Blog

  • YATIM PIATU DAN DHUAFA DESA SAWO DI BANTU LAZISNU MWC NU JETIS MOJOKERTO

    YATIM PIATU DAN DHUAFA DESA SAWO DI BANTU LAZISNU MWC NU JETIS MOJOKERTO

     

    Sorbansantri.com — Di masjid Al Hidayah dusun Sawo desa Sawo Jetis Mojokerto pengurus LAZISNU MWC NU Jetis melaksanakan santunan yatim piatu dan dhuafa berjumalah 20 mustahiq pada hari minggu (28/11/2021).

    Acara di laksanakan ba’da sholat magrib dengan di hadiri pengurus LAZISNU MWC NU Jetis, pengurus MWC NU Jetis, pengurus ranting NU Sawo beserta tokoh dan masyarakat sekitar.

    Ustadz MAHMUD BUKHORI S.Ag selaku ketua LAZISNU MWC NU Jetis dalam sambutannya mengharapkan bantuan yang di berikan kepada mustahiq kali ini mudah mudah bisa bermanfaat meskipun jumlahnya tidak sebegitu banyak.

    “Jangan di lihat besar kecilnya nominal yang kami berikan tapi tali kasih kami kepada para mustahiq yang kami harapkan bisa membahagiakan kepada kita semua” kata beliau di hadapan para hadirin yang hadir.

    Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur yang telah mempercayai dan menyalurkan sebagian hartanya melalui LAZISNU MWC NU Jetis, mudah mudahan di balas oleh ALLOH SWT berlipat ganda dan membuat barokah serta keselamatan dunia akhirat.

    Ketua ranting NU Sawo bapak suhanto mengucapkan terimakasih kepada LAZISNU MWC NU Jetis yang telah membantu menyalurkan bantuan serta perhatiannya kepada yatim piatu dan dhuafa yang ada di desa Sawo, mudah mudahan bisa meringankan beban mereka semua.

    Di akhir acara di tutup dengan doa oleh Rois syuriah MWC NU Jetis KH MAHRUS ALI tapi sebelum doa ada penjelasan tentang LAZISNU kepada jamaah yang hadir. (Dikin sorban)

  • SEMUA PESERTA PKD JETIS MOJOKERTO JADI  INSTRUKTUR

    SEMUA PESERTA PKD JETIS MOJOKERTO JADI INSTRUKTUR

     

    Sorbansantri.com — “Bangunlah Jiwanya Bangunlah Badannya” itulah kalimat pertama yang dilontarkan Instruktur Komandan ALIM SODIKIN atau yang akrab disapa Abah Alim kopi gladak pada sesi kebugaran jasmani kegiatan PKD Ansor Jetis.

    Para peserta PKD yang sedari malam hanya mendapatkan materi-materi yang menguras otak, sangat antusias ketika mengikuti sesi tersebut. Seakan menjadi oase ditengah kepenatan materi-materi yang diterima, para peserta menggunakan sesi kebugaran jasmani sebagai ajang “refresh” agar bisa kembali fresh untuk menerima materi-materi selanjutnya.

    Mengawali sesi tersebut, peserta diajak oleh instruktur melakukan pemanasan merenggangkan otot-otot yang kaku Karena duduk semalaman. Selanjutnya para peserta diajak untuk “berfoya-foya oksigen” menikmati sejuknya udara pedesaan sembari berjalan melewati jalan setapak dan pematang sawah.

    Ada yang menarik pada sesi giat pagi kali ini. Jika biasanya instruktur memberikan arahan tentang gerakan senam yang harus di ikuti oleh peserta, di PKD Ansor Jetis ini justru instruktur lah yang mengikuti gerakan dari para peserta. Para peserta di minta membentuk lingkaran selanjutnya dengan instruktur berada di tengah-tengahnya.

    “Semua peserta bisa jadi instruktur”. Sebuah kalimat sederhana namun bisa membakar semangat dan kreatifitas para peserta. Secara bergantian peserta menyiapkan satu gerakan yang harus di ikuti oleh peserta lainnya. Tak ketinggalan para panitia dan juga instruktur mengikuti contoh gerakan dari para peserta tersebut.

