Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • Pra MLB NU Tuntas, Ini 9 Pesan Penting untuk Jam’iyyah

    Pra MLB NU Tuntas, Ini 9 Pesan Penting untuk Jam’iyyah

    Sorbansantri.com Denanyar, Jombang – Rangkaian Pra Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU) yang berlangsung di Denanyar, Jombang, Jawa Timur, resmi selesai. Forum ini menghasilkan sembilan poin pesan moral yang bertujuan untuk menjaga marwah Jam’iyyah NU di tengah kondisi organisasi yang dinilai kurang sehat.

    Kegiatan pra MLB dimulai dengan FGD Evaluasi Kinerja Tiga Tahun PBNU, dilanjutkan dengan silaturahmi bersama masyayikh Jawa Timur, dan diakhiri dengan konsolidasi delegasi NU wilayah se-Indonesia.

    Kritik terhadap Kinerja PBNU
    Pendiri Rabithah Melayu Banjar, KH Sarbani Haira, menyampaikan bahwa kinerja PBNU di bawah KH Miftahul Akhyar (Rais Aam) dan KH Yahya Cholil Staquf (Ketua Umum) belum memadai. “Kondisi ini justru memperburuk konflik berjamaah di berbagai daerah,” ungkapnya, Sabtu (21/12/2024).

    Senada dengan itu, KH Jakfar Sodiq dari Bangka Belitung mengkhawatirkan bahwa kepemimpinan PBNU saat ini dapat mengancam nilai-nilai luhur Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

    Sembilan Pesan Moral Pra MLB NU

    1. Restu Masyayikh Jawa Timur
      Para delegasi NU wilayah sowan ke masyayikh Jawa Timur, yang memberikan restu terhadap gerakan MLB dengan syarat menjaga niat yang tulus, persatuan, dan ukhuwwah nahdliyyah.
    2. Kembali pada Nilai-nilai Utama NU
      Forum mengajak warga NU untuk menghidupkan nilai cinta, kasih sayang, dan persatuan sesuai dengan wasiat muassis Jam’iyyah NU.
    3. Penyusunan Nama AHWA dan Calon Ketua Umum
      Inventarisasi calon Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan Ketua Umum dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas keilmuan dan pengalaman organisasi.
    4. Waktu dan Lokasi MLB
      MLB diusulkan digelar antara Januari 2025 hingga Syawal 1446 H. Beberapa lokasi, seperti Surabaya, Bangkalan, Jombang, dan Cirebon, telah disiapkan sebagai tempat penyelenggaraan.
    5. Strategi Konsolidasi
      Rumusan strategi konsolidasi PWNU-PCNU se-Indonesia disusun dengan prinsip “aman, nyaman, dan rahasia.”
    6. Sosialisasi Hasil Pra MLB
      Hasil-hasil forum akan disosialisasikan ke PWNU, PCNU, dan PCI NU di seluruh Indonesia.
    7. Doa dan Dukungan Masyayikh
      Dukungan masyayikh, sesepuh NU, dan masyarakat luas dimohonkan untuk menjaga kedaulatan agama, organisasi, dan bangsa.
    8. Permohonan Maaf
      Forum memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses ikhtiar menjaga marwah NU.
    9. Permintaan Mundur untuk Gus Ipul
      Forum meminta Saefullah Yusuf (Gus Ipul) mundur sebagai Sekretaris Jenderal PBNU agar fokus menjalankan tugas sebagai Menteri Sosial.

    Kesimpulan
    Pra MLB NU menekankan pentingnya perbaikan organisasi melalui langkah konstitusional dan berkah dari para masyayikh. Forum ini diharapkan menjadi titik awal bagi NU untuk kembali pada jati diri dan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh para pendiri. (AI SORBAN)


  • Oknum Mengatasnamakan Banser di Mojokerto Diduga Lakukan Penipuan

    Oknum Mengatasnamakan Banser di Mojokerto Diduga Lakukan Penipuan

    Mojokerto, 21 Desember 2024 – Kasus penipuan dengan modus mencatut nama Banser kembali terjadi di Kabupaten Mojokerto. Berdasarkan surat pernyataan yang diterima, seorang oknum bernama Syahriel Burhanudin, S.IP, diduga melakukan tindak penipuan terhadap Abdul Chawid dengan mengatasnamakan Banser untuk kepentingan pribadi. Kejadian tersebut berlangsung di Dusun Pakis Wetan, Kecamatan Trowulan, pada 16 Desember 2024.

    Kasus ini memicu keprihatinan masyarakat, terutama terhadap penggunaan nama organisasi besar seperti Banser untuk tindakan yang tidak bertanggung jawab. Dalam surat pernyataan, Pihak II mengakui kesalahannya dan menyatakan penyesalan mendalam serta sepakat untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.

