (murid Ibnu Taimiyah, ahli Tafsir) dalam al-Bidayah wa al-Nihayah IX/270, Ibnu Baththal dalam Syarah al-Bukhari III/271 dan al-Aini

    فَائِدَة رَوَى أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلَ فِي الزُّهْدِ وَأَبُوْ نُعَيْمٍ فِي الْحِلْيَةِ عَنْ طَاوُسٍ أَنَّ الْمَوْتَى يُفْتَنُوْنَ فِي قُبُوْرِهِمْ سَبْعًا فَكَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ أَنْ يُطْعِمُوْا عَنْهُمْ تِلْكَ اْلأَيَّامِ إِسْنَادُهُ صَحِيْح وَلَهُ حُكْمُ الرَّفْعِ وَذَكَرَ ابْنُ جُرَيْجٍ فِي مُصَنَّفِهِ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ عَمِيْرٍ أَنَّ الْمُؤْمِنَ يُفْتَنُ سَبْعًا وَالْمُنَافِقَ أَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا وَسَنَدُهُ صَحِيْح أَيْضًا وَذَكَرَ ابْنُ رَجَبَ فِي اْلقُبُوْرِ عَنْ مُجَاهِدٍ أَنَّ اْلأَرْوَاحَ عَلَى الْقُبُوْرِ سَبْعَةَ أَيَّامٍ مِنْ يَوْمِ الدَّفْنِ لاَ تُفَارِقُهُ وَلَمْ أَقِفْ عَلَى سَنَدِهِ (الديباج على مسلم بن الحجاج للحافظ جلال الدين السيوطي 2 / 490)

    “Ahmad meriwayatkan dalam kitab Zuhud dan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah dari Thawus bahwa ‘sesungguhnya orang-orang yang mati mendapatkan ujian di kubur mereka selama 7 hari. Maka para sahabat senang untuk memberi sedekah pada 7 hari tersebut’. Sanad riwayat ini sahih dan berstatus hadis marfu’. Ibnu Juraij menyebutkan dalam kitab al-Mushannaf dari Ubaid bin Amir bahwa ‘orang mukmin mendapatkan ujian (di kubur) selama 7 hari, dan orang munafik selama 40 hari’. Sanadnya juga shahih. Ibnu Rajab menyebutkan dalam kitab al-Kubur dari Mujahid bahwa ‘arwah berada dalam kubur selama 7 hari sejak dimakamkan dan tidak berpisah’. Tetapi saya tidak menemukan sanadnya” (al-Dibaj Syarah sahih

     

    • إِنَّ سُنَّةَ اْلإطْعَامِ سَبْعَةَ أَيَّامٍ بَلَغَنِي أَنَّهَا مُسْتَمِرَّة إلَى اْلآنَ بِمَكَّةَ وَالْمَدِيْنَةِ فَالظَّاهِرُ أَنَّهَا لَمْ تُتْرَكْ مِنْ عَهْدِ الصَّحَابَةِ إِلَى اْلآنَ وَإِنَّهُمْ أَخَذُوْهَا خَلَفًا عَنْ سَلَفٍ إلَى الصَّدْرِ اْلأَوَّلِ (الحاوي للفتاوي للسيوطي – ج 3 / ص 288)

     

    Al-Hafidz As-Suyuthi berkata: “Anjuran memberi makanan 7 hari, telah sampai kepada saya bahwa hal itu berlangsung hingga sekarang di Makkah dan Madinah. Secara Dzahir hal itu tidak pernah ditinggalkan sejak masa sahabat hingga sekarang, dan mereka meneruskannya secara turun temurun dari masa Awal” (al-Haawii 3/288)

     

    Syaikh Muhammad Ali bin Husain al-Maliki berkata :

     

    اِعْلَمْ اَنَّ الْجَاوِيِّيْنَ غَالِبًا اِذَا مَاتَ اَحَدُهُمْ جَاؤُوْا اِلَى اَهْلِهِ بِنَحْوِ اْلاَرُزِّ نَيِّئًا ثُمَّ طَبَّخُوْهُ بَعْدَ التَّمْلِيْكِ وَقَدَّمُوْهُ ِلاَهْلِهِ وَلِلْحَاضِرِيْنَ عَمَلاً بِخَبَرِ “اصْنَعُوْا ِلاَلِ جَعْفَرٍ طَعَامًا” وَطَمَعًا فِي ثَوَابِ مَا فِي السُّؤَالِ بَلْ وَرَجَاءَ ثَوَابِ اْلاِطْعَامِ لِلْمَيِّتِ عَلَى اَنَّ اْلعَلاَّمَةَ الشَّرْقَاوِيَ قَالَ فِي شَرْحِ تَجْرِيْدِ الْبُخَارِي مَا نَصُّهُ وَالصَّحِيْحُ اَنَّ سُؤَالَ الْقَبْرِ مَرَّةٌ وَاحِدَةٌ وَقِيْلَ يُفْتَنُ الْمُؤْمِنُ سَبْعًا وَالْكَافِرُ اَرْبَعِيْنَ صَبَاحًا وَمِنْ ثَمَّ كَانُوْا يَسْتَحِبُّوْنَ اَنْ يُطْعَمَ عَنِ الْمُؤْمِنِ سَبْعَةَ اَيَّامٍ مِنْ دَفْنِهِ اهــ بِحُرُوْفِهِ (بلوغ الامنية بفتاوى النوازل العصرية مع انارة الدجى شرح نظم تنوير الحجا 215-219)   

