Blog

  • Majapahit bertilawah DTQ PAC JQHNU Jetis peserta paling banyak

    Majapahit bertilawah DTQ PAC JQHNU Jetis peserta paling banyak

    Sorbansantri.com — PAC JQHNU Jetis untuk mendukung kegiatan PC JQHNU Mojokerto melaksanakan Diklat Tilawatil Qur’an (DTQ) serentak sekabupaten Mojokerto dengan pelaksanaannya di masing masing PAC pada hari rabu (28/04/2021).

    DTQ PAC JQHNU Jetis di laksanakan di masjid Sabilur Rosyad dusun tumapel desa Jolotundo dengan di ikuti 240 peserta putra putri, pembukaan di laksanakan jam 12:30wib yang di hadiri oleh pengurus MWCNU Jetis, H. USAIL S.Pd.I selaku ketua tanfidziyah secara resmi membuka acara DTQ tersebut.

    Dalam sambutannya H. USAIL S.Pd.I sebelum membuka acara memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk bisa mengikuti acara ini dengan hikmad yang nantinya bisa menjadi Qori’ Qori’ah yang bagus, kalau bisa nanti bisa mewakili PAC JQHNU Jetis bila ada lomba tingkat nasional.

    SORBANSANTRI.COM

    Ustadz AZMIL UMUR, M.Pd.I selaku ketua pelaksana menginformasikan bahwa acara DTQ ini memang kegiatan PC JQHNU Mojokerto dan PAC JQHNU selaku pelaksana termasuk PAC JQHNU Jetis yang di ikuti sebanyak 240 peserta, karena peserta yang daftar banyak yang awalnya DTQ akan di laksanakan di masjid Baitur Rohman kupang di alihkan ke masjid Sabilur Rosyad yang berlantai dua supaya bisa memenuhi protokol kesehatan dengan menjaga jarak, untuk nara sumber menghadirkan dua nara sumber yaitu Ustadz ABDUL RORIQ dan Ustadz H. MAHFUD S.Pd.I.

    Ustadz SAMAN HUDI al Hafidz selaku ketua PAC JQHNU menyampaikan dan menharapkan hasil dari DTQ ini bisa tercetak generasi generasi penerus Qori’ Qori’ah yang handal dari wilayah jetis dan bisa mengharumkan nama PAC JQHNU Jetis, beliau juga menyampaikan pada acara DTQ ini nanti juga hadir LAZISNU MWCNU untuk menyampaikan santunan 27 anak yatim .

    SORBANSANTRI.COM
    H. FAHTUR ROHMAN al Hafidz Saat memberikan sambutan

    Di pertengahan acara hadir ketua PC JQHNU Mojokerto H. FAHTUR ROHMAN al Hafidz dan memberikan apresiasi yang baik untuk DTQ PAC JQHNU Jetis karena pesertanya yang luar biasa banyak insyaalloh terbanyak sekabupaten mojokerto, dalam kesempatan ini beliau juga menyampaikan insyaalloh tahun depan akan mengadakan acara yang sama dan mudah mudahan bisa memecahkan rekor muri nasional. (Dikin sorban)

  • 3 Hari Menuju On Eternal Patrol

    3 Hari Menuju On Eternal Patrol

    Rabu, 24 April 2021 (02.30 WITA)

    “Ingat, satu kesalahan kecil saja yang kita lakukan bisa berakibat fatal. Periksa semua bagian dari yang terbesar hingga bagian yang terkecil. Bahkan satu ring baut saja yang terlepas bisa mengantarkan kapal selam ini menuju dasar laut. Faham?!”

    “Faham Komandan!”

    Suara lantang dari Letkol Laut Heri Oktavian mengawali apel yang dilakukan pada pagi buta diatas geladak kapal selam. Apel tersebut merupakan apel terakhir sebelum dilakukan penyelaman KRI Nanggala-402 pada latihan penembakan senjata strategis TNI AL 2021. Letkol Heri yang ditunjuk sebagai komandan KRI Nanggala mempimpin langsung penyelaman dalam rangka misi latihan tembak torpedo kepala perang.

    Tersisa waktu tiga puluh menit sebelum kapal selam Nanggala melakukan penyelaman. Lima puluh dua orang yang mengikuti misi bersama Letkol Heri sibuk mempersiapkan semuanya. Seluruh pasukan berada pada porsinya masing-masing. Mereka terbagi menjadi lima regu dimana masing-masing regu beranggotakan sepuluh hingga sebelas orang. Dibagian Kabin torpedo, Susanto yang dipercaya sebagai penanggung jawab teknis sedang sibuk memeriksa semua bagian sesuai intruksi yang diberikan oleh Letkol Heri. Semua terlihat baik-baik saja dan siap digunakan untuk melaksanakan misi, maka misi pun dimulai.

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (03.00 WITA)

    “Lapor komandan, semua persiapan telah selesai dilakukan, KRI Nanggala-402 siap menjalankan misi, laporan selesai.”

    “Laksanakan!”

    “Siap laksanakan”

    Laporan tersebut menjadi penanda keberangkatan kapal Nanggala melakukan penyelamannya. Perlahan namun pasti kapal selam Nanggala mulai ditelan dinginnya air laut perairan Bali. Semua crew kapal langsung bergegas keposisi masing-masing untuk melaksanakan tugasnya. Dalam waktu singkat Letkol Heri sudah membawa kapal menuju kedalaman tiga belas meter, Titik ideal dimana peluncuran torpedo akan dilakukan. Dari atas kapal induk, para prajurit yang lain menyaksikan proses penyelaman Nanggala secara perlahan sembari berdoa semoga misi ini akan berhasil tanpa ada kendala.