    Perlunya Langkah Pencegahan

    Kasus ini menjadi pelajaran penting agar organisasi seperti Banser atau lainnya memperketat sistem keanggotaan. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah membuat kartu identitas resmi bagi anggota yang dilengkapi dengan nomor unik untuk memudahkan verifikasi. Dengan begitu, masyarakat dapat dengan mudah membedakan anggota resmi dan oknum yang hanya mengaku-ngaku.

    Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga sangat diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan seperti ini. Melalui program sosialisasi, masyarakat dapat dikenalkan dengan ciri-ciri keanggotaan resmi sehingga tidak mudah tertipu.

    Kejadian ini diharapkan menjadi momentum bagi organisasi besar untuk terus memperkuat integritas, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga nama baik dan kepercayaan masyarakat. (AI Sorban)

    @beritasorban Kasus penipuan dengan modus mengatasnamakan Banser kembali mencuat di Mojokerto. Seorang oknum diduga mencatut nama Banser untuk melakukan tindak penipuan terhadap warga di Trowulan. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan, mengingat Banser selama ini dikenal sebagai organisasi yang menjaga keamanan dan persatuan. Untuk mencegah terulangnya kasus serupa, diperlukan langkah konkret seperti penerapan ID Card anggota resmi dan sistem verifikasi keanggotaan yang lebih transparan. Selain itu, masyarakat juga perlu diedukasi agar waspada terhadap modus penipuan seperti ini. Mari bersama jaga kepercayaan masyarakat terhadap organisasi besar dengan langkah nyata. Stop penipuan, tegakkan integritas! Sorbansantri.com Melaporkan! Suara santri, Suara Hati. #PenipuanBanser #OknumMengatasnamakanBanser #BanserMojokerto #StopPenipuan #IdentitasAnggotaResmi #JagaKepercayaan #fypシ゚viral ♬ suara asli – Sorban Santri
  • hujjah ahlussunnah wal jamaah

    hujjah ahlussunnah wal jamaah

    Hujjah Ahlusunah wal Jama’ah (Aswaja) merujuk pada landasan dan argumentasi keagamaan yang digunakan oleh kelompok Islam yang mengikuti ajaran utama Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya dalam aspek aqidah, ibadah, serta muamalah. Istilah ini menekankan pentingnya berpegang teguh pada Al-Qur’an, Sunnah, ijma’ (konsensus ulama), dan qiyas dalam memahami dan menjalankan agama.

    [3d-flip-book id=”2115″ ][/3d-flip-book]

  • GP Ansor Ranting Pakis Gelar Tasarufan untuk Anak Yatim Setiap Kamis Kliwon

    GP Ansor Ranting Pakis Gelar Tasarufan untuk Anak Yatim Setiap Kamis Kliwon

    Pakis, Trowulan – GP Ansor Ranting Pakis terus menunjukkan kepeduliannya terhadap anak-anak yatim di Desa Pakis, Kecamatan Trowulan, Mojokerto. Secara rutin, organisasi pemuda ini mengadakan kegiatan tasarufan setiap Kamis Kliwon, sebuah tradisi mulia yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.

    Acara ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga wujud nyata dari nilai-nilai kepedulian sosial yang diajarkan oleh ajaran Islam. Sahabat Muhamad Yusuf Alhamdani, selaku Koordinator Tasarufan, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meringankan beban para anak yatim sekaligus mempererat hubungan silaturahmi dengan masyarakat sekitar.

    “Kami ingin memastikan bahwa anak-anak yatim di Desa Pakis mendapatkan perhatian dan kasih sayang, terutama dari komunitas di sekitar mereka. Selain memberikan bantuan materi, kami juga berusaha memberikan dukungan moral,” ujar Yusuf Alhamdani.

    Kegiatan tasarufan ini diisi dengan berbagai kegiatan positif, mulai dari doa bersama, pemberian santunan berupa uang atau kebutuhan pokok, hingga makan bersama. Para anggota GP Ansor dan masyarakat setempat dengan antusias terlibat dalam acara ini, menciptakan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

    Salah satu penerima manfaat, Dimas (12), mengungkapkan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan oleh GP Ansor. “Saya senang karena bisa ikut acara ini. Saya merasa diperhatikan dan didukung,” katanya dengan wajah sumringah.

    Acara ini juga mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat setempat, yang berharap agar tradisi baik ini terus dijaga dan ditingkatkan. Mereka melihat kegiatan tasarufan sebagai salah satu upaya konkret untuk menciptakan masyarakat yang saling peduli dan gotong-royong.

    Dengan konsistensi GP Ansor Ranting Pakis dalam mengadakan tasarufan setiap Kamis Kliwon, diharapkan anak-anak yatim di Desa Pakis dapat terus merasakan kebahagiaan dan dukungan dari komunitas sekitar. Tradisi ini tidak hanya menjadi berkah bagi para penerima manfaat, tetapi juga menjadi ladang pahala bagi para donatur dan panitia yang terlibat.


