Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • Hukum Modin Merawat Jenazah Non Muslim

    Hukum Modin Merawat Jenazah Non Muslim

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Pada sesi tanya jawab pelatihan perawatan jenazah oleh Dinas Sosial Kota Surabaya, ada seorang Modin yang bertanya tentang pemulasaraan jenazah Non Muslim karena permintaan keluarga yang kebanyakan Muslim.

    Soal hubungan Muslim dan Non Muslim sudah ada ketentuan. Bila dalam hal ibadah dan akidah maka sudah jelas “Lakum Dinukum Wa Liya Din” (bagi kalian agama kalian dan bagiku agamaku). Namun bila hubungan interaksi sosial, jual beli, bertetangga, pertemanan dan sebagainya maka boleh sebagaimana Al-Mumtahanah 7.

    Merawat jenazah non muslim ini masuk ke ranah mana? Bagi ulama yang membawa ke ranah sosial tentu membolehkan, seperti yang dijelaskan dalam Fikih Syafi’iyah:

    ﻓﻲ ﻏﺴﻞ اﻟﻜﺎﻓﺮ ﺫﻛﺮﻧﺎ ﺃﻥ ﻣﺬﻫﺒﻨﺎ ﺃﻥ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﻏﺴﻠﻪ ﻭﺩﻓﻨﻪ ﻭاﺗﺒﺎﻉ ﺟﻨﺎﺯﺗﻪ ﻭﻧﻘﻠﻪ اﺑﻦ اﻟﻤﻨﺬﺭ ﻋﻦ ﺃﺻﺤﺎﺏ اﻟﺮﺃﻱ ﻭﺃﺑﻲ ﺛﻮﺭ ﻭﻗﺎﻝ ﻣﺎﻟﻚ ﻭﺃﺣﻤﺪ ﻟﻴﺲ ﻟﻠﻤﺴﻠﻢ ﻏﺴﻠﻪ ﻭﻻ ﺩﻓﻨﻪ

    Telah dijelaskan dalam Mazhab Syafi’i bahwa memandikan dan mengafani jenazah orang kafir serta mengantar ke kuburan adalah boleh. Ibnu Munzir mengutipnya dari pengikut rasional dan Abu Tsaur. Sementara menurut Malik dan Ahmad adalah tidak boleh (Al-Majmu’, 5/153). (KH ma’ruf Khozin)

  • HARLAH SORBAN SANTRI KE 2, MENUAI DERETAN PRESTASI

    HARLAH SORBAN SANTRI KE 2, MENUAI DERETAN PRESTASI

    SORBANSANTRI.COM

    wp.sorbansantri.com – Sudah 2 Tahun usia Sorban Santri yang berdiri sejak 4 Desember 2019. Dalam perjalanannya memang banyak cobaan dan hambatan baik itu waktu,peralatan serta sarana dan prasarana yang diperlukan untuk syiar didunia maya baik itu websitte dan penyiaran kegiatan Aswaja.

    Akan tetapi dengan keadaan sedemikian rupa, sudah banyak prestasi yang telah diperoleh antara lain Sorban Peduli yaitu memberikan santunan kepada janda-janda pejuang NU di kab. Mojokerto. Dan ditanggal 22 Oktober 2021 Sorban Santri meraih penghargaan dalam pemecahan rekor MURI dipenyiaran Live Streaming terbanyak di Hari Santri dan piagam tersebut di berikan melalui RMI PBNU Pusat.

    Acara Harlah Sorban Santri ke-2 itu diadakan dimarkas besarnya villa Affan bin Yoosoof pacet mojokerto yang dimulai dari pukul 15.00 wib. Dalam acara tersebut banyak pembahasan kajian problematika organisasi serta diadakan kaderisasi sahabat sorban yang dilanjut dengan kisi-kisi langkah kedepan dalam mengawal Aqidah Annahdliyah di dunia Maya. Dan terakhir membahas peranan Sorban Santri dalam pra konferensi PC GP Ansor kab. Mojokerto 2021.

