Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • Ini Alasan dan Fakta Kenapa Tahun 571 M Disebut Tahun Gajah

    Ini Alasan dan Fakta Kenapa Tahun 571 M Disebut Tahun Gajah

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Mengapa tahun 571 dinyatakan sebagai tahun gajah? Mungkin pertanyaan jarang diketahui generasi XYZ, dan saya tertarik untuk membahas ini karena ada pertanyaan dari quiz. Tidak bisa dipungkiri jika banyak orang yang tertarik dengan sejarah perjalanan agama, ilmu sejarah maupun kisah-kisah peradaban jaman kuno.

    Alasan mengapa tahun 571 Masehi disebut sebagai tahun gajah? karena dulunya tentara “Abraha al-Abyssinian” ingin menyerang Ka’bah pada tahun 571 Masehi, dimana seluruh pasukan Abraha al-Abyssinian semuanya menggunakan gajah sebagai armada perangnya.

    Meskipun memiliki banyak pasukan akan tetapi, segala upaya jahat yang dilakukan Abraha al-Abyssinian semuanya menjadi sia-sia karena ia tidak mampu menghancurkan Ka’bah dan menjajah suku Quraisy.

    Dalam beberapa catatan mengatakan, tujuan Abraha al-Abyssinian ingin menghancurkan Ka’bah adalah untuk menaklukkan orang-orang suku Quraisy dan Orang-orang Arab di Mekah, dan kemudian ingin menjajah mereka dan tunduk kepadanya.

    Abd al-Muttalib yang merupakan penguasa suku Quraisy (suku keturunan Ibrahim) saat itu dia memiliki beberapa unta dan kemudian Abraha al-Abyssinian ingin mengambilnya secara paksa. Kemudian Tuhan diceritakan, mengirimkan segerombolan burung Ababil yang membawa pecahan batu kecil dan menurut Surah Al-Fil batu Sijjil (kerikil neraka) dan menjatuhkannya ke arah pasukan Abraha al-Abyssinian dan kemudian mereka pun gagal menyerang dan merampas unta milik Abd al-Muttalib.

    Kemudian tahun 571 disebut sebagai tahun gajah, tahun gajah juga tertulis di ayat suci Al-Qur’an dalam Surah Al-Fil menceritakan tentang kisah penyerbuan dan kegagalan Abraha al-Abyssinian menyerang Ka’bah karena Allah SWT selalu melindungi Ka’bah dari orang-orang yang jahat. (abi sorban)

  • Bagaimana Puasanya?, Negara Dengan Banyak Senja Tanpa Malam atau Sebaliknya

    Bagaimana Puasanya?, Negara Dengan Banyak Senja Tanpa Malam atau Sebaliknya

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Apakah ada yang pernah mengira kalau di belahan bumi kita ada tempat yang memiliki waktu malam dan siang yang unik? Uniknya bagaimana? Uniknya adalah waktu malam bisa mencapai 20 jam dan bahkan 24 jam. Begitu juga dengan waktu siangnya, bisa mencapai 20 jam bahkan 24 jam penuh tanpa ada gelap sama sekali. Dalam artian, matahari tidak tenggelam seperti yang biasa kita nikmati di Indonesia.

    Fenomena siang yang lebih lama daripada malam itu disebut ‘Midnight Sun‘. Sedangkan fenomena malam yan glebih lama dripada siang disebut dengan ‘Polar Night‘.

    Fenomena ini jelas bukan suatu masalah jika dialami oleh penduduk sekitar sana yang sudah terbiasa. Namun, akan jadi masalah jika penduduk sana namun memeluk agama Islam. Sebenarnya bukan masalah sih, namun hanya perlu melihat sudut pandang yang baru saja.

  • Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian kitab Qurrotul ‘Uyun

    Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian kitab Qurrotul ‘Uyun

    SORBANSANTRI.COM

    FASYA-Sabtu, 16/04/2022. Di pertengahan bulan Ramadhan 1443 H ini, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam UIN Raden Mas Said Surakarta menyelenggarakan acara Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun yang mengangkat tema “Pilar-pilar Hukum Keluarga Islam dalam kajian Kitab Qurrotul ‘Uyun”. Acara ini merupakan kegiatan kesekian kalinya yang termasuk salah satu program kerja keilmuan dari kepengurusan HMPS HKI tahun 2022 ini. Acara Ngaji Kitab ini bisa dikatakan perdana, dikarenakan dari tahun-tahun sebelumnya memang belum pernah mengadakan kegiatan Ngaji Kitab seperti ini. Maka dari itu, antusias dari jamaah yaitu yang terdiri dari para mahasiswa HKI ini sangat luar biasa, dalam mengikuti Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini.

    Sebenarnya, kitab Qurrotul ‘Uyun ini biasanya sering di konsumsi oleh kalangan pondok pesantren, yang mana pembahasannya mengenai ruang lingkup keluarga yang sesuai tuntunan agama Islam, mulai dari rukun dan syarat nikah sampai dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi didalam hubungan pernikahan. Hal ini tentu menjadi penting sekali untuk dikuasai oleh para mahasiswa fakultas Syariah terutama mahasiswa Hukum Keluarga Islam yang notabene nya menggeluti dibidang Hukum Keluarga. Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini diisi oleh Direktur Pusat Konstitusi & Hukum Islam UIN Raden Mas Said Surakarta yaitu Gus A.M. Mustain Nasoha S.H., M.H. 

    Acara diawali dengan sambutan dari Koordinator Program Studi HKI dan ketua umum HMPS HKI 2022 yang di wakili oleh ketua panitia pelaksana yaitu Dilva Nahida. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat oleh tim hadroh Jamuna Al Mubarok dari Fakultas Syariah. Selanjutnya pembacaan tahlil yang dipimpin oleh saudara Ahmad Makruf. Tepat pada pukul 09.00 WIB, penyampaian kajian kitab Qurrotul ‘Uyun oleh Gus A.M. Mustain Nasoha mulai berlangsung.

    SORBANSANTRI.COM

    Di dalam Hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.: “Barang siapa mempunyai istri dua dan dia berlaku tidak adil di antara keduanya, maka dia akan datang pada hari kiamat dengan pecah tubuhnya dan jatuh. Riwayat lain mengatakan: pecah dan bungkuk/miring tubuhnya”. Ujar Gus A.M. Mustain Nasoha dalam penyampaian kajian kitab Qurrotul ‘Uyun. Kemudian ketika ada pertanyaan, “Lebih penting ibadah atau nikah terlebih dahulu? Nah, di dalam kitab Qurrotul ‘Uyun ini dijelaskan bahwasanya keduanya harus seimbang, tetap melaksanakan ibadah dan juga melaksanakan pernikahan”. Gus A.M Mustain Nasoha juga menyampaikan kiat-kiat dalam menjalin hubungan suami istri, mulai dari status hukumnya sampai dengan tata cara melaksanakannya. Semuanya di kupas tuntas oleh beliau.

    Di pengujung acara, Gus A.M Mustain Nasoha menyampaikan kepada seluruh jamaah yang hadir, agar selalu menundukan pandangan terhadap lawan jenis dan selalu berusaha untuk senantiasa menutup aurat. Kemudian, acara diakhiri dengan pembacaan do’a oleh saudara Ahmad Makruf. Harapan dari panitia kepada acara ini adalah semoga dengan dilaksanakannya Ngaji Kitab Qurrotul ‘Uyun ini dapat membawakan ilmu yang bermanfaat dan barokah bagi seluruh jamaah maupun panitia, untuk menjadi bekal dalam menjalani kehidupan berkeluarga kelak.

    (Ahmad Makruf/Divisi Keilmuan/Ed:afz)

  • Puasa Ramadanmu InsyaAllah Lancar dan Sukses! Lakukan 5 Cara Ini Sekarang

    Puasa Ramadanmu InsyaAllah Lancar dan Sukses! Lakukan 5 Cara Ini Sekarang

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.comSebagai umat Muslim yang taat dan patuh pada perintah Tuhannya, Allah SWT, menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan adalah salah satu bukti kita beriman, sanggup melakukan, dan mengamalkan perbuatan baik dengan iklash dan tawakal.

