Kategori: Idiologi ASWAJA

Ideologi atau paham keagamaan dalam Islam yang menekankan pada pemahaman yang berdasarkan Al-Quran, Hadis, dan pemikiran para ulama salaf.

  • Nama-Nama Dan Sifat-Sifat Allah Adalah Tawqifiyyah

    Nama-Nama Dan Sifat-Sifat Allah Adalah Tawqifiyyah

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Para ulama Ahlussunnah sepakat bahwa nama-nama dan sifat-sifat Allah adalah tawqifiyyah.

    Artinya bahwa nama-nama dan sifat-sifat Allah hanya ditetapkan oleh Syara’.

    Yaitu ditetapkan oleh Allah dalam Al-Qur’an dan oleh Rasulullah dalam Hadits-Hadits yang sahih. Tidak ditetapkan dengan jalan Ijtihad. Pendapat ini banyak diungkapkan oleh para ulama kita.

    Diantaranya oleh Syekh Ibrahim al-Laqqani dalam Jawharah at-Tawhid;

    واختير أن اسماه توقيفية

    كذا الصفات فاحفظ السمعية

    “Dan pendapat yang dipilih adalah bahwa Nama-Nama Allah adalah Tauqifiyyah.

    Demikian pula Sifat-Sifat-Nya. Maka hafalkan olehmu apa yang datang secara sam’i (datang dalam ketetapan Syara’)”.

    Para ulama kita mengatakan bahwa dalam menetapkan sifat-sifat bagi Allah adalah hanya dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah dalam Al-Qur’an dan oleh Rasulullah dalam Hadits-Hadits yang sahih.

    Ini artinya; lafazh-lafazh yang disandarkan kepada Allah yang berlaku dalam makna idhafat (penyandaran) saja maka itu semua tidak boleh ditetapkan sebagai Sifat-Sifat bagi-Nya. Al-Hafizh Ibnul Jawzi dalam bantahan terhadap kaum Musyabbihah Mujassimah berkata:

    أنهم سموا الأخبار أخبار صفات، وإنما هي إضافات، وليس كل مضاف صفة، فإنه قال سبحانه وتعالى: ونفخت فيه من روحي (سورة الحجر: 29) وليس لله صفة تسمى روحا، فقد ابتدع من سمى المضاف صفة. اهـ (1)

    ”Mereka selalu menamakan setiap teks yang memberitakan tentang Allah sebagai sifat-sifat-Nya. Padahal tujuan teks-teks tersebut hanya untuk mengungkapkan penyandaran saja (al-Idlafah).

    [Artinya penyandaran sesuatu kepada nama Allah untuk menunjukan bahwa Allah memuliakan perkara tersebut].

    Padahal tidak setiap bentuk Idlafah itu dalam pengertian sifat. Contoh, firman Allah tentang Nabi Isa:

    وَنَفَخْتُ فيْه مِنْ رُوْحِي (سورة الحجر: 29)

    Kata “من روحي” dalam ayat ini tidak boleh dipahami bahwa Allah memiliki sifat yang disebut dengan “ruh” [lalu sebagian ruh tersebut adalah bagian dari Nabi Isa yang ditiupkan kepadanya].

    (Tetapi yang dimaksud adalah bahwa ruh tersebut adalah ruh yang dimuliakan oleh Allah). Barangsiapa memahami bahwa setiap Idlafah itu sebagai sifat maka dia seorang yang telah sesat dan ahli bid’ah”.

    Dengan demikian dapat kita pahami bahwa tidak setiap segala yang disandarkan kepada Allah, baik dalam teks-teks Al-Qur’an atau Hadits-Hadits Nabi dapat disebut sebagai sifat Bagi-Nya.

    Kesimpulan ini harus dipahami dengan benar.

    Karena jika tidak maka seseorang akan menetapkan segala apapun bagi Allah dengan dalih ada penyebutannya dalam Al-Qur’an dan Hadits, walaupun itu sifat-sifat benda, seperti gerak, turun, naik, bentuk, ukuran, tempat, arah, anggota-anggota badan, dan lainnya. Na’udzu Billah.(abi SORBAN)

  • Isi Kitab Karya Mbah Hasyim Asy’ari Yang Di Temukan Di Jagalempeni Wanasari Brebes

    Isi Kitab Karya Mbah Hasyim Asy’ari Yang Di Temukan Di Jagalempeni Wanasari Brebes