    Dalam harlah tersebut dihadiri oleh sahabat-sahabat sorban serta ketua PC GP Ansor kab. Mojokerto  gus Ali M. Nasih. Yang dalam kesempatan ini tim sorban sempat bertanya pada beliau tentang konferensi PC GP Ansor 2021. ” Sampai pada saat ini masih belum ada calon untuk konferensi tanggal 12 Desember nanti”. kata gus ali.

    Peranan sorban santri sebagai Opini Publik hingga sarana sengawasan, sosisalisasi dan penghubung dari pusat ke bawah, memang sangat dibutuhkan mengingat NU adalah organisasi besar dan wajib hukumnya bagi kader NU untuk menjaga marwah kemurnian organisasi. (abi sorban)

  • “Wagub Jatim Emil Dardak Hadir Di Haul ke-37 Mbah Kyai Ilyas Mojokerto”

    Sorban santri. Com – Pelaksanaan Haul ke-37 Mbah Kyai Ilyas digelar di Kediaman KH. Khusein Ilyas, Desa Karangnongko, Kecamatan Sooko kabupaten Mojokerto pada Kamis malam (25/11/21). Acara Haul digelar secara online dan offline.

    Tampak hadir dalam acara peringatan Haul tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Dardak, Dr. KH. Syukron Jazilan, KH. Maksum Maulani, KH. Hambali, dan beberapa tamu undangan serta masyarakat sekitar.

    Mewakili tuan rumah, Dr. H. Emil Dardak menyampaikan ucapan terima kasih kepada KH. Khusein Ilyas yang telah mempercayakan sambutan atas nama tuan rumah.

    Selanjutnya, Dr. H. Emil Dardak menyampaikan bahwa acara Haul merupakan kegiatan yang sangat baik serta untuk meneladani para Masyayikh khususnya Mbah Ilyas. Karenanya ia mendukung diselenggarakannya Haul Haul Kyai Kyai lainya,Lebih lebih dengan cara alternatif model Haul seperti Haul nya Mbah Kiai Ilyas. Yakni secara online dan offline.

    “Dengan model haul ini, bisa dicontoh pada acara Haul-haul lainnya” terang Emil

    Acara dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh Dr. KH. Syukron Djazilan. Dan kemudian mauidoh hasanah oleh KH. Hambali. Dalam mauidoh hasanahnya KH. Hambali menjelaskan tentang keutamaan memiliki amal yang ikhlas. Dengan keikhlasan maka kehidupan kita akan ditata oleh Allah SWT.

    Akhir acara ditutup dengan bacaan do’a oleh KH. Maksum Maulani.

    (Anwar – Sorban)

    Tags sooko
    Navigasi pos

  • LAZISNU MOJOKERTO NGAJI MOTIFASI DAN NGALAP BERKAH KE KH. AHMAD WAFI MAIMOEN ZUBER

    LAZISNU MOJOKERTO NGAJI MOTIFASI DAN NGALAP BERKAH KE KH. AHMAD WAFI MAIMOEN ZUBER

     

    Sorbansantri.com — rombongan pengurus PC LAZISNU dan UPZIS sekabupaten Mojokerto setelah melaksanakan study banding dengan PC LAZISNU kabupaten Sragen melanjutkan perjalanan menuju kediaman KH AHMAD WAFI MAIMOEN putra dari KH MAIMOEN ZUBER Sragen, rombongan sampai di lokasi pada hari sabtu (20/11/2021) sekitar pukul 12:30wib.

    Sesampainya rombongan sampai di lokasi, rombongan melaksanakan sholat dhuhur secara berjamaah dan beberapa menit kemudian rombongan di temui oleh KH. AHMAD WAFI MAIMOEN (Gus WAFI) di masjid yang masih di lokasi pondok pesantren yang beliau asuh.

    Melalui H. KHAFID BUSYRI sekertaris PC NU Kabupaten Mojokerto menyampaikan maksud kedatangan rombongan yaitu untuk ngaji motifasional dan ngalap berkah kepada beliau, semoga kedepan LAZISNU Mojokerto lebih baik dan bermanfaat.

