Kategori: Amaliyah

aktivitas atau kegiatan yang dilakukan secara praktis, terutama dalam konteks keagamaan atau kehidupan spiritual. Dalam konteks agama Islam, amaliyah seringkali merujuk kepada amal ibadah atau amal kebaikan yang dilakukan oleh seorang Muslim sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian kepada Allah SWT

  • Rijalul Ansor Pacet Gelar Dzikir dan Sholawat Bersama Jajaran Ranting

    Rijalul Ansor Pacet Gelar Dzikir dan Sholawat Bersama Jajaran Ranting

    SORBANSANTRI.COM

    Mojokerto, wp.sorbansantri.com –  Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) pimpinan anak cabang Gerakan pemuda Ansor Kecamatan Pacet (GP ANSOR PAC PACET) gelar doa bersama bersama ranting jajaran.

    Bertempat di Mushollah Baitul Jannah Dusun Belor Desa KembangBelor, minggu (26/12/21) acara berjalan dengan penuh agenda. Dalam kegiatan ini tidak lupa dengan tawasul serta tahlil yang dipimpin oleh sahabat Dimyati dari ranting Kembangbelor.

    Serta pembacaaan manaqib yang dilakukan oleh seluruh jajaran ranting se Kecamatan Pacet dilanjutkan dengan pembacaan mahallul qiyam.

    Ketua RA Ansor Pacet Handika Rosadi menjelaskan kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi antar jajaran ranting dan untuk berkoordinasi antar ranting. “Acara ini juga sebagai ajang silaturahmi serta ramah tama antar jajaran (PAC GP Ansor Kecamtan pacet)”. Ungkap Handika.

    Khuluqul Muslim selaku tuan rumah dari kegiatan ini juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh sahabat yang dapat hadir dalam acara dzikir dan sholawat yang menjadi agenda rutin dari LMDRA GP PAC Pacet.

    “Semoga dengan kehadiran menjadi berkah untuk kita bersama” ungkapnya. (erik LTN NU Pacet)

  • Fenomena Kopiah Hitam dan Putih

    SORBANSANTRI.COM
    wp.sorbansantri.com – Di Pondok Pesantren Mbah Maimun, santri dilarang memakai peci putih. Alasannya, karena orang pergi haji di desa-desa adalah dengan menjual tanah, sawah, tegal atau menabung belasan tahun bahkan sampai berpuluh-puluh tahun. Sementara simbul yang mereka pakai setelah pulang dari haji adalah peci putih.
    “Kalau kamu memakai peci putih seharga 5.000 rupiah, apakah tidak menyakiti hati mereka?” ujar Mbah Maimun sebagaimana diceritakan oleh Gus Baha’.
    Bukan haram dalam kategori fiqh, tapi haram dalam kategori akhlaq. Begini, kata Mbah Moen, ini menurut Gus Baha ya, bahwa orang-orang yang berangkat haji itu butuh perjuangan yang hebat, bahkan dibela-belanin jual sawah segala.
    Nah, Mbah Moen tidak ingin melukai perasaan orang-orang yang telah berangkat haji dengan perjuangan yang sangat berat tersebut dengan prilaku santri yang melecehkan dengan cara memakai kopiah haji yang harganya cuma 5000 an itu. Jangan sampai, prilaku santri di pondok Mbah Moen itu mendowngrade makna haji.
    ( Fatwa itu hanya untuk Sarang, bukan santri yang lain, apalagi berlaku general ke ummat Islam seluruhnya, fatwa ini bertujuan menjaga akhlaq santri-santri Sarang saja)
    Sementara itu, di pesantren Gus Baha’ sendiri, ya kadang ada santri yang memakai peci putih. “Saya tidak melarang mereka. Cuma kadang saya panggil, saya kasih tahu:
    Cung, nek iso aja nganggo kethu putih wong kowe durung kaji…” kata Gus Baha’ sambil tertawa ngakak.
    Gus Baha’ kemudian melanjutkan bahwa menjadi orang alim itu memang repot. Bisa serba salah.
    Di Jawa Timur, asal orang sudah berhaji biasa memakai jubah dan bersorban. Tapi rata-rata di Jawa Tengah Pantura, orang berjubah itu dianggap sudah bisa dan ahli membaca kitab. Kalau sampai berani berjubah tapi tidak bisa membaca kitab dianggap aneh.
    Menurut Gus Baha’, secara hukum memang benar di Jawa Timur, karena memakai jubah dan bersorban itu sunah. Tapi dari sisi kurasi orang alim, tepat di daerah pantura Jawa Tengah. Sebab nanti tidak ada bedanya antara orang yang alim dan orang awam. Antara orang yang menguasai berbagai kitab dengan orang yang baru belajar membaca kitab.
    “Itulah sebabnya, baju saya putih tapi kopiah saya hitam. Saya memakai baju putih sebagai pengingat bahwa bagaimanapun saya sudah melakukan sunah. Sementara saya memakai kopiah hitam sebagai bagian dari menghormati guru sekaligus sudah terbiasa karena lama menjadi santri”. (abi sorban)
  • Pembukaan Lailatul Ijtima’ MWCNU Ngoro Hadirkan Kyai Chusain Ilyas

