Kategori: Religius

berita yang fokus pada aspek keagamaan, seperti ajaran agama, praktik keagamaan, perkembangan dalam komunitas keagamaan, dan isu-isu terkait keagamaan. Berita ini dapat mencakup liputan tentang acara keagamaan, ceramah agama, perayaan agama, dan pandangan agama terhadap isu-isu kontemporer. Tujuannya adalah untuk memberikan informasi yang mendalam dan mendukung pemahaman yang lebih baik tentang aspek keagamaan dalam masyarakat.

  • MEMBELA TANAH AIR TIDAK ADA DALILNYA

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Seumur-umur tidak ada yang berani menantang Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari. Jangankan menantang, menentangpun tidak ada yang berani. Bahkan mendongakkan kepala dihadapan beliau saja tidak ada yang berani. Hanya HTI yang berani “berlawanan” dengan Hadratussyeikh. Hanya satu kata yang patut disematkan kepada Felix Siauw, belajar lagi.

    Gelar “Hadratussyeikh” bukan gelar sembarangan. Hadratussyeikh itu gelar di atasnya syeikh. Di Arab bahkan Timur Tengahpun paling tinggi gelarnya hanya “syeikh”. Artinya di tanah Hijaz, beliau sangat dihormati. Bahkan ketika Mbah Wahab (KH Wahab Hasbullah) yang ditunjuk untuk menggagalkan pembongkaran makam Nabi, yang dilakukan pemerintah Arab Saudi ketika itu, beliau “disepelekan” ulama Sunni dan Syiah Arab. Namun begitu beliau bilang muridnya Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari, langsung ulama Sunni dan Syiah hormat ke beliau (Mbah Wahab) karena ta’dzim kepada Hadratussyeikh KH Hasyim Asyari.

    Lha kok sekarang, ada orang HTI si Felix yang muallaf (baru masuk Islam) berani-beraninya berkata nasionalisme tak ada dalilnya, yang mana berlawanan statemen dengan Hadratussyeikh. Dengan “ijtihad” beliau Hadratussyeikh yang meletakkan posisi Islam dan Indonesia, keislaman dengan kebangsaan dalam satu nafas sehingga didapatkan jargon HUBBUL WATHON MINAL IMAN, cinta tanah air sebagian dari iman.

    Eeehhhh…..si Felix justru bilang nasionalisme tak ada dalilnya, yang mana bertentangan dengan apa yang di-“fatwa”-kan KH Hasyim Asyari. Beliau Hadratussyeikh itu paham sekali Alquran Hadits. Hadratussyeikh mendapat ijazah dan sanad langsung hadits Shahih Bukhari Muslim. Beliau juga hafal dan paham kutubussittah beserta rijalul haditsnya.

    Lha kok……. si Felix bilang nasionalisme tak ada dalilnya, yang.menentang Hadratussyeikh, beliau telah menelorkan jargon hubbul wathon minal iman. Apakah si Felix lebih alim dari Hadratussyeik KH Hasyim Asyari. Padahal ketika itu beliau adalah satu-satunya ulama rujukan, baik ulama Timur Tengah maupun Indonesia. Bung Karno pun saat mau memutuskan perjalanan bangsa Indonesia selalu mohon arahan dan doa restu Hadratussyeikh.

    HUBBUL WATHON MINAL IMAN, cinta tanah air (nasionalisme) sebagian dari iman. Hadratussyeikh KH Hasyim Asy’ari berkata:

    “Agama dan nasionalisme adalah dua kutub yang tak berseberangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan keduanya saling menguatkan”

    Doa Nabi ﷺ :
    “Ya Allah jadikanlah kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah” (HR Bukhari).

    Doa kami bangsa Indonesia:
    “Ya Allah, jadikan kami mencintai Indonesia seperti cinta kami kepada Makkah dan Madinah, kota yang dicintai Rasul-Mu”

    Lha kok ada anak kemarin sore, dedengkot HTI berani menegasikan beliau Hadratussyeik. Ya, hanya satu kata untuk si Felix, belajar lagi.(abi-sorban)

  • Pemimpin ISIS ternyata agen Mossad Israel

    Pemimpin ISIS ternyata agen Mossad Israel

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online – Sejumlah media asing, diantaranya Veterans Today, mengatakan pemimpin ISIS Abu Bakar Al – Baghdadi adalah orang Yahudi tulen, yg paling mengejutkan adalah, dikatakan bahwa dia adalah agen sejati Mossad (Agen rahasia luar negeri Israel).

