Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • Peringati Maulid Nabi, Bupati Ikfina Ajak Santri di Mojokerto Jadi Generasi yang Beriman dan Berilmu

    Peringati Maulid Nabi, Bupati Ikfina Ajak Santri di Mojokerto Jadi Generasi yang Beriman dan Berilmu

    BERITA VIDEO

    Mojokerto – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, mengajak para santri di wilayah Mojokerto untuk menjadi generasi yang tidak hanya beriman, tetapi juga berilmu. Kegiatan peringatan Maulid Nabi yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di Mojokerto.

    Dalam sambutannya, Bupati Ikfina menekankan pentingnya meneladani akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyoroti peran santri sebagai ujung tombak generasi muda yang berpotensi besar dalam membangun bangsa dan negara.

    “Santri tidak hanya harus kuat dalam iman, tetapi juga unggul dalam ilmu pengetahuan. Dua hal ini harus seimbang, karena dengan iman yang kuat dan ilmu yang luas, kita bisa membangun masyarakat yang lebih baik dan sejahtera,” ujar Bupati Ikfina dalam sambutannya.

    Bupati juga mengajak seluruh santri untuk terus meningkatkan semangat belajar, baik dalam ilmu agama maupun ilmu umum. Dengan begitu, para santri dapat menjadi pemimpin masa depan yang berakhlak mulia dan memiliki wawasan luas.

    Selain itu, Bupati Ikfina juga menyampaikan pesan penting terkait perkembangan teknologi dan globalisasi yang semakin pesat. Ia mengingatkan para santri agar tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam dan moralitas, meski berada di era modern yang penuh tantangan.

    “Teknologi adalah sarana, bukan tujuan. Jadikan teknologi sebagai alat untuk menyebarkan kebaikan dan memperdalam ilmu. Jangan sampai kita terbawa arus negatif yang bisa merusak moral dan kepribadian,” tambahnya.

    Acara peringatan Maulid Nabi ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti pembacaan shalawat, tausiyah dari ulama setempat, serta pemberian penghargaan kepada santri berprestasi. Peringatan ini menjadi momen penting bagi para santri dan masyarakat Mojokerto untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan meneladani nilai-nilai mulia yang diajarkan Rasulullah SAW.

    Dengan pesan yang disampaikan Bupati Ikfina, diharapkan para santri di Mojokerto dapat terus berkembang menjadi generasi yang tidak hanya beriman, tetapi juga cerdas, berakhlak, dan mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

    https://www.tiktok.com/@beritasorban/video/7415426948412853512?is_from_webapp=1&sender_device=pc&web_id=7367711534430750215

  • PBNU Diuji, JATMAN Tolak Undangan, Ancam Kudeta

    PBNU Diuji, JATMAN Tolak Undangan, Ancam Kudeta

    Surabaya, Sorbansantri.com – Keharmonisan internal Nahdlatul Ulama (NU) kembali diuji. Kali ini, Jami’yah Ahlith Thoriqoh Al Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) menolak undangan silaturahmi dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Keputusan ini diambil setelah JATMAN mencurigai adanya upaya pengambilalihan kepengurusan.


    Dalam surat resmi yang ditandatangani oleh Rois Aam JATMAN, Dr Habib Muhammad Luthfiy Ali Bin Yahya, JATMAN secara tegas melarang seluruh anggotanya untuk menghadiri acara silaturahmi yang dijadwalkan pada tanggal 19 September 2024 di Hotel Bumi Kota Surabaya. JATMAN menilai bahwa acara tersebut bukan sekadar silaturahmi biasa, melainkan sebuah upaya untuk mengkudeta kepengurusan yang sah.


    “Kami telah memantau bahwa materi silaturahmi yang akan diselenggarakan PBNU tersebut substansinya adalah menindaklanjuti hasil perbincangan kehadiran sekelompok orang yang mengatasnamakan mursyid JATMAN ke PBNU dan diterima oleh Ketua Umum PBNU,” tulis Rois Aam JATMAN dalam suratnya.