    Peluncuran torpedo seharusnya dijadwalkan dilakukan pada pukul 03.46 WITA. Kapal induk sudah memberikan kepada KRI Nanggala untuk melakukan tembakan. Namun dari pengamatan para Rider tim penjejak, tidak ada respon apapun yang terlihat dari KRI Nanggala. Tim penjejak langsung memberikan laporan kepada kapal induk, Kapal induk pun tahu bahwa ada kejanggalan yang terjadi pada misi penyelaman kapal tersbut, Namun belum diketahui pasti apa penyebab KRI Nanggala tidak memberi respon. Semua masih berifikir positif mungkin penyebabnya hanyalah radar komunikasi yang bermasalah.

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (03.30 WITA)

    “Izin melapor kondisi darudat, telah ditemukan retakan pada lambung kapal bagian kabin torpedo dengan diameter retakan 30cm. Air mulai masuk menggenangi kabin, kami regu empat masih mencoba menambal lubang tersebut.”

    Semua yang tengah berada diposisi masing-masing dikejutkan dengan teriakan bernada cemas dari susanto melalui walkie talkie yang tersambung ke sound pengeras suara. Hal itu membuat semua orang yang ada juga merasakan kecemasan yang dialami oleh susanto. Semuanya tau retakan sebesar itu sudah sangat mampu membawa KRI Nanggala pada kondisi terburuknya. Seketika semua ilmu yang dipelajari oleh para anggota selama belasan tahun lenyap begitu saja ditelan kegelisahan. Terlihat raut ketakutan dari wajah mereka semua, namun tidak dengan Letkol Heri sang komandan kapal.

    “Disini Komandan Heri, semuanya dengarkan intruksi saya dan laksanakan dengan baik. Regu lima silahkan keluar dari kabin generator, dan tutup pintu dengan knock ganda darurat, pastikan air yang ada pada kabin torpedo tidak sampai masuk kedalam ruang generator. Apapun yang terjadi generator harus tertap dalam keadaan menyala. Jika sudah langsung menuju kabin logistik dan bertemu dengan para anggota yang lain disana”

    “Siap laksanakan, intruksi diterima”

    “Regu empat cepat tinggalkan kabin torpedo menuju kabin logistik. Tunggu sampai regu lima berada disana. Regu tiga persiapkan diri, begitu regu lima dan regu empat sudah berada di kabin logistik, segera tutup pintu dengan knock ganda darurat. Sembari menunggu amankan semua perbekalan dan dokumen yang bisa diselamatkan menuju kabin utama.”

    “Siap laksanakan, regu tiga menerima perintah”

    Semua bahu membahu melaksanakan perintah yang diberikan oleh Letkol Heri. Kemudi diserahkan kepada Mayor Eko selaku wakil nahkoda. Mayor Eko ditugaskan membawa kapal kepermukaan dengan tetap menajaga kesetabilan kapal agar tidak melakukan gerakan maneuver mendadak. Letkol Heri sendiri langsung pergi ke ruangan pribadinya dan memanggil Letda Adhi untuk membahas kemungkinan terburuk yang akan terjadi.

    Lettu Imam Adi adalah orang yang bertugas dibagian elektronika deteksi, semua seluk beluk tentang kapal ini telah ia ketahui. Lettu adi mempunyai perhitungan yang akurat yang bisa dipercaya sebagai pengambil kebijakan.

    Setelah berhadapan dengan Letkol Heri, Lettu adi langsung cekatan menjelaskan keadaan kapal secara detail. Dengan nada tergetar mencoba mengendalikan diri, ia mulai menjelaskan semuanya.

    “Saat ini air sudah mulai memasuki lambung kapal dibagian kabin torpedo. Ada waktu sekitar 7 jam untuk kabin torpedo benar-benar terisi air hingga penuh. Selama itu tekanan air menuju ruang generator masih bisa dikatan aman. Untuk kapal keluaran tahun 1980an seperti Nanggala ini, generator tidak akan mampu menyuplai tenaga baling-baling untuk bisa kembali naik ke permukaan dengan kondisi lambung tengah terisi air. Opsi yang paling bisa diambil adalah menghemat energi generator agar bisa digunakan untuk tetap memancarkan sonar agar kapal ini bisa ditemukan. ini juga bisa menambah ketersediaan oksigen di kapal ini menjadi lebih lama lagi. Tapi itu artinya kita harus mamatikan baling-baling dan membiarkan kapal ini tenggelam lebih dalam lagi. Yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu bantuan dari permukaan datang. Bagaimana komandan, silahkan dipertimbangkan?”

    Letkol Heri hanya menatap dengan tatapan serius tanpa memberikan jawaban apapun. Perawakan gagahnya tak dapat menyembunyikan kebimbangan yang tergurat pada raut wajahnya. Sejenak Letkol Heri terdiam. Setelah menghela nafas panjang letkol heri berkata dengan nada berat dan suara lemas.

    “Yha sudah, jika memang itu yang terbaik mari kita lakukan. Semoga kita semua selalu dalam Rahman Rahimnya Tuhan yang maha Esa.”