    Pembukaan Lailatul Ijtima’ MWCNU Ngoro Hadirkan Kyai Chusain Ilyas

    Sorbansantri. Com – Untuk pertama kalinya pembukaan rutinan lailatul ijtima’ yang di selengarakan setiap hari jum’at kliwon yang merupakan program dari Lembaga Dakwah Nahdlatul  Ulama’ (LDNU) yang bertempat di masjid Al ikhlas kaplingan Ranting Kembangsri kecamatan Ngoro pada hari jumat tanggal (10-12-21) malam.

    Turut hadir dalam acara ini rois surya MWCNU kecamatan Ngoro beserta jajarannya, pimpinan lembaga beserta anggota, para masyayikh beserta banom NU yang ada di seluruh kecamatan Ngoro, KH Chusain Ilyas selaku penceramah.

    Dalam mauidhohnya KH Chusail Ilyas menceritakan tentang sejarah KH Hasyim Asyari selama mengabdi menjadi santrinya Syaikhona Kholil Bangkalan Madura dan sejarah kisah sosok Kyai mutamakkin yang di juluki kyai bolek (Tibo Melek)

    Selama 30 menit para jama’ah yang hadir mendengarkan secara hidmat apa yang di sampaikan oleh romo KH Chusain Ilyas.

    Dalam acara pembukaan lailatul ijtima’ kali ini berlangsung pada pukul 19.00 dan tidak lama sekira selama 1 jam saja, itu pun tidak menyurutkan niat para hadirin, saking antusiasnya tampak terlihat banyak para jama’ah yang masih hadir di sela sela acara sudah selesai, tepat pukul 21.00 acara berahir dengan di tutup doa oleh ketua tanfidhiyah MWCNU Ngoro KH. Ahmad Marzuki Nur.
    (Hasan-sorban)

  • Hukum Modin Merawat Jenazah Non Muslim

    Hukum Modin Merawat Jenazah Non Muslim

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Pada sesi tanya jawab pelatihan perawatan jenazah oleh Dinas Sosial Kota Surabaya, ada seorang Modin yang bertanya tentang pemulasaraan jenazah Non Muslim karena permintaan keluarga yang kebanyakan Muslim.

    Soal hubungan Muslim dan Non Muslim sudah ada ketentuan. Bila dalam hal ibadah dan akidah maka sudah jelas “Lakum Dinukum Wa Liya Din” (bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). Namun bila hubungan interaksi sosial, jual beli, bertetangga, pertemanan dan sebagainya maka boleh sebagaimana Al-Mumtahanah 7.