    Ramadan tinggal menghitung hari, bulan penuh berkah dimana ibadah atau perbuatan baik sekecil apapun akan mendapat ganjaran pahala berkalilipat dari bulan-bulan lainnya. Begitu istimewanya bulan Ramadan dosa-dosa kita akan dihapus 10 hari terakhir berpuasa. Maka kita seharusnya berlomba mengerjakan ibadah wajib lebih khusu’, perbanyak berbuat kebaikan, beramal, membaca Al Quran, perbanyak shalat sunnah, dan perbanyak dzikir.

    Ummat Muslim sejati tentu akan menyambut antusias kedatangan bulan Ramadan ini. Untuk itu saya akan bagikan tips buat kamu yang mungkin masih menghadapi kendala ketika menjalankan ibadah puasa. Tentu saja puasanya orang dewasa berbeda dengan cara berpuasanya anak-anak. Lapar, haus, sabar, dan menahan nafsu keduniawian baru dasar dalam tingkatan berpuasa yang lebih tinggi.
    Jadi, mari kita mulai pemanasannya dari sekarang.

    Nah, supaya puasamu bisa lancar dan tidak ‘bolong’ di tengah jalan alangkah lebih baik kita mulai membiasakan diri dari sekarang seperti melakukan ibadah shalat tepat waktu, yang tadinya shalat dilakukan diujung waktu mulai sekarang lakukanlah tepat waktu dimasjid terutama bagi kaum laki-laki.

    “Sebaik-baiknya melaksanakan sholat adalah di awal waktu. Atau ketika mendengar kumandang adzan atau pun menyadari telah masuk waktu sholat”.

  • Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Kirap Ancak dan Tumpeng Warnai Suasana Meriah Ruwah Desa Wotanmas Jedong

    Mojokerto.Sorbansantri.com – Setiap memasuki bulan ruwah (istilah jawa) atau dalam istilah islam di sebut dengan bulan sya’ban banyak masyarakat di berbagai daerah melakukan budaya sedekah bumi sebagai wujud rasa terima kasih kepada leluhur yang telah berjasa untuk membabat alas sebagai bumi pijakan mereka.

    Salah satunya desa Wotanmas Jedong kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto,pada hari minggu pagi (20-03-22) melaksanakan kegiatan uri uri budoyo jowo yang di kemas dalam acara ruwat desa atau perayaan sedekah hasil bumi yang bertempat di pelataran kawasan cagar budaya wisata candi jedong.

    Tampak hadir dalam kegiatan tersebut kepala Desa Wotanmas Jedong Bapak Anang Wijayanto beserta perangkatnya, ketua dewan kabupaten Mojokerto H. Munajat, SH, ketua LPM,BPD Desa Wotanmas Jedong, petugas cagar budaya kabupaten Mojokerto, beserta elemen masyarakat sekitarnya, tak lupa juga kyai Sulaiman sebagai penceramah agama.

    Ada yang unik dari perayaan ini, dimana dari mulai pukul 09.00 pagi banyak warga yang sudah berdatangan menunggu iring iringan tumpeng datang,yang di bawah oleh perwakilan warga setiap RT yang ada di desa tersebut, tak ayal suasana berdesakkan pun mengiringi kemeriahan, sampai sampai ancak baru datang dan acara belum di mulai sudah di serbu dan menjadi rebutan oleh warga yang sudah menunggunya, namun itu hal wajar karena sudah menjadi budaya dan tradisi dari dulu.

    Acara yang di gelar rutin setiap setahun sekali ini sempat terhenti beberapa tahun karena suasana masih pandemi kala itu, tetapi di tahun ini suasana sudah berangsur normal di manfaatkan oleh warga untuk melaksanakan kegiatan tersebut dengan diiringi hiburan wayang kulit.