    “Ketahuilah, pada umumnya orang-orang Jawa jika diantara mereka ada yang meninggal, maka mereka datang pada keluarganya dengan membawa beras mentah, kemudian memasaknya setelah proses serah terima, dan dihidangkan untuk keluarga dan para pelayat, untuk mengamalkan hadis: ‘Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far’ dan untuk mengharap pahala sebagaimana dalam pertanyaan (pahala tahlil untuk mayit), bahkan pahala sedekah untuk mayit. Hal ini berdasarkan pendapat Syaikh al-Syarqawi dalam syarah kitab Tajrid al-Bukhari yang berbunyi: Pendapat yang shahih bahwa pertanyaan dalam kubur hanya satu kali. Ada pendapat lain bahwa orang mukmin mendapat ujian di kuburnya selama 7 hari dan orang kafir selama 40 hari tiap pagi. Oleh karenanya para ulama terdahulu menganjurkan memberi makan untuk  orang mukmin selama 7 hari setelah pemakaman” (Bulugh al-Amniyah dalam kitab Inarat al-Duja 215-219). (abi sorban)

  • LKP GP ANSOR PACET MEMILIH GRAHA MWC NU UNTUK SOSIALISASI APLIKASI SORBAN

    LKP GP ANSOR PACET MEMILIH GRAHA MWC NU UNTUK SOSIALISASI APLIKASI SORBAN

    SORBANSANTRI.COM
    Kegiatan sosialisasi Aplikasi SorBan oleh LKP di Gedung Graha MWC NU Pacet

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Semua Jajaran Pimpinan Ranting GP Ansor Kecamatan Pacet antusias mengikuti gebrakan LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) PAC GP Ansor Pacet diawal tahun 2022 dalam penggunaan Aplikasi SorBan. Kurang lebih 50 pengurus ranting yang hadir dalam acara tersebut yang terdiri dari Ketua dan Sekretaris ranting.

    Dalam hal ini PAC GP Ansor Kec. Pacet bekerjasama dengan Sorban Santri, untuk kegiatan sosialisasi Aplikasi SorBan dilakukan oleh Gus Fahmi Syahruddin selaku jubir Sorban Santri sekaligus perwakilan Lembaga Kursus dan Pelatihan PAC GP Ansor Pacet.  Dan didampingi oleh Sahabat Nuril Huda dan Sahabat Abbas selaku Ketua dan Sekretaris PAC GP Ansor.

    SORBANSANTRI.COM
    Dari kiri Ketua PAC GP Ansor PAcet Sahabat Nuril Huda, Sahabat Imam dan Gus Fahmi saat memberikan sosialisasi Aplikasi SorBan

    Gedung Graha MWC NU Pacet dijadikan tempat pilihan sosialisasi Aplikasi SorBan, ” mengingat tempat tersebut adalah Rumahnya warga NU kecamatan Pacet yang seyogyanya wajib diramaikan oleh Banom dan Lembaga dibawah naungan NU “. kata sahabat Nuril Huda. Dalam kegiatan sosialisasi ini dinilai sukses mengingat antusias ranting yang hadir pada waktu itu. (24 Januari 2022).

    Antusias peserta dalam sosialisasi Aplikasi SorBan
    Antusias peserta dalam sosialisasi Aplikasi SorBan

    Rekatkan Ideologi dan samakan langkah adalah tujuan dari adanya aplikasi tersebut. Dan pengurus PAC GP Ansor sangat optimis Ansor Pacet akan menjadi patron Ansor untuk Ansor lainnya. ” Dengan pasukan yang kokoh dengan barisan yang rapi serta dibawah komando yang berwibawa, tinggal mimilih sasaran mana yang akan dipilih”. Kata sahabat Abas sekaligus kata-kata penutup dalam sosialisasi Aplikasi SorBan. (abi sorban)

  • Mengenal Siapa Sosok Buyut Sanur Yang Ada di Makam Wonosari Ngoro Mojokerto

    Mengenal Siapa Sosok Buyut Sanur Yang Ada di Makam Wonosari Ngoro Mojokerto

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Kali ini saya akan mengungkap sejarah siapa sebenarnya buyut Sanur itu yang konon makamnya ada di kawasan desa Wonosari kecamatan Ngoro Mojokerto, saya mencoba menggali informasi dari dzuriyah beliau yang masih ada, dan alhamdulillah saya bertemu dengan gus Abdun Nafi’ lebih dikenal dengan gus Nafi’ putra dari almaghfurlah Kyai Khusairi juga masih ada keturunan dari ki Sawunggaling yang makamnya ada di Wotanmas Jedong.