    Sorban Santri – Inspirasi dan Dakwah untuk Semua

    @beritasorban GP Ansor Ranting Pakis, Kecamatan Trowulan, Mojokerto, setiap Kamis Kliwon rutin mengadakan kegiatan tasarufan untuk anak-anak yatim. Acara yang dipimpin oleh Sahabat Muhamad Yusuf Alhamdani ini bertujuan untuk memberikan santunan berupa uang dan kebutuhan pokok, sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat. Kegiatan ini diisi dengan doa bersama, pemberian santunan, dan makan bersama, menciptakan suasana penuh kebahagiaan. Tradisi ini mendapat apresiasi besar dari masyarakat Desa Pakis dan menjadi simbol kepedulian sosial yang kuat. Mari dukung terus kegiatan mulia ini untuk membantu anak-anak yatim merasakan kebahagiaan dan kasih sayang dari lingkungan sekitarnya! #TasarufanAnakYatim #GPAnsorPakis #KamisKliwon #PeduliYatim #DesaPakis #TrowulanBerbagi #fypシ ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Keresahan Perwakilan PWNU se-Indonesia Terhadap Kepemimpinan PBNU 2022-2027 Disorot dalam FGD Pra-MLB NU

    Keresahan Perwakilan PWNU se-Indonesia Terhadap Kepemimpinan PBNU 2022-2027 Disorot dalam FGD Pra-MLB NU

    SURABAYA – Ketua Panitia Pra-Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (NU), KH Mas Maftuh, mengungkapkan bahwa perwakilan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) se-Indonesia yang menghadiri focus group discussion (FGD) Pra-Muktamar Luar Biasa NU di Surabaya, Selasa (17/12), merasakan keresahan yang sama terhadap kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027.

    “Perselisihan, perpecahan, saling curiga, dan saling menjatuhkan antarkader, baik dalam struktur maupun di luar struktur NU, menjadi fenomena yang paling dikhawatirkan saat ini,” ujar Kiai Maftuh.

    Menurutnya, meski dalam kadar tertentu dinamika semacam ini bisa dianggap wajar dalam organisasi, situasi selama kepemimpinan PBNU 2022-2027 memperlihatkan peningkatan signifikan dalam perselisihan dan perpecahan tersebut. Kondisi ini bahkan merambah hingga ke tingkat Majelis Wakil Cabang (MWC) dan ranting.

    Kepemimpinan PBNU Dinilai Kontra Produktif

    Kiai Maftuh menyebut bahwa pemicu utama kondisi ini bukan berasal dari daerah, melainkan dari gaya kepemimpinan PBNU yang dinilai mengatasnamakan kebijakan dan penegakan aturan dengan jargon “tegak lurus, satu komando bersama PBNU.”

    “Apa yang dilakukan PBNU justru kontra produktif terhadap arah dan amanat Muktamar ke-34 NU di Lampung,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Keluarga Besar Pondok Pesantren Ndresmo itu mengungkapkan bahwa fenomena ini mencerminkan hilangnya nilai utama NU dalam jiwa dan kepribadian pemimpin PBNU.

    “Nilai cinta, kasih sayang, rukun, bersatu, dan pribadi unggul yang menjadi perintah, nasihat, sekaligus wasiat Hadratussyeikh KH M. Hasyim Asy’ari dalam mukadimah Qonun Asasi NU seolah memudar,” katanya.

    Evaluasi Kinerja PBNU dalam FGD

    FGD yang digelar bertujuan mengevaluasi kinerja PBNU serta mengukur tingkat konsistensi Mandataris Muktamar ke-34 NU di Lampung terhadap enam indikator utama, yaitu:

    1. Konsistensi terhadap Qonun Asasi NU.
    2. AD-ART NU.
    3. Khittah NU.
    4. Visi, misi, dan tujuan program.
    5. Arah Kebijakan NU 100 Tahun ke-2.
    6. Arah Program 2021-2026/2022-2027.

    Hasil evaluasi peserta FGD menunjukkan bahwa kinerja PBNU dinilai berada di luar garis yang telah ditentukan. “Kinerja PBNU bahkan cenderung melenceng, sehingga dikhawatirkan dapat menyebabkan NU kehilangan jiwa dan kepribadiannya,” kata Kiai Maftuh.

    Ia menambahkan bahwa model kepemimpinan PBNU saat ini berpotensi merusak akar keluhuran nilai, budaya, dan kearifan berbasis Islam Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) serta berbasis pesantren.