    Suasana riuh nan gembira berbarengan dengan gelak tawa mewarnai senam manakala gerakan yang dicontohkan oleh rekannya sesama peserta terlihat konyol. Ada yang bergoyang ala musik dangdut, ada yang berjoged seperti anak kecil, dan gerakan-gerakan lucu lainnya.

    Rofiuddin salah satu peserta asal PAC Pacet mengatakan metode semacam ini terbilang masih baru. Penyegaran semacam ini dibutuhkan oleh para peserta agar bisa menjadi ilmu baru yang bisa diterapkan di tempatnya masing-masing. Selain itu giat pagi semakin menyenangkan ketika panitia memberikan game-game intermezo yang mengingatkan para peserta ketika mengeyam pendidikan di bangku sekolah.(Any sorban)

  • PKD DI JETIS MOJOKERTO KADER ANSOR YANG LUAR BIASA

    PKD DI JETIS MOJOKERTO KADER ANSOR YANG LUAR BIASA

     

    Sorbansantri.com — pengurus Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Jetis mengelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) yang di laksanakan pada hari jum’at (26/11/2021) bertempat di pondok pesantren Tahfidz Darul Hikmah dusun Pohsengir desa Bendung Jetis Mojokerto.

    Acara di buka pukul 14:40wib di aula pondok pesantren oleh ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Mojokerto dengan di hadiri oleh perwakilan Forkompimca Jetis, perangkat Desa Bendung, pengurus MWC NU Jetis, perwakilan dari pengurus Ranting ANSOR seJetis, pengurus PAC MUSLIMAT Jetis, pengurus PAC FATAYAT Jetis, pengurus PAC PAGAR NUSA Jetis, pengurus PAC IPNU/IPPNU Jetis, tokoh masyarakat serta pengurus pondok pesantren Tahfidz Darul Hikmah.

    Gus IBNU QOHAR selaku ketua PAC GP ANSOR Jetis dalam sambutannya menyatakan pentingnya kaderisasi ANSOR, karena ANSOR adalah generasi penurus NU kedepan oleh karena itu melalui PKD ini di harapkan lahir kader kader ANSOR yang tangguh dan siap meneruskan jalannya roda organisasi.

    Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terselenggaranya acara kali ini, yang di agendakan selama 3hari mudah mudahan bisa berjalan sesuai dengan rencana dan tidak ada hal hal yang tidak di inginkan.

    Sambutan Gus ALI MUHAMMAD NASIH selaku ketua PC GP ANSOR MOJOKERTO menyatakan “ANSOR itu luar biasa, mau gabung di ANSOR saja hapus mondok selama 3 hari tidak pulang, meninggalkan keluarga demi bergabung dengan ANSOR dan semua itu membutuhkan biaya yang di biayai sendiri”

    Di akhir sambutannya beliau memberikan ijazah kepada semua yang hadir surat Al Asr sebagai penutup acara atau doa.

    Ketua panitia ARJUN ISMAIL menginformasikan jumlah peserta yang terdaftar berjumlah 53 pemuda dari perwakilan seluruh ranting se-Jetis bahkan ada peserta dari luar kecematan Jetis yaitu dari Trawas yang berjumah 2 pemuda dari pacet 4 pemuda. (Dikin sorban)

  • SISWA MI RODHOTUL MUTA’ALLIM PENOMPO BELAJAR DI TERAS SEKOLAHAN

    SISWA MI RODHOTUL MUTA’ALLIM PENOMPO BELAJAR DI TERAS SEKOLAHAN

     

    Sorbansantri.com — siswa MI RODHOTUL MUTA’,ALLIM desa penompo jetis mojokerto terpaksa belajar di teras sekolahan karena lokal kelas yang di terjang angin kencang pada hari kamis(04)11)2021) belum di renovasi.

    Ibu NURUL FAUZIAH S.S selaku kepala sekolah menginfornasikan memang ada pembelajaran siswa di teras sekolahan yaitu siswa kelas enam karena dampak dari lokal kelas yang belum di renovasi akibat terjangan angin kencang beberapa minggu yang lalu.

    Beliau juga menyatakan dari pihak sekolahan juga berkoordinasi dengan beberapa pihak untuk bisa segera membantu merenovasi bangunan sekolahan yang ambruk, tapi sampai saat ini bantuan yang masuk masih dari IGRA Jetis, IGRA, Kutorejo, IGRA mojoanyar sebesar 950.000, dari LAZISNU MWC NU Jetis membantu sebesar 3juta rupiah, warga penompo pribadi menyumbang 2juta rupiah, sebelumnya Gus BARA secara pribadi sudah menyumbang 3juta rupiah serta akan membelikan matrial yang di butuhkan untuk merenovasi, sedangkan perkiraan anggaran untuk merenovasi sekitar 170 juta.