    Menurut sumber cerita dari gus Nafi’ buyut sanur itu adalah orang yang babat alas desa Wonosari cucu dari ki ageng penanggungan atau Sayyid Yahya kejapanan, ayahnya bernama KH. Basyariyah yang makamnya ada di Tuban, ini di perkuat keterangan dari gus Maskub Pacet dan juga gus Iwan keluarga dari sidoresmo Surabaya, beliau berkata mbah buyut Sanur ini masih ada hubungan family dengan maulana habib Lutfi bin Yahya jawa tengah dan mempunyai istri bernama buyut Sarbiyah.

  • KELUARGA MAYIT MEMBERIKAN HIDANGAN

    KELUARGA MAYIT MEMBERIKAN HIDANGAN

    SORBANSANTRI.COM

    asnuter, wp.sorbansantri.com – Diantara perkara yang sudah menjadi tradisi atau kebiasan dikalangan masyarakat kita adalah memberikan  hidangan ketika ada keluarga yang meninggal dunia.

    Apakah hal semacam ini bias dibenarkan menurut tinjauan syariat agama ?

    عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهَا كَانَتْ إِذَا مَاتَ الْمَيِّتُ مِنْ أَهْلِهَا فَاجْتَمَعَ لِذَلِكَ النِّسَاءُ ثمَّ تَفَرَّقْنَ إِلاَّ أَهْلَهَا وَخَاصَّتَهَا أَمَرَتْ بِبُرْمَةٍ مِنْ تَلْبِيْنَةٍ فَطُبِخَتْ ثُمَّ صُنِعَ ثَرِيْد فَصُبَّتِ التَّلْبِيْنَةُ عَلَيْهَا ثُمَّ قَالَتْ كُلْنَ مِنْهَا فَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ التَّلْبِيْنَةُ مَجَمَّة لِفُؤَادِ الْمَرِيْضِ تَذْهَبُ بِبَعْضِ الْحُزْنِ    (رواه البخاري رقم 5417 ورقم 5689 ومسلم رقم 2216)

    “Diriwayatkan bahwa ketika keluarga Aisyah ada yang wafat maka wanita-wanita berkumpul, kemudian mereka pulang kecuali keluarga dan orang-orang tertentu saja. Aisyah memerintahkan untuk memasak semacam makanan adonan yang disebut Talbinah. Aisyah berkata: Makanlah! Karena saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Sesungguhnya Talbinah dapat memperteguh hati orang yang sakit dan dapat menghilangkan sebagian kesusahannya” (HR al-Bukhari No 5417, No 5689 dan Muslim No 2216)

    فَهَذَا يَدُلُّ عَلَى إِبَاحَةِ صُنْعِ أَهْلِ الْمَيِّتِ الطَّعَامَ وَالدَّعْوَةِ إِلَيْهِ بَلْ ذُكِرَ فِي الْبَزَّازِيَّةِ أَيْضًا مِنْ كِتَابِ اْلاِسْتِحْسَانِ وَإِنِ اتَّخَذَ طَعَامًا لِلْفُقَرَاءِ كَانَ حَسَنًا ا هـ

     (حاشية الطحطاوي على مراقي الفلاح شرح نور الإيضاح 1 / 410)

    “Hadis ini (riwayat ‘Ashim bin Kulaib) menunjukkan diperbolehkannya bagi keluarga yang meninggal untuk membuat makanan dan mengundang orang lain. Bahkan disebutkan dalam kitab al-Bazzaziyah juga secara metode Istihsan, yaitu bila membuatkan makanan untuk orang-orang fakir maka hukumnya bagus” (Hasyiyah al-Thahthawi I/410)

    وَعَنِ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ: حِيْنَ طُعِنَ عُمَرُ أَمَرَ صُهَيْبًا أَنْ يُصَلِّيَ بِالنَّاسِ ثَلَاثًا, وَأَمَرَ بِأَنْ يَجْعَلَ لِلنَاسِ طَعَامًا,

    (ذكر الحافظ ابن حجر في كتابه “المطالب العالية في زوائد المسانيد الثمانية” (1/199), وقال إسناده حسن )

    “ Dari al-Ahnaf bin Qais dia berkata: ketika sayyidina Umar RA menjelang wafat (karena ditikam dengan pisau oleh Abu lu’lu’ah al-Majusi) beliau menugas Suhaib untuk melaksanakan shalat dengan orang banyak tiga kali dan memerintahkan agar menyuguhkan makanan untuk mereka. (dinukil oleh al-Hafizh Ibnu Hajar dalam kitab al-Mathalib al-’Aliyah, Juz I, hal. 199, dengan sanad yang hasan).

    Kesimpulan :

    Melihat beberapa dalil diatas,bahwa tradisi memberikan hidangan kepada orang yang bertakziyah,hukumnya diperbolehkan,sebagaimana yang sudah berlaku dimasyarakat kita, bahkan hal tersebut sudah dilaksanakan sejak zaman generasi sahabat dan dicontohkan sendiri oleh Ummil Mukminin Siti Aisyah RA, dan juga anjuran salah satu Khulafatur Rasyidin yakni Umar Bin Khattab . (gus khotib – asnuter)

  • Merangkai bacaan ayat-ayat  Al-Qur’an, Shalawat, Tahlil, Dll

    Merangkai bacaan ayat-ayat Al-Qur’an, Shalawat, Tahlil, Dll

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Diantar amalan amalan yang sering dilakukan oleh warga Nahdhiyyin adalah amalan yang berupa membaca tahlil. Redaksi Tahlil sering digugat oleh orang orang Wahhabi, karena dianggap mencampur  bacaan ayat ayat al Qur an dengan dzikir dzikir yang lain.