    Merawat jenazah non muslim ini masuk ke ranah mana? Bagi ulama yang membawa ke ranah sosial tentu membolehkan, seperti yang dijelaskan dalam Fikih Syafi’iyah:

    ﻓﻲ ﻏﺴﻞ اﻟﻜﺎﻓﺮ ﺫﻛﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ ﺃﻥ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﻏﺴﻠﻪ ﻭﺩﻓﻨﻪ ﻭاﺗﺒﺎﻉ ﺟﻨﺎﺯﺗﻪ ﻭﻧﻘﻠﻪ اﺑﻦ اﻟﻤﻨﺬﺭ ﻋﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﺮﺃﻱ ﻭﺃﺑﻲ ﺛﻮﺭ ﻭﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻟﻴﺲ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﻏﺴﻠﻪ ﻭﻻ ﺩﻓﻨﻪ

    Telah dijelaskan dalam Mazhab Syafi’i bahwa memandikan dan mengafani jenazah orang kafir serta mengantar ke kuburan adalah boleh. Ibnu Munzir mengutipnya dari pengikut rasional dan Abu Tsaur. Sementara menurut Malik dan Ahmad adalah tidak boleh (Al-Majmu’, 5/153). (KH ma’ruf Khozin)

  • PC LAZISNU MOJOKERTO JATIM  STUDY TOUR KE PC LAZISNU SRAGEN JATENG

    PC LAZISNU MOJOKERTO JATIM STUDY TOUR KE PC LAZISNU SRAGEN JATENG

    Sorbansantri.com — PC LAZISNU Kab Mojokerto Jawa Timur melakukan study tour ke PC LAZISNU Kab Sragen Jawa Tengah pada hari sabtu (20/11/2021) yang di ikuti oleh pengurus dan perwakilan UPZIS MWC NU sekabupaten mojokerto serta perwakilan pengurus PC NU Kabupaten Mojokerto total yang berangkat berjumlah 61 pengurus dengan mengendarai bus pariwisata.

    Sebelum berangkat semua peserta berkumpul dan melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid AR’RAUDLOH EL MUTTAQIEN PC NU Mojokerto, setelah pengecekan dari peserta yang akan berangkat dan doa bersama tepat pukul 05:30wib bus berangkat menuju Sragen dan sampai di tempat pelaksanaan study tour pondok pesantren wali songo sekitar pukul 09:00wib dengan di sambut oleh pengurus PC LAZISNU Kabupaten Sragen, semua peserta langsung menuju aula pendopo PP Wali Songo dan acara segera di mulai.

    Setelah pengurus PC LAZISNU Kabupaten Sragen mengucapkan selamat datang dan selamat belajar bersama untuk berkhidmat di NU melalui Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di lanjut ketua PC LAZISNU Kabupaten Mojokerto Gus H. M ROFI’ UDDIN S.Ag memberikan sambutan yang intinya menyampaikan terima kasih atas sambutan dari tuan rumah dan mohon maaf apabila ada hal hal yang kurang berkenan dari rombongan Mojokerto serta berharap dengan hadirnya rombongan LAZISNU Mojokerto ke Sragen bisa belajar banyak kepada LAZISNU Sragen tentang menjalankan LAZISNU supaya kedepan bisa lebih baik dan bermanfaat.

    Pemaparan tentang LAZISNU di sampaikan oleh KH. MA’RUF ISLAMUDDIN, beliau adalah pengasuh pondok pesantren Wali Songo Sragen sekaligus menjabat ketua PC NU Kabupaten Sragen

    Dalam pemaparannya beliau mengajak peserta rombongan memahami latar belakang berdirinya LAZISNU dengan gerakan koinnya dan melalui LAZISNU akan menjadikan kemandirian NU di segala aspek juga akan tercipta identitas baru.

    “Melalui LAZISNU dan KOIN NU kami menginginkan tercipta identitas baru, inspirasi saya ini muncul saat saya memperhatikan seragam banser semua sama, seragam fatayat semua sama, seragam muslimat pun semua sama, oleh karena itu kami berharap akan muncul KOTAK INFAQ NU semua sama” kata beliau di akhir pemaparannya.

    Sebelum acara di tutup di berikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya apabila ada hal yang kurang paham, H. KHAFID BUSYRI pengurus PC NU Mojokerto menutup acara dengan doa. (Dikin sorban)

  • LAILATUL IJTIMA’ MWCNU JETIS DI MASJID AL IHKLAS POHSENGIR BENDUNG JETIS

    LAILATUL IJTIMA’ MWCNU JETIS DI MASJID AL IHKLAS POHSENGIR BENDUNG JETIS

    Jetis, wp.sorbansantri.com — Lailatul Ijtima’ merupakan kegiatan Warga Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan di semua jenjang kepengurusan NU. Pun demikian dengan kepengurusan Majlis Wakil Cabang (MWC) NU kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto.