    SORBANSANTRI.COM
    Foto Gus Sholah dalam acara sambutan diacara LBM PCNU Brebes yang ke-2 Di Rubath Al Musyarraf Al Musyarrof Penggarutan Bumiayu
    SORBAN SANTRI- Yah itulah kitab beliau yang berjudul RISALAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH, diantara isinya adalah:
    (kitab bisa dilihat di sini [irp posts=”2133″ name=”PERPUSTAKAAN”]
    Di antara penyebab muncul dan terjadinya penyimpangan-penyimpangan dalam Islam menurut KH Muhammad Hasyim Asy’ari adalah:
    1. Tidak menguasai seluk beluk bahasa Arab yang sesuai dengan zaman turunnya wahyu dan juga tidak menguasai berbagai gaya bahasa (Asälïb) dalam bahasa Arab. Mbah Hasyim Asy^ari menegaskan bahwa sekian banyak orang tersesat dari jalan yang benar (aqidah & pemikirannya sesat) dikarenakan mengikuti pemahaman orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang berbagai gaya bahasa dalam bahasa arab.  Beliau menyatakan: “Al Ashmu^i meriwayatkan dari al Khalïl dari Abü ^Amr ibn al ^Ala-‘, ia berkata: “أَكْثَرُ مَنْ تَزَنْدَقَ بِالعِرَاقِ لِجَهْلِهِمْ بِالعَرَبِـيَّةِ”. “Kebanyakan orang yang menjadi kafir zindik di Irak disebabkan kebodohan mereka tentang bahasa Arab.”
    2. Tidak Memiliki Perangkat Keilmuan yang Cukup Ketika menjelaskan kewajiban bermadzhab bagi orang awam, Mbah Häsyim Asy^ari menjelaskan bahwa pemahaman orang awam tidak diperhitungkan sama sekali, selama tidak sesuai dengan pemahaman para ulama yang mu’tabar (Ahlul Haqq al Akäbir al Akhyär).

    [irp]

    Karena sesungguhnya timbulnya masalah bukan berada pada teks-teks al Qur’an ataupun hadits-hadits yang shahih, melainkan terletak pada pemahaman yang keliru (bodoh bergaya mampu) terhadap teks-teks tersebut.
    Oleh karenanya, setiap ahli bid^ah dan orang yang tersesat-pun mengaku memahami ajaran-ajaran mereka yang batil dari al Kitab dan as-Sunnah.
    Demikian penting kaedah ini untuk diikuti dan diamalkan, sehingga Mbah Hasyim Asy’ari menegaskan bahwa seseorang yang bukan mujtahid mutlak diharuskan bertaklid (mengikuti) kepada salah satu madzhab empat dan tidak boleh memahami sendiri dan beristidläl (mengambil hukum) langsung dari ayat-ayat al Qur’an dan hadits-hadits Nabi.
    [irp]
    Oleh karenanya, mari warga NU berhati-hatilah dalam memilih guru, ketahuilah kebenaran (carilah ilmu) dari guru yang tsiqoh, mumpuni (pemahamannya sohih) dan bersanad jelas, terlebih dalam mengaji tentang aqidah.
    Tiadalah kegiatan yang lebih mulia dibanding dengan mengaji, mengaji dan mengaji.
    (KH. Muhammad Häsyim Asy^ari –rohimahuLlöh–, Risälah Ahl as-Sunnah wa al-Jamä^ah fi Hadïts al-Mawtä wa Asyräth as-Sä^ah wa Bayän Mafhüm as-Sunnah wa al-Bid^ah, hlm. 13) (pcnu brebes)
  • Makna Azaliy dan Abadiy

    Makna Azaliy dan Abadiy


    SORBAN SANTRI-
    Kajian Aqidah Aswaja

    • Azaliy itu semakna dengan al qodiim / al Qidam yang bermakna tak bermula atau tak memiliki permulaan, hanya Allah-lah yang azaliy alias qodiim
    • Azaliy bukan bermakna zaman azaliy sebagaimana banyak orang keliru memaknainya
    • Abadiy itu semakna dengan dengan al Baqo’ yang bermakna kekal abadi tak mengalami rusak, berubah dan tak mengalami sirna, Allah Tuhan kita bersifat abadiy/ al baqo’
    • Kalau dikatakan surga dan neraka itu kekal abadiy maka jawablah bahwa keduanya kekal abadiy karena dikehendaki kekal oleh Allah ta’ala dan keduanya mesti memiliki permulaan dudalam wujudnya (tidak azaliy)
    • Dan kita ummat manusia tak lah memiliki sifat azaliy/ al qodiim tak juga memiliki sifat abadiy / al baqo’
    Allah berfirman:
    منها خلقناكم وفيها نعيدكم ومنها نخرجكم تارة أخرى
    Maknanya:
    Saking bumi kami menciptakan kalian, lan ing bumi kami kembalikan kalian lan saking bumi kami keluarkan kalian sekali lagi (hari kebangkitan)
    Q.S. Toha 55
    Foto atas Ketua Tanfidziyyah dan Rois Syuriyyah PCNU Brebes beserta rombongan men-sholati KH. Nasrudin Tarsyudi Pengasuh PONPES AL FALAH MODERN Jatirokeh Brebes  (PC NU Brebes)
    Semoga khusnul khootimah, lahul faatihah…
  • PROPAGANDA RADIKALIS ATASNAMA AGAMA DI INDONESIA

    PROPAGANDA RADIKALIS ATASNAMA AGAMA DI INDONESIA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Propaganda kaum radikalis tanpa kita sadari ternyata sudah menyebar di sekeliling kita. Propaganda-propaganda mereka sangat menyesatkan dan terlihat seakan-akan baik, namun kenyataannya propaganda itu berbahaya sekali untuk orang awam.