    Apakah  bisa dibenarkan mencampur ayat ayat alQur an dengan dzikir yang lain ?

    Mari kita lihat keterangan dibawah ini.

    عَنْ أَنَسٍ عَنِ النَّبِيِ قَالَ: إِنَّ لِلهِ سَيَّارَةً مِنَ الْمَلَائِكَةِ يَطْلُبُوْنَ حِلَقَ الذِّكْرِ فَإِذَا أَتَوْا عَلَيْهِمْ وَحَفُّوْا بِهِمْ ثُمَّ بَعَثُوْا رَائِدَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ إِلَى رَبِّ الْعِزَّةِ تَبَارَكَ اللهُ تَعَالَى فَيَقُوْلُوْنَ: رَبَّنَا أَتَيْنَا عَلَى عِبَادٍ مِنْ عِبَادِكَ يُعَظِّمُوْنَ آلاَءَكَ وَيَتْلُوْنَ كِتَابَكَ وَيُصَلُّوْنَ عَلَى نَبِيِّكَ مَحَمَّدٍ وَيَسْأَلُوْنَكَ لِآخِرَتِهِمْ وَدُنْيَاهُمْ فَيَقُوْلُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: غَشُّوْهُمْ بِرَحْمَتِي فَيَقُوْلُوْنَ يَارَبِّ إِنَّ فِيْهِمْ فُلَانًا الْخَطَّاءَ إِنَّمَا اعْتَنَقَهُمْ اِعْتِنَاقًا فَيَقُوْلُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى غَشُّوْهُمْ رَحْمَتِي فَهُمُ الْجُلَسَاءُ لَا يَشْقَى بِهِمْ جَلِيْسُهُم

    (رواه البزار قال الحافظ الهيثمي في مجمع الزوائد: إسناده حسن, والحديث صحيح أو حسن عند الحافظ ابن حجر, كما ذكره في فتح الباري 11/212)

     

    Artinya : Dari Anas  Nabi  bersabda: sesungguhnya Allah memiliki para malaikat yang selalu mengadakan perjalanan mencari majelis-majelis dzikir. Apabila para malaikat itu mendatangi orang-orang yang sedang berdzikir dan mengelilingi mereka, maka mereka mengutus pemimpin mereka ke langit menuju Tuhan Maha Agung – Yang Maha Suci dan Maha Luhur. Para malaikat itu berkata: wahai tuhan kami, kami telah mendatangi hamba-hamba-Mu yang mengagungkan nikmat-nikmat-Mu, membaca kitab-Mu, bershalawat kepada Nabi-Mu Muhammad  dan memohon kepada-Mu akhirat dan dunia mereka. Lalu Allah menjawab:  Naungi mereka dengan rahmat-Ku, Para Malaikat berkata :  Wahai Tuhan kami, diantara mereka terdapat orang yang banyak sekali kesalahan kesalahannya,maka Allah menjawab : Naungi mereka dengan rahmatku,mereka adalah kaum yang tidak akan sengsara karena orang itu ikut duduk bersama mereka.

    (HR. Al-Bazar. Al-Hafizh al-Haitsami berkata dalam Majma al-Zawaid [16769, juz 10, hal 77]: “Sanad hadits ini hasan”. Menurut al-Hafizh Ibn Hajar, “Hadits ini shahih dan hasan”).

    Kesimpulan.

     Hadist diatas membolehkan merangkai bacaan ayat ayat al Qur an dengan dzikir2 yang lain, sebagaimana yang ada dalam susunan Tahlil.

     

    Syekh Ibnu Taimiyyah ( ideolog pertama kaum Wahhabi ), ditanya tentang susunan dzikir semacam Tahli, beliau menjawab :

    وَسُئِلَ: عَنْ رَجُلٍ يُنْكِرُ عَلَى اَهْلِ الذِّكْرِ يَقُوْلُ لَهُمْ: هَذَا الذِّكْرُ بِدْعَةٌ وَجَهْرُكُمْ فِي الذِّكْرِ بِدْعَةٌ وَهُمْ يَفْتَتِحُوْنَ بِالْقُرْآنِ وَيَخْتَتِمُوْنَ ثُمَّ يَدْعُوْنَ لِلْمُسْلِمِيْنَ الْأَحْيَاءِ وَالْأَمْوَاتِ وَيَجْمَعُوْنَ التَّسْبِيْحَ وَالتَّحْمِيْدَ وَالتَّهْلِيْلَ وَالتَّكْبِيْرَ وَالْحَوْقَلَةَ وَيُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ ؟ فَأَجَابَ: الاِجْتِمَاعُ لذِّكْرِ اللهِ وَاسْتِمَاعِ كِتَابِهِ وَالدُّعَاءِ عَمَلٌ صَالِحٌ وَهُوَ مِنْ أَفْضَلِ الْقُرُبَاتِ وَالْعِبَادَاتِ فِي الْاَوْقَاتِ فَفِي الصَّحِيْحِ عَن النَّبِيِّ  أَنَّهُ