    Yang terakhir beliau menyampaikan mohon doa dan bantuannya dari semuanya supaya renovasi segera bisa di lakukan dan anak anak bisa menerima pelajaran di ruang kelas kemabali. (Dikin sorban)

  • “Wagub Jatim Emil Dardak Hadir Di Haul ke-37 Mbah Kyai Ilyas Mojokerto”

    Sorban santri. Com – Pelaksanaan Haul ke-37 Mbah Kyai Ilyas digelar di Kediaman KH. Khusein Ilyas, Desa Karangnongko, Kecamatan Sooko kabupaten Mojokerto pada Kamis malam (25/11/21). Acara Haul digelar secara online dan offline.

    Tampak hadir dalam acara peringatan Haul tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Dardak, Dr. KH. Syukron Jazilan, KH. Maksum Maulani, KH. Hambali, dan beberapa tamu undangan serta masyarakat sekitar.

    Mewakili tuan rumah, Dr. H. Emil Dardak menyampaikan ucapan terima kasih kepada KH. Khusein Ilyas yang telah mempercayakan sambutan atas nama tuan rumah.

    Selanjutnya, Dr. H. Emil Dardak menyampaikan bahwa acara Haul merupakan kegiatan yang sangat baik serta untuk meneladani para Masyayikh khususnya Mbah Ilyas. Karenanya ia mendukung diselenggarakannya Haul Haul Kyai Kyai lainya,Lebih lebih dengan cara alternatif model Haul seperti Haul nya Mbah Kiai Ilyas. Yakni secara online dan offline.

    “Dengan model haul ini, bisa dicontoh pada acara Haul-haul lainnya” terang Emil

    Acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh Dr. KH. Syukron Djazilan. Dan kemudian mauidoh hasanah oleh KH. Hambali. Dalam mauidoh hasanahnya KH. Hambali menjelaskan tentang keutamaan memiliki amal yang ikhlas. Dengan keikhlasan maka kehidupan kita akan ditata oleh Allah SWT.

    Akhir acara ditutup dengan bacaan do’a oleh KH. Maksum Maulani.

    (Anwar – Sorban)

    Tags sooko
    Navigasi pos

  • 1 SYARAT IKUT PKD MANDI JUNUB DULU

    1 SYARAT IKUT PKD MANDI JUNUB DULU

    wp.sorbansantri.com – Ansor Ranting desa Labuhan Kidul, kecamatan Sluke, Rembang, gelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar pada 19-21 November 2021. Para peserta pelatihan digembleng selama tiga hari untuk bisa menjadi kader Ansor yang baik dan memberi manfaat kepada liyan.
    Hari pertama berjalan lancar. Para peserta mengikuti setiap sesi materi dengan khidmat dan sedikit tahan kantuk. Hari kedua berjalan makin khusyuk. Hanya saja, di tengah acara, salah satu peserta tiba-tiba mengacungkan tangan hendak bicara. Saat dipersilakan utarakan keperluannya, peserta tersebut berkata, “Maaf, Sahabat. Saya hampir lupa. Saya mau pamit pulang.” kata Imam Munjani,
    Instruktur pemateri pun bertanya, “Kenapa pulang?”
    Dijawab, “Besok pagi saya mau akad nikah.”
    Seisi kelas tentu saja riang gembira. Instruktur menanggapi, “Nikahnya kan masih besok pagi. Kenapa pulang sekarang?”
    Imam Munjani, peserta PKD yang hendak menikah itu, menjawab, “Saya mau hafalin doanya dulu, Sahabat.”
    Instruktur pemateri lalu mengijinkannya pulang. Diiringi sorak gembira seisi kelas, Imam Munjani pun beranjak keluar kelas. Sampai di pintu, ia membalikkan badan dan berkata kepada instruktur, “Besok selesai akad nikah saya akan kembali ke sini dan lanjut ikut PKD, Sahabat. Apakah boleh?
    Jawab instruktur, “Boleh, dengan satu syarat.”
    “Apa?”
    “Mandi junub dulu.”
    (Nadhief Shidqi)
  • LAZISNU MOJOKERTO NGAJI MOTIFASI DAN NGALAP BERKAH KE KH. AHMAD WAFI MAIMOEN ZUBER