    JATMAN juga mengancam akan memberikan sanksi tegas bagi seluruh anggota yang nekat menghadiri acara tersebut. Sanksi tersebut akan berupa sanksi keanggotaan dan kemungkinan sanksi lainnya yang akan ditentukan kemudian.


    Menanggapi penolakan JATMAN, pihak PBNU belum memberikan pernyataan resmi. Namun, surat undangan yang ditandatangani oleh Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa, dan Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Drs H Lukman Khakim, menunjukkan bahwa PBNU sangat mengharapkan terjalinnya silaturahmi yang baik dengan JATMAN.


    Konflik antara PBNU dan JATMAN ini tentunya menimbulkan kekhawatiran di kalangan Nahdliyin. Banyak yang berharap agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan masalah ini secara musyawarah dan mufakat demi menjaga keutuhan NU.

  • Ironi Penolakan BANSER oleh Raja-Raja Bali saat Apel Kesetiaan di Tengah Muktamar PKB

    Ironi Penolakan BANSER oleh Raja-Raja Bali saat Apel Kesetiaan di Tengah Muktamar PKB

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Pada hari-hari terakhir ini, muncul kejadian yang cukup mengundang perhatian publik, terutama dalam lingkup keagamaan dan politik. BANSER, yang dikenal sebagai sayap paramiliter Nahdlatul Ulama (NU) dengan semangat perjuangan kemanusiaan tanpa mengenal golongan, ras, atau afiliasi politik, justru mengalami penolakan dari raja-raja Bali saat menggelar Apel Kesetiaan beberapa hari yang lalu.

    Kegiatan yang seharusnya menjadi wujud komitmen BANSER terhadap NKRI ini malah menjadi kontroversi. Ironisnya, Apel Kesetiaan ini diadakan bertepatan dengan pelaksanaan Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Bali, yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat Apel Kesetiaan tersebut berlangsung. Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa kurangnya koordinasi dan komunikasi yang baik menjadi penyebab utama gesekan antara BANSER dan pihak-pihak setempat.

    Seharusnya, sebagai organisasi yang sudah dilatih dengan kedisiplinan tinggi dan kepekaan terhadap situasi di lapangan, BANSER mampu mengantisipasi dampak atau efek dari kegiatan yang mereka lakukan, terutama jika berpotensi menimbulkan konflik dengan pihak lain. Namun, kenyataannya, instruksi untuk menggelar Apel Kesetiaan ini seolah dilakukan secara tiba-tiba, tanpa perencanaan yang matang. Hal ini terbukti dari perintah mendadak untuk memulangkan BANSER yang baru saja tiba di Bali.

    Kejadian ini menjadi sorotan, terutama di tengah memanasnya hubungan antara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan PKB, dua entitas yang memiliki ikatan historis dan emosional yang kuat. Penolakan ini, selain menyiratkan adanya ketidakharmonisan antara kedua belah pihak, juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana BANSER, sebagai bagian dari NU, dapat mempertahankan netralitasnya di tengah situasi politik yang semakin kompleks.

    Publik kini menanti langkah selanjutnya dari BANSER dan NU dalam menyikapi situasi ini, serta bagaimana mereka akan menjaga komitmen terhadap prinsip-prinsip perjuangan yang selama ini mereka junjung tinggi. (AI Sorban)

    @beritasorban BANSER yang dikenal dengan semangat perjuangan kemanusiaan tanpa memandang ras atau politik, mengalami penolakan dari raja-raja Bali saat menggelar Apel Kesetiaan. Ironisnya, acara ini bertepatan dengan Muktamar PKB yang hanya berjarak tidak terlalu jauh. Tanpa koordinasi yang baik, kegiatan BANSER ini justru menimbulkan gesekan, bahkan perintah untuk memulangkan pasukan BANSER dilakukan secara tiba-tiba. Di tengah memanasnya hubungan PBNU dan PKB, kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang netralitas dan komitmen BANSER. Bagaimana tanggapan mereka? #BANSER #ApelKesetiaan #RajaBali #MuktamarPKB #fyppppppppppppppppppppppp ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Mubes Alim Ulama Bangkalan Serukan Amanah Bangkalan: Menuju Muktamar Luar Biasa PBNU