    @beritasorban Surabaya menjadi saksi keresahan para perwakilan PWNU se-Indonesia yang hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) Pra-Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama. Ketua Panitia, KH Mas Maftuh, menyoroti meningkatnya perselisihan, perpecahan, dan saling curiga di tubuh NU selama kepemimpinan PBNU periode 2022-2027. Fenomena ini bahkan merambah hingga ke tingkat MWC dan ranting. Kiai Maftuh menilai, pemicunya adalah kebijakan PBNU yang dianggap kontra produktif terhadap amanat Muktamar ke-34 di Lampung. Dalam FGD, peserta mengevaluasi kinerja PBNU berdasarkan enam indikator utama, termasuk Qonun Asasi dan Khittah NU. Hasilnya, kinerja PBNU dinilai melenceng dan dikhawatirkan dapat menggerus nilai Aswaja dan tradisi pesantren. Apakah NU mampu kembali ke jalur semangat persatuan dan kasih sayang yang diwariskan Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari? Mari kita nantikan langkah selanjutnya. #PraMLBNU #KepemimpinanPBNU #NUBersatu #FGDPraMLB #MuktamarNU #KhittahNU #AswajaBerkarya #NU100Tahun #NUIndonesia #RukunBersatu #fory ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Kiai Toni Wanggai: Nahdliyin Papua Kecewa dengan PBNU

    Kiai Toni Wanggai: Nahdliyin Papua Kecewa dengan PBNU

    Sorbansantri.com – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua 2021-2026, KH Toni Victor Mandawiri Wanggai, menilai keputusan yang diambil Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terhadap PWNU Papua telah mengabaikan perasaan Nahdliyin di Bumi Cenderawasih.

    “Keputusan-keputusan yang diambil para pemangku kebijakan di tubuh PBNU tidak boleh mengabaikan realitas sosial umat. Sebaliknya, keputusan tersebut seharusnya menjadi peneguh persatuan, bukan pemicu perpecahan,” ujar Kiai Toni pada Selasa (17/12).

    Menurut Kiai Toni, ketika umat merasa tercederai oleh kebijakan yang tidak sesuai dengan amanah konstitusi, maka kepercayaan akan terancam runtuh. Hal ini berpotensi menghilangkan legitimasi moral organisasi di hadapan umat yang dilayani.

    “Dengan berat hati, umat Islam di Papua mengecam segala bentuk upaya yang berpotensi memecah belah,” tegasnya.

    Kiai Toni mengingatkan bahwa organisasi besar seperti NU tidak hanya dibangun di atas struktur administratif, melainkan juga pada fondasi nilai-nilai luhur yang menjiwai setiap langkahnya.

    “Apa yang terjadi ketika pedoman itu tergoyahkan? Bagaimana muruah organisasi dapat dijaga di tengah badai perbedaan dan godaan kuasa? Di tanah Papua, pertanyaan-pertanyaan ini hadir tidak hanya sebagai retorika, tetapi sebagai ujian nyata atas komitmen bersama,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Kiai Toni menjelaskan bahwa umat Islam di Papua hidup dalam keberagaman. Mayoritas dari mereka adalah Nahdliyin yang memandang NU bukan sekadar organisasi, melainkan rumah spiritual dan penjaga keharmonisan sosial.

    “Papua adalah wilayah dengan medan dakwah yang kompleks. Kondisi geografis yang luas dan sulit dijangkau, keterbatasan infrastruktur, hingga perbedaan budaya menjadi tantangan yang hanya dapat dijawab dengan kebijaksanaan dan strategi yang matang,” ujarnya.

    Namun, tantangan dakwah ini semakin berat ketika internal organisasi terguncang oleh kebijakan yang dianggap tidak berpijak pada konstitusi yang disepakati bersama.

    “Tantangan dakwah ini kian bertambah berat ketika internal organisasi sendiri terguncang oleh keputusan yang dianggap tidak berpijak pada konstitusi yang disepakati bersama,” pungkas Kiai Toni. (AI Sorban)

    @beritasorban Ketua PWNU Papua, Kiai Toni Wanggai, menyampaikan kekecewaan Nahdliyin Papua terhadap keputusan PBNU yang dinilai mengabaikan realitas sosial umat. Menurutnya, NU seharusnya menjadi pemersatu, bukan pemicu perpecahan. Papua memiliki medan dakwah yang kompleks dengan tantangan geografis dan budaya. Namun, kebijakan yang dianggap tidak berpijak pada konstitusi justru menambah beban umat. Kiai Toni mengingatkan, NU adalah rumah spiritual bagi mayoritas umat di Papua. Kebijakan yang tepat dan berlandaskan nilai luhur sangat penting untuk menjaga kepercayaan Nahdliyin dan muruah organisasi di tengah ujian yang ada. #NU #KiaiToniWanggai #Papua #SolidaritasNU #PWNU #PBNU #SuaraNahdliyin #PersatuanUmat #fyp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Membaca Dinamika NU Struktural dan Kultural: Friksi, Tantangan, dan Solusi

    Membaca Dinamika NU Struktural dan Kultural: Friksi, Tantangan, dan Solusi

    Oleh Redaksi Sorban Santri

    Dalam beberapa waktu terakhir, istilah NU Struktural dan NU Kultural menjadi sorotan di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). Kedua istilah ini kerap dipertentangkan dan menjadi bahan diskusi hangat. Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan NU Struktural dan NU Kultural, serta bagaimana dinamika keduanya dalam kehidupan organisasi dan masyarakat?