    Setelah memahami maksud dan tujuan dari kedatangan rombongan Gus WAFI menyampaikan motifasi kepada rombongan, yang intinya apabila menginginkan LAZISNU Mojokerto berubah lebih baik, maka semua harus bisa menjaga kerukunan, semua harus kompak dan rela berkorban demi khidmat kepada NU.

    Beliau memberikan contoh bagaimana ROSULULLOH bisa merubah Madinah yang asalnya sering terjadi peperangan menjadi Madinah yang aman dan maju hanya dengan membangun kerukunan.

    Beliau juga mencontohkan rukunnya sahabat ansor dan muhajirin serta rela berkorbannya sahabat ansor demi cintanya kepada sahabat muhajirin.

    Sebelum berdoa Gus WAFI mengajak seluruh rombongan untuk membaca surat al fateha yang di hadiahkan kepada KH. MAIMOEN ZUBER (mbah MAIMOEN) yang meninggal di mekkah dan di makamkan di ma’la beberapa tahun yang lalu.

    H. KHOJAIN salah satu peserta rombongan yang mewakili dari UPZIS MWC Jetis sangat senang bisa sowan kepada Gus WAFI putra mbah MAIMOEN ZUBER. (Dikin sorban)

  • Penutupan Kirab PC GP Ansor “Kirab Bendera dan Panji NU adalah Untuk Memuliakan NU”

    Penutupan Kirab PC GP Ansor “Kirab Bendera dan Panji NU adalah Untuk Memuliakan NU”

    Sorbansantri.com – Mojokerto – Penutupan Kirab Bendera Merah Putih dan Panji Panji NU digelar oleh PC. GP. Ansor Kabupaten Mojokerto pada hari Ahad pagi (21/11/2021) di halaman PCNU Kabupaten Mojokerto. Penyerahan Bendera Kirab ini diserahkan oleh ketua PAC GP. Ansor Kecamatan Ngoro (Saufi)melalui upacara penyambutan yang berlangsung meriah.

    Kemeriahan upacara tersebut tampak dari kehadiran peserta upacara yang memenuhi halaman dan kursi undangan. Tampak hadir Rais PCNU Kabupaten Mojokerto KH. Jamzuri Syarif, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto KH. Abd. Adzim Alwi, Ketua PC. GP. Ansor, Gus Ali Muh Nasih, Ketua Lembaga dan Banom, perwakilan Ansor dan Banser di seluruh PAC Se Kabupaten Mojokerto serta tamu undangan.

    Dalam amanat upacaranya, Gus Ali (sapaan akrab Ketua PC GP Ansor) menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua fihak yang terlibat dalam suksesnya kirab Bendera dan Panji NU yang berlangsung dari hari Rabu tanggal 3 hingga 21 Nopember 2021.

    “Terima kasih saya ucapkan kepada semua fihak yang telah terlibat dalam suksesnya kirab mulai dari tanggal 3 hingga tanggal 21 Nopember, hari ini. Semoga Allah memberi Rahmat dan RidhoNYA kepada kita semua” ucap Gus Ali.

    Lebih lanjut Gus Ali menyatakan bahwa tujuan digelarnya kirab selain untuk menyambut Pra-Konferensi PC GP Ansor kab. Mojokerto juga untuk memuliakan NU, sekaligus juga menyongsong digelarnya muktamar NU.

    “Kita disini menggelar kirab NU tidak lain tidak bukan adalah untuk memuliakan NU, sehingga bisa satu komando untuk menyongsong Muktamar NU. Barokah Muktamar mudah mudahan untuk kita semua. Dan semoga menjadi ajang pemilihan pemimpin yang terbaik.”

    “Kegiatan ini” masih kata Gus Ali, “dilakukan untuk Ansor effek. Gerakan Ansor adalah utk kaderisasi. Tempo hari sudah kita melakukan akreditasi ke anak cabang. 13 anak cabang sudah siap mengikuti, ada 5 anak cabang yang masih remisi. Dan beberapa hari lagi, saya berharap semuanya telah siap dan lulus akreditasi sehingga semua bisa ikut konferensi”

    “Ansor dan Banser jika kita ingin aktif, maka ikuti peraturan. Jika tidak sanggup keluar dari barisan. Sebab Ansor didirikan tidak untuk main main. Ansor didirikan oleh Ulama.
    Kita semua wajib hukumnya mengikuti pengkaderan sehingg NU masa depan lebih baik lagi. Jika kader Ansor baik maka NU akan baik. Begitu sebaliknya” terang Gus Ali mengakhiri amanat upacaranya.