    Mubes Alim Ulama Bangkalan Serukan Amanah Bangkalan: Menuju Muktamar Luar Biasa PBNU

    Berita Video

    Sorbansantri.com, Bangkalan, 18 Agustus 2024 — Sejumlah ulama dan kiai kharismatik dari Jawa Timur berkumpul dalam Musyawarah Besar (Mubes) Alim Ulama yang diadakan di Bangkalan pada hari Minggu, 18 Agustus 2024. Pertemuan ini diadakan untuk menyikapi dinamika dan polemik yang sedang melanda Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhir-akhir ini. Dengan suasana yang penuh keprihatinan, para ulama sepakat untuk mengeluarkan sebuah deklarasi penting yang dikenal sebagai “Amanah Bangkalan.”

    Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh ulama terkemuka seperti Kiai Haji Marzuki Mustamar, Kiai Haji Salam Sohim, Kiai Haji Jazuli, dan beberapa ulama lainnya yang dikenal luas di kalangan Nahdliyin. Mereka menyampaikan kekhawatiran mendalam terhadap berbagai persoalan yang melanda PBNU, baik dari sisi internal maupun eksternal.

    Tujuh Poin Penting Amanah Bangkalan

    Dalam “Amanah Bangkalan,” para ulama menyuarakan tujuh poin utama yang dianggap krusial untuk menyelamatkan organisasi NU dari krisis yang tengah berlangsung:

    1. Pelanggaran Terhadap AD/ART dan Moral Organisasi: PBNU hasil Muktamar Lampung dituding telah melakukan pelanggaran berat terhadap konstitusi organisasi, aturan-aturan dasar, dan moral berorganisasi. Pelanggaran ini dianggap telah merusak prinsip-prinsip dasar NU.
    2. Politik Praktis yang Melanggar Khitthah 1926: Para ulama menuding PBNU terlibat dalam politik praktis yang tidak sesuai dengan Khitthah 1926, yang seharusnya menjadi panduan utama bagi organisasi.
    3. Pembentukan Presidium Penyelamat NU: Mubes sepakat untuk membentuk Presidium Penyelamat Organisasi NU yang akan bertugas mempersiapkan Muktamar Luar Biasa (MLB) untuk merombak total kepengurusan PBNU saat ini.
    4. Koordinasi dan Konsolidasi dengan Ulama dan Pengasuh Pesantren: Presidium ini akan mengkoordinasikan dan mengonsolidasikan amanah ini kepada para ulama, pengasuh pesantren, serta pengurus NU di seluruh Indonesia dan dunia.
    5. Penyelenggaraan Forum Lanjutan: Mubes juga menyepakati perlunya diselenggarakan forum lanjutan untuk mencari solusi cepat dan tepat atas berbagai masalah yang terjadi di tubuh NU.
    6. Langkah Strategis untuk Penyelamatan NU: Para ulama memberikan mandat kepada Presidium NU untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam menyelamatkan organisasi ini.
    7. Sekretariat Presidium di Denanyar, Jombang: Sekretariat Presidium Penyelamat NU akan ditempatkan di Kasepuhan Pondok Pesantren Denanyar, Jombang, Jawa Timur.

    Polemik Nasab Habib dan Sejarah NU

    Selain isu internal, polemik terkait nasab Habib Balawi dan sejarah NU menjadi sorotan dalam pertemuan ini. Persoalan ini dinilai telah menimbulkan konflik yang signifikan di kalangan Nahdliyin, terutama di tingkat akar rumput. PBNU dianggap tidak serius dalam menangani polemik ini, sehingga memperuncing perpecahan di antara warga NU yang pro dan kontra terhadap para habib.

    Terkait dengan polemik ini, para ulama mengingatkan bahwa NU memiliki tanggung jawab moral untuk menyelesaikan masalah ini dengan bijaksana agar tidak terjadi konflik horizontal di kalangan umat Islam di Indonesia.