    NU Struktural: Pilar Organisasi

    NU Struktural merujuk pada orang-orang yang terlibat langsung dalam kepengurusan formal Nahdlatul Ulama. Mereka duduk di berbagai posisi, mulai dari syuriyah, tanfidziyah, hingga badan otonom NU di berbagai tingkatan, dari pusat hingga ranting.

    Sebagai jam’iyyah (organisasi), keberadaan NU Struktural sangat penting untuk menjaga eksistensi dan menggerakkan program-program nyata, seperti pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan pengembangan sumber daya manusia. Namun, kinerja struktural sering menjadi sorotan, terutama ketika kader dinilai mandek atau hanya fokus pada politik praktis, tanpa memberikan manfaat nyata bagi jama’ah.

    Ketika NU Struktural tidak menjalankan fungsinya dengan optimal, kritik muncul. Beberapa pihak bahkan menyerukan untuk kembali pada “NU Kultural” yang dianggap lebih murni dan bebas dari kepentingan elit politik.

    NU Kultural: Penggerak Tradisi

    NU Kultural merujuk pada individu atau kelompok di lingkungan NU yang tidak masuk dalam struktur formal organisasi. Mereka seringkali aktif melestarikan tradisi keagamaan seperti tahlilan, maulidan, dan manaqiban, yang secara alami berjalan di masyarakat tanpa perlu campur tangan struktural.

    Namun, istilah ini kadang digunakan secara negatif untuk menggambarkan orang-orang yang merasa termarjinalkan dari kepengurusan formal NU. Beberapa dari mereka bahkan mengkritik atau melakukan penggembosan terhadap NU Struktural.

    Di sisi lain, kader-kader muda NU yang potensial dan memiliki loyalitas sering kali menghadapi kendala untuk masuk ke dalam kepengurusan struktural karena monopoli kelompok tertentu. Akibatnya, istilah NU Kultural semakin mengemuka sebagai antitesis terhadap NU Struktural.

    Mencari Jalan Tengah

    Fenomena ini menggarisbawahi pentingnya moderasi dalam menyikapi dinamika di tubuh NU. Berikut adalah beberapa solusi yang dapat diterapkan:

    1. Rekrutmen Berbasis Kompetensi: Kader NU dengan bakat, minat, dan loyalitas tinggi harus diberi akses untuk masuk ke dalam struktur organisasi. Kepentingan pribadi atau kelompok sempit harus disingkirkan demi kepentingan umat.
    2. Harmoni antara Struktural dan Kultural: Dikotomi antara NU Struktural dan Kultural harus dihentikan. Semua elemen NU, baik di dalam maupun di luar struktur formal, harus bersinergi mendukung program-program NU, khususnya yang berskala nasional.
    3. Kedewasaan Politik: NU perlu mendewasakan orientasi politiknya, terutama bagi kader yang terlibat dalam politik praktis. Konflik internal akibat rivalitas politik harus diminimalisir demi menjaga persatuan dan fokus pada kepentingan jama’ah.

    Tantangan Global dan Lokal

    Di tengah tantangan global dan lokal yang semakin kompleks, NU harus mampu menjawab kebutuhan umat dengan tetap berpegang pada prinsip moderasi ahlus sunnah wal jama’ah: tawassuth (moderat), tasamuh (toleran), tawazun (seimbang), dan ‘adl (adil). Dengan demikian, NU dapat terus menjadi pilar penting dalam kehidupan keagamaan, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

    Apakah friksi antara NU Struktural dan Kultural dapat diselesaikan? Kolaborasi dan kesadaran kolektif adalah kuncinya.

    @beritasorban Struktural dan kultural, dua elemen penting di tubuh Nahdlatul Ulama yang kerap dibenturkan. Padahal, keduanya saling melengkapi. NU Struktural menjadi penggerak organisasi, sementara NU Kultural menjaga tradisi Islam Nusantara yang khas. Sayangnya, dikotomi ini justru memicu konflik, apalagi ketika politik praktis ikut campur. Sorban Santri menegaskan, NU harus kembali pada khittah 1926: politik kebangsaan yang berorientasi pada kemaslahatan umat. Regenerasi harus berbasis kompetensi dan loyalitas, tanpa diskriminasi. Saatnya NU Struktural dan Kultural bersinergi, mengawal tradisi sekaligus memberdayakan umat. Bersama, NU bisa menjawab tantangan zaman, lokal maupun global. #NUKultural #NUStruktural #KolaborasiNU #fypシ゚ ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Pra-MLB NU Akan Dimulai 17 Desember 2024: Konsolidasi Menuju Muktamar Luar Biasa