    Bertempat di Masjid Al-Ihlas Dsn Pohsengir Ds Bendung, Kegaitan Lailatul Itima’ pada malam hari ini (Senin, 15 November 2021) berjalan khidmad dan lancar.

    Rangkaian acara tersusun padat namun rapih. diawali dengan pembacaan Rotibul hadad, berlanjut dengan sholat-sholat sunnah, pembacaan istighotsah, Mahalul Qiyam, Sambutan sambutan, dan ditutup dengan Mauidzotul Hasanah.

    Dalam sambutannya, Abah Usail selaku Ketua MWC NU kecamatan Jetis menyampaikan himbauan agar para jamaah baik NU struktural maupun NU kultural agar tidak mudah terprovokasi oleh golongan yang ingin merong-rong NU.

    “Semua amaliyah yang kita lakukan mempunyai sanat yang jelas. Tak ada yang melenceng. baik itu tahlil, ziarah kubur, istighotsah, dan semua bisa kita runtutkan hingga ke Kanjeng Nabi Muhammad SAW”

    Tutur Ketua MWC yang biasa dipanggil Abah Sail.

    Sedangkan dalam Mauidzhotul Hasanah yang disampaikan oleh KH Falaqul Alam (Gus Falaq), beliau menekankan kepada semua jamaah yang hadir untuk tetap bertawakkal dan menyerahkan semua masalah yang dirasa tidak mampu untuk diemban, dikembalikan kepada Allah.

    Semua jamaah yang hadir khidmad menyimak wawasan keilmuan baru yang disampaikan oleh Gus Falaq hingga akhir acara dengan penuh kekhusu’an. (Any sorban)

  • Perkuat ideologi, Rijalul ansor sidoharjo gelar ngaji rutin kitab karya  kh hasyim asy’ari

    Perkuat ideologi, Rijalul ansor sidoharjo gelar ngaji rutin kitab karya kh hasyim asy’ari

     

    Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalur Ansor ( MDS RA ) Pimpinan Ranting ( PR ) Gerakan Pemuda ( GP ) Ansor Sidoharjo kecamatan Gedeg menggelar Sholawatan dan kajian kitab Risalah Ahlussunah wal jamaah karya Hadratussyeikh KH. Hasyim Asy’ari. Sholawat dan kajian tersebut dilaksanakan di musholla Al Ghoni desa Sidoharjo setempat, Jum’at ( 08/10/2021 )

    Sholawat dan Kajian ini merupakan rutinan yang dilaksanakan setiap Jum’at Pahing yang dihadiri oleh H sholikhan ketua mwcnu gedeg, jajaran pengurus NU ranting, seluruh kader GP Ansor, dan masyarakat Sidoharjo.

    Rangkaian acara MDS Rijalul ansor tersebut diisi dengan pembacaan sholawat ad diba’i dan kajian kitab Risalah Ahlussunah wal Jamaah. Kegiatan ini sekaligus memperingati maulid Nabi Muhammad SAW

    Tri Arifin menjelaskan agenda Ngaji Bulanan adalah kegiatan rutin dan amanah organisasi yang harus dijalankan.
    Dirinya berharap agar forum istiqomah Sholawat dan Ngaji Bulanan Rijalul Ansor Sidoharjo menjadi rujukan keilmuan masyarakat khususnya kaum milenial.
    “Semoga ngaji bulanan ini bisa menjadi forum silaturahmi, forum untuk berdzikir dan berbagi ilmu serta bisa menebarkan manfaat kepada masyarakat luas khususnya kalangan pemuda” Harapanya saat di temui team media.

    Rutinan MDS Rijalul Ansor Sidoharjo ditutup dengan Do’a yang di pimpin oleh ust aminuddin selaku rois NU ranting Sidoharjo. (Rifin sorban)

     

  • Memulai Kegiatan MDS RA PAC Mojosari Menggelar Istighosah Bersama

    Memulai Kegiatan MDS RA PAC Mojosari Menggelar Istighosah Bersama

    Sorbansantri.com – Setelah lama fakum kegiatan karena peraturan pemerintah untuk mencegah dan menghindari penularan Covid-19,dan sudah ada pengumuman pelonggaran dari zona 4 menjadi zona 2, maka sahabat MDS Rijalul Ansor PAC Mojosari memulai Kegiatan Istighosah bersama yang diikuti oleh seluruh anggota PAC GP Ansor kecamatan Mojosari.