    Menuju Muktamar Luar Biasa

    Deklarasi “Amanah Bangkalan” ini menegaskan bahwa Muktamar Luar Biasa (MLB) adalah jalan yang harus ditempuh untuk menyelamatkan NU dari krisis. Jika MLB benar-benar terlaksana, maka besar kemungkinan seluruh jajaran pengurus PBNU akan dirombak total dan digantikan dengan kepengurusan yang baru.

    Sebagai kader dan warga NU, kita berharap agar polemik ini dapat diselesaikan dengan baik demi menjaga keutuhan dan masa depan Nahdlatul Ulama. Semoga amanah para kiai sepuh ini dapat membawa NU kembali ke jalan yang benar, sesuai dengan Khitthah 1926 dan nilai-nilai luhur organisasi.

    Wallahu a’lam bish-shawab. (AI Sorban)

    @beritasorban Mubes Alim Ulama di Bangkalan, Jawa Timur, memunculkan 'Amanah Bangkalan'sebuah seruan penting yang menyerukan Muktamar Luar Biasa untuk menyelamatkan NU dari krisis yang melanda. Sejumlah ulama sepuh, seperti Kiai Haji Marzuki Mustamar dan Kiai Haji Salam Sohim, menuding PBNU telah melakukan pelanggaran berat terhadap AD/ART dan Khitthah 1926. Lebih dari itu, polemik terkait nasab Habib Balawi dan sejarah NU semakin memperuncing perpecahan di tubuh NU. Presidium Penyelamat NU dibentuk untuk mempersiapkan langkah-langkah strategis menuju perubahan besar. Simak terus perkembangan terbarunya hanya di SorbanSantri.com! #AmanahBangkalan #MuktamarLUARBIASA #PenyelamatNU #UlamaJawaTimur #PolemikPBNU #Khittah1926 #NUBerbenah #fyppppppppppppppppppppppp #foryoupage ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Gebyar Sholawat dan Pengajian Meriahkan Puncak HUT RI-79 di Pacet Nggapuk

    Gebyar Sholawat dan Pengajian Meriahkan Puncak HUT RI-79 di Pacet Nggapuk

    Berita Video

    Gebyar Sholawat Semarakan Peringatan HUT RI-79

    Pada tanggal 19 Agustus 2024 mendatang, warga Pacet Nggapuk, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto akan memasuki acara puncak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-79. Setelah menyelenggarakan dua kegiatan sebelumnya yaitu lomba-lomba dan malam tasyakuran pada tanggal 16 Agustus, acara puncak ini akan dimeriahkan dengan gebyar sholawat dan pengajian.

    Kolaborasi Istimewa Majlis Bronto Sholawat dan Gus Zudi Sarwojati

    Gebyar sholawat ini diprediksi akan menarik banyak pengunjung. Hal ini dikarenakan adanya kolaborasi istimewa antara Majlis Bronto Sholawat asal Mojokerto dan Gus Zudi Sarwojati dari Jombang. Majlis Bronto Sholawat dikenal dengan kemampuan mereka dalam menyuguhkan sholawat yang menyejukkan hati, sementara Gus Zudi Sarwojati adalah seorang penceramah yang terkenal dengan kepiawaiannya dalam mengurai hikmah dan nasehat.

    Persiapan Matang untuk Acara Puncak

    Untuk memberikan pengalaman terbaik bagi para hadirin, panitia telah menyiapkan layar lebar serta panggung yang spektakuler. Hal ini dimaksudkan agar pengunjung dapat menikmati sajian sholawat dan pengajian dengan nyaman. Antusiasme warga Pacet Nggapuk akan peringatan HUT RI-79 ini diharapkan dapat semakin mempererat tali silaturahmi antarwarga, sekaligus menambah semangat kebangsaan. (AI Sorban).