    Inilah propaganda mereka untuk mengejar ilusi “Khilafah” yang berhasil dideteksi :

    Propaganda Tahap 1 :

    1. Orang Syiah diklaim bukan Islam
    2. Orang NU diklaim sebagai Syiah
    3. Orang Wahabi mengaku sebagai Sunni

    Jika propaganda ini berhasil, orang tidak percaya lagi kepada NU, dan berarti orang Islam di Indonesia hanya tinggal 1000an yakni hanya orang Wahabi, yang lain itu Syiah dan bukan Islam.

    Propaganda Tahap 2 :

    1. PKI sudah dibubarkan
    2. Pemerintah diklaim sebagai PKI dan kebangkitan Komunis
    3. Radikalis berlagak memerangi PKI

    Jika propaganda ini berhasil, maka kaum radikalis punya alasan membubarkan pemerintahan dan leluasa menguasai negara dengan bantuan tangan orang orang awam.

    Propaganda Tahap 3 :

    1. Negara ini adalah negara thagut
    2. Negara memerangi umat Islam
    3. Pancasila dan garuda adalah berhala
    4. Umat Islam jangan menyembah berhala

    Jika propaganda ini berhasil, yang mahasiswa-pun bisa jadi khilafis dan radikalis, yang awam bisa jadi bomber, yang setengah pinter bisa jadi agen hoax dan fitnah.

    Lalu apa yang diharapkan? Tujuannya adalah agar negara kacau, jika kacau mereka mulai memerankan aksinya lalu masuk seperti ISIS mengebom apa saja yang dianggap kafir, musyrik dan yang dianggap musuh mereka untuk mengejar ilusi mereka ‘khilafah’.

    Lalu siapa yang rawan jadi korban propaganda di atas..?

    1. Orang awam yang belajar agama lewat medsos lalu salah memilih situs dakwah.

    2. Mahasiswa negeri yang awam masalah agama, lalu terjebak dalam daurahan kaum khilafis dan radikalis.

    3. Ustadz yang baru pegang gadget, lalu masuk ke grup-grup dakwah (grup radikal).

    4. Artis yang ingin mendadak tampil agamis, agar mendadak dipanggil ustadz dan ustadzah.

    5. Wanita dewasa yang baru semangat belajar agama.

    6. Jamaah masjid perkotaan yang pengurusnya jarang dari kampung tersebut.

    7. Para barisan sakit hati (bisa sakit hati ke negara atau ormas NU).

    8. Anak-anak yang diasramakan di pondok berhaluan Wahabi biasanya asrama tahfidz via ajaran Wahabi.

    9. Kaum yang biasa bawa pentung juga rawan terkena jebakan virus propaganda ini, sebab dalam otaknya sudah ada bibit radikalis. (abi-sorban)


    Di bawah ini pesan dari Habib Ali Zainal Abidin al-Jufri yang artinya :

    “Kepada seluruh Ahlussunnah (Sunni) dan Syi’ah di Iraq: Musuh kalian yang sebenarnya (hakiki) adalah mereka yang meyakinkan kalian bahwa kalian (Sunni-Syi’ah) adalah bermusuhan.”

    Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=813359955370653&id=196704400369548

  • JANGAN SOK-SOK AN MEMBELA AGAMA

    JANGAN SOK-SOK AN MEMBELA AGAMA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- “Saya cerita sedikit betapa Abdul Muthalib (kakek Nabi) itu memiliki nalar katauhidan yang amat kuat,” kata Gus Baha

    Cerita ini, kata Gus Baha’, terjadi ketika Raja Abrahah hendak merobohkan Ka’bah. Saat itu terjadi dialog antara Abrahah dan Abdul Muthalib di hadapan masing-masing pengikutnya

    “Saya datang ke sini (Ka’bah) ingin merobohkan tempatmu, karena saya punya tempat ibadah kok kalian kencingi, kalian beraki,” kata Gus Baha menceritakan perkataan Abrahah

    Kakek Rasulullah itu tak berusaha melawan Abrahah namun hanya meminta supaya hewan ternak yang ditawan oleh Abrahah dikembalikan

    “Baik, saya tidak melarang kamu untuk merobohkan Ka’bah, yang penting itu 100 onta milik saya kembalikan dulu,” ujar Gus Baha’ menirukan pernyataan Abdul Muthalib.

    Sontak, Abrahah pun mempertanyaan kewibawaan Abdul Muthalib

    “Lo, kamu ini pemimpin bagaimana, ini Ka’bah kan agamamu, mau tak robohkan kok tidak marah, malah meminta onta,” kata Abrahah

    “Saya jelas tahu kalau Ka’bah ini ada yang punya (yaitu Allah), ya biar diurus sama yang punya. Kalau onta itu milik saya, ya harus jadi urusan saya, maka kembalikan ke saya,” jawab Abdul Muthalib

    Akhirnya, keduanya pun setuju. Abdul Muthalib pun bergumam

    “Abdul Muthalib waktu itu hanya bilang, “Saya ingin lihat apa yang akan Engkau (Tuhan) lakukan jika Ka’bahmu dirobohkan” lalu Abdul Muthalib mengajak para pengikutnya untuk naik ke gunung untuk menyaksikan balasan Tuhan kepada Abrahah,” jelas Gus Baha’

    Maka terjadilah peristiwa yang disebutkan dalam QS. Al-Fiil ayat 1 – 5.