    KH. Abdul Adzim Alwi, Ketua PCNU Kabupaten Mojokerto, mengapresiasi inisiasi kirab bendera dan Panji NU oleh PC. GP. Ansor Kabupaten Mojokerto.
    “Saya apresiasi setinggi tingginya atas inisiasi kirab bendera dan Panji NU ini oleh PC. GP. Ansor Kabupaten Mojokerto. Semoga Ansor lebih baik. Karena Ansor hari ini adalah wajah NU dimasa yang akan datang” tutupnya.

    (Anwar sorban) + LTN

  • PC LAZISNU MOJOKERTO JATIM  STUDY TOUR KE PC LAZISNU SRAGEN JATENG

    PC LAZISNU MOJOKERTO JATIM STUDY TOUR KE PC LAZISNU SRAGEN JATENG

    Sorbansantri.com — PC LAZISNU Kab Mojokerto Jawa Timur melakukan study tour ke PC LAZISNU Kab Sragen Jawa Tengah pada hari sabtu (20/11/2021) yang di ikuti oleh pengurus dan perwakilan UPZIS MWC NU sekabupaten mojokerto serta perwakilan pengurus PC NU Kabupaten Mojokerto total yang berangkat berjumlah 61 pengurus dengan mengendarai bus pariwisata.

    Sebelum berangkat semua peserta berkumpul dan melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid AR’RAUDLOH EL MUTTAQIEN PC NU Mojokerto, setelah pengecekan dari peserta yang akan berangkat dan doa bersama tepat pukul 05:30wib bus berangkat menuju Sragen dan sampai di tempat pelaksanaan study tour pondok pesantren wali songo sekitar pukul 09:00wib dengan di sambut oleh pengurus PC LAZISNU Kabupaten Sragen, semua peserta langsung menuju aula pendopo PP Wali Songo dan acara segera di mulai.

    Setelah pengurus PC LAZISNU Kabupaten Sragen mengucapkan selamat datang dan selamat belajar bersama untuk berkhidmat di NU melalui Lembaga Amil Zakat Infaq Shodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU) di lanjut ketua PC LAZISNU Kabupaten Mojokerto Gus H. M ROFI’ UDDIN S.Ag memberikan sambutan yang intinya menyampaikan terima kasih atas sambutan dari tuan rumah dan mohon maaf apabila ada hal hal yang kurang berkenan dari rombongan Mojokerto serta berharap dengan hadirnya rombongan LAZISNU Mojokerto ke Sragen bisa belajar banyak kepada LAZISNU Sragen tentang menjalankan LAZISNU supaya kedepan bisa lebih baik dan bermanfaat.

    Pemaparan tentang LAZISNU di sampaikan oleh KH. MA’RUF ISLAMUDDIN, beliau adalah pengasuh pondok pesantren Wali Songo Sragen sekaligus menjabat ketua PC NU Kabupaten Sragen

    Dalam pemaparannya beliau mengajak peserta rombongan memahami latar belakang berdirinya LAZISNU dengan gerakan koinnya dan melalui LAZISNU akan menjadikan kemandirian NU di segala aspek juga akan tercipta identitas baru.

    “Melalui LAZISNU dan KOIN NU kami menginginkan tercipta identitas baru, inspirasi saya ini muncul saat saya memperhatikan seragam banser semua sama, seragam fatayat semua sama, seragam muslimat pun semua sama, oleh karena itu kami berharap akan muncul KOTAK INFAQ NU semua sama” kata beliau di akhir pemaparannya.