    Pra-MLB NU Akan Dimulai 17 Desember 2024: Konsolidasi Menuju Muktamar Luar Biasa

    Sorbansantri.com – Ketua Panitia Pelaksana Pra-Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU), Mas Maftuh, mengungkapkan bahwa rangkaian kegiatan Pra-MLB NU akan dimulai pada 17 Desember 2024. Dalam pernyataan resmi yang diterima oleh wp.sorbansantri.com pada Rabu (11/12/2024), Mas Maftuh menyebutkan bahwa panitia telah menyelesaikan rapat koordinasi teknis di Surabaya untuk memastikan kelancaran acara tersebut.

    Forum Konsolidasi dan Kajian Terpumpun Mas Maftuh menjelaskan bahwa Pra-MLB NU merupakan langkah awal menuju Muktamar Luar Biasa yang diharapkan menjadi forum konsolidasi untuk menyelaraskan visi para pihak yang terlibat. “Pra-MLB ini dikemas sebagai forum kajian terpumpun (focus group discussion/FGD) dan konsolidasi tindak lanjut yang bersifat nonformal,” ujar Mas Maftuh.

    Kegiatan ini mengusung tema “Evaluasi Kinerja PBNU Masa Khidmat 2022-2027, Seberapa Mendesak MLB NU?” yang bertujuan untuk menilai sejauh mana kebutuhan akan Muktamar Luar Biasa dan menyusun rumusan teknis pelaksanaannya.

    Silaturahmi dan Persiapan AHWA Selain FGD, panitia juga merencanakan agenda silaturahmi bersama para masyayikh dan kiai sepuh pada 20-21 Desember 2024. Pada 21 Desember, forum konsolidasi akan digelar untuk menajamkan hasil FGD sekaligus mengidentifikasi nama-nama calon anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan calon Ketua Umum PBNU yang akan diajukan dalam MLB NU. “Forum ini akan mengikuti ketentuan yang diatur dalam ART NU, Pasal 74, ayat (2),” tambah Mas Maftuh.

    Kontroversi MLB NU Di sisi lain, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, sebelumnya menanggapi isu MLB NU yang terus bergulir hingga akhir tahun. Ulil menyebut forum MLB NU sebagai “forum liar” yang tidak memiliki legitimasi. “Dalam bahasa NU, ini adalah forum yang tidak mu’tabar, tidak sah untuk dijadikan rujukan,” tegas Ulil di Jakarta pada Jumat (1/11/2024).

    Ulil juga mengkritik agenda MLB yang dinilai bertentangan dengan prinsip-prinsip organisasi. Konflik ini diduga berkaitan dengan hubungan PBNU dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang saling berupaya menunjukkan pengaruhnya melalui jalur eksternal.

    Tahapan Menuju MLB NU Dengan dimulainya rangkaian kegiatan Pra-MLB pada 17 Desember 2024, agenda ini menjadi sorotan penting dalam dinamika internal NU. Apakah langkah ini akan menghasilkan rumusan konkret yang diterima secara luas, atau justru menambah polemik dalam organisasi, masih menjadi pertanyaan yang akan terjawab dalam waktu dekat.

    Saksikan perkembangan selanjutnya hanya di wp.sorbansantri.com.

    @beritasorban Assalamualaikum, Sobat Nahdliyin. Agenda Pra-Muktamar Luar Biasa Nahdlatul Ulama (MLB NU) dipastikan akan dimulai pada 17 Desember 2024 di Surabaya. Ketua panitia, Mas Maftuh, menyebut forum ini menjadi wadah konsolidasi dan kajian fokus untuk mengevaluasi kinerja PBNU masa khidmat 2022-2027. Dengan tema 'Seberapa Mendesak MLB NU?', kegiatan ini akan diikuti oleh diskusi strategis hingga identifikasi calon Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dan Ketua Umum PBNU. Namun, PBNU sendiri menolak tegas MLB NU ini, menyebutnya sebagai forum tidak legitimate. Terlepas dari kontroversi, panitia terus mempersiapkan langkah menuju MLB NU yang dirancang untuk masa depan NU. Ikuti perkembangan lengkapnya di wp.sorbansantri.com! Mari bersama kita doakan yang terbaik untuk Nahdlatul Ulama. Wassalamualaikum. #PraMLBNU #NU2024 #MuktamarLuarBiasa #PBNU #KonsolidasiNU #fyppppppppppppppppppppppp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Apakah Bayi yang Meninggal dalam Kandungan Perlu Diberi Nama? Ini Penjelasannya

    Apakah Bayi yang Meninggal dalam Kandungan Perlu Diberi Nama? Ini Penjelasannya

    BERITA VIDEO

    Sorbansantri.com – Dalam Islam, pemberian nama bagi bayi yang meninggal dalam kandungan sebelum usia 4 bulan tidak diwajibkan. Hal ini karena ruh baru ditiupkan pada janin setelah memasuki usia 4 bulan kehamilan.