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (05.15 WITA)

    Helikopter yang diterbangkan dari KRI I Gusti Ngurah Rai selama sekitar satu jam tidak mendapatkan hasil apapun, Citra deteksi visual yang dicari tak kunjung ditemukan. Jika mengikuti prosedur yang telah terjadwalkan seharusnya KRI Nanggala sudah kembali ke permukaan pada pukul 05.15 WITA. Namun Hingga helikopter mendarat, tak ada tanda-tanda kapal selam tersebut menampakkan dirinya.

    “Lakukan prosedur Sublook!”

    Perintah Kapten KRI I Gusti Ngurah Rai kepada semua pasukan. Itu artinya KRI Nanggala benar-benar tenggelam dan harus segera dilakukan tindakan penyelamatan. Semua berjibaku dengan waktu melakukan upaya pencarian dengan semua pasukan yang ada pada latihan tersebut. Kapal, Helikopter, Penyelam, semua tenaga yang ada dikerahkan untuk bisa sesegera mungkin menemukaan koordinat lokasi tenggelamnya kapal.

    Sekitar satu jam melakukan pencarian dengan tidak kunjung menemukan titik terang, akhirnya tepat pada pukul 06.46 WITA status ditingkatkan menjadi Submiss. Submiss diambil manakala sublook tak dapat memastikan keselamatan kapal selam yang hilang, tetapi masih diragukan apakah sudah tenggelam atau tidak karena buktinya belum ada. Pada fase submiss, pencarian skala penuh dilakukan.

    Mulai detik itu semua armada Angkatan Laut diterjunkan untuk membantu pencarian. Tak kurang dari enam belas kapal terlibat dalam pencarian Nanggala. Semuanya berjuang tanpa patah semangat mencoba mencari keberadaan kapal yang di juluki “Sang Monster Bawah Laut”

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (07.08 WITA)

    “Kira-kira sampai kapan oksigen yang kita punya dapat bertahan?”

    Letkol heri bertanya kepada Lettu Adi.

    “Jika generator listrik masih bisa terjaga dalam keadaan menyala, maka kita masih mempunyai cadangan oksigen selama 72 jam. Itu artinya kita bertahan hingga hari Sabtu jam 3 pagi.”

    Setelah mengucapkan terimakasih, Letkol Heri langsung pergi menuju ruang kendali untuk memonitor semua keadaan yang ada dalam kapal.

    Letkol Heri mulai melakukan monitoring kepada semua regu yang ada. Regu lima, empat, dan tiga sudah berhasil mengisolasi aliran air agar tidak merangsek masuk ke kabin lainnya.

    Selanjutnya semua orang yang ada di KRI Nanggala diberikan intruksi untuk langsung berkumpul menuju kabin utama. Bersamaan dengan itu, perlahan namun pasti Nanggala mulai turun lebih dalam lagi dan lagi.

    Di ruang kabin utama yang berukuran tak lebih dari 8 x 11 meter, berdesakan raut wajah putus asa dari semua orang yang ada disana. Semua sudah mempunyai asumsi tak akan ada yang bisa selamat dari kapal ini. Namun merek mencoba menghibur diri satu sama kain seakan tidak terjadi apa-apa.

    “Bagaimana ini ndan, anakku masih kecil-kecil”

    Celetuk salah seorang diantara mereka yang sudah tak bisa membohongi diri akan ketakutannya.

    “Kalau masih kecil yha dirawat sampai besar toh, Pertanyaanmu aneh aneh saja.

    Tenang saja Letkol Heri itu orang yang cerdas, kita semua pasti akan selamat. Kita tunggu saja sebentar, mungkin Letkol Heri masih memikirkan rencana.”

    Lettu Adi mencoba menenangkan. Selain dikenal karena pengetahuanya dalam hal kapal selam, Ia juga dikenal sebagai seorang motivator yang handal manakala memberi semangat rekan-rekannya ketika melaksanakan misi. Susanto terlihat begitu santai dan yakin bahwa mereka semua akan selamat. Bahkan ia masih sempat-sempatnya membagikan roti dan beberapa cemilan kecil kepada semua yang ada disana seakan tidak terjadi apa-apa.

    “Ayo ndan, sarapan ndan sarapan ndan! Mumpung masih pagi. Jarang-jarang loh kita bisa sarapan sepagi ini, biasanya sampek jam sebelas siang masih dijemur dilapangan”

    Melihat Lettu Adi yang begitu yakinnya bahwa semua baik-baik saja dan bahkan masih sempat-sempatnya membagikan makanan, membuat para anggota yang lain pun kembali mempunyai harapan. Mereka semua mulai memakan roti yang dibagikan dan bisa berbincang-bincang ringan.

    Muncul senyum simpul dari wajah susanto ketika melihat rekan-rekannya terpatik semangat sehingga sedikit tenang. Ia merasa senang kerena suasana kapal sudah tidak semencekam sebelumnya. Dalam senyumnya sebetulnya Lettu Adi menyembunyikan perasaan yang selama beberapa hari ini terus menghantuinya. Susanto teringat perbincangan terakhir bersama istri dan juga anaknya.

    ………………………………………….