    Sebelum acara di tutup di berikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya apabila ada hal yang kurang paham, H. KHAFID BUSYRI pengurus PC NU Mojokerto menutup acara dengan doa. (Dikin sorban)

  • ANSOR PACET MENUNJUKKAN BAHWA NU ITU BESAR

    ANSOR PACET MENUNJUKKAN BAHWA NU ITU BESAR

    Pacet, wp.sorbansantri.com – Kirab bendera yang diadakan oleh PC GP Ansor kab. Mojokerto sudah sampai di PAC GP Ansor Pacet tanggal 15 November 2021. Pacet merupakan PAC ke-13 yang menerima panji-panji NU dari PAC Gondang yang selanjutnya diserahkan ke PAC Kutorejo tanggal 16 November 2021.

    Kirab tersebut sudah dimulai hari rabu, 3 November 2021 tepatnya PAC Dawar Blandong dan selanjutnya diserahkan ke PAC-PAC lain yang ada di Kab. Mojokerto. Dan terakhir panji-panji tersebut akan berakhir di PAC Ngoro Minggu, 21 November 2021 selanjutnya dibawa ke kantor PCNU Kab. Mojokerto.

    “Dengan penyerahan panji-panji NU baik lembaga dan banomnya, ini mengisyaratkan kepada kita bahwa NU itu besar. NU bukan punya satu bendera, tapi punya banyak bendera yang insyaAlloh disini ada 56. Itu hanya benderanya saja!! belum lagi manfaat yang diberikan dari masing-masing bendera Lembaga dan Banomnya kepada masyarakat, bangsa dan negara.” kata Bpk Agus Santoso (Ketua MWCNU Pacet kab. Mojokerto) dalam sambutannya di apel penerimaan panji-panji tersebut.

    Setelah melaksanakan apel penerimaan, sahabat-sahabat Ansor, Banser serta Lembaga dan Banom NU lainnya membawa keliling ke ranting-ranting Ansor yang ada di kec. Pacet yang dimulai dari Gedung Graha NU Pacet Mojokerto menuju Cepokolimo, Claket, Kembang belor, Pandan, dll yang merupakan zona timur. Dan di tanggal 16 November 2021 akan lanjut kirab bendera lagi ke zona barat, kesiman Tengah, Wiyu, Sajen, Kemiri dst. Selakian menyerahkan panji-panji NU ke PAC Kutorejo.

    “Disamping siar NU tujuan dari kirab tersebut adalah untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturrahmi NU ( lembaga dan Banom)
    serta Menunjukan kepada masyarakat Mojokerto khususnya bahwa NU itu Besar yang terdapat macam-macam lembaga dan banom” kata Gus Ali Mohammad Nasih ( Ketua PC Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Mojokerto) dalam sambutan Apel Pembukaan kirab. (abi sorban)

  • LAILATUL IJTIMA’ MWCNU JETIS DI MASJID AL IHKLAS POHSENGIR BENDUNG JETIS

    LAILATUL IJTIMA’ MWCNU JETIS DI MASJID AL IHKLAS POHSENGIR BENDUNG JETIS

    Jetis, wp.sorbansantri.com — Lailatul Ijtima’ merupakan kegiatan Warga Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan di semua jenjang kepengurusan NU. Pun demikian dengan kepengurusan Majlis Wakil Cabang (MWC) NU kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto.

    Bertempat di Masjid Al-Ihlas Dsn Pohsengir Ds Bendung, Kegaitan Lailatul Itima’ pada malam hari ini (Senin, 15 November 2021) berjalan khidmad dan lancar.

    Rangkaian acara tersusun padat namun rapih. diawali dengan pembacaan Rotibul hadad, berlanjut dengan sholat-sholat sunnah, pembacaan istighotsah, Mahalul Qiyam, Sambutan sambutan, dan ditutup dengan Mauidzotul Hasanah.

    Dalam sambutannya, Abah Usail selaku Ketua MWC NU kecamatan Jetis menyampaikan himbauan agar para jamaah baik NU struktural maupun NU kultural agar tidak mudah terprovokasi oleh golongan yang ingin merong-rong NU.