    Istighosah ini dilakukan pada hari Minggu malam (19-09-2021) di gedung MWC NU Pekukuhan-Mojosari kabupaten Mojokerto.

    Acara diawali dengan sholawat Nabi, Istighosah,sambutan dan diakhiri dengan Doa oleh Gus Ahmad Mush’ab (ketua Ranting Ansor Desa Mojosulur)

    Dalam sambutan Ketua PAC GP Ansor Mojosari Samsul Ma’arif mengatakan “ini adalah kali pertama MDS RA  mengadakan istighosah karna kemarin masih masa Pandemi,dan semua program kegiatan di Ansor dan lembaga Ansor yang lama tidak terlaksana karna pandemi mari kita laksanakan serta saling mendukung dan mensukseskan  semua kegiatan Ansor Mojosari”.

    Ketua MDS Rijalul Ansor Gus Syihabuddin mengatakan “semoga awal istighosah RA ini mendorong kita untuk lebih maju ke depan dalam melakukan semua kegiatan khususnya di RA,serta saya sampaikan banyak terimakasih kepada sahabat semua yang hadir dalam istighosah ini”.

    Acara diakhiri dengan musyawarah dan ramah tamah .

    (Anwar sorban)

  • PAC GP Ansor Ngoro Mendampingi Ikrar *MU’ALAF YUGO PRIHATANTO *

    PAC GP Ansor Ngoro Mendampingi Ikrar *MU’ALAF YUGO PRIHATANTO *

    Sorbansantri.com – Alhamdulillah di hari nan Fitri ini kita ketambahan saudara baru seiman dan seagama tepat hari Senin,tanggal 17 Mei 2021,di Masjid Agung Kota Mojokerto saudara kita yang bernama Yugo Prihatanto dengan alamat perum Gempol Citra asri menyatakan ikrar untuk menjadi seorang Mualaf (memeluk agama Islam) yang awalnya beragama Kristen, hal ini dilakukan kan dengan setulus hati tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

    SORBANSANTRI.COM
    Proses Ikrar untuk masuk agama Islam

    Acara ikrar dilaksanakan di masjid Agung Al-Fattah kota Mojokerto, yang memimpin ikrar beliau adalah Kyai Haji Asaduddin Mudzakir Ma’ruf (Imam Masjid Agung Kota Mojokerto) dengan didampingi oleh empat orang saksi di antaranya Gus Paiman, Gus Gufron, Gus Hafidh dan saudara Sony, dari keempat saksi tersebut adalah merupakan kan anggota PAC GP Ansor dan Banser kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto.

    SORBANSANTRI.COM
    Proses Penandatanganan sebagai Mu’alaf
    SORBANSANTRI.COM
    Meminta restu dan berkah kyai Husain Ilyas

    Dalam acara prosesi ikrar tampak hadir ketua PAC GP ANSOR kecamatan Ngoro Gus Saufi, Kasatkoryon BANSER kec Ngoro sahabat Api’in dan juga para anggota Ansor yang lainnya, menurut Yugo selaku mualaf yang kami temui beliau mengatakan “puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas nikmat yang diberikan sehingga beliau mendapat hidayah bisa masuk agama Islam tanpa ada yang memaksa”, masih kata Yugo “saya tertarik masuk agama Islam karena saya tinggal di kawasan perumahan yang mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga setiap hari terdengar suara adzan dari masjid hati bergetar dan merasa nyaman ketika mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an yang dibaca di masjid dekat tempat saya”

    Keinginan untuk memeluk agama Islam sebenarnya sudah lama tapi membutuhkan proses yang panjang sehingga membutuhkan waktu yang tepat untuk memulai niat baik tersebut, nah di saat yang tepat ketemulah sahabat-sahabat Ansor sehingga mendapat support dan Arahan agar segera berikrar supaya Islamnya semakin yakin dan melekat di dalam hati diantar lah ke tempat Kyai Asaduddin Mudzakir Ma’ruf.