    @beritasorban Pada tanggal 19 Agustus 2024, warga Pacet Ngagapuk, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, akan merayakan puncak peringatan HUT RI ke-79 dengan penuh semangat. Setelah sukses menggelar lomba pada tanggal 16 Agustus dan malam tasyakuran yang khidmat, acara puncak akan diisi dengan Gebyar Sholawat dan pengajian. Yang istimewa, acara ini akan menghadirkan duet Majlis Bronto Sholawat asal Mojokerto dengan pengajian oleh Gus Zudi Sarwojati dari Jombang. Dengan layar lebar dan panggung megah yang disiapkan, acara ini diprediksi akan ramai dan memberikan pengalaman spiritual serta hiburan yang luar biasa bagi semua yang hadir. Jangan lewatkan momen bersejarah ini, mari bersama meriahkan HUT RI ke-79! #fypdong ♬ suara asli – Sorban Santri
  • MWC NU Pacet Pimpin Gerakan Penyelamatan Lingkungan: Langkah Konkret Hadapi Ancaman Ekosistem

    MWC NU Pacet Pimpin Gerakan Penyelamatan Lingkungan: Langkah Konkret Hadapi Ancaman Ekosistem

    Berita Video

    Pacet, Mojokerto – Aktivitas manusia yang tidak terkendali mengancam keseimbangan lingkungan di Kecamatan Pacet. Pembuangan sampah sembarangan, perburuan satwa liar, dan perubahan fungsi lahan menjadi ancaman nyata yang merusak ekosistem di wilayah ini. Kondisi ini membuat banyak satwa yang dulunya mudah ditemui, kini tinggal cerita.

    Dalam kurun waktu 10-20 tahun terakhir, berbagai jenis satwa seperti serangga, burung, ikan, dan mamalia kecil semakin sulit ditemukan. Aktivitas memancing yang dulunya bisa dilakukan di sungai-sungai kini hanya bisa dilakukan di kolam komersial, karena sungai-sungai miskin satwa. Anak-anak yang mencoba bermain di sungai pun hanya menemukan onggokan sampah, membuat mereka lebih memilih bermain dengan perangkat android mereka.

    Polusi udara, tanah, dan air semakin menjadi pemandangan sehari-hari akibat rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga daya dukung lingkungan. Perburuan liar dengan jaring, senapan, perangkap kimia, fisik, serta alat listrik untuk perburuan ikan semakin memperparah keadaan. Metode ini tidak hanya merusak ekosistem tetapi juga membunuh satwa air secara massal.

    Ketidakseimbangan lingkungan ini berbahaya dan mengancam kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung. Udara yang tercemar dan air yang kotor merupakan ancaman langsung bagi kesehatan masyarakat. Sementara itu, hilangnya rantai makanan alami menyebabkan ledakan populasi serangga yang dapat merusak tanaman. Hilangnya predator alami seperti burung dan ular mengakibatkan penurunan kualitas produk pertanian dan meningkatkan risiko gagal panen.

    Langkah Konkret MWC NU Pacet

    Menyikapi situasi ini, MWC NU Pacet mengeluarkan rekomendasi konkret untuk mengatasi ancaman tersebut. Mereka mendorong desa-desa di Kecamatan Pacet untuk mengambil langkah-langkah berikut:

    1. Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik: Mengadakan program sosialisasi dan pelatihan kepada warga mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta mendaur ulang sampah.
    2. Pengawasan Ketat Terhadap Perburuan Liar: Melibatkan masyarakat dalam pengawasan dan pelaporan aktivitas perburuan liar serta bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menindak pelaku.
    3. Pelestarian Fungsi Lahan: Menghentikan alih fungsi lahan di kawasan konservasi serta melakukan reboisasi dan penghijauan kembali pada lahan-lahan yang rusak.
    4. Pendidikan Lingkungan: Mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui program-program sekolah dan kegiatan komunitas.

    MWC NU Pacet berharap rekomendasi ini tidak hanya diimplementasikan di Kecamatan Pacet, tetapi juga diadopsi oleh desa-desa lain di Kabupaten Mojokerto untuk menjaga keseimbangan lingkungan demi masa depan yang lebih baik.