    Menurut Eka salah satu perwakilan dari perangkat desa dalam sambutannya mengucapkan rasa terima kasih kepada semua pihak atas terlaksannya acara ini yang begitu super meriah, dan beliau merasa banggga karena melihat antusias warganya yang kompak guyub bersama sama melestarikan budaya yang sudah menjadi agenda tahunan ini, ucapnya

    Menurut ustad Sulaiman sebagai penceramah agama mengatakan bahwasanya kegiatan ini sangat positif sekali karena di dalamnya mengandung unsur filosofi sedekah, karena barang siapa yang mau bersedekah akan di jauhkan dari segala musibah baik bencana maupun sebagainya, beliau juga mendoakan semoga warga jedong selalu makmur, barokah, dan semoga selalu di beri ketakwaan dan iman oleh Allah SWT, rezeki yang banyak halal dan barokah, di sela sela cerahmahnya beliau juga bercanda dalam banyolannya “ngene di kabarno jare Sulaiman lumpoh, gak iso lapo lapo nyatane Saiki jek seger waras ngene hare,kok cek gak entose seng gawe kabar iku, geting aku” (Begini kok kabarnya Sulaiman lumpuh tidak bisa apa apa tapi ternyata sehat selalu,gak lihat apa yang bilang itu) warga pun tertawa terbahak bahak mendengar banyolan beliau yang kondang dengan kata kata ” Sae Sae mawon geh” dan acara pun di akhiri dengan doa oleh beliau.

    Semoga tradisi seperti ini tidak akan sirna tergerus oleh peradapan jaman dan semoga tetap langgeng sampai generasi ke generasi.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Kirap Tumpeng Warnai Semarak Ruwah Dusun Sukorejo Desa Lolawang

    Kirap Tumpeng Warnai Semarak Ruwah Dusun Sukorejo Desa Lolawang

    Mojokerto.Sorbansantri. Com – Memasuki bulan suci Ramadhan banyak warga melakukan sedekah desa maupun dusun terutama di bulan ruwah ini banyak tradisi atau budaya daerah yang menyelenggarakan kegiatan sedekah bumi atau sejenisnya.

    Seperti pada Jum’at (18/03/2022) di Dusun Sukorejo, Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro kabupaten Mojokerto yang bertempat di halaman rumah kepala Dusun H. Buadi mengadakan sedekah Desa bertujuan kirim doa kepada leluhur mereka yang dulu telah berjuang untuk babat alas Dusun tersebut.

    Menurut Gus Nurul Huda tokoh agama setempat mengatakan acara ini rutin dilakukan setahun sekali ketika memasuki bulan ruwah atau sya’ban dengan tujuan kirim doa kepada nenek moyang atau leluhur yang sudah wafat supaya di alam kubur selalu mendapat maghfiroh dari Allah SWT.

    Hal serupa dikatakan kepala Dusun Sukorejo H. Buadi atau yang akrap di sapa dengan Pak Polo Buadi ini mengatakan “kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya yang dulu sudah di wariskan oleh nenek moyang kita ketika memasuki bulan ruwah selalu melaksanakan tradisi sedekah Dusun atau kirim doa bersama”

    “Kegiatan ini kita laksanakan 2 hari yang mana tadi malam kita buka dengan gebyar sholawat al banjari lalu pagi ini kita laksanakan dengan acara khotmil qur’an dengan mendatangkan para hufad dan kirap tumpeng keliling Dusun Sukorejo yang nanti malamnya akan ada acara wayang kulit bersama Ki Dalang Hadi. S dengan lakon bagong nagih janji yang rencananya akan di laksanakan semalam suntuk,” ujarnya.

    “Semoga dengan acara ruwah Dusun ini masyarakat semakin guyup dan semoga selalu di beri kesehatan dan keberkahan dalam mencari rizki untuk bekal hidup sehari hari,” harapnya.

    (Hasan-Ngoro sorban)

  • Penutupan Giat Rijalul Ansor Ranting Ngoro Bersamaan Dengan Ruwah Desa

    Penutupan Giat Rijalul Ansor Ranting Ngoro Bersamaan Dengan Ruwah Desa

    Sorbansantri. Com – Kegiatan rutin Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor (MDSRA) Ranting desa Ngoro pada hari sabtu (12-03) bersamaan dengan harlah atau ruwah desa Ngoro yang bertempat di halaman kantor kepala desa Ngoro.