    Gus Baha’ lalu berpesan supaya jamaah yang hadir itu tidak usah sok-sokan memikirkan atau membela agama, sebab Islam sudah dijaga dgn sendirinya oleh Allah

    Begitu jg dengan hidayah, pahala & dosa itu sudah hak prerogratif Allah untuk menentukan

    “Itu sudah wilayah Allah. Apakah orang akan diampuni ataukah dilaknat, dan kita tidak bisa ikut campur. Makanya ini perlu saya utarakan, tidak usah sok memikirkan agama, apalagi sok membela. Yang penting perilakumu baik dan mengikuti akhlak Rasul saja itu sudah cukup,” kata Gus Baha (abi SORBAN)

    Sumber : @ulama.nusantara

  • HTI SANGAT INGIN MENGHANCURKAN NU WALAU DENGAN BADAI FITNAH DAN KEBOHONGAN SEKALIPUN

    HTI SANGAT INGIN MENGHANCURKAN NU WALAU DENGAN BADAI FITNAH DAN KEBOHONGAN SEKALIPUN

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Setelah dibubarkannya HTI (Benalu Negara) oleh Pemerintah,
    exs exs pemuja Khilafah Palsu itu pun merasa di injak kehormatannya, mereka kelojotan,
    Perjuangan dari pertengahan tahun 80 an datang ke Indonesia menyelinap menyebarkan paham khilafah palsu ke kampus2 dan anak2 muda labil Yang kosong bekal agama,
    hancur begitu sama oleh Penguasa,
    Mereka marah, mereka dendam dan bertekad menghancurkan Pemerintah atau siapa saja Yang didekati Pemerintah sah,

    Maka dibidiknya NU (Nahdlatul Ulama) NU difitnah, dihina,dicaci,dibusukkan namanya,
    Ulama ulama NU dihasud dituduh syiah, liberal tanpa bukti, dibusukan namanya pula dll.
    semua cara dihalalkan walau dengan cara cara iblis sekalipun,propaganda dimainkan
    Karena mereka tahu jika NU hancur mudah bagi mereka menghancurkan Indonesia dan menggantikannya dengan Khilafah Tahririyah khayalan mereka,

    Mereka lupa bahwa Nahdlatul Ulama itu sudah sering berhadapan dengan Musuh dari dulu, mulai PKI,MASYUMI,DI,NII dll dan 32 tahun di kucilkan oleh Order Baru,tapi tetap berdiri kokoh sampai sekarang,.

    Mereka lupa juga bahwa NU adalah Organisasi pendidikan, sosial, budaya Yang telah diakui seluruh dunia bahkan mengibarkan bendera NU dinegara mana saja tidak ada Yang melarang, karena NU mengajarkan kebaikan,kedamaiam bagi siapa saja dan di negara mana saja,

    Berbeda dengan HTI Yang dilarang dimana mana dengan berbagai alasan :

    Berikut negara negara yang melarang Hizbut Tahrir:

    1. Mesir
      Dibubarkan: 1974
      Alasan: Terlibat upaya kudeta

    2. Suriah
      Dibubarkan: 1998
      Alasan: Dilarang melalui jalur ekstra yudisial

    3. Turki
      Dibubarkan: 2004
      Alasan: Organisasi teroris

    4. Rusia
      Dibubarkan: 2003
      Alasan: Organisasi teroris

    5. Jerman
      Dibubarkan: 2003
      Alasan: Penyebar propraganda kekerasan dan anti semit Yahudi

    6. Malaysia
      Dibubarkan: 2015
      Alasan: Dianggap kelompok menyimpang

    7. Yordania
      Dibubarkan: 1953
      Alasan: Mengancam kedaulatan negara

    8. Arab Saudi
      Dibubarkan: Era Abdulaziz
      Alasan: Ancaman negara

    9. Libya
      Dibubarkan: Era Moamar Khadafi
      Alasan: Organisasi yang menimbulkan keresahan

    10. Pakistan
      Dibubarkan: 2016
      Alasan: Dianggap ancaman negara

    11. Uzbekistan
      Dibubarkan: 1999
      Alasan: Menjadi dalang pengeboman di Tashkent

    12. Kirgistan
      Dibubarkan: 2004
      Alasan: Kelompok ekstrem

    13. Tajikistan
      Dibubarkan: 2005
      Alasan: Terlibat aktivitas terorisme

    14. Kazakhstan
      Dibubarkan: 2005
      Alasan: Terlibat terorisme

    15. China
      Dibubarkan: 2006
      Alasan: Melakukan kegiatan teror

    16. Bangladesh
      Dibubarkan: 2009
      Alasan: Terlibat aktivitas militan dan mengancam kedamaian

    17. Perancis
      Dibubarkan: –
      Alasan: Organisasi ilegal

    18. Spanyol
      Dibubarkan: 2008
      Alasan: Organisasi ilegal

    19. Tajikistan
      Dibubarkan: 2001
      Alasan: Sejumlah anggotanya dipenjara

    20. Tunisia
      Dibubarkan: –
      Alasan: Merusak ketertiban umum

    21. Indonesia
      Dibubarkan: 2017
      Alasan: Bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi, mengancam ketertiban masyarakat, dan membahayakan keutuhan negara.