    LAZISNU MOJOKERTO NGAJI MOTIFASI DAN NGALAP BERKAH KE KH. AHMAD WAFI MAIMOEN ZUBER

     

    Sorbansantri.com — rombongan pengurus PC LAZISNU dan UPZIS sekabupaten Mojokerto setelah melaksanakan study banding dengan PC LAZISNU kabupaten Sragen melanjutkan perjalanan menuju kediaman KH AHMAD WAFI MAIMOEN putra dari KH MAIMOEN ZUBER Sragen, rombongan sampai di lokasi pada hari sabtu (20/11/2021) sekitar pukul 12:30wib.

    Sesampainya rombongan sampai di lokasi, rombongan melaksanakan sholat dhuhur secara berjamaah dan beberapa menit kemudian rombongan di temui oleh KH. AHMAD WAFI MAIMOEN (Gus WAFI) di masjid yang masih di lokasi pondok pesantren yang beliau asuh.

    Melalui H. KHAFID BUSYRI sekertaris PC NU Kabupaten Mojokerto menyampaikan maksud kedatangan rombongan yaitu untuk ngaji motifasional dan ngalap berkah kepada beliau, semoga kedepan LAZISNU Mojokerto lebih baik dan bermanfaat.

    Setelah memahami maksud dan tujuan dari kedatangan rombongan Gus WAFI menyampaikan motifasi kepada rombongan, yang intinya apabila menginginkan LAZISNU Mojokerto berubah lebih baik, maka semua harus bisa menjaga kerukunan, semua harus kompak dan rela berkorban demi khidmat kepada NU.

    Beliau memberikan contoh bagaimana ROSULULLOH bisa merubah Madinah yang asalnya sering terjadi peperangan menjadi Madinah yang aman dan maju hanya dengan membangun kerukunan.

    Beliau juga mencontohkan rukunnya sahabat ansor dan muhajirin serta rela berkorbannya sahabat ansor demi cintanya kepada sahabat muhajirin.

    Sebelum berdoa Gus WAFI mengajak seluruh rombongan untuk membaca surat al fateha yang di hadiahkan kepada KH. MAIMOEN ZUBER (mbah MAIMOEN) yang meninggal di mekkah dan di makamkan di ma’la beberapa tahun yang lalu.

    H. KHOJAIN salah satu peserta rombongan yang mewakili dari UPZIS MWC Jetis sangat senang bisa sowan kepada Gus WAFI putra mbah MAIMOEN ZUBER. (Dikin sorban)

  • Penutupan Kirab PC GP Ansor “Kirab Bendera dan Panji NU adalah Untuk Memuliakan NU”

    Penutupan Kirab PC GP Ansor “Kirab Bendera dan Panji NU adalah Untuk Memuliakan NU”

    Sorbansantri.com – Mojokerto – Penutupan Kirab Bendera Merah Putih dan Panji Panji NU digelar oleh PC. GP. Ansor Kabupaten Mojokerto pada hari Ahad pagi (21/11/2021) di halaman PCNU Kabupaten Mojokerto. Penyerahan Bendera Kirab ini diserahkan oleh ketua PAC GP. Ansor Kecamatan Ngoro (Saufi)melalui upacara penyambutan yang berlangsung meriah.

    Kemeriahan upacara tersebut tampak dari kehadiran peserta upacara yang memenuhi halaman dan kursi undangan. Tampak hadir Rais PCNU Kabupaten Mojokerto KH. Jamzuri Syarif, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto KH. Abd. Adzim Alwi, Ketua PC. GP. Ansor, Gus Ali Muh Nasih, Ketua Lembaga dan Banom, perwakilan Ansor dan Banser di seluruh PAC Se Kabupaten Mojokerto serta tamu undangan.

    Dalam amanat upacaranya, Gus Ali (sapaan akrab Ketua PC GP Ansor) menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua fihak yang terlibat dalam suksesnya kirab Bendera dan Panji NU yang berlangsung dari hari Rabu tanggal 3 hingga 21 Nopember 2021.