    Dalam acara ini yang sengaja di selenggarakan oleh para pejabat perangkat desa bekerja sama dengan Gerakan Pemuda (GP) Ansor desa setempat dengan tujuan memperingati harlah desa Ngoro yang di kemas dalam acara pengajian akbar dengan mendatangkan muballigh KH. IMAM MUHAJIR pengasuh PP. Al Muhajirin Pungging.

    Menurut ketua panitia mengatakan ucapan terima kasih kepada semua pihak atas terselenggaranya acara kegiatan saat ini dengan lancar dan sukses tanpa suatu halangan apapun, dan beliau juga meminta maaf kepada hadirin semua apabila di dalam kegiatan ini ada suatu hal yang kurang berkenan di hati para hadirin semua. Ucapnya

    Menurut kepala desa Ngoro Suryo Prihartono mengatakan dalam sambutannya bahwasanya kegiatan ruwah desa ini adalah agenda rutin tahunan yang sudah berjalan ke sekian kalinya dan ini sudah merupakan budaya desa Ngoro akan tetapi pada kali ini kita kemas dalam acara pengajian umum dan santunan anak yatim dan dhuafa’,
    “Budaya rumah desa ini jangan sampai dihilangkan selagi budaya tersebut bertujuan untuk menjalin tali silaturrahmi, dan dalam nuansa yang positif,dengan semua kalangan” ungkap kepada desa

    Kegiatan rutinan Rijalul Ansor ini selalu disertai dengan pengajian kitab lubabul hadist yang di sampaikan oleh romo Kyai Mahfud Muhsin, dalam kajian ini beliau menerangkan tentang kisah taubatnya Nabi Adam.

    Kegiatan yang dilaksanakan mulai pukul 20.00 wib diawali dengan pembacaan sholawat rotibul haddad, istighosah dan kirim doa yang di pimpin oleh para anggota GP Ansor ranting desa Ngoro.

    Semoga dengan acara ruwah desa ini akan semakin mempererat tali persaudaraan dan keguyuban warga desa Ngoro.

    (Hasan sorban -Ngoro)

  • DISKUSI PUBLIK NASIONAL, PUSKOHIS UIN R.M. SAID SURAKARTA KAJI DAN DUKUNG SE MENTERI NO. 5 TAHUN 2022

    DISKUSI PUBLIK NASIONAL, PUSKOHIS UIN R.M. SAID SURAKARTA KAJI DAN DUKUNG SE MENTERI NO. 5 TAHUN 2022

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Kamis, 03 Maret 2022, Pusat Studi Konstitusi dan Hukum Islam UIN Surakarta ( PUSKOHIS ) gelar Diskusi Publik Nasional dan  berjudul “Sosialisasi SE Menag No. 5 Tahun 2022 dan Kajian Fiqih Masjid Perspektif Fiqih Perbandingan Madzhab”. Acara kali ini berbeda dengan acara sebelumnya, karena acara ini menghadirkan 2 Pakar disiplin ilmu berbeda dari 2 keahlian berbeda yang pertama Advokat Tata Negara dan yang kedua Ulama Ahli Fiqih Perbandingan Mazhab. Acara ini juga mengundang para ahli hukum, advokat, ulama, tokoh masyarakat, akademisi, dosen, politisi, mahasiswa , praktisi dan masyarakat umum dari seluruh Indonesia.

    Diskusi Publik Nasional yang dihadiri 453 peserta ini dipandu oleh Advokat dan Pengacara Moch. Tommi, S.H. dimulai pukul 19.00 WIB. Diskusi Publik Nasional ini diawali dengan Pemaparan argumentasi Ilmiah dari Keynote Speaker yaitu R. Ahmad Muhamad Mustain Nasoha, S.H., M.H, MA. Yang merupakan Direkur PUSKOHIS UIN Surakarta dan Pengurus Bidang Dakwah dan Pengkajian Masjid Dewan Masjid Indonesia Surakarta. Dosen Ilmu Hukum UIN R.M. Said Surakarta yang aktif dalam kajian dibidang Hukum Tata Negara dan Fiqih Perbandingan Madzhab ini  mengatakan bahwa Indonesia adalah negara hukum, konsekuensi sebagai negara hukum adalah setiap perkara haruslah sesuai hukum yang berlaku di Indonesia.