    قَالَ: (إِنَّ لِلهِ مَلَائِكَةً سَيَّاحِيْنَ فِي الْأَرْضِ فَإِذَا مُرُّوا بِقَوْمِ يَذْكُرُوْنَ اللهَ تَنَادَوْا هَلُمُّوْا إِلَى حَاجَتِكُمْ) وَذَكَرَ الْحَدِيْثَ وَفِيْهِ (وَجَدْنَاهُمْ يُسَبِّحُوْنَكَ وَيَحْمَدُوْنَكَ)… وَأَمَّا مُحَافَظَةُ الْإِنْسَانِ عَلَى أَوْرَادٍ لَهُ مِنَ الصَّلَاةِ أَوِ الْقِرَاءَةِ أَوْ الذِّكْرِ أَوْ الدُّعَاءِ طَرَفَي النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ وَغَيْرُ ذَلِكَ: فَهَذَا سُنَّةُ رَسُوْلِ اللهِ  وَالصَّالِحِيْنَ مِنْ عِبَادِ اللهِ قَدِيْمًا وَحَدِيْثًا. (مجموع فتاوى ابن تيمية, 22/520).

     

    Artinya : Ibn Taimiyah ditanya tentang seseorang yang memprotes ahli dzikir (berjamaah) dengan berkata kepada mereka “Dzikir kalian ini bid’ah, mengeraskan suara yang kalian lakukan juga bid’ah. Mereka memulai dan menutup dzikiirnya dengan al-Qur’an, lalu mendoakan kaum muslimin yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Mereka mengumpulkan antara tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir, hauqalah (laa haula wa laa quwwata illa billaah) dan bershalawat kepada Nabi  ?” Lalu Ibnu Taimiyah menjawab: berjamaah dalam berdzikir, mendengarkan al-Qur’an dan berdoa adalah amal soleh, termasuk qurban dan ibadah yang paling utama dalam setiap waktu. Dalam Shahih al-Bukhari, Nabi  bersabda, “Sesungguhnya Allah memiliki banyak malaikat yang selalu bepergian di muka bumi. Apabila mereka bertemu dengan sekumpulan orang yang berdzikir kepada Allah, maka mereka memanggil, “Silahkan sampaikan hajat kalian”, lanjutan hadits tersebut terdapat redaksi, “Kami menemukan mereka bertashbih dan bertahmid kepada-Mu” …Adapun memelihara rutinitas aurad (bacaan wirid) seperti shalat, membaca al-Qur’an, berdzikir atau berdoa, setiap pagi dan sore serta sebagian waktu malam dan lain-lain, hal ini merupakan tradisi Rasulullah  dan hamba-hamba Allah yang shaleh, zaman dulu dan sekarang.” (Majmu’ Fatawa Ibn Taimiyah, Juz 22, hal 520).

     

    Dengan demikian, maka kita kaum nahdhiyyin jangan pernah ragu, dalam mengamalkan amalan amalan yang telah diwariskan oleh para ulama ulama kita terdahulu, karena semua mempunyai dasar baik dari al Qur an,hadist Nabi,Atsar Sahabat,Maqalah Ulama,dll.

    (asnuter pacet)

  • Gus Barok mengajak kader Ansor kecamatan Kemlagi Istiqomah Nderek Kiai

    Gus Barok mengajak kader Ansor kecamatan Kemlagi Istiqomah Nderek Kiai

    SORBANSANTRI.COM
    Gus Barok Mengahadiri kegiatan rutin MDS. Rijalul Ansor Kemlagi Mojokerto

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com – Salah satu Pengurus Wilayah Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Jawa Timur Gus M. Ainul Mubarok, M.Pd hadir memberikan sambutan dalam acara kegiatan rutin Pimpinan Anak Cabang (PAC) Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, di Masjid Miftahul Jannah Desa Mojorejo Kecamatan Kemlagi Kabupaten Mojokerto, Ahad (9/1/2022).

    Salah satu gawagis dan pengajar di Pondok Pesantren Salafiyyah Fatchul Ulum Pacet, Mojokerto tersebut berharap agar Rijalul Ansor mengawal dan istiqomah menghidupkan amaliyah Ahlussunah wal Jamaah (Aswaja) tanpa meninggalkan bendera Ahlussunah wal Jamaah Annahdliyyah, yaitu Nahdlatul Ulama (NU). Dengan bendera NU maka amaliyah yang dilakukan adalah pasti Aswaja Annahdliyyah, dan tetap berkomitmen menyambungkan sanad dengan Muassis NU, Masyayikh NU, Aulia, dan ahli Thariqah Ahlussunah wal Jamaah.

    “Kepada Gus Ibrahim, Gus Mu’amar dan yang lain-lain selamat berjuang, mengawal amaliyah Ahlussunah wal Jamaah, masyarakatkan amaliyah Ahlussunah wal Jamaah. Upayakan sampai ranting istighotsahan, ratiban, tahlilan, shalawatan semua, tapi tetap NKRI harga mati, Istiqomah Nderek Kiai” kata Gus Barok.”