    Senin, 19 April 2021 (11.05 WIB)

    “Enggak….! Enggak boleh! Pokoknya ayah gak boleh pergi”

    Teriak lantang dari aska, seorang bocah 2,5 tahun yang hendak melarang ayahnya Lettu Adi untuk berangkat bertugas dalam misi penyelaman bali. Bahkan azka mencoba mengunci sang ayah didalam kamar dan berusaha menutup pintu agar ayahnya tidak keluar dari dalam kamar.

    Astri sang istri hanya bisa tersenyum sembari merekam video anaknya yang terus menerus menangis melarang ayahnya untuk pergi bertugas. Padahal biasanya ketika dipamiti aska hanya biasa saja dan tak pernah melarang-larang seperti itu.

    “Mas, aska kok gitu banget ya sama kamu, padahal biasanya juga ditinggal biasa aja.”

    Ujar sang istri.

    “Yha mungkin dia masih kangen dek, aku kan jarang dirumah. Sekalinya dirumah paling yha Cuma sebentar-sebentar. Diusia aska yang menginjak umur 2,5 tahun ini, wajar kalau dia lagi seneng-senengnya nangkrot di ayahnya. Ini Cuma misi latihan kok dek, ndak akan lama.”

    “Emang berapa lama mas misinya?”

    “Ndak bisa dipastikan dek, tapi yang jelas waktu terlama penyelaman yang bisa dilakukan Cuma 3 hari. Kalau semuanya lancer ndak sampai sehari yha misi sudah selsai. Doakan saja semuanya lancer”

    “Amin mas…. Aku mau nidurin aska dulu, kamu hati-hati yhah mas!”

    “Iya dek, mas berangkat dulu. Jagain azka yang bener Assalamualaikum”

    “Waalaikum salam”

    Percakapan itu adalah percakapan singkat terakhir yang dilakukan Lettu Adi dengan istrinya Astri ketika hendak berangkat. Setelahnya Adi langsung berangkat menuju markas, disepanjang jalan Adi mendengarkan penyanyi kesukaannya Sujiwo Tedjo dengan hedset yang ia kenakan.

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (08.32 WITA)

    Letkol Heri menyerahkan kemudi Nanggala kepada Mayor eko dan 2 orang nahkoda lainnya. kemudian ia berlalu menuju kabin utama menemui semua pasukan armadanya. Dalam sekejap sauna riuh yang ada dikabin utama seketika langsung hening lantaran kedatangannya. Dikondisi seperti itu wibawa Letkol heri masih terlihat gagah dan masih mempunyai kharsima dimata para bawahannya.

    “Selamat pagi”

    “Selamat pagi komandan”

    Semua menjawab serentak ucapan Letkol Heri, Semuanya kompak kecuali satu orang Lettu Adi.

    “Pagi pagi pagi Luar biasa….”

    Lettu adi jutru merespon dengan jawaban khas yel yel penyemangat ketika di pelatihan. Dan hal itu membuat Letkol Herri kembali mengulangi kalimatnya.

    “Selamat Pagi”

    “Pagi pagi pagi Luar biasa….”

    Kali ini semua kompak menjawab dengan teriakan semangat seperti yang dilakukan oleh Lettu Adi.

    “Itu Baru namanya prajurit. Disaat apapun juga, dalam kondisi apapun juga, tetap harus menjaga api semangat perjuangan para pahlawan terdahulu. Apakah semuanya dalam keadaan sehat dan lengkap?”

    “Siap lengkap Komandan”

    Letkol Heri kemudian mempersilahkan semuanya duduk sesantai mungkin karena ada hal yang perlu disampaikan dan harus ditangkap dengan baik oleh para angggota yang ada disana, kesalahan sekecil apapun akan membuat semua skema yang telah dirancang oleh Letkol Heri berantakan. Letkol Heri pun mulai menjelaskan.

    “Kita sekarang berada di kedalaman Dua ratus meter dan masih akan terus bertambah kedalamannya. Menurut data statistik kedalaman laut Bali berkisar antara Tujuh ratus hingga Sembilan ratusan meter. Saya mengambil kebijakan paling menguntungkan yang bisa kita dapatkan. Turbin baling-baling sengaja saya perintahkan untuk dimatikan. Hal itu akan memperpanjang durasi selam kita.”

    Kurang lebih Satu jam Letkol Heri menjelaskan semua rencananya, resiko yang dihapi, hingga kemungkinan terburuk yang akan dialami. Letkol heri memerintahkan beberapa pasukan menjadi pasukan penanda yang bertugas mengirimkan kode morse kepada pasukan yang ada di permukaan. Kode morse dikirimkan dengan memukul mukul tembok kapal menggunakan benda tumpul agar nantinya getarannya mampi ditangkap oleh para regu pencari yang menggunakan penangkap gelombang getaran.

    “Meskipun kapal ini mempunyai sonar tapi itu tidak lah cukup. Kita tetap harus memberikan kode bahwa kita masih dalam keadaan baik-baik saja. Setiap Empat puluh menit sekali kode morse itu harus terus menerus di kirimkan. Faham?”

    “Siap Faham Komandan”

    Kemudian Letkol Heri juga memerintahkan semua anggota untuk mengosongkan barang-barang yang ada di kabin logistik untuk dipindahkan ke kabin utama. Hal itu dilakukan guna menjaga bobot Nanggala agar tetap seimbang antara bagian belakang dan belakang. Karena jika nantinya masa air sudah memenuhi kabin bagian belakang, dan bobot bagian depan tidaklah sebanding dengan masa air, secara otomatis kapal akan mendongak keatas dan jomplang kebelakang.