    Penulis: Imron Rosyadi

    @beritasorban MWC NU Pacet mengambil langkah tegas untuk menyelamatkan lingkungan di Kecamatan Pacet dari ancaman kerusakan. Dengan polusi, perburuan liar, dan perubahan fungsi lahan yang merusak ekosistem, MWC NU Pacet mengeluarkan rekomendasi konkret untuk desa-desa di wilayah ini. Mereka menggalakkan pengelolaan sampah yang lebih baik, pengawasan ketat terhadap perburuan liar, pelestarian fungsi lahan, dan pendidikan lingkungan bagi masyarakat. Upaya ini bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan ekosistem, menjaga kualitas hidup, dan melindungi kesehatan masyarakat. Bergabunglah dengan gerakan ini untuk masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. #MWCNUPacet #LingkunganHidup #PelestarianAlam #PacetHijau #EkosistemSeimbang #GerakanHijau #StopPerburuanLiar #SelamatkanPacet #fyp #foryoupageofficiall #fypdongggggggg ♬ suara asli Sorban Santri
  • Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pacet Keluarkan Surat Edaran Sikap Politik Tahun 2024

    Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pacet Keluarkan Surat Edaran Sikap Politik Tahun 2024

    Berita Video

    Pacet, wp.sorbansantri.com 28 Juni 2024 — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pacet mengeluarkan surat edaran penting terkait sikap politik menjelang tahun politik 2024. Surat bernomor 154/MWC/A.II/L.11.14/VI/2024 ini menekankan pentingnya persatuan, persaudaraan, ketenangan, dan keharmonisan di tengah situasi politik yang memanas.

    Dalam edaran tersebut, MWC NU Kecamatan Pacet menekankan bahwa persatuan dan persaudaraan antarumat harus dijaga dengan baik. Mereka menghimbau agar setiap individu dan kelompok tetap menjaga ketenangan dan keharmonisan demi menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.

    Selain itu, ada instruksi khusus kepada pengurus dan pimpinan organisasi NU untuk mensosialisasikan pesan-pesan ini kepada umat. Mereka diharapkan dapat memberikan rasa nyaman dan keyakinan yang benar kepada masyarakat, sehingga situasi politik tidak mengganggu kehidupan sehari-hari dan hubungan sosial di lingkungan sekitar.

    Surat edaran ini ditutup dengan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dan harapan agar seluruh elemen organisasi NU dapat bekerja sama dalam mencapai tujuan yang telah diamanatkan.

    Dengan dikeluarkannya surat edaran ini, MWC NU Kecamatan Pacet menunjukkan komitmen mereka dalam menjaga persatuan dan kedamaian di tengah tahun politik yang penuh tantangan. (AI Sorban)

    @beritasorban Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Pacet mengeluarkan surat edaran nomor 154/MWC/A.II/L.11.14/VI/2024 yang berisi sikap politik mereka untuk tahun 2024. Surat ini menekankan pentingnya persatuan, persaudaraan, ketenangan, dan keharmonisan di tengah situasi politik yang memanas. Dalam surat tersebut, MWC NU Kecamatan Pacet menginstruksikan kepada pengurus dan pimpinan organisasi NU untuk mensosialisasikan dan memberikan rasa nyaman serta keyakinan yang benar kepada umat. Mereka berharap seluruh elemen organisasi NU bekerja sama dalam menjaga situasi tetap kondusif dan damai. Edaran ini ditutup dengan ucapan terima kasih dan harapan agar semua pihak dapat berpartisipasi dalam mencapai tujuan yang diamanatkan. Dengan langkah ini, MWC NU Kecamatan Pacet berkomitmen menjaga kedamaian dan persatuan di tengah tahun politik yang penuh tantangan. #SikapPolitikNU2024 #PersatuanDanPersaudaraan #KetenanganDiTahunPolitik #NUKecamatanPacet #HarmoniDalamPolitik #FYP #foryoupage ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Virus IDOLA Kian Menyebar di Kab. Mojokerto: Ikfina dan Sya’dulloh Syahrofi Dijagokan Masyarakat untuk Pilkada 2024

    Virus IDOLA Kian Menyebar di Kab. Mojokerto: Ikfina dan Sya’dulloh Syahrofi Dijagokan Masyarakat untuk Pilkada 2024

    Berita Video

    Mojokerto, Sorbansantri.com – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, fenomena politik yang disebut sebagai “Virus IDOLA” semakin menyebar di Kabupaten Mojokerto. Fenomena ini merujuk pada popularitas dua tokoh, Ikfina dan Sya’dulloh Syahrofi, yang semakin kuat di kalangan warga masyarakat dan Nahdliyin setempat.