    Pria yang juga aktif sebagai wakil sekretaris 1 Asosiasi Pesantren Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (RMI PWNU Jawa Timur)) ini juga merespon maraknya majelis- majelis ta’lim yang bermunculan di tengah masyatakat.

    ” Saat ini banyak sekali bermunculan majelis-majelis dzikir dan sholawat ditengah masyarakat, maka kita semua harus bisa memilih mana yang benar- benar aswaja an nahdliyyah dan mana yang bukan, karena biasanya hampir semua mengaku aswaja, tapi nyatanya bukan aswaja annahdliyyah yang tegas bersemboyan NKRI Harga Mati, Nderek Kiai Sampe Mati “, jelasnya.

    Oleh karena itu, dirinya mengimbau agar Rijalul Ansor istiqomah mengawal ajaran ahlussunnah wal jamaah annahdliyyah dengan memperbanyak kegiatan rutinan.

    “Jadi kita sabagai santri, pemuda NU, wajib ikut para ulama, masyayikh NU, untuk istiqomah membumikan, mengamalkan dan mengawal ajaran aswaja ini dengan lebih memperbanyak kegiatan kegiatan rutin di ranting-ranting”, pungkasnya.

  • NU PEDULI bergerak! PCNU Kab. Pasuruan yang digawangi relawan LPBI NU dan Banser Ansor

    NU PEDULI bergerak! PCNU Kab. Pasuruan yang digawangi relawan LPBI NU dan Banser Ansor

    SORBANSANTRI.COM

    Pasuruan, wp.sorbansantri.com – Banjir Sungai Rejoso (kali lanang) Pasuruan, berdampak pada beberapa desa di seputar desa Rejoso Lor, Desa Patuguran. Juga desa2 lainnya.

    Sudah beberapa hari ini air meluber dan menggenangi rumah warga dengan variasi ketinggian 20-100 cm. Sedikitnya sekitar 4800 Kepala Keluarga terdampak.

    Atas kejadian ini, NU PEDULI bergerak. PCNU Kab. Pasuruan yang digawangi relawan LPBI NU, bersama Banser Ansor mendirikan Dapur Umum yang terletak di area Masjid Al Baka Rejoso Pasuruan.

    Sudah beberapa hari ini DU didirikan, dan membagikan nasi bungkus sedikitnya 2000 per hari.

    Rabu, 19 Januari, kondisi banjir bertambah. Sehingga Poslap NU PEDULI Kab. Pasuruan memperbanyak pasokan nasi bungkus. Tak hanya itu, kapasitas sekitar Kab pasuruan juga dikerjakan untuk membantu evakuasi warga.

    Relawan LPBI NU Kab. Mojokerto pada selasa sore mencoba koordinasi dg LPBI NU Kab. Pasuruan, dan pada akhirnya LPBI NU Kab. Mojokerto memutuskan memberangkatkan relawan dan beberapa alat yang dibutuhkan.

    Bekerja sama dg FPRB Kab. Mojokerto didukung oleh BPBD Kab. Mojokerto memberangkatkan 8 peraonil, dua armada, tiga perahu karet serta dua dus lauk pauk.

    Sesampainya di Poslap NU PEDULI, di Rejoso, kami koordinasi dan membagi tugas. Keesokan harinya relawan dan segala alat yang dibawa, diturunkan di desa Rejoso Lor untuk membantu evakuasi warga.

    “Sampai sore hari kita bantu evakuasi warga dengan perahu karet, dibantu relawan lokal, serta kawan2 dari PDSI Jatim, RPAI Mojokerto, juga TSA dan Semar. ” Kata Anam Ketua LPBI NU Kab. Mojokerto.

    Banjir kali ini merupakan kejadian bencana terbesar dalam kurun waktu 20 tahun terakhir. ( anam LPBI NU )

  • FUNGSI BANSER MEMBENTUK KUALIFIKASI INFOKOM

    FUNGSI BANSER MEMBENTUK KUALIFIKASI INFOKOM

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – BANSER terbentuk sebagai KEKUATAN/KOMPONEN SIPIL yang bertujuan mempersiapkan Umat/masyarakat demi mengenalkan dan melatih KEPEKAAN DIRI agar Sigap dan Tanggap atas Perubahan SOSIAL, baik yang sifatnya kemajuan maupun gangguan/merugikan 

       Salah satu Rasa KEPEKAAN yang terpenting adalah Siap dan Sigap pada KEDAULATAN yang sudah menjadi KONSENSUS sebuah Tatanan, baik yang berskala Nasional maupun Jamiyah. 

       Untuk membentuk Personal yang SIAP dan SIGAP ada 2(dua) kaedah yang sangat Penting sebagai dasar pembentukan KARAKTER untuk menjadi Personal/anggota BANSER. 

    1. DISIPLIN (membentuk KESIAPAN)
    2. DEDIKASI (membentuk KEKUATAN)

    DISIPLIN/KESIAPAN materinya menitikberatkan pada pendidikan SIKAP dan MENTAL  

    DEDIKASI/KEKUATAN materinya menitik beratkan pada KECERDASAN dan LOYALITAS.