    “Kita harus tetap menjaga posisi kapal agar tetap horizontal sampai ke dasar laut.”

    Letkol Heri juga memerintahkan semua anggota tetap menjaga kebugaran fisiknya agar jika sewaktu-waktu dibutuhkan mereka masih dalam keadaan siap siaga. Langkah Lettu adi yang membagikan makanan kepada rekan-rekannya mendapat pujian dari Lettu Heri. Langkah itu dianggap tepat guna menjaga stamina dan tenaga para anggota sehingga jika waktunya sudah tiba tenaga itu mampu membantu mereka menyelamatkan diri manakala regu penyelamat telah menemukan KRI Manggala.

    “Apakah Ada yang ditanyakan?”

    “Mohon izin bertanya komandan, berapa lama kita harus menunggu rider pencari untuk bisa menemukan kita? Jika terlalu lama dikhawatirkan cadangan oksigen kita tidak cukup untuk menunggu selama itu. Jika diperbolehkan saya akan merangsek keluar dengan celah yang ada di dalam kabin torpedo. Saya akan berenang kepermukaan untuk mengirimkan koordinat lokasi dan mencari bantuan. Kemampuan berenang saya dapat diandalkan komandan.”

    Letda Susanto sang penanggung jawab teknis menawarkan diri untuk mencoba mencari bantuan ke permukaan.

    “Tidak perlu, saya tidak meragukan kemampuan berenangmu, tapi hal itu tidak akan berguna jika mengahapi tekanan pada kedalaman dua ratusan. Yang ada kamu akan terseret arus dan kembali kedalam lambung kapal, atau bahkan kemungkinan terburuk kamu akan terjebak pusaran hingga kehabisan nafas. Hal itu juga akan membahayakan rekan-rekanmu.”

    “Lantas apa yang bisa saya lakukan untuk membantu komandan? Saya siap mempertaruhkan nyawa jika memang dibutuhkan”

    Sembari tersenyum, Letkol Heri menepuk pundak Letda Susanto seraya berkata:

    “JIKA MEMANG ADA PRAJURIT YANG HARUS GUGUR DALAM MISI INI, MAKA HANYA AKU LAH ORANGNYA.”

    Semuanya menatap wajah berwibawa komandan dengan tatapan berkaca-kaca. Bahkan ada beberapa orang yang tak kuasa membendung air matanya.

    “Tapi tenanglah. Tidak aka ada yang gugur dalam misi ini. Semuanya akan selamat. Percayalah kepada komandanmu ini”

    Letkol Heri kembali berucap mantap dengan senyum sumringah khas yang ia miliki. Tak ada gurat ketakutan ataupun kegelisahan, yang ada hanya raut wajah optimis penuh keyakinan. Hal itupun langsung menyulut semua prajurit yang lain kembali bersemangat. Setelahnya Letkol Heri memimpin semua anggotanya untuk berdoa.

    Semuanya larut dalam keheningan. Semuanya khusu’ memanjatkan doa pengharapan sembari membayangkan wajah orang-orang yang dicintainya. Suasana begitu tenang tanpa ada suara sedikitpun. Tak ada suara apapun yang terdengar kecuali isak tangis sesenggukan yang sesekali menggemah dalam Kabin KRI Nanggala di bawah permukaan air laut yang kian lama kian gelap.

    ………………………………………….

    Rabu, 24 April 2021 (10.58 WITA)
    “Komandan, air terlah memenuhi kabin torpedo. Raung logistik Sepertinya akan…” To be continued

    Tiga Hari Menuju On Eternal Patrol oleh : Muhammad Ani Ridhoi

  • Ranting NU Canggu bertahlil untuk syuhada NANGGALA 402

    Ranting NU Canggu bertahlil untuk syuhada NANGGALA 402

    Sirabansantri.com — Jamaah mushola BAITUL MUTTAQIN desa Canggu Jetis Mojokerto mendoakan para syuhada KRI NANGGALA 402 yang telah di nyatakan gugur dengan tahlil bersama, acara di laksanakan setelah sholat teraweh yang di pimpim langsung oleh ketua tanfidziyah ranting NU Canggu H. ALIM SODIKIN pada hari senin (26/04/2021).

    Semua jamaah dengan khusuk membaca tahlil tidak ada yang bergurau dan berharap dengan sungguh sungguh untuk semua para korban supaya di mulyakan ALLOH SWT.

    H. ALIM SODIKIN menyatakan “kegiatan ini sebagai salah satu bentuk bahwa kami semua ikut berbela sungkawa atas kejadian ini dan mendokan semoga semua amal ibadah beliau beliau di terima dan segala kesalahannya di ampuni oleh ALLOH SWT, Khusnul khotimah, serta semua keluarga yang di tinggalkan di berikan kesabaran, ketabahan, kekuatan iman, selamat dunia akhirat”.

    Beliau juga menginformasikan bahwa mushola, masjid NU yang ada di canggu semua di harapkan untuk melaksanan doa bersama untuk semua korban dan keluarga yang di tinggalkan, dan sudah ada beberapa mushola dan masjid yang siap bahkan sudah melakukan tahlil dan doa bersama, bahkan rencananya dari banom dan lembaga ranting NU, ANSOR, IPNU, IPPNU, PAGARNUSA juga akan melakukan doa bersama.