    “Semua amaliyah yang kita lakukan mempunyai sanat yang jelas. Tak ada yang melenceng. baik itu tahlil, ziarah kubur, istighotsah, dan semua bisa kita runtutkan hingga ke Kanjeng Nabi Muhammad SAW”

    Tutur Ketua MWC yang biasa dipanggil Abah Sail.

    Sedangkan dalam Mauidzhotul Hasanah yang disampaikan oleh KH Falaqul Alam (Gus Falaq), beliau menekankan kepada semua jamaah yang hadir untuk tetap bertawakkal dan menyerahkan semua masalah yang dirasa tidak mampu untuk diemban, dikembalikan kepada Allah.

    Semua jamaah yang hadir khidmad menyimak wawasan keilmuan baru yang disampaikan oleh Gus Falaq hingga akhir acara dengan penuh kekhusu’an. (Any sorban)

  • Menyikapi Munculnya Perbedaan Afiliasi Ideologi Web Islam di Indonesia

    Menyikapi Munculnya Perbedaan Afiliasi Ideologi Web Islam di Indonesia

    SORBANSANTRI.COM
    Atlas Aswaja An-Nahdliyyah (832)

    Ponorogo, wp.sorbansantri.com – Pergeseran ruang publik Muslim dari offline ke virtual tak bisa dihindari. Ruang ini digunakan oleh para pegiat website untuk menyebarkan pemikiran keagamaan dan politik di dunia maya sesuai dengan corak ideologi mereka. Hal ini tak pelak memicu perbedaan afiliasi ideologi di beberapa website keislaman di Indonesia.
    Inilah yang menjadi fokus penelitian Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan pada Kementerian Agama (Balitbang Diklat Kemenag) tahun 2020 oleh M. Mujibbudin dan M. Fakhru Riza dalam sebuah penelitian berjudul Kontestasi Ideologi Web Keislaman Populer di Indonesia: Antara Moderatisme, Salafisme, dan Islamisme.
    Peneliti menyebut bahwa diskursus keagamaan (Islam) yang selama ini telah jamak dijumpai di ruang publik fisik telah melibatkan banyak ormas Islam di Indonesia. Diskursus tersebut kemudian beralih ke internet mengingat bahwa internet merupakan media baru yang bisa mewujud menjadi ruang publik.
    “Ruang ini digunakan oleh para pegiat website untuk menyebarkan pemikiran keagamaan dan politik di dunia maya sesuai dengan corak ideologinya. Ada banyak website Muslim yang bermunculan dan masing-masing memiliki ideologi dan corak keberislaman sendiri,” tulis peneliti.
    Peneliti juga menyebut bahwa ruang publik baru muslim yang berupa media baru memiliki karakteristik yang sama yaitu bersifat egaliter dan menjadi ruang diskursif untuk mendiskusikan persoalan Islam.
    “Masing-masing media baru memberikan warna sendiri-sendiri tergantung ideologinya. Apabila setiap kelompok umat Islam mengkontestasikan setiap ideologinya dalam media baru maka akan terbentuk sebuah ruang diskursif,” tulis peneliti.
    Hal ini bisa terjadi mengingat terdapat beragam pendapat dan sekte dalam Islam itu sendiri, sehingga antar kelompok bisa saling merebut otoritas agama dalam media baru.
    Lantas bagaimana cara menyikapi fenomena ini? Ada beberapa rekomendasi dari penelitian ini kepada pegiat website, pemerintah, dan peneliti selanjutnya.
    Pertama, untuk pegiat website. Perlu mendorong untuk selalu memberikan informasi dan konten yang konstruktif baik secara politik maupun keagamaan kepada umat Islam khususnya, dan umumnya kepada warga negara Indonesia.
    Kedua, untuk pemerintah atau negara, harus mau menjaga netralitasnya dan tidak mengontrol lebih ruang publik terutama di internet.
    Ketiga, untuk para peneliti diharapkan bisa mengkaji dan menganalisis dengan melibatkan lebih banyak website Islam, sehingga akan didapatkan sebuah gambaran yang lebih komprehensif.(Media Ansor Babadan) 
  • Dituduh Kafir 2 Sisi, Moderasi Islam Melalui Literasi Kitab Kuning