    Namun, jika seorang ibu ingin memberikan nama untuk bayi yang meninggal sebelum usia tersebut, hal itu tidak dilarang. Pemberian nama dapat menjadi cara untuk mengenang kehadiran bayi meskipun hanya sekejap. Nama tersebut juga dapat disebutkan dalam doa-doa yang dipanjatkan untuk sang buah hati.

    Doa untuk Bayi yang Telah Pergi
    Mendoakan bayi yang meninggal dalam kandungan menjadi bentuk kasih sayang dari orang tua. Doa tidak hanya dipanjatkan saat pertama kali mendengar kabar duka, tetapi juga setiap hari. Surah Al-Fatihah dan Yasin dapat dibacakan untuk mendoakan agar si Kecil mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

    Jika nama sudah disiapkan, menyebut namanya dalam doa dapat memperkuat ikatan batin antara orang tua dan sang bayi.

    Mendoakan Bersama untuk Menguatkan Hati
    Selain Mama, Papa juga disarankan untuk turut mendoakan. Janin yang meninggal tetap memiliki ikatan batin dengan orang tuanya. Melalui doa bersama, orang tua dapat merasakan ketenangan dan saling menguatkan dalam menghadapi kehilangan.

    Meskipun kehilangan bayi adalah pengalaman yang sangat menyedihkan, penting untuk merelakan dan mengikhlaskannya. Jangan biarkan kesedihan berlarut-larut. Dengan doa, Mama dan Papa dapat merasakan keikhlasan dan kekuatan untuk melanjutkan hidup.

    Kesimpulan
    Memberi nama pada bayi yang meninggal dalam kandungan adalah pilihan. Mendoakan si Kecil dan mengenangnya dengan kasih sayang adalah cara terbaik untuk menghormati kehadirannya, meskipun hanya sebentar.

    Berikut adalah doa-doa untuk bayi yang meninggal dalam kandungan, disertai dengan terjemahannya:

    1. Doa Memohon Ampunan dan Rahmat untuk Bayi:
      Arab:
      اللَّهُمَّ أَجِرْهُ وَأَجِرْنَا مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، وَاجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِأَبَوَيْهِ وَشَفِيعًا مُجَابًا، اللَّهُمَّ فَعَظِّمْ بِهِ أُجُورَنَا، وَأَطِلْ بِهِ أَعْمَالَنَا، وَاجْعَلْهُ فِي عِلْمِكَ سَابِقًا وَفِي كِتَابِكَ سَعِيدًا.Terjemahan:
      “Ya Allah, lindungilah dia (bayi) dan lindungilah kami dari fitnah dunia dan akhirat. Jadikanlah dia simpanan pahala dan tabungan bagi kedua orang tuanya, serta pemberi syafaat yang diterima. Ya Allah, besarkanlah pahala kami karenanya, panjangkanlah amal kami, dan jadikanlah dia dalam ilmu-Mu sebagai pendahulu kami dan dalam catatan-Mu sebagai anak yang bahagia.”
    2. Doa Memohon Keikhlasan dan Kekuatan:
      Arab:
      إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ، اللَّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا.Terjemahan:
      “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berikanlah aku pahala atas musibah ini dan gantikanlah dengan sesuatu yang lebih baik darinya.”
    3. Doa untuk Kebaikan Bayi di Akhirat:
      Arab:
      اللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ، وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ، وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ.Terjemahan:
      “Ya Allah, janganlah Engkau halangi kami dari pahalanya, jangan pula Engkau timpakan fitnah setelahnya, dan ampunilah kami serta dia.”

    Semoga doa-doa ini menjadi sarana ketenangan bagi keluarga yang berduka dan membawa keberkahan bagi bayi yang telah meninggal dunia.(AI Sorban)

    @beritasorban Bayi yang meninggal dalam kandungan tetap memiliki ikatan batin dengan orang tuanya. Dalam Islam, memberi nama untuk bayi yang meninggal sebelum usia 4 bulan tidak diwajibkan. Namun, pemberian nama dapat menjadi cara untuk mengenang dan menyebutnya dalam doa. Mama dan Papa bisa memanjatkan doa, seperti membaca Surah Al-Fatihah dan Surah Yasin untuk mendoakan si Kecil yang telah pergi. Jangan lupa untuk mendoakan bersama agar saling menguatkan hati. Doa ini tidak hanya menjadi wujud kasih sayang, tetapi juga bentuk keikhlasan dalam menerima takdir Allah SWT. Meski belum sempat bertemu, si Kecil akan merasa tenang dengan doa orang tua yang terus menyertainya. Tetap kuat dan percaya bahwa Allah memiliki rencana terbaik. #DoaUntukBayi #BayiDalamKandungan #IslamicGuidance #Keikhlasan #KasihSayangOrangTua #fypシ゚ ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Gus Dullah: Putra Kiai Sepuh yang Siap Maju di Pilkada Mojokerto 2024 dengan Restu Ayahanda