    Beliau juga mengingatkan bagi semua yang akan melakukan doa bersama agar tetap mematuhi protokol kesehatan, jangan sampai niat yang baik tapi pelaksanaanya kurang baik. (Dikin sorban)

  • HARLAH GP ANSOR KE – 87 : PAC NGORO GELAR BAGI BAGI TAKJIL DI KAWASAN INDUSTRI

    HARLAH GP ANSOR KE – 87 : PAC NGORO GELAR BAGI BAGI TAKJIL DI KAWASAN INDUSTRI

    Sorbansantri.com – Mojokerto. Demi memeriahkan hari lahir Gerakan Pemuda ANSOR yang ke 87 (1934-2021), PAC GP ANSOR kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto yang di ketuai oleh sahabat GUS SAUFI S.Kom melakukan giat bhakti sosial dengan cara membagikan takjil kepada setiap pengendara yang lewat di kawasan pintu keluar NIP (NGORO INDUSTRI PERSADA)

    Acara di laksanakan pada Sabtu sore (24-04-21) pukul 16.00 wib, dengan tujuan untuk menyemarakkan dan memeriahkan hari lahir Gerakan Pemuda Ansor yang KE 87, dalam acara ini di hadiri oleh para anggota dari semua lembaga yang ada di naungan ANSOR diantara ada BANSER, RIJALUL ANSOR, yang ada di seluruh kecamatan Ngoro.

    Menurut ketua PAC GP ANSOR sahabat Saufi “acara ini terlaksana berkat kerjasama dan kekompakan dari para anggota dari semua lembaga yang ada, mereka saling patungan/iuran seiklasnya lalu kita kumpulkan jadi satu kita belanjakan untuk kebutuhan takjil yang kita bagi bagi tadi sore” masih kata sahabat Saufi “semoga acara ini tidak berhenti di sini saja kita upayakan menjadi program tahunan karena melihat manfaat dan antusias respon dari masyarakat yang begitu mendukung maka acara seperti ini kita lestarikan ketika di bulan suci Ramadhan, karena rata rata masyarakat yang ada di wilayah Ngoro itu di dominasi oleh warga pendatang.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Acara berlangsung secara singkat kira kira 30 menit dengan pengamanan ketat dari para anggota kesatuan khusus Satkoyon Banser Ngoro yang di pimpin oleh sahabat API’IN sebagai Kasatkoryon, (Hasan Ngoro Sorban)

  • PESAN KADER DAN MoU ANSOR IPNU IPPNU DIPERINGATAN HARLAH GP ANSOR KE 87

    PESAN KADER DAN MoU ANSOR IPNU IPPNU DIPERINGATAN HARLAH GP ANSOR KE 87

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.comAnsor selalu mengikuti perkembangan teknologi dengan berbagai terobosan khususnya digitalisasi organisasi. Pada peringatan HARLAH GP ANSOR ke-87 yang digelar di Gedung MWC-NU Pacet Mojokerto. PAC GP ANSOR kec. Pacet Mojokerto melaksanakan acara tersebut dengan mengundang adik-adik dalam BANOM NU khususnya IPNU dan IPPNU. Sabtu, 24 April 2021 / 12 Ramadhan 1442 H. 

    Dalam peringatan tersebut, GP Ansor kec. Pacet Mojokerto mengundang H. Imron Rosyadi yang merupakan mantan kader tulen mulai IPNU, Ansor dan sekarang berada di jajaran pengurus MWC-NU kec. Pacet. Dengan harapan agar kader yang sekarang baik IPNU-IPPNU dan Ansor, mendapatkan terobosan dan pengalaman dari beliau yang pernah berada dalam organisasi tersebut.

    SORBANSANTRI.COM
    Sahabat Nuril Huda dan H. Imrod Rosyadi dalam acara HARLAH GP ANSOR ke 87 Pacet Mojokerto

    Acara yang dikemas dengan tema ” PESAN KADER “ yang disampaikan oleh H. Imron Rosyadi adalah tampilkan ide-ide kreatif yang bisa mewarnai kecamatan Pacet. ” Perlu diadakan study banding dengan kawasan atau wilayah yang ada di lereng Gunung Welirang, seperti kota Batu, Prigen dan lainnya” kata H. Imron Rosyadi dalam penyampaian acara HARLAH GP Ansor yang ke-87.

    Karena masih dalam suasana bulan suci Ramadhan maka, kegiatan yang diawali pada pukul 16.00 wib ini dilanjutkan dengan sholat Magrib berjamaah dan dilanjut Buka puasa bersama. Acara semakin marak dengan adanya hiburan akustik dari IPNU dan IPPNU.

    Dalam memanfaatkan momen HARLAH GP ANSOR ke-87, ketua Ansor kec. Pacet Mojokerto mengadakan MoU dengan IPNU dan IPPNU untuk selalu bersinergi sebagai satu kesatuan banom NU seperti Kakak dan Adik. Dengan tujuan agar dalam berorganisasi harus solid dan terarah sebagai satu kesatuan. (abi Sorban)

     

  • HARLAH GP ANSOR ke-87, PAC GP ANSOR JETIS MOJOKERTO adakan Ziaroh ke muasis NU

    HARLAH GP ANSOR ke-87, PAC GP ANSOR JETIS MOJOKERTO adakan Ziaroh ke muasis NU

    Sorbansantri.com — Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda ANSOR Jetis Mojokerto Jawa Timur dalam rangka memperingati Harlah ANSOR yang ke-87 mengadakan ziaroh ke muasis Nahdlatul Ulama pada hari jum’at (23/04/2021) dengan mengunakan 8 mobil untuk mengangkut jamaah.