    Adanya SE Menteri Agama No. 5 Tahun 2022 tentang Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala ini menjadi batu loncatan berfikir cerdas dari Menteri Agama Gus Yaqut Cholil Qoumas, bahwa dari Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Musala hendaknya diatur agar menghadirkan kesejukan dan sajian maksimal didalam dakwah islam, SE Menteri Agama ini mengatur bukan melarang sebagaimana berita hoax yang beredar dibeberapa media sosial. Dengan keluarnya SE Menteri Agama, ini menjadi bukti adanya kepekaan Menteri Agama Indonesia dalam setiap masalah keagamaan dari mulai hal terkecil sampai hal terbesar dalam agama.

  • TNI AL Dan BRIMOB Bersinergi Dengan Jam’iyyah NU Dlanggu

    TNI AL Dan BRIMOB Bersinergi Dengan Jam’iyyah NU Dlanggu

    Sorbansantri. Com – Hari minggu (6-2-2022) TNI AL Liting 57.2 bersama rumah sakit Bhayangkara Pusdik (Pusat pendidikan) BRIMOB (Brigade Mobil) Watukosek Gempol Pasuruan melakukan safari amal bhakti nya kepada warga dusun Kauman desa Jrambe kecamatan Dlanggu dengan melaksnakan giat hitanan massal yang di selenggarakan oleh TPQ Nur Al Fitroh yang bertempat di halaman masjid AL FATTAH Kauman Dlanggu.
    acara hitanan massal ini diselenggrakan setiap satu tahun sekali oleh para panitia setempat, dan di barengkan dengan acara wisuda TPQ NUR AL FITROH ke XII tahun 2022.
    Dalam acara hitanan massal ini ada sejumlah 46 anak.

    Pada pelaksanaan kegiatan ini acara yang di hadiri oleh jajaran pengurus PC Nanhdlatul Ulama’, jajaran pengurus MWC NU kecamatan Dlanggu, purnawirawan TNI AL, muspika kecamatan Dlanggu, ta’mir masjid, dan elemen masyarakat sekitar.

    Menurut Akp. H. Suhadi , S.Pd, S,Kep, Ns, M,Kes selaku kordinator dari tim kedokteran dan beliau juga merupakan anggota dari Lembaga da’wah Nahdlatul Ulama’ (LDNU) MWCNU kecamatan Ngoro ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak terutama kepada para panitia yang masih mempercayai kami selaku tim kedokteran baik dari TNI AL Liting 57.2 maupun dari rumah sakit Bhayangkara BRIMOB Pasuruan untuk di libatkan dalam kegiatan hitanan massal, karena ini sudah merupakan sumpah setia kami untuk selalu mengabdi dan melayani masyarakat terutama dalam hal kesehatan, ucapnya

    H. Suhadi juga mengatakan bahwasanya ini merupakan baksos kami yang kesekian kalinya di wilayah kabupaten Mojokerto, setelah sebelumnya kami mendapat amanah di daerah Kunjorowesi Ngoro, di desa Carat Gempol, MWC NU Kemlagi dan kali ini Alhamdulillah kami di mintai bantuan di wilayah Dlanggu dengan total peserta 46 anak, beliau juga berharap kepada semua warga di manapun berada terutama di wilayah kabupaten Mojokerto mari kita bersama sama untuk saling peduli dan gotong royong demi kebaikan terutama saling membantu kepada warga yang kurang mampu,.