    Gus Dullah: Putra Kiai Sepuh yang Siap Maju di Pilkada Mojokerto 2024 dengan Restu Ayahanda

    BERITA VIDEO

    Sa’dullah Syarofi bin Chusain Ilyas, yang akrab disapa Gus Dullah, adalah sosok yang tidak hanya dikenal sebagai putra kiai sepuh, tetapi juga sebagai tokoh yang sudah lama berkontribusi dalam memberikan ilmu kepada masyarakat. Kini, Gus Dullah mengambil langkah besar dengan memutuskan untuk maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Mojokerto 2024.

    Sebagai anak dari KH. Husaein Ilyas, seorang kiai sepuh yang telah lama dikenal sebagai guru dan pembimbing umat, Gus Dullah mengemban amanah besar dalam membawa nilai-nilai keagamaan dan sosial yang diwariskan oleh sang ayah. Namun, kali ini, ia memutuskan untuk mengambil peran yang lebih besar dalam kancah politik daerah.

    Keputusan Gus Dullah untuk maju dalam Pilkada Mojokerto 2024 bukanlah keputusan yang diambil dengan sembarangan. Dalam langkah besar ini, ia siap mempertaruhkan nama baik ayahnya, KH. Husaein Ilyas, yang telah lama dikenal sebagai sosok yang sangat dihormati di kalangan masyarakat dan pesantren. Gus Dullah menyadari bahwa nama besar ayahnya menjadi salah satu aset berharga yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab.

    Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan, Gus Dullah menegaskan bahwa niatnya untuk maju dalam Pilkada Mojokerto bukanlah untuk sekadar berambisi pribadi, melainkan untuk melanjutkan perjuangan ayahnya dalam membangun masyarakat dan memperkuat nilai-nilai keagamaan di tanah Mojokerto. Ia juga mengungkapkan bahwa langkah ini diambil setelah mendapatkan restu penuh dari ayahnya, KH. Husaein Ilyas.

    “Dengan segala doa dan restu yang saya terima dari ayahanda, saya merasa yakin untuk maju dalam Pilkada Mojokerto. Saya tidak akan main-main dalam langkah ini. Saya bertekad untuk mengabdi kepada masyarakat Mojokerto dengan sepenuh hati, membawa perubahan yang positif, dan menegakkan nilai-nilai yang telah diajarkan oleh ayah saya,” ungkap Gus Dullah dengan penuh keyakinan.

    Gus Dullah dikenal luas sebagai sosok yang bijaksana, memiliki wawasan keagamaan yang luas, dan selalu dekat dengan masyarakat. Pengalamannya yang panjang dalam dunia pendidikan dan dakwah memberikan fondasi yang kuat baginya untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya memperhatikan kepentingan politik, tetapi juga kesejahteraan masyarakat.

    Dengan restu ayahnya yang sangat dihormati, Gus Dullah kini bertekad untuk membawa perubahan di Mojokerto dengan visi yang jelas, yaitu mewujudkan daerah yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis. Masyarakat Mojokerto kini menantikan apakah Gus Dullah dapat mengukir sejarah baru dalam Pilkada 2024 dan mewujudkan harapan mereka untuk masa depan yang lebih baik.

    @beritasorban Sa’dullah Syarofi bin Chusain Ilyas, atau yang akrab disapa Gus Dulloh, adalah putra KH. Husaein Ilyas, kiai sepuh yang telah lama mengabdikan hidupnya untuk menebar ilmu agama di Mojokerto. Kini, Gus Dulloh mengambil langkah besar dengan maju dalam Pilkada Mojokerto 2024. Langkah ini bukan keputusan main-main. Gus Dulloh dengan tegas menyatakan bahwa ia siap mempertaruhkan nama besar sang ayah, KH. Husaein Ilyas, yang begitu dihormati masyarakat. “Dengan restu dan doa ayahanda, saya bertekad maju. Ini bukan ambisi pribadi, tetapi amanah untuk membawa perubahan yang lebih baik bagi Mojokerto,” ujarnya. Berbekal pengalaman dalam dakwah dan pendidikan, Gus Dulloh hadir dengan visi membangun Mojokerto yang lebih maju, sejahtera, dan harmonis. Akankah keberanian dan tanggung jawabnya mampu membawa Mojokerto ke arah yang lebih baik? Warga Mojokerto menantikan jawabannya di Pilkada 2024. #Gusdulloh #ikfinafahmawati #pilkadamojokerto #viral #fyppppppppppppppppppppppp ♬ suara asli – Sorban Santri