        Untuk membentuk Personil yang SIAP dan SIGAP maka di susunlah beberapa Materi Pendidikan dan Pelatihan agar Kualifikasi Personil BANSER yang tersebar Luas berkemampuan yang sama dalam Mengenal MARWAH dan KEHORMATAN Satuan/organisasi.

       Memahami Fungsi Banser yang  berimplementasi dengan organ tubuh manusia

    FUNGSI BANSER:

    Stabilisator ( keamanan dan pengamanan) …implementasi dalam organ tubuh Manusia pada  KAKI TANGAN & MULUT demi menyiapkan Kemampuan KAKI TANGAN & MULUT dalam kesiapan menjalankan Tugas maka dipersiapkan macam2 Dedikasi dlm DIKLAT

    FINGSI INFOKOM

       Unit — Komlap

                — EvDok/jurnal

                — Intelijen

                — Cyber Team

    KATALISATOR ( menjaga kerekatan internal komponen).  Implementasi organ tubuh manusia pada TELINGA dan HIDUNG dalam langkah menjaga kerekatan internal satuan perlu adanya KEPEKAAN dengan AKTIF menerima dan menyampaikan INFORMASI dan mampu menjaga hal-hal yg sifatnya merugikan kekompakan antar personal

    FUNGSI INFOKOM

        Unit — Komlap

                 — Intelijen

                 — Cyber Team

                 — EvDok/jurnal

    DINAMISATOR ( semangat dan penggerak ) implementasi organ tubuh manusia pada OTAK dan NURANI sebagai kekuatan yang menimbulkan KREATIF serta RESPONSIF pada apa-apa  yang menjadi Tugas dan Tanggung jawab, serta Hak dan Kewajiban agar terpenuhi merupakan sesuatu yang harus dilakukan dan dievaluasi secara berkala

    FUNGSI INFOKOM:

       Unit   — Komlap

                — Cyber Team

                — Intelijen

                — EvDok / jurnal

    KADERISASI ( penyiapan keberlanjutan dari Perjuangan dan Harapan yang sudah terjalani ).  .implementasi organ tubuh manusia pada MATA demi menegakkan Cita-cita sebagai KONSENSUS/MARWAH untuk menyiapkan pelaksana estafet Regenerasi maka selalu ada kesiapan cara PANDANG pada tahapan2 kedepan baik Menjaga keberhasilan perjuangan maupun Pengembangan sesuai Perkembangan  peradaban.

    FUNGSI INFOKOM:

       Unit — Komlap

               — Cyber Team

               — EvDok/jurnal

               — Intelijen

    INFOKOM BANSER JATIM

  • PEMBUKAAN DIBA’ DAN TAHLIL  KUBRO PAC MUSLIMAT NGORO DI AWAL TAHUN 2022 DISERTAI DENGAN SANTUNAN ANAK YATIM

    PEMBUKAAN DIBA’ DAN TAHLIL KUBRO PAC MUSLIMAT NGORO DI AWAL TAHUN 2022 DISERTAI DENGAN SANTUNAN ANAK YATIM

    Mojokerto,Sorbansantri.com – Sebagai warga Nahdliyin apalagi Muslimat adalah bagian dari Banom NU yang notabene bersifat ke religian tentunya merasa kangen akan adanya kegiatan rutin yang sudah pernah di lakukannya, setelah kemarin dengan adanya penerapan pemberlakuan PPKM di masa pandemi semua jenis kegiatan yang bersifat massal di liburkan sementra oleh pemerintah.

     

    Akan tetapi pada hari mingu siang (16-01-22) kegiatan diba’ dan tahlil kubro serta santunan anak yatim yang di selengarakan oleh PAC Muslimat NU kecamatan Ngoro di buka kembali dan yang menjadi tuan rumah adalah ranting Sedati, acara kegiatan rutin bulanan ini oleh panitia lokal di tempatkan di aula baru balai desa Sedati.

    Setelah di bukanya kembali acara diba’ dan tahlil kubro ini terlihat rasa antusias dari ratusan jama’ah yang hadir dari berbagai penjuru ranting yang ada di wilayah kecamatan Ngoro ini, tampak hadir pula ketua Muslimat PAC Ngoro beserta jajarannya, ketua PAC Fatayat beserta jajarannya, ketua Tanfidziyah MWCNU kecamatan Ngoro, ketua ranting Muslimat se kecamatan Ngoro, dan para ketua Banom yang lainnya, kepala desa sedati beserta perangkatnya dan tamu kehormatan ibu Nyai Hj. Nur Imamah dari Bangil sebagai penceramah.

    Menurut kepala desa Sedati bapak Alwi mengungkapkan ucapan rasa terima kasih yang sebesar besarnya kepada semua pihak atas terlaksananya kegiatan kubroan ini yang begitu luar biasa yang bertempat di desa yang dipimpinnya saat ini, beliau juga meminta maaf kepada para hadirin semua apabila tempat yang di tempatinya ini belum sempurna karena rencananya pendopo ini adalah sebagai kantor pemerintahan desa Sedati yang baru, kepala desa juga mewakili dari para panitia memohon doa restu agar supaya kantor yang baru ini segera cepat selesai dan bisa menjadi tempat yang amanah dan barokah.