    “Dalam program baksos kami ini murni 100% gratis tidak di pungut biaya sepeserpun, sengaja kami gratiskan ini semua demi rasa pengabdian diri kita sebagai abdi Negara untuk sealu melayani masyarakat yang membutuhkan bantuan kami, monggo kepada warga siapapun dan dimanpun berada kususnya warga Nahdliyyin yang ada di wilayah kabupaten Mojokerto bila ingin memanggil kami tidak usah malu dan takut kami akan berusaha dan berupaya hadir secara tulus untuk melayaninya” terang H.Suhadi
    (Hasan ngoro – sorban)

  • Muhasabah & Nasionalisme Memperingati Hari Lahir NU

     

    wp.sorbansantri.com – NU (Nahdlatul Ulama) didirikan oleh sejumlah ulama pada 31 Januari 1926. Yang digagas oleh 3 Ulama Besar yaitu KH. Hasyim Asyari (Kakek Gus Dur), KH. Bisri Sansuri dan KH. Wahab Chasbullah. Ketiga ulama tersebut merupakan yang berperan besar demi terbentuknya organisasi NU kita semua yang tersayang.

    NU berdiri juga karena diprakasai oleh KH. Hasyim Asyari, yang adalah Kakek dari Gus Dur kita semua. Pertemuan dari sejumlah ulama ini yang juga digagas oleh KH. Hasyim Asyari saat itu juga membahas tentang bagaimana membentuk wadah Islam tradisional untuk dapat terus dijaga.

    NU yang merupakan organisasi Islam yang besar memiliki visi sebagai organisasi sosiologis kemasyarakatan, keagamaan/religius Islam yang moderat dan juga dalam bidang ekonomi.

    SEJAK AWAL-AWAL DEKLARASI KEMERDEKAAN (Pada Periode Pemerintahan Ir. Soekarno)

    Sejak deklarasi kemerdekaan NU (Nahdlatul Ulama) dengan substansi aktivitas yang sama, yaitu membela juga melindungi Ulama DAN membela NKRI.

    Ketahuilah, slogan “NKRI Harga Mati” itu adalah yang pertama menyebarkan dan menggelorakan adalah Kaum Pesantren dari NU (Nahdlatul Ulama).

    Saat itu NU juga bergerak dalam bidang politik. Bertujuan untuk konfrontasi dengan komunis saat itu. Dengan adanya NU akhirnya NKRI dapat dipertahankan dengan ideologi Pancasila yang sejak awal-awal deklarasi of NKRI kita semua.

    SEJAK AWAL-AWAL ORDE BARU (Pada Periode Pemerintahan Bapak Soeharto)

    Dengan berpindahnya kekuasaan ke Bapak Soeharto, dengan kekuasaan yang kuat itu, lalu NU bersama dengan PPP (Partai Persatuan Pembangunan). NU saat periode itu merupakan sama atau dengan kalimat lain adalah salah satu kelompok dalam PPP. PPP (Partai Persatuan Pembangunan) bersama NU kembali menjadi organisasi sosiologis religius.

    Lalu, menjadi organisasi kembali menjadi NU (Nahdlatul Ulama) dengan substansi aktivitas yang sama. Yaitu untuk Melindungi Ulama DAN mensupport NKRI sebagai Organisasi Muslim/at yang Moderat dengan Pancasila sebagai ideologi dasar NKRI, Pandangan Hidup NKRI dan Falsafah Hidup of NKRI kita semua. Dan berlanjut ke Era Reformasi hingga sekarang ini…

    SEJAK ERA REFORMASI hingga SEKARANG

    Pada masa reformasi hingga sekarang, pola politik NU mulai berubah. NU sepakat kembali ke Khittah. Nahdlatul Ulama kembali menjadi organisasi yang murni sosilogis dan religius, menjaga jarak dengan partai politik yang ada. Karena itu, NU bukan milik siapapun, melainkan milik potensi NKRI kita semua.

    NU (Nahdlatul Ulama) MERUPAKAN CIKAL BAKAL dan KERAMAT of NKRI KITA SEMUA

    Dengan sejarah yang  lama ini,NU, tidak heran NU (Nahdlatul Ulama) merupakan
    CIKAL BAKAL dan KERAMAT of NKRI kita semua.
    Dengan peran yang besar semenjak sebelum deklarasi NKRI kita semua hingga jaman sekarang ini. NU adalah KERAMAT dari NKRI kita semua. Patutlah setiap kita dapat menghormati NU dan melindungi NU sebisa kita semua. (abi sorban)