    SORBANSANTRI.COM
    Mobil Rombongan jamaah

    Setelah sholat traweh semua sahabat sahabat ANSOR Jetis mulai berkumpul di pasar desa kupang dan sekitar jam 21:30wib semua kendaraan berangkat menuju makam mbah KH. WAHAB CHASBULLOH yang ada di Tambakberas jombang.

    SORBANSANTRI.COM
    Rombongan jamaah saat di makam
    KH. WAHAB CHASBULLOH

    Setelah selesai berziarah ke makam KH.WAHAB CHASBULLOH rombongan mampir sowan ke KH. WAFIYUL AHDI. SH.M.PD.I cicit dari KH.WAHAB CHASBULLOH, beliau bercerita banyak tentang NU dan GP ANSOR serta sejarah singkat tentang KH. WAHAB CHASBULLOH, beliau juga mendoakan mudah mudahan kader kader GP ANSOR Jetis bisa meneruskan perjuangan para muasis dan beliau juga mengingatkan bahwa kita semua bergabung di NU untuk belajar dan jangan merasa ikut membesarkan NU.

    SORBANSANTRI.COM
    Jamaah mampir sowan
    ke KH WAFIYUL AHDI

    Setelah sowan rombongan bergerak menuju makam KH. AHYAT HALIMI di mojokerto dan sebelum pulang ke rumah masing masing, rombongan menyempatkan untuk makan saur bersama sama di warung lodeh desa Kupang.

    Menurut ketua PAC Jetis Gus IBNU QOHAR acara ini mempunyai tujuan untuk mengenang jasa perjuangan Para Muasis NU dan ANSOR dalam perjuangan memperebutkan kemerdekaan melalui pendirian Organisasi Kepemudaan, dengan harapan supaya Generasi Muda NU dan GP ANSOR JETIS bisa meneladani ghiroh perjuangan para Muasis melalui Organisasi Ansor yg sudah berusia 87 tahun.

    SORBANSANTRI.COM
    Gus INSYAK ANSORI, Gus IBNU QOHAR

    Ikut serta mendampingi penasehat PAC GP ANSOR Jetis dan juga selaku pelatih nasional BANSER Komandhan INSYAK ANSORI S.Pd.I yang memberikan aprisiasi yang sangat bagus sekali karena acara ini juga memberikan spirit baru buat kader kader ANSOR di PAC Jetis, beliau berharap beliau kegiatan seperti ini jangan sampai lekang di bawa waktu kalau bisa ada rutinitas untuk mengecash kembali ghiroh kader dengan menyambung ke para muasis NU, yang akhirnya mudah mudahan bisa membawa keberkahan untuk PAC GP ANSOR Jetis. ( Dikin sorban)

  • Kamus Sejarah Indonesia Tidak Dapat Digunakan Sebagai Pedoman Sejarah di Indonesia”*_

    Kamus Sejarah Indonesia Tidak Dapat Digunakan Sebagai Pedoman Sejarah di Indonesia”*_

    Siaran Pers !!
    Sikap Pesantren Tebuireng Terhadap Materi Kamus Sejarah Indonesia.

    Sorbansantri.com – JOMBANG–Berkenaan dengan beredarnya softcopy Kamus Sejarah Indonesia Jilid I (Nation Formation) dan Jilid II (Nation Building) yang diterbitkan oleh Direktorat Sejarah pada Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pesantren Tebuireng Jombang merasa perlu menyampaikan sikap sebagai berikut:

    1. Naskah tersebut sama sekali tidak layak dijadikan rujukan bagi praktisi pendidikan dan pelajar Indonesia, karena banyak berisi materi dan framing sejarah yang secara terstruktur dan sistematis telah menghilangkan peran Nahdlatul Ulama dan para tokoh utama Nahdlatul Ulama, terutama peran Hadratus Syeikh KH.Mohammad Hasyim Asy’ari;

    2. Di antara framing sejarah yang secara terstruktur dan sistematis telah menghilangkan peran Nahdlatul Ulama dan para tokoh utama Nahdlatul Ulama sebagaimana dimaksud dalam butir 1 (satu) di atas adalah tidak adanya lema Nahdlatul Ulama dan KH. Hasyim Asy’ari dalam Jilid I dan Jilid II Kamus Sejarah Indonesia tersebut;

    3. Jika dicermati lebih dalam, narasi yang dibangun dalam kedua jilid Kamus Sejarah Indonesia tersebut tidak sesuai dengan kenyataan sejarah, karena cenderung mengunggulkan organisasi tertentu dan mendiskreditkan organisasi yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa naskah tersebut tidak layak menjadi rujukan para praktisi pendidikan dan pelajar Indonesia. Di luar itu, banyak kelemahan substansial dan redaksional yang harus dikoreksi dari konten Kamus Sejarah Indonesia tersebut;

    4. Sejarah sebuah bangsa sangat penting untuk membangun peradaban di masa yang akan datang. Tidak ada satu bangsa yang menjadi besar tanpa memahami dan mempelajari sejarah leluhurnya. Karena itu, penulisan sejarah yang jujur merupakan tanggung jawab semua elemen bangsa;

    5. Berkenaan dengan hal-hal tersebut, Pesantren Tebuireng Jombang menuntut Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menarik kembali naskah tersebut dan meminta maaf kepada seluruh bangsa Indonesia atas kecerobohan dan kelalaian dalam penulisan kamus sejarah tersebut.