    Dijelaskan bahwa nama asli Abu Bakar Al – Baghdadi adalah Emir Daash alias Simon Elliot alias Elliot Shimon. Dia lahir Donostia-San Sebastián, Spaingi Yahudi asal orang tuanya dan direkrut serta dilatih Mossad utk membuat kekacauan di kawasan Timur Tengah serta perang sesama masyarakat Arab dan muslim.

    Hal ini makin menjelaskan kebocoran rahasia dari bekas agen NSA (Agen rahasia Amerika Serikat) Edward Snowden, yg menyebut ISIS sebenarnya adalah ciptaan dari inteligen Amerika Serikat, Inggris dan Israel.

    Mereka menciptakan sebuah organisasi militer yg mengklaim kekhalifahan Islam dgn Abu Bakar Al – Baghdadi diusung sebagai khalifah utk menarik para militan Islam dari seluruh dunia untuk bergabung di dalamnya.

    Bukti nyata bahwa ISIS adalah ciptaan ISRAEL makin ketara ketika organisasi militan ini menyerang negara-negara Arab yg sedang kacau, diantaranya Irak dan Suriah.

    ISIS kini telah menguasai sebahagian wilayah Suriah dan Irak. Di Suriah mereka mendirikan pusat pemerintahan di Raqqa dan telah menguasai kota besar Mossul di Irak.

    ISIS mengklaim sebagai organisasi militan bernafas Islam, kelompok ini meledakkan makam Nabi Yunus dan mengancam akan meledakkan Ka`bah (Kiblat umat muslim se-dunia). ISIS juga mengancam menghancurkan Pemerintahan Hamas di Gaza Palestina , yg saat ini sedang diserang Israel .

    Parahnya di Indonesia, ISIS mendapat simpati dari segolongan orang yg secara sukarela mendaftarkan diri sebagai pengikut. Tanpa menyelidiki atau mencari kebenaran infomasi tentang ISIS.

    Wujud fakta nya bahwa para militan ISIS yg cedera dirawat di RS Israel di Dataran Tinggi Golan, persempadanan dgn Suriah. Setelah sehat diantar kembali ke semula. TIADA SATU PUN PELURU ISIS KE ARAH ISRAEL, padahal sebahagian wilayah penempatan mereka bersempadan dgn Golan (wilayah Suriah yg di kuasai Israel).

    Pembentukan ISIS adalah strategi “madu”, menarik para lebah militan Islam yg secara buta terpesona utk hijrah ke negara “Khalifah”.

    Setelah terkumpul dan terpisah dgn yg moderat, setelah mereka dimanfaatkan, langkah Israel dan Barat adalah menghapuskan para militan tersebut, dgn pengeboman massal dengan cara (genocide) yaitu Pembunuhan yang disengajakan oleh sekumpulan besar orang, terutamanya kumpulan etnik atau bangsa tertentu. Seperti memisahkan serigala dari domba.

    ISIS juga bertujuan menghancurkan kestabilan negara yg bersempadan dgn Israel : Suriah, Yordan, Lebanon Selatan, Mesir Sinai. AGAR NEGARA ZIONIS AMAN. Dgn taktik BATU API, perang saudara, issu Sunni versus Syiah, moderat versus fundamentalis, Islam versus Kristen, Kurdi versus Arab . Banyak muslim termakan isu tersebut, termasuk di indonesia.

    Sekali lagi, ini adalah RANCANGAN BESAR Zionis Yahudi

    Waspadalah……!!!

    Pengertian ISIS…..
    I. ISRAEL
    S. SECRET
    I. INTELIGENT
    S. SERVICES.