    “Terima kasih saya ucapkan kepada semua fihak yang telah terlibat dalam suksesnya kirab mulai dari tanggal 3 hingga tanggal 21 Nopember, hari ini. Semoga Allah memberi Rahmat dan RidhoNYA kepada kita semua” ucap Gus Ali.

    Lebih lanjut Gus Ali menyatakan bahwa tujuan digelarnya kirab selain untuk menyambut Pra-Konferensi PC GP Ansor kab. Mojokerto juga untuk memuliakan NU, sekaligus juga menyongsong digelarnya muktamar NU.

    “Kita disini menggelar kirab NU tidak lain tidak bukan adalah untuk memuliakan NU, sehingga bisa satu komando untuk menyongsong Muktamar NU. Barokah Muktamar mudah mudahan untuk kita semua. Dan semoga menjadi ajang pemilihan pemimpin yang terbaik.”

    “Kegiatan ini” masih kata Gus Ali, “dilakukan untuk Ansor effek. Gerakan Ansor adalah utk kaderisasi. Tempo hari sudah kita melakukan akreditasi ke anak cabang. 13 anak cabang sudah siap mengikuti, ada 5 anak cabang yang masih remisi. Dan beberapa hari lagi, saya berharap semuanya telah siap dan lulus akreditasi sehingga semua bisa ikut konferensi”

    “Ansor dan Banser jika kita ingin aktif, maka ikuti peraturan. Jika tidak sanggup keluar dari barisan. Sebab Ansor didirikan tidak untuk main main. Ansor didirikan oleh Ulama.
    Kita semua wajib hukumnya mengikuti pengkaderan sehingg NU masa depan lebih baik lagi. Jika kader Ansor baik maka NU akan baik. Begitu sebaliknya” terang Gus Ali mengakhiri amanat upacaranya.

    KH. Abdul Adzim Alwi, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, mengapresiasi inisiasi kirab bendera dan Panji NU oleh PC. GP. Ansor Kabupaten Mojokerto.
    “Saya apresiasi setinggi tingginya atas inisiasi kirab bendera dan Panji NU ini oleh PC. GP. Ansor Kabupaten Mojokerto. Semoga Ansor lebih baik. Karena Ansor hari ini adalah wajah NU dimasa yang akan datang” tutupnya.

    (Anwar sorban) + LTN

  • KH. MA’RUF ISLAMUDDIN PANDU LANGSUNG LAZISNU MOJOKERTO SAAT STUDY BANDING

    KH. MA’RUF ISLAMUDDIN PANDU LANGSUNG LAZISNU MOJOKERTO SAAT STUDY BANDING

     

    Sorbansantri.com — kepengurusan Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Mojokerto yang di ketuai oleh Gus H. M ROFI’ UDDIN S.Ag melaksanakan study banding ke LAZISNU Sragen pada hari sabtu (20/11/2021) yang bertempat di pondok pesantren Wali Songo Sragen dengan harapan bisa meningkatkan kwalitas mutu management LAZISNU Mojokerto serta kuantitas pentasarupan donasi dari muzaki supaya maksimal di mojokerto.

    KH MA’RUF ISLAMUDDIN selaku ketua PC NU Sragen dan juga pengasuh PP Wali Songo memandu langsung sebagai pemateri untuk menjelaskan hal hal yang berkaitan dengan LAZISNU serta menambahkan semangat giro para pengurus LAZISNU Mojokerto untuk berkhidmat kepada NU.

    Mengawali penyampaian materi beliau menceritakan latar belakang gerakan LAZISNU melalui Koin NU dengan melihat jumlah warga Nahdiyin yang banyak tetapi setiap membuat progam selalu terkendala dana dan terjadi di mana mana, oleh karena itu di tahun 2017 beliau mempunyai inisiatif mencari dana dengan cara yang mudah dan tidak membebani warga tapi dapatnya banyak dan akhirnya membuat kotak infaq NU yang di bagikan dan di letakan di rumah rumah warga NU.

    Kalau pada umumnya kotak infaq itu besar di isi orang banyak tapi hasilnya sedikit, tapi kali ini beda karena kotaknya kecil dengan jumlah banyak dan akhirnya hasilnya besar dengan memberikan kode sebagai identitas pemegang dan jumlah kotak infaq.