    Demikian yang dapat kami sampaikan. Semoga menjadi koreksi dan refleksi bagi kita semua.

    Tebuireng, 20 April 2021

    Nur Hidayat

    Humas Pesantren Tebuireng

    Anwar Sorban

  • Joseph Paul Zhang Ngaku Nabi ke 26, Kaporli Langsung Turun Tangan

    Joseph Paul Zhang Ngaku Nabi ke 26, Kaporli Langsung Turun Tangan

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Minggu 18 April 2021 seorang Youtuber mencuri perhatian publik karena sensasinya yang dianggap menista agama Islam. Youtuber bernama Jozeph Paul Zhang, mengaku nabi ke-26 setelah Nabi Muhammad.
    Penghinaan itu disampaikan Jozeph Paul Zhang dalam sebuah video Youtube miliknya pada Sabtu 17 April 2021. Adapun video tersebut berdurasi sangat panjang, yakni tiga jam lebih.
    Tak hanya itu mengaku nabi ke 26, Jozeph Paul Zhang bahkan menghina Nabi Muhammad.
    “Yang bisa laporin gua ke polisi, gua kasih uang lo. Yang bisa laporin gua penistaan agama. Nih gua nih nabi ke-26, Josep Fauzan Zhang, meluruskan kesesatan ajaran nabi ke 25″.
    Di satu sisi Kapolri Jenderal Sigit Prabowo langsung turun tangan memerintahkan anak buahnya untuk engusut sosok Jozeph Paul Zhang. Dalam keterangannya kepada media Kaporli mengatakan sedang dalam proses penyelidikan.
    “Sudah diselidiki” tegas Kapolri kepada wartawan, Sabtu 17 April 2021. (abi sorban)
  • IMAN DAN SOLIDARITAS TERHADAP SESAMA

    IMAN DAN SOLIDARITAS TERHADAP SESAMA

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com– Di setiap bulan suci romadhon mushollah AL ASROR desa Pagerwojo kecamatan perak kabupaten Jombang selalu melaksanakan giat ngaji tuju menit dengan kajian kitab nasoikhul Ibad dengan nasumber Gus Hanif lutfin alumni pondok pesantren ALFALAH mojo kediri, di malam pertama ini menerangkan tentang keutamaan iman, sesuai hadis خصلتان لا شيء أفضل منهما الإيمان بالله والنفع بالمسلمين

    Artinya, “Dua hal di mana tidak ada yang lebih utama dari keduanya, yaitu beriman kepada Allah dan bermanfaat kepada umat Islam,” (Lihat Syekh Nawawi Banten, Nashaihul Ibad, [Indonesia, Daru Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa tahun], halaman 4).

    Rencana kajian rutinan ini di selenggarakan setiap hari selama bulan suci romadhon bakda sholat taroweh yang di ikuti oleh para jama’ah sekitar musollah juga warga desa Pagerwojo, semoga dengan kajian tuju menit bisa meningkatkan keimanan kita kepada allah SWT, lebih lebih kita di bulan romadhon ini harus memperbanyak atau mendekatkan diri kepada sang Kholiq karena bulan ini bulan penuh barokah, bulan penuh Maghfiroh juga bulan penuh ke utamakan, semoga kita bisa melaksanakan ibadah puasa ini dg penuh rasa kehusu’an dan lebih lebih bisa mengistiqomahkan di bulan bulan setelah romadhon. (Hasan)

  • AKHIRUSSANAH = Pentingnya Ajaran “NU” Pada Anak-anak usia Dini

    AKHIRUSSANAH = Pentingnya Ajaran “NU” Pada Anak-anak usia Dini

    Sorbansantri.com – Hari Sabtu malam,tanggal 10 April 2021
    Kegiatan Akhirussanah untuk menyambut bulan suci Ramadhan
    Di TPQ DARUL MUQODAS
    Jorong Trimulya 3 Kecamatan Timpeh Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat

    Pukul 21.00 WIB Kegiatan dimulai dengan pembacaan Al Qur’an oleh santri TPQ Darul Muqodas serta wali murid dari santri serta jam’iyah MWC Kecamatan Timpeh.
    Dalam kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua PC GP ANSOR (Age Kurniawan) serta Sekretaris (John Indra),juga melibatkan PAC GP Ansor dan Jajaran Banser Timpeh.

    SORBANSANTRI.COM

    SORBANSANTRI.COM

    Dalam pelaksanaan Akhirussanah ini dihadiri juga oleh Ketua Tanfidziah PCNU Dharmasraya KH. Nurkholidin sekeligus memberikan Tausiah,pada tausiah KH. Nurkholidin menitipkan pesan “agar supaya orang tua menitipkan anak anaknya dalam belajar Al Qur’an,dan harus tau dimana anak akan belajar Al Qur’an” lanjut beliau “orang tua harus tahu shanat keilmuan dari ustad ataupun ustazah yang mengajar. Agar ilmu yang didapat lebih berkah dan bermanfaat”

    semuanya harus Lebih diutamakan supaya anak anak kita mondok di pesantren pesantren dibawah bimbingan Nahdlatul Ulama (NU). John sorban