    Ikfina, yang dikenal sebagai sosok dengan pengalaman dan integritas tinggi, dan Sya’dulloh Syahrofi, yang memiliki dukungan kuat dari kalangan Nahdliyin, dianggap sebagai pasangan ideal untuk memimpin Mojokerto ke depan. Keduanya mendapatkan banyak dukungan dari berbagai lapisan masyarakat yang menginginkan perubahan positif dan kemajuan di kabupaten ini.

    Dalam berbagai kesempatan, warga Mojokerto mengungkapkan harapan mereka agar Ikfina dan Sya’dulloh dapat membawa angin segar dalam pemerintahan lokal. “Kami percaya mereka bisa membawa perubahan nyata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar salah satu warga yang ditemui di kegiatan jagongan politik .

    Selain itu, banyak yang berpendapat bahwa kombinasi pengalaman Ikfina dan dukungan basis Nahdliyin yang dimiliki Sya’dulloh Syahrofi merupakan kekuatan besar yang mampu mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi Kabupaten Mojokerto.

    Dengan semakin dekatnya Pilkada 2024, antusiasme masyarakat terhadap pasangan Ikfina dan Sya’dulloh Syahrofi terus meningkat. Mereka berharap pasangan ini dapat memenangkan hati pemilih dan membawa perubahan yang diharapkan di Kabupaten Mojokerto. (AI Sorban)

    @beritasorban Menjelang Pilkada 2024, Virus IDOLA semakin merebak di Kabupaten Mojokerto. Fenomena ini menggambarkan popularitas Ikfina dan Sya'dulloh Syahrofi yang terus meningkat di kalangan warga dan Nahdliyin setempat. Ikfina, dikenal dengan integritas dan pengalamannya, serta Sya'dulloh Syahrofi yang memiliki dukungan kuat dari Nahdliyin, dijagokan sebagai pasangan ideal untuk memimpin Mojokerto ke depan. Dukungan luas dari berbagai lapisan masyarakat menggarisbawahi harapan besar mereka untuk perubahan positif dan kemajuan. Dengan semakin dekatnya Pilkada, antusiasme terhadap pasangan ini terus memuncak, mencerminkan keinginan masyarakat untuk pemerintahan yang lebih baik. #Pilkada2024 #Mojokerto #Ikfina #SyadullohSyahrofi #VirusIDOLA #MojokertoBersatu #NahdliyinMojokerto #fyp #fypdong #foryoupage ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Ulil Abshar Abdalla: PBNU Siap Hadapi Perundungan Akibat Izin Tambang

    Ulil Abshar Abdalla: PBNU Siap Hadapi Perundungan Akibat Izin Tambang

    Berita Video

    Sorbansantri.com – Ketua PBNU Ulil Abshar Abdalla mengakui bahwa NU saat ini menjadi sasaran perundungan karena menerima izin usaha pengelolaan tambang. Menurut Ulil, hal ini adalah risiko yang harus diterima, mengingat keputusan yang diambil untuk mengelola sumber daya alam. “Enggak apa-apa, itu bagian dari risiko, jer basuki mawa bea,” ujarnya dalam diskusi Fraksi PAN DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

    Ulil menyadari resistensi muncul karena aspek lingkungan yang menjadi isu penting saat ini. Meski perubahan iklim adalah isu besar, Ulil menolak pandangan yang menganggap pengelolaan batubara sebagai sesuatu yang najis. “Tambang itu anugerah Allah SWT untuk bangsa ini. Harus dikelola dengan baik, bukan dinajiskan,” tegasnya.