    Jelas sudah bahwa mereka memang sangat berbahaya, mengancam keamanan negara,
    Memakai tameng Kalimat dan Asma Tuhan,
    Agama dijadikan benteng,
    karena mereka paham betul kalimat
    “JIKA KEPENTINGAN POLITIK DIBUNGKUS AGAMA,MAKA JIKA ADA YANG MELAWAN PASTI DITUDUH MELAWAN AGAMA”

    Oleh karena itu kita harus cerdas menyikapi kelicikan kelicikan,kebohongan kebohongan serta propaganda mereka…

    “UBK” (Ustadz Brama Kumbara)

  • INILAH DALIL BANSER JAGA GEREJA

    INILAH DALIL BANSER JAGA GEREJA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Buat yang senengnya tanya dalil-dalil, maka ini bisa sekedar menjadi bacaan sambil minum kopi malam ini. Tentang Dalil BANSER Jagain Gereja. Baiklah kita mulai.

    “Al mu’minu man aminahu an-nasu ‘ala dima’ihim wa amwalihim,” atau yang artinya kurang lebih seperti ini, “seorang Mukmin itu adalah orang yang manusia lainnya merasa aman atas darah dan harta mereka.” Inilah pesan nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dan Imam Ahmad bin Hanbal dari Abu Hurairah.

    Jadi, seorang mukmin itu (atas keimanannya) menjadikan manusia di sekitarnya merasa aman. Bukan sebaliknya, atas nama keimanan justru membuat orang lain merasa terusik, merasa terancam, atau malah terteror. Kalau begitu, berarti imanmu tak aman.

    Bukan juga atas keimanan, justru nyawa orang lain merasa terancam, apalagi atas nama iman, malah berani persekusi kelompok lain, mengancam dan/atau bahkan melakukan pembunuhan kepada orang lain. Apa artinya, imanmu tak membuat orang lain merasa aman, apalagi nyaman.

    Makanya, ketika ada BANSER menjaga gereja untuk membantu mengamankan umat Kristiani merayakan natal adalah hal yang sudah benar dan tepat. Dalilnya banyak, tapi kalau sampean mau baca. Kalau ngga ya adanya pasti nyalahin teruuuss.

    Pertama, Al-Jashahsh dalam kitabnya yang berjudul Ahkam al-Qur’an berpendapat bahwa tempat-tempat ibadah non muslim tidak boleh dihancurkan, ketika mereka berada dalam sebuah ikatan perjanjian bersama (kenegeraan dan kebangsaan).

    Kedua, Al-Akhfasy juga berpendapat demikian. Bahwa tempat ibadah non muslim tidak boleh dihancurkan, dan harus diberikan perlindungan total, termasuk hak-haknya dalam menjalankan aktivitas keagamaannya, juga harus dijamin.

    Ketiga, Ibnu Qayyim al-Jauziyah dalam Kitab Ahkam Ahl Adz-Dzimmah, juga berpendapat demikian. Menurutnya Allah telah memelihara tempat-tempat ibadah non muslim itu dengan perantara kaum muslimin, sebagaimana Allah juga telah menjaga keselamatan para Pendeta. Pendapat ini disandarkan atas pendapat Ibn Abbas.

    Masih ada lagi? Ada.

    Nabi Muhammad malah lebih dahsyat lagi, ketika beliau tidak hanya melindungi kaum Nasrani dan Yahudi tapi juga memberikan kesempatan kepada kaum Nasrani dari Najran yang berjumlah 60 orang untuk melaksanakan kebaktian di Masjid Nabawi.

    Kisahnya ada di dalam kitab at-Tabaqat karya Ibnu Sa’d. dikisahkan bahwa suatu ketika datang utusan Nasrani dari Najran berjumlah 60 orang ke Madinah untuk menemui Nabi. Nabi pun menyambut mereka di Masjid Nabawi. Sekali lagi, di Masjid Nabawi.

    Dan menariknya, ketika waktu kebaktian tiba, maka mereka melakukan kebaktian di masjid. sekali lagi, di Masjid. Ya tentu saja Masjid Nabawi, bukan lainnya. Apa para Sahabat tidak marah? Tentu saja para sahabat berusaha untuk melarang mereka. Namun apakah Nabi melarang mereka beribadah di Masjid Nabawi? Tidak. Nabi memerintahkan kepada para Sahabatnya: da’uhum: ‘biarkanlah mereka’.