    Free to Share…

    #StrategiIsrael

    (abi SORBAN)

  • Penyakit Menular Di Masa Nabi

    Penyakit Menular Di Masa Nabi

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI- Ada seorang Sahabat bernama Muaiqib, beliau terkena penyakit judzam atau kusta. Penularan penyakit ini sangat lambat dan tidak sampai menularkan kepada Sahabat yang lain. Mengapa? Karena Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sudah memperingatkan sejak awal:

    ﻭَﻓِﺮَّ ﻣِﻦَ اﻟْﻤَﺠْﺬُﻭْﻡِ ﻛَﻤَﺎ ﺗَﻔِﺮُّ ﻣِﻦَ اﻷَﺳَﺪِ

    Larilah kamu dari orang yang terkena penyakit kusta seperti kamu lari dari singa (HR Bukhari No 5707)

    Kemudian bagaimana dengan hadis bahwa Nabi pernah makan bersama Muaiqib ini?

    ﻋﻦ ﺟﺎﺑﺮ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ، ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: ﺃﺧﺬ ﺑﻴﺪ ﺭﺟﻞ ﻣﺠﺬﻭﻡ ﻓﺄﺩﺧﻠﻬﺎ ﻣﻌﻪ ﻓﻲ اﻟﻘﺼﻌﺔ، ﺛﻢ ﻗﺎﻝ: «ﻛﻞ، ﺛﻘﺔ ﺑﺎﻟﻠﻪ ﻭﺗﻮﻛﻼ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﻪ»

    Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah bahwa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memegang tangan orang yang punya penyakit kusta dan memasukkan tangannya ke piring dan Nabi bersabda: “Makanlah, percaya kepada Allah dan pasrah kepada Allah” (HR Ibnu Majah)

    Makna hadis ini dijawab oleh Al Hafidz Ibnu Katsir:

    ﺃﻭ ﻛﺎﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ ﺧﺼﺎﺋﺺ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻘﻮﺓ ﺗﻮﻛﻠﻪ

    Boleh jadi makan bersama dengan orang sakit kusta adalah kekhususan bagi Nabi shalla Allahu alaihi wasallam karena tingginya tawakal beliau (Al Bidayah wa Niahayah 5/356)

    Artinya kita tidak boleh abai terhadap penyakit menular dengan dalil hadis kedua (Ibnu Majah), yang ternyata dinilai dhaif oleh sebagian ulama. Tetap ekstra hati-hati terhadap penyakit menular seperti hadis perintah menjauhi orang yang mengidap penyakit menular seperti kita menghindar dari .

    Cara menghindar saat ini:
    1. Jaga Jarak
    2. Pakai Masker
    3. Rajin Cuci Tangan

    (abi Sorban) post kh ma’ruf khozin

  • IKUTI YG MAYORITAS

    IKUTI YG MAYORITAS

    SORBANSANTRI.COM

    oleh : kyai Ahmad Muzammil

    siapakah mereka
    Rasululullah ﷺ bersabda ;

    “ما كان الله لا يجمع هذه الأمة على ضلالة أبداً، وإن يد الله مع الجماعة هكذا، فعليكم السواد الأعظم، فإن من شذ في النار”

    “Sesungguhnya Allah tidak menghimpun umat ini diatas kesesatan selamanya. Dan tangan Allah bersama Al jama’ah. maka hendaklah kalian bersama As-Sawad Al-A’dzham [kelompok muslimin terbanyak] dan barangsiapa yang menyimpang, maka ia menyimpang ke neraka”(Hadist shahih riwayat Al-Hakim dan At-Tirmidzi )

    Pada hadits lain disebutkan Rasululullah ﷺ bersabda ;

    وَإنّ هَذِهِ الْمِلّةَ سَتـَفْترَِقُ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَْ فِرْقَةً، ثِنْتَانِ وَسَبـْعُوْنَ فيِ النَّارِ وَوَاحِ دَةٌ فيِ الجَْنّةِ وَهِيَ الجَْمَاعَةُ (رَوَاهُ أبـُوْ دَاوُد)

    “Dan sesungguhnya umat agama ini akan pecah menjadi tujuh puluh tiga golongan,
    tujuh puluh dua di neraka, dan hanya satu di surga; dan dia adalah Al jama’ah [kelompok mayoritas]”.
    (HR. Abu Dawud)