    Di tempat terpisah menurut ketua PAC GP Ansor kecamatan Ngoro beliau merasa bangga telah bertambahnya saudara baru yang seiman dan seagama yang didasari dengan niat tulus memeluk agama Islam yang awalnya beragama Kristen, mudah-mudahan sahabat yugo selalu mendapat ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala sehingga bisa bergabung di kegiatan-kegiatan keagamaan khususnya ketika di kegiatan ke-Ansoran.

    Harapan dari Yugo agar sahabat-sahabat Ansor dan Banser selalu setia mendampingi dan membimbing mengarahkan ke dalam hal-hal yang bersifat positif lebih-lebih mau mengajaknya ke dalam kegiatan keagamaan, dia juga berjanji akan mencari seorang ustaz untuk senantiasa belajar memperdalam ilmu-ilmu agama Islam.

    Acara prosesi ikrar berjalan singkat sekitar 20 menit yang dipimpin langsung oleh Kyai Haji asaduddin Mudzakir Ma’ruf dan berakhir dengan ditandainya proses penyerahan sertifikat sebagai syarat mutlak dan resmi menjadi seorang Muslim.

    Setelah acara selesai sang mualaf diantar oleh sahabat sahabat GP Ansor ke rumah Romo Kyai Husein Ilyas untuk mendapat doa restu juga sekaligus mengharap barokahnya. (Hasan sorban-ngoro)

  • KEDUNG KLINTER LOMBA ADZAN SAMBUT BULAN ROMADHON

    KEDUNG KLINTER LOMBA ADZAN SAMBUT BULAN ROMADHON

    Sorbansantri.com – Anak ranting NAHDLATUL ULAMA Kedung Klinter Canggu Jetis Mojokerto dalam rangka menyambut bulan suci Romadhan mengadakan lomba adzan pada hari sabtu (10/04/2021) bertempat di mushola BAITUL MU’MIN dusun Kedung Klinter, yang di ikuti oleh 38 peserta, acara di mulai setelah ba’da sholat isya’.

    Gus MUNIF selaku panitia menginformasikan kegiatan ini selain menyambut bulan romadhon dari panitia mengharapkan ada kader muadin sebagai generasi penerus oleh karena itu peserta kami batasi dari usia 8 tahun sampai 12 tahun serta kami juga mengharapkan anak anak terbiasa dan percaya diri di atas panggung.

    SORBANSANTRI.COM

    Untuk lomba kali ini panitia melibatkan 4 dewan juri yaitu Ustadza SAUDAH, Ustadza INUN, Abah BAGIO, Abah KHODIM, dengan penilaian dewan juri yang profesianal akhirnya memutuskan ananda NIJAM sebagai peserta terbaik, di ikuti ananda AFAM sebagai juara 2 , untuk juara 3 di raih ananda FAKRI

    SORBANSANTRI.COM
    SORBANSANTRI.COM

    Ketua anak ranting NU Gus SUTONO menyantakan sangat senang dengan antusias anak anak untuk mengikuti lomba adzan ini, mudah mudahan anak anak menjadi anak yang sholeh dan bisa meneruskan perjuangan para muazis NAHDLATUL ULAMA.

    SORBANSANTRI.COM
    Gus MUNIF bersama pengurus anak ranting NU Kedung Klinter

    Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah mendukung dan membantu acara kali ini, semoga ALLOH SWT membalas dengan berlipat ganda, insyaalloh anak ranting NU Kedung Klinter akan membuat kegiatan kegiatan yang bisa membawa kemanfaatan bagi kita semua.

    Untuk kegiaran kali ini ketua ranting NU Bapak H. ALIM (Gus KOPI GLADAK) sangat bangga dengan gerakan gerakan anak ranting yang bertujuan untuk menebar kemanfaatan.

    “Kedung klinter luar biasa, dan saya yakin semua anak ranting yang ada di canggu mempunyai potensi yang masih terpendam dan perlu di munculkan” kata beliau sambil mengepalkan tangan. (Dikin sorban)