    Peristiwa bersejarah tentang toleransi itu terjadi pada hari minggu setelah ashar tahun 10 Hijriah. Dan kisah ini juga tercantum dalam beberapa babon kitab sejarah seperti Tarikh al-Umam wa al-Muluk, Sirah Ibn Hisyam, dan juga Sirah Ibn Ishaq.

    Makanya, ketika Abu Bakar menjadi Khalifah, ia selalu memerintahkan kepada komandan pasukan perangnya untuk tidak merobohkan tempat ibadah agama apapun. Kata Al-Hindi, juga termasuk pendeta.

    Masih ada? Banyak. Silahkan cari sendiri.

    Kalau Sampean masih ribut terus masalah BANSER jaga gereja, ya kebangeten. Termasuk yang ribut-ribut larangan mengucapkan Selamat Natal karena takut akidahnya rusak. Ya ngga usah diucapin, tinggal ditulis saja, “SELAMAT MERAYAKAN NATAL BAGI SAHABAT-SAHABAT YANG MERAYAKAN.”

    Kalau masih ada yang ngeyel, “ngucapin selamat natal itu haram!!!” Jawab saja, “Ya, karena menurut kalian ngucapin Selamat Natal itu haram, makanya ngga tak ucapin kok, tak tulis.” Hehee…

    BANSER….. JOSSSS….

    (POST GROUP MUHIBIN)

  • MENGHORMATI BENDERA MERAH PUTIH

    MENGHORMATI BENDERA MERAH PUTIH

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh: HABIB LUTFI BIN YAHYA

    SORBAN SANTRI- Merah putih, bukan hanya sekadar warna dari bendera Indonesia. Tetapi memiliki makna yang tinggi bagi kebanggaan dan kewibawaan bangsa. Maka wajib hukumnya untuk dihormati.

    ”Kalau tidak mau hormat pada Bendera Merah Putih, silahkan enyah dari Indonesia,” tegas Ketua Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh An Nahdliyyah (JATMAN) Habib Muhammad Luthfiy bin Ali bin Hasyim bin Yahya.

    Fanatisme terhadap Indonesia, lanjutnya, mutlak dimiliki oleh segenap umat Islam Indonesia. Jangan hanya janji yang diucapkan tetapi buktikan, kalau jiwa dan raga kita rela dikorbankan untuk Indonesia.

    ”Sangat aneh kalau hormat bendera merah putih dikatakan musyrik, syirik. Mereka tidak mengerti makna musyrik dan syirik, artinya perlu memperdalam lagi belajar agama,” ujar Habib.

    Harusnya, kata Habib, kita malu pada para pendahulu kita yang telah menegakan Indonesia. Kemerdekaan Indonesia bukanlah hasil dari hadiah. Tetapi melalui perjuangan yang memakan banyak korban. ”Betapa tak terkira jumlahnya syuhada bangsa yang telah mengorbakan jiwa raganya demi kemerdekaan Indonesia,” papar Habib.

    Dikala kita sudah merdeka, kita tinggal mengisinya dengan jalan membangun dan membangun bangsa sesuai dengan posisi dan keahlian masing-masing. Kita harus merenung, bagaimana nasib sebutir nasi yang kita makan. Tidak serta merta ada, tetapi banyak tangan-tangan yang terlibat di dalamnya.

    HABIB MUNDZIR BIN FUAD AL-MUSAWA

    “Menghormati bendera karena saya tahu Bendera Merah Putih ini
    di dukung oleh ratusan ribu Syuhada yang menegakkannya. Hormati para Syuhada itu !!!

    Ini Bendera Merah Putih adalah lambang ratusan ribu Syuhada yang mana darah mereka dengan lambang Merah dan lambang
    kesucian Putih merah putih. Semoga terangkat dan berkibarnya bendera merah putih di tiap rumah di nusantara ini mengawali pula kebangkitan semangat bangsa ini untuk mencapai sifat2 luhur dan mulia, meneruskan semangat Nabi Muhammad Saw yang terwariskan pada Ahlul badr dan sahabat beliau Saw, lalu berkelanjutan hingga terwariskan pada para pahlawan Negara ini, dan semoga terwariskan pula pada kita semua, semangat Muhammad Rasulullah Saw. Yang beliau Saw itu adalah lambang Rahmat-Nya.” (SORBAN NU)

  • MENGAKU NU, HARUS SEJALAN DENGAN NU DALAM 4 (EMPAT) HAL INI

    MENGAKU NU, HARUS SEJALAN DENGAN NU DALAM 4 (EMPAT) HAL INI

    SORBAN SANTRI – Banyak orang yang mengaku NU mengira bahwa menjadi NU itu sudah cukup dengan Qunut, Tahlil, Maulidan, Ziarah Kubur dan lain sejenisnya. Padahal, itu hanya sebagian kecil fondasi Ke-NU-an dari segi Amaliyah.
    Sebab, sejatinya menjadi Nahdlatul Ulama’ itu harus memiliki 4 (empat) fondasi utama. Yakni fondasi yang sudah diwariskan oleh para ulama’ pendiri NU.
    APA SAJA 4 (EMPAT) FONDASI ITU ?