    Rasululullah ﷺ bersabda ;

    إن أمتي لا تجتمع على ضلالة . فإذا رأيتم اختلافا فعليكم بالسواد الأعظم…

    “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas [as-sawad al a’dzham].”
    (HR. Ibnu Majah, Abdullah bin Hamid, at Tabrani, al Lalika’i, Abu Nu’aim. Menurut Al Hafidz As Suyuthi dalam Jamius Shoghir, ini adalah hadits Shahih)

    al-Imam as-Suyuthi rahimahullaah menafsirkan kata As-sawadul A’dzham sebagai sekelompok (jamaah) manusia yang mayoritas/terbanyak, yang bersatu dalam satu jalan manhaj yang lurus. (Lihat: Syarah Sunan Ibnu Majah: 1/283). Menurut al-Hafidz al-Muhaddits Imam Suyuthi, As-Sawad Al-A’dzham merupakan mayoritas umat Islam.

    Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Atsqolani menukil perkataan Imam Ath-Thabari mengenai makna kata “jama’ah” dalam hadits Bukhari yang berbunyi, “Hendaknya kalian bersama jamaah”, beliau berkata, “Jamaah adalah As-Sawad Al-A’dzham.” (Lihat Fathul Bari juz 13 hal. 37)
    Ibnu Hajar al-Atsqolani pun memaknai “Jama’ah” sebagai As-Sawad Al-A’zhom (mayoritas umat Islam). (abi sorban)

    #PACGPAnsorKradenanGrobogan
    #santrigoibNUsantara
    #penggerakannahdiyyah
    #generasimudaNU

  • SAMPEYAN PERCAYA NABI ATAU KYAI???

    SAMPEYAN PERCAYA NABI ATAU KYAI???

    SORBANSANTRI.COM

    Oleh : Shuniyya Ruhama

    cyberaswaja.online –Kalimat di atas kerap sekali terdengar, menghenyakkan kita semua. Mempertanyakan kapasitas muktabaroh Ulama, dan membandingkan dengan Kanjeng Nabi yang memang jelas tidak berbanding sama sekali. Jika tidak faham, maka akan jelas sekali seolah-olah banyak perkara yang dilakukan oleh Kyai bertentangan dengan Kanjeng Nabi.

    Kyai itu tidak berpendapat melalui hayalan beliau sendiri, melainkan berdasarkan ajaran dari Kyainya Kyai juga. Demikian seterusnya hingga sanad bersambung kepada Kanjeng Nabi. Jadi tidaklah benar bahwa Kyai itu menyelisihi Kanjeng Nabi.

    Ibaratnya, saat Kanjeng Nabi memerintahkan kita untuk “ngliwet sego”. Maka yang dilakukan Kyai bukan ‘sego diliwet’, melainkan akan ‘mususi’ beras, ‘dikaru’. Setelah setengah matang, ‘beras karon’ ini ditanak dalam dandang. Inilah yang disebut ngliwet sego.

    Sementara, mereka yang tidak punya guru yang jelas sanadnya, begitu ada perintah Kanjeng Nabi untuk ‘ngliwet sego’, maka yang mereka lakukan adalah mencari nasi untuk diliwet. Karena dalam hayalannya yang namanya ‘ngilwet sego’ berarti harus ada ‘sego’ kemudian ‘diliwet’.

    Tidak sampai di situ, mereka memprovokasi, mencaci maki dan mentertawakan serta menganggap kita bodoh, salah, menyelisihi Quran Hadits karena diperintahkan ‘ngliwet sego’, tapi malah kita ‘mususi beras’ dst.

    Itulah gambaran bagi wong NU yang belajar dari Kyai dalam memahami Quran dan Hadits, jika dibandingkan dengan mereka yang over percaya diri “memurnikan” Quran Hadits dan langsung mengambil hukum dari sumbernya, tanpa menggunakan ilmu alat.