    PBNU juga telah membentuk perusahaan baru untuk mengelola tambang yang diberikan oleh pemerintah. Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan bahwa ini adalah langkah kesiapan organisasi menerima konsesi pemerintah. Namun, nama badan usaha yang dibentuk belum diumumkan secara resmi. (AI Sorban)

    @beritasorban Ketua PBNU, Ulil Abshar Abdalla, mengakui bahwa Nahdlatul Ulama saat ini menghadapi perundungan dari berbagai kalangan akibat menerima izin usaha pengelolaan tambang. Menurut Ulil, ini adalah risiko yang harus diterima atas keputusan tersebut, karena tidak ada kenikmatan tanpa usaha keras. Ulil juga menolak pandangan yang menganggap batubara sebagai sesuatu yang najis, menyatakan bahwa tambang adalah anugerah Allah SWT untuk bangsa ini dan harus dikelola dengan baik. PBNU telah membentuk perusahaan baru untuk mengelola tambang yang diberikan oleh pemerintah, sebagai bagian dari kesiapan menerima konsesi. #IzinTambangPBNU #PBNU #UlilAbsharAbdalla #TambangBatubara #KrisisLingkungan #PerundunganPBNU #JerBasukiMawaBea #fyp #fypシ゚viral ♬ suara asli – Sorban Santri
  • Gus Dulloh Menjelma Sebagai IDOLA Bagi Kader Ansor Kab. Mojokerto

    Gus Dulloh Menjelma Sebagai IDOLA Bagi Kader Ansor Kab. Mojokerto

    Berita Video

    Mojokerto, Jawa Timur – Pada Senin, 24 Juni 2024, di ndaleman Sooko, Mojokerto, para mantan pengurus Ansor dan Banser mengadakan pertemuan penting. Acara ini dihadiri oleh Gus Dulloh, atau Sya’dulloh Syarofi, yang saat ini digadang-gadang sebagai calon Wakil Bupati Mojokerto 2024 berpasangan dengan Ikfina Fahmawati. Kehadirannya semakin memperkuat dukungan dari para kader Ansor Kabupaten Mojokerto.

    Gus Dulloh telah lama dikenal sebagai figur yang militan dan khidmat dalam Nahdlatul Ulama (NU). Dedikasinya terhadap organisasi ini menjadikan dia sosok yang di IDOLA kan oleh kader Ansor. Dalam pertemuan tersebut, Gus Dulloh memberikan pesan kuat kepada para hadirin, “Kalau sudah mempercayakan amanah kepada saya, ya harus mau bertanggung jawab juga menjaga amanah tersebut, jangan setelah terwujud malah ditinggal tidak diawasi.”

    Para mantan pengurus Ansor dan Banser yang hadir di acara tersebut mengadakan diskusi dan rembukan yang membuahkan hasil dengan nama “Ansor Banser Ngiblat Ngulon”. Inisiatif ini menegaskan arah perjuangan dan visi mereka yang didasari semangat Gus Dulloh.

    Para peserta pertemuan merasa optimis bahwa Gus Dulloh akan membawa perubahan positif. Mereka percaya bahwa pengalaman dan militansi Gus Dulloh akan menjadi modal berharga dalam memimpin dan membangun Kabupaten Mojokerto menuju masa depan yang lebih baik.

    Dengan dukungan yang kuat dari para kader Ansor, Gus Dulloh diharapkan dapat mewujudkan visi dan misinya untuk Mojokerto. Kepercayaan yang diberikan oleh para kader menunjukkan bahwa Gus Dulloh tidak hanya dilihat sebagai seorang pemimpin, tetapi juga sebagai inspirasi bagi generasi muda yang ingin melihat Mojokerto berkembang dan berprestasi. (AI Sorban)

    @beritasorban "Kalau sudah mempercayakan amanah kepada saya, ya harus mau bertanggung jawab juga menjaga amanah tersebut, jangan setelah terwujud malah ditinggal tidak diawasi," kata Gus Dulloh. Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan "Ansor Mojokerto Ngiblat Kulon," yang menegaskan arah perjuangan mereka. Dukungan kuat dari kader Ansor diharapkan dapat membantu Gus Dulloh dan Ikfina Fahmawati membawa kemajuan dan keberkahan bagi Kabupaten Mojokerto. #IDOLA #GusDulloh #IkfinaDulloh #AnsorMojokerto #MojokertoBerkah #PemimpinMilitan #NU #NgiblatKulon #KaderAnsor #fyp #fypシ゚viral #fyyyyyyyyyyyyyyyy ♬ suara asli – Sorban Santri