    1. AMALIYAH
    Nahdlatul Ulama’ merupakan organisasi islam yang mengusung ideologi Ahlussunnah Wal Jama’ah. Yakni ideologi yang menjaga kemurnian islam dengan berpegang pada Sunnah Nabi dan Para Sahabat. Dengan terdisiplin melalui sanad ilmu yang jelas, dengan ciri-ciri termudah :

    Bermadzhab pada salah satu Madzhab Fiqih yang 4 (empat) ; Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hanbali.
    Ber-akidah sesuai dengan akidah islam yang diajarkan Rasulullah SAW. Disiplinannya sesuai dengan Manhaj Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi.
    Ber-tasawuf disiplinnya sebagaimana telah dirumuskan Imam Al-Ghazali dan Imam Junaidi Al-Baghdadi.
    Sehingga bisa dikatakan, bukan orang NU apabila amaliyahnya bukan amaliyah Ahlussunnah Wal Jam’ah. Apalagi bila sampai menyerang amaliyah Ahlussunnah Wal Jama’ah, itu jelas bukan NU.

    2. FIKROH (Pemikiran)
    Dalam cara pandang atau berfikir, Nahdlatul Ulama’ senantiasa mengusung nilai-nilai yang berhaluan pada konsep Tasammuh (toleran), Tawassuth (pertengahan), Tawazun (seimbang) dan Mu’addalah (adil).
    NU harus senantiasa teduh. Tidak condong pada pemikiran liberal, tidak pula pada radikal. Bersama konsep tersebut, orang NU sejatinya tidak akan mudah kagetan. Dan tidak akan terjebak pada jurang pemikiran yang kaku.
    Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa bukan NU apabila ada orang yang berfikir liberal, apalagi radikal. Orang yang melakukan aksi terorisme, meyimpan bom untuk melakukan kerusakan, mudah menyembelih orang (bahkan divideo) akibat pemikiran sadisnya, maka itu bukan cara berfikir orang NU.

    و عسى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وهُوَ خَيْرٌ لكَمْ وَعَسى أَنْ تُحِبُّوْا شَيْئا وهو شرٌّ لكم واللهُ يعلمُ وأَنْتُمْ لا تَعْلمُوْنَ

    “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

    3. HAROKAH (Gerakan)

    Menjadi NU tentu harus bergerak sesuai dengan cara NU.
    Gerakan NU yang baik adalah gerakan yang selaras dan satu koordinasi dengan keorganisasian NU. Siapapun bisa bergerak untuk NU. Bisa berjuang bersama struktural, maupun hanya sebagai kultural.
    Maka tidak dibenarkan, ada orang mengaku NU namun malah masuk dalam gerakan atau organisasi yang justru bertentangan dengan gerakan NU. Terlebih masuk gerakan yang ingin menghancurkan NU, maka hal demikian adalah celaka besar. Na’udzubillah.
    Sebagai contoh, ada orang mengaku NU namun masuk dalam gerakan / organisasi yang berafiliasi dengan saudara muslim kita, wahabi. Maka itu tidak dibenarkan. Sebab wahabi masuk dalam kategori gerakan radikalis, dan bukan bagian dari Ahlussunnah Wal Jama’ah. Wahabi bahkan ingin menghancurkan dan membinasakan faham Ahlussunnah Wal Jama’ah. Banyak amaliyah NU dituduh bid’ah, musyrik, sesat, dan bahkan diantaranya menyatakan halal untuk dibunuh. Di timur tengah, gerakan wahabi menjadi gerakan yang menciderai umat islam dunia.
    Sehingga, jika mengaku NU, tentu harus bergerak bersama NU. Bukan dalam gerakan lain yang membunuh NU.

    إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ

    “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka akan tunggulah terjadinya kiamat” (HR. al Bukhary)

    4. GHIROH (Semangat)

    Untuk Nahdliyyin semua “Kuatkan hati kita, tetapkan iman dan ketakwaan kita kepada Allah SWT”.
    Kita yakini bahwa NU adalah rumah besar kita. Rumahnya para ulama’, kiyai, santri, dan bahkan seluruh masyarakat muslim Indonesia yang sebagian besarnya adalah masyarakat NU.
    Kita yakini bahwa kita lahir sebagai orang NU, tumbuh besar sebagai orang NU, dan akan mati sebagai orang NU. Jangan ada keraguan dalam hati kita untuk merawat NU dan menetapkannya.
    Kuatkan semangat kita..
    Ujian dan cobaan yang kita hadapi saat ini sangatlah berat..
    Berbagai fitnah dari luar maupun dari dalam sungguh kentara..
    Jangan sekali kita lari, bahkan mengabaikan perjuangan ini..
    Ini jihad kita..
    Ini rumah kita..

    يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ (88) إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ (89)

    “(Yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih” (QS. Asy Syu’aro’: 88).