    Lalu, mereka akan mempertanyakan kepada kita, “Anda percaya dengan Nabi atau Kyai?”, seakan-akan Kyai kita itu salah dan tersesat dalam memahami nash suci. Bagi masyarakat awam, hal ini tentu akan bisa menjerumuskan mereka untuk tidak percaya lagi dengan para ulama muktabaroh an nahdliyyah.

    Maka kita saksikan akhirnya, mereka beribadah, berijtihad dan mengambil hukum tidak jelas jluntrungnya karena memang tidak pernah dilakukan oleh generasi-generasi Ulama terdahulu.(abi sorban)

     

     

  • SELEKSI DAN HATI-HATI SEKOLAHKAN ANAK, PENANAMAN  FAHAM RADIKAL SUDAH MEWABAH DISEKITAR KITA

    SELEKSI DAN HATI-HATI SEKOLAHKAN ANAK, PENANAMAN FAHAM RADIKAL SUDAH MEWABAH DISEKITAR KITA

    SORBANSANTRI.COM

    SELAMAT DATANG TAHUN PELAJARAN 2020 / 2021

    cyberaswaja.online- Pendekatan manusia terhadap ajaran agamanya akan melahirkan paham keagamaan. Maka dalam satu agama, bisa terdapat lebih dari satu paham keagamaan. Dari paham keagamaan inilah akan membentuk aliran keagamaan dan untuk sebagian besarnya kemudian menjadi kelompok – kelompok keagamaan ( firqoh ).

    Demikian halnya Corak keislaman seseorang ataupun kelompok sangat di tentukan oleh penghayatan, paham dan aliran keislamannya itu sendiri…

    Oleh karena itu Menjelang tahun pelajaran baru jangan sampai kita keliru menitipkan anak anak kita untuk di didik pada lembaga dan pola pendidikan yang jelas jelas berseberangan dengan aqidah, amaliyah, harokah, fikroh, manhaj juga siyasah kita.(FUAD ZAENUDDIN)

  • IJAZAH TERBEBAS DARI KANTONG KERING

    IJAZAH TERBEBAS DARI KANTONG KERING

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Dalam suatu kesempatan KH. Kholil Bisri (kakak kandung KH. Musthofa Bisri (Gus Mus))
    Memberikan ijazah ‘aam kepada para santri muda berupa “vitamin” anti Kanker.

    Ijazah ini beliau dapatkan langsung dari ibunda beliau sendiri, Nyai Ma’rufah.

    KANKER yang dimaksud bukanlah penyakit yang sudah kita mafhum selama ini, melainkan KANTONG KERING.

    Kaifiyatnya sederhana:

    1. Sholat sunnah Dhuha
      (terserah mau minimalis 2 rakaar atau maksimalis 8 rakaat);

    2️. Baca doa shalat dhuha sebagaimana biasanya.

    3️. Wirid surat Al Kautsar yang pendek itu
    (cuma) 14 kali.

    4️. Selesai.

    Kata beliau, yang mengamalkan ini insya ALLAH, tidak akan punya Kantong Kering, dan selalu dicukupi ALLAH kebutuhannya.
    Tentu saja, INSYA ALLAH.

    Saya bagikan kembali ijazah ini karena beliau dulu mempersilahkan pula untuk diamalkan oleh masyarakat umum. (abi-sorban)

    #alanumedia

  • KENAPA SANTRI SELALU CIUM TANGAN GURU?

    KENAPA SANTRI SELALU CIUM TANGAN GURU?

    SORBANSANTRI.COM

    SORBAN SANTRI – Seorang pemuda bertanya kepada Habib Umar bin Hafidz:

    Kenapa engkau membiarkan murid-muridmu menundukkan badannya dan mencium tanganmu berbolak balik?

    Tidak tahukah engkau itu perbuatan yang syirik?

    Engkau seolah-olah membuat murid-muridmu menyembah sesama makhluk?

    Tidakkah hanya Allah saja yang layak disembah?

    Tunduk atau menunduk kepada makhluk adalah perbuatan syirik. Habib Umar hanya tersenyum mendengar ucapan dan pertanyaan dari seorang pemuda tersebut.

    Lantas Habib Umar memanggil pemuda tadi dan mendekatinya.

    Habib Umar mengambil pena yang ada di dalam saku baju pemuda tersebut kemudian menjatuhkannya ke bawah.