     

    Ketua tanfidhiyah MWCNU kecamatan Ngoro KH. Marzuki Nur juga memberikan sambutan dalam acara kubroan Muslimat ini beliau mengatakan rasa bangganya melihat banyaknya para jama’ah yang hadir setelah libur lama semenjak adanya pandemi, beliau juga menghimbau kepada para hadirin untuk selalu mengupayakan dan mengistikomahkan kegiatan istighosah, karena di dalam istighosah merupakan ihtiyar kita untuk mendekatkan diri kepada allah swt , dan selalu memperbanayak membaca sholawat nabi.

    Mauidhotul hasanah yang di sampaikan oleh ibu nyai Hj. Nur Imamah dalam cerahmanya mengatakan walau masa pandemi sudah berkurang kita jangan lupa untuk selalu membaca sholawat tibbil qulub, karena barokahnya sholawat tersebut bisa menyelamatkan kita dari wabah virus corona dan sejenisnya yang tahun kemarin sempat mengancam jiwa seluruh umat yang ada di dunia, beliau juga berharap kita jangan terlalu takut kepada virus corona walau sebenarnya virus tersebut itu ada, akan tetapi kita harus tetap mencegahnya dengan mematuhi protokol kesehatan yang sudah di anjurkan oleh pemerintah di antara selalu menjaga kebersihan, memakai masker dan lain sebagainya, itu semua merupakan bentuk ihtiyar kita.

    Acara berjalan dengan lancar walau suasana mendung yang menyelimuti lokasi kegiatan, protokol kesehatan pun diterapkan oleh para panitia guna untuk mencegah hal hal yang tidak kita inginkan. (Hasan-Ngoro)

  • GIAT RUTIN 6 BULANAN SATKORYON BANSER PAC NGORO GELAR LATBER TUB & PBB

    GIAT RUTIN 6 BULANAN SATKORYON BANSER PAC NGORO GELAR LATBER TUB & PBB

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Untuk memantabkan sikap kedisiplinan anggota Banser maka di butuhkan latihan yang ekstra rutin agar tercipta pasukan yang benar benar siap ketika bertugas di lapangan contohnya yang dilakukan di Satkoryon Banser Ngoro ini. Pada hari minggu pagi (16-01-22) mengadakan giat rutin 6 bulanan yang bertempat di Ranting Jasem, beda dengan giat rutin 1 bulanan yang lebih ke bidang kerohanian atau bersifat religi namun kegiatan 6 bulanan ini di fokuskan ke outdor atau lebih menjurus praktek lapangan dengan maksud dan tujuan mengefaluasi atau latihan bersama sama tentang tata cara baris berbaris, tata cara upacara dan latihan menjadi petugas upacara dan kedisiplinan.

    Dalam kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota baik satsus maupun anggota biasa, tampak hadir pula ketua PAC GP Ansor, pengrus Rijalul Ansor, dewan pembina dan ketua Ranting GP Ansor Jasem selaku tuan rumah.

    Menurut ketua PAC GP Ansor Ngoro gus Saufi dalam sambutanya di hadapan para anggotanya mengatakan banyak terima kasih atas kehadiran semua anggota dan pengurus yang hadir baik di tingkatan Ranting maupun di tingkatan PAC atas komitmenya dalam acara rutin 6 bulanan Banser, gus Saufi juga menghimbau kepada semua anggota banser yang hadir bahwasanya terkait kepengurusan baru di tingkatan cabang kita harus bisa menyikapinya secara lapang dada dan mau menerima apapun hasil keputusannya atas terpilihnya pimpinan baru kita saat ini kususnya Kasatkorcab Banser, beliau juga menegaskan kita ini pasukan Barisan Ansor Serbaguna selalu menggaungkan selogan satu komando satu komandan, terangnya.

    Masih kata gus Saufi beliau memohon kepada semua anggota agar senantiasa mematuhi dan menghormati pimpinan baru saat ini yang sudah di tunjuk untuk memimpin dan intinya kita tidak peduli siapapun yang terpilih itulah pimpinan kita, karena menjadi seorang pemimpin itu sudah melalui proses uji kelayakan dan sudah melalui musyawarah bersama.imbuhnya

    Dilanjut sambutan dari Kasatkoryon Banser kecamatan Ngoro sahabat khoirul jazil mengatakan bahwasanya mari kita lakukan kegiatan 6 bulanan ini dengan penuh semangat dan antusias untuk berniat belajar bareng dan beliau yakin para anggotanya sudah mempunyai pengalaman bekal ilmu yang sudah pernah di ajarkan di dalam setiap diklat, akan tetapi tidak ada salahnya hari ini mari kita asah lagi dari yang sudah baik menuju yang lebih baik lagi. Tandasnya

    Setelah acara selesai yang di tandai doa oleh Pembina GP Ansor sahabat Andy Ahmad barulah kegiatan outdor di lakukan dengan di mulai longmarc atau kirap pasukan keliling desa Jasem dengan menyanyikan mars Banser . (hasan-ngoro)