    Segala yang baik harus kita pertahankan..
    Segala yang buruk mesti dibenahi, harus kita benahi..
    Karena ini rumah kita..
    Nahdlatul Ulama’.. (INFOKOM BANSER MOJOKERTO)

  • PKPNUNYA  JELAS, TERKADANG ORANGNYA YANG GAK JELAS

    PKPNUNYA JELAS, TERKADANG ORANGNYA YANG GAK JELAS

    SORBAN SANTRI- Dalam artikel ini kalau bahasannya di Orangnya atau Personnya jadi bisa saja Pematerinya, Pemimpinnya, Penggeraknya, kiainya SIAPAPUN!! tidak terkecuali Sesosok GUS DUR sekalipun yang bilang dan  memerintahkan..

    Ada cerita pengalaman saiya sendiri dengan beliau ( salah satu penggugus dan penggerak PKPNU dan NU ONLINE ) dengan berbicara keras kepada saiya. KAMU BUKAN KADER PKPNU YA?!
    terkait arah politik yang saiya nilai jauh dari IDEOLOGI. ( mulanya saiya heran, kok beliau ngerti saiya bukan kader PKPNU ? padahal beliau belum tau dan kenal saiya itu siapa? Tapi gak apalah yang penting bangga bisa sowan pada beliau walaupun via telp dan merasa tergerak hati ini dengan adanya kejadian yang akan kita (warga NU) kedepan terkait arah politik di Mojokerto ) .

    Dari situ setiap saat saiya merenung dan berfikir dengan KOK BISA YA?! KOK TAU YA?! di pikiran masih bingung dengan arah kemana-mana dan berbuat apa..

    Alhamdulillah Minggu, 02 Agustus 2020 saiya diajak salah satu sahabat SORBAN (anSOR BANser) Kec. Pacet Mojokerto untuk sowan ke salah satu tokoh kiai yang mana beliau adalah salah satu sosok yang memberikan jawaban atas keburaman pikiran saiya tersebut. Apa yang beliau katakan?!
    ” SAAT INI MOJOKERTO DIKASIH UJIAN YANG SANGAT BERAT SEKALI TERKAIT SIAPA LAWAN SIAPA KAWAN TERKAIT ARAH POLITIK DI MOJOKERTO “ dan beliau juga menyampaikan ” AWAL DARI RAHMATALLIL’ALAMIN ITU DARI NU AWALNYA INSYAALLOH DARI MOJOKERTO “

    Dari rentetan peristiwa itu, saiya pulang dengan sudah bisa tersenyum dan sudah menemukan jawaban dari yang selama ini saiya pikirkan bahwa:

    MOJOKERTO INI LAGI MENGHADAPI UJIAN, DAN SIAPAPUN YANG MENYIMPANG DAN BERBELOK ARAH JANGAN DI IKUTI, SIAPAPUN ITU… MESKIPUN DIA ITU PEMIMPIN BAHKAN SESOSOK GUS DUR SEKALIPUN… SUNGGUH PERANG IDEOLOGI ITU ADA DAN NYATA!! TIDAK BISA DIUTARAKAN LEWAT BAHASA!! SEDERHANANYA BEGINI ” BERBICARA SALAH SAMBIL MENGEDIP KEDIPKAN MATA .

    Dan dari deretan cerita itu juga, saiya mengerti dan sudah tidak lolos PKPNU paling pertama kali ketika salah satu penggugus sekaligus penggerak PKPNU bilang, “KAMU BUKAN KADER PKPNU YA?! dan Alhamdulillah sekarang saiya bisa tersenyum dan mengerti yang Beliau katakan. Bahasa sederhananya begini ” SAYA (KIAI YANG BILANG KAMU BUKAN KADER PKPNU) ITU SALAH, DAN KAMU ( SAIYA SENDIRI ) ITU BENAR DALAM PENEGAKAN IDIOLOGI, SEKARANG INI UJIAN KAMU ” seperti itu kira-kira bahasa yang saiya tangkap, dan saiya sadar dan gak lolos dalam ujian itu.

    Hikmahnya adalah saiya tahu bahwa OKNUM-OKNUM, pelaku pemanfaatan nama besar organisasi, kader pemalu, kader penakut, kader kepentingan,kader ragu-ragu, kader pamrih, kader balasbudi dsb, tidak akan lolos dalam ujian ini dalam menegakkan IDIOLOGI. Dan dari situ saiya benar-benar faham SIAPA KAWAN .. SIAPA LAWAN ..
    Dan saiya termasuk kader ragu-ragu dalam arah IDIOLOGI ini.. sehingga saiya tidak lolos dalam ujian ini.

    Mudah-mudahan cerita ini bisa difahami oleh sahabat-sahabat dan jangan sampai terpancing ujaran dan slogan-slogan gak jelas… MOJOKERTO DALAM UJIAN, JADI HARAP TENANG!!

    (abi SORBAN)

    Salam 1 Komando
    #NKRIHARGAMATI
    #ASJAWAAQIDAHKITA

    #SORBANSANTRINU