    Ketika si pemuda ini menundukkan kepala dan badannya kebawah guna mengambil pena tersebut, Habib Umar menahannya dan berkata: “Jangan menunduk!, tidakkah menunduk kepada makhluk adalah bathil?”

    “Tidak, aku hanya ingin mengambil pena ku di bawah.”

    Lantas Habib Umar berkata: “Aku ini ibaratkan pena, seorang pencari ilmu tidak akan mendapat ilmu jika tidak mempunyai pena, Begitu juga dengan murid-muridku mereka menghargai dan menghormatiku bukan atas permintaaanku, Aku tidak pernah memaksa, aku tidak pernah menyuruh mereka mencium tanganku. Tetapi ketahuilah wahai pemuda; Seorang thalabul ilim tidak akan mendapatkan setetespun ilmu yang bermanfaat jika dia tidak menghormati gurunya.”

    Inframe : Kiai Kafabihi Mahrus mencium tangan Kiai Dimyati Rois
    Credit : Ulama Nusantara

  • Pertanyaan Di Alam Kubur Pakai Bahasa Apa?

    Pertanyaan Di Alam Kubur Pakai Bahasa Apa?

    SORBANSANTRI.COM

    cyberaswaja.online- Belum ditemukan dalil secara pasti dalam masalah ini. Sehingga para ulama berbeda pendapat menjadi 3. Ada yang mengatakan pakai bahasa Suryani, bahasa Arab dan sesuai bahasa kita.

    Berikut penjelasan Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi:

    ﻭﻗﻊ ﻓﻲ ﻓﺘﺎﻭﻯ ﺷﻴﺨﻨﺎ ﺷﻴﺦ اﻹﺳﻼﻡ ﻋﻠﻢ اﻟﺪﻳﻦ اﻟﺒﻠﻘﻴﻨﻲ ﺃﻥ اﻟﻤﻴﺖ ﻳﺠﻴﺐ اﻟﺴﺆاﻝ ﻓﻲ اﻟﻘﺒﺮ ﺑﺎﻟﺴﺮﻳﺎﻧﻴﺔ ﻭﻟﻢ ﺃﻗﻒ ﻟﺬﻟﻚ ﻋﻠﻰ ﻣﺴﺘﻨﺪ ﻭﺳﺌﻞ اﻟﺤﺎﻓﻆ ﺇﺑﻦ ﺣﺠﺮ ﻋﻦ ﺫﻟﻚ ﻓﻘﺎﻝ ﻇﺎﻫﺮ اﻟﺤﺪﻳﺚ ﺃﻧﻪ ﺑﺎﻟﻌﺮﺑﻲ ﻗﺎﻝ ﻭﻳﺤﺘﻤﻞ ﻣﻊ ﺫﻟﻚ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺧﻄﺎﺏ ﻛﻞ ﺃﺣﺪ ﺑﻠﺴﺎﻧﻪ

    Dalam kitab Fatawa Guru kami, Al Bulqini, dijelaskan bahwa mayit akan menjawab pertanyaan di alam kubur dengan bahasa Suryani. Tapi saya tidak menemukan dalilnya. Al-Hafidz Ibnu Hajar ditanya soal itu dan menjawab bahwa zahir hadis adalah dengan bahasa Arab. Boleh jadi pertanyaan-jawaban itu sesuai dengan bahasanya mayit (Syarh As-Shudur, 147)

    Walaupun ada diantara kita yang belum bisa Bahasa Arab jangan khawatir tidak bisa jawab, sebab jawabannya sudah dibocorkan oleh Pak Modin saat Talqin. Makanya lebih enak jadi warga NU. Tetap dirawat meski sudah meninggal. (abi tsani)

  • WUDHU GAK PAKAI MADZHAB, PAKAI GURU GOOGLE DAN LANGSUNG ROSULLULOH YA ANEH JADINYA

    WUDHU GAK PAKAI MADZHAB, PAKAI GURU GOOGLE DAN LANGSUNG ROSULLULOH YA ANEH JADINYA

    SORBANSANTRI.COM
    SORBAN SANTRI-
    Menyimak praktek ustadz Wahabi tentang Wudhu sesuai sunah lucu sekali. Maklum mereka tidak bermadzhab, jadi ketika praktek Wudhu; Rasulullah saw, Ustman bin Affan, Imam Bukhari, Imam Syafii dan Imam nawawi disebut semua.