    Untuk saat ini perolehan kotak infaq (koin) NU di kecamatan karang malang Sragen rata rata tiap bulan 40 juta dan dalam 5 tahun ini sudah beli tanah seharga 1.3 milyar dan total bangunan 700 juta total perolehan sekitar 2 milyar.

    Selanjutnya yang kedua beliau menyampaikan melalui koin NU supaya NU bisa mandiri karena selama ini NU sering sekali bila membuat kegiatan atau progam selalu membuat proposal minta sumbangan dan mulai adanya koin NU semua kegiatan dan progam sudah bisa di kondisikan dengan koin NU, dari NU untuk NU.

    Yang ketiga beliau menyampaikan selain melalui koin NU sebagai alat pengalangan dana juga untuk memunculkan, membuat identitas diri, beliau terinspirasi dari banom dan lembaga NU seperti banser senasional seragamnya sama, muslimat semua seragamnya sama dan mudah mudahan nanti kotak infaqnya NU nanti senasional sama.

    Di akhir penyampaianya beliau mengajak seluruh pengurus LAZISNU Mojokerto untuk selalu dan selalu semangat untuk mengerakan Koin NU dan Mojokerto harus lebih baik dari Sragen. (Dikin sorban)

  • PC LAZISNU MOJOKERTO JATIM  STUDY TOUR KE PC LAZISNU SRAGEN JATENG

    PC LAZISNU MOJOKERTO JATIM STUDY TOUR KE PC LAZISNU SRAGEN JATENG

    Sorbansantri.com — PC LAZISNU Kab Mojokerto Jawa Timur melakukan study tour ke PC LAZISNU Kab Sragen Jawa Tengah pada hari sabtu (20/11/2021) yang di ikuti oleh pengurus dan perwakilan UPZIS MWC NU sekabupaten mojokerto serta perwakilan pengurus PC NU Kabupaten Mojokerto total yang berangkat berjumlah 61 pengurus dengan mengendarai bus pariwisata.

    Sebelum berangkat semua peserta berkumpul dan melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid AR’RAUDLOH EL MUTTAQIEN PC NU Mojokerto, setelah pengecekan dari peserta yang akan berangkat dan doa bersama tepat pukul 05:30wib bus berangkat menuju Sragen dan sampai di tempat pelaksanaan study tour pondok pesantren wali songo sekitar pukul 09:00wib dengan di sambut oleh pengurus PC LAZISNU Kabupaten Sragen, semua peserta langsung menuju aula pendopo PP Wali Songo dan acara segera di mulai.

    Setelah pengurus PC LAZISNU Kabupaten Sragen mengucapkan selamat datang dan selamat belajar bersama untuk berkhidmat di NU melalui Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di lanjut ketua PC LAZISNU Kabupaten Mojokerto Gus H. M ROFI’ UDDIN S.Ag memberikan sambutan yang intinya menyampaikan terima kasih atas sambutan dari tuan rumah dan mohon maaf apabila ada hal hal yang kurang berkenan dari rombongan Mojokerto serta berharap dengan hadirnya rombongan LAZISNU Mojokerto ke Sragen bisa belajar banyak kepada LAZISNU Sragen tentang menjalankan LAZISNU supaya kedepan bisa lebih baik dan bermanfaat.

    Pemaparan tentang LAZISNU di sampaikan oleh KH. MA’RUF ISLAMUDDIN, beliau adalah pengasuh pondok pesantren Wali Songo Sragen sekaligus menjabat ketua PC NU Kabupaten Sragen

    Dalam pemaparannya beliau mengajak peserta rombongan memahami latar belakang berdirinya LAZISNU dengan gerakan koinnya dan melalui LAZISNU akan menjadikan kemandirian NU di segala aspek juga akan tercipta identitas baru.

    “Melalui LAZISNU dan KOIN NU kami menginginkan tercipta identitas baru, inspirasi saya ini muncul saat saya memperhatikan seragam banser semua sama, seragam fatayat semua sama, seragam muslimat pun semua sama, oleh karena itu kami berharap akan muncul KOTAK INFAQ NU semua sama” kata beliau di akhir pemaparannya.

    Sebelum acara di tutup di berikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya apabila ada hal yang kurang paham, H. KHAFID BUSYRI pengurus PC NU Mojokerto menutup acara dengan doa. (Dikin sorban)