    Dituduh Kafir 2 Sisi, Moderasi Islam Melalui Literasi Kitab Kuning

    Oleh : KH. Ma’ruf Khozin

    wp.sorbansantri.com – Agak grogi juga berbicara di depan para pengasuh dan pengajar Madrasah Diniyah Formal (bertempat di STAI Al Fitrah, Kedinding Surabaya). Sebab intensitas memegang kitab lebih banyak beliau-beliau. Tapi karena saya sudah terbiasa baca perdebatan soal amalan-amalan yang dituduh syirik dan kafir jadinya malah bisa share pengalaman saja.

    Sesuai tema yang diamanatkan kepada saya ternyata cara memahami Islam dengan metode bermazhab dalam literasi kitab kuning sangat moderat. Sebab dari kitab-kitab bermazhab inilah kita mampu menjawab tuduhan kafir dan syirik kepada kita.

    Dua tema yang selalu menghunus tuduhan kafir. Pertama soal Amaliah seperti Tabarruk, Tawassul dan berdoa di kuburan.

    Padahal andaikan ini sebuah dosa menuduh kafir saja tidak boleh berdasarkan hadis berikut yang diperkuat banyak riwayat dari Sahabat:

    ﻋﻦ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ – ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ” «ﻛﻔﻮا ﻋﻦ ﺃﻫﻞ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ، ﻻ ﺗﻜﻔﺮﻭﻫﻢ ﺑﺬﻧﺐ، ﻓﻤﻦ ﻛﻔﺮ ﺃﻫﻞ ﻻ ﺇﻟﻪ ﺇﻻ اﻟﻠﻪ ﻓﻬﻮ ﺇﻟﻰ اﻟﻜﻔﺮ ﺃﻗﺮﺏ» “. ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ ﻓﻲ اﻟﻜﺒﻴﺮ
    Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda: Jagalah dirimu terhadap orang yang membaca kalimat Tauhid, jangan kafirkan mereka karena sebuah dosa. Barangsiapa yang mengkafirkan orang yang membaca kalimat Tauhid maka dia sendiri yang lebih dekat dengan kekufuran” (HR Thabrani)

    Kedua soal sistem negara yang dianggap Thaghut, sistem kafir dan sebagainya. Kita sampaikan riwayat hadis berikut:

    قال رَسُول اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم « يَأْتِى فِى آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الأَسْنَانِ ، سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ ، يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ الْبَرِيَّةِ ، يَمْرُقُونَ مِنَ الإِسْلاَمِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ ، لاَ يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ

    Rasulullah Saw bersabda: “Akan datang di akhir zaman suatu kaum yang usianya masih muda-muda, bodoh-bodoh, mereka berkata dengan sebaik-baik firman Allah, mereka lepas dari Islam seperti panah lepas dari busurnya, dan iman mereka tidak melewati tenggorokannya” (HR al-Bukhari)

    Dari hadis ini dikomentari oleh Al-Hafidz Ibnu Hajar:

    قَوْله ( يَقُولُونَ مِنْ قَوْل خَيْر الْبَرِيَّة ) أَيْ مِنْ الْقُرْآن … وَكَانَ أَوَّل كَلِمَة خَرَجُوا بِهَا قَوْلهمْ : لَا حَكَم إِلَّا اللَّه ، وَانْتَزَعُوهَا مِنْ الْقُرْآن وَحَمَلُوهَا عَلَى غَيْر مَحْمَلهَا .

    “Maksud Sabda Nabi Saw: ‘mereka berkata dengan sebaik-baik firman Allah’, yakni al-Quran. Dan kalimat pertama yang mereka ucapkan adalah ‘Tidak ada pembuat hukum kecuali Allah’. Mereka mengambilnya dari al-Quran dan meletakkannya tidak pada tempatnya” (Fath al-Bari 10/412)

    Sayangnya (masukan saja) para guru Diniyah hanya membuka kitab yang menjadi tugas mengajarnya saja. Andaikan ditambah dengan tema kitab lain akan semakin dahsyat.( abi sorban )