    Kalau dalam madzhab Syafii ini namanya talfiq kepada banyak ulama. Wudhu seperti itu tidak dibenarkan menurut semua madzhab; air misalnya, menurut semua madzhab tidak sah, menurut madzhab syafii musta’mal menurut madzhab lain seperti Maliki; Thahir gairi muthahir (suci tapi tidak bisa dijadikan alat untuk mensucikan).

    Dalam madzhab syafii boleh اغتراف الماء باليد mengambil air dari gayung dengan tangan saat wudhu tapi dengan niat اغتراف, niat menjadikan tangan sebagai alat mengambil air. Tapi syaratnya kedua telapak tangan harus dibersihkan dulu. Niat memang dalam hati, seharusnya pada momen memberikan contoh seperti itu dia menjelaskan itu.

    Wudhu seperti itu juga tidak sah menurut madzhab Maliki karena madzhab Maliki mewajibkan جريان الماء فى أعضاء الوضؤ, mengalirnya air pada organ tubuh yang menjadi rukun wudhu, dan wajib الدلك menggosok-gosok organ wudhu.

    Madzhab Syafii, seperti dia kutip dari Imam Nawawi mencukupkan استيعاب الماء menyeluruh air ke organ wudhu tanpa mengalir dan menggosok, tapi penggunaan air seperti itu menurut Imam Nawawi juga tidak sah, menurut Imam Nawawi dan ulama Syafiiyah lainnya air bekas wudhu atau air sedikit yang terkena tetesan air bekas wudhu jadi mus’tamal, atau dalam madzhab lain masuk kedalam kategori طاهر غير مطاهر suci tapi tidak bisa dijadikan alat bersuci.

    Kalau wudhunya tidak sah menurut semua ulama madzhab, maka sholat dan ibadah lain yang mensyaratkan wudhu juga tidak sah. Jadi implikasinya tidak sepele.

    Soal baca Quran keliru, dari kelompok ini persoalannya bukan hanya karena malas atau tidak belajar atau tidak berguru, tetapi akibat kekacauan sistemik dan epistemik yang pada akhirnya menyepelekan dan rancu dalam pengalaman beragama. Epistemologi mereka lahir prematur, kira-kira begitu kata Khalid Aboul Fadl. Akhirnya cacat seumur hidup.

    Jangankan ustadz mereka yang bergurunya langsung kepada Rasulullah dan Google, yang langsung ke Arab saja kacau seperti yang mencontohkan praktek wudhu itu.

    Sekaliber Imam Bukhari saja bermadzhab, Tajudin Asubki memasukan Imam Bukhari kedalam Thabqat Syafi’iyah dalam Thabaqat Syafi’iyah, Shadiq Hasan Khan memasukan beliau sebagai Syafi’iyah dalam Abjadul Ulum, Abu Ya’la memasukan beliau kedalam Thabaqat Al-Hanabilah, dan Syeikh Nurudin Itr menyebut al-Bukhari pembaca kitab-kitab fikih Hanafiyah.

    Meskipun ada ulama yang mengatakan Mujtahid Mustaqil, tapi kita tahu beliau mempelajari semua madzhab. Tidak anti madzhab dan tidak meremehkan madzhab hanya karena Imam Bukhari pakar hadis.

    Lalu kita siapa? Mengaku berguru langsung kepada Rasulullah dan belajar wudhu langsung melalui al-Quran dan hadis. Berwudhu sesuai sunah itu menurut saya sangat tendensius; maksud dia selama ini kita orang Indonesia wudhunya tidak benar menurut Rasulullah.

    Faham lah arah mereka, ucapan dan perbuatan mereka dalam pengajian memang selalu tendensius.

    Jadi jangan percaya kalau ada orang yang ngomong langsung berguru kepada Rasulullah saw.

    Ahmad Tsauri